Anda di halaman 1dari 4

Nama : Elisa Nurhayati

Kelas : A 2017

NIM : 25000117120019

Manajemen Sistem Surveilans dan Kendali Mutu Data Surveilans

Kegiatan surveilans kesehatan masyarakat tidak hanya sampai proses pengumpulan data, namun
yang jauh lebih penting dari itu perlu adanya suatu analisis, interpretasi data serta pengambilan
kebijakan berdasarkan data tersebut, sampai kepada evaluasinya. Penyelengaraan sistem
surveilans kesehatan masyarakat diukur dengan indikator input, proses, output. Ketiga indikator
tersebut merupakan satu kesatuan, jika ada kelemahan salah satu indikator maka akan
menunjukkan kinerja sistem surveilans yang belum memadai.

Indikator (Indikator Keberhasilan Surveilans)

A. Indikator Input

1. Adanya tenaga manajemen data gizi yang meliputi pengumpul data dari laporan rutin
atau survei khusus, pengolah dan analis data serta penyaji informasi

2. Tersedianya instrumen pengumpulan dan pengolahan data

3. Tersedianya sarana dan prasarana pengolahan data

4. Tersedianya biaya operasional surveilans gizi

B. Indikator Proses

1. Adanya proses pengumpulan data

2. Adanya proses editing dan pengolahan data


3. Adanya proses pembuatan laporan dan umpan balik hasil surveilans gizi

4. Adanya proses sosialisasi atau advokasi hasil surveilans gizi

C. Indikator Output

1. Tersedianya informasi gizi buruk yang mendapat perawatan

2. Tersedianya informasi balita yang ditimbang berat badannya (D/S)

3. Tersedianya informasi bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI Eksklusif

4. Tersedianya informasi rumah tangga yang mengonsumsi garam beriodium

5. Tersedianya informasi balita 6-59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A

6. Tersedianya informasi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe

7. Tersedianya informasi kabupaten/kota yang melaksanakan surveilans gizi

8. Tersedianya informasi penyediaan bufferstock MP-ASI untuk daerah bencana

9. Tersedianya informasi data terkait lainnya (sesuai dengan situasi dan kondisi daerah)

Data yang dihasilkan dalam sistem surveilans harus memiliki kualitas yang baik karena data ini
merupakan dasar yang esensial dalam menghasilkan kebijakan/ tindakan yang efektif dan efisien.

Data statistik vital disebut juga kejadian vital yang mengacu pada proses pengumpulan data dan
penerapan metode statistik dasar pada data tersebut guna mengidentifikasi fakta-fakta kesehatan
yang vital di dalam sutau masyarakat, populasi atau wilayah tertentu. Data morbiditas, mortalitas,
pernikahan, perceraian, kelahiran semuanya merupakan data statistik vital. (Efendi, 2009). Tujuan
data statistik vital yaitu mempublikasikan data kesehatan yang berguna sekali bagi evaluasi
aktivitas, perencanaan, dasar tindak lanjut suatu pemantauan dan penelitian (Slamet, 2004).
Manfaat dari statistik vital adalah digunakan untuk mengevaluasi status kesehatan masyarakat
dari kejadian yang terjadi sehari-hari.
5 SOAL MULTIPLE CHOICE

1. Sistem surveilans dapat diukur dengan....


a. Input
b. Proses
c. Output
d. ABC benar
e. ABC salah
2. Tersedianya instrumen pengumpulan dan pengolahan data, merupakan salah satu
indikator sistem surveilans kesehatan masyarakat dalam tahap....
a. Input
b. Proses
c. Output
d. Feedback
e. ABCD benar
3. Adanya proses pembuatan laporan dan umpan balik hasil surveilans gizi, merupakan salah
satu indikator sistem surveilans kesehatan masyarakat dalam tahap....

a. Input

b. Proses

c. Output

d. Feedback

e. ABCD benar
4. Tersedianya informasi data terkait, merupakan salah satu indikator sistem surveilans
kesehatan maysrakat dalam tahap....
a. Input
b. Proses
c. Output
d. Feedback
e. ABCD benar
5. Data .... disebut juga kejadian vital yang mengacu pada proses pengumpulan data dan
penerapan metode statistik dasar pada data tersebut guna mengidentifikasi fakta-fakta
kesehatan yang vital di dalam sutau masyarakat, populasi atau wilayah tertentu
a. Statistik vital
b. Statistika
c. Statistik kesehatan
d. ABC benar
e. ABC salah