Anda di halaman 1dari 12

ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No.

1, April 2016

ADSORPSI-DESORPSI ZAT WARNA AZO JENIS REMAZOL BLACK B


MENGGUNAKAN MEMBRAN POLIELEKTROLIT (PEC)
KITOSAN-PEKTIN
Ni Putu Sri Ayuni1, Ni Wayan Yuningrat2, Ketut Yesi Andriani3
1,2,3Jurusan Analis Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Universitas Pendidikan Ganesha,


Singaraja-Bali, Indonesia
e-mail: nps.ayuni@gmail.com

Abstrak
Sekitar 2-50% dari zat warna azo yang digunakan selama proses pencelupan ini tidak
mengikat serat dan langsung dilepaskan ke lingkungan melalui instalasi pengolahan limbah.
Hal ini perlu dilakukan pengolahan limbah cair yang mengandung zat warna azo jenis
Remazol Black B sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kondisi optimum membran PEC kitosan-pektin yang dapat digunakan untuk mengadsorpsi
zat warna azo jenis Remazol Black B .Untuk memperoleh kondisi optimum akan dilakukan
adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B dengan variasi waktu kontak (5-150 menit),
pH (5-9) dan konsentrasi larutan zat warna azo jenis Remazol Black B (5, 10, 15, 20, dan 25
mg/L). Untuk mengetahui karakteristik zat warna jenis Remazol Black B oleh membran PEC
kitosan-pektin di analisis dengan persamaan isoterm adsorpsi Langmuir dan isoterm
adsorpsi Freundlich sedangkan daya adsorpsi maksimum dari membran PEC kitosan pektin
ditentukan dari kurva berdasarkan karakteristik membran yang diperoleh. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B terjadi pada kondisi
optimum dengan pH 5, waktu 120 menit dan konsentrasi larutan zat warna azo jenis
Remazol Black B 10 mg/L (62,75 %). Pola adsorpsi mengikuti pola adsorpsi isoterm
Freundlich dengan daya adsorpsi maksimum 0,02 (mg/g). Untuk efisiensi desorpsi maksimal
diperoleh pada larutan NaCl 1 M (11,17 %)

Kata Kunci: adsorpsi, membran polielektrolit kitosan pektin, Remazol Black B

Abstract
Azo dyes produced approximately 2-50% from dying process were thrown through effluent to
the environment without any treatment. The objective of this research were to know the
optimum condition of PEC chitosan pectin membrane using to adsorp Remazol Black B with
various contact time (5-150 min), pH (5-9) and Remazol Black B concentration (5, 10, 15, 20,
dan 25 mg/L). Adsorption charactheristic of Remazol Black B by PEC chitosan pectin
membrane were determined by Langmuir and Freundlich isotherm equation. Maximum
capacity adsorption was determined by the graph of membrane characteristic. The results
show that optimum condition of Remazol Black B adsorption by PEC chitosan pectin
membrane at pH 5, 10 mg/L remazol black B for 120 minutes (62,75 %). The adsorption
pattern is Freundlich isoterm with maximum capacity 0,02 (mg/g).Maximal Desorption
efisiency at NaCl 1 M (11,17 %)

Keywords : adsorption, PEC chitosan pectin membrane, Remazol Black B

Jurnal Sains dan Teknologi |716


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

PENDAHULUAN Keberadaan zat warna azo dalam


Perkembangan industri tekstil di perairan dapat menyebabkan terganggunya
Indonesia yang semakin pesat tidak hanya aktivitas fotosintesis dan fitoplankton karena
memberikan manfaat namun juga tereduksinya sinar matahari yang masuk
menimbulkan dampak negatif bagi akibat dari perairan yang berwarna. Selain
lingkungan. Hal ini dikarenakan dalam itu, juga terjadi perubahan pH dan
produksinya industri tekstil selalu meningkatnya nilai BOD dan COD perairan
menghasilkan limbah yaitu limbah zat (Kannan et al. 2013). Oleh karena itu perlu
warna. Limbah zat warna yang dihasilkan dilakukan pengolahan limbah cair yang
merupakan senyawa organik yang bersifat mengandung zat warna azo jenis Remazol
sulit terdegradasi, resisten, dan toksik. Black B sebelum dibuang ke lingkungan.
Limbah zat warna ini apabila dibuang ke Untuk mengatasi masalah di atas
dalam perairan akan menyebabkan diperlukan usaha untuk mengolah limbah
pencemaran lingkungan. cair yang efektif dan efisien dalam
Salah satu zat warna yang digunakan menurunkan polutan organik dan zat warna
pada industri tekstil adalah zat warna azo (Renita dkk.,2004). Berbagai cara telah
jenis Remazol Black B (Erkurt, 2010). dilakukan untuk pengolahan zat warna jenis
Penggunaan zat warna azo paling banyak Remazol Black B antara lain dekolorisasi
digunakan untuk mewarnai produk tekstil menggunakan jamur (Khalid, 2011) dan
karena harganya ekonomis dan mudah isolat bakteri (Kannan et al., 2013; Shah,
diperoleh (Bafana etal.,2008). Diperkirakan 2014). Metode-metode tersebut memerlukan
sekitar 2-50% dari zat warna azo yang waktu yang lama, ketelitian yang tinggi serta
digunakan selama proses pencelupan biaya yang mahal.
dalam industri tekstil tidak mengikat serat Alternatif lain yang dapat digunakan
sehingga zat warna tersebut dilepaskan ke untuk menghilangkan zat warna adalah
lingkungan melalui instalasi pengolahan adsorpsi menggunakan membran.
limbah (Reisch, 1996). Secara khusus, Perkembangan teknologi membran sebagai
pewarna reaktif yang larut digunakan untuk unit pengolah limbah saat ini sangat pesat
meningkatkan kuantitas hidrolisis selama dan banyak digunakan. Operasi membran
aplikasi tanpa fiksasi yang lengkap. dapat diartikan sebagai proses pemisahan
Akibatnya, sebagian besar pewarna ini dua atau lebih komponen dari aliran fluida
dilepaskan ke lingkungan tanah dan air. melalui suatu membran (Mulder, 1996).
Senyawa pewarna ini mempertahankan Proses adsorpsi zat warna oleh membran
warna dan integritas struktural di bawah dipengaruhi oleh pH larutan dan waktu
paparan sinar matahari, reaksi kimia (Guelli kontak. pH larutan akan berpengaruh
et al., 2008) dan juga menunjukkan terhadap jumlah interaksi dipol-dipol yang
resistensi yang tinggi terhadap degradasi terdaji antara membran dan zat warna
mikroba dalam sistem pengolahan air sedangkan waktu kontak menunjukkan
limbah. Hal ini dapat menyebabkan kesetimbangan laju reaksi adsorpsi yaitu laju
kontaminasi yang tinggi pada sungai dan tertutupnya permukaan membran oleh
air tanah di daerah-daerah yang memiliki adsorbat.
banyak unit industri tekstil (Gong etal., Dalam aplikasinya untuk proses
2005). pemisahan, pemurnian dan pemekatan,

Jurnal Sains dan Teknologi |717


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

teknologi membran mempunyai berbagai PEC kitosan-pektin (70:30), (80,20), dan


keunggulan dibandingkan metoda (90:10), diperoleh transpor terbaik untuk
pemisahan yang konvensional, di antaranya perbandingan kitosan dan pektin (70:30)
proses dapat dilakukan secara kontinyu, dengan hasil kreatinin sebesar 25,24%, urea
tidak memerlukan zat kimia tambahan, sebesar 42,32%, dan kapasitas adsorpsi
konsumsi energi rendah, pemisahan dapat maksimum metilen biru sebesar 112 mg/g.
dilakukan pada kondisi yang mudah Berdasarkan keunggulan membran
diciptakan, dapat dilangsungkan pada PEC-kitosan-pektin maka peneliti
temperatur rendah sehingga dapat memandang perlu dilakukan pengkajian
digunakan untuk pemisahan senyawa yang adsorpsi-desorpsi zat warna jenis Remazol
tidak tahan temperatur tinggi, mudah dalam Black B menggunakan membran PEC
scale up, tidak membutuhkan kondisi yang kitosan-pektin yang belum pernah dilakukan
ekstrim (pH dan temperatur), material oleh orang lain sampai saat ini. Selain
membran bervariasi sehingga mudah dilakukan adsorpsi Remazol Black B pada
diadaptasikan pemakaiannya dan mudah penelitian ini, juga akan dilakukan desorpsi
dikombinasikan dengan proses pemisahan terhadap Remazol Black B yangbertujuan
lainnya (Nirmasari, tt) untuk mengetahui kemampuan pelepasan
Salah satu bahan yang sering zat warna jenis Remazol Black B pada
digunakan untuk pembuatan membran akuades dan NaCl sehingga dapat diketahui
adalah kitosan. Kitosan merupakan regenerasi dari membran PEC kitosan-
polisakarida alam melimpah kedua setelah pektin.
selulosa. Kitosan larut dalam asam, dan
memiliki gugus amina sehingga bersifat METODE
sebagai polikation. Pektin merupakan Bahan-bahan yang digunakan dalam
polisakarida alam yang larut dalam air dan penelitian ini adalah kitosan, pektin,
memiliki gugus karboksil termetilasi (Chen, akuades. CH3COOH, NaOH, zat warna azo
2010). Gugus karboksil dari pektin jenis Remazol Black B, HCL. Bahan-bahan
menyebabkan pektin dapat bertindak kimia tersebut memiliki kualitas pro analisis
sebagai polianion dan bereaksi dengan (p.a) yang berasal dari Merck.
kitosan yang bertindak sebagai polikation Alat-alat yang digunakan dalam
membentuk membran PEC. penelitian ini adalah pH meter, pengaduk
Chen dkk.(2010) berhasil mensintesis magnet, neraca analitik, termometer, cawan
membran PEC kitosan-pektin dan diperoleh petri, oven, shaker, alat penunjang berupa
hasil uji tarik membran PEC yang nilainya alat-alat gelas dan plastik, spektrofotometer
empat kali lebih besar daripada kitosan UV-Vis.
murni. Paduan kitosan dan pektin ini juga Untuk pembuatan membran PEC
dilakukan untuk memperbaiki sifat mekanik kitosan-pektin (70:30); 0,03 g pektin
dari masing-masing polimer. Membran PEC dilarutkan dalam 4 mL akuades. Larutan
kitosan-pektin juga telah digunakan untuk pektin ditambahkan 0,07 g kitosan sambil
transport kreatinin (Ayuni, 2013), urea diaduk dengan pengaduk magnet kemudian
(Asbanu, 2013), dan metilen biru (Tuny, ditambahkan 16 mL CH3COOH 0,4 M.
2013). Dilaporkan oleh mereka bahwa pada Larutan membran yang homogen dipipet
variasi perbandingan konsentrasi membran sebanyak 10 mL dan dicetak dalam cawan

Jurnal Sains dan Teknologi |718


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

petri. Larutan diuapkan dalam oven pada akuades. Membran hasil adsorpsi (pada
temperatur 70 °C. Membran dalam cawan kondisi optimum) yang telah kering
petri yang telah kering direndam dengan ditambahkan dengan NaCl 1 M dan 0,1 M
NaOH 1 M. Membran dilepaskan dari cawan sebanyak 30 mL, masing-masing diaduk
petri kemudian dicuci dengan akuades. selama 30, 60, 90 dan 120 menit. Larutan
Membran PEC kitosan-pektin dengan zat warna azo jenis Remazol Black B yang
perbandingan 70:30 masing-masing tersisa diukur konsentrasinya dengan
dimasukkan ke dalam 30 mL zat warna azo menggunakan spektrofotometer UV-Vis
jenis Remazol Black B 25 mg/L dan dikocok pada panjang gelombang maksimum.
dengan variasi waktu 5, 10, 15, 20, 30, 40, Dari pengukuran dengan
50, 60, 90, 120, dan 150 menit Setelah itu menggunakan spektrofotometer UV-Vis
membran dipisahkan dari larutan dan diperoleh data absorbansi dan konsentrasi
dikeringkan, larutan zat warna azo jenis zat warna azo jenis Remazol Black B sisa.
Remazol Black B yang tersisa diukur Dari data tersebut dapat dihitung
konsentrasinya dengan menggunakan konsentrasi yang teradsorpsi dan efisiensi
spektrofotometer UV-Vis pada panjang adsorpsi dari variasi konsentrasi zat warna
gelombang maksimum. azo jenis Remazol Black B kemudian di
Membran PEC kitosan-pektin dengan analisis deskriptif . Efisiensi adsorpsi zat
perbandingan 70:30 sebanyak 0,04 g warna azo jenis Remazol Black B dengan
dimasukkan ke dalam 30 mL zat warna azo variasi waktu kontak, pH dan konsentrasi
jenis Remazol Black B 30 mg/L dengan larutan dihitung dengan menggunakan
variasi pH: 5, 6, 7, 8, 9 dan dikocok selama Persamaan 1 :
waktu optimum. Selanjutnya membran (Co -Cst )
%E= x 100 % (1)
dipisahkan dari larutan zat warna azo jenis Co
Remazol Black B dan dikeringkan. Larutan
zat warna azo jenis Remazol Black B yang dengan Co = konsentrasi Remazol Black B
tersisa diukur konsentrasinya dengan sebelum adsorpsi; Cst = konsentrasi
menggunakan spektrofotometer UV-Vis Remazol Black B setelah adsorpsi; dan
pada panjang gelombang maksimum. E = efisiensi. Untuk mengetahui karakteristik
Membran PEC kitosan-pektin dengan adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black
perbandingan 70:30 dimasukkan ke dalam B oleh membran PEC kitosan-pektin
30 mL larutan zat warna azo jenis Remazol dilakukan uji pola isoterm Langmuir dengan
Black B dengan konsentrasi 5, 10, 15, 20, menggunakan persamaan 2 :
C 1 1
dan 25 mg/L pada pH dan waktu kontak = x + x Cst (2)
optimum yang diperoleh. Selanjutnya x/m ( )maksk ( )maks
m m
membran dipisahkan dari larutan zat warna Banyaknya zat yang teradsorpsi per massa
azo jenis Remazol Black B. Larutan zat membran adsorben ditentukan dengan
warna azo jenis Remazol Black B yang persamaan 3 :
tersisa diukur konsentrasinya dengan x (Co -Cst ) x V
= (3)
menggunakan spektrofotometer UV-Vis m 106 m.a
pada panjang gelombang maksimum. V merupakan volume adsorbat yang
Proses desorpsi diamati dengan digunakan, m.a adalah massa adsorben.
menggunakan NaCl 1 M; 0,1 M dan

Jurnal Sains dan Teknologi |719


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

Untuk uji pola isoterm Freundlich digunakan HASIL DAN PEMBAHASAN


persamaan (4): Untuk mengetahui telah terjadinya
Log (x/m) = log k + 1/n log C (4) interaksi dan kebenaran struktur antara
sedangkan daya adsorpsi maksimum kitosan dan pektin maka dilakukan analisis
ditentukan dengan membuat kurva dengan spektrofotometer IR terhadap hasil
berdasarkan karakterisasi adsorpsi yang sintesis. Spektra IR disajikan pada Gambar
diperoleh. 1 sedangkan interpretasi untuk masing-
masing bilangan gelombang disajikan pada
tabel 1.

Tabel 1. Interpretasi Spektra IR


Bilangan Interpretasi
gelombang (cm- Kitosan Pektin PEC
1
)
1658 -C=O
1597 -N-H
1743 -C=O
1635 Gugus karboksil
1604 Ikatan amida

1658 cm-1 a
1597 cm-1

1743 cm-1 b
1635 cm-1

1604 cm-1

Gambar 1 Spektrum FTIR dari (a) Kitosan (b) Pektin (c) PEC kitosan-pektin

Membran PEC disintesis dari dan polianion akan bereaksi membentuk


pengadukan kitosan dalam asam asetat dan polielektrolit melalui interaksi ionik. Skema
pektin dalam akuades. Dalam suasana pembentukan PEC untuk kitosan dan pektin
asam kitosan akan membentuk polikation (Bernabe dkk., 2005).
sedangkan pektin jika dilarutkan dalam
akubides membentuk polianion. Polikation

Jurnal Sains dan Teknologi |720


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa untuk hasil interaksi ionik gugus karboksil (pektin)
kitosan, puncak 1658 cm-1 merupakan ikatan dan gugus amino yang membentuk PEC, hal
-C=O dari gugus asetil dan puncak 1597 ini sesuai dengan hasil sintesis membran
cm-1 merupakan ikatan -N-H dari gugus PEC kitosan pektin dari Chen dkk. (2010).
amino. Pada pektin muncul puncak pada Berdasarkan interpretasi spektra IR
bilangan gelombang 1743 cm-1 merupakan tersebut, maka membran PEC kitosan pektin
ikatan -C=O dari gugus karboksil telah berhasil di sintesis. Dari hasil
termetoksilasi sedangkan puncak 1635 cm-1 interpretasi spektra IR struktur hipotetik
merupakan gugus karboksil. Bilangan membran PEC kitosan-pektin disajikan pada
gelombang 1604 cm-1 diduga merupakan Gambar 2.

CH2OH CH2OH
O O
* O OH *
OH

+NH
+NH 3
3
COO- COO-
O O
* O OH *
OH

OH OH
Gambar 2. Struktur Hipotetik Membran PEC Kitosan-Pektin

Zat warna azo jenis Remazol Black B ke 150 efisiensi adsorpsi menurun karena
yang diadsorpsi menggunakan membran situs aktif membran sudah terisi penuh
PEC kitosan-pektin dengan variasi waktu sehingga pertambahan waktu kontak tidak
kontak dari 5-150 menit diperoleh grafik lagi meningkatkan efisiensi adsorpsi.
seperti yang disajikan pada Gambar 3. Menurut Silvi (2013) penurunan persen
Berdasarkan Gambar 3 diperoleh hasil adsorpsi yang terjadi bisa disebabkan tidak
bahwa waktu kontak mempengaruhi proses semua adsorbat yang terikat pada membran
adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black merupakan ikatan elektrostatik sehingga
B. Efisiensi adsorpsi pada menit ke 5 memungkinkan adsorpsi fisika terjadi maka
sampai 120 menit naik secara signifikan. Hal bisa terjadi pelepasan kembali pada waktu
ini disebabkan situs aktif pada membran yang cukup lama pada adsorben yang telah
masih banyak tersedia. Namun pada menit jenuh.

Jurnal Sains dan Teknologi |721


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

80.00
66.85
70.00 64.92

58.00
60.00

Efisiensi (%)
50.00
37.90
40.00
30.00 21.71
18.34 18.89
20.00
7.37
10.00 6.06 6.61

0.07
0.00
5 10 15 20 30 40 50 60 90 120 150
Waktu Kontak ( menit)

Gambar 3. Grafik hubungan waktu kontak dan efisiensi adsorpsi

Pengaruh pH larutan zat warna azo adsorben.


jenis Remazol Black B pada proses adsorpsi Pengaruh konsentrasi larutan zat
dipelajari mulai pH 5-9. Pada pH dibawah 5 warna azo jenis Remazol Black B dilakukan
dan diatas 9, membran mengalami dengan variasi larutan 5, 10, 15, 20, dan 25
kerusakan. Dari Gambar 4 terlihat jumlah zat mg/L. Pada konsentrasi 10 mg/L diperoleh
warna azo jenis Remazol Black B efisiensi adsorpsi maksimum (Gambar 5).
menghasilkan efisiensi adsorpsi maksimum Pada konsentrasi lebih besar dari 10 mg/L
pada pH 5. Hasil penelitian ini juga diperkuat efisiensi mulai menurun karena jumlah zat
oleh penelitian dari Anbalagan (2004) bahwa warna azo jenis Remazol Black B dalam
tingginya proses adsorpsi pada pH asam larutan semakin banyak sedangkan jumlah
dikarenakan meningkatnya protonasi oleh situs aktif yang tersedia tetap.
penetralan muatan negatif dari permukan
5.00
3.87 3.69 3.71
4.00
Efisiensi (%)

3.00
1.77 1.87
2.00

1.00

0.00
5 6 7 8 9
pH

Gambar 4. Grafik hubungan pH dan efisiensi adsorpsi

Jurnal Sains dan Teknologi |722


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

70.00 62.69 62.09


60.00 53.68
48.06
50.00

Efisiensi (%)
40.00
30.00 22.00
20.00
10.00
0.00
5 10 15 20 25
Konsentrasi Larutan Zat Warna Remazol Black B

Gambar 5. Grafik hubungan konsentrasi Zat Warna Remazol Black B


dan efisiensi adsorpsi
Tipe isoterm adsorpsi dapat digunakan azo jenis Remazol Black B, konsentrasi
untuk mempelajari mekanisme adsorpsi zat teradsorpsi, dan bobot adsorben.
warna azo jenis Remazol Black B. Kapasitas Isoterm adsorpsi zat warna azo jenis
adsorpsi dipelajari melalui tipe isotermnya. Remazol Black B oleh membran PEC
Telah banyak isoterm adsorpsi yang kitosan pektin tipe Langmuir dan Freundlich
dikembangkan untuk mendeskripsikan disajikan pada Gambar 6 dan 7. Hasil
interaksi antara adsorben dan adsorbat. penelitian menunjukkan bahwa semua kurva
Isoterm Freundlich dan Langmuir pada adalah linier. Hal ini disebabkan oleh
umumnya dianut oleh adsorpsi padat-cair banyaknya gugus kimia yang reaktif pada
(Anbalagan, 2004). Kurva regresi linier untuk permukaan adsorben dan dapat mendukung
tipe isoterm Freundlich dan Langmuir terjadinya proses adsorpsi.
menggunakan data konsentrasi zat warna

y = 2E+06x + 2E+06
R² = 0.6761
c/(x/m)

Gambar 6. Isoterm Langmuir adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black B
menggunakan membran PEC kitosan-pektin.

Jurnal Sains dan Teknologi |723


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

Linieritas kedua tipe isoterm pada Freundlich lebih tinggi dibandingkan dengan
adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black isoterm Langmuir. Oleh karena itu, isoterm
B menunjukkan linieritas yang tinggi, yaitu adsorpsi zat warna azo jenis Remazol Black
95,9 % untuk isoterm Langmuir dan 98,8 % B B tipe Freundlich lebih baik digunakan
untuk isoterm Freundlich. Fakta ini untuk mencirikan mekanisme adsorpsi zat
menunjukkan bahwa kedua tipe isoterm warna azo jenis Remazol Black B.
terjadi pada proses adsorpsi untuk zat Pendekatan Freundlich mengasumsikan
warna azo jenis Remazol Black B. Jika bahwa permukaannya bersifat heterogen,
dibandingkan linieritas kedua tipe isoterm membentuk banyak lapisan, terdapat sisi
tersebut, dapat dilihat ternyata linieritas aktif adsorpsi yang memiliki afinitas tinggi,
isoterm adsorpsi tipe Freundlich lebih tinggi dan bagian lainnya memiliki afinitas yang
dibandingkan isoterm Langmuir. Hasil rendah.
penelitian ini dikuatkan oleh Anbalagan Untuk daya adsorpsi maksimum
(2004) yang menyatakan bahwa dengan ditentukan dari persamaan kurva Langmuir.
linieritas 90%, dapat dinyatakan bahwa Persamaan kurva Langmuir yang diperoleh
kedua tipe isoterm adsorpsi terjadi pada adalah y= 53285x + 3x10-7, gradient
proses adsorpsi zat warna. Namun dengan 1/(x/m)maks = 53285 dengan nilai (x/m)maks
melihat linieritas kedua tipe isoterm adsorpsi diperoleh 1,88 x 10-5 sehingga daya
tersebut, ternyata linieritas isoterm adsorpsi maksimum diperoleh 0,02 mg/g.

y = -1.2802x + 9.3199
log (x/m)

R² = 0.9882

log c

Gambar 7. Isoterm Freundlich adsorpsi zat warna Remazol Black B menggunakan


membran PEC kitosan-pektin.

Pada penelitian ini, parameter yang pelepasan zat warna azo jenis Remazol
digunakan untuk mengkaji desorpsi zat Black B pada aquabides, NaCl 0,1 M dan
warna azo jenis Remazol Black B dengan NaCl 1 M. Hasil desorpsi disajikan pada
membran PEC kitosan-pektin adalah variasi Gambar 8.
waktu kontak dengan mempelajari jumlah

Jurnal Sains dan Teknologi |724


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

Remazol Black B yang terdesorpsi oleh


akuades 6,52 % lebih kecil dibandingkan
NaCl 0,1 dengan jumlah zat warna azo jenis Remazol
Desorpsi (%)

M Black B yang terdesorpsi dengan NaCl 0,1


Efisiensi

NaCl 1
M dan NaCl 1 M. Ion yang terdapat pada
M akuades tidak cukup kuat untuk
mendesorpsi zat warna azo jenis Remazol
Akuades Black B yang telah terikat pada membran
Waktu ( Menit) PEC. Faktor kelarutan zat warna azo jenis
Remazol Black B dalam akuades tidak
mempengaruhi desorpsi zat warna azo jenis
Gambar 8. Efisiensi Desorpsi Zat Warna Remazol Black B. Hal ini mengindikasikan
Azo Jenis Remazol Black B-Membran PEC bahwa ikatan antara zat warna azo jenis
Kitosan-Pektin Remazol Black B dengan membran PEC
kitosan pektin mempunyai ikatan yang kuat.
Pada penelitian ini, parameter yang Adsorpsi yang terjadi merupakan adsorpsi
digunakan untuk mengkaji desorpsi zat kimia. komposisi membran PEC sangat
warna azo jenis Remazol Black B dari mempengaruhi jumlah pelepasan zat warna
membran PEC kitosan-pektin adalah variasi azo jenis Remazol Black B, hal ini
waktu kontak dengan mempelajari jumlah berpengaruh terhadap jumlah sisi aktif
pelepasan zat warna azo jenis Remazol karboksil yang berikatan lebih kuat dengan
Black B pada akuades, NaCl 0,1 M dan membran PEC kitosan pektin.
NaCl 1 M. Pemilihan akuades didasarkan
pada sifat zat warna azo jenis Remazol SIMPULAN
Black B yang sangat larut dalam akuades. Berdasarkan hasil penelitian diatas
Untuk pemilihan NaCl didasarkan pada diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1)
kekuatan ion dari NaCl, sehingga bisa Efisiensi adsorpsi optimum zat warna azo
menggantikan zat warna azo jenis Remazol jenis Remazol Black B menggunakan
Black B. Keberadaan NaCl dalam larutan membran PEC kitosan-pektin menghasilkan
sangat mempengaruhi desorpsi zat warna 62,75 %; (2) Adsorpsi zat warna azo jenis
azo jenis Remazol Black B karena kekuatan Remazol Black B menggunakan membran
ion Na+ dari NaCl akan melepaskan zat PEC kitosan pektin mengikuti pola adsorpsi
warna azo jenis Remazol Black B yang telah isoterm Freundlich; (3) Daya adsorpsi
berinteraksi dengan membran PEC kitosan maksimum zat warna azo jenis Remazol
pektin. Semakin banyak ion Na+ dalam Black B menggunakan membran PEC
larutan maka semakin banyak jumlah zat kitosan-pektin 0,02 mg/g. (4) Desorpsi zat
warna azo jenis Remazol Black B yang warna azo jenis Remazol Black B
terdesorpsi. Larutan NaCl 1 M mampu menggunakan membran PEC kitosan-pektin
mendesorpsi zat warna azo jenis Remazol maksimal pada waktu 60 menit pada NaCl 1
Black B maksimum pada waktu 60 menit M (11,17%).
sebesar 11,17 % sedangkan larutan NaCl
0,1 M mendesorpsi sebesar 9,29 %. Pada
waktu 60 menit jumlah zat warna azo jenis

Jurnal Sains dan Teknologi |725


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

DAFTAR PUSTAKA Guelli. S.M.A., U. Souza., H.L. Brandão and


Ayuni, N.P.S. 2013. Studi transpor kreatinin A.A. UlsonDe Souza. 2008. Modeling
menggunakan membran kompleks of liquid pollutantbiodegradation
polielektrolit (PEC) kitosan-pektin. process in a fluidized bed reactor
Tesis (tidak dipublikasikan) Jurusan withbiofilm, Sep. Purification
Kimia. Program Studi Pascasarjana Technology 60: 162-173.
Ilmu Kimia. Fakultas Matematika dan Kannan, S., Dhandayuthapani, K and
Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sutana, M. 2013. Decolorization and
Gadjah Mada. Yogyakarta. Degradation of Azo Dye Remazol
Asbanu, G. 2013. Studi transpor urea Black B By Newly Isolated
menggunakan membran kompleks Pseudomonas putida.
polielektrolit (PEC) kitosan-pektin. Int.J.Curr.Microbiol.App.Sci.
Tesis (tidak dipublikasikan) Jurusan 2(4):108-116
Kimia. Program Studi Pascasarjana Khalid, A. et al. 2011. Decolorization of
Ilmu Kimia. Fakultas Matematika dan Remazol Black-B azo dye in soil by
Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas fungi. Soil Environ. 30(1). 1-6
Gadjah Mada. Yogyakarta. Mulder, M., 1991, Basic Principles of
Bafana, A., T. Chakrabarti, P. Muthal and G. Membran Technology, Netherlands,
Kande. 2008.Detoxification of Khewer Academic Publisher.
benzidine based azo dyes by Nirmasari, A.D, D.S Widodo, A. Haris. tt.
E.gallinarum: Time course study. Pengaruh pH Terhadap
Ecotoxicology andEnvironmental Elektrodekolorisasi Zat Warna Azo
Safety 10: 1-5. Jenis Remazol Black B dengan
Chen, P., Kuo, T.Y., Kuo, J.R., Tseng, Y.P., Elektroda PbO2. Laboratorium Kimia
Wang, D.M, Lai, J.Y., Hsieh, H.J. Analitik. Jurusan Kimia. Fakultas
2010. Novel Chitosan-Pectin Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Composite Membranes with Alam. Universitas Diponegoro.
Enhanced Strength, Hydrophilicity Semarang
and Controllable Disintegration, Reisch, M.S. 1996. Asian textile dye makers
Carbohydr. Polym. 82, 1236-1242. are a growingpower in changing
Erkurt, H.A. 2010. Biodegradation of Azo market. Chemical &
Dyes. The Hand Book of EngineeringNews 15: 10-12.
Environmental Chemistry. D.Barcelo Shah,M.P., K.A. Patel., S.S Nair., A.M.,
and A.G. Kostianoy, 9th Ed. Darji. 2014. Decolorization of
Springer: Verlag Berlin Heidelberg Remazol Black-B by Three Bacterial
(hal. 1-37) Isolates. International Journal of
Gong, G.R., Y. Ding., L. Mei, C. Yang, H. Lio Environmental Bioremediation &
and Y. Sun.2005. Utilization of Biodegradation. 2 (1). 44-49
powdered peanut hull asbiosorbent Renita, M., Rosdanelli, H., dan Irvan.
for removal of anionic dyes from 2004.Perombakan Zat Warna Azo
aqueoussolution. Dyes and Pigments Reaktif Secara Aerobdan Anaerob,
64: 187-198. Fakultas Teknik Jurusan Teknik
Kimia, Universitas Sumatera Utara

Jurnal Sains dan Teknologi |726


ISSN: 2303-3142 Vol. 5, No. 1, April 2016

Tuny, M.T. 2013. Adsorpsi desorpsi metilen


biru pada membran kompleks
polielektrolit (PEC) kitosan-pektin.
Tesis (tidak dipublikasikan) Jurusan
Kimia. Program Studi Pascasarjana
Ilmu Kimia. Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas
Gadjah Mada. Yogyakarta.

Jurnal Sains dan Teknologi |727