Anda di halaman 1dari 1

Pendahuluan

Air merupakan sumber kehidupan. Segala aktivitas, khususnya aktivitas


manusia seperti aktivitas industri, pengairan, keperluan untuk rumah tangga, dan
keperluan lainnya sangat memerlukan air. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-
upaya untuk mengatur dan meningkatkann daya guna (efisiensi) air yang mengalir
di permukaan tanah. Meningkatkan daya guna air dapat dilakukan dengan
membuat membuat sistem irigasi yang baik maupun dengan membuat konstruksi
lain.
Pintu air sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu, namun bentuknya
sangat sederhana. Seiring dengan perkembangan jaman, pintu air pun telah
berkembang dengan cepat. Hal ini terlihat dari banyaknya macam pintu air yang
ada untuk mengatur aliran air. Pintu air dari jaman dahulu sampai jaman modern
ini sangatlah bermanfaat dan tidak dapat dibayangkan jika jaman modern ini tidak
diikuti dengan perkembangan dari penggunaan pintu air. Pada jaman modern
sekarang ini air yang melimpah yang tidak terkendali sesulit apapun sudah dapat
diatasi dengan mudah tanpa harus memperkerjakan banyak orang.
Banyak jaringan saluran irigasi dioperasikan sedemikian rupa sehingga
muka air disaluran primer dan saluran cabang dapat diatur pada batas - batas
tertentu oleh bangunan –bangunan pengatur yang dapat bergerak. Dengan keadaan
eksploitasi demikian, muka air dalam hubungannya dengan bangunan sadap
(tersier) tetap konstan.Apakah nantinya akan digunakan pintu sadap dengan
permukaan air bebas (pintu Romijn)atau pintu bukaan bawah (alat ukur Crump-de
Gruyter), hal ini bergantung kepada variasi tinggi muka air yang diperkirakan.

Oleh karena itu pada bagian ini penulis bermaksud untuk membuat materi
tentang Perencanaan Pintu Air Saluran Irigasi, untuk memberikan tambahan
wawasan tentang perencanaan pintu saluran air dan untuk menyeselaikan tugas
mata kuliah jaringan irigasi.