Anda di halaman 1dari 3

PRINSIP-PRINSIP KEBUDAYAAN DALAM ISLAM

1. Menghormati akal
Manusia adalah makhluk yang Allah karuniai akal. Dengan akalnya manusia bisa membangun
kebudayaan baru. Manusia yang tidak menghormati akalnya maka ia hanya akan mengikuti hawa
nafsunya. Kebudayaan Islam tidak akan menampilkan hal-hal yang . Pada prinsipnya, kebudayaan
juga harus dapat diterima oleh akal manusia. Manusia sebagai makhluk berakal juga harus
terlebih dahulu berpikir sebelum mengikuti suatu kebudayaan yang berlaku. Apabila
kebudayaan tersebut sesuai dengan syari’at, masuk diakal dan tidak bertentangan dengan islam,
maka kebudayaan tersebut dapat diikuti ataupun diberlakukan.

Seperti firman Allah SWT dalam Q.S Al Imron : 190

2. Memotivasi untuk Menuntut dan Meningkatkan Ilmu

Kebudayaan muncul sebagai pengembangan dan pemenuhan kebutuhan manusia. Dalam


pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin meningkat tentunya dibutuhkan ilmu yang
semakin berkembang pula. Suatu kebudayaan juga dapat menjadi suatu sumber ilmu yang
dapat memberi berkah dan ilmu yang bermanfaat bagi orang-orang yang
melaksanakannya.Karena Allah akan mengangkat derajat mereka yang telah memuliakan dan
memiliki ilmu di akhirat, pada tempat yang khusus sesuai dengan kemuliaan dan ketinggian
derajatnya.
Pada hakikatnya ilmu merupakan unsur dari kebudayaan, antara ilmu dan kebudayaan
mempunyai hubungan timbal balik. Perkembangan ilmu tergantung pada perkembangan
kebudayaan, sedangkan perkembangan ilmu dapat memberikan pengaruh pada kebudayaan.
Firman Allah dalam QS. Al-Mujadalah : 11

3. Menghindari Taklid Buta

Kebudayaan Islam hendaknya mengantarkan umat manusia untuk tidak menerima sesuatu
sebelum diteliti. Suatu kebudayaan harus diketahui darimana asal budaya tersebut, apa
tujuannya, apa saja unsur-unsurnya, dan apa saja yang terlibat didalamnya. Oleh karena itu,
sebagai makhluk yang berpengetahuan, manusia harus terlebih dahulu mencari tahu bagaimana
keseluruhan kebudayaan yang berlaku tersebut, apakah sudah sesuai syariat dan tidak
menyesatkan manusia ke jalan yang dibenci Allah SWT.
QS Al-Isra : 36

Hikmah dari ayat ini adalah memberikan batasan-batasan hukuman, janganlah kita
mengikuti perkataan dan perbuatan yang tidak kita ketahui ilmunya. Haram berkata atau
berbuat tanpa didasari oleh ilmu, karena dapat menyebabkan kerusakan. Dan Allah akan
menanyakan seluruh anggota badan dan meminta persaksiannya pada hari Kiamat.
4. . Tidak Mengakibatkan Kerusakan

Dilihat dari prinsip tersebut dapat dinyatakan bahwa suatu kebudayaan harus
dilaksankan tanpa menganggu kehidupan ( ekosistem ) sekitar. Kebudayaan Islam tentunya
tidak mengajarkan manusia untuk berbuat yang dapat menyebabkan kerusakan baik pada diri
sendiri, orang lain ataupun makhluk lain. Terlebih lagi, suatu kebudayaan juga harus turut serta
dalam upaya dalam pelestarian alam di muka bumi ini. Sehingga, melalui suatu kebudayaan
manusia tetap dapat menjaga kelestarian bumi ini tanpa harus merusaknya.
Manusia berhak memanfaatkan semua yang diciptakan Allah SWT selama untuk
kemaslahan umat-Nya. Tetapi manusia juga mempunyai kewajiban untuk memelihara bumi
dan isinya. Itu sebabnya manusia tidak diperkenankan melakukan kerusakan di muka bumi ini.
Allah SWT telah berfirman :

Anda mungkin juga menyukai