Anda di halaman 1dari 20

Bahan Ajar

I. Pendahuluan

Tentu kalian sudah mengenal bahan bakar minyak atau


BBM. Dari manakah sumber BBM yang digunakan pada
kendaraan bermotor? BBM diperoleh dari hasil pengolahan
minyak bumi. Minyak bumi (petroleum) atau sering juga
disebut minyak mentah (crude oil). Dijuluki juga sebagai emas
hitam, berupa cairan kental, berwarna coklat gelap atau
kehijauan yang mudah terbakar. Minyak bumi terdapat di
lapisan atas dari beberapa area kerak bumi. Minyak bumi
tersusun dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri
alkana bersama – sama dengan sejumlah kecil komponen yang
mengandung sulfur, oksigen dan nitrogen dan sangat sedikit
mengandung logam.

II. Komponen Minyak Bumi

Minyak bumi hasil ekplorasi (pengeboran) masih berupa


minyak mentah atau crude oil. Minyak mentah ini
mengandung berbagai zat kimia berwujud gas, cair, dan
padat. Apa saja yang terkandung dalam minyak bumi ?
Komponen utama minyak bumi adalah senyawa hidrokarbon,
baik alifatik, alisiklik, maupun aromatik. Kadar unsur karbon
dalam minyak bumi dapat mencapai 50%-85%, sedangkan
sisanya merupakan campuran unsur hydrogen dan unsur-
unsur lain. Misalnya, nitrogen (0-0,5%), belerang (0-6%), dan
oksigen (0-3,5%).

1. Senyawa hidokarbon alifatik rantai lurus


Senyawa hidokabon alifatik rantai lurus biasa disebut
alkana atau normal parafin. Senyawa ini banyak terdapat dalam
gas alam dan minyak bumi yang memiliki antai karbon pendek.
Contoh: Etana Propana.

2. Senyawa hidrokarbon bentuk siklik


Senyawa hidrokarbon siklik merupakan senyawa
hidrokarbon golongan sikloalkana atau sikloparafin. Senyawa
hidrokarbon ini memiliki rumus molekul sama dengan alkena.,
tetapi tidak memiliki ikatan rangkap dua dan membentuk
struktur cinicin. Dalam minyak bumi, antarmolekul siklik
tersebut kadang-kadang bergabung membentuk suatu molekul
yang terdiri atas beberapa senyawa siklik.

3. Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Bercabang


Senyawa golongan isoalkana atau isoparafin. Jumlah senyawa
hidrokarbon ini tidak sebanyak senyawa hidrokarbon alifatik
rantai lurus dan senyawa hidrokarbon bentuk siklik.

4. Senyawa Hidrokarbon Aromatik


Senyawa hidrokarbon aromatik merupakan senyawa
hidrokarbon yang berbentuk siklik segienam, berikatan rangkap
dua selang-seling, dan merupakan senyawa hidrokarbon tak
jenuh. Pada umumnya, senyawa hidrokarbon aromatik ini
terdapat dalam minyak bumi yang memiliki jumlah atom C
besar.Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas
alam.Minyak bumi hasil pengeboran masih berupa minyak
mentah (crude oil) yang kental dan hitam. Crude oil ini terdiri
dari campuran hidrokarbon yaitu:

Alkana merupakan merupakan fraksi yang terbesar di dalam


minyak mentah. Senyawa alkana yang paling banyak ditemukan
adalah n-oktana dan isooktana (2,2,4-trimetil pentana)
Hidrokarbon aromatis CnH2n-6 diantaranya adalah etil benzene
yang memiliki cincin 6 (enam).
5. Sikloalkana (napten) CnH2n antara lain siklopentana dan etil
sikloheksana
6. Belerang (0,01-0,7%)
7. Nitrogen (0,01-0,9%)
8. Oksigen (0,06-0,4%)
9. Karbondioksida [CO2]
10. Hidrogen sulfida [H2S]

Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam disebut


juga minyak mentah (crude oil). Minyak mentah dapat dibedakan
menjadi:

1. Minyak mentah ringan (light crude oil) yang mengandung


kadar logam dan belerang rendah, berwarna terang dan
bersifat encer (viskositas rendah).

2. Minyak mentah berat (heavy crude oil) yang mengandung


kadar logam dan belerang tinggi, memiliki viskositas tinggi
sehingga harus dipanaskan agar meleleh.

A. Pembentukan Minyak Bumi


Minyak bumi merupakan hasil akhir dari peruraian
bahan-bahan organik yang berasal dari jaringan tumbuhan
maupun hewan baik yang terdapat di darat maupun di laut.
Sisa tumbuhan dan hewan yang tertimbun endapan lumpur,
pasir dan zat-zat lainnya selama jutaan tahun mendapat
tekanan dan panas bumi secara alami. Bersamaan dengan
proses tersebut, bakteri pengurai merombak senyawa-senyawa
kompleks menjadi senyawa hidrokarbon. Oleh karena
pengaruh suhu dan tekanan tinggi, materi organik itu berubah
menjadi minyak setelah mengalami proses berjuta-juta tahun.

B. Komposisi Minyak Bumi


Minyak bumi yang baru dihasilkan dari sumur
pengeboran berupa lumpur yang berwarna hitam pekat
disebut minyak mentah. Setelah dianalisis ternyata dalam
minyak bumi terdiri dari bermacam-macam senyawa berikut

1. Golongan alkana yang paling banyak terdapat dalam minyak


bumi adalah n-alkana (tidak bercabang, jenuh) misalnya n-
oktana dan isoalkana (bercabang, jenuh) misalnya isooktana
(2, 2, 4-trimetilpentana).

CH3 — CH2 — CH2 — CH2 — CH2 — CH2 — CH2 — CH3


n-oktana

CH3

CH3 – C – CH2 – CH – CH3

CH3 CH3

iisooktan
a
2. Sikloalkana (membentuk cincin, jenuh) yang terdapat dalam
minyak bumi adalah siklopentana dan sikloheksana, misalnya
metil siklopentana dan etil sikloheksana. CH2

H2C H2C CH2


CH2

H2C CH2 H2C CH2

CH2
CH2

siklopentana sikloheksana
3. Hidrokarbon aromatik (membentuk cincin, tidak jenuh) yang
terdapat dalam minyak bumi adalah benzena, misalnya etil
benzena.

C2H5

benzena Etil benzena

4. Minyak bumi juga mengandung senyawa belerang (0,01-7%),


senyawa nitrogen (0,01-0,9%), senyawa oksigen (0,06-0,4%),
dan sedikit senyawa organologam (misalnya vanadium dan
nikel).

A. Pengolahan Minyak Bumi

1. Desalting
Minyak mentah, selain mengandung kotoran juga
mengandung zat-zat mineral yang larut dalam air. Proses
penghilangan kotoran disebut desalting atau penghilangan
garam. Desalting dilakukan dengan cara mencampur minyak
mentah dengan air sehingga mineral-mineral akan larut dalam
air. Untuk menghilangkan senyawa-senyawa nonhidrokarbon,
ke dalam minyak mentah ditambah dengan asam dan basa.
Proses desalting dilakukan untuk mencegah korosi pipa-
pipa minyak dan mencegah tersumbatnya lubang-lubang di
menara fraksinasi. Setelah minyak mentah mengalami proses
desalting, selanjutnya minyak mentah dialirkan ke tangki
pemanas untuk menguapkan minyak mentah dan kemudian
uap minyak mentah dialirkan dalam menara fraksinasi
(menara destilasi).

2. Distilasi
Setelah zat-zat bukan hidrokarbon dipisahkan, minyak
mentah diolah dengan proses distilasi (penyulingan)
bertingkat. Distilasi adalah cara pemisahan campuran
berdasarkan perbedaan titik didih dari berbagai komponen
yang menyusun campuran tersebut. Karena isomer-isomer
hidrokarbon mempunyai titik didih yang berdekatan. Fraksi-
fraksi tersebut berupa campuran hidrokarbon yang mendidih
pada trayek suhu tertentu. Distilasi dilakukan dalam kolom
atau menara distilasi. Dalam menara distilasi terdapat pelat-
pelat dengan jarak tertentu yang mempunyai sejumlah
sungkup gelembung udara (bubble caps).
Proses dalam menara distilasi dimulai dengan
memompakkan minyak mentah yang telah dipanaskan sampai
suhu 350oC ke dalam menara distilasi. Di dalam menara
sebagian minyak akan menguap dan bergerak melalui bubble
caps, sebagian uap akan mencair dan mengalir melalui pelat
sehingga terpisah dari fraksi lain. Uap yang tidak mencair
akan terus naik dan lama-kelamaan akan mencair sedikit demi
sedikit sesuai dengan titik didihnya pada pelat-pelat yang ada
di atasnya. Selanjutnya akan diperoleh fraksi-fraksi minyak
bumi berdasarkan titik didihnya.
Jadi uap minyak yang titik didihnya lebih tinggi akan
mengembun pada pelat pengembunan yang lebih rendah,
sedangkan fraksi minyak bumi yang titik didihnya lebih
rendah akan mengembun pada pelat pengembunan bagian
atas.

3. Proses Cracking
Reaksi craking (perekahan) adalah reaksi pemutusan
rantai panjang hidrokarbon menjadi dua rantai yang lebih
pendek. Reaksi cracking dilakukan pada suhu tinggi dan
dibantu katalis, misalnya Al2O3 dan SrO2

Berikut ini fraksi-fraksi minyak bumi yang banyak


dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun sebagai bahan
dasar industri petrokomia.
a. Gas alam
Gas alam terutama digunakan sebagai bahan bakar
untuk keperluan rumah tangga. Gas alam ini
dikonsumsi dalam wujud cairan yang dikenal dengan
LNG (Liquid Natue Gases) dan LPG (Liquid Petroleum
Gases). Gas alam terdiri dari campuran senyawa
hidrokarbon yang mempunyai atom C1-C4.

b. Bensin
Bensin terdiri dari campuran senyawa hidrokarbon
dengan jumlah rantai C5-C10.

c. Kerosin
Merupakan campuran senyawa hidrokarbon yang
memiliki rantai atom C10 sampai C14. Kerosin digunakan
untuk bahan bakar pesawat terbang, minyak bakar
untuk rumah tangga, insektisida, dan sebagian di
cracking untuk menghasilkan bensin.

d. Solar
Solar terdiri dari campuran senyawa hidrokarbon
dengan jumlah atom C15 sampai C25. Solar banyak
digunakan sebagai bahan bakar motor diesel dan bahan
bakar untuk industri. Solar dapat di cracking menjadi
fraksi bensin dan senyawa lain yang digunakan sebagai
bahan baku obat-obatan, kaos nilon, detergen, pupuk,
plastik, karet sintetik, film, dan lain-lain.

e. Pelumas
Tersusun dari campuran senyawa hidrokarbon
dengan jumlah atom C19-C35. Setelah dihilangkan
lilinnya dihasilkan minyak pelumas (oli). Dari fraksi
minyak bumi ini dapat dihasilkan bahan-bahan seperti
lilin lampu dan bahan kosmetik.

f. Residu
Residu merupakan hidrokarbon dengan jumlah atom
C70 ke atas dan berupa padatan pada suhu kamar.
Residu minyak bumi digunakan sebagai aspal.
Setelah minyak mentah mengalami proses destilasi.
Fraksi-fraksi minyak bumi tersebut selanjutnya diolah
dengan proses-proses selanjutnya seperti proses
reforming, polimerisasi, treating, dan blending.

1. Reforming adalah suatu proses peningkatan mutu


bensin dengan merubah bentuk struktur dari rantai
karbon lurus menjadi bercabang.

CH3

CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 CH3 – C – CH3

CH3
Proses ini dilakukan menggunakan katalis dan pemanasan
1. Polimerisasi adalah suatu proses penggabungan molekul-
molekul sederhana menjadi molekul-molekul yang lebih
kompleks.

CH3

CH3 – CH – CH3 + CH3 – C = CH2 CH3 – CH – CH2 – CH2 – CH

CH3 CH3 CH3 CH3

2. Treating
Isobutana adalahIsobutena
suatu proses penghilangan pengotor
Isooktana pada

minyak bumi. Tahapnya sebagai berikut:

a. Cooper sweetening yaitu proses menghilangkan


pengotor yang berbau tidak sedap.
b. Acid treatment yaitu proses menghilangkan lumpur.
c. Desulfuring yaitu proses menghilangkan unsur
belerang. Dalam bahan bakar unsure belerang harus
dihilangkan karena pada proses pembakaran bahan
bakar, belerang akan teroksidasi menjadi oksida
belerang (SOx) yang dapat menyebabkan hujan asam.
d. Blending yaitu proses penambahan zat aditif.

III. FRAKSI MINYAK BUMI

Senyawa hidrokarbon, terutama parafinik dan


aromatik, mempunyai trayek didih masing-masing, dimana
panjang rantai hidrokarbon berbanding lurus dengan titik
didih dan densitasnya. Semakin panjang rantai hidrokarbon
maka trayek didih dan densitasnya semakin besar. Jumlah
atom karbon dalam rantai hidrokarbon bervariasi.
Gambar. Fraksinasi Minyak Bumi

Untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar maka


dikelompokkan menjadi beberapa fraksi atau tingkatan dengan
urutan sederhana sebagai berikut:

Fraksi Hidrokarbon yang Didapatkan dari Distilasi Bertingkat


Fraksi Jumlah Titik Didih Kegunaan
Atom C
Gas C1 – C5 -164 °C – 30 bahan bakar gas
°C
Eter C5 – C7 30 °C – 90 °C pelarut, binatu kimia
petroleum
Bensin C5- C12 30 °C – 200 bahan bakar motor
°C
Minyak tanah C12 – 175 °C – 275 minyak lampu, bahan
C16 °C bakar kompor
Minyak gas, C15 – 250 °C – 400 bahan bakar mesin
bakar, dan C18 °C diesel
diesel
Minyak- C16 ke 350 °C ke atas Pelumas
minyak atas
pelumas,
gemuk, jeli
petroleum
Parafin (lilin) C20 ke meleleh 52 °C – Lilin gereja,
atas 57 °C pengendapan air bagi
kain, korek api,dan
pengawetan
Ter Residu aspal buatan
Kokas Residu bahan bakar, electrode
petroleum

3. LPG (Liquified Petroleum Gas)


Gas dari hasil distilasi ( adalah suatu metode pemisahan
bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau
kemudahan menguap ) yang dipergunakan untuk keperluan
bahan bakar rumah adalah bahan bakar fosil berbentuk gas
yang terutama terdiri darimetana CH4). Ia dapat ditemukan
di ladang minyak, ladang gas Bumi dan juga tambang batu
bara.

4. Naptha atau Petroleum eter, biasa digunakan sebagai


pelarut dalam industry.

5. Bensin

Bensin adalah cairan campuran yang berasal dari minyak


bumi dan sebagian besar tersusun dari hidrokarbon. Bensin
banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor
seperti sepeda motor. Gasolin (bensin), biasa digunakan
sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Beberapa jenis
bensin yang dikenal di Indonesia diantaranya:

 Premium, produksi Pertamina yang memiliki Oktan


87
 Pertamax, produksi Pertamina yang memiliki Oktan
92.
 Pertamax Plus, produksi Pertamina yang memiliki
Oktan 95.
 Pertamax Racing, produksi Pertamina yang memiliki
Oktan 100.
Khusus untuk kebutuhan balap mobil.

6. Kerosin (minyak tanah), biasa digunakan sebagai bahan


bakar untuk keperluan rumah tangga. Selain itu kerosin
juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin
melalui proses cracking.

7. Minyak Solar
Solar adalah fraksi minyak bumi dengan titik didih
antara 270-350 oC. Minyak Solar biasa digunakan sebagai
bahan bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor
seperti bus, truk, kereta api dan traktor .Minyak Solar
biasanya digunakan sebagai :
 Pada bahan bakar motor, diesel tipe besar (seperti
Bus & Truk )
 Memproduksi uap
 Mencairkan hasil peridustrian
 Membakar batu
 Mengerjakan panas dari logam. Minyak solar atau
minyak diesel, biasa digunakan sebagai bahan
bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor
seperti bus, truk, kereta api dan traktor. Selain itu,
minyak solar juga digunakan sebagai bahan baku
pembuatan bensin melalui proses cracking.

8. Minyak Pelumas
Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang
diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi
gaya gesek. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang
memisahkan dua permukaan yang berhubungan. Umumnya
pelumas terdiri dari 90% minyak dasar dan 10% zat
tambahan.

Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah oli


mesin yang dipakai pada mesin pembakaran dalam.
Kegunaan minyak pelumas diantaranya mencegah karat dan
mengurangi gesekan. 56. Minyak pelumas, biasa digunakan
untuk lubrikasi mesin-mesin.

9. Bitumen (Aspal)
Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat
berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air. Aspal sering
juga disebut bitumen. Aspal atau bitumen adalah suatu cairan
kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit
mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan
pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat
viskoelastis. Aspal akan bersifat padat pada suhu ruang dan
bersifat cair bila dipanaskan. Aspal merupakan bahan yang
sangat kompleks dan secara kimia belum dikarakterisasi
dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon
jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatic yang mempunyai
atom karbon sampai 150 per molekul. Kegunaan aspal adalah
untuk melapisi permukaan jalan.

10.Residu minyak bumi yang terdiri dari :


Parafin , digunakan dalam proses pembuatan obat-
obatan, kosmetika, tutup botol, industri tenun menenun,
korek api, lilin batik, dan masih banyak lagi. Aspal ,
digunakan sebagai pengeras jalan raya.

IV. DAMPAK PEMBAKARAN BAHAN BAKAR


TERHADAP LINGKUNGAN

Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil


(misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas,
antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur
dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam,
smog dan pemanasan global).
Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke
udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari
kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk
pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses
alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat
organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam
nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO 2 ke
udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan
peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari
konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO 2 yang
teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H 2SO4) yang
menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap
air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO 3) dan asam sulfat
(H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun
hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6
yang merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan
asam”. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan
sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya
tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk
perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk
hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung
menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).
Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh
tingginya kadar gas NOx, SO2, SO3 di udara yang dilepaskan, antara
lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Smog dapat
menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi
jangkauan mata dalam memandang.
Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon
dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar
gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi
peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO 2 tersebut
menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan
oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat
mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang
berasal, antara lain, dari gas bumi yang tidak dibakar, karena unsur
utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah
satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global.
Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling
tinggi, juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan
energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton
karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama,
jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2
ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton.

EVALUASI

Setelah anda mempelajari modul di atas, kerjakanlah latihan soal di


bawah ini, untuk mengevaluasi pemahaman kalian.

I. Pilihan Ganda

1. Minyak bumi harus digunakan secara hemat karena proses


pembentukannya memerlukan waktu yang sangat lama. Menurut
teori pembentukannya, minyak bumi berasal dari….
a. Gunung berapi d. Reaksi besi karbida dan air
b. Air laut yang terpendam e. Pelapukan hewan dan
tumbuhan
c. Reaksi alkali dan gas CO2

2. Hasil penyulingan minyak bumi yang memiliki titik didih paling


tinggi adalah….
a. Bensin c. Solar e. Residu
b. Kerosin d. Nafta

3. Senyawa yang paling banyak terdapat dalam minyak bumi


adalah….
a. Sikloalkana dan aromatik d. Heterosiklik dan
aromatik
b. Alkana dan heterosiklik e. Alkana dan sikloalkana
c. Alkana dan aromatik

4.Zat aditif yang ditambahkan untuk menaikkan bilangan oktan


bensin adalah….
a. Normal oktana c. Timbal oksida e. Tetraetil timbal
b. Timbal d. Dietil timbal

5. Hasil penyulingan bertingkat pada minyak bumi, menghasilkan


fraksi bensin pada suhu …
a. – 160oC s.d – 88oC d. 70oC s.d 140oC
b. – 40oC s.d. 0oC e. 140oC s.d. 180oC
c. 20oC s.d 70oC

6. Bensin mempunyai bilangan oktan sekitar …


a. 98 d. 75
b. 90 e. 70
c. 82

7. Berikut ini data hasil penyulingan bertingkat minyak bumi :

Fraksi Jumlah Titik


atom C Didih (oC)

1 1–4 < 40

2 5 – 10 40 – 180
3 11 – 12 160 – 250

4 13 – 25 220 – 350

5 26 – 28 > 350
Fraksi no. 4 biasa digunakan untuk ….
a. Bahan bakar kendaraan bermotor
b. Bahan bakarmesin diesel
c. Bahan baku pembuatan lilin
d. Bahan baku pembuatan pupuk
e. Bahan baku pembuatan aspal

8. Premix mempunyai nilai oktan 92 artinya ….


a. Sama dengan campuran 92% isooktana dan 8 % n – heptana
b. Merupakan bensin yang setara dengan campuran 92 liter
isooktana dan 8 % n – heptana
c. Bahan bakar yang setara dengan campuran 92 % n – heptana
dan 8 liter isooktana
d. Sama dengan campuran 92 liter n – heptana dan 8 liter
isooktana
e. Merupakan bahan bakar yang setara dengan campuran 8 %n –
heptana dan 92 % isooktana

9. Mutu bensin dinyatakan dengan angka oktan. Senyawa karbon


yang mempunyai angka oktan 100 adalah……
a. Iso – oktana d. tetra etil timbale (IV)
b. n – butane e.nafta
c. n – heptana

10. Dampak pembakaran bensin pada kendaraan bermotor yang


berupa partikel logam berat adalah pencemaran …..
a. Timbal b. Timah c. MTBE d. Merkuri
e. Tembaga
II. URAIAN

11. Proses pemisahan minyak bumi berdasarkan perbedaan titik


didih komponen-komponennya disebut….

12. Pengubahan alkana rantai lurus menjadi alkana bercabang


disebut….

13. Kerosin merupakan fraksi minyak bumi yang dalam kehidupan


sehari-hari dikenal dengan nama….

14. Bensin super (premix) diperoleh dari minyak bumi dengan


cara….

15. Komponen utama dari minyak bumi dan gas alam adalah….

16. Jelaskan dampak negative yang dapat dihasilkan dari proses


pembakaran minyak bumi!

17. Jelaskan cara yang dapat dilakukan untuk menaikkan bilangan


oktan pada bensin!

18. Selain sebagai bahan bakar, sebutkan dan jelaskan kegunaan lain
dari minyak bumi dan gas alam!

19. Jelaskan kerugian minyak bumi yang mengandung banyak


belerang!

20. Kemukakan pendapat anda mengenai bahan bakar alternatif di


masa yang akan datang sebagai pengganti bahan bakar minyak!

=========SELAMAT BELAJAR ==========