Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH MAKRO EKONOMI

PENAWARAN UANG

Di susun oleh:
Shara carolina(1402112034)
Rosnita(

Fakultas ekonomi
Akuntansi
T.P 2015
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi ALLAH SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah
ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya saya tidak akan biasa untuk
menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun selain untuk memenuhi tugas kuliah”MAKRO EKONOMI” tetapi
juga agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Penawaran Uang yang di sajikan
bedasarkan pengamatan dan bebagai sumber.Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari ALLAH SWT akhirnya makalah ini dapat di terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang”Penawaran Uang”yang menjelaskan bagai mana Penawaran


Uang yang ada di Indonesia ini.

Penyusun juga mengucakan terima kasih kepada dosen Makro Ekonomi yang telah
memberikan ilmu dan bimbingannya sehingga bisa menyelesaikan makalah ini sebagai tugas
kuliah Makro Ekonomi.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Terima kasih.

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................1

DAFTAR ISI.............................................................................................................................2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.............................................................................................3


B. Rumusan Masalah......................................................................................................3
C. Tujuan Penulisan........................................................................................................3

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Penawaran Uang...........................................................................................4


B. Teori Penawaran Uang tanpa bank dan
moderen..........................................................................................................................4
C. Faktor-faktor Penawaran Uang......................................................................................5
D. Teori keuangan keynes...................................................................................................6

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada hakikatnya penawarn uang adalah jumlah uang yang tersedia dalam suatu
perekonomian.kita telah mengenal kebijakan moneter,yaitu kebijakan yang bertujuan
untuk mengatur penawaran uang atau jumlah uang yang beredar. Jadi penawaran uang
merupakan tugas pemerintah melalui bank sentral(Bank Indonesian).

Sangat perlu dipahami bahwa konsep uang sangat terkait dengan likuiditas. Suatu aset
likuid adalah aset dengan mudah dapat di uang kan dengan tanpa kehilangan resiko
rugi.
Uang beredar( Money Supply)tercipta melalui intraksi pasar yaitu permintan dan
penawaran uang,jadi uang beredar dapat bertambah dan berkurang tergantung tarik-
menarik antara pemerintah dan penawaran uang yang tercermin pada prilaku utama
dalam pasar uang.

B. Rumusan masalah
Adapun rumusanmasalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Apa pengertin penawaran uang?


2. Bagaimana teori penawaran uang?
3. Faktor-faktor penaaran uang?
4. Bagaimana pandangan keynes?

C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian penawaran uang
2. Untuk mengetahui teori penawaran uang
3. Untuk mengetahui faktor penawaran uang
4. Untuk mengetahui pendangan keynes

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian penawaran uang

Penawaran uang ( money supply) adalah jumlah uang yang beredar. Dalam
mempelajari penawaran uang harus di bedakan antara mata uang dalam peredaran
dan mata uang dan uang yang beredar. Mata unag dalam peredaran adalah mata
uang yang telah dikeluarkan dan di dasarkan oleh bank sentral. Mata uang itu
tardiri atas uang kertas dan uang logam. Dengan demikia, mata uang dalam
peredaran sama dengan uang kertal. Adapu uang yang beredar, yaitu semua jenis
uang yang beredar di dalam prekonomian ( mata uang dalam peredaran ditambah
dengan uang giral pada bank-bank umum)

B. Teori penawaran uang


 Teori penawaran uang tanpa bank

Teori ini merupakan teori yang paling sedarhana. Teori ini merupakan gambaran
dari sistem emas. Ketika emas menjadi menjadi satu-satuny alat pembayaran.
Jumlah uang beredar atau uang yang ditawarkan di masyarakat naik atau turun
sesuai dengan tersedianya emas di masyarakat. Dalam sistem moneter seperti itu,
ung beredar di tentukan oleh proses pasar. Adapu pemerintah, Bank sentral atau
pun perbankka tidk memiliki pengaruh terhadap besarnya uang beredar. Dalam
hal ini,penawaran uang hanya bertambah jika orang memproduksi emas( baru)
jadi, jumlah uang beredar bargantung pada prilaku produsen emas.produsen emas
hanya akan memproduksi apa bila menguntungkan.
Ciri penawaran/supply emas pada jaman tersebut:
 Jumlah emas/ alat tukar yang berdar berubah-ubah(bisa turun atau anik)
 Jumlah emas akan berturun apabila terjadi difisit neraca pembayaran luar
negri untuk pembayaran uang ( dikirim keluar karna impor >ekspor)
 Terjadi perubahan jumlah emas ini juga bisa dikarenakan adanya
peningkatan penggunan emas untuk produksi lain (perhiasan).

4
 Teori penawaran uang moderen

Dalam perekonomian moderen, para produsen emas tidak lagi milik peranan
moneter yang penting seperti dalam sistem setandar emas. Dalam sistem setandar
kertas, sumber dari terciptanya uang berdar, yaitu otoritar moneter (bank sentral).
Otoriter moneter merupakan produsen uang inti atau uang primer. Adapun
lembaga keuang (perbankan) merupakan produsen uang sekunder bagi
masyarakat. Keduanya berhubungan sangat erat karna uang sekunder ( uang giral)
hanya bisa tumbuh karna ada uang primer. Ung sekunder diciptakan oleh bank
berdasarkan atas uang primer uang yang di pegang bank ( cadangan bank).

C. Faktor-faktor penawaran uang

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang sebagai berikut:


 Bank sentral
Bank sentral(BI) dapat di pengaruhi penawaran uang karna bank sentral
mempunyai hak oktroi mencetak dan mengedarkan uang kertal. Selai
memiliki hak oktroi Bnk sentral juga dapat mempengaruhi jumlah uang
berredar melalui kebijakan moneter yang dapat berupa.

1. Politik diskonto ( menaikan atau menurunkan suku bunga)


2. Politik pasar terbuka memperjual belikan surat berharga
3. Politik cost ratio (menaikan dan menurunkan cadangan kas untuk
bank umum)
4. Politik kredit slektif (pengaturan pemberian kredit)

 Permintan
Permintan melalui mentri keuangn atas persetujuan gubernur bank
indonesia dapat meminta untuk mencetak uang berupa ung kertas dan ung
logam pemerintah ( uang yaang nominalnya kecil).

5
 Bank umum
Bank umum dapat menciptakan uang giral (uang bank) melalui pembelian
saham surat berharga dari masyarakat.

Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang


mempengaruhi jumlah uang beredar yaitu:
1. Kebijakan bank sentral melalui hak oktroinya.
2. Pemeritah malalui hak mencetak uang dengan nominal terkecil.
3. Bank umum melalui pembelian surat-surat berharga dari
masyarakat.

Selai ketiga faktor diatas, faktor lain yang mempengaruhi penawaran


uang/ jumlah uang yang beredar yaitu:

 Tingkat bunga
Jika tingkat bunga yang di tentukan bank sentral maupun bank umum
tinggi, akan mendorong masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank
dan penciptan kredit baru terhambat sehingga jumlah uang beredar akan
berkurang. Demikian pula sebaliknya jika suku bunga di bank-bank
rendah, akan menyabapkan masyarakat enggan menabung dan akan
mendorong terciptanya kredit baru, sehingga jumlah uang beredar akan
bertambah.semakin tinggi tingkat bunga semakin sedikit jumlah uang
beredar. Semakin rendah tingkat bunga,semakin banyak jumlah uang yang
beredar.

 Pendapatan masyarakat
Pendapatan masyarakat adalah sejimlah uang yang diterima masyarakat
pada jangka waktu tertentu. Semakin tinggi pendapatn masyarakat.
Semakin banyak uang yang beredar karna semakin sering melakukan
transaksi. Begitu juga
sebaliknya.

5
 Harga barang
Harga barang merupakan faktor sensitif terhadap jumlah uang beredar.
Jika harga barang mahal, masyarakat di tuntut untuk memiliki jumlah
uang lenih banyak sehingga akan menyebapkan jumlah uang beredar
semakin banyak. Akan tetapi, jika harga barang murah jumlah uang
beredar akan berkurang karna

D. Teori keuangan keynes


pandangan keynes mengenai:
permintan dan penawaran uang, penentuan suku bunga,dan peranan uang dalam
mempengaruhi kegiatan ekonomi.
Menurut keynes pertama ada tiga tujuan:
Tujuan-tujuan memegang uang
Dalam analisis keynes masyarakat meminta (memegang) uang untuk tiga
tujuan:untuk trassaksi, untuk berjaga-jaga dan untuk spekulasi:

 Permintan uang untuk transaksi

Memenggang uang untuk membayar trasaksi merupakan tujuan memegang uang


yang paling penting. Didalam prekonomian modern dimana tingkat
sepesialisasinya tinggi, uang sangat penting peranannya untuk melancarkan
kegiatan ekonomi dan transaksi dan jual beli. Tingkat spesialisasi yang tinggi
hanya mungkin wujud apabila pertukaran dilakukan dengan menggunakan uang
karena dengan ini pemilik uang dapat dengan mudah menggunakannya untuk
membeli barang-barang yang mereka perluk

6
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Penawaran uang ( maney supply) adalah jumlah uang yang beredar. Teopri
penawaran uang, meliputi teori penawaran uang tanpa bank dan teori penawaran
moderen. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah ung yang beredar yaitu
kebijakan bank sentral melalui hak otroinya,permintan melalui hak mencetak uang
dengan nominal terkecil dan bank umum membeli surat-surat berharga dari
masyarakat. Faktor lain yang mempengaruhi penawaran uang/jumlah uang yang
beredar yaitu tingkat bunga,pendapatan masyarakat,hrga barang dan teori keunagn
menurut keynes.
Daftar pustaka

Hidayati, Vera. 2014. http://verahardiyati.blogspot.com/2014/06/jumlah-ung-


beredar-teori-penawaran _2975.html
Syahrul.M.Saleh.2011. http:// newwesblog.blogspot.com/2011/03/konsep-
permintan-uang-dan penawaran.html
Frestia.Delfi yudha.2011. http://delfisohation.blogspot.com/2011/12/teori-
penawaran-uang-html
Sadono sukirno. Edisi ketiga( Makro ekonomi).