Anda di halaman 1dari 19

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bahan Makanan

Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup
untuk memberikan tenaga dan nutrisi. Cairan dipakai untuk maksud ini sering disebut minuman, tetapi
kata 'makanan' juga bisa dipakai. Istilah ini kadang-kadang dipakai dengan kiasan, seperti "makanan
untuk pemikiran". Bahan makanan adalah apa yang kita beli, kita masak dan yang kita susun menjadi
hidangan. Contohnya: beras, jagung, sayur, daging dan telur.

Sedangkan yang dimaksud dengan Zat makanan adalah satuan yang menyusun bahan makanan
tersebut. Contoh-contoh Zat makanan menurut ilmu gizi yang kita kenal adalah Karbohidrat, protein,
lemak, vitamin, mineral dan air.

Secara garis besar bahan pangan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan dari asalnya yaitu Bahan
makanan Hewani dan Bahan makanan Nabati.

Bahan makanan hewani adalah bahan makanan yang merupakan produk dari hewan atau bahan
makanan olahan yang berasal dari hewan. kebanyakan merupakan sumber protein dan lemak bagi
tubuh. contohnya : susu, telur ayam, daging hewan, ikan, cumi, udang dan lain-lain.

Bahan makanan nabati adalah bahan makanan yang berasal dari tumbuhan atau bahan makanan yang
berbahan dasar dari tumbuhan. kebanyakan merupakan sumber karbohidrat,vitamin, lemak dan
protein. contohnya : ubi, jagung, beras, buah-buahan dan lain-lain. Dalam susunan hidangan di
masyarakat berbagai jenis bahan makanan dapat dikelompokan dalam: makanan 4 sehat 5 sempurna
yang merupakan makanan sehat yang mencakup berbagai asupan gizi penting bagi tubuh kita. Manfaat
gizi makanan 4 sehat 5 sempurna akan membuat tubuh kita sehat, kuat dan terhindar dari penyakit .
menu yang mencakup kriteria 4 sehat 5 sempurna adalah menu yang seimbang bagi tubuh manusia.
Yang termasuk dalam pola serta manfaat gizi makanan 4 sehat 5 sempurna adalah sebagai berikut :

1. Makanan Pokok Makanan pokok merupakan makanan yang mengandung zat karbohidrat yang
berguna sebagai sumber tenaga pada tubuh kita untuk dapat melakukan aktivitas sehari hari. Makanan
pokok dapat berupa : nasi, kentang, umbi umbian, gandum, tepung terigu, oat dan jagung.

2. Lauk Pauk Lauk pauk merupakan makanan yang mengandung zat protein yang berguna sebagai zat
pembangun pada tubuh yang dapat mengganti sel sel tubuh yang rusak dengan sel sel baru
(memperbaharui sel). Beberapa makanan yang di sebut lauk pauk yaitu : tempe, tahu, ikan,daging,
ayam, telur.

3. Sayur Sayuran Sayur sayuran memiliki zat yang dapat memenuhi kebutuhan zat pengatur dalam tubuh
kita. Zat pengatur berguna untuk mengatur tindakan yang ingin kita lakukan. Berikut ini adalah sayuran
yang baik untuk di konsumsi yaitu bayam, kangkung, labu siam, kacang pajang, kol, buncis, tomat, cabe
dan terong.
4. Buah Buahan Buah buahan biasa digunakan sebagai pencuci mulut setelah kita selesai memakan
makanan berat seperti nasi. Fungsi dari buah buahan sebenarnya hampir sama dengan sayur – sayuran
yaitu melengkapi kebutuhan zat pengatur pada tubuh manusia. Banyak buah yang dapat dikonsumsi
seperti: jeruk, apel, manggis, markisa, pepaya, manggis, pisang, salak pondoh, durian dan berbagai
macam buah lain yang dapat dikonsumsi.

5. Susu merupakan suatu minuman pelengkap yang sebenarnya tidak wajib di konsumsi namun
mengingat manfaat susu sangat besar bagi tubuh kita maka tidak ada salahnya kita mengkonsumsi susu
setelah makan. Salah satu manfaat mengkonsumsi susu adalah menguatkan tulang kita sehingga kita
dapat terhindar dari penyakit tulang yaitu osteoporosis. Banyak susu yang dapat kita konsumsi, susu
sapi merupakan susu yang paling sering di konsumsi namun bagi seseorang yang alergi terhadap susu
sapi dia dapat mencoba meminum susu domba, susu onta, susu kerbau atau susu yang tidak berasal dari
hewan yaitu susu kedelai.

2.2 Pengertian Zat Makanan

Zat makanan atau Nutrien/Nutrisi adalah suatu zat yang diperlukan oleh organism untuk dapat tumbuh
dan berkembang. Zat makanan banyak sekali jenis dan macamnya yang masing-masing zat makanan
tersebut mempunyai fungsi yang berbeda namun saling mendukung dan berkaitan dalam mendukung
proses metabolisme tubuh.

2.3 Zat Gizi Makro dan Zat Gizi Mikro Secara umum,

macam dan jenis zat makanan dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

A. Zat Gizi Makro (Makronutrien)

Zat gizi makro adalah zat makanan yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak dan berfungsi sebagai
sumber energi dan pembentukan sel-sel tubuh. Yang termaksud zat makanan makro (Makronutrien)
adalah :

a. Karbohidrat
Karbohidrat atau hidrat arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil
energi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Di negara sedang berkembang
karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada daerah-daerah miskin bisa
mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal
ini disebabkan sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat lebih murah harganya
dibandingkan sumber bahan makanan kaya lemak maupun protein. Karbohidrat banyak
ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya), serta pada biji-bijian
yang tersebar luas di alam. Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang
mengandung atom Karbon, Hidrogen dan Oksigen, dan pada umumnya unsur Hidrogen dan
oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari
beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat
diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari- hari, terutama sumber bahan makan
yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.Sumber karbohidrat nabati dalam glikogen bentuk
glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya
dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2
dan H2O melalui proses foto sintese di dalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau
daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-
tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai. Reaksi fotosintese sinar matahari : 6 CO2 + 6 H2O C6
H12 O6 + 6 O2 Pada proses fotosintesis, klorofil pada tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan
menggunakan energi matahari untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari
udara dan air (H2O) yang berasal dari tanah. Energi kimia yang terbentuk akan disimpan di
dalam daun, batang, umbi, buah dan biji-bijian.

Klasifikasi Karbohidrat yang terdapat pada makanan dapat dikelompokkan menjadi tiga :

1. Monosakarida Karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar), oleh karena tidak bisa lagi
dihidrolisa. Monosakarida larut di dalam air dan rasanya manis, sehingga secara umum disebut juga
gula. Penamaan kimianya selalu berakhiran -osa. Dalam Ilmu Gizi hanya ada tiga jenis monosakarida
yang penting yaitu, glukosa, fruktosa dan galaktosa.

a. Glukosa Terkadang orang menyebutnya gula anggur ataupun dekstrosa. Banyak dijumpai di alam,
terutama pada buah-buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung dan tetes tebu. Di dalam tubuh
glukosa didapat dari hasil akhir pencemaan amilum, sukrosa, maltosa dan laktosa. Glukosa
dijumpai di dalam aliran darah (disebut Kadar Gula Darah) dan berfungsi sebagai penyedia energi
bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh. Pada keadaan fisiologis Kadar Gula Darah sekitar 80-120
mg %. Kadar gula darah dapat meningkat melebihi normal disebut hiperglikemia, keadaan ini
dijumpai pada penderita Diabetes Mellitus.
b. Fruktosa
Fruktosa disebut juga gula buah ataupun levulosa. Merupakan jenis sakarida yang paling manis,
banyak dijjumpai pada mahkota bunga, madu dan hasil hidrolisa dari gula tebu. Di dalam tubuh
fruktosa didapat dari hasil pemecahan sukrosa.
c. Galaktosa
Tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam, galaktosa yang ada di dalam tubuh merupakan hasil
hidrolisa dari laktosa.

2. Disakarida Merupakan gabungan antara 2 (dua) monosakarida, pada bahan makanan disakarida
terdapat 3 jenis yaitu sukrosa, maltosa dan laktosa.

a) Sukrosa
Sukrosa adalah gula yang kita pergunakan sehari-hari, sehingga lebih sering disebut gula
meja (table sugar) atau gula pasir dan disebut juga gula invert. Mempunyai 2 (dua) molekul
monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.Sumber: tebu
(100% mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%), jam, jelly. b) Maltosa 6
b) Maltosa mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa. Di
dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum, lebih mudah dicema dan
rasanya lebih enak dan nikmat. Dengan Jodium amilum akan berubah menjadi warna biru.
Peranan perbandingan amilosa dan amilo pektin terlihat pada serelia;
Contohnya beras, semakin kecil kandungan amilosa atau semakin tinggi kandungan
amilopektinnya, semakin lekat nasi tersebut. Pulut sedikit sekali amilosanya (1-2%), beras
mengandung amilosa > 2%
Berdasarkan kandungan amilosanya, beras (nasi) dapat dibagi menjadi 4 golongan:
1. amilosa tinggi 25-33%
2. amilosa menengah 20-25%
3. amilosa rendah 09-20%
4. amilosa sangat rendah < 9%

c) Laktosa Laktosa mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan
satu molekul galaktosa. Laktosa kurang larut di dalam air. Sumber : hanya terdapat pada susu sehingga
disebut juga gula susu. a. susu sapi 4-5% b. asi 4-7% Laktosa dapat menimbulkan intolerance (laktosa
intolerance) disebabkan kekurangan enzim laktase sehingga kemampuan untuk mencema laktosa
berkurang.

Kelainan ini dapat dijumpai pada bayi, anak dan orang dewasa, baik untuk sementara maupun secara
menetap. Gejala yang sering dijumpai adalah diare, gembung, flatus dan kejang perut. Defisiensi laktase
pada bayi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, karena bayi sering diare. Terapi diit dengan
pemberian formula rendah laktosa seperti LLM, Almiron, Isomil, Prosobee dan Nutramigen, dan AI 110
bebas Laktosa. Formula rendah laktosa tidak boleh diberikan terlalu lama (maksimum tiga bulan),
karena laktosa diperlukan untuk pertumbu ban sel-sel otak.

d. Polisakarida
Polisakarida merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat mengandung lebih dari 60.000
molekul monosakarida yang tersusun membentuk rantai lurus ataupun bercabang. Polisakarida
rasanya tawar (tidak manis), tidak seperti monosakarida dan disakarida. Di dalam Ilmu Gizi ada 3
(tiga) jenis yang ada hubungannya yaitu amilum, dekstrin, glikogen dan selulosa.
a) Amilum (zat pati) Amilum merupakan sumber energi utama bagi orang dewasa di seluruh
penduduk dunia, terutama di negara sedang berkembang oleh karena di konsumsi sebagai bahan
makanan pokok. Sumber: umbi-umbian,serealia dan biji-bijian merupakan sumber amilum yang
berlimpah ruah oleh karena mudah didapat untuk di konsumsi. Jagung, beras dan gandum
kandungan amilurnnya lebih dari 70%, sedangkan pada kacang-kacangan sekitar 40%. Amilum
tidak larut di dalam air dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk cairan yang sangat
pekat seperti pasta; peristiwa ini disebut “gelatinisasi”.
b) Dekstrin Dekstrin merupakan zat antara dalam pemecahan amilum. Molekulnya lebih
sederhana, lebih mudah larut di dalam air, denganjodium akan berubah menjadi wama merah.
c) Glikogen Glikogen merupakan “pati hewani”, terbentuk dari ikatan 1000 molekul, larut di
dalam air (pati nabati tidak larut dalam air) dan bila bereaksi dengan iodium akan menghasilkan
warna merah. Glikogen terdapat pada otot hewan, manusia dan ikan. Pada waktu hewan
disembelih, terjadi kekejangan (rigor mortis) dan kemudian glikogen dipecah menjadi asam laktat
selama post mortum. Sumber banyak terdapat pada kecambah, serealia, susu, syrup jagung
(26%).
d) Selulosa
Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah selulosa, karena selulosa
merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh- tumbuhan. Selulosa tidak dapat
dicerna oleh tubuh manusia, oleh karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa. Meskipun
tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume
dari faeses, sehingga akan memperlancar defekasi. Dahulu serat digunakan sebagai indeks dalam
menilai kualitas makanan, makin tinggi kandungan serat dalam makanan maka nilai gizi makanan
tersebut dipandang semakin buruk. Akan tetapi pada dasawarsa terakhir ini, para ahli sepakat
bahwa serat merupakan komponen penyusun diet manusia yang sangat penting. Tanpa adanya
serat, mengakibatkan terjadinya konstipasi (susah buang air besar)
. Sumber serat yang baik adalah sayuran, buah-buahan, serealia dan kacang- kacangan. Memakan
sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang banyak. Produk makanan hewani, seperti daging,
ikan susu dan telur serta basil-basil olahannya, umumnya mengandung serat dalam jumlah yang
sedikit. Sayuran yang banyak mengandung serat adalah, bayam, kangkung, buncis, daun
beluntas, daun singkong, kacang panjang, daun katuk, daun kelor, sawi, kecipir, kol dan lain-lain.
Buah-buahan yang banyak mengandung tinggi serat adalah, alpukat, belimbing, srikaya,
cempedak, nangka, durian, jeruk, kedondong, kemang, mangga, nenas dan sebagainya.
Sumbangan yang berasal dari karbolridrat pada berbagai makanan dapat dilihat pada tabel. 1 dan
2. Sumber utama karbohidrat yang dapat di cerna berasal dari nabati. Makanan yang berasal dari
tanaman ini juga merupakan satu-satunya sumber serat.

Tabel Derajat kemanisan Sebagai standart sukrosa 100 Fruktosa 173 Sukrosa 100 9

10. Glokosa 74 Galaktosa 32 Maltosa 32 Laktosa 16 Tabel Bahan makanan sumber karbohidrat Bahan
makanan KH……gr/100 bahan Beras 76-80 Singkong 35 Gaplek 81 Ubi rambat 28 Jagung 64-74 Kentang
19 Gandum(terigu 77 Sagu 85 Tabel 3sumber karbohidrat yang berasal dari hewani dan nabati Bahan
pangan KH terutama dalam bentuk Persen energi berasal dari KH HEWANI Ikan - Dapat diabaikan
Kerang-Kerangan 10

11. Tiram Glikogen 20-25 Kepiting Udang Glikogen 2-4 Daging - Dapat diabaikan Hati(berbagai Hewan)
Glikogen 10 Susu Sapi Laktosa 30-50 Asi Laktosa 50 NABATI Biji-Bijian Pati 65-90 Kentang Pati 80 Buah-
Buahan Fluktosa,glukosa,sukrosa 80-95 Sayur-sayuran Sukrosa,Amilum 60-90 Jamur Amilum 40-50

Fungsi karbohidrat di dalam tubuh adalah:

a) Fungsi utamanya sebagai sumber energi 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori bagi kebutuhan
sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat diubah langsung menjadi energi untuk aktifitas tubuh,
dan sebagian lagi disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan di otot. Ada beberapa jaringan tubuh
seperti sistem syaraf dan eritrosit, hanya dapat menggunakan energi yang berasal dari karbohidrat saja.
b) Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil energi. Kebutuhan tubuh akan energi
merupakan prioritas pertama; bila karbohidrat yang di konsumsi tidak mencukupi untuk kebutuhan
energi tubuh dan jika tidak cukup terdapat lemak di dalam makanan atau cadangan lemak yang
disimpan di dalam tubuh, maka protein akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil energi.
Dengan demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya

c) Membantu metabolisme lemak dan protein dengan demikian dapat mencegah terjadinya ketosis dan
pemecahan protein yang berlebihan.

d) Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik tertentu.

e) Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh. Laktosa rnisalnya berfungsi
membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan merupakan komponen yang penting dalam asam
nukleat.

f) Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mengandung serat (dietary fiber)
berguna untuk pencernaan, memperlancar defekasi.

b. Protein

Protein membentuk sebahagian besar struktur di dalam sel termasuklah sebagai enzim dan pigmen
respiratori. Protein dibentuk dari percantuman unit asas yang dikenali sebagai asid amino. Protein boleh
dibahagikan kepada dua jenis iaitu protein fibrous yang banyak bergantung kepada struktur sekunder
dinama bentuk protein ini boleh diulang. Manakala bentuk kedua ialah protein globular (enzim dan
antibodi) yang banyak bergantung kepada interaksi struktur bebas yang terdapat 20 jenis asid amino
yang digunakan untuk membentuk rantaian polipeptida (protein) Fungsi, bentuk, ukuran dan jenis
protein akan ditentukan oleh jenis, bilangan dan taburan asam amino yang terdapat di dalam struktur
tersebut. Penamaan beberapa asam amino dinamakan tindakbalas kondensasi dengan dicirikan
berlakunya pembentukan ikatan peptida dan pembentukan molekul air. Penamaan ini akan
menghasilkan rantai peptida yang lebih dikenali sebagai polipeptida dengan mempunyai dua ujung
rantai yang berbeda sifatnya. Di ujung yang mempunyai kumpulan amino dikenali sebagai terminal N
(amino) dan ujung yang mempunyai kumpulan karboksil dikenal sebagai terminal N. penyambungan
rantai asam amino ini memerlukan tenaga yang tinggi dan ketepatan urutan asam amino dalam rantai
ini pula tergantung pada koordinasi di antara mRNA dan tRNA. Protein adalah bagian dari semua sel
hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh protein, separuhnya
ada di dalam otot, seperlima di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh didalam kulit, dan
selebihnya didalam jaringan lain, dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkut zat-zat
gizi dan darah, matriks intra seluler dan sebagainya adalah protein. Disamping itu asam amino yang
membentuk protein bertindak sebagai prekursor sebagian besar koenzim, hormon, asam nukleat, dan
molekul-molekul yang essensial untuk kehidupan. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat
digantika oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Protein yang
dibentuk dengan hanya menggunakan satu polipeptida dinamakan sebagai protein monomerik dan yang
dibentuk oleh beberapa polipeptida contohnya hemoglobin pula dikenali sebagai protein multimerik.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi
struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton.
Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon,
sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu
sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu
membentuk asam amino tersebut (heterotrof). Protein ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius pada tahun
1838. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA
ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosoma.
Sampai tahap ini, protein masih “mentah”, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui
mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi. Dalam
kehidupan protein memegang peranan yang penting, proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung
dengan baik karena adanya enzim yang berfungsi sebagai biokatalis. Disamping itu hemoglobin dalam
butir-butir darah merah atau eritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru
keseluruh bagian tubuh, adalah salah satu jenis protein. Demikian pula zat-zat yang berperan untuk
melawan bakteri penyakit atau disebut antigen, juga suatu protein. Sumber Protein Protein dari
makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat berasal dari hewani maupun nabati. Protein yang berasal
dari hewani seperti daging, ikan, ayam, telur, susu, dan lain-lain disebut protein hewani, sedangkan
protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu disebut protein
nabati. Dahulu, protein hewani dianggap berkualitas lebih tinggi daripada menu seimbang protein
nabati, karena mengandung asam-asam amino yang lebih komplit. Tetapi hasil penelitian akhir-akhir ini
membuktikan bahwa kualitas protein nabati dapat setinggi kualitas protein hewani, asalkan makanan
sehari-hari beraneka ragam. Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, pembentukan
otot, pembentukan sel-sel darah merah, pertahanan tubuh terhadap penyakit, enzim dan hormon, dan
sintesa jaringan-jaringan badan lainnya. Protein dicerna menjadi asam- asam amino, yang kemudian
dibentuk protein tubuh di dalam otot dan jaringan lain. Protein dapat berfungsi sebagai sumber energi
apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi seperti pada waktu berdiet ketat atau pada waktu
latihan fisik intensif. Sebaiknya, kurang lebih 15% dari total kalori yang dikonsumsi berasal dari protein.
Tabel Kandungan asam amino dalam beberapa makanan. Bahan Makanan Lisin (%) Methionin (%) 14

15. Tepung ikan 4,51 1,63 Bungkil kedele 2,69 0,62 Jagung 0,26 0,18 Dedak padi 0,59 0,26 Sumber
NRC (1994) Tabel Koefesien kecernaan murni asam amino (%) Bahan makanan Lisin Metionin Cystine
Arginin Threonin Jagung 81 91 85 89 84 Bungkil kedele 91 92 82 92 88 Dedak padi 75 78 68 87 70 Barley
78 79 81 85 77 Tepung ikan (60- 63%) 88 92 73 92 89 Tepung daging (50- 54%) 79 85 58 85 79 Tepung
bulu 66 76 59 83 73 Tepung darah 86 91 76 87 87 Sumber NRC (1994) diukur dengan caecectomised

Fungsi Protein

1. Sebagai enzim Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh senyawa mikro molekul
spesifik;dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi karbon dioksida sampai yang
sangat rumit seperti replikasi kromosom.Hampir semua enzim menunjukan daya katalisatik yang luar
biasa dan biasanya mempercepat reaksi

2. Alat pengangkut dan alat penyimpan Banyak molekul dengan berat molekul kecil serta beberapa ion
dapat diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu.
3. Pengatur pergerakan Protein merupakan komponen utama daging, gerakan otot terjadi karena
adanya dua molekul protein yang berperan yaitu aktin dan myosin

4. Penunjang mekanis Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya kalogen,suatu
protein berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut.

5. Pengendalian pertumbuhan Protein ini bekerja sebagai reseptor yang dapat mempengaruhi fungsi-
fungsi DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan

6. Media perambatan implus syaraf Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berupa reseptor, dll.
Kontribusi tiga nutrien utama terhadap masukan total energi pada energi pada susunan makanan rata-
rata orang inggris adalah sebagai barikut : Kandungan Kontribusi terhadap masukan total energi
Karbohidrat Lemak Protein 46% 42% 12% c. Lemak 16

C. Lemak adalah sekelompok ikatan organik yang terdiri atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H)
dan Oksigen (O), yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu (zat pelarut
lemak), seperti ether. Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat pada suhu kamar,
sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah, bersifat cair. Lemak yang padat pada suhu kamar
disebut lemak gaji, sedangkan yang cairpada suhu kamar disebut minyak. Lemak, disebut juga
lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama
untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua
sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel
lemak sebagai cadangan energi. Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ
tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak,
menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara
suhu tubuh.
Secara klinis, lemak yang penting adalah: Kolesterol,Trigliserida (lemak netral),Fosfolipid dan
Asam Lemak.
1. Trigliserida Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida.
Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol.
Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida.
Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi.
2. Kolesterol Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol
merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel
otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen
penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon
seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ).
Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati (50% total sintesis) dan sisanya
di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel berinti. Jenis-jenis makanan yang
banyak mengandung kolesterol antara lain daging (sapi maupun unggas), ikan dan produk susu.
Makanan yang berasal dari daging hewan biasanya banyak mengandung kolesterol, tetapi
makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.
3. Lipid Plasma Pada umumnya lemak tidak larut dalam air, yang berarti juga tidak larut dalam
plasma darah. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah, maka lemak tersebut
harus dibuat larut dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. Ikatan antara
lemak (kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein (dari kata
Lipo=lemak, dan protein). Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain: Kilomikron,VLDL (Very
Low Density Lipoprotein),IDL (Intermediate Density Lipoprotein), LDL (Low Density Lipoprotein),
dan HDL (High Density Lipoprotein).
4. Asam Lemak Menurut ada atau tidaknya ikatan rangkap yang terkandung asam lemak, maka
asam lemak dapat dibagi menjadi:
a) Asam lemak jenuh (Cn H2NO2),saturated Fatty Acid(SFA) Asam lemak jenuh merupakan
asam lemak yang mempunyai ikatan tunggal ato karbon(C) di mana masinh-masing atom C ini
akan berikatan dengan atom H. contohnya adalah: asam butirat(C4),asam kaproait(C6),asam
kaprotat(C8) dan asam kaprat(C10).Umumnya sampai denagan asam kaprat(C10) ini bersifat cair
dan mulai asam laurat sampai asam lignoserat bersifat padat

Tabel Macam asam lemak jenuh dan sumbernya Macam Asam Lemak Jenuh Sumbernya
panjang rantai sifat fisik Asam laurat Minyak kelapa C12 padat
Asam miristat Minyak nabati C14 padat Asam palmitat Minyak nabati dan hewani C16 padat
Asam strearat Minyak nabati dan hewani C18 padat Asam arakhida Minyak kacang C20 padat
Asam behenat Minyak kacang C22 padat Asam lignoserat Minyak kacang C24 padat Asam
butirat Lemak buter C4 cair Asam kaproat Lemak buter dan kelapa C6 cair Asam kaprilat Minyak
kelapa dan buter C8 cair Asam kaprat Minyak salam C10 cair

c) Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal Asam lemak jenuh tak tunggal merupakan asam lemak yang
selalu mengandung 1 ikatan rangkap 2 ataom C dengan kehilangn paling sedikit 2 atom
H.Contohnya Asam burat,Asam palmitoleat(C12), dan Asam oleat(C18) umumnya banyak
terdapat pada lemak nabati atau hewani.

Tabel Macam asam lemak yang tergolong MUFA dan sumbernya. Macamnya Sumber
Panjang rantai Sifat fisik Asam palmitoleat -lemak nabati -lemak hewani C16 Cair Asam oleat
-lemak nabati -lemak hewani -75% minyak live C18 Cair 19

20. -30% lemak babi - 40% lemak sapi dan domba c) Asam Lemak Tak Jenuh Poli (PUFA,Poly
Unsaturated Fatty Acid)(Cn H2n)2 Asam lemak tak jenuh dengan ikatan rangkap banyak merpakan asam
lemak yang mengandung lebih dari 1 ikatan rangkap.Asam lemak ini akan kehilangan paling sedikit 4
atom H.contohnya asam lemak linoleat dll Tabel Macam asam lemak yang tergolong PUFA dan
sumbernya Macamnya Sumber Panjang Rantai Sifat Fisik Asam linoleat -10% dalam adpokad -20%-30%
dalam kacang atau lemak ayam -50%-60% dalam minyak jagung -70% dalam minyak kapas C18 Cair
Asam eleostearat - lemak sapi,lemak ayam dan lemak nabati C18 Cair -20% dalam hati,lemak babi -7%
dalam kacang kedelai C18 Cair Asam arakhidonat -lemak hewani -Minyak kacang tanah C20 Cair Fungsi
Lemak dalam tubuh Fungsi lemak umumnya yaitu sebagai sumber energi, bahan baku hormon,
membantu transport vitamin yang larut lemak, sebagai bahan insulasi terhadap perubahan suhu, serta
pelindung organ-organ tubuh bagian dalam. Sebuah penelitian 20

21. pernah melaporkan bahwa hewan-hewan percobaan yang tidak mendapatkan jumlah lemak yang
cukup dalam makanannya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan ada yang berhenti tumbuh
dan akhirnya mati. Kurangnya lemak dalam makanan juga akan menyebabkan kulit menjadi kering dan
bersisik. Dalam saluran pencernaan, lemak dan minyak akan lebih lama berada di dalam lambung
dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, demikian juga proses penyerapan lemak yang lebih
lambat dibandingkan unsur lainnya.

Oleh karena itu, makanan yang mengandung lemak mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama
dibandingkan makanan yang kurang atau tidak mengandung lemak. Salah satu fungsi lemak memang
untuk mensuplai sejumlah energi, dimana satu gram lemak mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram
karbohidrat hanya mengandung 4 kalori.

Fungsi lain dari lemak adalah untuk membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu,
lemak juga merupakan sumber asam- asam lemak esensial yang tidak dapat dihasilkan tubuh dan harus
disuplai dari makanan. Fungsi lemak sebagai bahan baku hormon juga sangat berpengaruh terhadap
proses fisiologis di dalam tubuh, contohnya yaitu pembuatan hormon seks. Lemak tubuh dalam jaringan
lemak (jaringan adipose) mempunyai fungsi sebagai insulator untuk membantu tubuh mempertahankan
temperaturnya, sedangkan pada wanita dapat memberikan kontur khas feminim seperti jaringan lemak
di bagian bokong dan dada. Selain itu, lemak tubuh dalam jaringan lemak juga berperan sebagai
bantalan yang melindungi organ-organ seperti bola mata, ginjal, dan organ lainnya.

B. Zat Gizi Mikro (Mikronutrien) Zat gizi mikro adalah zat makanan yang dibutuhkan tubuh dalam
jumlah sedikit namun sangat di perlukam oleh tubuh. Jika kekurangan zat makanan mikro maka system
metabolism tubuh dapat terganggu. Yang termaksud zat makanan mikro adalah :

a. Vitamin

Vitamin merupakan kelompok zat organic (mengandung atom karbon) sedangkan mineral merupakan
zat inorganic (tidak mengandung atom karbon). Penggolongan vitamin dapat dilihat diantaranya
berdasarkan kelarutannya, misalnya vitamin A, D, E dam K merupakan kelompok vitamin larut lemak,
sedangkan vitamin B dan C merupakan kelompok vitamin larut air. Bahkan sejak masih dalam
kandungan, vitamin yang terkandung pada makanan bayi sangat esensial bagi tubuh agar bertumbuh
dan berkembang secara normal. Vitamin pada makanan bayi juga merupakan nutrien yang penting
untuk memelihara kesehatan sel, jaringan dan organ. Fungsi lainnya adalah untuk menjaga
keseimbangan metabolisme tubuh dalam mengolah energi kimia secara efisien yang didapat dari
makanan, termasuk membantu proses pengolahan protein, karbohidrat dan lemak. Di bawah ini adalah
daftar vitamin yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan serta beberapa contoh makanan
bayi yang mengandung vitamin tersebut:

a) Vitamin A dibutuhkan untuk imunitas yang baik, penglihatan yang sehat, juga kesehatan dan
keindahan kulit. Dapat ditemukan pada gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, telur, daging, jagung,
polong, wortel. Jika kekurangan dapat menyebabkan rabun ayam. Dan jika berlebih bisa mengakibatkan
hypervitaminosis A

b) Vitamin B1 (thiamin) membantu metabolisme karbohidrat dan fungsi normal sistem syaraf. Sumber
makanan yang mengandung vitamin ini adalah susu dan produk lain berbahan susu, telur, hati, sayur
hijau, gandum, kacang-kacangan. Jika defisiensi vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beriberi. Dan
jika berlebih bisa mengakibatkan rasa ngantuk yang sangat dan pengenduran otot yang hebat.

c) Vitamin B2 (riboflavin) membantu melepas energi dari makanan dan proses transportasi besi dalam
tubuh, juga membuat kulit tetap sehat. Dapat ditemukan pada hati, daging merah tanpa lemak, sereal
fortified, telur, sayur yang berdaunhijau tua, susu dan produk susu lainnya. Jika kekurangan bisa
menyebabkan Ariboflavinosis.

d) Vitamin B3 (niacin) membantu fungsi normal sistem syaraf dan memelihara sel tubuh tetap sehat.
Ditemukan pada buah aprikot, sayur berdaun hijau, wortel, hati, minyak ikan, telur, mentega, keju,
sereal, oatmeal. Defisiensi vitamin B3 bisa menyebabkan penyakit Pellagra dengan gejala diare, radang
kulit, kehilangan kemampuan kognitif atau dementia dan kematian. Dan jika berlebih bisa menyebabkan
kegagalan fungsi hati dan masalah lainnya.

e) Vitamin B12 (cobalamin) membentuk/ pematangan sel darah merah, meningkatkan energi,
meningkatkan konsentrasi, dan memelihara fungsi sistem syaraf. Ditemukan pada ikan, susu dan produk
susu lainnya, daging, telur, unggas, produk kedelai, sereal fortified B12. Jika tubuh kekurangan vitamin
B12 bisa menyebabkan Megaloblastic anemia atau kekurangan darah merah. Dan jika tubuh kelebihan
vitamin B12 bisa menyebabkan radang kulit.

f) Vitamin C penting untuk kulit, tulang, otot yang sehat; menyembuhkan dan melindungi dari virus,
alergi dan racun; membantu tubuh menyerap zat besi. Banyak ditemukan pada buah segar – terutama
jenis jeruk dan beri, sayuran, kentang, daun herbal. Jika defisiensi bisa menyebabkan sariawan, namun
jika berlebih vitamin C akan dibuang melalui urin.

g) Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dari makanan dan esensial untuk pertumbuhan dan
kesehatan tulang dan gigi. Banyak ditemukan pada susu dan produk berbahan susu lainnya, telur, dan
minyak ikan. Jika kekurangan bisa menyebabkan penyakit pada tulang dan gigi. Dan jika berlebih bisa
menyebabkan hypervitaminosis D.

h) Vitamin E diperlukan untuk metabolisme asam lemak esensial serta melindungi sel tubuh. Sumber
makanan yang mengandung vitamin E diantaranya kacang- kacangan, biji-bijian, telur, susu, gandum,
minyak, sayur berdaun, alpukat. Defisiensi vitamin E biasanya jarang terjadi, tetapi bisa menyebabkan
anemia atau kekurangan darah pada bayi yang baru lahir, dan jika berlebih bisa menyebabkan gagal
hati.

i) Vitamin K selain berperan dalam proses pembekuan darah, juga diperlukan untuk membantu
memproses protein dan juga metabolisme tulang dan jaringan lainnya. Ditemukan pada sayuran
berdaun hijau seperti bayam, brokoli, kol, kubis, alpukat, kiwi, peterseli, dan soya. Jika kekurangan bisa
menyebabkan pendarahan diatesis, dan jika kelebihan bisa menyebabkan pembekuan darah berlebih.
•Asam pantotenat berfungsi dalam mempertahankan pertumbuhan kulit dan perkembangan system
syaraf yang normal. Sumber makanan yang mengandung asam pantotenat adalah otak, jantung, hati,
ginjal, sapi, jamur, kacang tanah, kedelai. Kekurangan asam pantotenat menimbulkan gejala yang mirip
vitamin B kompleks antara lain uring-uringan, mudah bertengkar, pusing, cepat lelah, kurang nafsu
makan dan kembung perut. Akibat konsumsi berlebih belum pernah dilaporkan. Biotin sangat
diperlukan diantaranya dalam pembentukan asam lemak. Sumber biotin terutama terdapat dalam
saluran pencernaan karean mikroflora mampu membuatnya dalam jumlah yang cukup banyak. Makanan
sumber biotin diantaranya hati, kuning telur, kacang tanah, jamur. Kekurangan biotin menimbulkan
gejala mirip kekurangan vitamin B kompleks. Konsumsi berlebih tidak menimbulkan keracunan.

• Asam Folat berfungsi sebagai koenzim yang terlibat dalam perubahan asam amino, karena itu
berperan dalam sel-sel yang membelah dengan cepat seperti sel darah merah. Sumber asam folat
terdapat dalam hati, kacang tanah, korma, keju, bayam, dedak gandum. Kekurangan asam folat
mengakibatkan anemia makrositik atau megaloblast yang juga disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.
Kelebihannya mengakibatkan anemia pernisiosa dan mengganggu pencernaan seng (Zn).

b. Mineral
Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral termasuk
tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam
komposisi unsurmurni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan
bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk). Ilmu yang mempelajari
mineral disebutmineralogi. Mineral merupakan komponen inorganik yang terdapat dalam tubuh
manusia. Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral
makro dan mineral mikro.
Mineral makro dibutuhkan dengan jumlah > 100 mg per hari sedangkan mineral mikro
dibutuhkan dengan jumlah <100 mg per hari. Mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh akan
memiliki fungsi khas-nya masing-masing seperti
kalsium yang berperan dalam pembentukan struktur tulang & gigi, natrium berfungsi dalam
menjaga kesimbangan cairan tubuh atau juga kalsium yang berfungsi untuk memperlancar
peredaran darah. Klasifikasi Mineral Menurut jenisnya, klasifikasi mineral dibedakan menjadi
dua :
1. Mineral Organik Mineral organik adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh
kita, yang dapat kita peroleh melalui makanan yang kita konsumsi setiap hari seperti nasi, ayam,
ikan, telur, sayur-sayuran serta buah-buahan, atau vitamin tambahan.
2. Mineral Anorganik Mineral Anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak
berguna bagi tubuh kita. Contohnya: Timbal Hitam (Pb), Iron Oxide (Besi Teroksidasi), Mercuri,
Arsenik, Magnesium, Aluminium atau bahan-bahan kimia hasil dari resapan tanah dan lain.
Menurut bentuknya, klasifikasi mineral dibedakan menjadi 2, yaitu :
a) Mineral Makro Contohnya: 1) Kalsium 2) Fosfor 3) Magnesium 4) Natrium 5) Klorida 6)
Kalium
b) Mineral Mikro Contohnya: 1) Besi 2) Seng 3) Iodium 4) Selenium 5) Tembaga 6) Mangan 7)
Kromium 8) Fluor
Jenis Mineral Mikro dan Gangguannya Mineral Mikro merupakan mineral yang jumlah
kebutuhannya kurang dari (<100 mg per hari) atau lebih sedikit di bandingkan dengan mineral
makro.
Yang termasuk mineral mikro antara lain:
a) Besi Zat besi merupakan salah satu mineral yang dapat membuat tubuh sehat Tubuh
manusia mengandung lebih kurang 3,5 – 4,5 gram zat besi, di mana dua per tiganya ditemukan
di dalam darah, sementara sisanya ditemukan di dalam hati, sumsum tulang, otot. Peranannya
dalam produksi sel darah merah sudah sangat terkenal, terutama untuk kaum wanita. Sel darah
merah mengandung protein yang bernama hemoglobin, dan setiap hemoglobin memiliki 4 atom
zat besi. Zat besi dalam hemoglobin inilah yang mengikat oksigen dalam darah pada paruparu
untuk bisa disebarkan ke seluruh tubuh. Setelah melepas oksigen, hemoglobin kemudian
mengikat karbondioksida (C02) untuk dilepaskan oleh paru-pare. Jadi bisa dibayangkan
pentingnya zat besi untuk individu yang ingin suplai oksigen dan energi yang tinggi. Beberapa
gejala kekurangan zat besi adalah: kesulitan bernafas (nafas terengah-engah), jantung yang
berdetak lebih cepat, kelelahan, kesulitan memusatkan perhatian, tidur yang tidak pulas, sakit
saat menstruasi, ujung bibir yang pecah-pecah, iritasi mata, dan bahkan kerontokan rambut.
Sumber-sumber alami zat besi adalah: daging sapi, daging ayam, dan sayur- sayuran berwarna
hijau tua.
b) Zinc / Seng Seng adalah salah satu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dan dikelompokkan
dalam golongan trace mineral. Namun bagi manusia, arti penting zat seng sebenarnya baru
terungkap pada tahun 1956. Fungsi seng terbilang sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel
tubuh manusia. Salah satunya sebagai zat perantara bagi lebih 70 macam enzim dan protein
yang ada di tubuh manusia. Enzim sendiri berperan dalam metabolisme seluruh sel-sel ditubuh
manusia, maka jika enzim-enzim tidak terbentuk sempurna, fungsi sel tubuh akan terganggu.
Selain itu, seng berperan pula dalam proses pembentukan genetik, yaitu pada DNA
(DeoxyribosenucleidAcid). Dengan konsentrasi yang cukup besar dalam tubuh yakni menempati
posisi kedua setelah zat besi, Seng dapat mudah ditemukan pada berbagai jenis makanan yang
kaya akan kandungan protein seperti daging, kacang-kacangan dan polong polongan.Asupan
seng yang dibutuhkan tubuh manusia sebenarnya sangat sedikit, namun ternyata penyerapan
seng oleh tubuh pun sangatlah kecil. Dari sekitar 4-14 mg/hari jumlah seng yang dianjurkan
untuk dikonsumsi, hanya sekitar 10-40% saja yang dapat diserap.Kehadiran zat mineral lain yang
tinggi dalam tubuh, seperti zat besi dan tembaga serta adanya kandungan phytat pada bayam,
kangkung dan sayuran lain, ternyata menghambat penyerapan seng di mukosa usus. Namun,
jika zat-zat tersebut difermentasikan, malah dapat meningkatkan penyerapan seng. Jika tubuh
Anda tidak mendapat suplai seng yang cukup, biasanya akan muncul tanda-tanda atau gejala.
Berikut adalah tanda-tanda bila mengalami kekurangan seng menurut U.S. National Library of
Medicine:
1. Rata-rata pertumbuhan yang lambat.
2. Tidak ada selera atau nafsu makan.
3. Penyembuhan luka yang lambat, muncul lesi pada kulit dan infeksi yang tak kunjung sembuh.

4. Kelelahan yang hebat.

5. Kerontokan pada rambut.

6. Ketidaknormalan pada kemampuan mengecap rasa dan mencium bau.

7. Kesulitan dalam melihat dikegelapan.

8. Menurunnya produksi hormon pada pria (infertilitas).

Khusus untuk poin terakhir, kekurangan seng akan mengganggu proses pembentukan sperma dan
perkembangan organ seks primer dan sekunder pada pria Kekurangan seng pada pria menyebabkan
menurunnya fungsi testikular (testicular hypofunction) yang berdampak pada terganggunya proses
spermatogenesis dan produksi hormon testosteron oleh sel-sel Leydig. Testosteron adalah hormon yang
mempengaruhi libido dan ciri-ciri kelamin sekunder laki-laki. Dalam keadaan normal atau sehat jumlah
yang dianjurkan untuk pria dewasa sebanyak 15 mg per hari, sedangkan wanita 12 mg per hari. Cara
aman mendapatkan zat gizi seng adalah dengan mengonsumsi makanan kaya seng. Makanan yang kadar
sengnya tinggi antara lain kerang, daging sapi, hati, dan rempah/bumbu makanan (spices). Sumber
makanan yang baik adalah keju cheddar, kepiting, daging kambing muda, kacang tanah, dan hewan
ternak. Selain itu, ada pula beberapa unsur makanan yang akan menghambat penyerapan seng dalam
tubuh, yaitu tinggi kadar kalsium, asam fitat, dan mineral copper. Untuk itu, konsumsi makanan
penghambat ini perlu dikurangi jumlah dan frekuensinya.

c) Yodium/iudium Jenis mineral ini, selalu dihubung-hubungkan dengan garam. Bahkan WHO, lembaga
kesehatan dunia milik PBB, pernah mencanangkan gerakan konsumsi garam beryodium di negara
berkembang. Sebenarnya yodium hanyalah mineral yang ‘dititipkan’ pada garam. Hal ini disebabkan
karena sebagian besar masyarakat di dunia menggunakan garam untuk memasak. Namun, sumber
yodium terbesar adalaH , seperti: kerang, udang, rumput laut dan aneka ikan serta hasil olahannya
Peran yodium bagi tubuh Yodium tergolong sebagai mikro mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Di dalam tubuh, yodium sangat dibutuhkan oleh kelenjar tiroid (kelenjar yang agak besar dan berada di
leher depan bagian bawah). Oleh kelenjar tiroid, yodium digunakan untuk memproduksi tiroksin.
Tiroksin adalah hormon yang mengatur aktivitas berbagai organ.

d) Selenium Selenium telah menunjukkan diri sebagai salah satu dari agen-agen antikanker yang lebih
kuat. Apabila ia digabungkan dengan vitamin E, efektivitas keduanya terhadap kanker akan sangat
meningkat. Mereka bersama-sama bekerja sebagai antikanker yang kuat, sistem antipenuaan yang
disebut glutation peroksidase (GSH). Kombinasi ini membentuk satu antioksidan yang paten, dan
karenanya, pemakan radikal bebas ini melindungi membran-membran sel dari serangan radikal bebas.
GSH oleh beberapa orang dilukiskan menyerupai miniatur kekuatan polisi yang mencari dan
menghancurkan sel-sel pemberontak dan radikal-radikal bebas dalam tubuh. Tidak usah ditanyakan lagi
bahwa mereka merupakan senjata penting bagi tubuh untuk mencegah kanker. Jumlah vitamin E dalam
diet seseorang mempengaruhi kadar GSH di dalam tubuh. Sejumlah kemampuan murni lainnya yang
ditunjukkan oleh selenium:

1. Selenium meningkatkan efisiensi sehingga DNA dapat memperbaiki dirinya sendiri. Pada kadar tinggi
selenium bersifat langsung sebagai racun terhadap sel- sel kanker.

2. Selenium menghambat pertumbuhan tumor dalam jaringan payudara manusia.

3. Selenium dapat mendeaktivasi toksisitas radiasi di dalam tubuh.

4. Selenium bekerja membersihkan darah dari efek kemoterapi dan malfungsi liver.

5. Selenium merupakan stimulan yang paten bagi sistem kekebalan. Jadi betapa pentingnya mineral ini
bagi pejuang kanker. Para ilmuwan telah memperhatikan adanya hubungan langsung antara insiden
kanker dan kadar selenium 29

30. di dalam tanah di berbagai negara yang berbeda. Bilamana kadarnya lebih rendah, insiden kanker
pada populasi tersebut meningkat.

e) Tembaga

1. Sumber makanan utama : Daging, tiram, kacang-kacangan, tanaman polong yang dikeringkan,
gandum.

2. Fungsi utama dalam tubuh : Komponen enzim dan Pembentukan sel darah merah

3. Pembentukan tulang

4. Akibat Dari Kekurangan & Kelebihan : Kekurangan : Anemia pada anak – anak yg menderita malnutrisi.
Kelebihan : Pengendapan tembaga dalam otak, kerusakan hati.

5. Kebutuhan Harian Dewasa : Dibutuhkan 2 miligram Sistem tubuh pada orang-orang yang menderita
kanker telah didapati kekurangan tembaga. Oleh karenanya, tembaga tercakup dalam suplemen-
suplemen lainnya disamping mineral-mineral cairan.

f) Mangan

1. Sumber makanan utama : Gandum, buah-buahan yg dikeringkan

2. Fungsi utama dalam tubuh : Komponen enzim

3. Akibat Dari Kekurangan & Kelebihan : Kekurangan : • Penurunan berat badan, • iritasi kulit, • mual &
muntah, • perubahan warna rambut, • pertumbuhan rambut yg lambat Kelebihan :Kerusakan saraf 4.
Kebutuhan Harian Dewasa Dibutuhkan 3,5 miligram Chromium Chromium adalah sejenis mineral mikro
yang esensial bagi tubuh. Esensial dalam hal ini berarti tidak bisa diproduksi oleh tubuh dan harus
didapatkan dari sumber luar (seperti makanan dan suplementasi). Fungsinya hampir sama dengan
insulin yang diproduksi oleh tubuh yaitu untuk mendorong glukosa (karbohidrat) ke dalam sel untuk
dijadikan energi. Asupan chromium yang optimal tampaknya menurunkan jumlah insulin yang
diproduksi agar tidak terlalu banyak menjaga kadar gula darah. Di dalam tubuh manusia dewasa pada
umumnya mengandung 0,4 mg hingga 6 mg Chromium, dengan kadar yang lebih rendah umumnya
dimiliki oleh individu yang berusia lanjut. Dalam beberapa studi kesehatan berdasarkan variasi geografis
(tempat tinggal), ditemukan adanya hubungan yang kuat antara asupan gizi Chromium dengan penyakit
diabetes dan jantung. Di tempat yang masyarakatnya mengkonsumsi cukup Chromium, jumlah
penderita diabetes dan jantung jauh lebih sedikit daripada tempat yang masyarakatnya tidak
mengkonsumsikan cukup Chromium. Sumber alami Chromium: Gandum, kuning telur, bayam, daging
sapi, susu dan kacang hijau.

g) Fluor Sudah ada kontroversi tentang fluor yang ditambahkan ke dalam air. Walaupun tidak begitu
diperlukan, fluor terbukti dapat melindungi lubang gigi saat dikonsumsi dalam jumlah menengah (di
bawah 4 mg/l). Fluor bertanggung jawab terhadap pencegahan kerusakan gigi yang terjadi di Amerika
Serikat mulai pertengahan tahun 1980-an. Tindakan khusus harus dilakukan saat jumlah fluor yang
dikonsumsi oleh anak-anak. Tingkat fluor diatas 2mg/l dapat merusak pertumbuhan gigi orang dewasa
sebelum menjadi gigi tetap Sumber fluor di antaranya adalah air, makanan laut, tanaman, ikan dan
makanan hasil ternak. Sedangkan fungsi fluor di antaranya adalah :

• Untuk pertumbuhan dan pembentukkan struktur gigi.

• Untuk mencegah karies gigi.

c. Air

Tubuh dapat bertahan selama berminggu-minggu tanpa makanan, tapi hanya beberapa hari tanpa air.
Air atau cairan tubuh merupakan bagian utama tubuh, yaitu 55-60% dari berat badan orang dewasa
atau 70% dari bagian tubuh tanpa-lemak (lean body mass). Angka ini lebih besar untuk anak-anak. Pada
proses menua manusia kehilangan air. Kandungan air bayi pada waktu lahir adalah 75% berat badan,
sedangkan pada usia tua menjadi 50%. Kehilangan ini sebagian besar berupa kehilangan cairan
ekstraselular. Kandungan air tubuh relatif berbeda antarmanusia, bergantung pada proporsi jaringan
otot dan jaringan lemak. Tubuh yang mengandung relatif lebih banyak otot mengandung lebih banyak
air, sehingga kandungan air atlet lebih banyak daripada nonatlet, kandungan air pada laki-laki lebih
banyak daripada perempuan, dan kandungan air pada anak muda lebih banyak daripada orang tua. Sel-
sel yang aktif secara metabolik, seperti sel-sel otot dan visera (alat-alat yang terdapat dalam rongga
badan, seperti paru-paru, jantung, dan jeroan) mempunyai konsentrasi air paling tinggi, sedangkan sel-
sel jaringan tulang dan gigi paling rendah.

Air mempunyai berbagai fungsi dalam proses vital tubuh, yaitu:

1. Pelarut zat-zat gizi yang diperlukan tubuh dan mengangkut sisa metabolism

2. Katalisator dalam berbagai reaksi biologi dalam sel

3. Pelumas dalam cairan sendi-sendi tubuh


4. Fasilitator pertumbuhan atau sebagai zat pembangun

5. Pengatur suhu karena kemampuan air menyalurkan panas

6. Peredam benturan dalam mata, jaringan saraf tulang belakang, dan dalam kantung ketuban
melindungi organ-organ tubuh dari benturan.

33. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil dalam makalah ini yaitu :
1. Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup
untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Sedangkan Bahan makanan adalah apa yang kita beli, kita masak
dan yang kita susun menjadi hidangan. Contohnya: beras, jagung, sayur, daging dan telur. 2. Bahan
pangan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan dari asalnya yaitu Bahan makanan Hewani dan Bahan
makanan Nabati. Bahan makanan hewani adalah bahan makanan yang merupakan produk dari hewan
atau bahan makanan olahan yang berasal dari hewan. Bahan makanan nabati adalah bahan makanan
yang berasal dari tumbuhan atau bahan makanan yang berbahan dasar dari tumbuhan. kebanyakan
merupakan sumber karbohidrat,vitamin, lemak dan protein. contohnya : ubi, jagung, beras, buah-
buahan dan lain-lain. 3. Dimasyarakat dikenal berbagai macam jenis makanan yaitu diantaranya : a.
Makanan pokok b. Makanan lauk pauk 33

34. c. Makanan sayur d. Makanan buah 4. Secara umum macam dan jenis zat makanan dibedakan
menjadi 2 bagian, yaitu : a. Zat makanan makro, yaitu zat makanan yang dibutuhkan tubuh dalam
jumlah banyak dan berfungsi sebagai sumber energi dan pembentukan sel-sel tubuh. Yang termaksud
zat makanan makro adalah karbohidrat, protein, dan lemak. b. Zat makanan mikro, yaitu zat makanan
yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit namun sangat diperlukan oleh tubuh. Jika kekurangan zat
makanan mikro maka system metabolism tubuh dapat terganggu. Yang termasuk zat makanan mikro
adalah vitamin, mineral dan air. 3.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan dalam makalah ini yaitu
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan sebaiknya kita mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempur,
agar tubuh kita tetap sehat dan dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. 34

Recommended

Bahan ajar makanan,zat makanan dan gizi

Bahan ajar makanan,zat makanan dan gizi

haryanti1234

Kelompok 3 respirasi hewan

Kelompok 3 respirasi hewan


Universitas Bengkulu

Zat makanan

Zat makanan

Eghazeerick Cagh'cassudth

keseimbangan energi

keseimbangan energi

Nur Annissa Gyardany

Zat zat makanan [autosaved]1

Zat zat makanan [autosaved]1

Ayu Rahmawati

Praktikum uji makanan

Praktikum uji makanan

Lia Sulistia

14708259005 karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral

14708259005 karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral

Sri Rokhmaniyati

Laporan praktikum bio (uji zat makanan)

Laporan praktikum bio (uji zat makanan)

Nida Chofiya

Andreas Langegger Ramos - 2011 - Der Anderen Worte - Zur Informationsverwirklichung und
Informationstransmission bei audiovisuellen Inhalten am Beispiel des Filmes

Andreas Langegger Ramos - 2011 - Der Anderen Worte - Zur Informationsverwirkl...

Andreas Langegger

Research Gate: Cristian Randieri, PhD Active Scientist Writer Member - Last Update 11 Nov 2015

Research Gate: Cristian Randieri, PhD Active Scientist Writer Member - Last U...

Cristian Randieri PhD


English Español Português Français Deutsch

About Dev & API Blog Terms Privacy Copyright Support

LinkedIn Corporation © 2017