Anda di halaman 1dari 72

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

di
PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAOP 2 BANDUNG
UPT. RESORT SINTELIS 2.4 CIMAHI
Jl. Stasiun Cimahi No.1 Cimahi

Pintu Perlintasan Jenis MO-PLN (Manual Operation) “Phillips Alkmaar”


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mengikuti Ujian Nasional

Disusun Oleh:
Nama : Adhitia Budi Prasetyo
NIS : 151610041
Kelas : XII - Elektronika Industri 2

KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KATAPANG

KABUPATEN BANDUNG

2017-2018

Jl. Ceuri Terusan Kopo KM. 13,5 Tlp (022) 589-3737 Kec. Katapang Kab. Bandung
40971

Email : smkn1katapang@bdg.centrin.net.id
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, Shalawat serta salam

tercurah limpah kepada panutan akhir zaman, Sayyidina Wa Maulana Muhammad

SAW, beserta segenap keluarganya, para sahabat, para tabiit tabiin nya hingga

kepada kita sekalian selaku umatnya.

Berkat rahmat, hidayah, dan petunjuk dari Allah SWT, saya dapat

melaksanakan Praktek Kerja Industri beserta penyelesaian laporan selama 3 bulan

lamanya terhitung dari 3 Mei 2017 sampai dengan tanggal 28 Juli 2017 di UPT.

RESOR SINTELIS 2.4 CIMAHI PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)

DAOP 2 BANDUNG

Pembuatan laporan ini bertujuan untuk memenuhi syarat kelulusan

mengikuti kegiatan praktiik kerja lapangan dan supaya bisa mengikuti UN serta

bukti tertulis bahwasanya saya telah mengikuti Praktek Kerja Lapangan. Selain itu,

di dalam laporan ini juga diceritakan pula sejarah tentang Perkeretaapian di negara

kita beserta gambar-gambar sederhana.

Telah banyak ilmu pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan ketika

melaksanakan praktik kerja lapangan beserta penyelesaian laporannya, tidak lupa

saya ucapkan terima kasih teruntuk beberapa pihak yang telah membantu

menyelesaikan Praktik kerja beserta laporannya

1. Allah SWT Tuhan semesta alam yang telah memberikan hikmat kepada

penyusun sehingga mampu menyelesaikan laporan ini

i
2. Kedua orang tua saya Alm. Hartono dan Ibu Nengsih serta Adik Saya Reza

Fikri Fahrezi beserta Keluarga besar saya yang telah membantu dukungan

moril beserta materil untuk menyukseskan saya dalam menyelesaikan

praktek kerja serta laporannya

3. Ibu Dra. Hj. Adah Rodiyah, M.M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMKN 1

Katapang Kab. Bandung beserta staf dan jajarannya

4. Bapak Milad Doso Ismoyo, S.Pd., ST., M.MPd, selaku Kepala Hubungan

Industri SMKN 1 Katapang

5. Bapak Mamat Rahmat, S.Pd., MM., selaku Kepala Program Jurusan Teknik

Elektronika Industri SMKN 1 Katapang

6. Bapak Subiyono, S.Pd. S.ST selaku Pembimbing yang telah memberikan

motivasi, bimbingan dan pengarahan kepada siswa dalam menyusun

laporan ini

7. Guru-guru yang telah memberikan motivasi kepada penyusun dan

memberikan bekal ilmu sebelum melaksanakan praktek kerja lapangan

8. Bapak Idrus selaku Kepala UPT. Resor Sintelis 2.4 Cimahi beserta segenap

staf dan jajarannya

9. Bapak Indra Jatnika selaku Kaur Preventif UPT. Resor Sintelis 2.4 Cimahi

10. Bapak Indra Lesmana selaku Kaur Perbaikan UPT. Resor Sintelis 2.4

Cimahi

11. Bapak Achmad Suhendi selaku Pelaksana dan Pembimbing yang telah

membantu saya dalam melaksanakan praktik kerja lapangan beserta

penyelesaian laporannya

ii
12. Seluruh pegawai UPT. Resor Sintelis 2.4 Cimahi yang senantiasa menjadi

rekan kerja yang baik selama saya mengikuti Praktek Kerja Lapangan

13. Teman-teman dan pihak lain yang senantiasa membantu dan memberi

semangat kepada penulis dan memberi dukungan berupa moril ataupun

materil.

Semoga rahmat dan ridha Allah Bersama mereka, ‘Amin Yaa Rabbal ‘Alamin.

Penulis berharap semoga dalam kegiatan penyusunan laporan ini dijadikan amal

ibadah disisi Allah SWT dan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang

membutuhkan ataupun bagi pembaca yang budiman, terutama bagi jurusan

keahlian Teknik Elektronika Industri

Demikian laporan ini saya buat. Segala sesuatu tidak ada yang sempurna kecuali

ciptaan Allah SWT. Maka dari itu, saya sebagai penulis laporan ini menerima saran

dan kritik dengan cara yang baik demi kelancaran dan kemajuan laporan ini.

Selamat Membaca dan Terima Kasih...!

Bandung, 20 Agustus 2017

Penyusun

Adhitia Budi Prasetyo

NIS. 151610041

iii
Daftar Isi

Halaman Judul

Lembar Pengesahan Sekolah SMKN 1 Katapang

Lembar Pengesahan Dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Kata Pengantar........................................................................................................ i

Daftar Isi................................................................................................................. iv

Daftar Gambar....................................................................................................... vii

Daftar Tabel............................................................................................................ ix

BAB I (Pendahuluan)

1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan.................................................. 1

1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan............................................................... 3

1.3 Tujuan Penulisan Laporan........................................................................ 4

1.4 Pembatasan Masalah................................................................................. 5

1.5 Sistematika Laporan................................................................................. 6

BAB II (Tinjauan Umum Perusahaan)

2.1 Sejarah Perkeretaapian di Indonesia...................................................... 10

2.2 Ringkasan Sejarah Kereta Api di Indonesia.......................................... 13

2.3 Logo Perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).......................... 15

iv
2.4 Visi dan Misi PT. Kereta Api Indonesia (Persero).............................. 16

2.5 Budaya Perusahaan PT. Kereta Api Indonesia.................................... 16

2.6 Produk dan Jasa Divisi UPT. Sintelis PT. Kereta Api Indonesia

(Persero).................................................................................................... 18

2.7 Struktur Organisasi Resor Sintelis 2.4 Cimahi DAOP II Bandung..... 19

BAB III (Landasan Teori)

3.1 Gambaran Umum

3.1.1 Perlintasan Kereta Api.......................................................... 20

3.1.2 Regulasi Pintu Perlintasan.................................................... 20

3.1.3 Fungsi Pintu Perlintasan....................................................... 21

3.1.4 Rambu-Rambu Pada Pintu Perlintasan Kereta Api.............. 21

3.1.5 Jenis Pintu Perlintasan.......................................................... 23

3.1.6 Jenis-Jenis Pengoperasian Pintu Perlintasan dan Sumber

Tegangan....................................................................................... 24

3.2.1 Peralatan Pintu Perlintasan................................................... 24

3.2 Persyaratan Teknis Pintu Perlintasan

3.2.1 Persyaratan Pemasangan Pintu Perlintasan.......................... 27

3.2.2 Persyaratan Operasi Pintu Perlintasan.................................. 28

3.2.3 Persyaratan Material Pintu Perlintasan ................................ 29

v
3.3 Mekanisme Pintu Perlintasan

3.3.1 Mekanisme Pintu Perlintasan Listrik.................................... 30

3.3.2 Pelayanan Pintu Perlintasan dengan 1 & 2 Lengan Pintu.... 32

BAB IV (Uraian Khusus)

4.1 Fungsi Pintu Perlintasan...................................................................... 33

4.2 Prinsip Kerja Pintu Perlintasan............................................................ 33

4.3 Mekanisme Meja Pelayanan................................................................ 35

4.3.1 Cara Kerja dan Penjelasan Diagram Kontrol Pintu

Perlintasan..................................................................................... 35

BAB V (Penutup)

5.1 Kesimpulan.......................................................................................... 44

5.2 Saran.................................................................................................... 46

5.2.1 Saran Untuk Sekolah............................................................ 46

5.2.2 Saran Untuk Industri........................................................... 46

Daftar Pustaka

Lampiran-Lampiran

vi
Daftar Gambar

Gambar 2.1 Sejarah Pergantian Logo Kereta Api Di Indonesia............................. 13

Gambar 2.2 Logo PT. Kereta Api Indonesia (Persero)......................................... 15

Gambar 2.3 Budaya Perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).................. 16

Gambar 3.1 Rambu Silang datar dan perlintasan tak berpintu...............................21

Gambar 3.2 Silang Andreas Sepur Tunggal.......................................................... 22

Gambar 3.3 Silang Andreas Sepur Ganda............................................................. 22

Gambar 3.4 Rambu Berhenti (STOP).................................................................... 22

Gambar 3.5 Bagian Dalam Meja Pelayanan Pintu Perlintasan Alkmaar Tipe MO-

PLN (Manual Operation)...................................................................................... 23

Gambar 3.6 Meja Operator (Pelayanan) Pintu Perlintasan Alkmaar 1 & 2

Barrier.................................................................................................................... 25

Gambar 3.7 Flashing Unit..................................................................................... 26

Gambar 3.8 Deadman Alarm and Announcer....................................................... 26

Gambar 3.9 Barrier/ Pintu Perlintasan.................................................................. 30

Gambar 3.10 Panel Saklar Putar/ Selektor Pintu Perlintasan, Tombol Rem Dan

Indikator Flip-Flop................................................................................................ 32

Gambar 4.1 Skematik Diagram Kontrol Pintu Perlintasan Tipe MO -

PLN....................................................................................................................... 36

vii
Gambar 4.2 Rambu, Lampu dan Speaker Pintu Perlintasan................................. 40

Gambar 4.3 Palang Pintu Perlintasan Saat Sedang Menutup................................ 41

Gambar 4.4 Motor Pintu Perlintasan 24 V DC 4,5A............................................. 42

Gambar 4.5 Layout Rangkaian Charger Pintu Perlintasan.................................... 43

Gambar 4.6 Bagian Dalam Meja Pelayanan PP Alkmaar Tipe MO-PLN.............. 43

Gambar 4.7 Rangkaian Keseluruhan Catu Daya Pintu Perlintasan...................... 44

viii
Daftar Tabel

Tabel 2.1 Sejarah Perkeretaapian Di Indonesia.................................................... 15

ix
LEMBAR PENGESAHAN DARI INDUSTRI

PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAOP II BANDUNG

RESOR SINTELIS 2.4 CIMAHI

Disetujui/Disahkan Oleh :

Kaur Preventif, Kaur Perbaikan, Pembimbing,

Indra Jatnika Indra Lesmana Achmad Suhendi

NIPP : 50373 NIPP : 50251 NIPP : 48120

Mengetahui,

Kepala UPT. Resort Sintelis 2.4 Cimahi

Idrus

NIPP : 43550
LEMBAR PENGESAHAN DARI SEKOLAH

SMKN 1 KATAPANG – KABUPATEN BANDUNG

Disetujui/Disahkan Oleh :

Kepala Kompetensi Keahlian, Pembimbing,

Mamat Rahmat, S.Pd, MM. Subiyono, S.Pd, S.ST.


NIP. 19700304 200003 1 002 NIP. 19680126 200012 1 001

Mengetahui/ Menyetujui Waka Urusan HUBIN,


Kepala SMKN 1 Katapang,

Dra. Hj. Adah Rodiyah, M.M.Pd. H.Milad Doso Ismoyo, S.Pd, ST., M.M.Pd.
NIP. 19590407 198603 2 006 NIP. 19670619 200012 1 001
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan

Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam

menjalani Asian Free Trade Area (AFTA) dan Asian Free Iabour Asia

(AFLA), Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20

tahun 2003 pasal 15, menyatakan pendidikan menengah kejuruan bertujuan

untuk menyiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang

tertentu. Tujuan tersebut dijabarkan lagi oleh Dikmenjur (2003) menjadi

tujuan umum dan tujuan khusus, sebagai berikut :

a. Tujuan umum, sebagai bagian dari sistem pendidikan menengah kejuruan

SMK bertujuan :

(a) Menyiapkan peserta didik agar dapat menjalani kehidupan secara layak,

(b) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik,

(c) Menyiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang mandiri dan

bertanggung jawab,

(d) Menyiapkan peserta didik agar memahami dan menghargai

keanekaragaman budaya bangsa Indonesia, dan

(e) Menyiapkan peserta didik agar menerapkan dan memelihara hidup

sehat, memiliki wawasan lingkungan, pengetahuan dan seni.

1
2

a. Tujuan khusus, SMK bertujuan :

a. Menyiapkan peserta didik agar dapat bekerja, baik secara mandiri

atau mengisi lapangan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan

industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan

bidang dan program keahlian yang diminati,

b. Membekali peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih

dalam berkompetensi dan mampu mengembangkan sikap

profesional dalam bidang keahlian yang diminati, dan

c. Membekali peserta didik dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

(IPTEK) agar mampu mengembangkan diri sendiri melalui jenjang

pendidikan yang lebih tinggi.

Pendidikan merupakan pilar dan alat utama (mean) pembangunan

sumber daya manusia, secara jelas berperan membentuk peserta didik

menjadi aset bangsa yang diharapkan menjadi manusia produktif untuk

menghasilkan dan menciptakan produk unggulan industri Indonesia dalam

menghadapi pasar global.

Sumber daya manusia yang terdidik dan terlatih adalah andalan

utama untuk menentukan suatu keunggulan. Keahlian profesional tenaga

kerja yang terlibat dalam proses produksi akan menentukan mutu, biaya

produksi dan penampilan kualitas akhir produksi industri sekaligus menjadi

faktor penentu daya saing produk industri tersebut.


3

1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan

Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) antara lain sebagai berikut :

a. Mengaktualisasikan model penyelenggaraan Pendidikan sistem Ganda

(PSG) antara SMK dan Institusi pasangan (DU/DI) yang memadukan

secara sistematis dan sistemik program pendidikan di sekolah (SMK)

dan program latihan penguasaan keahlian di dunia kerja (DU/DI).

b. Membagi topik-topik pembelajaran dari Kompetensi Dasar yang dapat

dilaksanakan di sekolah (SMK) dan yang dapat dilaksanakan di Institusi

c. Pasangan (DU/DI) sesuai dengan sumber daya yang tersedia di masing-

masing pihak.

d. Memberikan pengalaman kerja langsung (real) kepada peserta didik

dalam rangka menanamkan (internalize) iklim kerja positif yang

berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.

e. Memberikan bekal etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk

memasuki dunia kerja dalam menghadapi tuntutan pasar kerja global.

f. Memantapkan disiplin, percaya diri dan tanggung jawab dalam

melaksanakan tugas.

g. Mendorong siswa berjiwa wirausaha

h. Menjajagi penempatan dan lowongan kerja untuk lulusan setelah

mereka menyelesaikan pendidikannya.

i. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional (dengan

tingkat pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sesuai dngan

tuntutan lapangan kerja)


4

1.3 Tujuan Penulisan Laporan

Tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan laporan ini sebagai

berikut :

a. Memberi gambaran secara tertulis mengenai lokasi saat PKL dan

kegiatan apa saja yang dilakukan pada saat mengikuti PKL

b. Sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam memberi penilaian

setelah PKL

c. Sebagai bukti tertulis telah melaksanakan PKL

d. Memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Nasional (UN) dan

Ujian Sekolah (US)

e. Sebagai dokumentasi tertulis dan sebagai bahan percontohan dalam

pembuatan laporan PKL di tahun/ angkatan selanjutnya oleh adik-adik

kelas

f. Sebagai sarana mempraktikkan teori di sekolah tentang cara menyusun

laporan kegiatan dan mengimplementasikan pelajaran lain yang ada di

sekolah khususnya bidang Teknik Elektronika Industri

g. Sebagai suatu alat evaluasi DU/DI

h. Sebagai sarana media informasi sistem dan tata kerja yang ada pada

DU/DI

i. Sebagai wawasan dan pengetahuan tentang dunia kerja pada pembaca


5

1.4 Pembatasan Masalah

Laporan ini dibuat saat penulis melaksanakan Praktek Kerja

Lapangan (PKL) selama 3 bulan terhitung dari awal bulan Mei hingga Akhir

bulan Juli di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di Divisi Sinyal

Telekomunikasi dan Kelistrikan (Sintelis), laporan ini memuat tentang

kegiatan penulis selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di

perusahaan tersebut.

Di dalamnya, penulis mempelajari pengetahuan seputar Teknik

persinyalan khusus dimana pengetahuan tersebut menambah wawasan kami

di bidang Teknik persinyalan dalam dunia Pendidikan dan lingkup Teknik

pada umumnya.

Kami melaksanakan Praktek Kerja Lapangan tersebut sebagaimana

telah menjadi kewajiban kami sebagai siswa sekolah menengah kejuruan

untuk menimba ilmu di dunia industri. Kami seolah-olah berada dalam titik

semi karyawan yang cukup dipercaya dalam proses kerja, pemeliharaan dan

perbaikan alat ataupun asset yang dimiliki oleh perusahaan.

Akan tetapi, keterampilan yang kami miliki masih menjadi tolak

ukur pembatas kami dan karyawan perusahaan. Pengetahuan perusahaan

yang diterapkan pada karyawan dan siswa tugas belajar lapangan tentulah

berbeda sehingga kami masih dalam taraf bimbingan industry dalam

penyesuaian dunia usaha.


6

Selama 3 bulan lamanya melaksanakan Praktek Kerja Lapangan

(PKL), kami mendapatkan wawasan baru dalam teknik persinyalan dan

kelistrikan, pengalaman dan kinerja yang baik di perusahaan dan

pengalaman yang takkan terlupakan bagi kami selama di perusahaan.

Adapun yang diketahui tentang ruang lingkup Sinyal

Telekomunikasi dan Kelistrikan meliputi Perawatan, Pengecekan berkala

dan Perbaikan Pintu Perlintasan, dll. Tetapi agar tidak terjadi kesalah

pahaman antara penyusun dan pembaca, dalam laporan ini penulis

mengambil judul Pintu Perlintasan Jenis MO-PLN (Manual Operation)

“Phillips Alkmaar” dan melakukan observasi lanjutan atas judul tersebut

Adapun materi-materi yang penulis batasi dalam laporan ini antara lain

sebagai berikut :

a. Pengertian Pintu Perlintasan Jenis MO-PLN (Manual Operation)

“Phillips Alkmaar”

b. Komponen Pintu Perlintasan Jenis MO-PLN (Manual Operation)

“Phillips Alkmaar”

c. Cara kerja & Prinsip kerja Pintu Perlintasan Jenis MO-PLN (Manual

Operation) “Phillips Alkmaar”

1.5 Sistematika Laporan

1. Urutan Halaman bagian Awal, berisi tentang :

a. Halaman Judul

b. Halaman Pengesahan dari Pihak Sekolah


7

c. Halaman Pengesahan dari Pihak Perusahaan

d. Kata Pengantar, mengemukakan tentang :

1) Penjelasan, berisi tentang alasan memilih topik pembahasan

tersebut

2) Pertanggung jawaban tentang cara bagaimana karangan itu

dibuat secara umum

3) Suka duka penulis dalam pengumpulan data atau pada waktu

mengadakan observasi mengenai objek yang dibahas

4) Harapan-harapan penulis tentang manfaat dari karangan

tersebut baik untuk pribadi, Masyarakat luas, Nusa bangsa

maupun perkembangan ilmu pengetahuan, yang utamanya

adalah pembaca yang budiman.

2. BAB I Pendahuluan

a. Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan (PKL)

b. Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

c. Tujuan penulisan laporan

d. Pembatasan Masalah

e. Sistematika Laporan

3. BAB II Tinjauan Umum Perusahaan

a. Sejarah PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

b. Latar belakang berdirinya perusahaan

c. Visi dan Misi PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

d. Logo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan Maknanya


8

e. Produk dan jasa PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

f. Struktur Organisasi Resor Sintelis 2.4 Cimahi

g. Job Description Perusahaan/Divisi

h. Tata tertib dan Peraturan Perusahaan

4. BAB III Landasan Teori

a. Landasan Teori, berisikan teori yang menunjang dari salah satu

pokok topik pembahasan yang dilakukan beserta bagian-bagiannya

b. Berisikan Analisa teori yang disajikan berdasarkan riset di lapangan

5. BAB IV Uraian Khusus

a. Berisikan uraian kegiatan kerja selama mengikuti PKL

b. Gambar Kerja

c. Prinsip Kerja

d. Diagram

e. Data Teknis

f. Pemeliharaan dan Perbaikan serta Gangguan

6. BAB V Kesimpulan, Saran dan Penutup

a. Kesimpulan

b. Pesan Dan Kesan

c. Saran

d. Penutup

e. Daftar Pustaka
9

7. Daftar Pustaka

Merupakan daftar yang berisi sumber-sumber yang digunakan

untuk membuat laporan tertulis. Selain itu dapat bersumber juga dari

buku-buku, media cetak lain ataupun media elektronik (Internet) yang

menjadi bahan penulisan.

8. Lampiran – lampiran

Memuat laporan jurnal kegiatan selama pelaksanaan Praktek di lini

produksi, Surat permohonan PKL, Surat balasan/ penerimaan dari

industri (Jika ada), kartu bimbingan, Identitas diri beserta dokumentasi

lain yang diperlukan selama kegiatan tersebut

9. Identitas Siswa

Merupakan data identitas diri siswa yang menulis laporan

10. Dalam laporan, sertakan juga soft copy laporan berupa CD


BAB II

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perkeretaapian di Indonesia

Sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai ketika pencangkulan

pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo - Yogyakarta) di

Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet

van de Beele tanggal 17 Juni 1864. Pembangunan dilaksanakan oleh

perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlansch Indische

Spoorweg Maatschappij (NV. NISM) menggunakan lebar sepur 1435 mm.

Sementara itu, pemerintah Hindia Belanda membangun jalur kereta

api negara melalui Staatssporwegen (SS) pada tanggal 8 April 1875. Rute

pertama SS meliputi Surabaya – Pasuruan - Malang. Keberhasilan NISM

dan SS mendorong investor swasta membangun jalur kereta api

seperti Semarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), Semarang

Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), Serajoedal Stoomtram

Maatschappij (SDS), Oost Java Stoomtram

Maatschappij (OJS), Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (Ps.SM), Kediri

Stoomtram Maatschappij (KSM), Probolinggo Stoomtram

Maatschappij (Pb.SM), Modjokerto Stoomtram Maatschappij

(MSM), Malang Stoomtram Maatschappij (MS), Madoera Stoomtram

Maatschappij (Mad.SM), Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).

10
11

Selain di Jawa, pembangunan jalur kereta api dilaksanakan di Aceh

(1876), Sumatera Utara (1889), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan

(1914), dan Sulawesi (1922). Sementara itu di Kalimantan, Bali, dan

Lombok hanya dilakukan studi mengenai kemungkinan pemasangan jalan

rel, belum sampai tahap pembangunan. Sampai akhir tahun 1928, panjang

jalan kereta api dan trem di Indonesia mencapai 7.464 km dengan perincian

rel milik pemerintah sepanjang 4.089 km dan swasta sepanjang 3.375 km.

Pada tahun 1942 Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat

kepada Jepang. Semenjak itu, perkeretaapian Indonesia diambil alih Jepang

dan berubah nama menjadi Rikuyu Sokyuku (Dinas Kereta Api). Selama

penguasaan Jepang, operasional kereta api hanya diutamakan untuk

kepentingan perang. Salah satu pembangunan di era Jepang adalah lintas

Saketi-Bayah dan Muaro-Pekanbaru untuk pengangkutan hasil tambang

batu bara guna menjalankan mesin-mesin perang mereka. Namun, Jepang

juga melakukan pembongkaran rel sepanjang 473 km yang diangkut ke

Burma untuk pembangunan kereta api disana.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17

Agustus 1945, beberapa hari kemudian dilakukan pengambilalihan stasiun

dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang. Puncaknya adalah

pengambil alihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung tanggal 28 September

1945 (kini diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia). Hal ini sekaligus

menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia

(DKARI). Ketika Belanda kembali ke Indonesia tahun 1946, Belanda


12

membentuk kembali perkeretaapian di Indonesia

bernama Staatssporwegen/ Verenigde Spoorwegbedrif (SS/VS), gabungan

SS dan seluruh perusahaan kereta api swasta (kecuali DSM).

Berdasarkan perjanjian damai Konfrensi Meja Bundar (KMB)

Desember 1949, dilaksanakan pengambilalihan aset-aset milik pemerintah

Hindia Belanda. Pengalihan dalam bentuk penggabungan antara DKARI

dan SS/VS menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) tahun 1950. Pada tanggal

25 Mei DKA berganti menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA).

Pada tahun tersebut mulai diperkenalkan juga lambang Wahana Daya

Pertiwi yang mencerminkan transformasi Perkeretaapian Indonesia sebagai

sarana transportasi andalan guna mewujudkan kesejahteraan bangsa tanah

air. Selanjutnya pemerintah mengubah struktur PNKA menjadi Perusahaan

Jawatan Kereta Api (PJKA) tahun 1971. Dalam rangka meningkatkan

pelayanan jasa angkutan, PJKA berubah bentuk menjadi Perusahaan Umum

Kereta Api (Perumka) tahun 1991. Perumka berubah menjadi Perseroan

Terbatas, PT. Kereta Api (Persero) tahun 1998. Pada tahun 2011 nama

perusahaan PT. Kereta Api (Persero) berubah menjadi PT. Kereta Api

Indonesia (Persero) dengan meluncurkan logo baru.


13

Gambar 2.1 Sejarah Pergantian Logo Kereta Api Dari Masa ke Masa

Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki tujuh anak

perusahaan yakni PT Reska Multi Usaha (2003), PT Railink (2006), PT

Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (2008), PT Kereta Api

Pariwisata (2009), PT Kereta Api Logistik (2009), PT Kereta Api Properti

Manajemen (2009), PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (2015).

2.2 Ringkasan Sejarah Perusahaan Perkeretaapian Indonesia

Periode Perusahaan Dasar Hukum

Nederlansch Indische Spoorweg -

Maatschappij (NISM) -

Staatssporwegen (SS) -

Semarang Joana Stoomtram -

Maatschappij (SJS) -

Semarang Cheribon Stoomtram -

Maatschappij (SCS) -

Serajoedal Stoomtram -
14

Maatschappij (SDS) -

Oost Java Stoomtram -

Maatschappij (OJS) -

Pasoeroean Stoomtram -

1864-1942 Maatschappij(Ps.SM) -

Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM) -

Probolinggo Stoomtram -

Maatschappij(Pb.SM) -

Modjokerto Stoomtram -

Maatschappij (MSM) -

Malang Stoomtram Maatschappij (MS) -

Madoera Stoomtram -

Maatschappij (Mad.SM) -

Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) -

1942-1945 Rikuyu Sokyoku (Dinas Kereta Api) -

Maklumat Kementerian

1945-1950 Djawatan Kereta Api Republik Indonesia Perhubungan No. 1/KA

(DKARI) Tahun 1946

Keputusan Menteri

Perhubungan Tenaga dan

1950-1963 Djawatan Kereta Api (DKA) Pekerjaan Umum RI No. 2

Tahun 1950
15

Peraturan Pemerintah RI

1963-1971 Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA) No. 22 Tahun 1963

Peraturan Pemerintah RI

1971-1991 Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) No. 61 Tahun 1971

Perusahaan Umum Kereta Api Peraturan Pemerintah RI

1991-1998 (PERUMKA) No. 57 Tahun 1990

Peraturan Pemerintah RI

1998 - Sekarang PT. Kereta Api Indonesia (Persero) No. 19 Tahun 1998

Tabel 2.1 Sejarah Perkeretaapian Di Indonesia

2.3 Logo Perusahaan

Gambar 2.2 Logo PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Bentuk :

Garis melengkung : Melambangkan gerakan yang dinamis PT. KAI dalam

mencapai Visi dan Misinya.

Anak Panah : Melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT. KAI

dalam mewujudkan Pelayanan Prima.

Warna:

Orange : Melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang


16

ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal.

Biru : Melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan

nilai tambah ke stakeholders. Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua

bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.

2.4 Visi dan Misi

Visi : Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada

pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders

Misi : Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha

penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk

memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan

berdasarkan 4 pilar utama : Keselamatan, Ketepatan waktu, Pelayanan dan

Kenyamanan

2.5 Budaya Perusahaan

Gambar 2.3 Budaya Perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)


17

1. INTEGRITAS

PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) bertindak konsisten sesuai

dengan nilai-nilai kebijakan organisasi dan kode etik perusahaan. Memiliki

pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika

tersebut dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk melakukannya.

2. PROFESIONAL

PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki kemampuan dan

penguasaan dalam bidang pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan, mampu

menguasai untuk menggunakan, mengembangkan, membagikan pengetahuan yang

terkait dengan pekerjaan kepada orang lain.

3. KESELAMATAN

PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki sifat tanpa

kompromi dan konsisten dalam menjalankan atau menciptakan sistem atau proses

kerja yang mempunyai potensi resiko yang rendah terhadap terjadinya kecelakaan

dan menjaga aset perusahaan dari kemungkinan terjadinya kerugian.

4. INOVASI

PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) selalu menumbuh

kembangkan gagasan baru, melakukan tindakan perbaikan yang berkelanjutan dan

menciptakan lingkungan kondusif untuk berkreasi sehingga memberikan nilai

tambah bagi stakeholder.


18

5. PELAYANAN PRIMA

PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) akan memberikan pelayanan

yang terbaik yang sesuai dengan standar mutu yang memuaskan dan sesuai harapan

atau melebihi harapan pelanggan dengan memenuhi 6 A unsur pokok : Ability

(Kemampuan), Attitude (Sikap), Appearance (Penampilan), Attention

(Perhatian), Action (Tindakan), dan Accountability (Tanggung jawab).

2.6 Produk dan jasa perusahaan

Divisi Seksi Sinyal Telekomunikasi dan Kelistrikan (Sintelis) tidak

mengeluarkan produk, tetapi hanya berupa jasa antara lain, yaitu :

a. Maintenance/ Perbaikan Pintu Perlintasan

b. Maintenance/ Perbaikan Sinyal

c. Maintenance/ Perbaikan Wesel

d. Maintenance/ Perbaikan Track Circuit (Pendeteksi Keberadaan Kereta Api)

e. Maintenance/ Perbaikan Axle Counter

f. Maintenance/ Perbaikan Genset dan Supply Power

g. Maintenance/ Perbaikan Peralatan Telekomunikasi (TOKA, WS, dan

Radio)

h. Memperbaiki gangguan mendadak dan penanganan secara “Fast Respon”


19

2.7 Struktur Organisasi Resor Sintelis 2.4 Cimahi

Kepala Resort STL


2.4 Cimahi

Kepala Urusan
Perbaikan STL 2.4
Kepala Urusan
Cimahi
Preventif STL 2.4
Cimahi

Nama : Idrus
NIPP : 43550

Nama : Indra Lesmana


Nama : Indra Jatnika NIPP : 50251
NIPP : 50373

Staf Resort STL Staf Resort STL


2.4 Cimahi 2.4 Cimahi

Staf Resort STL 2.4 Staf Resort STL


Cimahi 2.4 Cimahi Nama : Arry T Nama : Hartono
NIPP : 53025 NIPP : 54967

Staf Resort STL Staf Resort STL


2.4 Cimahi 2.4 Cimahi

Nama : Pri R Nama : Achmad S


NIPP : 70255 NIPP : 48120

Nama : Rezha S F Nama : Bagus D

NIPP : 53000 NIPP : 53035


BAB III

LANDASAN TEORI

3.1 Gambaran Umum

3.1.1 Perlintasan Kereta Api

a. Sebidang : Perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan

b. Tidak sebidang : Perpotongan antara jalur kereta api dengan jalan tidak

sebidang (Fly over, Under pass)

c. Perpotongan jalan dan perlintasan rel yang dilengkapi dengan Pintu

Perlintasan dan Alarm Peringatan

3.1.2 Regulasi Pintu Perlintasan

PP (Peraturan Pemerintah) RI No. 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas

dan Angkutan Kereta Api, Pasal 110

a. Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan yang

selanjutnya disebut dengan perpotongan sebidang yang digunakan

untuk lalu lintas umum atau lalu lintas khusus, pemakai jalan wajib

mendahulukan perjalanan kereta api.

b. Pemakai jalan wajib mematuhi semua rambu-rambu jalan di

perpotongan sebidang.

c. Dalam hal terjadi pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan

ayat (2) yang menyebabkan kecelakaan, maka hal ini bukan merupakan

kecelakaan perkeretaapian.

20
21

3.1.3 Fungsi Pintu Perlintasan

a. Untuk melindungi perjalanan kereta api dari pengguna jalan raya

b. Untuk melindungi pengguna jalan raya dalam semua kondisi dengan

lampu dan alarm

c. Meningkatkan keselamatan transportasi darat melalui pembaharuan

(Perbaikan) system dan struktur serta kinerja pengelolaan manajemen

perlintasan sebidang,

d. Memperlancar arus lalu lintas jalan yang melewati perlintasan sebidang

e. Meningkatkan disiplin dan membangun etika dalam berlalu lintas

3.1.4 Rambu-Rambu Pada Pintu Perlintasan Kereta Api

1. Garis kejut dengan jarak dari As rel : 300 M, 200 M, 100 M, dan 50 M

2. Tanda Silang datar lintasan KA berpintu jarak 300 M dari as Rel

Gambar 3.1 Rambu Silang datar dan perlintasan tak berpintu


22

3. Silang Andreas Tanda persilangan antara jalur kereta api tunggal dengan

jalan raya; jarak 150 M dari As Rel

Gambar 3.2 Silang Andreas Sepur Tunggal

4. Silang Andreas tanda persilangan antara jalur kereta api ganda dengan

jalan raya; Jarak 150 M dari As Rel

Gambar 3.3 Silang Andreas Sepur Ganda

5. Tanda STOP, wajib berhenti sesaat dan meneruskan perjalanan setelah

mendapat kepastian aman dari lalu lintas arah lainnya; Jarak 100 M dari

As Rel

Gambar 3.4 Rambu Stop/ Berhenti


23

3.1.5 Jenis Pintu Perlintasan

a. Dari Segi Pergerakan Pintu Perlintasan Terbagi 2 Jenis, Yaitu :

1. Mechanical Level Crossing

2. Electrical Level Crossing

b. Pabrikan Pintu Perlintasan Yang Terpasang di PT. Kereta Api Indonesia

adalah :

1. Phillips Alkmaar

2. Nippon

3. Siemens

Gambar 3.5 Bagian Dalam Meja Pelayanan Pintu Perlintasan Alkmaar Tipe

MO-PLN (Manual Operation)


24

c. Dari Segi Pencatu Daya Pintu Perlintasan Terbagi 3 Jenis, Yaitu :

1. Catu Daya PLN

2. Panel Surya (Solar Cell)

3. Pembangkit HG (Hand Generator)

d. Dari Segi Pelayanan/Pola Pintu Perlintasan Terbagi 3 Jenis, Yaitu :

a) Pelayanan Manual

b) Pelayanan Semi Otomatis

c) Pelayanan Otomatis

3.1.6 Jenis-Jenis Pengoperasian Pintu Perlintasan dan Sumber Tegangan

1. Full Mechanic Level Crossing

2. MO-HG (Manual Operation Hand Generator)

3. MO-SP (Manual Operation Solar Power)

4. MO-PLN (Manual Operation PLN Power)

5. AO-PLN (Automatic Operation PLN Power)

6. SA-PLN (Semi Automatic PLN Power)

7. SA-SP (Semi Automatic Solar Power)

3.1.7 Peralatan Pintu Perlintasan

1. Peralatan Dalam :

1. Meja Operator/Pelayanan : berisi panel kontrol yang berfungsi

untuk membuka/menutup pintu perlintasan, yang

mengoperasikannya adalah PJL (Petugas Jalan Perlintasan)


25

Gambar 3.6 Meja Operator (Pelayanan) Pintu Perlintasan Alkmaar 1 & 2 Barrier

2. Sistem Catu daya & Kontrol, berfungsi :

1. Sumber catu daya bagi peralatan dalam dan luar

2. Untuk meregulasi/mengatur arus dan tegangan PLN saat pengisian

baterai

3. Input Tegangan 220 VAC dengan Output 24 VDC

3. Flashing Unit :

Rangkaian berprinsip kerja seperti lampu flip flop untuk mengatur

lampu di pintu dan sirine menggunakan IC timer NE556. Pada rangkaian

ini kita dapat mengatur High, Medium ataupun Low Tone serta kecepatan

dari interval nada sirine nya dengan cara memutar resistor variable pada

rengkaian ini komponen SCR sebagai Switch dan Diode Zener sebagai

pengaman tegangan saat terjadi kelebihan tegangan


26

Gambar 3.7 Flashing Unit

4. Deadman Alarm and Announcer

Gambar 3.8 Deadman Alarm and Announcer

Sebagai pengingat petugas jika tertidur, dioperasikan jangka

waktu interval 10 menit sekali dan petugas harus menekan tombol

reset untuk mematikan alarm tersebut dan Announcer adalah mic

untuk bicara kepada pengguna jalan untuk segera mengosongkan

perlintasan sebelum kereta api melewati perlintasan.


27

e. Komponen Penyusun Sistem Catu Daya :

1. Resistor

2. Fuse (Sekring)

3. Transformator

4. Dioda Rectifier (Bridge)

5. Dioda Zener

f. Komponen Utama Penyusun Flashing Unit :

1. NE556

2. SCR 25600B

3. Dioda Zener

4. Resistor Variabel

5. PCB

6. Plat Box

7. Relay

8. Kapasitor

3.2 Persyaratan Teknis Pintu Perlintasan

3.2.1 Persyaratan Pemasangan Pintu Perlintasan

a. Dipasang diluar ruang bebas.

b. Tiang statif dipasang diluar ruang bebas minimum 2,60 meter dan

minimum 1,50 meter dari sisi jalan umum.

c. Palang pintu dalam kedudukan menutup harus berjarak lebih

kurang 0,80 meter dari permukaan jalan umum.


28

d. Panel kontrol harus ditempatkan di gardu jaga atau di ruang PPKA

dengan struktur yang kokoh.

e. Alat pendeteksi kedatangan kereta api untuk tiap jalur.

f. Dua alat pendeteksi dipasang dengan jarak 1 s/d 1,5 Km pada

sebelah kiri dan kanan pintu perlintasan.

g. Satu alat pendeteksi dipasang dekat perlintasan.

h. Peringatan Dini Pengguna Jalan yang berupa lampu dengan

posisi horizontal dipasang tiang statif dengan struktur yang kokoh.

3.2.2 Persyaratan Operasi.

1. Palang pintu

a) Harus menutup penuh lebar jalan agar pengguna jalan raya

tidak dapat memasuki perlintasan KA;

b) Palang pintu elektrik digerakkan oleh motor yang harus di

design jika ada gangguan maka palang pintu harus dapat

diangkat secara manual;

c) Palang pintu mekanik digerakkan secara mekanik dengan tenaga

manusia;

d) Palang pintu dengan panjang maksimum 7,5 m waktu operasi

penutupan antara 4 sId 7 detik;

e) Palang pintu dengan panjang maksimum 9 m waktu operasi

penutupan antara 9 sId 13 detik.

2. Panel Pelayanan pada Perlintasan Berpintu Elektrik

a) Dilengkapi dengan indikator arah kedatangan KA;


29

b) Dilengkapi dengan UPS dengan back-up baterai minimal

untuk 2 jam operasi;

c) Dilengkapi tombol pengoperasian pintu.

3. Alat pendeteksi kedatangan kereta api

a) Harus dapat mendeteksi kedatangan KA sebelum perlintasan

dengan jarak 1-1.5 Km;

b) Dilengkapi dengan alat pendeteksi roda KA;

c) Menggunakan kabel tanah dengan armoured double steel tape.

4. Peringatan Dini Untuk Petugas dan Pengguna Jalan Raya

a) Tanda peringatan kedatangan KA bagi penjaga perlintasan yang

berupa Plunger alarm/buzzer dioperasikan oleh interlocking;

b) Dilengkapi dengan tombol untuk menghentikan alarm

(Acknowledge).

c) Peringatan Dini untuk Pengguna Jalan Raya berupa pengeras

suara/audible alarm.

3.2.3 Persyaratan Material.

1. Dilengkapi dengan Sirine dengan karakteristik sebagai berikut :

a) Daya yang masuk maksimum 30 W;

b) Frekuensi respon 400 Hz-4000 Hz;

c) Keras suara 115 db (jarak 1 meter);

d) Impedansi pengeras suara 16 ohm ± 15 % ( 1 kHz).

2. Pintu terbuat dari kayu atau fiber.

3. Penggerak pintu berupa motor DC.


30

4. Palang pintu warna putih dan merah pendar cahaya.

5. Sumber daya listrik dari PLN atau sumber lain dengan tegangan 220

V 50 Hz atau dengan tegangan baterai.

3.3 Mekanisme Pintu Perlintasan

3.3.1 Mekanisme Pintu Perlintasan Listrik.

1
3
8 2 10

7 9
5

Gambar 3.9 Barrier/ Pintu Perlintasan

a. Mekanisme Barrier Pintu Perlintasan Listrik Terdiri Dari :

1. Motor Penggerak

2. Karet Pembatas/ Nok Pembatas

3. Roda Gigi Pembantu 1

4. Roda Gigi Motor Listrik

5. Roda Gigi Pembantu 2

6. Roda Gigi Poros Pintu (Pinion)


31

7. Batang Poros/ As

8. Pelat-Pelat Penekan/ Ganjal

9. Roda Gigi Penggerak Poros Pintu

10. Rangkaian Kopling

b. Penimbangan Pintu Pada Posisi Horizontal

Lengan pintu angkat kira-kira 5o, ikatkan timbangan dengan

jarak 1500 mm dari poros pintu. Perhatikan skala timbangan sampai

menunjukan besaran 8 kg, jika kurang dari yang telah ditentukan

atur bobot imbang dengan menggeser kedepan dan jika lebih geser

kebelakang.

c. Penimbangan Pintu Pada Posisi Vertikal

Kaitkan timbangan pada tempatnya dengan jarak 1500 mm

dari poros pintu, atur agar sudut antara lengan pintu dengan tiang 5o,

geser kedudukan bobot imbang sampai timbangan menunjukan

besaran 8 kg kencangkan kembali baut-baut penambatnya.

d. Kerusakan Pintu Perlintasan

Apabila pintu perlintasan listrik tertabrak,dengan otomatis

lengan pintu akan segera kembali ke atas karena berat beban lawan

dimana mekanisme pintu akan mencegahnya dan motor akan

ditahan oleh kopling (Motor tidak akan dialiri arus). Untuk

mencegah beban lebih dimotor ,lepaskan sekring F2 dan F3 untuk


32

pintu 2 lengan dan untuk pintu 4 lengan lepaskan sekring F2,F3,F4

dan F5.

Menurut pengalaman dilapangan alat-alat yang sering terganggu adalah :

1. Pada Unit Rectifier

a. Transistor V1,V2,V3 yaitu jenis MJ 802 (Pada umumnya sekarang

diganti dengan 2N 3055)

b. Sekring-sekring yang putus Karena beban berlebih

2. Tanda-Tanda Transistor Rusak

a. Ampermeter jarumnya tidak menunjuk

b. Transistor tersebut tidak bekerja (selalu dingin)

c. Sekring F1, F2 yang menghubungkan ke jala-jala PLN sering putus.

3.3.2 Pelayanan Pintu Perlintasan dengan 1 & 2 Lengan Pintu

Gambar 3.10 Panel Saklar Putar/ Selektor Pintu Perlintasan, Tombol

Rem Dan Indikator Flip-Flop

1. Posisi “ NORMAL “

Instalasi pintu perlintasan dalam kedudukan ini biasa (Normal)

lengan berkedudukan tegak speaker dan lampu silang datar padam, lampu
33

kedip merah dan lampu Bell Top pada lengan pintu juga padam, rem

elektromagnetik bekerja.

2. Posisi ”LAMPU DAN SUMMER”

Pada posisi ini nada ganda dan flasher bekerja, menyebabkan lampu

silang datar merah berkedip, 2 lampu (BL) menyala merah pada lengan

pintu berkedip (Flip Flop), 1 lampu pada ujung lengan menyala terus

menerus dan speaker berbunyi.

3. Posisi “TUTUP PINTU”

Pada posisi ini rem elektromagnetik pada pintu tidak bekerja,

sehingga lengan pintu bergerak turun pada posisi 85o dan kontak poros

(ES DOWN) terhubung. Dalam gerakan turun ini kecepatannya dapat

diatur oleh motornya sendiri melewati resistor pengatur R1, 8o dari posisi

mendatar kontak poros (ES DOWN) memutus/ isol. Lengan pintu dapat

diberhentikan ketika bergerak turun dengan menekan tombol “STOP“

mengakibatkan rem elektromagnetik bekerja dan arus ke motor terputus.

Pada posisi ini lampu-lampu tetap menyala dan speaker tetap berbunyi,

setelah kereta api melewati perlintasan, penjaga memutar saklarpemilih

ke posisi “BUKA PINTU“

4. Posisi “BUKA PINTU“

Lengan pintu perlintasan akan bergerak naik oleh motor, pada posisi

ini beberapa derajat dari posisi tegak ,arus yang ke motor terputus oleh
34

kontak poros (ES UP) sampai posisi tegak. Pada posisi ini lampu-lampu

masih menyala dan speaker masih berbunyi. Untuk mematikan lampu-

lampu dari speaker yang masih bekerja tersebut penjaga memutar saklar

pemilih kembali ke posisi “NORMAL“

Pada keadaan darurat atau yang membahayakan kedua lengan pintu

perlintasan dapat ditutup secara serempak dengan memutar saklar pemilih

ke posisi “TUTUP PINTU”, dan pada posisi tersebut lampu-lampu dan

speaker akan bekerja menyala dan berbunyi.


BAB IV

TEORI KHUSUS

4.1 Fungsi Palang Pintu

a. Untuk melindungi perjalanan kereta api dari pengguna jalan raya

b. Untuk melindungi pengguna jalan raya dalam semua kondisi dengan

rambu dan alarm

c. Meningkatkan keselamatan transportasi darat melalui perbaikan dan

pembaharuan perlintasan sebidang

d. Memperlancar arus lalu lintas dan terpantau aman

e. Meningkatkan disiplin lalu lintas dan meningkatkan kewaspadaan

4.2 Prinsip Kerja Pintu Perlintasan

a. Prinsip Kerja Umum

Perangkat ini bekerja dengan komponen motor DC sebagai

penggeraknya, tetapi motor ini hanya bekerja saat membuka palang saja,

Karena saat menutup, palang pintu perlintasan memanfaatkan beratnya

untuk turun. Pergerakan motor dan alarm perangkat ini diatur oleh

sakelar 4 posisi

35
36

Gambar 4.1 Skematik Diagram Kontrol Pintu Perlintasan Tipe MO-PLN


37

4.3 Mekanisme Meja Pelayanan

4.3.1 Cara Kerja dan Penjelasan Diagram Kontrol Pintu Perlintasan

a. Posisi “ NORMAL “

Apabila saklar sumber tegangan sudah terhubung dan lampu

indikator menyala hijau, rectifier bekerja dengan baik dan batere sudah terisi

penuh, kemudian putar saklar 0 pemilih S2 pada posisi “ON“ jalan arusnya

sbb : Arus mengalir dari (+) 24V DC dari Baterai (Accu Basah) yang

dirangkai secara seri, masuk melewati dioda penstabil tegangan klem 8

kontak S2 (3-4), F1 10A, kontak S1 (1-2), sekring 4A ke rem (rem bekerja)

dan kembali ke negative lewat soket 5, kontak S2 (2-1) selanjutnya ke klem

9 (-). Di posisi ini rem elektromagnetik bekerja dan lengan pintu tetap

terpegang pada posisi tegak.

b. Posisi “ SUMMER “

Arus mengalir dari (+) 24V DC klem 8 kontak S2 (3-4), sekring F1

10 A , kontak S1 (23-24) soket 7 atau 2selanjutnya ke rangkaian penguat

nada ganda dan flasher. Keluaran dari penguat flasher, untuk speaker

terminal 6, untuk lampu-lampu (XC) terminal 8 dan 9.

Keluaran lampu kedip (XC) dari A8 melewati sekring 4A pada

terminal 19 keluar melalui soket 7 di kotak barrier (lengan) ke lampu

kembali ke (-) melalui soket -5, terminal 15, kontak S2 (2-1) klem 9 (-).
38

Keluaran lampu kedip (XC) dari B9 melewati sekring 4A pada

terminal 20 keluar melalui soket 6 dikotak lengan ke lampu kembali ke (-)

melalui soket 5, terminal 15, kontak S2 (2-1) klem 9 (-)

Untuk sirkit lampu lain sama dengan tersebut diatas hanya beda

nomor kontak dan nomor terminal/ soket. Disamping itu indikator di meja

pelayanan juga menyala dari keluaran A8 dan B9 langsung ke kontak S2

(2-1) klem 9 (-).

c. Untuk Output Penguat Nada Ganda (Amplifier).

Dari soket 6 lewat sekring 4A pada terminal 18 ke soket 9 speaker

berbunyi ,kembali (-) melalui soket 10,terminal 16 kontak S2 (2-1) klem 9

(-) Gambar sirkit menjadi satu dengan gambar sirkit lampu kedip.

d. Posisi : “TUTUP PINTU“

Arus dari (+) 24V DC mengalir melewati klem 6, kontak S2 (5-6),

sekring F2 16A, kontak S1 (7-8),terminal 13, soket 2 pada mekanik pintu,

kontak poros ES DOWN motor , motor bekerja melalui resistor geser (R

3), soket 3, terminal 14, kontak tombol “STOP” S3 (2-1), kontak S1 (10-

9), kontak S2 (7-8) ,klem 7 kembali ke (-).

Untuk sirkit motor lengan pintu yang lain prinsip jalannya arus sama,

perbedaannya hanya pada nomor kontak-kontak, klem dan terminal saja

,baik untuk pintu perlintasan dua (2) maupun empat (4) lengan.
39

Fungsi resistor geser (R3) untuk mengatur arus motor sebesar 5A

pada tegangan 24V DC, pada waktu lengan pintu bergerak menutup.

Sedangkan resistor (R 1) untuk mengatur kecepatan lengan pintu bergerak

menutup dari posisi 900 – 00 kira-kira waktu 8 Detik - 12 Detik, 80 dari

posisi mendatar, kontak poros ES DOWN sudah terputus.

e. Posisi: “BUKA PINTU“

Arus dari (+) 24V DC mengalir melalui klem 6, kontak S2 (5-6),

sekring F2 16A , kontak S1 (3-4), terminal 12, soket 1, kontak poros ES

UP , motor bekerja, diode seri dengan R2 ( setelah lengan bergerak keatas

80 dari posisi datar) kontak poros ES DOWN terhubung arus dari motor

langsung melewati kontak poros ES DOWN , soket 2, terminal 13,

kontak S1 (6-5), kontak S2 (8-7), klem 7 kemudian kembali ke (-). Kontak

poros ES UP akan membuka apabila posisi lengan pintu sudah

mendekati 85 derajat – 900 (Vertikal).

Fungsi resistor R2 yang dihubung seri dengan diode adalah untuk

pembatas arus yang akan melalui motor sewaktu Start (Awal) naik dari

posisi 00 datar – 80, pada waktu lengan pintu naik arus motor

membutuhkan kira-kira 10A.


40

4.4 Pemeliharaan Pintu Perlintasan

4.4.1 Pemeliharaan Lengan Pintu

a. Penimbangan Pintu Pada Posisi Horizontal

Lengan pintu angkat kira-kira 5, ikatkan timbangan dengan

jarak 1500 mm dari poros pintu. Perhatikan skala timbangan

sampai menunjukkan besaran 8 Kg, jika kurang dari yang telah

ditentukan atur bobot imbang dengan menggeser kedepan dan jika

lebih geser kebelakang

b. Penimbangan Pintu Pada Posisi Vertikal

Kaitkan timbangan pada tempatnya dengan jarak 1500 mm

dari poros pintu, atur sudut antara lengan pintu dengan tiang 5,

geser kedudukan bobot imbang sampai timbangan menunjukkan

besaran 8 Kg kencangkan kembali baut-baut penambatnya.

1. Lampu Pintu Perlintasan

Gambar 4.2 Rambu, Lampu dan Speaker Pintu Perlintasan


41

a. Memeriksa Lampu XC (Silang datar) apakah ada yang padam atau

tidak

b. Memeriksa apakah lampu XC menyala terus menerus dan

bergantian

2. Sirine/ Speaker dan Rambu Perlintasan

a. Memeriksa kelengkapan rambu-rambu disekitar pintu perlintasan

seperti Silang andreas, rambu STOP, Peringatan dalam bentuk

tulisan

b. Periksa apakah speaker pada pintu perlintasan berbunyi sesuai

fungsinya atau tidak

3. Palang Pintu

Gambar 4.3 Palang Pintu Perlintasan Saat Sedang Menutup

a. Mencatat interval waktu saat penjaga pintu menekan tombol DOWN

sampai posisi lengan mulai bergerak turun (± 5 s/d 10 detik)

b. Mencatat interval waktu saat penjaga pintu menekan tombol UP

sampai posisi lengan mulai bergerak naik (± 5 detik)


42

c. Melakukan tes pengereman saat lengan ke posisi turun

d. Memeriksa apakah ada lengan pintu yang patah

e. Memeriksa apakah cat pada lengan pintu masih baik atau masih

pudar

4. Motor Pintu

Gambar 4.4 Motor Pintu Perlintasan 24 V DC 4,5A

a. Memeriksa terminasi kabel

b. Memeriksa seal/ karet pada rumah motor pintu perlintasan apakah

ada air yang masuk/ tidak

c. Menyetel tahanan gesernya

d. Memeriksa carbon brush, switch kontak poros dan kekencangan mur

atau baut

e. Mengukur tegangan yang masuk dari tahanan geser (24 VDC)

f. Membersihkan stator dari kelembaban udara


43

5. Rangkaian Catu Daya

Gambar 4.5 Layout Rangkaian Charger Pintu Perlintasan

Gambar 4.6 Bagian Dalam Meja Pelayanan PPAlkmaar Tipe MO-PLN


44

Gambar 4.7 Rangkaian Keseluruhan Catu Daya Pintu Perlintasan

a. Memeriksa baterai, Air suling, klem, sambungan dan saluran kabel

b. Memeriksa pengisian baterai, tegangan input/ output dari baterai ke

rectifier dan rangkaian charger

c. Memeriksa input/ output dari baterai ke pintu perlintasan

6. Panel Pelayanan

a. Memeriksa modul charger untuk pengisian baterai

b. Memeriksa indicator arus dan tegangan pada panel pelayanan (Imax

4A, Vmax 24V DC)

c. Memeriksa rotary switch (Saklar Putar/S1 dan S2) yaitu saklar

tegangan dan selector pintu

d. Memeriksa tombol pengereman motor pintu

e. Memeriksa hubungan telepon penjaga pintu perlintasan apakah

berfungsi dengan baik atau tidak


45

7. Gangguan Pada Pintu Perlintasan

a. Gangguan pada sistem pengisian baterai, sehingga perlu

penggantian modul rectifier

b. Gangguan karena kontak poros motor yang kotor, sehingga perlu

dibersihkan

c. Palang pintu sering dilanggar/ ditabrak oleh pengguna jalan raya,

sehingga diperlukan penggantian palang pintu yang baru

d. Apabila pintu perlintasan tertabrak, dengan otomatis palang pintu

akan segera kembali ke atas karena beban bandul pintu, dimana

mekanisme pintu akan mencegahnya dan motor akan ditahan oleh

kopling (Motor tidak akan dialiri arus). Untuk mencegah beban lebih

di motor, lepaskan sekring F2 untuk pintu 1 lengan, F2 dan F3 untuk

2 lengan dan F2, F3, F4, dan F5 untuk pintu 4 lengan.

Menurut pengalaman dilapangan alat-alat yang sering terganggu adalah :

1. Pada Unit Rectifier

a. Transistor V1,V2,V3 yaitu jenis MJ 802 (Pada umumnya

sekarang diganti dengan 2N 3055)

b. Sekring-sekring

2. Tanda-Tanda Transistor Rusak

a. Ampermeter jarumnya tidak menunjuk

b. Transistor tersebut tidak bekerja (selalu dingin)

c. Sekring F1,F2 yang menghubungkan ke jala-jala PLN sering

putus.
46

9. Alat dan Bahan Kerja Yang Digunakan Pada Saat Pemeliharaan dan

Perbaikan Pintu Perlintasan adalah :

1. AVO Meter

2. Kunci Inggris

3. Kuas

4. Solar

5. Stempet/ Grease

6. Obeng

7. Tang

8. Kain Lap

9. Palu

10. Pahat
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dengan terlaksananya Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Kereta Api

Indonesia (Persero) UPT. Resort Sintelis 2.4 Cimahi peyusun merasa bangga dan

bersyukur Karena dapat menambah pengalaman dan pengetahuan kami yang minim

di dunia kerja menjadi lebih luas lagi dan kami telah sadar akan kebutuhan itu,

bahwa kami harus belajar lebih banyak lagi

Maka dari itu, penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh

staf dan karyawan UPT. Resort Sintelis 2.4 cimahi untuk semuanya yang telah

membantu dan mengarahkan kami slama dalam pelaksanaan PKL ini sehingga

kami dapat menyelesaikan program ini dengan baik

Adapun laporan yang telah kami susun ini sesuai dengan hasil penelitian

yang kami laksanakan selama melaksanakan praktek kerja industri. Mungkin

laporan yang penyusun buat ini masih jauh dari sempurna, mengingat pengetahuan

dan pengalaman kami masih dalam tahap belajar sehingga kami membuat laporan

hanyalah sebatas kemampuan kami

Alhamdulillah setelah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di PT. Kereta

Api Indonesia (Persero) UPT. Resort Sintelis 2.4 Cimahi selama 3 bulan, saya telah

mendapat banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan khusus di lapangan secara

langsung maupun secara teoritis, maka dapat saya simpulkan sebagai berikut

47
48

1. Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu program yang wajib

dilaksanakan oleh semua siswa yang bersekolah di Sekolah

Menengah Kejuruan (SMK) yang bekerja sama dengan perusahaan

untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan di lingkungan

kerja dan juga sebagai syarat untuk menempuh UN/UAN

2. Mengetahui bagaimana cara untuk menjadi seorang karyawan yang

baik dan taat pada aturan perusahaan

3. Mengenal dan mengerti sistem kerja yang diterapkan di industri dan

dunia kerja

4. Mendapat tambahan pengalaman dan pengetahuan dalam

menghadapi setiap masalah yang dihadapi. Dan dari pelaksanaan

Praktek Kerja Lapangan beberapa informasi yang dapat kami

peroleh adalah sebagai berikut

a. Pentingnya penerapan ilmu yang di dapat di sekolah dengan

pelaksanaan praktik di dunia kerja sesungguhnya

b. Pentingnya kerja sama antar sesama kelompok terutama

dalam hal pekerjaan. Banyak sekali perusahaan-perusahaan

yang mengalami kebangkrutan Karena masalah dan

kesalahpahaman kecil yang disebabkan kurangnya

kerjasama dan komunikasi antar sesama pelaku usaha di

perusahaan tersebut
49

5.2 Saran

5.2.1 Saran Untuk Pihak Industri

1. Para pembimbing perusahaan hendaknya memberikan

pengarahan terlebih dahulu sebelum melaksanakan pekerjaan

2. Diharapkan diwaktu-waktu luang pembimbing memberikan

materi lebih banyak lagi

3. Diharapkan untuk kedepannya perusahaan lebih banyak lagi

menerima anak PKL dari SMK agar memberikan pengalaman

dan pengetahuan serta dapat meningkatkan kualitas dan

kuantitas SDM di Indonesia

4. Komunikasi dan hubungan bisa terus terjalin dengan baik antara

pihak industri dan sekolah agar ketika siswa SMK keluar nanti

bisa mendapatkan lapangan pekerjaan dengan mudah

5. Pihak industri semoga merasa terbantu dengan adanya anak PKL

dan bisa menerima adik kelas kami untuk selanjutnya

5.2.2 Saran untuk pihak sekolah

1. Pelaksanaan PKL seharusnya lebih teratur dan tepat waktu, agar

tidak terjadi kekacauan jam belajar akibat adanya siswa yang

hendak PKL tidak tepat waktu. “Cepat belum tentu tepat...!”

2. Sekolah harus bisa menyesuaikan kebutuhan perusahaan, dalam

hal waktu
50

3. Perlu dilakukannya pengenalan bagi para siswa yang akan

melaksanakan Praktek Kerja Lapangan terhadap

Perusahaan/Industri yang akan menjadi tempat untuk

melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, seperti Profil

perusahaan, perbandingan pola dan tata tertib kerja di

perusahaan tersebut jangan sampai siswa menjadi kaget kala

harus beradaptasi dengan sikap kerja yang kurang

menyenangkan

4. Seharusnya peserta yang hendak pulang PKL diberi kemudahan

untuk mengerjakan laporan kerjanya, sehingga siswa tidak

terbebani dengan tugas yang diberikan oleh guru-guru

5. Seharusnya lebih diberi pemahaman tentang dasar dasar

elektronika lebih dalam lagi supaya lebih dimengerti pada saat

dipakai bekerja di Industri

6. Untuk para pembimbing dari sekolah hendaknya sering

memantau ke Industri tempat mereka bekerja, agar kondisi,

sikap dan perilakunya terpantau lebih baik selama PKL

diperlukan ketelitian dan perlu ditingkatkan, terutama bagi siswa

yang tidak ter-monitoring sedikitpun di Industrinya

7. Untuk pihak sekolah hendaknya jangan mempersulit keadaan

siswa ketika hendak izin meninggalkan sekolah untuk keperluan

industri dalam hal perizinan dan surat menyurat


51

8. Mohon kiranya untuk mempertimbangkan penambahan waktu

yang efektif agar siswa lebih memahami apa saja materi yang

ada di perusahaan, kadangkala ada siswa yang masih kurang

mengerti akan materi yang dipelajari mengingat waktu kerjanya

yang sudah hampir habis

9. Mekanisme perizinan dan kepengurusan dokumen pun

hendaknya jangan dipersulit

Demikian saran-saran yang dapat penyusun sampaikan, penyusun berharap

saran-saran yang disampaikan dapat diwujudkan dengan baik sehingga pelaksanaan

program PKL untuk tahun depan lebih baik lagi.

Sekian dan Terima Kasih...!


Daftar Pustaka

1. Arsip Sinyal Telekomunikasi dan Kelistrikan (Sintelis) PT. Kereta Api

Indonesia (Persero) DAOP 2 Bandung

2. Skematik Palang Pintu Perlintasan By Indra Lesmana

3. Phillips’ Nedherlansche Machine Fabriek “Alkmaar”

4. Laporan PKL Pintu Perlintasan Balai Yasa Sintelis & LAA Cikudapateuh

A.N Ryan Rivana Yusman XII EIND 2 SMKN 1 Katapang

5. Check List Pintu Perlintasan

6. Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 10 Tahun 2011


LAMPIRAN - LAMPIRAN