Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BIOLOGI

MORFOLOGI TUMBUHAN

“batang”
DISUSUN OLEH

KELOMPOK 3

1. REKA PERMATA ZALEN (1611122053)


2. ATIKAH MUSYITARI (1611122054)
3. GITA PURWANTI (1611122035)
4. TOMI IRVANDI (1611122058)

TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas rahmat allah swt, yang telah memberikan kami kesempatan
hingga saat ini, hingga kami bisa menyusun makalah ini dalam rangka memenuhi tugas yang Ibu
berikan di semester genap ini. Tak lupa shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada
junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam gelap ke alam
yang terang benderang, dari alam jahiliyah ke alam yang penuh berkah ini. kami mengucapkan terima
kasih kepada bapak. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman teman dan seluruh
pihak yang telah memberikan bantuannya berupa materiil maupun non materiil, karena tanpa
bantuan tersebut kami tidak mungkin dapat menyelesaikan tugas ini.
Kami menyusun makalah ini dengan sungguh-sungguh dan semampu kami. kami berharap
dengan adanya makalah ini dapat memberikan pengalaman maupun pelajaran yang berarti bagi
siapa saja yang membacanya.
Akhir kata, manusia tidak ada yang sempurna, begitu pula dengan makalah ini. Jauh dari
sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat kami nantikan demi
kesempurnaan tugas ini.

Padang, februari

penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Tumbuhan terbentuk dari kelompok-kelompok sel dengan tipe serupa dengan pola yang
terorganisir secara tertentu. Massa sel yang terorganisir dan berkesinambngan di sebut jaringan.
Suatu jaringan dapat di pandang sebagai suatu populasi sel yang serupa, satu populasi dikelilingi
oleh populasi-populasi lain; dalam hal ini jaringan dikelilingi oleh satu atau lebih populasi jenis-
jenis lainnya. Suatu populasi mempunyai hubungan-hubungan erat dan mutlak dengan populasi
yang berdekatan. Jaringan-jaringan tersebut bergabung menjadi bagian tubuh yang melaksanakan
satu atau beberapa fungsi untuk seluruh organismenya, bagian tubuh demikian misalnya, daun,
batang, akar, dan disebut organ.

Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting bagi tumbuhan yang berada di atas
permukaan tanah. Mengingat tempat dan kedudukannya bagi tubuh tumbuhan, batang dapat
disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Oleh karena itu untuk mempertahankan fungsinya,
batang melakukan berbagai adaptasi terhadap lingkungan dimana tumbuhan tersebut tumbuh.
Adaptasi setiap tumbuhan berbeda-beda tergantung kebutuhan dari tumbuhan tersebut. Modifikasi
batang merupakan salah satu jalan tubuh tumbuhan dalam melakukan adaptasi, artinya adaptasi
dapat dilakukan tumbuhan dengan melakukan modifikasi bagian tubuh tumbuhan, termasuk
batang. Dalam makalah ini akan dijelaskan berbagai bentuk adaptasi dan modifikasi yang
dilakukan batang dalam mempertahankan hidup tumbuhan.

1.2 Rumusan masalah


1. Apa saja jenis batang tumbuhan tinggi?
2. Apa saja bentuk bentuk batang tumbuhan?
3. Apa saja bentuk modifikasi batang tumbuhan?
4. Bagaimana arah tumbuh batang?
5. Apa saja jenis percabangan pada batang?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui jenis batang tumbuhan tinggi.
2. Mengetahui bentuk batang tumbuhan.
3. Mengetahui bentuk modifikasi batang tumbuhan.
4. Mengetahui tentang arah tumbuh batang.
5. Mengetahui jenis percabangan pada batang.
BAB II

PEMBAHASAN

1. BATANG TUMBUHAN TINGGI.

Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting tumbuhan yang berada di
atas permukaan tanah. Batang tumbuh dari batang lembaga yang tumbuh dari dalam biji.
Selanjutnya pertumbuhan berasal dari titik tumbuh berupa meristem apical yang terdapat
dalam batang. Mengingat tempat dan kedudukannya bagi tubuh tumbuhan, batang dapat
disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang terdiri dari sumbu tegak
dengan daun-daun yang melekat padanya. Beberapa sifat umum batang antara lain:

1. Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain,
akan tetapi selalu bersifat aktinomorf yaitu dapat dengan sejumlah bidang dibagi menjadi
dua bagian yang setangkup.
2. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku, dan pada buku-buku
tersebut terdapat daun.
3. Tumbuhnya biasanya ke atas, menuju cahaya atau matahari ( bersifat fototrop / heliotrope)
4. Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek seperti rumput
& pada waktu batang masih muda.
5. Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan bahwa batang
mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
6. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan tidak digugurkan, kecuali
kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.

tugas batang antara lain :

1. Mendukung bagian-bagian tumbuhan yang berada di atas tanah, yaitu : bunga, daun, dan
buah.
2. Memperluas bidang asimilasi dengan percabangannya dan menempatkan bagian-bagian
tumbuhan di dalam ruang sedemikian rupa sehingga dari segi kepentingan tumbuhan
bagian-bagian tadi terdapat dalam posisi yang paling menguntungkan.
3. Sebagai jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan jalan
pengangkutan hasil-hasil asimilasi dari atas ke bawah.
4. Menjadi tempat penimbunan zat-zat cadangan makanan.

Fungsi batang :

1. Sebagai organ lintasan air dan mineral dari akar ke daun dan lintasan zat makanan hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
2. Sebagai organ pembentuk dan penyangga daun.
3. Sebagai tempat penyimpanan makanan.
4. Sebagai lat perkembangbiakan vegetative.

Secara umum tumbuhan tinggi mempunyai batang yang jelas yang tumbuh tegak,
rebah/menjalar, merambat, menggantung dan sebagainya, tetapi ada pula tumbuhan yang
terlihat tidak memiliki batang sama sekali. Berdasarkan keadaan tersebut, tumbuhan di
bedakan sebagai berikut :

a. Tumbuhan yang tidak memiliki batang (acaulescent). Tumbuhan ini tidak memiliki
batang sama sekali Karena seluruh nutrisi dan hasil metabolosmenya sangat bergantung
pada tumbuhan inangnya. Contoh : Rafflesia gadutensis
b. Tumbuhan dengan batang yang kurang jelas (planta caulis). Batangnya kurang jelas
Karena ruas (internodus) yang sangat pendek dibandingkan organ lainnya, sehingga
seolah olah tidak memiliki batang. Contoh : lobak sawi (Brassica juncea).
c. Tumbuhan yang mempunyai batang yang jelas (caulescent). Berdasarkan struktur
batangnya dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Herbaceus
Herbaceus merupakan batang basah, yaitu batang yang lunak dan berair, ini
merupakan tumbuhan yang biasanya beradaptasi pada kondisi tanah yang lembab dan
tidak dapat tumbuh pada tanah yang kering.Misalnya bayam ( Amaranthus spinosus
) dan krokot ( Portulaca oleracea ).
2. Lignosus
Lignosus merupakan batang berkayu yang keras dan kuat. Ini terdapat pada pohon-
pohon ( abores ) dan semak-semak ( frutices ). Pohon adalah tumbuhan yang tinggi
besar dan bercabang jauh dari permukaan tanah. Contoh pohon : mangga ( Mangifera
indica ). Sedangkan semak adalah tumbuhan yang tidak begitu besar dan bercabang
dekat dengan permukaan tanah bahkan di dalam tanah.Contoh semak : sidaguri ( Sida
rhombifolia)
3. Calmus
Calmus merupakan batang rumput, mempunyai batang yang tidak keras, mempunyai
ruas-ruas yang nyata dan sering kali berongga. Tumbuhan ini beradaptasi pada habitat
yang berair bahkan berlumpur. Contoh : padi ( Oryza sati va ) dan rumput (
Gramineae ).
4. Calamus
Calamus merupakan batang mendong, seperti batang rumput tetapi mempunyai ruas-
ruas yang lebih panjang. Contoh : mendong ( Fimbristylis globulosa ) dan teki (
Cyperus rotundus ).
2. BENTUK BATANG TUMBUHAN
1. Bulat (teres), misalnya : bambu (Bambusa ap.)
2. Persegi (angularis), terdapat dua macam :
 Bangun segitiga (triangularis), misal markisah (passaiflora quandrangularis)
 Bangun Segi empat (quandrangularis), misal : rumput teki (cyperius rotundus)
3. Pipih, terdapat dua sifat yaitu :
 Filoklaida, amat pipih dan tumbuhnya terbatas, misal : Jakang (muehlenbeckia
platyclada Meisesn)
 Kladodida, tumbuhnya terus dan mengadakan percabangan, misal : kaktus (Opuntia
vulgaris Mill).

Bentuk permukaan kulit batang :

 Licin, misal : Batang jagung (zea mays L).


 Berusuk (costatus), pada permukaan batang terdapat rigi - rigi membujur, misalnya
(coleus scuterllariodes benth).
 Beralur (sukcatus) jika membujur batang terdapat alur yang jelas, misal : cereus
peruvianus L).
 Bersayap (alatus), pada batang - batang persegi sudutnya mengadakan pelebaran
tipis, misal : ubi (Dioscoren alata L).
 Berambut (pilgusus), misal : tembakau (Nicotiana tabacum L).
 Berduri (spinosus), misal : mawar

3. MODIFIKASI BATANG TUMBUHAN

1. Bonggol, pangkal batang atau batang bulat pendek yang berada tepat di bawah
permukaan tanah. Bonggol yang memiliki fungsi tambahan sebagai tempat cadangan
energi disebut sebagai bonggol umbi (cormus). Contoh tumbuhan yang memiliki:
pisang, suweg.
2. Geragih (stolo), suatu cabang khusus yang menjalar di permukaan atau di bawah
permukaan tanah dengan ruas yang panjang dan pada bukunya lalu muncul tunas daun
atau akar. Contoh : lili paris, kentang
3. Rimpang (rhizom), yaitu batang mendatar, gemuk, dan berada di permukaan tanah atau
di bawah permukaan, dengan ruas-ruas pendek. Contoh: berbagai temu-temuan
4. Umbi batang (tuber), yang merupakan pembengkakan geragih atau rimpang karena
bertambah fungsi sebagai penyimpan cadangan energi.
5. Cakram pada umbi lapis, suatu bentuk batang yang sangat pendek dan menjadi
penyangga dari pangkal daun sukulen. Contoh : bawang-bawangan, Amaryllis.
6. Duri / spina. Contoh : rukam (Flacourtia rukam).

4. ARAH TUMBUH BATANG


1. Tegak Lurus (erectus), jika arah tumbuhnya lurus ke atas. Misalnya pada Pepaya
(Carica papaya L.).
2. Menggantung (dependens/pendulus), untuk tumbuhan yang tumbuh pada lereng-lereng
atau tepi jurang. Misalnya pada Zebrina pendula Schnitzl.
3. Berbaring (humifusus), jika batang terletak pada permukaan tanah, hanya ujung batang
saja yang sedikit membengkok ke atas. Misalnya pada Semangka (Citrullus vulgaris
Schrad.).
4. Menjalar/Merayap (repens), seperti pada batang berbaring, tetapi buku-buku keluar
akar-akar. Misalnya pada Ubi Jalar (Ipomoea batatas Poir.).
5. Serong ke Atas/Condong (ascendens), jika pangkal batang seperti hendak berbaring,
tetapi bagian lainnya membengkok ke atas. Misalnya pada Kacang Tanah (Arachis
hypogaea L.).
6. Mengangguk (nutans), jika batang tumbuh tegak lurus ke atas, tetapi ujung batang
membengkok kembali ke bawah. Misalnya pada Bunga Matahari (Helianthus annuus
L.).
7. Memanjat (scandens), jika batang tumbuh ke atas dengan penunjang (benda mati atau
tumbuhan lain) menggunakan:
a. Akar Pelekat, misalnya pada Sirih (Piper betle L.).
b. Akar Pembelit (sulur dahan), misalnya pada Anggur (Vitis vinifera L.).
c. Daun Pembelit (sulur daun), misalnya pada Kembang Sungsang (Gloriosa
superba L.).
d. Tangkai Pembelit, misalnya pada Kapri (Pisum sativum L.).
8. Membelit (volubilis), jika batang naik ke atas menggunakan penunjang seperti pada
batang yang memanjat, tetapi tidak menggunakan alat-alat khusus melainkan
batangnya sendiri naik dengan membelit penunjangnya. Arah pembelitannya
dibedakan menjadi:
a. Membelit ke Kiri (sinistrorsum volubilis), jika dilihat dari atas arah belitannya
berlawanan dengan arah jarum jam. Sehingga jika jalannya batang diikuti,
maka penunjang akan selalu berada di sebelah kiri. Misalnya pada Kembang
Telang (Clitoria ternatea L.).
b. Membelit ke Kanan (dextrorsum volubilis), jika arah belitan sama dengan arah
jarum jam. Sehingga jika jalannya batang diikuti, maka penunjang akan selalu
berada di sebelah kanan. Misalnya pada Gadung (Dioscorea hispida Dennst.)
5. JENIS PERCABANGAN BATANG
Cara percabangan ada bermacam-macam, biasanya dibedakan tiga macam cara
percabangan, yaitu:

1. Cara percabangan monopodial, yaitu jika batang pokok selalu tampak jelas. Karena lebih
besar dan lebih panjang (lebih cepat pertumbuhannya) daripada cabang-cabangnya,
misalnya pohon cemara (Casuarina equisetifolia L.).
2. Percabangan simopodial, batang pokok sukar ditentukan, karena dalam perkembangan
selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat
pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya, misalnya pada sawo manila (Achras
zapota L.).
3. Percabangan menggarpu atau dikotom, yaitu cara percabangan, yang batang setiap kalai
menjadi dua cabang yang sama besarnya, misalnya paku andam (Gleicenia linearis clarke).

Cabang yang besar yang biasanya langsung keluar dari batang pokok lazimnya disebut
dahan (rasmus), sedang cabang-cabang yang kecil dinamakan ranting (ramulus). Cabang-
cabang pada suatu tumbuhan dapat bermacam-macam sifatnya, oleh sebab itu cabang-
cabang dapat dibedakan seperti dibawah ini :

1. Geragih (flagellum, stolo), yaitu cabang-cabang kecil panjang yang tumbuh merayap, dan
dari buku-bukunya ke atas keluar tunas baru dan ke bawah tumbuh akar-akar. Tunas pada
buku-buku ini beserta akar-akarnya masing-masing dapat terpisah merupakan suatu
tumbuhan baru. Cabang yang demikian ini dibedakan lagi dalam dua macam :
a. Merayap di atas tanah, misalanya pada daun kaki kuda (Centella asiatica Urb.) dan
arbe (Fragraria vesca L.),
b. Merayap di dalam tanah, misalnya teki (Cyperus rotundus L.), kentang (Solanum
tuberosum L.).
2. Wiwilan atau tunas air (virga singularis), yaitu cabang yang biasanya tumbuh cepat
dengan ruas-ruas yang panjang, dan seringkali berasal dari kuncup yang tidur atau kuncup-
kuncup liar. Seringkali terdapat pada kopi (coffea sp) dan pohon coklat (Theobroma cacao
L).
3. Sirung panjang (Virga), yaitu cabang-cabang yang biasanya merupakan pendukung daun-
daun, dan mempunyai ruas-ruas yang cukup panjang. Pada cabang-cabang demikian ini
tidak pernah dihasilkan bunga, oleh sebab itu sering disebut pula cabang yang mandul
(steril).
4. Sirung pendek (Virgula atau Virgula sucrescens), yaitu cabang-cabang kecil dengan ruas-
ruas yang pendek yang selain daun biasanya merupakan pendukung bunga dan buah.
Cabang yang dapat menghasilkan alat perkembangbiakan bagi tumbuhan ini disebut pula
cabang yang subur (fertil).
Cabang-cabang pada suatu tumbuhan biasanya membentuk sudut yang tertentu
dengan batang pokoknya. Bergantung pada besar kecilnya sudut ini, maka arah tumbuh
cabang menjadi berlainan.Umumnya orang membedakan arah tumbuh cabang seperti
berikut :
 Tegak (fastigiatus), yaitu jika sudut antara batang dan cabang amat kecil, sehingga arah
tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja sedikit serong ke atas, tetapi selanjutnya
hampir sejajar dengan batang pokoknya, miaslnya wiwilan pada kopi (Coffea sp).
 Condong ke atas (patens), jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut kurang lebih
45o, misalnya pada pohon cemara (Casuarina equisetifolia L.),
 Mendatar (horizontalis), jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut sebesar
kurang lebih 90oC, misalnya pada pohon randu (Ceiba pentandra Gaertn).
 Terkulai (decilinatus), jika cabang pada pangkalnya mendatar, tetapi ujungnya lalu
melengkung ke bawah, misalnya kopi robusta (Coffea robusta Lindl.),
 Bergantung (pendulus), cabang-cabang yang tumbuhnya ke bawah, misalnya cabang-
cabang tertentu pada Salix.
BAB III
PENUTUP
1.1 KESIMPULAN
 Struktur batang dapat dibedakan menjadi batang lunak, batang berair, batang
berkayu, batang rumput dan batang mensi.
 Bentuk batang pada umumnya adalah bulat, segitiga, segiempat, dan pipih.
 Arah tumbuh batang yang umumnya ditemukan pada tumbuhan adalah tegak
lurus, berbaring, menjalar / merayap, condong, memanjat, dan membelit.
 Beberapa modifikasi batang tumbuhan adalah dalam bentuk rimpang, umbi, sulur
dan duri.
DAFTAR PUSTAKA

Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta. Gadjah Mada University


Press

Syamsuardi, dan Nurainas. 2015. Morfologi Tumbuhan. Padang. Sukabina Press.

Anda mungkin juga menyukai