Anda di halaman 1dari 11

SOAL COACHING KEPERAWATAN JIWA

1. Pria berusia 30 tahun, dibawa keluarganya ke IGD RS jiwa karena sudah 2 minggu tidak mau
mandi, badan kotor dan bau, tidak mau makan. Sebelum di bawa ke RS klien marah-marah,
memukuli saudaranya dengan balok kayu dan merusak lingkungan. Saat pengkajian klien
mengatakan mendengar suara-suara yang mengejeknya karena tidak mempunyai pekerjaan.
Klien mengatakan merasa malu karena sampai saat ini belum memiliki pekerjaan.

Apakah diagnosa keperawatan utama alasan klien dirawat pada kasus di atas ?
a. Isolasi Sosial
b. Harga Diri Rendah
c. Perilaku Kekerasan
d. Defisit Perawatan Diri
e. Halusinasi Pendengaran

2. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat Rumah Sakit Jiwa. Klien dirawat dengan alasan
mengamuk, memukuli Ibunya, terlihat tertawa sendiri namun tidak mau berbicara dengan
siapapun karena klien kecewa dengan masalah perceraian dengan istrinya . Hasil pengkajian
oleh perawat setelah tiga hari dirawat didapatkan data klien meyakini bahwa dirinya saat ini
sedang berada disurga bersama dengan malaikat dan para nabi. Pernyataan ini selalu
diucapkan ketika berkomunikasi dengan perawat dan teman-temannya diruangan.

Apakah intervensi keperawatan tepat untuk klien saat ini?

a. Melatih pasien latihan nafas dalam


b. Mengajarkan cara menghardik halusinasi
c. Mendiskusikan aspek positif yang dimiliki
d. Melatih cara berkenalan dengan orang lain
e. Mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi

3. Seorang wanita berusia 29 tahun, janda (suami dan anak klien meninggal 4 bulan yang lalu),
baru di PHK, sering melihat anaknya datang pada malam hari, terkadang sering menyendiri,
melamun, dan tertawa sendiri, terkadang melempar barang ke arah orang-orang yang
ditemuinya tanpa sebab yang jelas, tidak mau mandi dan makan, dan pernah melempari kaca
jendela rumah tetangga dengan batu

Bagaimanakah tindakan yang tepat yang harus dilakukan seorang perawat CMHN?
a. Menyampaikan kepada keluarga mengenai kondisi pasien
b. Memberikan pertolongan pertama pada masalah psikososial
c. Menyampaikan kondisi pasien kepada anggota tim kesehatan yang lain
d. Memberikan informasi kepada keluarga bahwa pasien perlu dibawa unit psikiatri
e. Memberikan pendidikan keperawatan kepada pasien dalam menyelesaikan masalah
4. Seorang laki-laki berusia 32 tahun di rawat di rumah sakit jiwa. Klien dibawa oleh
keluarganya dan klien sering menunjukkan gejala yaitu jarang bersosialisasi, selalu berbicara
negatif tentang dirinya, lebih banyak berdiam diri dirumah, mandi kadang harus diingatkan,
malu karena ia belum menikah dan tak punya pekerjaan yang tetap. Klien pernah dirawat 1
tahun yang lalu karena mendengar suara suara halusinasi Oleh tim perawat klien dilibatkan
dalam terapi aktifitas kelompok (TAK) sesuai masalah keperawatan utamanya.

Apakah fokus TAK untuk klien pada kasus di atas?


a. Mengidentifikasi dan melatih hal positif diri
b. Melakukan perkenalan diri dengan orang lain
c. Melatih bercakap-cakap tentang topik tertentu
d. Mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan
e. Mencegah marah dengan cara latihan marah secara verbal

5. Seorang perempuan berusia 28 tahun di rawat di Rumah Sakit Jiwa. Klien dibawa oleh
keluarga karena klien mengamuk, tidak mau mandi dan makan, serta susah diajak interaksi,
klien mengatakan melakukan hal tersebut karena disuruh oleh suara tanpa wujud yang
didengarnya. Saat ini klien tampak berjalan mondar-mandir sambil berbicara sendiri, kadang-
kadang klien tersenyum sendiri dan menutup telinganya sambil berteriak “pergi kamu, aku
nggak mau dengar, kamu suara palsu, jangan ganggu aku”. Emosi klien sudah mulai stabil
dan klien sudah bisa diarahkan untuk melakukan ADL secara mandiri.

Apakah tindakan lanjutan yang dilakukan untuk kasus tersebut?


a. Melatih pasien menghardik
b. Mengajak pasien bercakap-cakap
c. Mengajarkan tehnik bercakap-cakap
d. Melatih melakukan kegiatan secara teratur
e. Mengajarkan minum obat dengan prinsip 5 B

6. Tn. J (30 th) masuk RS Jiwa, saat dikaji didapatkan data : klien mengatakan : ”saya sangat
tidak berguna dan terbuang suster, saya sangat malu,....rasanya saya lebih baik tidak
dilahirkan saja...”. Klien dulu pernah mendengar suara tanpa wujud, dan oernah di rawat di
RS jiwa 6 bulan yang lalu. Dari keterangan keluarga hal tersebut terjadi sejak 1 tahun yang
lalu setelah Sdr. K ditinggalkan istrinya menikah lagi dengan orang lain. Dari data observasi :
klien kurang mempertahankan kontak mata, wajah sedih saat bercerita.

Berdasarkan kasus diatas masalah keperawatan utama pada kasus diatas?


a. Isolasi sosial
b. Resiko menarik diri
c. Harga diri rendah akut
d. Harga diri rendah kronis
e. Gangguan persepsi sensori
7. Bpk. D (38 th) masuk RS Jiwa tanggal 20 Januari 2016. Saat dikaji tidak mau berbicara dan
tidak mempertahankan kontak mata saat interaksi. Namun setelah 8 kali interaksi dengan
perawat, Bpk. D sudah mulai berbicara walaupun masih belum mempertahankan kontak
mata.

Apa jenis Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) yang dapat diberikan pada klien tersebut?
a. TAK Sosialisasi
b. TAK Orientasi Realita
c. TAK Stimulasi Sensori
d. TAK Stimulasi Persepsi
e. TAK Peningkatan Harga diri

8. Seorang perempuan berusia 35 tahun di rawat di Ruang Flamboyan RSJ sejak 2 hari yang
lalu dengan alasan amuk, merusak lingkungan dan tidak mengurus diri. Klien mengatakan
tidak mampu menjadi ibu yang baik dan tidak berdaya melakukan apapun. Klien mengatakan
sering mendengar suara-suara yang ingin membunuhnya. Suara-suara itu sangat menakutkan
sehingga membuat klien kesal, ingin memukul dan melempar barang-barang agar suara
tersebut hilang. Dari observasi didapat data : kotor dan acak-acakan, selalu menyendiri duduk
di pojok atau tiduran di tempat tidur, kadang-kadang klien mondar mandir dan berbicara
sendiri.

Apakah implementasi keperawatan prioritas pada kasus tersebut?


a. Melatih klien cara perawatan kebersihan diri, mandi dan berhias
b. Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien
c. Membantu klien mengenali halusinasi dan mengontrol halusinasi
d. Membantu klien mengenal manfaat berhubungan dan kerugian tidak berhubungan dengan
orang lain
e. Membantu klien latihan mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara fisik, verbal,
spiritual dan obat-obatan

9. Seorang laki-laki usia 25 tahun dirawat di RS Jiwa dengan alasan sering tertawa sendiri,
tidak mau mandi, tidak bisa tidur di malam hari. klien pernah dirawat 6 bulan yang lalu dan
putus obat sejak 2 minggu sebelum dirawat. Ketika berkomunikasi dengan perawat klien
mengatakan “ini loh pak saya sedang mendengar suara yang menyuruh saya membunuh
orang”.

Bagaimanakah respon perawat yang tepat untuk kasus diatas ?


a. Saya percaya apa yang bapak dengar, namun saya tidak mendengarnya”
b. “Saya paham yang bapak alami, tapi sulit bagi saya untuk percaya”
c. “Apa yang bapak lakukan saat ada suara itu?”
d. “Baiklah pak, coba perhatikan saya”
e. “Kapan suara-suara itu muncul?”
10. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa keluarga ke UGD Rumah Sakit Jiwa. Hasil
pengkajian keluarga mengatakan pasien telah memecahkan kaca jendela rumahnya dan
mengancam keluarga lainnya, mata melotot, berteriak-teriak dan berkata kasar, mengancam
semua orang, dan mencoba lari dari ruangan.

Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?


a. Melakukan fiksasi
b. Memberikan antipsikotik
c. Mengajarkan memukul bantal
d. Menempatkan di ruang isolasi
e. Memastikan keamanan lingkungan

11. Seorang perempuan berusia 28 tahun di rawat di Rumah Sakit Jiwa. Klien tampak berjalan
mondar-mandir sambil berbicara sendiri, kadang-kadang klien tersenyum sendiri bahkan
kadang klien berteriak sambil mengamuk melempar barang yang ada di sekitarnya. Sesekali
klien terlihat menutup telinganya sambil berteriak “pergi kamu, aku nggak mau dengar, kamu
suara palsu, jangan ganggu aku”.

Berikut ini jenis obat untuk mengatasi kasus tersebut


a. anti depresan
b. anti parkinson
c. anti psikotik
d. hipnotik sedatif
e. anti ansietas

12. Seorang wanita berusia 38 tahun di rawat diruang anggrek rumah sakit jiwa. Alasan ia
dibawa oleh keluarganya adalah karena ia menutup diri dan diketahui telah 1 bulan ini
mengkonsumsi ganja atau kadang shabu-shabu. Saat dikaji sekarang klien tampak sering
diam dan duduk menyendiri, berbicara sendiri, serta tidak mau mandi. Menurut klien, ia
mendengar ada yang melarangnya untuk mandi karena nanti bisa mati dan melihat anaknya
yang pernah di aborsi 1 tahun yang lalu.

Apakah masalah keperawatan yang utama pada kasus di atas?


a. Isolasi sosial
b. Risiko bunuh diri
c. Harga diri rendah
d. Halusinasi pendengaran
e. Risiko perilaku kekerasan

13. Seorang pria berusia 25 tahun, memiliki keluhan sakit kepala, sulit tidur pada malam hari,
dan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi. Berdasarkan hasil pengkajian lebih lanjut,
klien mengatakan selalu merasakan keluhan-keluhan tersebut apabila sedang menghadapi
beberapa persoalan yang tidak dapat dipecahkannya.
Apakah diagnosa keperawatan yang muncul?
a. Ansietas
b. Risiko bunuh diri
c. Berduka antisipasi
d. Ketidakberdayaan
e. Koping individu tidak efektif

14. Seorang wanita berusia 58 tahun, mengatakan bahwa merasa tidak berguna disebabkan
keadaan dirinya yang tidak lulus sekolah, gagal sebagai seorang istri dan ibu serta
mengatakan tidak mampu melakukan sesuatu yang berguna untuk dirinya dan keluarga serta
terkadang sulit untuk mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan dirinya

Apakah intervensi keperawatan yang dapat diberikan pada wanita tersebut?


a. Ajarkan teknik relaksasi untuk meningkatkan kontrol dan rasa percaya diri
b. Bantu klien mengidentifikasi area-area situasi kehidupan yang dapat dikontrol oleh klien
c. Bentuk lingkungan yang memberikan dukungan berdasarkan realitas untuk
pemecahan masalah dan umpan balik yang efektif
d. Libatkan klien dalam pembuatan keputusan tentang rutinitas kegiatan yang dapat
dilakukan
e. Kaji pengalaman masa lalu klien terhadap kehilangan, keberadaan support system, dan
kegiatan berduka yang biasa dilakukan

15. Seorang wanita berusia 25 tahun dibawa oleh keluarga ke Rumah Sakit Jiwa dengan keluhan
sering melihat bayangan yang membuatnya ketakutan dan berteriak minta tolong. Klien
mengatakan bayangan itu selalu datang pada malam hari dan mengancam ingin
membunuhnya. Keluarga juga mengatakan kejadian ini dialami sejak suaminya meninggal
dua minggu yang lalu. Klien merasa kehilangan, tidak berdaya, kehilangan semangat hidup
sehingga klien tampak tidak mau untuk diajak berinteraksi.

Apakah intervensi keperawatan yang dilakukan perawat pada hari pertama?


a. Melatih klien latihan nafas dalam
b. Mengevaluasi intervensi sebelumnya
c. Membantu klien mengenal halusinasi
d. Mengajarkan cara minum obat yang benar
e. Mengidentifikasi kemampuan positif klien

16. Tn. R (55 th) dirawat diruang gelatik sejak 1 minggu yang lalu. Klien dirumah sering bicara
sendiri dan gelisah, jalan mondar mandiri. Menurut klien dirinya diajak keluarga kesini untuk
istirahat. Klien sering mengatakan dirinya adalah direktur Bank. Informasi dari keluarga :
klien di PHK dari pekerjaannya sebagai kasir di mini market.

Hal-hal yang perlu dievaluasi untuk klien diatas adalah:


a. klien mampu berinteraksi dengan orang lain
b. klien mampu merawat diri tanpa bantuan orang lain
c. klien mampu mengontrol suara – suara yang di dengarnya
d. klien mampu mengungkapkan marahnya secara konstruktif
e. klien mampu mengungkapkan keyakinanya yang benar

17. Seorang perawat sudah lima tahun bertugas di Rumah Sakit Jiwa, dalam menjalankan asuhan
keperawatan pada klien selalu berupaya memandang klien gangguan jiwa sebagai makhluk
yang unik dan utuh secara komprehensif dan menghargai hak-hak dasar klien dengan
gangguan jiwa seperti hak Informed consent, hak privacy dan hak diperlakukan secara
manusiawi.

Apakah prinsip keperawatan kesehatan jiwa yang diterapkan oleh perawat?


a. Actualizing the psychiatric nursing
b. Therapeutic nurse-patient relationship
c. Conceptual model of psychiatric treatment
d. Stress adaption model of psychiatric nursing care
e. Biopsychosocial context of psychiatric nursing care

18. Nn. A, seorang perempuan berusia 26 tahun dirawat di Rumah sakit Jiwa, ini adalah hari
ketiga klien menolak untuk makan, pasien mengatakan “Ibu saya mau meracuni saya karena
dia tidak suka dengan calon suami saya, pokoknya saya tidak mau makan makanan apapun”.
Klien juga menolak diarahkan untuk mandi.saat pengkajian klien mengatakan merasa kecewa
dengan kehidupannya. Klien tampak sering menangis dan agak susah diajak interaksi

Apakah intervensi tepat yang diterapkan oleh perawat?


a. mengajarkan cara berkenalan
b. mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri
c. melatih kemampuan positif
d. melatih menghardik halusinasi
e. memberikan keyakinan yang benar dan memenuhi kebutuhan klien

19. Seorang perawat terlihat sedang berkomunikasi dengan klien baru, ketika ditanya klien hanya
diam saja. Perawat menggali masalah kepada pihak keluarga. Hasil pengkajian, keluarga
mengatakan sudah satu minggu klien selalu mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang berada
disurga bersama Ibunya yang baru saja meninggal dunia. Pernyataan ini berulang kali
diucapkan, klien terlihat tidak rapi, rambut acak-acakan, wajah kusam dan tercium aroma
tidak sedap dari tubuhnya.

Apakah diagnosa keperawatan utama pada klien?


a. Menarik diri; isolasi sosial
b. Defisit perawatan diri : berhias
c. Gangguan proses pikir : waham nihilistik
d. Gangguan konsep diri : harga diri rendah
e. Gangguan sensori persepsi : halusinasi penglihatan

20. Bpk. L (42 th) mengamuk dan membanting barang dirumahnya sambil berkata “ mengapa
semua orang tidak menghargai saya sebagai kepala rumah tangga dirumah ini !!!!....”
kemudian salah seorang anak Bpk.L memanggil tetangganya yang seorang perawat. Melihat
kondisi Bpk.L, perawat tersebut segera melakukan tindakan pengikatan supaya Bpk. L tidak
melukai diri sendiri dan orang lain

Bagaimanakah kata-kata terapeutik yang diucapkan perawat kepada Bpk.L saat melakukan
tindakan tersebut?
a. ”Anda diikat supaya bisa menghargai diri anda !”
b. ”Anda perlu belajar, kalau dengan diikat anda tidak bisa apa-apa”
c. ”Anda tampak tidak berdaya ketika sudah diikat begini, jangan diulang ya..!”
d. ”Untung bapak bisa berhasil diikat. Coba kalau tidak semua orang pasti luka...”
e. ”Kami mengikat anda, agar anda bisa mengendalikan emosi yang tidak terkendali”

21. Seorang perempuan berusia 50 tahun di rawat ruang perawatan jiwa dengan keluhan
membanting barang. Hasil pengkajian didapat data, pasien berendam di kamar mandi selama
3 jam, gelisah tidak bisa tidur dan wajah tegang, muka merah saat menceritakan tentang
suaminya.

Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut ?


a. Isolasi sosial
b. Halusinasi penglihatan
c. Harga diri rendah
d. Perilaku kekerasan
e. Defisit perawatan diri

22. Seorang perempuan dirawat di RS Jiwa dengan diagnosa skizofrenia, dari hasil pengkajian
klien mengatakan selalu mendengar suara ibunya, kurang konsentrasi, perhatikan mudah
beralih, tidak mau kontak dengan sembarang orang dan cenderung memisahkan diri, ekspresi
wajah datar dan terlihat juga klien menunjuk-nunjuk ke suatu arah

Apakah masalah utama pada kasus diatas?


a. Halusinasi : pendengaran
b. Isolasi sosial
c. Harga diri rendah
d. Defisit perawatan diri : berhias
e. Resiko perilaku kekerasan

23. Seorang perempuan berusia 35 tahun mengalami harga diri rendah kronis, pada saat dikaji
penampilan kotor, pasien menggeleng kepala saat ditanya sudah mandi atau belum, rambut
kotor dan acak-acakan, badan bau, kuku kotor dan tercium bau pesing dikamar pasien

Apakah intervensi yang tepat pada kasus diatas?


a. Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri
b. Menjelaksan alat-alat untu menjaga kebersihan diri
c. Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri
d. Melatih pasien mempraktikan cara menjaga kebersihan diri
e. Melatih pasien berdandan dan berhias

24. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dirawat diRS Jiwa dengan keluhan tatapan mata tajam,
suara keras. perawat melatih cara mengontrol perilaku kekerasan secara fisik tetapi klien
mengatakan ia merasa marah dan tidak mau untuk melanjutkan latihan cara mengontrol
perilaku secara fisik dan menyuruh perawat untuk pergi. Klien merupakan pasien berulang di
RS Jiwa ini.

Apakah tindakan keperawatan yang dapat dilakukan perawat pada kasus klien diatas?
a. Membiarkan klien dengan perasaan marahnya
b. Tetap mengajarkan klien cara mengontrol marah dengan cara fisik
c. Perawat menemani klien sampai perasaan marahnya hilang
d. Perawat memberikan obat penenang
e. Klien dapat mengontrol perasaan marahnya

25. Seorang wanita usia 36 tahun datang ke RS jiwa dengan keluhan sering mendengar suara
untuk melakukan bunuhdiri. sebelumnya pernah dirawat di RS jiwa dengan keluhan yang
sama. setelah pasien keluar dari RS, keluarganya tidak pernah mengingatkan untuk minum
obat dan mengantar ke RS untuk control

Apakah masalah utama yang tepat pada kasus diatas?


a. Koping individu tidak efektif
b. Halusinasi
c. Koping keluarga tidak efektif
d. Isolasi sosial
e. Harga diri rendah

26. Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat di RS Jiwa dengan keluhan Isolasi Sosial,
terlihat menyendiri dikamar, selalu menyalahkan diri tidak mampu, dan tidak mau
beraktivitas. Pasien menyapu lantai kamarnya, mengepel dan mengelap meja

Apakah respon klien yang dinilai pada kasus diatas?


a. Menilai kemampuan yang masih digunakan
b. Menyebutkan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
c. Melatih kemampuan yang telah dipilih
d. Melaksanakan kemampuan yang telah dipilih
e. Melakukan kegiatan sesuai jadwal

27. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat diunit psikiatri dengan keluhan suka marah. Pada
saat dikaji,muka terlihat tegang, pandangan tajam, mengepal tangan, terlihat mondar mandir.
Pada saat marah, pasien langsung memukul tangannya ke dinding hingga berdarah.Perawat
memiliki intervensi bina hubungan saling percaya, diskusi penyebab perilaku kekerasan,
diskusi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan pada saat marah, diskusi akibat perilaku
kekerasan, diskusi cara mengontrol perilaku kekerasan

Apakah implementasi keperawatan prioritas pada kasus diatas?


a. bina hubungan saling percaya
b. diskusi penyebab perilaku kekerasan,
c. diskusi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan pada saat marah,
d. diskusi akibat perilaku kekerasan,
e. diskusi cara mengontrol perilaku kekerasan

28. seorang wanita usia 40 Th dirawat di RSJ dengan keluhan utama menggigit orang lain dan
melempar piring. Dari hasil pengkajian diketahui bahwa Ny.D sudah pernah ada riwayat
rawat inap 2 kali di RSJ. klien tampak berkelahi dengan pasien lain dengan menggunakan
sapu, terdengar mengucapkan kata-kata kotor dan sempat memukul klien tersebut walau telah
diinstruksikan berhenti oleh perawat.

Apakah tindakan yang tepat diberikan perawat dalam kasus tersebut?


a. Mengontrol perilaku kekerasan dengan cara verbal
b. Mengontrol perilaku kekerasan dengan cara melatih cara fisik 1
c. Mengontrol perilaku kekerasan dengan mengisolasi
d. Mengontrol perilaku kekerasan dengan cara memberikan fiksasi
e. mengontrol perilaku kekerasan dengan memberikan obat penenang injeksi

29. Seorang klien laki-laki usia 45 tahun dirawat di RSJ dengan diagnosa medis skizofrenia
paranoid. Keluarga mengatakan klien pernah kalah dalam pemilihan anggota DPRD provinsi.
klien diantar keluarga karena melempari anak-anak yang memanggil dia sinting. Dari hasil
pengkajian diketahui klien sering mengatakan bahwa ia harus segera berangkat ke Jakarta
sebagai perwakilan anggota DPRD untuk rapat musyawarah APBD secara berulang-ulang
dan berkata-kata kotor dengan pasien lain. Perawat telah mengembalikan orientasi ke realita
kemaren.

Apakah tindakan yang tepat diberikan perawat dalam kasus tersebut

a. Mengevaluasi orientasi realita Tn.G


b. Mengidentifikasi kemampuan yang dapat dilatih
c. Melatih mengontrol marah dengan cara fisik 1
d. Melatih mengontrol marah dengan cara minum obat teratur dan berkelanjutan
e. Meleatih kemampuan 1

30. Seorang wanita usia 22 Th dirawat di RSJ dengan keluhan utama tidak melakukan aktivitas
apapun ketika di rumah. Keluarga mengatakan klien dari 3 Th yang lalu gagal menikah
setelah bertunangan dan pernah dirawat di RSJ 1 kali. Keluarga mengurung klien selama ini
karena sering meludahi laki-laki yang bertemu dengannya. Dari hasil pengkajian diketahui
klien mengatakan ia benci dengan laki-laki karena laki-laki itu jelmaan iblis secara berulang-
ulang. Ia telah diberikan mengembalikan orientasi realita sebanyak 3 kali dan belum mandiri.
Apakah tindakan yang tepat dan efisien dilakukan perawat untuk kasus tersebut?
a. Mengembalikan orientasi realita
b. Melatih minum obat teratur dan berkelanjutan
c. Melatih kemampuan pertama
d. Mengidentifikasi kemampuan yang dapat dilakukan di RSJ
e. Melatih mengontrol marah dengan cara fisik 1
SURAT PERNYATAAN MENTOR

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Yuni Farma, S.Kep

NIP : 197106301991012001

Jabatan : Kepala Puskesmas

Instansi : Puskesmas Tanjung Bingkung

Dengan ini bersedia mendukung sepenuhnya Kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Tahuhn 2019 atas
nama

Nama : dr. Charmila Sari

NIP : 199107102019032002

Jabatan : Dokter Ahli Pertama

Instansi : Puskesmas Tanjung Bingkung

Demikianlah Surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan seperlunya.

Tanjung Bingkung, 19 Maret 2019

Yang menyatakan

YUNI FARMA, S.Kep.

NIP. 197106301991012001