Anda di halaman 1dari 22

KERANGKA ACUAN

ACUAN KERJA
KERJA (KAK)
PEKERJAAN :
D.E.D PEMBANGUNAN JEMBATAN RANGKA BAJA
BENTANGAN 40,00 METER

1. LATAR BELAKA
LAKAN
NG

Pembangunan jaringan jalan dan jembatan telah dilakukan secara bertahap baik itu melalui
Pemerintah
Pemerintah Provinsi
Provinsi maupun Kabupaten.
Kabupaten. Karena
Karena sebagai urat nadi
nadi perekono
perekonomian
mian nasiona
nasionall
Pembangunan
Pembangunan Jaringan
Jaringan Jalan dan Jembatan
Jembatan diharapkan
diharapkan mampu menghubungkan
menghubungkan Jalan
Prov
Provin
insi
si,, menghu
menghubu
bung
ngka
kann antar
antar kabup
kabupat
aten
en/k
/kot
otaa di Prov
Provin
insi
si Goron
Goronta
talo
lo,, maupu
maupunn
meningkatkan penanganan non lintas agar senantiasa dapat berfungsi untuk mendukung
kelancaran arus lalu lintas barang dan jasa.
Dalam pendekata
pendekatann kebijakan
kebijakan pemerintah
pemerintah khususny
khususnyaa penanganan infrast
infrastruktu
rukturr Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo melaksanakan Pembangunan Jembatan
pada
pada daerah
daerah Transmi
Transmigra
grasi
si secara
secara bertaha
bertahap.
p. Mengin
Mengingat
gat masih
masih banyakny
banyaknyaa ruas jalan
jalan
Provinsi yang belum ada jembatan terutama jalan provinsi yang sangat strategis. Hal ini
pula dilaksanakan untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Gorontalo tentang
Agropolitan dimana masih banyak pula ruas Jalan Akses Agro yang pembangunan
 jembatannya masih sangat dibutuhkan. Sehingga pada Tahun Anggaran 2012 Pemerintah
Prov
Provin
insi
si Goro
Goront
ntal
aloo mel
melau
auii Dinas
Dinas Te
Tena
naga
ga Kerja
Kerja dan Trans
Transmi
migra
grasi
si Prov
Provin
insi
si Goron
Goronta
talo
lo
melaksanakan
melaksanakan kegiatan Perencanaan
Perencanaan Jembatan.
Jembatan.

2. MAKSUD DA
DAN
N TUJUAN

Jasa pelayanan
pelayanan ini dimaksudkan
dimaksudkan untuk membantu
membantu Dinas Tenaga
Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Transmigrasi
Provinsi
Provinsi Gorontalo dalam rangka melaksanak
melaksanakan
an pekerjaan Perencanaan
Perencanaan Jembatan.
Jembatan.
Tujuan
Tujuan dari kegiat
kegiatan
an ini adalah
adalah keterse
ketersedia
diaan
an perenca
perencanaan
naan yang
yang berwawas
berwawasan
an lingkunga
lingkungan,
n,
serta dokumen pelelangan, sesuai dengan rencana menggunakan standar prosedur yang
berlaku guna tercapainya mutu pekerjaan perencanaan, tercapainya penyelesaian
penanganan masalah-masalah yang sifatnya khusus serta memenuhi tingkat perekonomian
yang tinggi sehingga
sehingga tingkat pelayanan
pelayanan jembatan
jembatan yang diinginkan
diinginkan selama ini dapat tercapai.
tercapai.

3. SASARAN

Sasaran yang dicapai dari pekerjaan ini adalah :


a. Te
Ters
rsed
edia
iany
nyaa Pere
Perenc
ncan
anaa
aann Jemb
Jembat
atan
an pad
padaa ruas
ruas – ruas
ruas jal
jalan
an yang
ang ada
ada di dae
daera
rahh Kota
Kota
Terpadu Mandiri (KTM) yang sangat strategis yang
yang belum ada jembatan dan jalan akses
Agro yang pembangunan jembatannya masih sangat dibutuhkan.
b. Keters
Ketersedi
ediaan
aan Dokume
Dokumenn Lelang
Lelang Perenc
Perencanaa
anaann Jembat
Jembatan.
an.

4. NAMA
NAMA DAN
DAN ORGA
ORGANI
NISA
SASI
SI PEJA
PEJABA
BAT
T PEMBUA
PEMBUAT
T KOMIT
KOMITME
MEN
N

Pengguna Jasa adalah


adalah Dinas Tenaga
Tenaga Kerja
Kerja dan Transmigras
Transmigrasii Provinsi
Provinsi Gorontalo
Gorontalo..

5. SUMBER PE
PENDA
DANA
NAA
AN

Untuk pelaksanaan kegiatan ini tersedia pagu anggaran sebesar Rp.


Rp. 250.
250.00
000.
0.00
000
0 (Dua
(Dua
Ratu
Ratus
s Lim
Lima Pu
Puluh
luh Juta
Juta Rupiah)) termasuk
Rupiah termasuk PPN,
PPN, sumber
sumber dana APBD Tahun Anggaran
Anggaran
2012.

6. LOKASI KEGIAT
IATAN

Lokasi pelaksan
pelaksanaan
aan pekerjaaan
pekerjaaan ini terletak
terletak di daerah Kota Terpad
Terpadu
u Mandiri
Mandiri (KTM)
(KTM) Kab.
Boalemo Provinsi Gorontalo.

7. LING
INGKU
KUP
P DA
DAN
N FASI
FASILI
LITA
TAS
S PENU
PENUN
NJA
JAN
NG

a. Ling
Lingku
kup
p Keg
Kegia
iata
tan
n
Lingkup Kegiatan ini adalah :
1) Melaks
Melaksana
anakan
kan survey
survey dan perenca
perencanaa
naann tekni
teknikk jembata
jembatann penggun
penggunaa jasa
jasa sesuai
sesuai
standar perencanaan;
2) Menyediakan dokumen pelelangan pengadaan jasa konstruksi, daftar kuantitas dan
gambar tipikal sebagai bahan pelelangan konstruksi;
3) Menyediakan perencanaan teknik detail, gambar detail, dan perhitungan volume
volume
pekerjaan;
4) Jumlah
Jumlah jembat
jembatan
an yang
yang diren
direncan
canaka
akann adala
adalahh 1 buah jembat
jembatan
an dengan
dengan menggun
menggunaka
akann
Rangka baja Bentangan 40,00 Meter.

8. METODOLOGI

a. PERS
PERSIA
IAPA
PAN
N PELA
PELAKSA
KSANA
NAAN
AN DESA
DESAIN
IN

1). Tujuan
Persiapan desain ini bertujuan :
a. Mempersiapka
Mempersiapkann dan
dan mengumpulkan
mengumpulkan data-data
data-data awal.
awal.
b. Meneta
Menetapkan
pkan desain
desain semen
sementar
taraa dari
dari data
data awal
awal untu
untukk dipaka
dipakaii sebag
sebagai
ai
panduan survey pendahuluan.
c. Meneta
Menetapkan
pkan ruas
ruas yang
yang akan
akan disurv
disurvey.
ey.

2) Lingkup Pekerjaan
Kegiatan pekerjaan ini meliputi :
b. Melakukan
Melakukan koordinasi
koordinasi dan konfirmas
konfirmasii dengan instansi
instansi terkait
terkait baik
baik di pusat
pusat
maupun di daerah termasuk juga mengumpulkan informasi harga satuan/ 
upah untuk disekitar lokasi proyek terutama pada proyek yang sedang
berjalan.
c Mengump
Mengumpulka
ulkann dan mempel
mempelajar
ajarii laporan
laporan-la
-lapor
poran
an yang
yang berkaita
berkaitann dengan
dengan
wilayah yang dipengaruhi atau mempengaruhi jalan yang akan
direncanakan.

b. SURVEY DA
DAN
N INVESTI
STIGAS
GASI

Survey lapangan dan investigasi harus dilaksanakan untuk mendapatkan data di


lapangan sampai dengan tingkat ketelitian tertentu dengan memperhatikan beberapa
faktor, seperti kondisi lapangan aktual yang ada dan sasaran penanganan yang
hendak dicapai. Konsultan Perencana dengan persetujuan Pengguna Jasa harus
menghindarkan suatu kondisi bahwa informasi terlalu berlebihan atau terlalu minimal.
Jenis-jenis survey atau investigasi yang harus dilaksanakan tersebut bergantung
kepada jenis pekerjaan penanganan yang akan dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana
Konstruksi kelak. Sebagai acuan dasar, apabila tidak ditentukan lain oleh Pengguna
Jasa pada saat review hasil Survey Pendahuluan, jenis-jenis survey dan investigasi
yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah sebagaimana tabel di
bawah ini.

1).
1). Peng
Penguk
uku
uran
ran Topog
opogrrafi
afi
a) Tujuan
Tujuan pengukuran topografi dalam pekerjaan ini adalah mengumpulkan data
koordinat
koordinat dan ketinggian
ketinggian permukaan
permukaan tanah sepanjang
sepanjang rencana
rencana trase jalan
dan jembatan di dalam koridor yang ditetapkan untuk penyiapan peta
topografi dengan skala 1:1000 yang akan digunakan untuk perencanaan
geometrik jalan, serta 1:500 untuk perencanaan jembatan dan
penanggulangan longsoran.
b) Ling
Lingku
kup
p Peker
Pekerja
jaan
an
(1) Pemasangan pat
patok-pa
-patok 
- Patok-patok
Patok-patok BM harus dibuat dari beton dengan ukuran 10x10x75
10x10x75
cm atau pipa pralon ukuran 4 inci yang diisi dengan adukan beton
dan di atasnya dipasang neut dari baut, ditempatkan pada tempat
yang aman, mudah terlihat. Patok BM dipasang setiap 1 (satu) km
dan pada setiap lokasi rencana jembatan dipasang minimal 3,
masing-masing 1 (satu) pasang di setiap sisi sungai/ alur dan 1
(buah) disekitar sungai yang posisinya aman dari gerusan air
sungai.
- Patok BM dipasang/
dipasang/ ditanam
ditanam dengan kuat, bagian yang tampak di
atas tanah setinggi 20 cm, dicat warna kuning, diberi lambang
Prasarana Wilayah, notasi dan nomor BM dengan warna hitam.
Patok BM yang sudah terpasang, kemudian di photo sebagai
dokumentasi yang dilengkapi dengan nilai koordinat serta elevasi.
- Untuk setiap titik poligon
poligon dan
dan sifat
sifat datar harus digunakan
digunakan patok
patok
kayu yang cukup keras, lurus, dengan diameter sekitar 5 cm,
panjang sekurang-kurangnya 50 cm, bagian bawahnya
diruncingkan
diruncingkan,, bagian atas diratakan
diratakan diberi paku, ditanam
ditanam dengan
kuat, bagian yang masih nampak diberi nomor dan dicat warna
kuning. Dalam keadaan khusus, perlu ditambahkan patok bantu.
- Untuk
Untuk memuda
memudahka
hkann pencari
pencarian
an patok,
patok, seba
sebaik
iknya
nya pada
pada daerah
daerah
sekitar patok diberi tanda-tanda khusus.
- Pada lokasi-lokas
lokasi-lokasii khusus dimana tidak mungkin
mungkin dipasang
dipasang patok,
patok,
misalnya di atas permukaan jalan beraspal atau di atas permukaan
batu, maka titik-titik poligon dan sifat datar ditandai dengan paku
seng dilingkari cat kuning dan diberi nomor.
(2) Peng
Penguk
ukur
uran
an titi
titik
k kon
kontr
trol
ol horiz
horizon
onta
tal 

- Pengukuran
Pengukuran titik
titik kontrol
kontrol horizont
horizontal
al dilakuka
dilakukann dengan
dengan sistem
sistem poligon,
poligon,
dan semua titik ikat (BM) harus dijadikan sebagai titik poligon.
- Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksimum
maksimum 100 100 meter,
meter,
diukur dengan meteran atau dengan alat ukur secara optis ataupun
elektronis.
- Sudut-s
Sudut-sudu
udutt poligon
poligon diuku
diukurr dengan
dengan alat
alat ukur theod
theodoli
olitt dengan
dengan
ketelitian baca dalam detik. Disarankan untuk menggunakan
theodolit jenis T2 atau yang setingkat.
- Pengamatan
Pengamatan matahari
matahari dilakuk
dilakukan
an pada
pada titik
titik awal dan titik
titik akhir
penguku
pengukuran
ran dan
dan untuk
untuk setiap
setiap interv
interval
al + 5 km di sepanja
sepanjang
ng trase
trase
yang diukur. Apabila pengamatan matahari tidak bisa dilakukan,
disarankan menggunakan alat GPS Portable (Global Positioning
System). Setiap
Setiap pengamatan matahari harus dilakukan dalam 2 seri
(4 biasa dan 4 luar biasa).
(3) Peng
Penguk
ukur
uran
an titi
titik
k kont
kontrol
rol verti
vertika
kal 

- Penguku
Pengukuran
ran keting
ketinggian
gian dilaku
dilakukan
kan denga
dengann cara
cara 2 kali
kali berdiri
berdiri/ 

pembacaan
pembacaan pergi-
pergi- pulang.
pulang.
- Penguku
Pengukuran
ran sifa
sifatt datar
datar harus
harus mencak
mencakup
up semua
semua titik
titik pengu
pengukura
kurann
(poligon, sifat datar, dan potongan melintang) dan titik BM.
- Rambu-r
Rambu-ramb
ambuu ukur
ukur yang
yang dipaka
dipakaii harus
harus dalam
dalam kead
keadaan
aan baik,
baik,
berskala benar, jelas dan sama.
- Pada setiap
setiap pengu
pengukura
kurann sifat
sifat ddata
atarr harus
harus dila
dilakuk
kukan
an pemba
pembacaa
caann
ketiga benangnya, yaitu Benang Atas (BA), Benang Tengah (BT),
dan Benang
Benang Bawah (BB), dalam satuan milimiter.
milimiter. Pada
Pada setiap
setiap
pembacaan harus dipenuhi: 2 BT = BA + BB.
- Dalam
Dalam satu
satu seksi
seksi (satu
(satu hari
hari pengu
pengukur
kuran)
an) harus
harus dalam
dalam jumla
jumlahh slag
slag
(pengamatan) yang genap.

(4). Pengukuran situasi 


 Pengukuran situasi dilakukan dengan sistem tachimetri, yang
mencakup semua obyek yang dibentuk oleh alam maupun manusia
yang ada disepanjang jalur pengukuran, seperti alur, sungai, bukit,
 jembatan, rumah, gedung dan sebagainya.
 Dalam pengambilan data agar diperhatikan keseragaman
penyebaran dan kerapatan titik yang cukup sehingga dihasilkan
gambar situasi yang benar. Pada lokasi-lokasi khusus (misalnya:
sungai, persimpangan dengan jalan yang sudah ada) pengukuran
harus dilakukan dengan tingkat kerapatan yang lebih tinggi.
 Untuk pengukuran situasi harus digunakan alat theodolit.
(5). Pengukuran Penampang Melintang.
Pengukuran penampang melintang harus dilakukan dengan
persyaratan:
Interval, Interval, (m)
Lebar
Kondisi (m) Jalan Jembatan/
koridor, (m)
baru Longsoran
- Datar, landai, dan lurus 75 + 75 50 25
- Pegunungan 75 + 75 25 25
- Tikungan 50 (luar) + 25 25
100 (dalam)

Untuk pengukuran penampang melintang harus digunakan alat theodolit.


(6). Pengukuran pada perpotongan rencana trase jembatan dengan sungai 
atau jalan 
 Koridor pengukuran ke arah hulu dan hilir masing-masing minimum
200 m dari perkiraan garis perpotongan atau daerah sekitar sungai
(hulu/ hilir) yang masih berpengaruh terhadap keamanan jembatan
dengan interval pengukuran penampang melintang sungai sebesar
25 meter.
 Koridor pengukuran
pe ngukuran searah rencana trase jembatan masing-
masing minimum 100 m dari garis tepi sungai/ jalan atau sampai
pada garis pertemuan antara oprit jembatan dengan jalan dengan
interval pengukuran penampang melintang rencana trase jalan
sebesar 25 meter.
 Pada posisi lokasi jembatan interval pengukuran penampang
melintang dan memanjang baik terhadap sungai maupun jalan
sebesar 10 m, 15 m, dan 25 m.
Pengukuran situasi lengkap menampilkan segala obyek yang dibentuk
alam maupun manusia disekitar
disekitar persilangan tersebut.

c) Persyaratan
(1).
(1). Peme
Pemeri
riks
ksaan
aan dan
dan kore
koreks
ksii alat
alat ukur
ukur..
Sebelum melakukan pengukuran, setiap alat ukur yang akan digunakan
harus diperiksa dan dikoreksi sebagai berikut:
a. Pemer
Pemerik
iksa
saaa
aann theod
theodol
olitit::
 Sumbu I vertikal, dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung.
 Sumbu II tegak lurus sumbu I.
 Garis bidik tegak lurus sumbu II
 Kesalahan kolimasi horizontal = 0.
 Kesalahan indeks vertikal = 0.
b. Pemeri
Pemeriksa
ksaan
an alat
alat sif
sifat
at datar:
datar:
 Sumbu I vertikal, dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung.
 Garis bidik harus sejajar dengan garis arah nivo.
Hasil pemeriksaan dan koreksi alat ukur harus dicatat dan dilampirkan
dalam laporan.
(2).
(2). Kete
Ketelilititian
an dala
dalam
m pen
pengu
guku
kura
rann
Ketelitian untuk pengukuran poligon adalah sebagai berikut :
a. Kesa
Kesala laha
hann sudu
sudutt yang
yang dipe
diperbo
rbole
lehk
hkan
an adal
adalah 10”√n, (n adalah
ah 10”
 jumlah titik poligon dari pengamatan matahari pertama ke
pengamatan matahari selanjutnya atau dari pengukuran GPS
pertama ke pengukuran GPS berikutnya).
b. Kesala
Kesalahan
han azimu
azimuth
th pengon
pengontrol
trol tidak
tidak lebih
lebih dari
dari 5”.
(3). Perhitungan
gan
- Peng
Pengaamata
matann Matah
atahar
arii.
Dasar perhitungan pengamatan matahari harus mengacu pada tabel
almanak matahari yang diterbitkan oleh Direktorat Topografi TNI-AD
untuk tahun yang sedang berjalan dan harus dilakukan di lokasi
pekerjaan.
- Perh
Perhititun
unga
gann Koo
Koord
rdin
inat
at..
Perhitungan koordinat poligon dibuat setiap seksi, antara
pengamatan matahari yang satu dengan pengamatan berikutnya.
Koreksi sudut tidak boleh diberikan atas dasar nilai rata-rata, tapi
harus diberikan berdasarkan panjang kaki sudut (kaki sudut yang
lebih pendek mendapatkan koreksi yang lebih besar), dan harus
dilakukan di lokasi pekerjaan.
- Perh
Perhititun
unga
gann Sifa
Sifatt Data
Datar.
r.
Perhitungan sifat datar harus dilakukan hingga 4 desimal (ketelitian
0,5 mm), dan harus dilakukan kontrol perhitungan pada setiap lembar
perhitungan
perhitungan dengan menjumlahkan
menjumlahkan beda tingginya.
tingginya.
- Perh
Perhititun
ungan
gan Keti
Keting
nggia
giann Deta
Detailil..
Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok ukur yang
dipakai sebagai titik pengukuran detail dan dihitung secara
tachimetris.
- Seluruh
Seluruh perhitun
perhitungan
gan sebaiknya
sebaiknya menggunakan
menggunakan sistim
sistim komputerisa
komputerisasi.
si.
(4). Keluaran
 Penggambaran
Penggambaran poligon
poligon harus dibuat dengan skala 1 : 1.000
1.000 untuk
 jalan dan 1:500 untuk jembatan.
 Garis-garis grid dibuat setiap 10 Cm.
 Koordinat grid terluar (dari gambar) harus dicantumkan harga absis
(x) dan ordinat (y)-nya.
 Pada setiap
setiap lembar gambar dan/
dan/ atau
atau setiap
setiap 1 meter
meter panjang
panjang
gambar harus dicantumkan petunjuk arah Utara.
 Penggambaran titik poligon harus berdasarkan hasil perhitungan dan
tidak boleh dilakukan secara grafis.
 Setiap titik ikat (BM) agar dicantumkan nilai X,Y,Z-nya dan diberi
tanda khusus.
Semua hasil perhitungan titik pengukuran detail, situasi, dan
penampang melintang harus digambarkan pada gambar polygon,
sehingga membentuk gambar situasi dengan interval garis ketinggian
(contour) 1 meter.

2 ). Survey Lalu Lintas


a) Tujuan
Survey lalu lintas bertujuan untuk mengetahui kondisi lalu lintas, kecepatan
kendaraan rata-rata, menginventarisasi jalan yang ada, serta
menginventarisasi jumlah setiap jenis kendaraan yang melewati ruas jalan
tertentu dalam satuan waktu, sehingga dapat dihitung lalu lintas harian rata-
rata sebagai dasar perencanaan jembatan.
b) Ruan
Ruang
g Lin
Lingk
gkup
up
Survey lalu lintas meliputi kegiatan:
(1)
(1) Surv
Survey
ey volu
volume
me kend
kenda
araa
raan 
Seluruh jenis kendaraan yang lewat baik dari arah depan maupun dari
arah belakang harus dicatat.
Setiap lajur minimal 2 orang dengan peralatan yang digunakan 1 orang
1 counter serta format survey yang telah ditentukan.
(1.1) Pos-pos perhitungan lalu lintas yang terbagi dalam beberapa tipe pos :
a Pos Kelas
Kelas A : yaitu
yaitu pos perhitu
perhitunga
ngann lalu
lalu linta
lintass yang
yang terlet
terletak
ak pada ruas
 jalan dengan jumlah lalu lintas yang tinggi dan mempunyai LHR >
10.000 kendaraan.
b Pos Kela
Kelass B : yaitu
yaitu pos
pos perhit
perhitung
ungan
an lalu
lalu linta
lintass yang
yang terlet
terletak
ak pada
pada ruas
ruas
 jalan dengan jumlah lalu lintas yang sedang dan mempunyai 5.000 <
LHR< 10.000 kendaaan.
c Pos Kela
Kelass C : yait
yaituu pos perhi
perhitun
tungan
gan lalu
lalu lint
lintas
as yang
yang terlet
terletak
ak pada
pada ruas
ruas
 jalan dengan jumlah lalu lintas yang rendah dan mempunyai LHR <
5.000 kendaraan.
(1.2) Pemilihan Lokasi Pos
a. Lokasi pos harus mewakili
mewakili jumlah lalu lintas harian rata-rata
rata-rata dari
ruas jalan tidak terpengaruh oleh angkutan ulang alik yang tidak
mewakili ruas (commuter traffic).
b. Lokasi
Lokasi pos
pos harus
harus mempun
mempunyai
yai jarak
jarak pand
pandang
ang yang
yang cukup
cukup untuk
untuk
kedua arah, sehingga memungkinkan pencatatan kendaraan
dengan mudah dan jelas.
c. Lokasi
Lokasi pos
pos tidak
tidak dapat
dapat ditem
ditempat
patkan
kan pada
pada persi
persilan
langan
gan jalan
jalan..
(1.3) Tanda Pengenal Pos
Setiap pos perhitungan lalu lintas rutin mempunyai nomor pengenal,
terdiri dari satu huruf besar dan diikuti oleh tiga digit angka. Huruf besar
A,B,dan C memberikan identitas mengenai tipe kelas pos perhitungan.
Tiga digit angka berikutnya identik dengan nomor ruas jalan dimana
pos-pos tersebut terletak.
Apabila pada suatu ruas jalan mempunyai pos perhitungan lebih dari
satu, maka kode untuk pos kedua, digit
digit pertama diganti dengan 4 dan
seterusnya. Urutan pos hendaknya dimulai dari kilometer kecil kearah
kilometer besar pada ruas jalan tersebut.
Contoh:
1. Di ruas jalan 002 ada
ada beberapa
beberapa pos kelas
kelas A penulisan
penulisan nomor
nomor posnya
posnya
: A002; A302; A402 sampai dengan A902.
2. Di ruas jalan
jalan 157 ada
ada beberapa
beberapa pos kelas
kelas B, penulisa
penulisann nomor posnya
posnya
: B157; B357; B457; sampai dengan B957.
3. Di ruas
ruas jalan
jalan 057 ada
ada beberapa
beberapa pos kelas C, penulisan
penulisan nomor
posnya: C057; C357; C457 sampai dengan C957.
(1.4) Periode Perhitungan
a. Pos
Pos Kela
Kelass A
Untuk Pos Kelas A perhitungan dilakukan dengan periode 40 jam
selama 2 hari, mulai pukul 06.00 pagi pada hari pertama dan
berakhir 22.00 pada hari kedua.
Pembina jalan akan menginformasikan jadual perhitungan pada
awal Tahun Anggaran. Apabila ada perubahan jadual, waktu survei
akan ditentukan lebih lanjut oleh pembina jalan yang bersangkutan.
b. Pos
Pos Kela
Kelass B
Untuk pos kelas B, pelaksanaan perhitungan seperti pada pos kelas
A. Pelaksanaan perhitungan pada pos-pos kelas B sesuai jadual
yang telah ditentukan.
c. Pos
Pos Kela
Kelass C
Perhitungan dilakukan dengan periode 16 jam mulai pukul 06.00
pagi dan berakhir pada pukul 22.00 pada hari yang sama yang
ditetapkan untuk pelaksanaan perhitungan.
(1.5 ) Pengelompokan Ke
Kendaraan
Dalam perhitungan
perhitungan jumlah lalu lintas,
lintas, kendaraan
kendaraan dibagi kedalam
10elompok mencakup kendaraan bermotor dan kendaraan tidak
bermotor.
Golongan /  Jenis Kendaraan yang masuk kelompok ini adalah
Kelompok
1 Sepe
Sepeda
da moto
motorr, se
sekute
kuter,
r, sepe
sepeda
da kumb
kumban
angg dan
dan kend
kendar
araa
aann be
bermot
rmotor
or
roda 3
2 Sedan, Jeep, dan Station Wagon.
3 Opel
pelet,
et, Pick-u
k-up opel
pelet,
et, Subu
uburban,
an, Combi, Minibus
4 Pick
Pick-u
-upp, Micro
cro Truc
Truckk dan
dan Mobil
obil hant
hantar
aran
an atau
atau Pick
Pick-u
-upp Box
Box
5a Bus Kecil
5b Bus Besar
6 Truk 2 sumbu
7a Truk 3 cumbu
7b Truk Gandengan
7c Truk Semi Trailer
8 Kend
Kendar
araa
aann tid
tidaak bber
ermo
mottor,
or, sep
seped
eda,
a, beca
becakk, and
andon
ong/
g/ doka
dokar,
r, gero
geroba
bakk
sapi
Pengenalan ciri kendaraan :
1. Sepeda
Sepeda Kumba
Kumbang:
ng: sepeda
sepeda yang
yang ditemp
ditempeli
eli mesin
mesin 75
75 cc (max)
(max)
2. Kendara
Kendaraanan berm
bermoto
otorr roda
roda 3 antara
antara lain:
lain: bemo
bemo dan bajaj.
bajaj.
3. Kecual
Kecualii Combi,
Combi, umumn
umumnya ya sebaga
sebagaii kendara
kendarann penump
penumpang
ang umum
umum maxim
maximal
al 12
tempat duduk seperti mikrolet, angkot, minibus, pick-up yang diberi penaung
kanvas/ pelat dengan rute dalam kota dan sekitarnya atau angkutan pedesan.
4. Umumny
Umumnyaa sebagai
sebagai kenda
kendaraa
raann barang
barang maxima
maximall beban
beban sumbu
sumbu belaka
belakang
ng 3,5
3,5
ton dengan bagian belakang sumbu tunggal roda tunggal (STRT).
5. a. Bus Kecil
Kecil adalah
adalah sebagai
sebagai kendara
kendaraan
an penump
penumpang
ang umum
umum deng
dengan
an temp
tempat
at
duduk antara 16 s/d 26 buah, seperti kopaja, metromini, elf dengan bagian
belakang sumbu tunggal roda ganda (STRG) dan panjang kendaraan
maximal
maximal 9 m dengan sebutan
sebutan bus ¾.
b. Bus Besar adalah
adalah sebagai kendaraan
kendaraan penumpang
penumpang umum dengan tempat
tempat
duduk antara 30 s/d 50 buah, seperti bus malam, bus kota, bus antar kota
yang berukuran 12 m (+) dan STRG.
6. Truk
Truk 2 sumbu
sumbu adala
adalahh sebagai
sebagai kend
kendaraa
araann barang
barang dengan
dengan beban
beban sumbu
sumbu
belakang antara 5-10 ton (MST 5,8,10 dan STRG).
7. a. Truk
Truk 3 sumbu
sumbu adalah
adalah seba
sebagai
gai kenda
kendaraan
raan baran
barangg dengan
dengan 3 sumbu
sumbu yang
yang
letaknya STRT dan SGRG (sumbu ganda roda ganda).
g anda).
b. Truk gandengan
gandengan adalah
adalah sebagai
sebagai kendaraan
kendaraan no. 6 dan
dan 7 yang
yang diberi
diberi
gandengan bak truk dan dihubungkan dengan batang segitiga. Disebut
 juga Full Trailer Truck.
c. Truk semi
semi trailer
trailer atau truk
truk tempelan
tempelan adalah sebagai
sebagai kendaraan
kendaraan yang
yang terdiri
terdiri
dari kepala truk dengan sumbu 2-3 sumbu yang dihubungkan secara sendi
dengan pelat
pelat dan rangka bak yang
yang beroda belakang
belakang yang mempunyai
mempunyai 2
atau 3 sumbu pula.

c) Pers
Persy
yarat
aratan
an
Standa
Standarr pengamb
pengambila
ilann dan perhi
perhitun
tungan
gan data
data harus
harus meng
mengacu
acu pada
pada buku
Manual Kapasitas Jalan Indonesia.

3).
3). Surv
Survey
ey Peny
Penyel
elid
idik
ikan
an Tanah
anah (Mekt
Mektan
an))

a) Tujuan
Tujuan penyelidikan
penyelidikan tanah dalam pekerjaan
pekerjaan ini
ini adalah
adalah untuk
untuk memenent
memenentukan
ukan
 jenis dan karakteristik tanah untuk keperluan bahan jembatan, serta
mengidentifikasi lokasi sumber bahan termasuk perkiraan kuantitasnya.

b) Ruang Li
Lingkup
Kegiatan
Kegiatan penyelidikan
penyelidikan tanah meliputi
meliputi :
(2.1). Sondir (Pneutromete
(Pneutrometerr Static)
Static)
Sondir dilakukan untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah
keras, menentukan lapisan-lapisan tanah berdasarkan
tahanan ujung konus dan daya lekat tanah setiap
kedalaman yang diselidiki, alat ini hanya dapat digunakan
pada tanah berbutir halus, tidak boleh digunakan pada daerah
aluvium yang mengandung komponen berangkal dan kerakal
serta batu gamping yang berongga, karena hasilnya akan
memberikan indikasi lapisan tanah keras yang salah.
Ada dua macam alat sondir yang digunakan :
1. Sondir ringan
ringan dengan
dengan kapasitas
kapasitas 2,5
2,5 ton
2. Sondir berat
berat dengan
dengan kapasitas
kapasitas 10 ton
Pembacaan dilakukan pada setiap penekanan pipa sedalam
20 cm, pekerjaan sondir dihentikan apabila pembacaan pada
manometer berturut-turut menunjukan harga >150 kg/cm2, alat
sondir terangkat keatas, apabila pembacaan manometer
belum menunjukan angka yang maksimum, maka alat sondir
perlu diberi pemberat yang diletakan pada baja kanal jangkar.
Hasil yang diperoleh adalah nilai sondir (qc) atau perlawanan
penetrasi konus dan jumlah hambatan pelekat (JHP). Grafik
yang dibuat adalah perlawanan penetrasi konus (qc) pada tiap
kedalaman dan jumlah hambatan pelekat (JHP) secara
kumulatif.
(2.2). Boring 

(3 ) Lokasi Quarry  
Penentuan lokasi quarry baik untuk perkerasan jalan, struktur
 jembatan, maupun untuk bahan timbunan (borrow pit) diutamakan
yang ada disekitar lokasi pekerjaan. Bila tidak
tidak dijumpai, maka
maka harus
menginformasikan lokasi quarry lain yang dapat
da pat dimanfaatkan.
Penjelasan mengenai quarry meliputi jenis dan karakteristik bahan,
perkiraan kuantitas, jarak ke lokasi pekerjaan, serta kesulitan-
kesulitan yang mungkin timbul dalam proses penambangannya,
dilengkapi dengan foto-foto.
c) Persyaratan
(1 ) . Pengujian Lapangan  
Metoda pekerjaan lapangan lainnya harus sesuai dengan persyaratan
seperti
seperti yang dijelaskan
dijelaskan pada Tabel Pengujian
Pengujian Lapangan
Lapangan pada
pada
halaman berikut ini:
Tabel Pengujian Lapangan
No Pengujian Acuan Keterangan
1. Resistivity ASTM G57-78
2. Stand
andard Pen
Peneetration Te
Test ASTM D1586-94 Pada daerah rencana
termasuk Split Spoon  jembatan, harus
Sampling mencapai kedalaman
lapisan keras.
3. Stand Pipe AASHTO T252-84

(2 ) Pekerjaan Laboratorium  
Pekerjaan Laboratorium dilaksanakan sesuai ketentuan yang
tercantum pada Tabel berikut :
Tabel Spesifikasi Pengujian Tanah di Laboratorium.
NO. PENGUJIAN ACUAN KETERANGAN
SIFAT INDEKS
1 Kadar air AS T M D 2 2 1 6 - 9 2
2 Batas susut AS T M D 4 2 7 - 9 3
3 Batas plastis AS T M D 4 3 1 8 - 9 3 - Fresh Condition
4 Batas cair SK-SNI M-07-1989-F - oven
oven drie 100 oC
driedd 100
5 Analisa saringan SNI-03-3423-1994
6 Berat Jenis AS T M D 8 5 4 - 9 2 Gunakan ' Wet method '
7 Berat isi SNI-1742-1989
8 Chloride Cont
ontent K.H. Head, Vol.1, 1984
9 Carbonate K.H. Head, Vol I, 1984
Content
10 Sulp
Sulpha
hate
te Cont
Conten
entt K.H.
K.H. Head
Head,, Vol
Vol.. 1, 1984
1984
SIFAT KUAT
GESER TANAH
11 Direct Shear SNI 03-2813-1992 - Fresh sample dengan Penjenuhan
AS T M D 3 0 8 0 - 9 0 - Fresh sample tanpa Penjenuhan
- Fresh sample dioven 70 oC selama satu
sample dioven
hari
SIFAT
PEMAMPATAN
TANAH
12 Swelling AS T M D 4 5 4 6 - 9 0 - Fres
Freshh Con
Condi
ditition
on - Diov
Dioven 40 oC dan 70 oC
en 40
selama satu hari
KEPADATAN
13 Pemadatan
SIFAT
KELULUSAN
14 Permeabilitas KH He
Head Vo
Vol. 2 1984 Manual of
of So
Soil La
Laboratory Te
Testing. Gu
Gunakan
metode Falling Head

4).
4). Surv
Survey
ey H
Hid
idro
rolo
logi
gi
a) Tujuan
Tujuan survey hidrologi dan hidrolika yang dilaksanakan dalam pekerjaan ini adalah
untuk mengumpulkan data hidrologi dan karakter/ perilaku aliran air pada bangunan
air yang ada (sekitar jembatan maupun jalan), guna keperluan analisis
analisis hidrologi,
penentuan debit banjir rencana (elevasi muka air banjir), perencanaan drainase
drainase dan
bangunan pengaman terhadap gerusan, river training (pengarah arus) yang
diperlukan.

b) Ruan
Ruang
g Lin
Lingk
gkup
up
Lingkup pekerjaan survey hidrologi ini meliputi:
a. Mengumpulkan
Mengumpulkan data curah hujan harian maksimum
maksimum (mm/hr)
(mm/hr) paling
paling sedikit
sedikit dalam
 jangka 10 tahun pada daerah tangkapan (catchment area) atau pada daerah
yang berpengaruh terhadap lokasi pekerjaan, data
data tersebut bisa diperoleh dari
Badan Meteorologi dan Geofisika dan/ atau instansi terkait di kota terdekat dari
lokasi perencanaan.
b. Mengumpulkan
Mengumpulkan data bangunan
bangunan pengaman
pengaman yang
yang ada seperti
seperti gorong-goron
gorong-gorong,
g,
 jembatan, selokan yang meliputi: lokasi , dimensi, kondisi, tinggi muka
muka air banjir.
c. Menganalisi
Menganalisiss data curah
curah hujan
hujan dan menentu
menentukan
kan curah
curah hujan rencana,
rencana, debit
debit dan
tinggi muka air banjir rencana dengan periode ulang 10 tahunan untuk jalan
arteri, 7 tahun untuk jalan kolektor, 5 tahunan untuk jalan lokal dan 50 tahunan
 jembatan dengan metode yang sesuai.
d. Menganalisa
Menganalisa pola aliran
aliran air pada
pada daerah rencan
rencanaa untuk member
memberikan
ikan masukan
masukan
dalam proses perencanaan yang aman.
e. Menghitung
Menghitung dimensi
dimensi dan
dan jenis
jenis bangunan
bangunan pengaman
pengaman yang
yang diperlukan
diperlukan..
f. Menent
Menentukan
ukan rencana
rencana elevas
elevasii aman untuk
untuk jalan/
jalan/ jembat
jembatan
an termas
termasuk
uk
pengaruhnya akibat adanya bangunan air ( aflux).
g. Merencanakan
Merencanakan bangunan
bangunan pengaman jalan/ jembatan
jembatan terhadap
terhadap gerusan
gerusan sampin
sampingg
atau horisontal dan vertikal.
c) Pers
Persy
yarat
aratan
an
Proses analisa perhitungan harus mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI)
No: 03-3424-1994 atau Standar Nasional Indonesia (SNI) No: 03-1724-1989 SKBI-
1.3.10.1987 (Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidrolika untuk Bangunan di
Sungai).

c. PROS
PROSES
ES ANA
NALI
LISA
SA STRU
STRUKT
KTUR
UR JEMB
JEMBAT
ATA
AN
Setelah semua data dikumpulkan kemudian data tersebut dianalisa dan dilakukan
desain jembatan, baik itu bangunan bawah maupun
maupun bangunan atas jembatan. Dalam
perencanaan tekbik jembatan konsultan harus berdasarkan peraturan perencanaan
yang telah ditetapkan atau sesuai SNI. Terutama diharapkan desain yang tahan
terhadap gempa. Untuk hal ini Konsultan mengacu pada SNI 2833 tahun 2008 tentang
“Perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan”. Dalam standar ini dijelaskan
dinamika struktur agar setiap perencana akan menguasai segi kekuatan, keamanan
dan kinerja ketahanan gempa jembatan dalam suatu proses perencanaan utuh.

d. PENGGAM
GAMBA
BARA
RAN
N
1). Ranc
Rancan
anga
gan
n (Dra
(Draft
ft Pere
Perenc
ncan
anaa
aan
n Tekn
Teknik
ik))
Tim harus membuat rancangan (draft) perencanaan teknis dari setiap detail
perencanaan dan mengajukannya kepada pengguna jasa untuk diperiksa dan
disetujui.
a. Gambar
Gambar detai
detaill banguna
bangunann bawah
bawah dan bangun
bangunan
an atas
atas Jemba
Jembatan
tan..
b. Ketera
Keterangan
ngan meng
mengenai
enai mutu
mutu bahan
bahan dan
dan kelas
kelas pembeb
pembebanan
anan..

2).
2). Gamb
Gambar
ar Re
Renc
ncan
ana
a (Fin
(Final
al De
Desa
sain
in))
Pembuatan gambar rencana lengkap dilakukan setelah rancangan perencanaan
disetujui oleh pengguna jasa dengan memperhatikan koreksi dan saran yang
diberikan.
Gambar
Gambar rencana
rencana akhir terdiri
terdiri dari gambar-gamba
gambar-gambarr rancangan
rancangan yang
yang telah
telah
diperbaiki dan dilengkapi dengan:
a. Sampul
Sampul luar
luar (cov
(cover)
er) dan
dan sampu
sampull dalam.
dalam.
b. Daftar is
isi.
c. Peta
Peta lok
lokas
asii pro
proye
yek.
k.
d. Peta
Peta lokasi
lokasi Sumber
Sumber Bahan
Bahan Mater
Material
ial (Quar
(Quarry)
ry)..
e. Daftar
Daftar simbol
simbol dan singka
singkatan
tan..
f. Daft
Daftar
ar bang
banguna
unann pele
peleng
ngkap
kap dan
dan vol
volum
ume.
e.
g. Daftar
Daftar rang
rangkum
kuman
an volu
volume
me peker
pekerjaan
jaan..

i. PERH
PERHIT
ITUN
UNGA
GAN
N KU
KUAN
ANTI
TITA
TAS
S PEKE
PEKERJA
RJAAN
AN FISI
FISIK
K
a. Penyus
Penyusuna
unann mata
mata pembaya
pembayaran
ran pekerj
pekerjaan
aan (per
(per item)
item) harus
harus sesu
sesuai
ai dengan
dengan
spesifikasi yang dipakai,
b. Perhitu
Perhitungan
ngan kuantit
kuantitas
as pekerjaa
pekerjaann harus
harus dilaku
dilakukan
kan secara
secara keselu
keseluruha
ruhan.
n. Tabe
Tabell
perhitungan harus mencakup lokasi dan semua jenis mata pembayaran (pay
item)
c. Tim harus mengumpulka
mengumpulkann harga
harga satuan
satuan dasar
dasar upah, bahan, dan peralata
peralatann yang
yang
akan digunakan di lokasi pekerjaan.
d. Tim harus
harus menyiapkan
menyiapkan laporan
laporan analisa
analisa harga satuan pekerjaan
pekerjaan untuk
untuk semua
semua mata
pembayaran yang mengacu pada Panduan Analisa Harga Satuan No.
028/T/BM/1995 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bina Marga.
e. Tim harus
harus menyiapkan
menyiapkan laporan
laporan perkiraan
perkiraan kebutuh
kebutuhan
an biaya
biaya pekerjaan
pekerjaan konstruksi
konstruksi..

9. JAN
JANGKA WAK
WAKTU PE
PELAKSANA
SANAA
AN
Keseluruhan jadwal waktu jasa konsultansi ini terdiri dari pekerjaan perencanaan teknik
yang dilakukan
dilakukan dalam periode
periode 3 bulan Kalender
Kalender (90
(90 hari
hari kerja).
kerja).

10. PERK
PERKIRA
IRAAN
AN KEBU
KEBUTU
TUHA
HAN
N TENA
TENAGA
GA
Perkiraan Kebutuhan Personil (Man Month) adalah sebagai berikut:
Kebutuhan Tenaga Ahli Perencanaan Teknik terdiri dari: 

a. Ketua Tim
Tim (Team
(Team Leader)
Leader)
Adalah seorang
seorang sarjana
sarjana (S1) atau strata
strata yang lebih tinggi dibidang
dibidang teknik
teknik sipil
sipil dan
berpengalaman dibidangnya minimal 5 (Lim a) tahun yang
(Lima) yang terkait,
terkait, dimana
dimana tugas utama
ketua tim adalah bertanggung jawab pada hal-hal berikut:
 Merencanakan
Merencanakan,, mengkoordin
mengkoordinasi
asi dan mengendal
mengendalikan
ikan semua
semua kegiatan
kegiatan dan personil
personil
yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan
baik serta mencapai hasil yang diharapkan,
 Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap pengumpulan
data, pengolahan, dan penyajian akhir dari hasil keseluruhan pekerjaan.

b. Soil and Material Engineer


Engineer (Ahli Mekanika Tanah)
Tanah)
Adalah seorang
seorang sarjana
sarjana atau
atau strata
strata yang lebih
lebih tinggi
tinggi dibidang
dibidang teknik
teknik sipil dan
dan
berpengalaman dibidangnya selama minimal 3 (Tiga) tahun, dimana
(Tiga) dimana tugas
tugas ahli material
material
adalah merencanakan dan melaksanakan semua kegiatan yang mencakup
pelaksa
pelaksanaa
naann pela
pelaksan
ksanaan
aan penyeli
penyelidika
dikann tana
tanahh dan penyel
penyelidi
idikan
kan materi
material
al di lapanga
lapangann
dan di
di labor
laborat
atori
orium
um,, pengo
pengola
lahan
han dan
dan anal
analisisis
is dat
dataa mate
materi
rial
al,, dan
dan haru
haruss menjam
menjamin in
bahwa data,
data, analisis dan Penelitian
Penelitian Material
Material yang dihasilkan
dihasilkan adalah benar,
benar, akurat,
akurat, siap
digunakan untuk tahap perencanaan teknik jalan dan jembatan.

c. Ahli
Ahli Hidrol
Hidrologi
ogi (Hydro
(Hydrolog
logy
y Enginee
Engineer)
r)
Adalah seorang sarjana atau strata yang lebih tinggi dibidang teknik sipil dan
berpengalaman dibidangnya selama minimal 3 (Tiga) tahun, dimana tugas ahli teknik
(Tiga)
hidrologi/ hidraulik adalah merencanakan dan melaksanakan semua kegiatan yang
mencakup pelaksanaan pengumpulan data hidrologi, pengolahan dan analisis data
hidrologi, dan perhitungan-perhitungan hidrologi untuk perencanaan bentuk dan dimensi
bangunan hidrologi, serta harus menjamin bahwa data, analisis dan perhitungan
hidrologi yang dihasilkan adalah benar, akurat, siap digunakan, dapat memberikan
masukan yang rinci mengenai curah
curah hujan dan pola aliran air permukaan
permukaan untuk tahap
tahap
perencanaan teknik jalan dan jembatan.

d. Ahli Quantity
Quantity & Cost
Cost Estimator
Estimator
Adalah seorang
seorang sarjana
sarjana atau
atau strata
strata yang lebih
lebih tinggi dibidang
dibidang teknik
teknik sipil
sipil dan
berpengalaman dibidangnya selama minimal 3 (Tig a) tahun, dimana tugas Quantity
(Tiga) Quantity &
Cost Estimator
Estimator adalah
adalah melaksana
melaksanakan
kan semua
semua kegiatan
kegiatan yang
yang mencakup
mencakup pengumpul
pengumpulan
an
data harga satuan
satuan bahan
bahan dan upah, menyiapkan
menyiapkan analisa
analisa harga satuan
satuan pekerjaan,
pekerjaan,
membuat perhitungan kuantitas pekerjaan jalan dan jembatan, membuat perkiraan
biaya pekerjaan konstruksi, serta harus menjamin bahwa data, perhitungan analisa
harga satuan dan perhitungan kuantitas pekerjaan yang dihasilkan adalah benar dan
akurat.

Semua Tenaga Ahli adalah Lulusan Universitas / Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan
Tinggi Swasta yang telah terakreditasi, Memiliki NPWP & Sertifikat Keahlian konsultansi
bidang ke-PU-an dari LPJK.
Kebutuhan Asisten Tenaga
Tenaga Ahli Perencanaan Teknik terdiri dari: 

a. Asisten
Asisten Soil and Material
Material Engineer
Engineer (Ahli
(Ahli Mekanika
Mekanika Tanah)
Adalah seorang Diploma 3 teknik sipil atau STM Teknik Sipil dan berpengalaman
dibidangnya selama minimal 2 (Dua) tahun untuk Diploma 3 atau 4 (Empat) tahun
untuk
untuk STM, dimana
dimana tugas
tugas ahli
ahli materia
materiall adalah
adalah merenc
merencana
anakan
kan dan melaks
melaksana
anakan
kan
semua
semua kegiat
kegiatan
an yang
yang mencak
mencakup up pelaks
pelaksanaa
anaann penyeli
penyelidika
dikann tanah
tanah dan materi
material
al di
lapan
lapangan
gan dan
dan di labor
laborat
ator
oriu
ium,
m, pen
pengol
golah
ahan
an dan
dan ana
analilisi
siss data
data mate
materi
rial
al,, dan harus
harus
menjamin
menjamin bahwa data, analisi
analisiss dan Penelitian
Penelitian Material
Material yang dihasilka
dihasilkann adalah benar,
akurat, siap digunakan untuk tahap perencanaan teknik jalan dan jembatan.

b. Asi
Asiste
sten
n Ahli
Ahli Hidro
Hidrolog
logii (Hydro
(Hydrolog
logy
y Engine
Engineer)
er)
Adalah seorang Diploma
Diploma 3 teknik sipil atau STM Teknik Sipil dan berpengalaman
dibida
dibidangny
ngnyaa selama
selama minima
minimall 2 (Dua) tahun untuk Diploma 3 atau 4 (Empat) tahun
untuk STM, dimana tugas ahli teknik hidrologi/ hidraulik adalah merencanakan dan
melaksanakan semua kegiatan yang mencakup pelaksanaan pengumpulan data
hidrologi, pengolahan dan analisis data hidrologi, dan perhitungan-perhitungan hidrologi
untuk perencanaan bentuk dan dimensi bangunan hidrologi, serta harus menjamin
bahwa data, analisis dan perhitungan hidrologi yang dihasilkan adalah benar, akurat,
siap digunakan, dapat memberikan masukan yang rinci mengenai curah hujan dan pola
aliran air permukaan untuk tahap perencanaan teknik jalan dan jembatan.

c. Asi
Asiste
sten
n Quanti
Quantity
ty & Cost Estimat
Estimator
or Engine
Engineer
er
Adalah seorang Diploma
Diploma 3 teknik sipil atau STM Teknik Sipil dan berpengalaman
dibidangnya selama minimal 2 (Dua) tahun untuk Diploma 3 atau 4 (Empat) tahun
untuk STM, dimana tugas quantity & cost estimator adalah melaksanakan semua
kegiatan yang mencakup pengumpulan data harga satuan bahan dan upah,
menyiapkan analisa harga satuan pekerjaan, membuat perhitungan kuantitas pekerjaan
 jalan dan jembatan, membuat perkiraan biaya pekerjaan konstruksi, serta harus
menjamin bahwa data, perhitungan analisa harga satuan dan perhitungan kuantitas
pekerjaan yang dihasilkan adalah benar dan akurat.

Semua Asisten Tenaga Ahli adalah Lulusan Universitas / Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi,
Staf Pendu
Pendukung
kung dan Tenaga
Tenaga Teknis
Teknis : 
a. Surveyor
b. Estimator
c. Auto Ca
Cad Sp
Speciali
alist
d. Drafter
e. Offi
Office
ce Admi
Admini
nist
stra
ratition
on

1 1. LAPORAN TEKNIK
Laporan Teknik yang dihasilkan dari jasa konsultansi ini, adalah sebagai berikut :
1. Laporan
Laporan penyelidi
penyelidikan
kan tanah
Laporan
Laporan Penyel
Penyelidi
idikan
kan Tanah
Tanah harus
harus menc
mencaku
akupp sekura
sekurang-
ng-kura
kurangny
ngnyaa pembah
pembahasa
asann
mengenai hal-hal berikut:
- Data proyek.
- Peta situasi
situasi proyek yang menunjukkan
menunjukkan secara
secara jelas lokasi
lokasi proyek
proyek terhadap
terhadap kota
kota
besar terdekat.
- Hasil
Hasil Penyelid
Penyelidika
ikann Sondi
Sondirr dan
dan Bori
Boring
ng
- Rekom
komenda
ndasi.
2. Lapora
Laporan
n Topog
Topografi
rafi
Laporan topografi mencakup sekurang-kurangnya pembahasan mengenai hal-hal
berikut:
 Data proyek.
 Peta situasi proyek yang menunjukkan
menunjukkan secara jelas lokasi proyek terhadap kota
besar terdekat.
 Kegiatan perintisan untuk pengukuran.
 Kegiatan pengukuran titik kontrol horizontal.
 Kegiatan pengukuran titik kontrol vertikal.
 Kegiatan pengukuran situasi.
 Kegiatan pengukuran penampang melintang.
 Kegiatan pengukuran khusus (bila ada).
 Perhitungan dan penggambaran.
 Peralatan ukur yang digunakan berikut nilai koreksinya.
 Dokumentasi foto (ukuran 3R) mengenai kegiatan pengukuran topografi termasuk
kegiatan pencetakan dan pemasangan BM, pengamatan matahari, dan semua
obyek yang dianggap penting untuk keperluan perencanaan jalan.
 Deskripsi BM (sebagai lampiran).
 Data ukur hasil ploting dan negatip film harus diserahkan.
3. Lapora
Laporan
n Hidrol
Hidrolog
ogii
Laporan mengenai survey dan analisis hidrologi, yang meliputi :
 Data proyek.
 Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek terhadap kota
besar terdekat, pos pencatat curah hujan.
 Data curah hujan untuk setiap pos yang diambil.
 Analisis/ perhitungan.
 Penentuan dimensi dan jenis bangunan air.
 Daftar lokasi bangunan air yang direncanakan.
4. Laporan
Laporan Survey
Survey Lalu lintas
lintas
Hasil dari lapangan harus dibuat dalam bentuk laporan lengkap yang berisi :
1. Foto
Foto doku
dokume
ment
ntas
asii
2. Data
Data lapa
lapanngan
gan
3. Perh
Perhititun
unga
gann
4. Lapo
Lapora
rann tekn
tekniik
5. Laporan
Laporan Hasil
Hasil Analisa
Analisa Struktur
Struktur Bangunan
Bangunan Bawah
Bawah Jembatan
Jembatan
Hasil dari lapangan harus dibuat dalam bentuk laporan lengkap yang berisi :
1. Data
Data lapa
lapanngan
gan
3. Perh
Perhititun
unga
gann
4. Lapo
Lapora
rann tekn
tekniik

1 2. KELUARAN
Keluaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah:
1. Lapora
Laporan
n Pendahu
Pendahulua
luan
n
Laporan pendahuluan
pendahuluan merupakan
merupakan apresiasi
apresiasi terhadap
terhadap kerangka acuan kerja kegiatan
kegiatan
yang antara lain meliputi latar belakang masalah, maksud dan tujuan, ruang lingkup
yang diharapkan, metode / cara pendekatan, teknik dan prosedur pengumpulan data
serta analisis. Pada pelaporan ini dicantumkan juga pentahapan pekerjaan, jadwal
rencana kerja dan organisasi pelaksanaan studi yang akan dibahas dalam pertemuan
dengan Pengguna
Pengguna Jasa.
Jasa. Laporan
Laporan ini diserahkan
diserahkan pada
pada hari kalender
kalender ke 30 (Tiga Puluh)
Puluh)
setelah diterbitkan SPMK dan diserahkan sebanyak 10 (Sep
(Sepuluh)) buku
uluh buku dan
dan soft
soft copy
copy
(CD).

2. Lapora
Laporan
n Antar
Antara
a
Laporan ini berisi hasil pengumpulan bahan dan kajian yang akan dibahas dalam
pertemuan
pertemuan dengan Penyedia
Penyedia Jasa. Laporan ini diserahkan
diserahkan pada hari kalender
kalender ke 75
(Tujuh
(Tujuh Puluh
Puluh Lima)
Lima) setela
setelahh diterbit
diterbitkan
kan SPMK
SPMK dan dibuat sebany
sebanyak
ak 10 (Sepuluh) buku
dan soft copy (CD).

3. Draft
Draft Lapor
Laporan
an Akhi
Akhirr
Laporan ini merupakan produk akhir sementara yang akan dibahas dalam pertemuan
dengan Pengguna
Pengguna Jasa. Konsep
Konsep laporan
laporan akhir ini yang diserahkan
diserahkan pada hari
hari ke 135
(Sera
(Seratu
tuss Tiga
Tiga Pulu
Puluhh Lima)
Lima) sete
setela
lahh dikel
dikelua
uark
rkan
anny
nyaa SPMK.
SPMK. Juml
Jumlah
ah buku
buku yang
yang akan
akan
diserahkan sebanyak 10 (Sepuluh) buku dan soft copy (CD).

4. Laporan
Laporan Akhir
Akhir yang
yang berisi
berisi::
- Hasi
Hasill Peny
Penyeli
elidi
dika
kann Ta
Tana
nahh
- Hasi
Hasill Anal
Analis
isis
is To
Topo
pogr
graf
afii
- Pemb
Pembua
uata
tann Gam
Gamba
barr Topog
Topogra
rafifi
- Hasi
Hasill Anal
Analis
isis
is Hidr
Hidrol
olog
ogii
- Hasil Anali
alisis LHR
- Hasi
Hasill Anal
Analis
isis
is Stru
Strukt
ktur
ur Jemb
Jembat
atan
an
- Perhit
Perhitung
ungan
an & Perenc
Perencana
anaan
an jembata
jembatann
Laporan ini merupak
merupakan
an penyempu
penyempurnaan
rnaan dari Draft Laporan Akhir. Laporan
Laporan ini akan
dise
diserah
rahka
kann pada
pada akhir
akhir mas
masaa kontra
kontrakk pada
pada hari
hari ke 150
150 (Ser
(Serat
atus
us Lima
Lima Pulu
Puluh)
h) sete
setela
lahh
dikeluarkanny
dikeluarkannyaa SPMK berjuml
berjumlah
ah sebanyak
sebanyak 5 (lima)
(lima) buku dan
dan soft copy
copy (CD).
(CD).

5. Pembuatan
Pembuatan Dokumen Pelelangan.
Dokumen Pelelangan
Dokumen ini terdiri dari
o Gambar
Gambar Rencana / gambar
gambar kerja
o Engineering Estimate (EE)
o Rencana Kerja & Syarat-syarat / Spesifikasi Teknis
diserahkan bersama Laporan Akhir sebanyak 10 (Sepuluh) buku dan soft copy (CD).
1 3. LAIN - LAIN
Apabila ada hal-hal lain yang belum tercakup dalam KAK ini dan sangat dibutuhkan demi
terselesaikannya pekerjaan tersebut maka perlu dikoordinasikan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.

Gorontalo, Juni 2012


KUASA PENGGUNA ANGGARAN

TTD

Ir. Hi. AMIR


AMIR H. HADJU,
HADJU, S.Sos
Nip. 19710831 200212 1 005