Anda di halaman 1dari 12

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI

PENGEMBANGAN ILMU
(Pendidikan Pancasila)

Oleh:
I Made Ari Wiradana 1705552030

TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2018

i
LEMBAR PENGESAHAN

ii
DAFTAR ISI

PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU ....................... i

LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................ iii

KATA PENGANTAR ................................................................................................. iv

BAB I ............................................................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 2

1.3 Tujuan ............................................................................................................. 2

1.4 Teknik Penulisan ............................................................................................ 2

BAB II ........................................................................................................................... 3

2.1 Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu ...................................... 3

2.2 Kasus Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu ........ 4

2.3 Perumusan Pancasila Sebagai Karakter Keilmuan Indonesia ........................ 4

2.4 Ilustrasi Tentang Karakter Keilmuan Berdasarkan Pancasila ........................ 5

BAB III ...................................................................................................................... 7

3.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 7

3.1 Saran ............................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 8

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga
paper ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Harapan kami semoga paper ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah
isi makalah agar menjadi lebih baik lagi. Tidak lupa juga saya ucapkan terima kasih
kepada Bapak I Gusti Bagus Wirya Agung, S.Psi.,MBA selaku dosen mata kuliah
pendidikan Pancasila yang membimbing saya dalam pengerjaan tugas paper ini.

Mungkin dalam pembuatan paper ini terdapat kesalahan yang belum saya
ketahui. Maka dari itu saya mohon saran dan kritik dari Bapak dosen, demi tercapainya
paper yang sempurna.

Jimbaran, 20 Oktober 2018

Penulis

iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dewasa ini mencapai


kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa.
Pengembangan iptek tidak dapat terlepas dari situasi yang melingkupinya, artinya iptek
selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Perkembangan iptek pada gilirannya
bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga di satu pihak dibutuhkan
semangat objektivitas, di pihak lain iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya
dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.

Pancasila sebagai ideologi negara dikaji oleh para ahli dan juga diuji oleh
berbagai peristiwa-peristiwa yang mencoba merongrong kemerdekaan dan keutuhan
Republik Indonesia. Secara empiris dan kenegaraan, Pancasila telah menunjukkan
ketangguhannya hingga pada saat ini. Sejak dulu, ilmu pengetahuan mempunyai posisi
penting dalam aktivitas berpikir manusia. Istilah ilmu pengetahuan terdiri dari dua
gabungan kata berbeda makna, ilmu dan pengetahuan. Segala sesuatu yang kita ketahui
merupakan definisi pengetahuan, sedangkan ilmu adalah pengetahuan tentang suatu
bidang yang disusun secara sistematis menurut metode tertentu.

Sikap kritis dan cerdas manusia dalam menanggapi berbagai peristiwa di


sekitarnya, berbanding lurus dengan perkembangan pesat ilmu pengetahuan. Namun
dalam perkembangannya, timbul gejala dehumanisasi atau penurunan derajat manusia.
Hal tersebut disebabkan karena produk yang dihasilkan oleh manusia, baik itu suatu
teori maupun materi menjadi lebih bernilai ketimbang penggagasnya. Itulah sebabnya,
peran Pancasila harus diperkuat agar bangsa Indonesia tidak terjerumus pada
pengembangan ilmu pengetahuan yang saat ini semakin jauh dari nilai-nilai
kemanusiaan.

1
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai
berikut:

a. Apakah yang dimaksud dengan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan


ilmu yang terbentuk dalam sikap inklusif, toleran dan gotong royong dalam
keragaman agama dan budaya.
b. Contoh kasus yang terkait dengan kedudukan Pancasila sebagai dasar nilai
pengembangan ilmu?
c. Contoh perumusan Pancasila sebagai karakter keilmuan Indonesia?
d. Bagaimana ilustrasi tentang karakter keilmuan berdasar Pancasila?

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan


penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

a. Mengetahui dan memahami pengertian Pancasila sebagai dasar nilai


pengembangan ilmu.
b. Mengetahui contoh kasus yang terkait dengan kedudukan Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan ilmu
c. Mengetahui contoh tentang perumusan Pancasila sebagai karakter keilmuan
Indonesia.
d. Mengetahui bagaimana ilustrasi tentang karakter keilmuan berdasar Pancasila.

1.4 Teknik Penulisan

Teknik penulisan yang saya lakukan dalam pembuatan paper yang berjudul
“Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu” yaitu dengan pengumpulan data dari
sumber-sumber informasi yang didapatkan dari berbagai literatur dan disusun
berdasarkan hasil studi dari informasi yang diperoleh. Penulisan diupayakan saling
terkait satu sama lain sesuai dengan topik yang dibahas.

2
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu


pada beberapa jenis pemahaman. Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan
nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap iptek yang
dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor
internal pengembangan iptek itu sendiri. Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan
sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu
mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa
Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan
ideology bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi
ilmu (mempribumian ilmu).

Keempat pengertian Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu sebagaimana


dikemukakan di atas mengandung konsekuensi yang berbedabeda. Pengertian pertama
bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
mengandung asumsi bahwa iptek itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian
dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu dapat ditelusuri ke


dalam hal-hal sebagai berikut. Pertama, pluralitas nilai yang berkembang dalam
kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan
perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Kedua, dampak negatif
yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir
yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Ketiga,
perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut
mengancam nilainilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas,

3
gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu,
diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai
global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

2.2 Kasus Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Kedudukan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu tidak terlepas


dari pengetahuan yang dimiliki manusia, dalam hal itu untuk membentuk kesatuan
dalam keanekaragaman maka diterapkannya pendekatan “musyawarah untuk
mencapai mufakat.” Bukan pendapat sendiri yang harus dijadikan kesepakatan
bersama, tetapi common denominator, yakni inti kesamaan yang dipilih sebagai
kesepakatan bersama. Hal ini hanya akan tercapai dengan proses musyawarah untuk
mencapai mufakat. Dengan cara ini segala gagasan yang timbul diakomodasi dalam
kesepa-katan. Tidak ada yang menang tidak ada yang kalah. Inilah yang biasa disebut
sebagai win win solution.

Ilmu pengetahuan dan teknologi di sekitar kita ibarat pisau bermata dua di satu
sisi iptek memberikan kemudahan untuk memecahkan berbagai persoalan hidup dan
kehidupan yang dihadapi tetapi di pihak lain dapat membunuh bahkan memusnahkan
peradaban umat manusia seperti pada bom bali 1 dan 2 yang mengakibatkan banyak
trauma bagi penduduk maupun wisatawan di bali disisi lain pembuatan bom merupakan
suatu bentuk dari penyalahgunaan pengembangan ilmu yang tidak sesuai dengan nilai-
nilai Pancasila.

2.3 Perumusan Pancasila Sebagai Karakter Keilmuan Indonesia

Pancasila sebagai pengembangan ilmu belum dibicarakan secara eksplisit oleh


para penyelenggara negara sejak Orde Lama sampai era Reformasi. Para
penyelenggara negara pada umumnya hanya menyinggung masalah pentingnya
keterkaitan antara pengembangan ilmu dan dimensi kemanusiaan (humanism).
Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, artinya kelima sila Pancasila
merupakan pegangan dan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan

4
teknologi. Karakter keilmuan yang terdapat pada Pancasila tak terlepas dari pedoman
sila-sila yang terdapat pada Pancasila.

Pancasila sebagai karakter keilmuan Indonesia yaitu di sisi ilmu itu sendiri,
pancasila sudah mencakup dari semua segi aspek kehidupan , mulai dari sila pertama
yang mencakup segi ketuhanan dalam menuntut ilmu yaitu dalam menuntut ilmu
utamakan lah ilmu yang bermanfaat dan bisa dibagi dan diberikan kepada orang lain,
sampai keadilan sosisal yang mengajarkan kita menuntut ilmu dengan seadil-adilnya
dan saya artikan , dalam menuntut ilmu juga harus adil yaitu dalam menuntut ilmu
jangan hanya satu ilmu yang dipelajari juga harus menguasai ilmu yang lain. Dari segi
penuntut ilmu sebagai penuntut akan ilmu dalam Pancasila juga diajarkan harus adanya
sifat kemanusiaan yang terdapat pada sila ke dua yaitu kemanusiaan yang adil dan
beradab , sebagai penuntut kita harus mengedepankan sisi kemanusiaan dalam mencari
ilmu, maksudnya , jangan memaksakan suatu ilmu hingga mengorbankan orang lain
dalam mencapai tujuan tersebut.

2.4 Ilustrasi Tentang Karakter Keilmuan Berdasarkan Pancasila

Nilai-nilai pancasila akan benar-benar menginternalisasi dan membumi dalam


kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Revitalisasi nilai-nilai pancasila
bisa dimulai dengan menjadikan dasar negara ini kembali sebagai pembicaraan publik,
sehingga masyarakat merasakan bahwa pancasila masih ada, dan masih dibutuhkan
bagi bangsa Indonesia. Revitalisasi nilai-nilai juga dapat dilakukan dengan cara
manifestasi identitas nasional. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai wawasan, antara
lain; spiritual yang berlandaskan etik, estetika, dan religiusitas sebagai dasar dan arah
pengembangan profesi.

Dalam konteks perguruan tinggi, revitalisasi nilai-nilai pancasila bisa dilakukan


dengan menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dan handal untuk
pembangunan nasional yang menumbuhkan kesadaran nasionalisme serta menemukan
jati diri bangsa yang mampu beradaptasi dengan perubahan, mampu menangkap
tantangan sebagai peluang dan mampu mengatasi segala permasalahan sengan solusi

5
yang baik, serta mengaktualisasikan diri untuk bangsa dan negara agar lebih maju dan
bermartabat.

6
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada


beberapa jenis pemahaman. Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi
(iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila. Nilai-nilai pancasila akan benar-benar
menginternalisasi dan membumi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Revitalisasi nilai-nilai pancasila bisa dimulai dengan menjadikan dasar
negara ini kembali sebagai pembicaraan publik, sehingga masyarakat merasakan
bahwa pancasila masih ada, dan masih dibutuhkan bagi bangsa Indonesia.

3.1 Saran

Peran Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu menurut saya sangat


berpengaruh dengan keadaan di NKRI oleh karena itu kita harus dapat memanfaatkan
pengetahuan agar memberi manfaat bagi semua orang bukaannya merugikan bangsa
dan negara.

7
DAFTAR PUSTAKA

Muhammad Erlangga. 2013. Pancasila Sebagai Nilai Pengembangan Ilmu. Diakses


pada: 30 September 2018. Diperoleh dari: http://www.erllang.ga/teknik-
informatika/makalah-pancasila-sebagai-nilai-pengembangan-ilmu.html

Mochammad Aziz. 2018. PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN


ILMU. Diakses pada: 1 November 2018. Diperoleh dari:
https://www.academia.edu/19663386/PANCASILA_SEBAGAI_DASAR_NI
LAI_PENGEMBANGAN_ILMU

Muhammad Suprio. 2015. Pancasila dan berbagai aspeknya. Diakses pada: 1


November 2018. Diperoleh dari:
http://muhammadsuprio.blogspot.com/2015/01/pancasila-dan-berbagai-
aspeknya.html