Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DENGUE HEMORAGIC FEVER (DHF)

OLEH : KELOMPOK 23 & 24

1. IKHASHOTUN NADHIROH (201803049)


2. MUKTI PUJI S (201803050)
3. NOVI ALFI DINIA (201803051)
4. NILA TRI (201803061)
5. PUNGKI DWI A (201803014)
6. WINDI ROSALIA A (201803015)
7. CITA WIDYA R (201803018)
8. DIANA TRI SETIA (201803088)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

STIKES BINA SEHAT MOJOKERTO

2018

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)

Pokok Pembahasan : Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sub pokok pembahasan : Penatalaksaan dan pencegahan Dengue Hemoragic Fever (DHF)
Sasaran : Keluarga pasien di ruang Tulip RSU Anwar Medika Krian -
Sidoarjo

Tempat : Ruang rawat inap di ruang Tulip RSU Anwar Medika Krian -
Sidoarjo

Hari/tanggal : Kamis, 03 April 2019

Pukul : 09:00-10:00 WIB

A. Tujuan
a. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang Dengue Hemoragic Fever (DHF) /
Demam Berdarah Dengue (DBD) diharapkan keluarga pasien mengetahui tentang cara
pencegahan dan penatalaksanaan DHF.
b. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan keluarga pasien mampu :
1. Menjelaskan pengertian Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue
(DBD)
2. Mengetahui penyebab Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue
(DBD)
3. Menyebutkan tanda dan gejala Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah
Dengue (DBD)
4. Mengetahui cara pencegahan dan penatalaksanaan Dengue Hemoragic Fever (DHF) /
Demam Berdarah Dengue (DBD)
B. Media
Leafleat dan Poster
C. Metode Penyuluhan
a. Ceramah
b. Tanya jawab
D. Pemateri
1. Moderator : Novi Alfi

Tugas :
a) Membuka jalannya presentasi diskusi atau seminar
b) Menghendle jalannya presentasi
c) Menutup jalannya presentasi
2. Pemateri : Ikhashotun, Nila Tri
Tugas :
a) Memberikan materi yang akan diberikan kepada keluarga pasien
b) Bertanggung jawab dalam penyampaian materi dan pemahaman keluarga pasien dari isi
materi yang disampaikan
3. Fasilitator : Windi Rosalia, Cita Widya, Pungki Dwi, Diana Tri, Mukti Puji
Tugas :
a) Memfasilitasi dan membantu keperluan dan pemahaman keluarga pasien
E. Setting Tempat

Moderator Pemater Pemateri

Peserta Peserta
Fasilitator Fasilitator

Peserta Peserta

F. Rencana Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audiens Penanggung


Jawab

1 Pembukaan 1.Memberi salam 1. Menjawab salam Moderator


(5 menit) 2.Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan dan & Fasilitator
memperhatikan (Novi,
3.Melakukan Ice Breaking
3. Mendengarkan dan Diana,
mengikuti intruksi Mukti,
4.Menggali pengetahuan Pungki,
fasilitator
Windi, Cita)
keluarga pasien tentang 4. Menjawab pertanyaan
Dengue Hemoragic Fever
(DHF) / Demam Berdarah
Dengue (DBD)
5.Menjelaskan tujuan
5. Mendengarkan dan
Penyuluhan
memperhatikan
6.Membuat kontrak waktu
6. Menyetujui kontrak
waktu
2 Kegiatan Inti 1.Menjelaskan tentang 1.Mendengarkan dan Pemateri
(15 menit) a. Pengertian Dengue
memperhatikan (Ikha, Nila)
Hemoragic Fever
penjelasan Penyuluh
(DHF) / Demam
Berdarah Dengue
(DBD)
b. Penyebab Dengue
Hemoragic Fever
(DHF) / Demam
Berdarah Dengue
(DBD)
c. Tanda dan gejala
Dengue Hemoragic
Fever (DHF) / Demam
Berdarah Dengue
(DBD)
d. Cara Pencegahan dan
penatalaksanaan
Demam Berdarah
Dengue (DBD)
2.Memberikan kesempatan
untuk bertanya
3.Menjawab pertanyaan
2. Aktif bertanya
peserta

3. Mendengarkan

3 Penutup 1.Menyimpulkan materi 1. Mendengarkan dan Moderator,


(10 menit) Pemateri,
yang disampaikan oleh Memperhatikan
Fasilitator
pemateri (Mukti,
2.Mengevaluasi peserta atas Nila,
2. Menjawab pertanyaan
penjelasan yang Pungki,
yang diberikan Novi, Diana,
disampaikan dan penyuluh
Windi, Cita)
menanyakan kembali
mengenai materi
penyeluhan 3. Menjawab salam
3.Salam Penutup

G. Evaluasi Lisan
1. Apa pengertian Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue (DBD)?
2. Apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam
Berdarah Dengue (DBD) ?
3. Bagaimana cara penularan Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue
(DBD) ?
4. Sebutkan tanda dan gejala Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue
(DBD) ?
5. Bagaimana cara pencegahan dan penatalaksanaan Dengue Hemoragic Fever (DHF) /
Demam Berdarah Dengue (DBD)
H. Materi
Mengetahui cara penatalaksanaan DHF
Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue (DBD)
1. Pengertian
Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan
penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan nyamuk Aedes Aegypty yang
dapat menyerang pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam,nyeri otot,tulang dan
sendi yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama dan dapat menyebabkan
perdarahan.
Pada Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi
perembesan plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau
penumpukan cairan rongga tubuh. Sindrom renjatan dengue (dengue shock syndrome)
adalah demam berdarah dengue yang ditandai oleh renjatan/syok.
2. Penyebab (Etiologi)
Penyebab Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue (DBD)
adalah karena adanya virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty.
Meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-
kebun. DHF ini banyak di temukan di daerah tropis yang curah hujannya cukup tinggi.
Sebab nyamuk akan mudah berkembang biak di daerah yang tergenang air. Umumnya
sering terjadi di daerah Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang saat ini menjadi masalah
utama di negeri kita ini.
3. Ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypty
a. Warna hitam dengan belang-belang putih di seluruh badannya
b. Berbadan kecil
c. Biasanya menggigit pada siang hari dan sore hari
d. Hidup dan berkembang biak di dalam rumah (bak mandi, kaleng bekas, kolam ikan, ban
bekas, pot tanaman air, tempat minuman burung)
e. Senang hinggap pada pakaian yang bergantung, kelambu dan ditempat yang gelap dan
lembab.
f. Jentik nyamuk berperan aktif di dalam bak air
g. Posisi jentik nyamuk tegak lurus dengan permukaan air
h. Gerakan jentik nyamuk naik turun ke atas pemukaan air untuk bernafas
i. Kemampuan terbang kira-kira 100 meter
4. Cara penularan Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue (DBD)
a. Demam berdarah dengue hanya dapat ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypty
betina, yang tersebar luas di rumah-rumah dan tempat-tempat umum (Sekolah, Pasar,
Terminal, Warung dsb)
b. Nyamuk ini mendapatkan virus dengue waktu menggigit/menghisap darah orang yang
sakit DHF/DBD atau orang yang tidak sakit tetapi dalam darahnya terdapat Virus
Dengue.
c. Orang yang darahnya mengandung Virus Dengue tetapi tidak sakit dapat pergi kemana-
mana dan menularkan virus itu kepada orang lain di tempat yang ada nyamuk Aedes
Aegyptynya.
d. Virus dengue yang terhisap nyamuk Aedes Aegypty akan berkembang biak dalam tubuh
nyamuk.
e. Bila nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain,virus tersebut akan
dipindahkan bersama air liur nyamuk ke orang tersebut.
f. Orang yang digigit nyamuk Aedes Aegypty yang mengandung virus dengue gejala
sakit/demam setelah 4-7 hari (masa inkubasi)
g. Bila orang yang ditularkan tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik, ia akan segera
menderita DBD (demam berdarah dengue)
5. Tanda dan gejala Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue (DBD)

a. Demam tinggi 2 – 7 hari disertai menggigil, kurang nafsu makan, nyeri pada
persendiaan, serta sakit kepala.

b. Pendarahan dibawah kulit berupa : Bintik-bintik merah pada kulit dan mimisan
(epistaksis).

c. Nyeri perut ( ulu hati ) tapi tidak ada gejala kuning/ ikterus, ada mual dan muntah.
d. Dapat terjadi syok atau pingsan pada hari ke 3-7 secara berulang-ulang. Dengan tanda
syok yaitu lemah, kulit dingin , basah dan tidak sadar.

e. Ada bintik-bintik merah seluruh tubuh

6. Tanda Bahaya Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah Dengue (DBD) :

a. Perdarahan gusi

b. Muntah darah

c. Penderita tidak sadar

d. Denyut nadi tidak teraba

Segara periksakan diri ke RS atau sarana pelayanan kesehatan terdekat.

7. Cara pencegahan dan penatalaksanaan Dengue Hemoragic Fever (DHF) / Demam Berdarah
Dengue (DBD)
Untuk mencegah penyakit DHF/DBD, nyamuk penularnya (Aedes aegypti) harus
diberantas sebab vaksin untuk mencegahnya belum ada. Cara yang tepat dalam pencegahan
penyakit DHF/DBD adalah dengan pengendalian vektornya, yaitu nyamuk Aedes aegypti.
Cara yang tepat untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti adalah memberantas jentik
jentiknya di tempat berkembang biaknya. Cara ini dikenal dengan Pemberantasan Sarang
Nyamuk DHF/DBD (PSN-DBD). Oleh karena tempat-tempat berkembang biaknya terdapat
di rumah-rumah dan tempat-tempat umum maka setiap keluarga harus melaksanakan PSN-
DBD secara teratur sekurang-kurangnya seminggu sekali.

` PSN-DBD tersebut dapat digambarkan pada bagan berikut :

Gambar 2.1.

Nyamuk Dewasa
Foggi Fogging (dengan insektisida)

Kimia
Jentik nyamuk
Fisika Fisika
Biologi

Bagan cara pemberantasan nyamuk (PSN DBD)


Cara Pencegahan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Kimia
Dengan cara pemberian abatisasi (abate), pengasapan dan fogging.
2. Fisik
Dalam sekurang-kurangya seminggu sekali, maka cegahlah dengan cara 3 M plus :
a. Menguras bak mandi
b. Menutup tempat penampungan air
c. Mengubur atau menyingkirkan benda- benda yang dapat digenangi air seperti ban
bekas, kaleng bekas vas bunga, penampungan air dsb.
Tambahan
a. Menggunakan obat nyamuk sebelum tidur dan lotion anti nyamuk
b. Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya seminggu
sekali.
c. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar / rusak.
d. Menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah.
e. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak penampung air.
f. Memasang kawat kasa.
g. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
h. Menggunakan kelambu.
3. Biologi
Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik (ikan
adu/ikan cupang), dan bakteri (Bt.H-14) yaitu agen yang aktif mengendalikan nyamuk.
8. Pentalaksanaan dirumah
Saat dicurigai adanya tanda dan gejala DHF/DBD
a. Bila panas segera kompres dengan air hangat diarea dahi dan lipatan seperti ketiak
ataupun paha
b. Mengganti pakaian/ kaos yang tipis untuk menyerap keringat
c. Minum air putih yang banyak untuk mengurangi resiko dehidrasi karena badan yang
terlalu panas
d. Untuk pencegahan lakukan 3M+1+A
1. Menguras bak mandi
2. Menutup tempat penampungan air
3. Mengubur atau menyingkirkan benda- benda yang dapat digenangi air
seperti ban bekas, kaleng bekas vas bunga, penampungan air dsb.
4. Mendaur ulang barang-barang yang masih dipakai lagi agar tidak
menjadi sarang nyamuk
5. Anti jentik nyamuk dengan memberikan obat ABATE dikamar mandi
e. Saat tidur upayakan menggunakan lotion anti nyamuk untuk menghindari dari
gigitan nyamuk
9. Discharge Planning
a. Minum yang cukup, diselingi minuman sari buah-buahan (tidak harus jus jambu)
maximal harus diminum kuurang dari 2 jam agar tidak merusak kandungan jus
b. Upayakan untuk makan dan istirahat yang cukup
c. Untuk perlingungan gunakan obat anti nyamuk
d. Cegah perkembanganbiakan nyamuk melalui 3M+1+A dan kenali tanda dan gejalanya
e. Buang sampah pada tempatnya.

DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, Arif, dkk. 2010. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 4. Jakarta: Media

Aesculapius

NANDA NIC NOC, 2016

Suwarsono H : Berbagai cara pemberantasan jentik Aedes Aegypti. Cermin Dunia

Kedokteran 1997; 119 : 32-3.

Brunner & Suddarth (2002), Keperawatan Medikal Bedah, Volume 2, Jakarta; EGC

Buku Ajar Penyakit Dalam. (1995). Jilid I. Edisi ke 3. Jakarta : FK UI Effendi,

1995, Perawatan Pasien DHF, Jakarta : EGC