Anda di halaman 1dari 1

kelebihan dan kekurangan dari masing-masing model keseimbangan CAPM dan APT

CAPM (Capital Asset Pricing Model )


Capital Asset Pricing Model (CAPM) di kenalkan pertama kali oleh Sharpe, Lintner, dan Mossin
(1964) CAPM merupakan model untuk menentukan harga saham individu atau sebuah
portofolio. Kelebihannya:
1. Merupakan model yang menghubungkan tingkat return yang diharapkan dari suatu asset
berisiko dengan risiko dari asset tersebut saat pasar dalam kondisi seimbang,
2. CAPM merupakan pengembangan manajemen portofolio modern.
3. CAPM dapat digunakan untuk mengestimasikan return suatu sekuritas
4. CAPM membantu menyederhanakan gambaran realitas hubungan return dan risiko dalam
dunia nyata yang terkadang sangat kompleks
Kekurangan :
1. model CAPM ini kadang belum mampu menjelaskan variasi return dan risiko secara tepat karena
model ini mensyaratkan bahwa pasar saham berada pada kondisi yang ekuilibrium dan efisien.
2. Menurut model CAPM, harga saham ditentukan oleh indeks pasar secara tunggal, padahal juga
ditentukan oleh banyak faktor makro ekonomi.

APT ( Arbitrage Pricing Theory )


APT dikembangkan oleh Ross yang berlandaskan hukum satu harga (The Law of One Price)
yang menyatakan bahwa aktiva yang sejenis atau tidak sejenis tetapi berkarakteristik sama
mempunyai harga yang sama. Kelebihannya :
1. Estimasi return yang diharapkan dengan APT tidak terlalu dipengaruhi portofolio pasar
seperti dlm CAPM, Model APT menjadi salah satu pendekatan yang sering digunakan dalam
menentukan tingkat pendapatan (return) dari invetasi saham di pasar modal
2. APT didasari oleh pandangan bahwa return yang diharapkan dari suatu sekuritas bisa
dipengaruhi oleh beberapa sumber risiko lainnya (tidak hanya diukur dengan beta)
3. APT memberikan perkiraan terhadap tingkat pengembalian yang lebih baik dibandingkan dengan
CAPM
4. APT cukup kuat dalam menjelaskan cross - sectional variation pada tingkat pengembalian saham.
Kekurangan :
1. Model Aribitrage Pricing Theory (APT) tidak menyebutkan secara spesifik faktor-faktor
makro-ekonomi yang dapat mempengaruhi return saham
2. Model APT kesulitan dalam menentukan faktor-faktor risiko yang relevan