Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH

ANALISA DEPRESIASI

DOSEN : IMAM FADLY, S.T.,M.T.

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 2B

AMRIN HAMZAH (216 190 071)

RIZAL (216 190 077)

FEBI SYAWIANA (216 190 081)

AHMADIL FITRAH (216 190 082)

MUH. IQBAL PAJIALA (216 190 086)

FIKRAM (216 190 100)

AKRAM FAHREZA (216 190 101)

ISRA (216 190 118)

TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

2018
i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah Ekonomi Rekayasa ini dengan waktu yang telah ditetapkan dengan judul
“Analisis Depresiasi”.

Dalam penulisan makalah ini, kami selaku penulis tidak terlepas dari
bantuan berbagai pihak, oleh karena itu kami ucapakan terima kasih kepada
pihak-pihak yang membantu makalah ini terselesaikan dengan baik.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan serta penyusunan makalah ini


masih banyak kelemahan dalam penyajian materi, redaksi, dan sistematikanya.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Mudah-mudahan makalah ini
memberi manfaat bagi para pembaca.

Parepare, 20 Desember 2018

Kelompok 2B
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i


DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
B. Maksud dan Tujuan................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 3
A. Konsep dan Terminologi Depresiasi ....................................................................... 3
B. Metode Penentuan Depresiasi ................................................................................. 5
C. Modified Accelerated Cost Recovery System (MACRS) ..................................... 11
BAB III PENUTUP .......................................................................................................... 21
A. Kesimpulan............................................................................................................ 21
B. Saran ..................................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 22
Irmawati dan Gunawan, E. (2013). Penerapan Metode Penyusutan Garis Lurus Pada
Aktiva Tetap Berwujud di Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu
Pelayaran (BP3IP). Lentera Akuntansi, Vol. 1, No. 1. ..................................................... 22
Sullivan, W.G., Wicks, E.M., Koelling, C.P. (2015). Engineering Economy 16th Edition.
New Jersey: Pearson Education. ....................................................................................... 22
1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ekonomi teknik adalah sisi dari keputusan yang dibuat atau


direkomendasikan oleh para insinyur saat mereka memposisikan perusahaan
untuk menjadi keuntungan di pasar yang sangat kompetitif. Hal yang melekat
pada keputusan ini adalah trade-off antara berbagai jenis biaya dan kinerja seperti
waktu respon, keamanan, berat, keandalan, dll (Sullivan, 2015). Dalam ekonomi
teknik terdapat berbagai aspek yang dibahas, salah satunya yaitu mengenai
depresiasi. Pada umumnya perusahaan melakukan investasi dalam jumlah yang
besar pada berbagai aset tetap yang dimilikinya.
Berdasarkan PSAK No. 16 (1994). Aktiva tetap adalah aktiva berwujud
yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang
digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam
rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu
tahun. Masa manfaat merupakan periode suatu aktiva diharapkan digunakan oleh
perusahaan. Penyusutan adalah alokasi sistematik jumlah yang dapat disusutkan
dari suatu aktiva sepanjang masa manfaat. Jumlah yang dapat disusutkan adalah
biaya perolehan suatu aktiva, atau jumlah lain yang disubstitusikan untuk biaya
perolehan dalam laporan keuangan, dikurangi nilai sisanya . Penyusutan atau
depresiasi adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang
masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke
pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung (PSAK No. 17
2004.17.1).
Menurut William G.Sullivan (2015), depresiasi adalah penurunan nilai fisik
dengan berlalunya waktu dan penggunaan. Lebih khusus lagi, depresiasi adalah
konsep akuntansi yang menetapkan pengurangan tahunan terhadap laba sebelum
pajak sehingga pengaruh waktu dan penggunaan terhadap nilai aset dapat
tercermin dalam laporan keuangan perusahaan. Jumlah depresiasi aktual tidak
2

akan pernah bisa dibuat sampai aset tersebut dihentikan dari layanan dikarenakan
depresiasi merupakan biaya non kas yang mempengaruhi pajak penghasilan.
Standar Akuntansi Keuangan (2012) menyatakan bahwa “Jumlah yang
dapat disusutkan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama masa manfaat
aktiva dengan berbagai metode yang sistematis. Metode manapun yang dipilih
,konsistensi dalam penggunannya adalah perlu, tanpa memandang tingkat
profitabilitas perusahaan dan pertimbangan perpajakan, agar dapat menyediakan
daya banding hasil operasi perusahaan dari periode ke periode.” Aktiva tetap
berwujud dapat didepresiasikan ke dalam beberapa metode, beberapa jenis metode
penyusutan atas aset tetap menurut PSAK 16 yang dapat diterapkan di Indonesia
yaitu metode penyusutan garis lurus (straight line method), saldo menurun ganda
(double declining balance method), dan metode unit produksi (units of production
method).
Penelitian mengenai depresiasi ini bertujuan untuk mengetahui kegunaan
depresiasi dalam permasalahan bidang rekayasa dan mengetahui apakah penelitian
terdahulu telah sesuai dengan standar akuntansi yang ditetapkan baik nasional
maupun internasional. Data-data berupa artikel, dokumen penelitian dikumpulkan
terlebih dahulu dari database Scopus dan Scholar kemudian dilakukan analisis.
Analisis dilakukan untuk mengetahui peranan depresiasi berdasarkan
penggunaannya pada mesin, bangunan, peralatan, kendaraan, dll, umur ekonomis
dan metode depresiasi

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui
analisa depresiasi.
3

BAB II PEMBAHASAN

A. Konsep dan Terminologi Depresiasi

Depresiasi adalah penurunan nilai fisik barang dengan berlalunya waktu dan
pemakaian. Lebih spesifik lagi, depresiasi adalah konsep akuntansi yang
menentukan suatu reduksi tahunan terhadap pendapatan sebelum pajak, dengan
demikian efek waktu dan pemakaian atas nilai aset dapat direfleksikan di dalam
laporan keuangan perusahaan. Reduksi depresiasi tahunan bertujuan untuk
menyesuaikan nilai tahunan yang dipakai dalam suatu aset dalam proses produksi
dari pendapatan berdasarkan umur ekonomis aktual aset.

Depresiasi adalah biaya non-kas yang berpengaruh terhadap pajak


pendapatan. Dahulu, depresiasi dianggap sebagai cara untuk mempersiapkan diri
dalam membeli aset yang sama bila umur pakai aset telah habis.

Sekarang anggapan ini jarang dipakai karena :

 Aset yang kemudian dibeli biasanya berlainan dengan aset yang dipakai
sekarang
 Harganya berbeda dengan pada saat dulu dibeli

Barang yang dapat menyusut adalah barang yang diperbolehkan untuk


didepresiasi oleh undang-undang dan regulasi pajak pendapatan pemerintahan
federal, negara bagian, atau kotamadya. Umumnya, barang dapat didepresiasikan
jika memenuhi ketentuan-ketentuan berikut:

1. Harus dipakai dalam bisnis atau untuk menghasilkan pendapatan.


2. Harus memiliki umur efektif yang yang dapat ditentukan dan umur
tersebut harus lebih dari 1 tahun.
3. Harus merupakan sesuatu yang dapat dipakai sampai aus, rusak,diperbaiki,
menjadi tidak terpakai, atau nilainya hilang karena alasan-alasan umum.
4

Properti yang dapat didepresiasi dikelompokkan menjadi:

1. nyata (tangible): dapat dilihat atau dipegang. Terdiri dari property personal
(personal property) seperti mesin-mesin, kendaraan, peralatan, furnitur dan
item-item yang sejenis; dan properti riil (real property) seperti tanah dan
segala sesuatu yang dikeluarkan dari atau tumbuh atau berdiri di atas tanah
tersebut
2. tidak nyata (intangible). Properti personal seperti hak cipta, paten atau
franchise.

Metode depresiasi dan keterkaitan jangka waktu

Metode depresiasi yang diperolehkan oleh internal revenue code telah


berubah-ubah seiring dengan waktu. Secara umum, rangkuman berikut
menunjukkan metode pokok yang digunakan untuk barang yang di gunakan dalam
tiga periode waktu yang berbeda. Sebelum 1981, beberapa metode dapat dipilih
untuk mendepresiasi barang yang dipakai sebelum tahun 1981. Metode pokok
yang dipakai adalah garis lurus, keseimbangan menurun, dan jumlah digit tahun.
Setelah 1980 dan sebelum 1987, untuk pajak pendapatan federal, barang berwujud
yang dipakai selama periode ini harus didepresiasi dengan menggunakan
Accelerated Cost Recovery System (ACRS). Setelah 1986, Tax Reform Act 1986
(TRA 1986) adalah salah satu reformasi pendapatan pajak yang paling besar
dalam sejarah USA.

Tindakan ini adalah dengan memodifikasi ACRS yang diimplementasikan


oleh ERTA dan membutuhkan Modified Accelerated Cost Recovery System
(MACRS) untuk mendepresiasi barang-barang berwujud yang dipakai setelah
tahun 1986. Istilah-istilah pada depresiasi :

1. Adjusted (cost) Basis merupakan basis biaya original dari aset, disesuaikan
dengan kenaikan atau penurunan yang diizinkan, yang digunakan untuk
menghitung reduksi depresiasi dan deplesiasi. Misalnya biaya dari setiap
5

peningkatan aset modal dengan umur efektif lebih besar daripada kenaikan
satu tahun basis biaya original.
2. Basis, atau cost basis (B) adalah biaya mula-mula dari mengakuisisi aset
(harga pembelian ditambah biaya pajak penjualan), termasuk biaya
transportasi dan biaya normal lainnya untuk membuat aset tersebut dapat
berjalan seperti yang diharapkan. Jumlah ini disebut juga dengan
unadjusted cost basis.
3. Nilai buku (Book value, BV) merupakan basis biaya orisinal dari barang,
termasuk setiap penyesuaian, dikurang semua reduksi depresiasi atau
deplesiasi yang diizinkan. BV mencerminkan jumlah modal yang
diinvestasikan perusahaan dalam barang dan harus ditutupi di masa yang
akan datang melalui proses akuntansi.
4. Nilai sisa (Salvage Value, SV) merupakan ekspektasi harga penjualan dari
suatu barang apabila aset tersebut tidak produktif lagi digunakan oleh
pemiliknya. Bentuk nilai sisa bersih digunakan apabila si pemilik akan
mengadakan pengeluaran untuk sisa barang, dan arus kas keluar harus
direduksidari arus kas masuk untuk memperoleh SV neto akhir.
5. Umur efektif (useful life) harapan (estimasi) jangka waktu penggunaan
suatu barang dalam perdagangan atau bisnis atau menghasilkan
pendapatan. Ini tidak berarti berapa lama barang tersebut usang tetapi
berapa lama si pemilik mengharapkan barang itu dapat digunakan secara
produktif.

B. Metode Penentuan Depresiasi

1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

Metode depresiasi paling sederhana, beban depresiasi per periode besarnya sama
(tetap). Metode ini mengasumsikan bahwa aset terdepresiasi secara konstan setiap
tahunnya selama umur manfaatnya.
6

𝐵 − 𝑆𝑉𝑁
𝑑𝑘 =
𝑁

𝑑𝑘 = 𝑘 × 𝑑𝑘 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 1 ≤ 𝑘 ≤ 𝑁 𝑑𝑎𝑛 𝐵𝑉𝑘 = 𝐵 × 𝑑𝑘′

dimana:

N = umur manfaat

B = basis harga, termasuk penyesuaian

dk = pengurangan depresiasi pada tahun ke k (1 ≤ k ≤ N)

BVk = nilai buku pada akhir tahun ke k

SVN = perkiraan nilai sisa pada akhir tahun ke N

d’k = depresiasi kumulatif selama tahun ke k

Contoh Soal Metode Garis Lurus :

Mesin cetak pada sebuah perusahaan periklanan mempunyai basis harga sebesar
$1,000,000 dan umur manfaat 5 tahun. Diperkirakan alat tersebut mempunyai
nilai sisa sebesar $100,000. Tentukan jumlah depresiasi tahunan menggunkan
metode garis lurus. Tabelkan jumlah depresiasi tahunan dan nilai buku alat
tersebut pada setiap akhir tahun.

Penyelesaian:

Contoh perhitungan untuk tahun ke-5:

($1,000,000 − $100,000)
𝑑3 = = $180,000
5

3($1,000,000 − $100,000)
𝑑3 = = $540,000
5

3($1,000,000 − $100,000)
𝐵𝑉3 = $1,000,000 − = $460,000
5
7

Tabulasi depresiasi dan nilai buku setiap tahunnya:

Akhir tahun Depresiasi Akumulasi Depresiasi Nilai Buku tahun ke-k


0 - - 1,000,000
1 180,000 180,000 820,000
2 180,000 360,000 540,000
3 180,000 540,000 460,000
4 180,000 720,000 280,000
5 180,000 900,000 100,000

2. Metode Keseimbangan Menurun (Declining Balance Method)

Disebut juga metode persentase konstan atau formula Matheson, dengan


asumsi bahwa biaya depresiasi tahunan adalah suatu persentase yang tetap dari
nilai buku awal tahun. Rasio depresiasi tersebut dilambangkan dengan R (0 ≤ R ≤
1), dimana R = 2/N (jika digunakan 200% DB) atau R = 1.5/N (jika digunakan
150% DB).

Penyusutan Tahunan = Tarif Penyusutan x Nilai Buku pada Awal Tahun


Persamaan- persamaan yang berlaku untuk metode DB:

d1 = B(R)

dk = B( 1 – R)k - 1 (R)

dk = B [ 1− ( 1 −R)k ]

BVk = B (1−R)k

BVN = B (1−R)N

Kelima persamaan tidak memuat term SV (nilai sisa).

Contoh Soal Metode Keseimbangan Menurun (Declining Balance Method) :

CV. Matahari Fajar membeli peralatan pada tanggal 3 Januari 2007


seharga Rp. 50.000.000, dengan nilai sisa diperkirakan sebesar 5% dari harga
8

perolehan. Umur ekonomis 4 tahun (nilai sisa tidak digunakan hanya jebakan
saja). Tentukan depresiasi menggunakan metode declining balance!.

Penyelesaian:

- Depresiasi 2007 ={ ( 100% /4) x 2 } x Rp. 50.000.000= Rp. 25.000.000,


- Jurnal pada tanggal 31 Desember 2007 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan = Rp. 25.000.000,-

K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan=Rp. 25.000.000

- Depresiasi 2008 = 50% x ( Rp. 50 jt – 25 jt ) = Rp. 12.500.000


- Jurnal pada tanggal 31 Desember 2008 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan =Rp. 12.500.000

K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan=Rp. 12.500.000

- Depresiasi 2009 = 50% x (Rp 50 jt-25jt-12,5jt) = Rp. 6.250.000


- Jurnal pada tanggal 31 Desember 2009 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan =Rp. 6.250.000

K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan=Rp. 6.250.000

- Depresiasi 2010 = Rp.50 jt – 25jt-12,5jt-6,25jt = Rp. 6.250.000


- Jurnal pada tanggal 31 Desember 2010 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan =Rp. 6.250.000

K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan=Rp.6.250.000
9

3. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of The Years Digits Method)

Digit yang digunakan pada metode SYD adalah sisa umur manfaat dari
aset. Faktor depresiasi adalah sisa umur aset dibagi dengan jumlah total digit.
Persamaan umum untuk mencari biaya depresiasi tahunan:

dk = ( B – S N ) [2 ( N – k + 1 ) ] [ N ( N + 1 ) ]

depreciable cost = original cost − salvage value

book value = original cost − accumulated depreciation

Contoh Soal Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of The Years Digits Method)

Hitung depresiasi untuk 3 tahun pertama serta book value untuk tahun ke
3, jika diketahui first cost = $ 25.000 dengan salvage value = $ 4.000 dan umur =
8 tahun.

Penyelesaian :

D1 = (8 - 1 + 1) /36 x (25.000 - 4.000) = $ 4.667

D2 = (8 – 2 +1) /36 x (25.000 - 4.000) = $ 4.083

D3 = (8 - 3 + 1) / 36 x (25.000 - 4.000) = $ 3.500

Nilai depresiasi berkurang (D1>D2>D3)

BV3 = 25.000 - 3 (3 - 3/2 + 1/2) /36x (25.000 - 4.000)

BV3 = 25.000 - ( 3 (7) x(21.000)) = $ 12750

4. Metode Produksi Unit

Semua depresiasi yang dibahas di sini berdasarkan pada waktu yang sudah
lewat (tahun) yang mana teori tersebut menyatakan bahwa nilai barang yang
menurun sebagian besar merupakan fungsi dari waktu. Apabila penurunan nilai
10

kebanyakan karena fungsi penggunaan, depresiasi berdasarkan metodenya


mungkin tidak tercermin dalam bentuk tahun. Metode produksi unit biasa
digunakan dalam kasus seperti ini.

Contoh Soal Metode Produksi Unit

Sebuah mesin dibeli pada tanggal 2 Januari 2001 dengan harga Rp


$16,000 dan ditaksir dapat digunakan selama 10,000 jam dengan nilai residu $
1.000. Carilah tingkat depresiasi per jam penggunaan, dan carilah nilai bukunya
setelah beroperasi selama 5.000 jam !

Penyelesaian :

$16,000−$1,000
Depresiasi per unit produksi = = $1,5 per jam
10,000 𝑗𝑎𝑚

Setelah 5,000 jam,

$1,5
𝐵𝑉 = $16.000 − [ × 5,000 𝑗𝑎𝑚] = $8,500
𝑗𝑎𝑚

5. Keseimbangan Menurun yang Dialihkan ke Garis Lurus

Karena metode keseimbangan menurun tidak pernah mencapai BV yang


nol, maka diperbolehkan untuk berpindah dari metode ini ke metode garis-lurus
sehingga SVN aset akan menjadi nol (atau jumlah – jumlah lain yang diinginkan).

Tahap-tahap perhitungan :

- Nilai Buku Permulaan Tahun (Bv) diperoleh dari nilai permulaan tahun
sebelum k dikurangi dengan nilai jumlah depresiasi yang dipilih untuk
tahun sebelum k
- Metode 200% declining balance dihitung dengan persamaan:

(2/N) x Nilai Buku Permulaan Tahun k

- Metode Garis Lurus dihitung dengan cara:


11

Nilai Buku Permulaan Tahun k/ (N-tahun sebelumnya)

- Jumlah Depresiasi yang dipilih berdasarkan perbandingan nilai terbesar


dari dari Metode 200% declining balance dan Metode Garis Lurus untuk
tahun k

C. Modified Accelerated Cost Recovery System (MACRS)

MARCS terdiri dari dua system untuk menghitung reduksi depresiasi. System
utamanya disebut General Depreciation System (GDS) dan system kedua disebut
Alternative Depreciation System (ADS). Umumnya,periode pemulihan dengan
ADS lebih lama dan hanya mengunakan metode depresiasi garis-lurus. Namun
jika diseleksi dulu setiap barang yang dinilai dengan GDS dapat didepresiasi
dengan ADS. Informasi-informasi yang dibutuhkan untuk menghitung depresiasi
dengan MACRS adalah:

1. Basis harga (B)

2. Tanggal atau waktu saat properti atau aset mulai digunakan

3. Kelas properti dan periode perolehan.

4. Metode yang akan digunakan (ADS atau GDS)

5. Konvensi waktu yang diberlakukan (setengah tahun)

 General Depreciation System (GDS)

Dengan GDS, informasi dasar tentang kelas barang dan periode pemulihan adalah
sebagai berikut:
12

- Kelas barang pribadi GDS 3, 5, 7, dan 10 tahun: metode keseimbangan


menurun 200% yang dialihkan ke metode garis lurus jika metode tersebut
memberikan reduksi yang lebih besar.
- Kelas barang pribadi 15 dan 20 tahun: Metode keseimbangan menurun
150% yang dialihkan ke metode garis lurus jika metode tersebut
memberikan reduksi yang lebih besar.
- Kelas barang riil non-residental dan residental GDS: Metode garis lurus
terhadap periode pemulihan GDS tetap

 Alternative Depreciation System (ADS)


- Periode perolehan ADS diperlihatkan pada kolom terakhir Tabel 7.2
- Untuk properti personal yang tidak cocok dengan kelas aset yang ada,
didepresiasi menggunakan periode perolehan 12-tahun ADS
- Periode perolehan ADS untuk properti riil non-residential adalah 40 tahun

Diagram Alir Penentuan Depresiasi


13

Contoh Soal MARCS

Sebuah perusahaan farmasi membeli tangki pencampur yang mempunyai harga


pasar $120,000 untuk menggantikan tangki lama yang mempunyai harga pasar
$15,000. Pembelian dapat dilakukan dengan tukar tambah (tangki lama ditukar
dengan tangki baru) dengan membayarkan uang kas sebesar $99,500. Kelas umur
MARCS untuk tangki pencampur adalah 9.5 tahun. Pada akhir tahun ke 7,
perusahaan mengganti proses produksi sehingga tangki pencampur yang baru
harus dijual. Berapakah nilai depresiasi pada tahun aset tersebut dijual dengan
metode GDS?

Penyelesaian :

Diketahui :

- Nilai Buku dalalam Tukar tambah : $ 15,000


- Harga Pasar : $ 99,500
- Basis : Biaya Tunai + Nilai Buku = = $ 99,500 + $ 15,000 = $ 114,500
- k = 7 tahun
- Kelas umur MACRS = 9.5 tahun

Tanya : GDS, depresiasi value pada tahun ke 7 (d7*) !

Jawab :
14

Dari perhitungan di atas diperoleh bahwa nilai depresiasi di akhir tahun ke


7 (tepat sebelum tank dijual) adalah sebesar $0. Sedangkan nilai sisa dari tank
(SVn) sebelum dijual di tahun ke 7 adalah $0. Sebelum tahun ke 7, tepatnya pada
tahun ke 6 nilai sisa dari tank sudah mencapai nilai nol.

Soal dan Jawaban Metode Depresiasi

Soal A

Sebuah asset untuk pengeboran dibeli dan dioperasikan oleh perusahaan yang
memproduksi minyak bumi. Basis biaya asset tersebut adalah $60,000 dan
perkiraan harga pasar pada akhir 14 tahun umur manfaatnya adalah $12,000.
Hitunglah nilai depresiasi asset tersebut pada tahun ketiga dan nilai bukunya pada
akhir tahun ke lima dengan menggunakan :

 Metode garis lurus!


 Metode 200% declining balance!
 Metode 200% declining balance dengan peralihan ke garis lurus!

Penyelesaian

Diketahui :

- Basis biaya (B) = $60,000


- Umur depresiasi asset dalam tahun (N) = 14
- Estimasi nilai sisa pada akhir tahun N (SVN) = $12,000 Tanya :
- Nilai depresiasi (dk) tahun ke-3 ?
- Nilai buku akhir tahun ke-5 ?

Jawab :

Metode penentuan nilai depresiasi dan nilai buku yang digunakan :


15

a. Metode garis lurus (Straight-Line Method)

Tahap-tahap penentuan :

- Dihitung nilai beban depresiasi tahunan :

𝐵−𝑆𝑉𝑁
Beban depresiasi tahunan = 𝑁

$(60,000−12,000)
Beban depresiasi tahunan = 14

Beban depresiasi tahunan = $3,428.57

- Maka :
i.nilai depresiasi tahun ke-3 adalah sebesar :
𝐵−𝑆𝑉𝑘
nilai depresiasi tahun ke-3(d3) = 𝑁
$(60,000−12,000)
nilai depresiasi tahun ke-3(d3) = 14

nilai depresiasi tahun ke-3(d3) = $3,428.57


ii.nilai buku akhir tahun ke-5 adalah sebesar :
5×(𝐵−𝑆𝑉𝑘 )
nilai buku akhir tahun ke-5(BV5) = 𝐵
𝑁
5×$(60,000−12,000)
nilai buku akhir tahun ke-5(BV5) = $60,000 14

nilai buku akhir tahun ke-5(BV5) = 42,857.14


- Untuk nilai depresiasi tahun 0-14 dan nilai bukunya adalah :

Nilai Buku Nilai buku


Tahun Depresiasi Akumulasi
sebelum setelah
(k) beban depresiasi tahunan (dk) nilai beban depresiasi
($) ($) depresiasi ($) (BVk) ($)
0 - - - 60000
1 60000 3428.57 3428.57 56571.43
2 56571.43 3428.57 6857.14 53142.86
3 53142.86 3428.57 10285.71 49714.29
4 49714.29 3428.57 13714.29 46285.71
5 46285.71 3428.57 17142.86 42857.14
6 42857.14 3428.57 20571.43 39428.57
16

7 39428.57 3428.57 24000 36000


8 36000 3428.57 27428.57 32571.43
9 32571.43 3428.57 30857.14 29142.86
10 29142.86 3428.57 34285.71 25714.29
11 25714.29 3428.57 37714.29 22285.71
12 22285.71 3428.57 41142.86 18857.14
13 18857.14 3428.57 44571.43 15428.57
14 15428.57 3428.57 48000 12000

- Dari data diatas jika digambarkan ke dalam grafik adalah sebagai berikut :

b. Metode 200% declining balance

Tahap-tahap penentuan :

- Dihitung nilai beban depresiasi tahunan, persamaan yang digunakan


adalah :
dk = B x (1-R)k-1 x (R)
dimana keseimbangan menurun 200% maka nilai R=2/N
- Untuk menghitung nilai buku tahunan, persamaan yang digunakan adalah:
BVk = B x (1-R)k
- Sehingga diperoleh :
17

i.nilai depresiasi tahun ke-3 adalah :


nilai depresiasi tahun ke – 3(d3) = B x (1-R)k-1 x R
nilai R =2/N = 2/14 = 0.1429
sehingga :
nilai depresiasi tahun ke – 3(d3) = $60,000 x (1 – 0.1429)3-1 x 0.1429
nilai depresiasi tahun ke – 3(d3) = $6,289.64
ii.nilai buku akhir tahun ke-5 adalah :
BV5 = $60,000 x (1 – 0.1429)5
BV5 = $27,752.92
- Nilai depresiasi dan nilai buku untuk tahun 0-14 adalah sebagai berikut :

Tah Nilai Buku sebelum Depresiasi Akumulasi Nilai buku setelah


un beban depresiasi ($) tahunan nilai depresiasi beban depresiasi
(k) (dk) ($) ($) (BVk)
($)
0 - - - 60000
1 60000 8574 8574 51426
2 51426 7348.78 15922.78 44077.22
3 44077.22 6298.64 22221.41 37778.59
4 37778.59 5398.56 27619.97 32380.03
5 32380.03 4627.11 32247.08 27752.92
6 27752.92 3965.89 36212.97 23787.03
7 23787.03 3399.17 39612.14 20387.86
8 20387.86 2913.43 42525.56 17474.44
9 17474.44 2497.10 45022.66 14977.34
10 14977.34 2140.26 47162.92 12837.08
11 12837.08 1834.42 48997.34 11002.66
12 11002.66 1572.28 50569.62 9430.38
13 9430.38 1347.60 51917.22 8082.78
14 8082.78 1155.03 53072.25 6927.75

- Dari data diatas jika digambarkan ke dalam grafik adalah sebagai berikut :
18

c. Metode 200% declining balance dengan peralihan ke garis lurus (Straight


Line)

Perhitungan metode 200% declining balance dengan peralihan ke garis lurus


(Straight Line) dilakukan karena metode declining balance tidak pernah mencapai
BV yang nol. Tahap-tahap perhitungan :

- Nilai Buku Permulaan Tahun Bv diperoleh dari nilai buku permulaan


tahun sebelum k dikurangi dengan nilai jumlah depresiasi yang dipilih
untuk tahun sebelum k
- Metode 200% declining balance dihitung dengan persamaan :

(2/14) x Nilai Buku Permulaan Tahun k

- Metode Garis Lurus dihitung dengan cara:

Nilai Buku Permulaan Tahun k/ (14 - tahun sebelumnya)

- Jumlah Depresiasi yang dipilih berdasarkan perbandingan nilai terbesar


dari Metode 200% declining balance dan Metode Garis Lurus untuk tahun
k
19

- Berikut tabulasi perhitungan perhitungan metode 200% declining balance


dengan peralihan ke garis lurus (Straight Line) tiap tahun hingga akhir
tahun ke-14 :

Metode Depresiasi
Tahu Jumlah
Permulaan
n Metode 200% Depresiasi
Tahun (Bv) Metode
(k) Declining yang dipilih
Garis Lurus
Balance
1 60000 8571.43 4285.71 8571.43
2 51428.57 7346.94 3956.04 7346.94
3 44081.63 6297.38 3673.47 6297.38
4 37784.26 5397.75 3434.93 5397.75
5 32386.51 4626.64 3238.65 4626.64
6 27759.86 3965.69 3084.43 3965.69
7 23794.17 3399.17 2974.27 3399.17
8 20395 2913.57 2913.57 2913.57
9 17481.43 2497.35 2913.57 2913.57
10 14567.86 2081.12 2913.57 2913.57
11 11654.29 1664.90 2913.57 2913.57
12 8740.71 1248.67 2913.57 2913.57
13 5827.14 832.45 2913.57 2913.57
14 2913.57 416.22 2913.57 2913.57
Σ 51259.29 60000

- Untuk Nilai Depresiasi Tahun ke-3 tahap-tahapnya sebagai berikut :


Nilai Permulaan Tahun ke-3 = [Nilai Permulaan Tahun ke-2] - [Jumlah
Depresiasi yg dipilih untuk tahun ke-2]
Nilai Permulaan Tahun ke-3 = $(51,428.57-7,346.94]
Nilai Permulaan Tahun ke-3 = $44,081.63

Metode 200% declining balance tahun ke-3 = (2/14) x $44,081.63 =


$6,297.38
20

Metode garis lurus = $44,081.63/ (14-2) = $3,673.47

Dari Perbandingan nilai depresiasi antara metode 200% declining balance


dan metode garis lurus, maka diperoleh untuk nilai depresiasi tahun ke-3
adalah sebesar $44,081.63

- Nilai Buku untuk akhir tahun ke-5


Nilai Buku akhir tahun ke-5 = [Nilai Permulaan Tahun ke-5] - [Jumlah
Depresiasi yg dipilih untuk tahun ke-6]
Nilai Buku akhir tahun ke-5 =$ (32,386.51 - 4,626.64)
Nilai Buku akhir tahun ke-5 = $ 27,759.86

Maka diperoleh nilai buku akhir tahun ke-5 adalah sebesar : $27,759.86
21

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Depresiasi adalah konsep akuntansi yang menentukan suatu reduksi tahunan


terhadap pendapatan sebelum pajak, dengan demikian efek waktu dan pemakaian
atas nilai aset dapat direfleksikan di dalam laporan keuangan perusahaan.
Metode penentuan depresiasi diantaranya :
1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
2. Metode Keseimbangan Menurun (Declining Balance Method)
3. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of The Years Digits Method)
4. Metode Produksi Unit
5. Keseimbangan Menurun yang Dialihkan ke Garis Lurus

MARCS terdiri dari dua system untuk menghitung reduksi depresiasi. System
utamanya disebut General Depreciation System (GDS) dan system kedua disebut
Alternative Depreciation System (ADS).

B. Saran

Masalah pengalokasian biaya penyusutan merupakan masalah penting, karena


mempengaruhi laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Apabila menggunakan
metode penyusutan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku atau
kondisi perusahaan tersebut, maka akan mempengaruhi pendapatan yang
dilaporkan setiap periode akuntansi. Yang perlu diingat bahwa manajemen dapat
memilih satu atau lebih metode yang dianggap paling sesuai. Dan bila sudah
menetapkan satu metode, harus ditetapkan secara konsisten, sepanjang masa
penggunaan aktiva yang bersangkutan, sehingga laporan keuangan dari periode ke
periode dapat diperbandingkan.
22

DAFTAR PUSTAKA

Arniati dan Windariyani, F. (2013). Penerapan Konsep Nilai Waktu Uang Pada
Penyusutan Aktiva Tetap dan Pengaruhnya Terhadap Kewajiban Pajak
pada PT Synergy Indonesia. Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis,
Vol. 3, No. 1, pp. 20-30.

Irmawati dan Gunawan, E. (2013). Penerapan Metode Penyusutan Garis Lurus


Pada Aktiva Tetap Berwujud di Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan
Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP). Lentera Akuntansi, Vol. 1, No. 1.

Sullivan, W.G., Wicks, E.M., Koelling, C.P. (2015). Engineering Economy 16th
Edition. New Jersey: Pearson Education.