Anda di halaman 1dari 14

Analisis Biaya Berdasarkan Unit Cost pada Ruang Rawat Inap Syekh Yusuf Kabupaten

Gowa

Cost Analysis Based on Unit Cost in Inpatient Room at Syekh Yusuf Hospital Gowa

Muhammad Al fajrin, Muh.Yusri Abadi, Dian Saputra Marzuki


Departemen AKK Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin
(fjr20fjr@gmail.com, abadiyusri@gmail.com, diansaputramarzuki@gmail.com, 082346749201)

ABSTRAK
Meningkatnya pendapatan masyarakat menyebabkan kecenderungan peningkatan pelayanan
bermutu, maka rumah sakit harus bisa bekerja secara efektif sehingga dapat memberikan pelayanan
yang bermutu dengan harga yang terjangkau. Penelitian ini bertujuan mengetahui biaya satuan pada
ruang rawat inap RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa tahun 2015. Penelitian ini dilakukan di RSUD
Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Penelitian ini adalah survey deskriptif. Populasi yang dipakai adalah
seluruh transaksi keuangan yang dilakukan di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa selama tahun
2015. Sampel pada penelitian adalah hasil transaksi keuangan yang berkaitan dengan biaya tetap,
biaya operasional tetap dan biaya operasional tidak tetap pada unit rawat inap di Rumah Sakit Umum
Daerah Syekh Yusuf Kabupaten Gowa tahun 2015. Data dianalisis menggunakan metode distribusi
ganda. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu biaya satuan pada ruang rawat inap berdasarkan
distribusi ganda dengan TC II adalah untuk ruang rawat inap kelas VIP sebesar Rp.559.042,-; ruang
rawat inap kelas 1 sebesar Rp.335.433,-; ruang rawat inap kelas 2 sebesar Rp.283.367,-; dan ruang
rawat inap kelas 3 sebesar Rp.161.722,-. Penelitian ini menyarankan sebaiknya pihak rumah sakit
menetapkan tarif pelayanan secara rasional salah satunya berdasarkan analisis biaya satuan (unit cost)
serta berdasarkan ability to pay dan willingness to pay masyarakat.
Kata kunci: Rumah sakit, rawat inap, biaya

ABSTRACT
Rising incomes lead to an increasing trend of high-quality service, the hospital should be able
to work effectively to provide quality services at affordable prices. This research aims to determine the
unit cost of inpatient room at Syekh Yusuf Hospital of Gowa District in 2015. This research conducted
at the Syekh Yusuf Hospital of Gowa District. This research is descriptive survey. The population used
in this study are all financial transactions that occur in Syekh Yusuf Hospital of Gowa District during
2015. While, the sample in this study is the result of financial transactions related to fixed cost, semi
variable cost, and variable cost of inpatient unit at Syekh Yusuf Hospital of Gowa District in 2015.
The data were analyzed using double distribution method. The result obtained from this research is
the cost of a inpatient unit based on double distribution method with TC II are as follows the inpatient
room VIP class is Rp.559.042,-; inpatient room 1st class is Rp.335.433,-; inpatient room 2rd class is
Rp.283.367,-; inpatient room 3rd class is Rp.161.722,-. This study suggests the hospitals should
establish tariffs in a rational way based on cost analysis unit (unit cost) as well as by Ability To Pay
and Willingness To Pay society.
Keywords: Hospital, inpatient, unit cost
PENDAHULUAN
Pembiayaan kesehatan adalah besarnya dana yang harus disediakan untuk
menyelenggarakan dan atau memanfaatkan berbagai upaya kesehatan yang diperlukan oleh
perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat.1 Adanya isu desentralisasi dan perundangan
yang berlaku yaitu UU no. 22 dan UU no. 25 tahun 1999 (UU no. 33 dan 36 tahun 2004)
tentang perimbangan keuangan Pusat dan Daerah, serta Kepmendagri no. 29 tahun 2002
tentang pedoman umum penyusunan APBD, UU no. 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah,
UU no. 25 tahun 2004 tentang perencanaan pembangunan nasional, PP no. 23 tahun 2005
tentang badan layanan umum, PP no. 24 tahun 2005 tentang standar akuntansi pemerintah,
membuat rumah sakit harus melakukan banyak penyesuain khususnya dalam hal pengelolaan
teknis keuangan maupun penganggarannya, termasuk penentuan biaya.2
Rumah sakit sebagai organisasi publik diharapkan mampu memberikan pelayanan
kesehatan yang bermutu kepada masyarakat. Namun, disatu sisi Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) sebagai unit organisasi milik pemerintah daerah dihadapkan pada masalah
pembiayaan dalam arti alokasi anggaran yang tidak memadai sedangkan pendapatan dari
penerimaan masih rendah dan tidak boleh digunakan secara langsung. Kondisi ini akan
memberikan dampak serius bagi pelayanan kesehatan di rumah sakit karena sebagai
organisasi yang beroperasi setiap hari, likuiditas keuangan merupakan hal utama dan
dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya.3
Berdasarkan kenyataan, di Indonesia terjadi keadaan yang menunjukkan adanya
campuran antara kekuatan pasar dan peran pemerintah. Penarifan untuk rumah sakit
pemerintah dan swasta dipengaruhi oleh pemerintah. Khusus rumah sakit pemerintah daerah,
penarifan dilakukan oleh Peraturan Daerah (Perda). Dalam hal ini terjadi berbagi variasi
dalam penetapan peraturan daerah. Ada daerah yang sangat longgar, tetapi ada pula yang
sangat kaku. Namun, berbagai komponen pelayanan, termasuk bangsal VIP, penetapan tarif
dilakukan rumah sakit tanpa ditentukan oleh peraturan pemerintah. Sistem ini semakin
dipakai karena penetapan tarif oleh pemerintah sering tidak sesuai dengan unit cost dan
terjadinya subsidi.4
Pada perusahaan swasta penetapan tarif merupakan keputusan yang paling sulit
dilakukan, karena informasi yang ada biasanya tidak lengkap. Di kalangan rumah sakit lebih
parah lagi karena informasi mengenai biaya satuan (unit cost) misalnya sangat terbatas
dilakukan. Prospek rumah sakit di masa depan harus mampu menetapkan tarif sebagai
komponen yang menguntungkan atau bagian dari perkembanagn kemajuan rumah sakit itu
sendiri, jika hal ini terabaikan maka kemungkinan rumah sakit itu akan mengalami
kebangkrutan.5
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1165/MENKES/SK/X/2007 tentang pola tarif
rumah sakit badan layanan umum, pada pasal 3 ayat 1 dalam keputusan menteri kesehatan ini
dibahas tarif rumah sakit dihitung atas dasar unit cost dari setiap jenis pelayanan dan kelas
perawatan.6 Perlunya analisis biaya dalam perencanaan untuk menjawab biaya satuan
kegiatan pada unit pelayanan rawat inap serta tindakan medis dan pelayanan penunjang agar
dapat dihitung total pembiayaan yang diperlukan, untuk menghentikan inisiatif-inisiatif yang
menetapkan harga yang hanya ditetapkan secara spekulasi. Selain itu, sebagai masukan atau
pendapat bagi para pengguna dan tim manajer serta pemerintah, sehingga dapat menentukan
harga yang dapat diterima semua pihak, dengan tetap berpedoman pada Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia.7
Hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Larantuka
menyimpulkan bahwa tarif yang diberlakukan lebih rendah dari biaya satuan.8 Demikian juga
dengan penelitian yang dilakukan pada instalasi Rawat Jalan dan Rawat Inap Rumah Sakit
Umum Daerah Manokowari.9 Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Kabupaten Gowa
merupakan Rumah Sakit klasifikasi B non-pendidikan terletak di Ibu kota Kabupaten Gowa
yang merupakan Rumah Sakit rujukan bagian selatan. Dalam memberikan pelayanan kepada
pasien Rrumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Kabupaten Gowa didukung oleh tenaga
yang profesional dibidangnya.10
Tarif Pelayanan RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa masih belum menggunakan
perhitungan unit cost dalam menetapkan tarifnya. Tarif yang berlaku menggunakan Perda
No.8 Tahun 2012 tentang tarif pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf
Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan menggunakan metode asumsi setiap jenis
pelayanan dan metode perbandingan antara rumah sakit yang memiliki tipe yang sama dengan
Rumah Sakit Syekh Yusuf Kabupaten Gowa dalam penentuan tarif Perda No. 8 Tahun 2012.10
Berdasarkan pada uraian di atas, peneliti tertarik ingin mengetahui biaya satuan (unit cost)
pada rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Gowa Tahun 2015.

BAHAN DAN METODE


Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey
deskriptif untuk memberikan gambaran tentang biaya satuan (unit cost) pada ruang rawat inap
RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah
semua hasil transaksi keuangan yang dilakukan di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa
tahun 2015. Sampel dalam penelitian ini adalah semua hasil yang berkitan dengan biaya tetap
(fixed cost), biaya operasional tetap (semi variable cost) dan biaya operasional tidak tetap
(variable cost) pada pusat biaya. Pengumpulan data diperoleh melalaui observasi dan
pengumpulan semua hasil transaksi keuangan yang berkaitan dengan biaya tetap (fixed cost),
biaya operasional tetap (semi variable cost) dan biaya operasional tidak tetap (variable cost)
unit rawat inap di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun 2015. Pengolahan data
dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel dengan membuat Spreadsheet
untuk metode distribusi ganda (double distribution method) dan disajikan dalam bentuk tabel
disertai dengan penjelasan dalam bentuk narasi.

HASIL
Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Syekh yusuf Kabupaten Gowa.
Pengumpulan data dilaksanakan sejak tanggal 19 Desember 2016 sampai tanggal 20 Januari
2017, dilanjutkan dengan pengolahan data sampai 25 januari 2017. untuk keperluan analisis
biaya satuan, data yang dikumpulkan adalah data biaya tetap (fixed cost), biaya operasional
tetap (semi variabel cost) dan biaya operasional tidak tetap (variabel cost) tahun anggaran
2015. Perhitungan biaya satuan perlu mengidentifikasi semua pusat biaya ke dalam pusat
biaya produksi dan pusat biaya penunjang.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa total biaya tetap (fixed cost) sebesar
Rp.13.163.897.319,-. Pusat biaya ruang rawat inap kelas 3 merupakan total biaya tetap (fixed
cost) terbesar yaitu sebesar Rp.3.062.765.913,- (23,7%) dan total biaya tetap (fixed cost)
terkecil berada pada pusat biaya laundry sebesar Rp.22.585.100,- (0,17%). Sedangkan untuk
komponen biaya tetap (fixed cost), investasi gedung merupakan yang terbesar yaitu
Rp.11.640.319.125,- dan komponen biaya investasi terkecil yaitu biaya investasi kenderaan
sebesar Rp.158.964.984,-.
Total biaya operasional tetap (semi variabel cost) sebesar Rp.15.166.284.958,-. Total
biaya operasional tetap (semi variabel cost) pada pusat biaya kantor merupakan yang terbesar
yaitu Rp.3.665.306.340,- (24,17%) dan total biaya operasional tetap (semi variabel cost)
terkecil berada pada pusat biaya poliklinik jiwa sebesar Rp.113.410.277,- (0,75%). Untuk
Komponen biaya operasional tetap (semi variabel cost), gaji pegawai merupakan yang
terbesar yaitu Rp.13.799.694.080,-, disusul komponen biaya pemeliharaan alat non medis
sebesar Rp.685.075.550,- kemudian komponen biaya pemeliharaan gedung sebesar
Rp.297.471.600,-, selanjutnya komponen biaya pemeliharaan alat medis sebesar
Rp.295.227.692,- dan pemeliharaan kendaraan merupakan yang terkecil sebesar
Rp.88.816.036,-.
Total biaya operasional tidak tetap (variabel cost) sebesar Rp.8.106.346.084,-. Total
biaya operasional tidak tetap (variabel cost) pada pusat biaya bedah merupakan yang terbesar
yaitu sebesar Rp.2.429.468.075,- (29,97%) dan total biaya operasional tidak tetap (variabel
cost) terkecil berada pada pusat biaya poliklinik jiwa sebesar Rp.10.972.955,- (0,14%).
Selanjutnya untuk komponen biaya operasional tidak tetap (variabel cost), komponen BHP
medis merupakan yang terbesar yaitu Rp.4.503.043.287,- disusul komponen biaya habis pakai
non medis sebesar Rp.2.685.982.524,-, kemudian komponen biaya listrik sebesar
Rp.878.128.470,- selanjutnya komponen biaya telepon sebesar Rp.27.949.303,- dan
komponen terkecil adalah biaya air sebesar Rp.11.242.500,-.
Total cost I sebesar Rp.36.436.528.361,-, total cost II sebesar Rp.23.272.631.042,- dan
total cost II sebesar Rp.8.106.346.084,-. Total cost I terbesar terdapat pada pusat biaya ruang
rawat inap kelas 3 sebesar Rp.7.481.397.746,- dan yang terkecil terdapat pada pusat biaya
laundry yaitu sebesar Rp.265.411.087,-, sedangkan untuk total cost II pusat biaya terbesar
terdapat pada ruang rawat inap kelas 3 sebesar Rp.4.418.631.833,- dan terkecil terdapat pada
pusat biaya poliklinik jiwa sebesar Rp.124.383.232,- dan untuk total cost III pusat biaya
terbesar terdapat pada bedah sebesar Rp.2.429.468.075,- dan terkecil terdapat pada pusat
biaya poliklinik jiwa sebesar Rp.10.972.955,-.
Besarnya biaya satuan (unit cost) berdasarkan double distribution dengan menggunaka
rumus 1 (TC=FC+SVC+VC) adalah untuk rawat inap VIP sebesar Rp.986.730,- untuk rawat
inap kelas 1 sebesar Rp.544.483,-, untuk rawat inap kelas 2 sebesar Rp.515.183,- dan untuk
rawat inap kelas 3 sebesar Rp.259.890,-. Biaya satuan (unit cost) berdasarkan double
distribution dengan menggunaka rumus 2 (TC=SVC+VC) adalah untuk rawat inap VIP
sebesar Rp.559.042,-, untuk rawat inap kelas 1 sebesar Rp.335.433,-, untuk rawat inap kelas 2
sebesar Rp.283.367,- dan untuk rawat inap kelas 3 sebesar Rp.161.722,-. Biaya satuan (unit
cost) berdasarkan Double Distribution dengan menggunaka rumus 3 (TC=VC) adalah untuk
rawat inap VIP sebesar Rp.121.652,- untuk rawat inap kelas 1 sebesar Rp.75.437,- untuk
rawat inap kelas 2 sebesar Rp.64.324,- dan untuk rawat inap kelas 3 sebesar Rp.62.337,-.

PEMBAHASAN
Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun volume kegiatan berubah, atau
relatif tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi dan biaya ini tetap dikeluarkan walaupun tidak
ada kegiatan pelayanan. Dikatakan tidak berubah sebab berapapun jumlah pasien yang
dirawat, tidak akan mempengaruhi nilai dari biaya ini.11 Biaya tetap dihitung dari nilai barang
investasi. Barang investasi yang dimaksudkan adalah barang yang digunakan rumah sakit
lebih dari satu tahun. Nilai barang investasi ini diperoleh langsung dengan menggunakan
rumus AIC atau annualized investmen cost, yaitu rumus untuk nilai barang yang
disetahunkan dengan laju inflsi rata-rata sebesar 10%.
Komponen biaya investasi yang terbesar adalah gedung, kemudian alat medis,
dilanjutkan dengan alat non medis dan yang terkecil adalah komponen kendaraan. Jumlah
total dari AIC gedung, kendaraan, alat medis dan non medis menghasilkan data biaya tetap
(fixed cost). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nisma Abdurrhaman yang
menyatakan bahwa salah satu komponen biaya tetap yang terbesar adalah komponen investasi
alat-alat medis yaitu sebesar Rp.539.739.027,- (56%) dan biaya terkecil adalah kendaraan
yaitu sebesar Rp.66.884.376,- (6,9%). 12
Dari komponen semi variabel cost gaji pegawai merupakan komponen biaya terbesar
dari seluruh komponen biaya. Besar kecilnya total biaya semi variabel sangat dipengaruhi
oleh besarnya jumlah gaji pegawai yang harus dibayarkan. Biaya gaji tersebut termasuk gaji
bulanan (THP) dan insentif yang berasal dari jasa medis, tunjangan bagi tenaga dokter ahli
dan dana kesejahteraan yang diberikan bagi semua pegawai, serta honorarium bagi pegawai
yang mengolah program tertentu. Perhitungan biaya gaji pegawai berdasarkan persentase
pekerjaan di pusat biaya tersebut.
Besarnya komponen gaji pegawai sangat erat hubungannya dengan jumlah pegawai
yang bekerja. Gaji pegawai yang sifatnya semi variabel cost merupakan biaya yang tetap
harus dikeluarkan oleh pihak rumah sakit dengan jumlah yang sama walaupun output
layanan/hari rawat tidak sama atau tidak dipengaruhi kinerja rumah sakit. Hasil penelitian ini
sesuai dengan penelitian Mirnawati yang menyatakan bahwa di Rumah Sakit Ibu dan Anak
Sitti Khadijah Muhammadiyah Cabang Makassar besarnya nilai gaji pegawai yakni sebesar
Rp.939.347.973,- dan biaya pemeliharaan sebesar Rp.507.122.000,-.13
Hasil penelitian menunjukkan total biaya operasional tidak tetap (variabel cost) pada
pusat biaya bedah merupakan yang terbesar yaitu sebesar Rp.2.429.468.075 (29,97%) dan
total biaya operasional tidak tetap (variabel cost) terkecil berada pada pusat biaya poliklinik
jiwa sebesar Rp.10.972.955 (0,14%). Hal ini disebabkan penggunaan biaya BHP medis pada
pusat biaya bedah besar yaitu Rp.2.375.551.977,- dibandingkan dengan poliklinik jiwa yang
penggunaan biaya BHP medisnya sebesar Rp.103.866,-.
Banyaknya pemakaian BHP medis dipengaruhi oleh banyaknya tindakan medis yang
dilakukan di pusat biaya bedah yang berbeda dengan pusat biaya poliklinik jiwa. Jenis dan
lamanya waktu pemberian tindakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah
dan macam-macam alat kesehatan yang digunakan. Dengan demikian, biaya yang ditanggung
pasien juga berbeda, perbedaan ini dihitung dengan menggunakan RVU. Pada pusat biaya
kantor, instalasi gizi, laundry, dan farmasi tidak ada biaya BHP medis dikarenakan tidak ada
bahan habis pakai pada pust biaya tersebut. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian
Cahaya Nasri yang menyatakan bahwa di Rumah Sakit Umum Anatapura Palu biaya BHP
medis merupakan biaya yang terbesar yaitu Rp.4.591.695.173,- dan biaya terkecil adalah
biaya pemakaian air sebesar Rp.25.067.360,-.14
Biaya total (total cost) adalah jumlah keseluruhan biaya yang dibutuhkan oleh rumah
sakit yang dalam penelitian ini dihitung dalam satu tahun anggaran yaitu anggaran tahun
2015. Jenis biaya total (total cost) dalam penelitian ini ada tiga yaitu TC I=FC+SVC+VC, TC
II=SVC+VC, dan TC III=VC. Setelah ketiga komponen biaya diperoleh, maka dapat dihitung
total biaya asli pada masing-masing pusat biaya. Besarnya total biaya sangat dipengaruhi oleh
ketiga komponen tersebut, sehingga makin besar nilai biaya tetap (fixed cost), biaya
operasional tetap (semi variabel cost) dan biaya operasional tidak tetap (variabel cost) maka
nilai biaya total (total cost) akan semakin tinggi.
Perhitungan biaya satuan merupakan hasil akhir dari perhitungan antara besarnya total
biaya setelah double distribution akan dibagi dengan output/lama penggunaan tempat tidur
pada masing-masing ruang rawat inap di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa tahun 2015.
Output pelayanan di unit produksi rumah sakit ada yang sifatnya homogen dan ada yang
sifatnya heterogen. Perbedaan output pelayanan (homogen dan heterogen) menyebabkan
adanya perbedaan dalam perhitungan biaya satuan. Biaya satuan di unit homogen dapat
dihitung langsung dengan membagi total biaya dengan total output di masing-masing unit
produksi yang sifatnya homogen, sedangkan untuk perhitungan biaya satuan di unit yang
sifatnya heterogen perlu dibobot terlebih dahulu dengan RVU untuk masing-masing tindakan
pelayanan. 15
Pada penelitian ini, untuk menghitung biaya satuan pada ruang rawat inap yang terdiri
dari rawat inap kelas VIP, rawat inap kelas 1, rawat inap kelas 2 dan rawat inap kelas 3
dengan Double Distribution dengan tiga cara yaitu perhitungan biaya satuan berdasarkan fixed
cost+semi variabel cost+variabel cost (Total cost 1+ TC I), perhitungan biaya satuan
berdasarkan semi variabel cost+variabel cost (Total cost 2+TC II), perhitungan biaya satuan
berdasarkan variabel cost (Total cost 3+TC III). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UC I
pada ruang rawat inap merupakan yang tertinggi yaitu sebesar Rp.986.730,- dan terkecil
berada pada ruang rawat inap kelas 3 sebesar Rp.259.890,-. Untuk UC II tarif yang tertinggi
berada pada ruang rawat inap VIP sebesar Rp.559.042,- dan terkecil pada ruang rawat inap
kelas 3 sebesar Rp.161.722,-. Sedangkan untuk UC III tarif yang tertinggi berada pada ruang
rawat inap VIP sebesar Rp.121.652,- dan yang terkecil berada pada ruang rawat inap kelas 3
sebesar Rp.62.337,-. Hal ini dikarenakan pada ruang rawat inap VIP memiliki output/lama
penggunaan tempat tidur lebih sedikit sehingga tarifnya besar dibandingkan dengan ruang
rawat inap kelas 3 yang memiliki output/lama penggunaan tempat tidur yang lebih banyak
sehingga tarifnya kecil.

KESIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan disesuaikan dengan tujuan penelitian,
maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah Besarnya biaya satuan (unit cost) pada ruang
rawat inap yang terdiri dari rawat inap kelas VIP, rawat inap kelas I, rawai inap kelas II, dan,
rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun 2015
adalah sebagai berikut: Biaya satuan (unit cost) pada ruang rawat inap kelas VIP untuk UC I
sebesar Rp. 986,730, UC II sebesar Rp. 559,042, dan UC III sebesar Rp. 121,652. Biaya
satuan (unit cost) pada ruang rawat inap kelas 1 untuk UC I sebesar Rp. 544,483, UC II
sebesar Rp. 335,433, dan UC III sebesar Rp. 75,437. Biaya satuan (unit cost) pada ruang
rawat inap kelas 2 untuk UC I sebesar Rp. 515,183, UC II sebesar Rp. 283,367, dan UC III
sebesar Rp. 64,324. Biaya satuan (unit cost) pada ruang rawat inap kelas 3 untuk UC I sebesar
Rp. 259,890, UC II sebesar Rp. 161.722, dan UC III sebesar Rp. 62,337.
Saran dalam penelitian ini adalah sebaiknya rumah sakit melakukan analisis biaya
satuan setiap tahunnya dan menetapkan tarif pelayanan secara rasional beradarkan unit cost,
serta berdasarkan ability to pay dan willingness to pay masyarakat. Kesulitan terbesar dalam
melakukan analisis biaya adalah pengumpulan data, karena itu untuk mendukung pelaksanaan
perhitungan analisis biaya selanjutnya sebaiknya sistem pencataan rumah dan pelaporan
rumah sakit harus dikelola secara professional. Penelitian ini hanya terbatas sampai pada
perhitungan unit cost rumah sakit, sehingga sebaiknya penelitian ini dilanjutkan oleh peneliti
selanjutnya sampai perhitungan RVU (Relative Value Unit) dan rasionalisasi tarif rumah
sakit.

DAFTAR PUSTAKA
1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015.
Jakarta: Kemenkes RI; 2016.
2. Alamsyah D. Manajemen Pelayanan Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2012.
3. Putra RSP. Analisis Biaya Satuan (Unit Cost) Perjenis Tindakan Berdasarkan Relative
Unit (RVU) pada Bagian Persalinan RSUD Ajjapange Kabupaten Soppeng Sulawesi
Selatan [Skripsi]. Makassar: Universitas Hasanuddin; 2011.
4. Trisnantoro L. Memahami Penggunaan Ilmu Ekonomi Dalam Manajemen Rumah
Sakit. Yogyakarta: Gadjah Mada Uniersity Press; 2015.
5. Razak A. Ekonomi Layanan Rumah Sakit. Makassar: Edukasi Mitra Grafika; 2016.
6. Permenkes no.1165/MENKES/SK/X/2007. Tentang Pola Tarif Rumah Sakit Badan
Layanan Umum. Jakarta : Kementerian Kesehatan
7. Kula JI. Metode Penetapan Biaya Rawat Inap Pada Blu RSUP Prof.Dr.R.D. Kandou
Manado [Skripsi]. Manado: Universitas Sam Ratulangi; 2015.
8. Lewokeda CP. Besaran Biaya Satuan (Unit Cost) Pelayanan Kesehatan Pada Instalasi
Rawat Inap RSUD Larantuka Kabupaten Flores Timur Provinsi NTT Tahun 2014
[Skripsi]. Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Yayasan Pendidikan
Tamalatea; 2015.
9. Yohanis B. Analisis Biaya Satuan Pada Unit Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan dan
Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari [Skripsi]. Makassar:
Universitas Hasanuddin; 2005.
10. Profil Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Gowa. 2015.
11. Darmawansyah. Bahan Ajar Sistem Pembiayaan Kesehatan: FKM Unhas; 2016.
12. Nisma A. Analisis Tarif Berdasarkan Relative Value Unit (RVU) di Instalasi Bedah
Sentral dan Unit Haemodalisasi RSUD Dr.M.M. Dunda Kabupaten Gorontala Tahun
2008 [Skripsi]. Makassar: Universitas Hasanuddin; 2009.
13. Mirnawati. Analisis Biaya Satuan (Unit Cost) Pada Instalasi Rawat Inap Di Rumah
Sakit Ibu dan Anak Sitti Khadijah Muhammadiyah Cabang Makassar [Skripsi].
Makassar : Universitas Hasanuddin; 2011.
14. Nasri C. Tarif Rasional Berdasarkan Biaya Satuan (Unit Cost) Ability to Pay (ATP),
Willingness to Pay (WTP) Dan Forced to Pay (FTP) di Instalasi Rawat Inap Rumah
Sakit Umum Anutapura Palu. Makassar [Tesis]. Makassar : Universitas Hasanuddin;
2012.
15. Marzuki DS. Ananlisis Biaya Satuan Perjenis Tindakan Berdasarkan Realtive Value
Unit (RVU) Pada Unit Bedah Ajjapange Kabupaten Soppeng Tahun 2009 [Skripsi].
Makassar : Universitas Hasanuddin; 2010.
LAMPIRAN
Tabel 1. Biaya Tetap (Fixed Cost) Pada Masing – Masing Pusat Biaya RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun 2015
Biaya Tetap (Investasi) Total Biaya
Nama Pusat Biaya AIC Kendaraan
AIC gedung (RP) AIC Alat Non Medis (RP) AIC Alat Medis (RP) Jumlah (RP) %
(RP)
Kantor 2,022,776,571 97,664,287 0 29,498,657 2,149,939,515 16.33%
Laundry 6,272,925 13,853,954 0 2,458,221 22,585,100 0.17%
Apotek 184,477,223 11,467,177 0 7,784,368 203,728,768 1.55%
Instalasi Gizi 40,325,943 13,557,368 0 4,506,739 58,390,051 0.44%
Bedah 26,708,521 8,439,730 90,720,263 6,555,257 132,423,771 1.01%
UGD/ICU 38,091,525 11,347,999 334,545,040 7,374,664 391,359,228 2.97%
Radiologi 375,427,332 3,211,821 16,868,608 3,687,332 399,195,092 3.03%
Lab 325,262,473 3,044,975 270,490,218 3,277,629 602,075,294 4.57%
Fisioterapi 27,155,517 3,726,936 2,379,777 3,277,629 36,539,860 0.28%
VIP 758,945,769 19,990,495 31,868,279 9,013,478 819,818,022 6.23%
Kelas 1 1,169,973,969 20,293,085 32,967,626 15,159,032 1,238,393,711 9.41%
Kelas 2 1,665,149,673 17,167,197 33,675,006 16,797,846 1,732,789,723 13.16%
Kelas 3 2,917,652,926 40,313,601 78,168,653 26,630,732 3,062,765,913 23.27%
Poli Interna 189,331,887 7,393,655 11,791,718 3,277,629 211,794,889 1.61%
Poli bedah 189,331,887 4,441,565 1,171,039 1,229,111 196,173,602 1.49%
Poli THT 189,331,887 4,450,694 5,444,988 2,458,221 201,685,790 1.53%
Poli Syaraf 189,331,887 4,787,175 6,051,912 1,638,814 201,809,788 1.53%
Poli anak 189,331,887 5,042,055 1,016,602 2,048,518 197,439,062 1.50%
Poli Gi-Mul 189,331,887 8,060,171 113,261,034 3,687,332 314,340,424 2.39%
Poli mata 189,331,887 6,935,277 1,568,930 1,638,814 199,474,908 1.52%
Poli jiwa 189,331,887 2,104,116 589,354 1,229,111 193,254,469 1.47%
Poli Kul-Kel 189,331,887 3,773,758 2,237,903 1,638,814 196,982,363 1.50%
Poli ortho 189,331,887 3,245,618 838,917 1,229,111 194,645,533 1.48%
Poli KIA 189,331,887 5,364,735 8,727,898 2,867,925 206,292,445 1.57%
TOTAL 11,640,871,125 319,677,445 1,044,383,765 158,964,984 13,163,897,319 100%
Sumber : Data Primer, 2016
Tabel 2. Biaya Operasional Tetap (Semi Variabel Cost) Pada Masing-Masing Pusat Biaya RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun
2015
Biaya Pemeliharaan Total Biaya
Nama Pusat AIC Gaji Pegawai
AIC Gedung AIC alat AIC alat non
Biaya kendaraan (Rp) Jumlah (Rp) %
(Rp) medis (Rp) medis (Rp)
(Rp)
Kantor 44,240,274 0 209,296,640 16,481,326 3,395,288,100 3,665,306,340 24.17%
Laundry 1,486,473 0 29,689,317 1,373,444 178,941,360 211,490,594 1.39%
Apotek 4,034,713 0 24,574,404 4,349,239 688,790,960 721,749,315 4.76%
Instalasi Gizi 9,555,899 0 29,053,728 2,517,980 358,626,360 399,753,967 2.64%
Bedah 10,192,959 25,644,916 18,086,520 3,662,517 586,815,560 644,402,472 4.25%
UGD/ICU 17,589,933 94,569,605 24,319,002 4,120,332 591,798,200 732,397,071 4.83%
Radiologi 8,210,995 4,768,439 6,883,001 2,060,166 302,625,360 324,547,960 2.14%
Lab 7,113,836 76,462,509 6,525,447 1,831,258 281,506,040 373,439,090 2.46%
Fisioterapi 7,078,444 672,718 7,986,903 1,831,258 248,888,360 266,457,684 1.76%
VIP 16,598,951 9,008,564 42,840,055 5,035,961 588,366,860 661,850,391 4.36%
Kelas 1 25,588,574 9,319,329 43,488,511 8,469,570 1,202,741,080 1,289,607,065 8.50%
Kelas 2 36,418,593 9,519,292 36,789,668 9,385,200 1,151,416,780 1,243,529,533 8.20%
Kelas 3 63,812,171 22,096,811 86,392,903 14,878,975 1,998,952,140 2,186,133,001 14.41%
Poli Interna 4,140,890 3,333,297 15,844,760 1,831,258 337,138,320 362,288,526 2.39%
Poli bedah 4,140,890 331,031 9,518,369 686,722 122,447,500 137,124,511 0.90%
Poli THT 4,140,890 1,539,196 9,537,931 1,373,444 239,327,920 255,919,380 1.69%
Poli Syaraf 4,140,890 1,710,762 10,259,018 915,629 183,359,400 200,385,699 1.32%
Poli anak 4,140,890 287,374 10,805,230 1,144,537 212,557,400 228,935,431 1.51%
Poli Gi-Mul 4,140,890 32,016,769 17,273,118 2,060,166 330,977,040 386,467,982 2.55%
Poli mata 4,140,890 443,507 14,862,447 915,629 175,453,100 195,815,573 1.29%
Poli jiwa 4,140,890 166,599 4,509,166 686,722 103,906,900 113,410,277 0.75%
Poli Kul-Kel 4,140,890 632,613 8,087,244 915,629 169,961,000 183,737,377 1.21%
Poli Ortho 4,140,890 237,146 6,955,428 686,722 123,555,000 135,575,186 0.89%
Poli KIA 4,140,890 2,467,213 11,496,741 1,602,351 226,253,340 245,960,534 1.62%
TOTAL 297,471,600 295,227,692 685,075,550 88,816,036 13,799,694,080 15,166,284,958 100%
Sumber: Data Primer, 2016
Tabel 3. Biaya Operasional Tidak Tetap (Variabel Cost) Pada Masing-Masing Pusat Biaya RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun
2015
Variabel Cost Total Biaya
Nama Pusat AIC Alat
Biaya BHP Medis Biaya Biaya Biaya Air
Non Medis Jumlah (Rp) %
(Rp) Listrik (Rp) Telepon (Rp) (Rp)
(Rp)
Kantor 0 170,051,136 199,324,276 27,949,303 3,274 397,327,990 4.90%
Laundry 0 10,123,210 21,211,910 0 273 31,335,393 0.39%
Apotek 0 31,478,586 38,295,866 0 864 69,775,316 0.86%
Instalasi Gizi 0 19,137,463 32,893,165 0 500 52,031,129 0.64%
Bedah 2,375,551,977 28,634,893 25,166,466 0 114,739 2,429,468,075 29.97%
UGD/ICU 445,462,728 24,682,244 83,756,834 0 931,194 554,833,001 6.84%
Radiologi 208,164,738 15,184,815 5,829,857 0 305,517 229,484,927 2.83%
Lab 108,892,386 12,341,122 10,376,412 0 462,459 132,072,379 1.63%
Fisioterapi 27,088,160 15,810,595 13,405,921 0 187,503 56,492,179 0.70%
VIP 70,273,845 65,054,626 108,246,511 0 19,464 243,594,446 3.00%
Kelas 1 119,447,514 198,521,114 170,101,660 0 79,494 488,149,782 6.02%
Kelas 2 179,731,932 269,345,500 48,508,810 0 107,372 497,693,614 6.14%
Kelas 3 468,993,203 1,720,147,264 42,541,456 0 816,910 2,232,498,832 27.54%
Poli Interna 27,619,893 15,810,595 6,993,995 0 847,243 51,271,726 0.63%
Poli bedah 170,298,118 6,796,341 3,785,740 0 5,185,918 186,066,118 2.30%
Poli THT 51,621,399 10,123,210 3,785,740 0 322,298 65,852,647 0.81%
Poli Syaraf 3,798,936 7,905,297 3,785,740 0 280,368 15,770,342 0.19%
Poli anak 11,520,789 9,014,254 9,285,606 0 191,642 30,012,290 0.37%
Poli Gi-Mul 93,921,600 15,184,815 26,096,860 0 170,858 135,374,133 1.67%
Poli mata 4,728,296 7,905,297 3,785,740 0 409,523 16,828,857 0.21%
Poli jiwa 103,866 6,796,341 3,785,740 0 287,008 10,972,955 0.14%
Poli Kul-Kel 15,028,758 7,905,297 3,785,740 0 122,470 26,842,266 0.33%
Poli Ortho 88,565,378 6,796,341 1,892,870 0 92,183 97,346,772 1.20%
Poli KIA 32,229,771 11,232,166 11,485,552 0 303,425 55,250,913 0.68%
TOTAL 4,503,043,287 2,685,982,524 878,128,470 27,949,303 11,242,500 8,106,346,084 100%
Sumber: Data Primer, 2016
Tabel 4. Rekapitulasi Biaya Tetap (Total Cost) Pada Masing-Masing Pusat Biaya RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun 2015
Komponen Biaya
TC 1 = TC 2 =
Nama Pusat Biaya Fixed Cost Semi Variabel Variabel Cost TC 3 = VC
(FC+SVC+VC) (SVC+VC)
(FC) Cost (SVC) (VC)
Kantor 2,149,939,515 3,665,306,340 397,327,990 6,212,573,845 4,062,634,330 397,327,990
Laundry 22,585,100 211,490,594 31,335,393 265,411,087 242,825,987 31,335,393
Apotek 203,728,768 721,749,315 69,775,316 995,253,399 791,524,631 69,775,316
Instalasi Gizi 58,390,051 399,753,967 52,031,129 510,175,147 451,785,096 52,031,129
Bedah 132,423,771 644,402,472 2,429,468,075 3,206,294,319 3,073,870,548 2,429,468,075
UGD/ICU 391,359,228 732,397,071 554,833,001 1,678,589,300 1,287,230,072 554,833,001
Radiologi 399,195,092 324,547,960 229,484,927 953,227,979 554,032,887 229,484,927
Lab 602,075,294 373,439,090 132,072,379 1,107,586,764 505,511,469 132,072,379
Fisioterapi 36,539,860 266,457,684 56,492,179 359,489,723 322,949,863 56,492,179
VIP 819,818,022 661,850,391 243,594,446 1,725,262,859 905,444,837 243,594,446
Kelas 1 1,238,393,711 1,289,607,065 488,149,782 3,016,150,558 1,777,756,847 488,149,782
Kelas 2 1,732,789,723 1,243,529,533 497,693,614 3,474,012,870 1,741,223,147 497,693,614
Kelas 3 3,062,765,913 2,186,133,001 2,232,498,832 7,481,397,746 4,418,631,833 2,232,498,832
Poli Interna 211,794,889 362,288,526 51,271,726 625,355,140 413,560,251 51,271,726
Poli bedah 196,173,602 137,124,511 186,066,118 519,364,230 323,190,629 186,066,118
Poli THT 201,685,790 255,919,380 65,852,647 523,457,818 321,772,028 65,852,647
Poli Syaraf 201,809,788 200,385,699 15,770,342 417,965,828 216,156,040 15,770,342
Poli anak 197,439,062 228,935,431 30,012,290 456,386,782 258,947,720 30,012,290
Poli gimul 314,340,424 386,467,982 135,374,133 836,182,539 521,842,115 135,374,133
Poli mata 199,474,908 195,815,573 16,828,857 412,119,338 212,644,430 16,828,857
Poli jiwa 193,254,469 113,410,277 10,972,955 317,637,701 124,383,232 10,972,955
Poli Kul-Kel 196,982,363 183,737,377 26,842,266 407,562,006 210,579,643 26,842,266
Poli ortho 194,645,533 135,575,186 97,346,772 427,567,490 232,921,958 97,346,772
Poli KIA 206,292,445 245,960,534 55,250,913 507,503,892 301,211,448 55,250,913
TOTAL 13,163,897,319 15,166,284,958 8,106,346,084 36,436,528,361 23,272,631,042 8,106,346,084
Sumber: Data Primer, 2016
Tabel 5. Biaya Satuan Berdasarkan Double Distribution Pada Ruang Rawat Inap RSUD
Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun 2015
Pusat Biaya UC I = Total UC II = Total UC III = Total
Produksi Biaya 1 (Rp) Biaya 2 (Rp) Biaya 3 (Rp)
Rawat Inap VIP 986,730 559,042 121,652
Rawat inap kelas 1 544,483 335,433 75,437
Rawat inap kelas 2 515,183 283,367 64,324
Rawat inap kelas 3 259,890 161.722 62,337
Sumber: Data Primer, 2016