Anda di halaman 1dari 16

KIMIA MATERIAL ANORANIK

METAL MATRIX COMPOSIT (MMC)

Kelompok 9:

RA. Yunita Suci Rahayu (24030117140004)


Ika Aprilia Khoirunnisa (24030117140010)
Eduardus Christian Cahyo U (240301171
Nabila Iftinan Sari (24030117120004)
Nanda Annisa (240301171
Jihan Khanza (240301171
Hasan Muhtar (240301171

DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta
hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Metal
Matrix Composit (MMC)”. Proposal ini disusun untuk memenuhi tugas kimia
material anorganik, Departemen Kimia Universitas Diponegoro. Pada kesempatan
ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pardoyo S.Si., M.Si. selaku
dosen pengampu mata kuliah kimia material anorganik dan juga buat keluarga
penulis yang selalu mendukung dan doa yang selalu diberikan kepada penulis.

Melalui makalah ini kami berharap dapat memperluas ilmu pengetahuan


pembaca tentang MMC dan terbentuk terobosan usaha baru MMC sehingga
meningkatkan perekonomian bangsa. Semoga makalah ini mampu menginspirasi
banyak orang agar mau bergerak dalam membantu pemanfaatan sumber daya alam
yang berlimpah di Indonesia dan untuk kedepannya dapat memberikan dampak
baik bagi lingkungan dan masyarakat di Indonesia.

Semarang, 8 April 2019

Penulis
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Pengembangan awal komposit matrik logam (Metal Matrix Composite,
MMC) telah dimulai sejak tahun tujuh puluhan. Secara umum pengembangan
teknologi komposit bertujuan untuk meningkatkan efisiensi struktur dan
karakterisasi sifat material yang signifikan, seperti untuk aplikasi material yang
ringan tetapi sangat kuat (S. Deni, et.all., 2008). Material komposit adalah dua
material atau lebih yang digabungkan sehingga menghasilkan sifat mekanis
yang merupakan gabungan dari komponen penyusunnya. Teknologi ini terus
diaplikasikan demi memenuhi tuntutan efisiensi produk industri yang
membutuhkan material yang kuat, ringan, tahan aus, dan tahan pada temperatur
tinggi. Material komposit yang sedang diteliti secara serius saat ini adalah Metal
Matrix Composite.

MMC adalah teknologi komposit dengan logam sebagai matriksnya.


MMC biasanya perpaduan dengan keramik. Kemudian dikembangkan MMC
dengan logam sebagai matriks dan logam juga sebagai penguatnya. Adapun
salah satu MMC yang sudah sering dikembangkan adalah MMC Al-based,
dengan Aluminium sebagai matriksnya, seperti; Al/SiC, Al/TiO2, Al/BN,
Al/TiC, dan lain-lain. Pembentukan komposit matriks logam dapat dilakukan
dengan berbagai cara, salah satu diantaranya pembentukan dengan metode
metalurgi serbuk. Keuntungan metode metalurgi serbuk dapat langsung
dihasilkan tanpa perlu dilakukan permesinan dan dapat diproduksi dalam skala
kecil maupun massal. Kelemahan metode metalurgi serbuk yaitu penggabungan
antara bahan penyusun relatif sulit, karena keramik SiC memiliki tingkat
kebasahan yang rendah dibandingkan logam Al dan kecenderungan keramik
SiC untuk mengelompok.
Dengan semakin berkembangnya MMC di dunia industri, maka
terbentuklah makalah dengan judul MMC (Metal Matrix Composit) dengan
tujuan untuk mengetahui asal usul, proses terbentiknya, persebaran, struktur
kimia dari MMC, sifat fisik dan kimia, manfaat peluang usaha dan perusahaan
yang telah mengolah MMC di Indonesia. Sehingga diharapkan dengan
terbentuknya makalah ini dapat memperluas ilmu pengetahuan pembaca
tentang MMC dan terbentuk terobosan usaha baru MMC sehingga
meningkatkan perekonomian bangsa.
2. Rumusan Masalah
a. Bagaimana asal usul MMC?
b. Bagaimana proses terbentunya MMC?
c. Dimana persebara MMC di Indonesia?
d. Bagaimana struktur kimia dari MMC?
e. Bagaimana sifat fisik dan kimia MMC?
f. Apa manfaat MMC di masyarakat?
g. Perusahaan mana saja yang telah mengolah MMC?
h. Permasalahan apa yang sedang terjadi pada MMC? Dan bagaimana
solusinya?
i. Bagaimana peluang usaha MMC?
3. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah kita dapat mempelajari
tentang asal usul dan proses terbentuknya MMC (Metal Matrix Composit),
tempat ditemukannya MMC, struktur kimia keramik tradisional, sifat fisik dan
kimia MMC, manfaat material MMC, peluang usaha, perusahaan yang
mengelola keramik tradisional, serta permasalahan yang ada dan solusinya.
PEMBAHASAN
1. Asal Usul Metal Matrix Composit (MMC)
Komposit adalah dua macam atau lebih material yang digabungkan atau
dikombinasikan dalam skala makroskopis sehingga menjadi material baru
dengan sifat yang unik dibandingkan sifat material dasar sebelum dicampur dan
terjadi ikatan permukaan antara masing – masing penyusun. Komposit Matrix
Logam merupakan komposit yang menggunakkan logam sebagai matriks atau
resinnya. Komposit jenis ini banyak digunakan dalam industri otomotif semisal
material Al – SiC, Al – Al2O3 yang digunakan untuk membuat piston mobil.
Selain itu berguna untuk mempertahankan sifat unggul logam dan memperbaiki
kekurangan dari logam.
Terciptanya komposit di latar belakangi dengan pembuatan panah orang
Mongolia yang menggabungkan kayu, otot binatang, sutera. Selain itu pedang
samurai Jepang terdiri dari banyak lapisan oksida besi yang berat dan liat.
Seiring dengan kemajuan zaman, untuk mengoptimalkan nilai efisiensi
terhadap suatu produk maka dimulailah suatu pengembangan terhadap material
dan para ahli menyadari bahwa material tunggal memiliki keterbatasan baik
dari sisi mengadopsi desain yang dibuat maupun kondisi pasar. Maka dari itu
dibuatlah pengembangan teknologi komposit matriks logam.
2. Proses Terbentunya MMC
Material komposit matriks logam dapat diproduksi dengan berbagai
teknik. Fokus dari pemilihan rekayasa proses yang sesuai adalah jenis yang
diinginkan, kuantitas dan distribusi komponen penguatan (partikel dan serat),
paduan matriks dan aplikasi. Dengan mengubah metode manufaktur,
pengolahan dan finishing, serta dengan bentuk komponen penguatan adalah
mungkin untuk mendapatkan profil karakteristik yang berbeda, meskipun
komposisi yang sama dan jumlah komponen yang terlibat. Produksi bahan
prekursor yang cocok, pengolahan ke unit konstruksi atau bahan setengah jadi
(profil) dan perlakuan finishing yang harus dipisahkan.
Secara umum berikut adalah beberapa proses pembuatan komposit
matriks logam:
1. Melting metallurgical process
a. Infiltrasi preforms serat-pendek, partikele- atau hybrid dengan
pengecoran squeeze, infiltrasi vakum atau tekanan infiltrasi
b. Infiltrasi reaksi preforms serat-atau partikel
c. Pengolahan bahan prekursor dengan mengaduk partikel di lelehan
logam, diikuti oleh pengecoran pasir, pengecoran cetakan permanen
atau tekanan tinggi die casting
2. Powder metallurgical processes
a. Penekanan dan sintering dan / atau penempaan campuran bubuk dan
bubuk komposit
b. Ekstrusi atau penempaan campuran partikel logam-bubuk
c. Ekstrusi atau penempaan percikan bahan prekursor kompatibel
3. Penekanan hot isostatic campuran bubuk dan cengkeraman serat
4. Pengolahan lebih lanjut dari bahan prekursor dari metalurgi peleburan
dengan thixocasting atau forming, ekstrusi, penempaan
5. Penggabungan dan pengelasan produk setengah jadi
6. Penggabungan deformasi kawat logam (kelompok superkonduktor).
3. Persebara MMC Di Indonesia
Metal matrix composites (MMC) adalah material yang terdiri dari
matrik berupa logam dan paduanya yang diperkuat oleh bahan penguat dalam
bentuk continous fibre, whiskers, atau particulate. Bahan matrik umumnya
adalah alumunium dan paduanya, magnesium dan paduanya, titanium dan
paduanya, nikel dan paduanya, serta tembaga dan paduanya. Sedangkan
material penguat yang digunakan umumnya dari bahan keramik seperti SiC,
SiO2, Al2O3, B4C, karbon, grafit dan lain-lain. Adapun persebaran penyusun
komposit matriks logam :
1. Daerah Penghasil Almunium
Tambang almunium terdapat di Papua, Kalimantan Tengah
2. Daerah Penghasil Nikel
Nikel banyak terdapat di Kalimantan Barat, Maluku, Papua, Sulawesi
Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
3. Daerah Penghasil Tembaga
Tambang tembaga terdapat di :Cikotok : JawaBarat; Kompara : Papua;
Sangkarapi : Sulawesi Selatan; Tirtamaya : Jawa Tengah. Selain itu,
terdapat juga di daerah Jambi dan Sulawesi Tengah.
4. Daerah Penghasil Titan
Cilacap (Jawa Tengah); Kediri (Jawa Timur)
5. Daerah Penghasil Batu Bara
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan
Selatan (Pulau laut/Sebuku), Jambi, Riau, Aceh, Papua (Irian Jaya).

Gambar 1. Peta Persebaran Tambang di Indonesia

Gambar 2. Peta Persebaran MMC di Indonesia


4. Struktur Kimia Dari MMC

Pada umumnya bahan material komposit terdiri dari dua bahan utama,
yaitu:
1. Serat (fiber)
a. Sebagai unsur utama pada komposit
b. Menentukan karakteristik bahan komposit, seperti kekuatan, kekauan,
daan sifat mekanik lainnya.
c. Menahan sebagian besar gaya yang bekerja pada material komposit.
d. Bahan yang dipilih harus kuat dan getas, seperti carbon, glass, boron,
dll.
2. Matrik ( resin )
a. Melindungi dan mengikat serat agar dapat bekerja dengan baik.
b. Bahan yang dipilh bahan yang lunak.
5. Sifat Fisik Dan Kimia MMC
1. Sifat-Sifat Umum MMC
Komposit matriks logam memiliki berbagai sifat yang membuatnya lebih
unggul dibanding material lain, yaitu:
a. Transfer tegangan dan regangan yang baik.
b. Ketahanan terhadap temperature tinggi
c. Tidak menyerap kelembapan.
d. Tidak mudah terbakar.
e. Kekuatan tekan dan geser yang baik.
f. Ketahanan aus dan muai termal yang lebih baik
g. Mempunyai keuletan yang tinggi
h. Mempunyai titik lebur yang rendah
i. Mempunyai densitas yang rendah.
2. Faktor Yang Menentukan Sifat Fisik dan Kimia MMC
Ada tiga faktor yang menentukan sifat fisik dan kimia dari material
komposit, yaitu:

a. Material pembentuk. Sifat-sifat intrinsik material pembentuk


memegang peranan yang sangat penting terhadap pengaruh sifat
kompositnya
b. Susunan struktural komponen. Dimana bentuk serta orientasi dan
ukuran tiap-tiap komponen penyusun struktur dan distribusinya
merupakan faktor penting yang memberi kontribusi dalam penampilan
komposit secara keseluruhan.
c. Interaksi antar komponen. Karena komposit merupakan campuran atau
kombinasi komponen-komponen yang berbeda baik dalam hal
bahannya maupun bentuknya, maka sifat kombinasi yang diperoleh
pasti akan berbeda (Sirait, 2010).
3. Sifat Fisik dan Mekanis MMC
Logam dan penguat jika sudah berbentuk MMC akan berubah sifatnya.
Berikut ini ditampilkan sifat fisik dan mekanis beberapa jenis MMC :
Tabel 1. Sifat beberapa jenis MMC

4. Sifat Kimia
Material utama matriks yang umum dikembangkan adalah aluminium,
titanium, dan magnesium dan penguat yang digunakan adalah partikel SiC.
Oleh karena itu sifat kimia akan dijabarkan untuk satu contoh saja yaitu
matriks alumunium yang penguatnya SiC.
 Sifat kimia Alumunium
a. Aluminium adalah logam yang anti magnetis, tidak beracun dan tidak
berbau. Aluminium mempunyai titik lebur yang rendah, oleh karena
itu kita dapat memperoleh kembali logam aluminium dari scrap.
b. Strength-to weight rasio yang tinggi
c. Ketahanan terhadap korosi yang baik
d. Memiliki konduktivitas termal dan elektris yang baik
e. Kemudahan dalam proses pembentukan dan pemesinan
 Sifat kimia SiC
a. SiC membentuk struktur tetrahedral dari ikatan atom karbon C dan
atom Si. Silikon karbida memiliki kurang lebih 70 bentuk kristal, dan
yang paling terkenal adalah struktur kristal heksagonal dengan
komponen alpha silikon karbida (α-SiC) dan mulai terbentuk pada
suhu sekitar 2000 °C. Selain α-SiC juga ada struktur beta silikon
karbida (ß-SiC), fasa ini terbentuk dibawah suhu 2000 °C, dan
terbanyak yang beredar dipasaran adalah ß-SiC
b. koefisien ekspansi termalnya rendah sehingga lebih tahan terhadap
kejut suhu. ketahanan panasnya ditunjukkan dari suhu pemakaian
yang dapat mencapai 2200 – 2700 oC. Pada 1000 oC terbentuk lapisan
oksidasi berupa SiO2.
c. Material SiC mempunyai ketahanan oksidasi di udara terbuka mampu
mencapai suhu 1700 oC
 Sifat Kimia Alumunium dan SiC jika sudah membentuk MMC
Logam aluminium yang telah dicampur dengan partikel silicon
carbida (SiC) untuk membentuk komposit bermatriks logam akan
mengalami perubahan beberapa sifat fisik dan ketahanan korosinya. Nilai
kekuatan spesifik komposit ini lebih unggul dibandingkan dengan logam
aluminium murni, baik pada suhu kamar ataupun suhu tinggi (< 200oC).
Senyawa SiC memiliki keunggulan diantara logam keramik yang lain
yaitu mudah berikatan dan tidak menyebabkan oksidasi pada logam Al.

Bila dobandingkan dengan material-material keramik seperti Al2O3 dan

ZrO2 juga relatif keras dan kuat, tetapi sulit berikatan dengan logam Al,

karena adanya unsure oksigen yang dapat menyebabkan oksidasi pada


material komposit Al.
6. Manfaat MMC Di Masyarakat

MMC digunakan untuk peralatan yang memerlukan bahan-bahan yang


berdensity rendah, tahan karat, kuat, kokoh dan tegar.

1. Kegunaan komposit besi


a. Pesawat terbang dan militer
- Kompsit digunakan untuk mereduksi logam berat dari pesawat untuk
meningkatkan kecepatan dan daya tahan
- Pertama kali digunakan tahun 1969 pada pesawat tempur juenis F-14
pada bagan horizontal stabilizer (lebih ringan hingga 400kg
dibandingkan aluminum)
- Pada pesawat komersil, mulai digunakan tahun 1980an pada pesawat
airbus A310
- Pada boing 777, 10% dari berat strukturnya berasal dari fiber-
reinforced epoxy dan 50% dari aluminum alloy
- Fiber-reinforced polymer juga dignakan pada baling-baling dan
helikopter,yang jauh lebih ringan dari aluminum dan juga lebih mampu
menahan getaran dari baling-baling.

b. Aplikasi luar angkasa


- Pada umumnya fiber-reinforced polymer digunakan untuk komponen-
komponen kecil seperti solar array, antena, optical platform, dll.
- Carbon fiber-reonforced epoxy tube digunakan untuk membangun
rangka struktur dan low earth orbit satelite
- Struktur ini mendukung untuk optical bench, solar array panel, antenna
reflector dan modul-modul lainnya
c. Bidang otomotif
Pada industri otomotif penggunaan fiber-reinforced composit bisa
dibagi 3 yaitu :
- Komponen bodi
- Komponen chassis
- Komponen mesin
7. Perusahaan Yang Telah Mengolah MMC
1. PT. MMC METAL FABRICATION (FABRICATION DIVISION)
Cikarang Industrial Estate I, Jl. Jababeka XIIB Blok W.26 Cikarang,
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia 17530. Phone. +62 21 8936733 (hunting),
Fax. +62 21 8936737 / 38
8. Permasalahan Apa Yang Sedang Terjadi Pada Mmc Dan Solusinya
Permasalahan: Pembuatan komposit matriks logam memerlukan biaya yang
relatif tinggi.
Solusi: Adanya dukungan oleh ketersediaan bahan baku yang relatif murah
seperti: serat karbon dan boron, kristal whisker
9. Peluang Usaha
a. Industri Otomotif

Gambar Blok Silinder Mesin, Pully, Poros Gardan


Dengan sifat dari material komposit matrik logam yang tahan panas
dan ringan ,maka material dipilih sebagai bahan komponen pada kendaraan,
baik komponen dalam mesin maupun komponen lainnya. Misalnya , blok
silinder mesin adalah komponen dalam mesin yang berfungsi sebagai tempat
untuk menghasilkan energi panas dari proses pembakaran bahan bakar yang
bersifat statis yang fungsinya sebagai tempat bergeraknya piston dalam
melaksanakan proses kerja motor. Karena komponen ini digunakaan sebagai
tempat bergeraknya piston ,sudah tentu jelas akan terjadi gesekan antara
piston dengan blok silinder ini dan gesekan akan menimbulkan panas . Oleh
sebab itu blok silinder ini terbuat dari komposit matriks logam yang tahan
panas ,sehingga tidak akan tekorosi.
b. Industri Kapal Terbang

Gambar Material komposit matriks logam pada badan pesawat dan Fan Exit
Guide Vanes (FEGV) pada pesawat
Material yang digunakan untuk pesawat diatur sedemikian rupa
sehingga dapat tahan terhadap panas, tekanan ,dan juga ringan. Dengan kata
lain material tersebut harus kuat , memiliki keuletan tinggi,dan memiliki
densitas rendah (ringan). Jika menggunakan logam biasa, mungkin hanya
dapat memenuhi salah satu dari kriteria tersebut. Sehingga harus diberi
treatment tertentu yaitu dengan membuatnya menjadi komposit matriks
logam.
c. Industri Elektronik

Jika membahas masalah elektronik, pasti tidak terlepas dari listrik.


Material yang digunakan pada komponen barang-barang elektronik didesain
agar dapat menghantar listrik dengan baik akan tetapi juga tahan terhadap
panas yang ditimbulkan dari listrik, Sehingga komponen tersebut dapat
awet,dan tahan lama. Oleh sebab itu digunakan komposit matriks logam yang
memiliki konduktivitansi listrik yang baik/tinggi, akan tetapi konduktivitansi
kalor yang rendah
PENUTUP
1. Kesimpulan
MMC (Metal Matrix Composit) merupakan komposit yang
menggunakkan logam sebagai matriks atau resinnya. MMC tersebar di seluruh
daerah di Indonesia dan terus berkembang dalam penggunaannya. Sehingga
menumbuhkan peluang usaha yang dapat meningkatkan perekonomian bangsa.
2. Saran

Diperlukan kajian lebih lanjut untuk MMC (Metal Matrix Composit)


agar lebih jelas

DAFTAR PUSTAKA

Aminur, dkk. 2018. Komposit Matriks Aluminium Silikon Berpeguat Alumina


Dengan Proses Metalurgi Serbuk. Program Studi Teknik Mesin,
Fakultasteknik, Universitas Halu Oleo
Prabowo, Agiel Setyo, dkk. 2016. Analisa Pengaruh Penambahan Mg Pada
Komposit Matrik Aluminium Remelting Piston Berpenguat Sio2
Menggunakan Metode Stir Casting Terhadap Kekerasan Dan Densitas.
Jurusan Teknik Mesin – Universitas Sebelas Maret