Anda di halaman 1dari 4

SEMINAR AUDIT

CREVE COUER PIZZA, Inc.


Kasus
Penawaran kerjasama oleh Rick kepada Jess sebagai informan
Setelah lulus dari CUNY-Baruch College selama beberapa tahun dari Grambling State
University, atau University of Wisconsin - La Crosse dan memperoleh gelar sarjana akuntansi,
Jess diterima bekerja sebagai senior auditor pada suatu perusahaan akuntansi internasional.Rick,
Teman baik Jess, berkerja sebagai penyelidik pada dirjen pajak (IRS-dirjen pajak versi America).
Rick menawarkan Jess bekerja padanya sebagai informan.
Sejak 1939, IRS telah mengoperasikan suatu program informan. IRS mengungkapkan
bahwa lebih dari empat puluh informan terkontrol ini adalah akuntan publik. Jess, senior auditor,
sekali lagi makan siang dengan teman Jess, Rick, agen khusus IRS. Rick tahu bahwa IRS
menyelidiki Jess karena Jess telah menggelapkan pajak penghasilan Jess. Kurang bayar serta
denda pajak yag Jess harus bayarkan jumlahnya sangat besar dan melebihi penghasilan Jess.
Biaya pengadilan saja akan berjumlah beberapa ribu dollar. Hingga hari ini Jess masih berhasil
menyembunyikan penyelidikan IRS dari istri, anggota keluarga lain dan perusahaan tempat Jess
bekerja, namun hal itu tidak akan bertahan lama. Rick memberikan Jess penawaran jika Jess
bersedia menjadi informan terkontrol untuknya, maka penyelidikan kasus Jess akan ditutup.
Setelah memikirkan tawaran Rick, tampak ragu karena takut akan kehilangan pekerjaan
apabila perusahaannya tahu dan Jess menolak penawaran dari Rick. Namun, Rick tetep berusaha
merayu Jess dengan memaparkan berbagai kemungkinan yang Jess dapatkan jika bekerja
dengannya dan mengingatkan Jess pada kenyataan, dimana kasus James Checksfield. Pada 1981,
Checksfield, seorang akuntan public (CPA) di Missouri, menjadi informan terkontrol dari IRS.
Checksfeild sedang diselidiki oleh IRS. Dilaporkan bahwa, Checksfield memiliki hutang pajak
hampir senilai $30.000 karena kelalaiannya untuk melaporkan pajak penghasilan dari 1974
hingga 1977. pada saat yang sama IRS merekrut Checksfield, badan tersebut sedang menyelidiki
perusahaan di Missouri, Creve Couer Pizza, Ind. IRS mencurigai bahwa pemilik jaringan pizz
"menggelapkan penjualan" dalam bisnisnya - dimana perusahaan tidak melaporkan keseluruhan
pajak penghasilan dari kedelapan restorannya.
Pada Tahun 1982 hingga 1985, Checksfield menyediakan informasi kepada IRS
sehubungan dengan Creve Couer Pizza. Berdasarkan informasi ini, pengadilan mengajukan enam
tuntutan terhadap pemilik usaha tersebut pada tahun 1989. Sementara itu, IRS tidak melanjutkan

1
kasus Checksfield.Setelah adanya tuntutan terhadap pemilik Creve Couer Pizza, pengacara dari
pemilik tersebut menyelidiki asal informasi yang digunakan untuk mengajukan tuntutan tersebut.
Sebagai hasilnya, pemilik menemukan peran yang dimainkan oleh sahabatnya sejak lama serta
akuntannya dalam penyelidikan IRS. Sangat manusiawi bahwa si pemilik sangat marah. Salah
satu hal yang menyebabkan kemarahan si pemilik adalah ia membayar lebih dari $50.000 untuk
jasa akuntansi dan perpajakan kepada Checksfield selama ia bekerja sebagai agen IRS.
Media cetak dan elektronik kemudian melaporkan berita "akuntan publik yang
menimbulkan kritik keras kepada IRS. Ditambah lagi, kasus tersebut menyebabkan banyak klien
CPA meragukan apakah mereka dapat mempercayai akuntan mereka untuk melindungi
kerahasiaan dari informasi keuangan yang sensitif. Profesi akuntansi terkejut oleh kasus
Checksfield dan mencoba meminimalkan kerusakan yang disebabkannya kepada akuntan publik.

EPILOG
Pada Agustus 1990, Dewan Akuntansi Negara Bagian Missouri mencabut ijin praktek
akuntan publik James Checksfield karena melanggar hukum yang melarang akuntan publik
mengungkapkan informasi klien yang bersifat rahasia tanpa seijin klien. Pada November 1991,
departemen kehakiman A.S tiba-tiba mengumumkan bahwa mereka membatalkan tuntutan
penggelapan pajak terhadap pemilik Creve Couer Pizza, meskipun argumen sebelum persidangan
telah diajukan. Departemen kehakiman memilih untuk tidak berkomentar. Ahli hukum
berspekulasi bahwa penuntut federal membatalkan tuntutan karena hakim yang memimpin
persidangan diduga akan melarang bukti yang dikumpulkan IRS dengan bantuan Checksfield.
IRS terus menggunakan akuntan baik dalam akuntan publik maupun swasta sebagai
informan, meski ada publisitas negatif oleh kasus Creve Couer. Pada akhir 1990-an, majalah
Forties melaporkan suatu kasus dimana seorang controller perusahaan jaringan barang elektronik
yang merasa kurang puas dengan atasannya melakukan balas dendam. Sebelum meninggalkan
perusahaan, controller tersebut memfotokopi catatan akuntansi dan perpajakan yang
memperlihatkan penipuan pajak yang dilakukan oleh si pemilik. Karena informasi ini, IRS
memperoleh hampir $7 juta denda dari si pemilik dan memenjarakannya selama sepuluh bulan.
Si controller menerima sejumlah besar uang yang tidak diungkapkan.

Pertanyaan dan Jawaban Kasus Creve Couer Pizza, Inc

3. Anggap bahwa anda adalah Jess dalam skenario hipotesis kedua yang disajikan dalam
kasus ini. Bagaimana anda menanggapi saran teman anda untuk menjadi seorang

2
informan terkontrol untuk IRS? Indentifikasi pihak yang tcrpengaruh oleh keputusan
anda dan kewajiban yang anda miliki kepada masing-masing pihak.

Jawab:
Seorang akuntan seharusnya bersikap etis dalam hal memperoleh informasi, tidak
melakukannya dengan cara yang tidak etis apalagi dalam hal ini independensi seorang
auditor akan berkurang. Hal tersebut dikarenakan auditor cendrung memperoleh imbalan
dan keuntungan untuk dirinya sendiri apabila menjadi seorang informan terkontrol untuk
IRS. Walaupun auditor bertanggung jawab mengungkapkan kecurangan kepada publik
namun bukan berarti menggunakan cara-cara seperti itu. Untuk klien seharusnya kita
menjaga kerahasiaan klien dan kepada masyarakat melakukan transparansi tanpa adanya
intervensi dari pihak manapun yang dikarenakan auditor harus selalu berpedoman
terhadap kode etik yang berlaku. Apabila kecurangan atau tindikasi lain yang harus
diungkapkan kepada publik atau pihak lain, harus sesuai dengan prosedur yang berlaku
dan sesuai dengan etika.
Sesuai dengan SA 240 tentang Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan
dalam Suatu Audit Atas Laporan Keuangan Paragraf 40 yaitu Jika auditor telah
mengidentifikasi adanya kecurangan atau telah memperoleh informasi yang
mngindikasikan kemungkinan adanya kecurangan, maka auditor harus
mengomunikasikan dengan segera hal tersebut dengan tingkat manajemen yang tepat,
dengan tujuan untuk menginformasikan kepada pihak yang memiliki tanggung jawab
utama untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan tentang hal-hal relevan dengan
tanggung jawab mereka.
Selain itu juga berdasarkan SA 240 tentang Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan
Kecurangan dalam Suatu Audit Atas Laporan Keuangan Paragraf 43 tentang Komunikasi
kepada Badan Pengatur dan Penegak Hukum bahwa Jika auditor telah mengidentifikasi
atau menduga adanya suatu kecurangan maka auditor harus menentukan apakah ada
tanggung jawab auditor untuk melaporkan kejadian atau dugaan tersebut kepada pihak di
luar entitas. Meskipun tugas profesional auditor untuk menjaga kerahasiaan informasi
klien mungkin menghalangi pelaporan tersebut, tanggung jawab auditor dapat
mengabaikan tugas menjaga kerahasiaan tersebut dalam beberapa kondisi.
Berdasarkan SA 240 Paragraf A.65 bahwa di beberapa negara, auditor untuk institusi
keuangan memiliki tanggung jawab untuk melaporkan kecurangan kepada badan

3
pengawas. Selain itu, di beberapa negara auditor memiliki tanggung jawab untuk
melaporkan kesalah penyajian kepada badan yang berwenang atas hal tersebut ketika
manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola gagal untuk melanjutkan
tindakan perbaikan.
Dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik Seksi 140 tentang Prinsip Kerahasiaan Nomor
140.1 bahwa Prinsip Kerahasiaan mewajibkan setiap praktisi untuk tidak melakukan
tindakan-tindakan sebagai berikut :
a. Mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia yang diperoleh dari hubungan
profesional dan hubungan bisnis kepada pihak di luar KAP atau jaringan KAP
tempatnya bekerja tanpa adanya wewenang khusus kecuali, jika terdapat kewajiban
untuk mengungkapkan sesuai dengan ketentuan hukum atau peraturan lainnya yang
berlaku, dan
b. Menggunakan informasi yang bersifat rahasia yang diperoleh dari hubungan
profesional dan hubungan bisnis untuk keuntungan pribadi atau pihak ketiga.

Dalam Prinsip Kerahasiaan seksi 140 khususnya 140.7 bahwa di bawah ini merupakan
situasi – situasi yang mengharuskan praktisi untuk mengungkapkan informasi yang
bersifat rahasia atau ketika pengungkapkan tersebut dianggap tepat :
a. Pengungkapan yang dierbolehkan oleh hukum dan disetujui oleh klien atau pemberi
kerja
b. Pengungkapan yang diharuskan oleh hukum, sebagai contoh :
i. Pengungkapan dokumen atau bukti lainnya dalam sidang pengadilan atau
ii. Pengungkapan kepada otoritas publik yang tepat mengenai suatu pelanggaran
hukum
c. Pengungkapan yang terkait dengan kewajiban profesional untuk mengungkapkan
selama tidak dilarang oleh ketentuan :
i. Dalam mematuhi pelaksanaan penelahaan mutu yang dilakukan oleh organisasi
profesi atau regulator
ii. Dalam menjawab pertanyaan atau investigasi yang dilakukan oleh organisasi
profesi atau regulator
iii. Dalam melindungi kepentingan profesional praktisi dalam sidang pengadilan
iv. Dalam memenuhi standar profesi dan kode etik profesi yang berlaku.