Anda di halaman 1dari 6
og Pvp tag shan Tk MENGUBAH LIMBAH MENJADI RUPIAH : PEMANFAATAN LIMBAH ABU BATUBARA PLTU, Henry Pristama, Eko Tei Sumarnadi Pasibang Goorlnologt LIP Komplek LPL J. Songluriang Banding 40138 ABSTRAK - Peninglatan ponggunazn batbara di Pemboghit Lith Tenaga Usp (PLTU) dan bsberapa indus dl Indonesia telah mena peninglatan prove linbok abu batubore Lina terse depat monbarkan pengaruh burak poda linglngan don eschotan. Pada wal toln 2000 dliperkvekan akon ailkan soiter 12 jut ton abu Batubara per tlm dan memorakan Denikiran terseniré untuk menangan! penbuangarya. Pasltbang Geoteknologt LPI bervpeya ‘mengurangidampak nega abu bothora frst dengan melation Berboges pension ant ‘menanfoaikonye. Hinges saat in beberapa perelitan telah menghaalian berbagat Bahan angunan dart abu Batubara, sera porgenbongan aby batubara schogat sumber allematif ‘alumina dan zeit snes ang seman menbert nile tanboh dan nial ekonomi. Dibarpan hasihasit powelitan tersabut dapat dipasarkan don tras dikenbangkon dengan bekeryasoma dengan pak swasta ation lembaga ian latina. ABSTRACT - Inreosng coal consumption in electricity powerplants and some industria in Indonesia hs rested in higher produetion ef coal ash wast, 1s well bow that the waste may ‘cause serious envronmonal problems and heal. 118 priced tha inthe early 20" century the coal ash production may each 1-2 milion fonnes per year, which wil need a special handing for lus disposal. RAD Conve for Geotechnlogy LIPT hat tniotd workin reducing the negative impacts of col ash by daing several rescarehes for ie wlan. At this moment, the researches have imovaied some bulldng materials rom coal ash, wilzed the ash ax an olematve ‘aluminium source, and to produce some types of synthe zxoies. These innovation ar able to {ive added ond economic volues to th aah waste. I the fate, it i expected tat the research ‘roduts canbe conmerciaind and futher improved wider conpeatins with private sector and ‘ther research nations. LATAR BELAKANG Diversfikasi sumber_energinasional dari minyak bumi kepada batubara mengakibatkan semakin bonyaknya pusit pembangkit listik dan indus yang ‘menggunakan batubara dalam Kegiatan operesionalnya. Hingga saat ini beberapa Pembanghit Lstik Tenaga Uap (PLTU) bertenaga batubara telah beroperasi di Jawa dan Sumatra, sedangkan beberapa PLTU lainnya. sedang dalam tahap pembangunan Penggunaan batubara sclain menghasikan energi juga menghasilkan limbah dalam bent gas dan padatan, Gas buangan sisa pembakaran seperti SOs, NO, atau CO; akan. langsung tesbuang ke dara, sedangkan limbah lainnya berupa abu batubara. Abu batubara yang terdiri dari abu terbang (fy ash) dan aba dasar (Bolom ash) aken lebih sult penanganannya Karena merupakan bahan padat yang tidak muadah larut ataw ‘mengtap. Apabila tidak ditengani dengan baik, limbah abu batubara tersebut. dapat ‘mencemnari ingkungan dan berpengaruh buruk terhadap kesehatan, 182 Prong Pemeparn Ho Libor im Pengtaaae Tem Bonding 1 15Ototer 1998 Saat ini produksi abu batubara di Indonesia mencapai sekitar 400,000 - $00,000 fon/ahun dari PLTU Suraaya, Paiton dan Bukit Asam. Dengan bertambahnya jomlah PLTU yang akan dibangun sera adanya penambshan Unit Pemibangkit dari PLTU yang telah beroperasi, maka jumlah produksi abu texbang setiap tahunnya akan terus bertambah, Apabila seloruh rencana pembangunan PLTU berjalan sesuairencans, maka ‘iperkirakan pada awal abad ke 21 akan diproduksi sekitar 1-2 uta ton abu barubara sctgp tahunnya. Abu batubara tesebut hanya akan menjadi liibah biasa dan berpotensi ‘mencemari fingkungan apabila hanya ditimbun di tempat pembuangannya soja. Tetapi apabila limbah tersebut dimanfaatkan untuk tyjuan-tujuan yang produktit maka akan ‘memberikan nilai ekonomis dan mengurangi potensi dampak lingkangan yang, dapat éiimbulkannya, ABU TERBANG BATUBARA ‘Secara umnumn abu batubara dapat didefnisikan sebagai materi ssa stau pengotor dari batwbara (lempung, knarsa,folspar) yang dak habis terbakar dan terfusi dalam proses pembekaran Karbon, hidrogen, sulfur, oksigen, dan penguapin air yang {eckandung dalam batubera, Terdapat dua macam abu batubara, yaitu abv tebang (Ay ‘ash) dan abu dasar (bottom ast), Saat ini di Indonesia baru PLTU Suralaya di Jawa Barat, PLTU Paiton di Java Timur dan PLTU Bukit Asam di Sumatra Selatan yang beroperasi dan secara kontinyu menghasikan abu batubara. PLTU Suralaya dan PLTU ‘Bukit Asam menggunakan batubara dari Sumatra Selatan (PTBA) sedaagkan PLTU. Pailon menggunakan batubara dari Kalimantan (Berau dan Adaro). Schingga komposisi abu batubara dari PLTU Soralaya dan Bukit Asam mempunyai banyak kemiripan, ttapi ‘aba batubara dari PLTU Paiton menunjukkan kandungan CaO yang lebih tinge. ‘Abu dasar hanya merupakan 10-20% dari total abu batubara can biasanya ‘erkumpol di dasar atau dsekitar rmgku pembakar Karena teralu berat untuk dibawa, ‘olch gas buang. Abu dasarbiasanya berwarna gelap dan ukuran buuirnya bervariasi dai ‘ukuran pasir hingga kerakal (pebble. Komposis ktnia abu dasar didominasi oleh SiO; dan ALO; dan kadar CaO yang lebih tinggi pada abu dasar dari PLTU Paiton Diandungkan dengan abu terbang, abu dasar umumnya mengandung kadar ssa karbon (Loss on Tention) yang lebih tinge. ‘Aba terbang merupakan bagian terbesar (80% atau lebih) dati abu batubara. Abu tersebut mempunyai vkuran but yang halus (lebih kecil dari 200 jum) dan berwarna lebih terang (keabu-abuan) bila ditandingkan dengan abu dasar, Abu terbaag ditangkap dengan menggunakan presipitator elekirostatik, filter atau siklon. EMisiensi dari penyaringan abu terbang bisa mencapai 99,9% (dengan prespitator elektostalk) dan Sisanya, berupa butiran yang sangathalus,terbuang Ke udara. Seperti hala abu dasar ‘abu terbang juga didominasi oleh alumina dan siika (aluminosilkat), sedangkan unsur ‘ain yao jug Gearon adalah sida besi dan Kastor, trwama pada aba terbang dari PLU Paiton (ihat tabel 1), Pada dasaraya abo tertang mempunyai kompossi kimia ang menyeroelaumiosihat liye, spect lempung, Beat fenisnya bekisranara 195 - 2,95 glom’ dan komposii mineraloginya terutama terdii dari fsa gelas Dengan Korapossitersebut abu batubara, dan abu terbang khususmya, mempanyai potensi ‘untuk dikembangkan dalam berbagal pemanfaatan dalam bidang konstruki, metaluri ‘eramik atau pertanian, 13 _Menguboh Linh Me apiak PemonfstanLimboh Ab Baber PLU ‘Tabel 1, Komposis kimia abu terbang PLTU Suralaya dan PLTU Paiton ** KOMPOSISI(4) | _PLTUSURALAYA, PLTUPAITON Si0; 7330 38,10 ALOs 1593 2422 TiO: O18 154 FeO, 327 1365 C20 oon 1230 a0 068 2,68 KO 0,36 076 MgO 033 4,36 SOs 2.40 37 LOL. (Loss on ignition) 24a 106, -MASALAH LINGKUNGAN ‘Timbuinya limbah abs dari pembakaran batubara di PLTU menuntat tersedianya tempat pembuangan yang memadai éan memibotahkan invests! tersendisi. Disamping itt ddampak nega dari abu batubara techadsp kesshatan dan lingkungan tirmbul karena {ethirupnya abu yang berterbangan di udara olch manusia dan hewan, sera pengaruhnya ‘terhadap air dan tanah di sekitar tempat pembuangan ‘Butiran abu yang ringan mudah terbawa angin dapat terhisap oleh mamusia dan hewn. Abu batubara mengandung sojuiah kel kandungan logam berat (sebagni race metals) seperti Po, Cr, C4 atau a-kuarsa, Unsur-unsur tersebut apabila terhisap secara futin dan berakumulasi di dalam tubuh dapat berakibet buruk terhadap Kesehatan ‘manusia atau hewan. Sedangkan pencemaran tanah oleh abu batubara dapat teriadi arena ferbawanya unsursunsur logam berattesebut oleh air hyjan di permakaan dan dalam tanah, yong selanjutnya dapat mencemari ar tanah. Selain itu abu batubara dapat ‘merubah tingkat Keaseman tanah yang berpengaruh pada Kesoburan tanah dan tanaman. yang tumbuh di tanah tersebut, Masalab lingkungan tersebut dapat diminimalkan deng ‘ara dan lokasi pembuangan abu yang tepat. Tetapi akan lebih baik lagi apabla abu feesbut dapat. dimanfaatkan untuk berbagai twjuan schingga mengurangi dampak Tinglangen serta kebutuan penambahan tempat unfok membuangny.. PEMANFAATAN ‘Aba batubera, abu terbang pada Khuswsaya dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, seperti dalam bidang konstrksi, tsknologi mineral, keramik dan pertanian, ‘Beberspa pemanftatannya bahkan telah fama digpliasikan di beberapa negara Eropa, ‘Amerike Usare dan Jepang, seta dimaeukian dalam standar yang beri inteasional scpeni ASTM (USA), DIN (Jerman} atau JIS (Jepang). Beberapa pemanfaatannya dalam bidang konstrksi bahkan telah diadopsi dalam Standar Nasional Indonesia (SND, 188 Prong Pemaparn Ha thon nu Pangan Tek Bandung I-16 Otcbr 1996 Konstruksi/ Teknik Sih Semen dan beton (conceete)"** Penggunaan abu terbang untuk semen dan beton telah dikenal sek beberapa puluh tahun yang lal, Penggunaan in didasarkan pada sifit pozolanik dari aku terbang, yaita ‘mampu bereaksi dengan Kalsium hidroksida dan air untuk membentuk seatu bakan yang dapat mengeras (Gementasi). Abu terbang dapat digunakan sebagai tahan campuran semen untuk: menghasitkan beton. Banyak keunfungan yang diperoleh dengan metoda ini, atara lain ‘+ "Menghemat bahan semen dan mengurangi bya + Menghasitkan Keluatan beton yang selara atau lebih balk dari campuran semen biasa ‘+ Beton menjadi lebin ringan dan lebih mudah dlbentuk (workability eth bik) Aplikasi ini telah dilakukan di Indonesia ofeh beberapa perusahaan Ready Mix Concrete, slain it beberapa penelitian juga telah dilakukean di ITB dan Departzmen Pekerjan Umum, Selain itu abu teibang juga dapat digunakan sebagai campuran bahan pembuat tinker dan semen portland. Dalam pembuatan Klinker abu trbang digunakan sebagai engganti sebagian dari lempung. Sedangkan pada semen portland abu terbang Aicamparkan dengan klinker dan gipsum dalam proses pembuatannya, Penggunaan abu ‘erbang dalam produksi Klinker dan semen portland dapat menghenat penggunaan ‘Winker sera mengurangibiaya produksi. Aplikasi ini akan sangat bermanfat sekali bagi banyak pabrik semen di Indonesia Bahan Bangunan Lain Abu terbang juga dapat digunakan setagai bahan camporan dalam pembuatan batako, paving block atau bakan bangunan lainnya. Biasnnya dalam pembualannya sbu ‘erbang dicampurkan dengan semen sebagai bahan pengikeinya, Pusitbang Geoteknologi LPI dalam hal ini telah mengembanglan beberapa jenis bahan bangunan berbaban dasar abu ierbang. Bata hapa ‘Aba (erbang dapat digunakan menghasilkan bata stav batako dengan campuran ‘apur. Semen digunakan sebagai bahan pengikat (tidak lebih dari 10%) dan komposisi ‘abu tesbang dapat mencepai 70% dari total campuran, Abu terbang dalam hal ini ‘menggantikan pasir kuarsa yang biasa digunakan dalam proses bata kapu:biasa. Seluruh roses pembuatannya berlangsung dalam temperatur renda, di bawah 100°C. Bata kapur ‘bu terbang ini memilki mtu setara dengan Bata Tras Kapor muta 1 (SIt 0964-88) dan ‘Bata Beton Pejal mutu It (S11 0285-84), dengan kuat tckan mimimum 100 kg/cm Paving Block slak-abu texbang ‘Saat inl juga telah dkembangkan pembustan paving block brbahan das sla best lintah PT. Krakaiay Stel dan abu terbang batubara. Slak merupakan bchanvtama don ‘abu terbang merypakan bakan pengisi, dengan menggunakan sedikit semen sebagai bbahan pengiket ckurang dari 10%). Paving black ini mempuryai kualias yang sangat ‘bai, yitu muta I berdaserkan SN.03-0691-1989 dengan kuat tekan mencapai lebih dai 400 kpom*, Disamping itu baya produksi pembustannya juga cukup murah, karena 185 ‘Mengatoh LinbohMenj apoh Pomanfion Lntoh Abu Botibora PLT monggunakan bahan boku limbeh, schingga sangat dimungkinkan untuk bersaing di pasaran, Beton Keranie Puslithang Geoteknologi juga telah menemukan bohan bangunan beru berbahan dasar_abu tetbang, yang diberi nama Beton Keramik. Bahan ini mempunyai ‘eistimewaan dalam pembuatannya yang tidak menggunakan semen dan pasit sama échali, seria kemampuannya untak menyerap hinggn 80% abu terbang dalam komposis ‘campurannya, Selain itu beton Keramik juga memiliki karakteristk unggul lainaya, seperti ringan,sangat kuat (hingga 70 MPa, seria lebih tshan asam dan ai laut. Behan terscbut dapat digunakan untuk berbagaitujuan konsiruksi seperti perumahan, gedung bertingkat, tembok pemecah gelombang laut, bantalan rel kereta api dan sebagainya ‘Lapipula biaya produksinya cukup morah, karera menggunakan bahan limbah dan tanpa semen. Saat ini beton Keramik sedang dalam proses untuk mendapatkan hak paten, permintsan paten No, P-006252 dan Publikasi Berita Palen No.004,668, dimana saat ini telah memasuki pemeriksaan tahap akhir (substant. Konsteukst jalan ‘Abu batubara dapat digunakan dalam Konstrukst jalan sebagai fondasi jalan (Gaselsub-base) atau bahen pengsi (ler) pada aspal. Sebagai filler untuk: aspal telah ‘banyak diguaakan di beberapa negara Eropa dengan kompossiagregat kaar/halu, filer (bu batubara) dan aspa,tetapi hal ini belum dilakukan di Indonesia. Sedangkan sebagai fondesi jalan beberapa penelitian telah dilakukan oleh LIPY dan Departemen Pekera Unnum. Puslitbang Gooteknologi telah melakukan penclitian untule membuat fondasi Jalan yang stabil dengan campuran abu terbang dan lempang di dacrah Purwodadi, dengan hasil sementara yang cukup bail’ ‘Teknologi Mineral Somber alternatit Aluming** Beberapa pene pendabuluan telah dilakukan untuk melihat alteratif abu terbang sebagai suber alumina. Abu terbang diketahui mempunyai Kadar alumina (ALO;) yang cukup tinge, sekitar 20%, dan dapat diekstaksi dengan metoda tertentu Percobaan pelindian telah dilakukan dengan menggunakan asam (HCI) dan basa (NaOH) dalam kondisitertentu. Hingga sat ini tingkat recovery yang dicapai adalah sitar 50% ‘lumina telah berhasildckstraksi dari abu terbang. Sedangkan resid sisapelindian yang, kaya akan SiO, diharapkan dapat digunakan lembali sebagai bahan baku Keramik Zealt Sinteti* ‘Abu terbang dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat zeolit sinttis ‘arena kompesisi kimianya yang tidak trl berboda (colt lebih kaya akan unsor alka tanah). Peneitian aval telah dilakukan bekerjasama dengan Department of Mineral Science & Technology, Faculty of Engineering, Kyoto University, Jepang. Penelitian ‘masihterus ilanjutkan seat ini dt Puslitang Gzoteknologi LIPI. Hingga stat ini telah berhasildibuat 2eolit sinttis jenis Filipit, Sodatit dan Faujast, Selanjutnya penelitian larahkan untuk menghasiikan zoott Komersial ents A, X, dan lalla) yang dapat digunakan sebagai penjerih air, kalals atau detergen Preading Penaparon Hal abang ln Pngeohn Toe Bandon 1-16 tiober 1996 PENUTUP Berdasarian kajian yang telah dilakukan selama ini, tampak bahvwa limbah abu batubara termyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi baahan stan produk yang berguna. Puslitbang Geotcknologi dalam hal ini telah menetapkan abu bolubara sebagai salah satu’ tpik penelitian utamanya, Hal itu dimaksudkan untuk membanty.pemerinigh mengatasi masalah penyediaan lokasi ‘pemabuangan dan lingkungan yang ditimbulkan olch abu batubara. Selain itu penelitan ini juga ingin memberikan nilaitambah dan ckonomis dari limbah tersebut agar dapat berguna bagi masyarakat banyak. Hingga saat ini hasil penelitian dan tanggapan yang didapatcukup baik. Beberapa kemungkinan kerjasama dengan pihak swasta sedang dan ahaa fers dak uk menasaian has fitang abu Daubara exh. Sedanglan tan penelitian akan terus diperdalam dan dipertuas eakupannya schingga dapat ,,r—s—sSC—s—sCsrsC:=CtisSC perguruan tinggi atau lemibagaltbang lainnya dalam masalah ini akan diterima dengan ‘angan erbuka PUSTAKA 1. Heny Prijatama, 1993. Abu terbang dan Pemanfbatanaya, Prosiding Seminar Nasional Batubara Indonesia Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 7-8 September. 2. Fraay, 1990. Fly Ash a Pozzolan in Concrete, Delt University of Technology, The ‘Nothetlands. 3. Henry Prijatama, 1994 Sintesis Zelit Filipst, Sodalit dan Faujait dari Abu Terbang ‘Batubara. Prosiding Pertemuan Iimiah Tahun Ikatan Abli Geologi Indonesia ke 23, vol. Ii, 1031 - 1038, Jakarta, 6-8 Desember. 4, Achdia Supriadigjaia, 1996, Kontrol Variabel Ekstraksi Alumina dari Abu Terbang. ‘Menggunakan Asam Klorida (ICD. Prosiding Seminar Nasional Geotcknologi I Dampak Regionalisasi dan Globalisast Industri dan Perdagangan Terhadap Lembaga Litbang, 276 -286, Bandung, 14 Mare. 5. Giuseppe Ferraiolo, Mario Zili, Atilio Convert, 1990, Fly Ash Disposal and Uilzaton, Journal of Chemical ‘Technology and Biolechnology, vol47, 281 - 305, Great Britain, 6. Herry Pratama, 1994, Pembuatan Bata dari Abu Terbeng PLTU Suralaya, Teknologi Indonesia, tid XV, No.2, 51-65, LPL, Jakarta 7. Henryal Z. Anwat, Sutanio Edi’ & Pujono, 1994, Studi geoteknike mengenai kemantapan jalan raya di daerah Purwodad. Prosiding Tridasawarsa Gooteknologi LIPI : Kebumian, Perubahan Global dan Pembangunan Berkelanjutan; vol 1,349 - 357, Bandung, 7-8 Juni 8. Henry Prijaama & Achdia Supriadijaja, 1994, Studi Pendahuluan ; Pelindion ‘Aluminium dari Abu Terbang PLTU Suralya, Prosiing Tridasawarsa Geoteknologi LIPI : Kebumian, Perubahan Global dan Pembangunan Berkelanjutan; vol J, 255 = 9. Dewi Full Kuri, 1996, Zeolt Sinetts Berbahan Baku Abu Terbang Batubara : ‘Satu Upaya Peningkatan Nilai Tambah Limbah Padat 187