Anda di halaman 1dari 2

DISKUSI REFLEKSI KASUS (DRK)

LOGO RS
No Dokumen : No Revisi : Halaman :

STANDAR Tanggal Terbit : Di Tetapkan Oleh :


PROSEDUR DIREKTUR
OPERASIONAL Rumah Sakit .................................................
(SPO)

PENGERTIAN Suatu metode refleksi pengalaman klinis perawat dalam menerapkan standar
asuhan keperawatan dan urain tugas perawat

TUJUAN 1. Mengembangkan profesionalisme


2. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis perawat
3. Meningkatkan motivasi belajar
4. Meningkatkan pemahaman tentang standar asuhan keperawatan dan teori
asuhan keperawatan
5. Memacu perawat untuk bekerja sesuai dengan standar asuhan
keperawatan
6. Meningkatkan kemampuan praktik berbasis klinis
KEBIJAKAN 1. Undang- undang nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. Undang- undang nomer 44 tahun 2009 tetang rumah sakit
3. Undang- undang nomer 38 tahun 2014 tentang keperawatan
4. Peraturan Menteri Kesehatan nomer 49 tahun 2013 tentang komite
keperawatan
5. Peraturan Menteri PAN nomer 25 tahun 2014 tentang jabatan fungsional
perawat dan angka kredit KKNI
PROSEDUR 1. Ketentuan
a. Dilaksanakan pada kasus asuhan keperawatan baru/ unik/ isiden
diluar kondisi biasa
b. Mempunyai kesenjangan antara standar asuhan keperawatan dan teori
c. Pelaksanaan minimal dua minggu sekali
d. PK II melaksanakan minimal satu kali dalam setahun
e. PK III melaksanakan minimal dua kali dalam setahun
2. Cara kerja
a. Persiapan
1) Penetapan jadwal
2) Penetapan kasus
3) Penetapan penyaji minimal PK II
4) Menyiapkan ruangan penyajian
5) Menyiapkan dokumen meliputi : formulir DRK, absensi, berkas
rekam medis untuk DRK
6) Sertifikat SKP
b. Persiapan pasien jika diperlukan dengan menyiapkan inform consent
c. Pelaksanaan
1) Dipimpin oleh kepala ruang atau PK III
2) Pembukaan oleh kepala ruang selama 5 menit
3) Penyajian selama 20 menit
4) Diskusi dipimpin oleh kepala ruang/ PK III selama 20 menit
5) Rencana tindak lanjut selama 10 menit
6) Penutup selama 5 menit
UNIT TERKAIT 1. Bidang Diklat
2. Komite Keperawatan
3. Bidang Keperawatan
4. Perawat
5. Tim Kesehatan Lain