Anda di halaman 1dari 4

Prosedur Pembuatan

Semua bahan yang diperlukan dihaluskan terlebih dahulu, kemudian ditimbang


sesuai dengan kebutuhan. Fase dalam untuk formula C (asam mefenamat, amprotab, PVP,
dan laktosa). Kemudian, ditambah setengah fase luar formula C ( Mg Stearat dan Talk
dicampur homogen. Fase dalam untuk formula D ( asam mefenamat, starch 1500, PVP,
dan laktosa). Kemudian, ditambah setengah fase luar formula C ( Mg Stearat dan Talk
dicampur homogen. Masing- masing campuran 1 dan campuran 2 dibuat slug
menggunakan punch berdiameter besar (13- 20 mm) pada tekanan mesin tablet yang
tinggi atau dapat menggunakan roller compactor dengan mengatur tekanan yang
diberikan. Lalu, slug yang sudah jadi digiling kasar dan diayak menggunakan ayakan
mesh 16 sehingga dihasilkan granul- granul kasar. Kemudian, dilakukan evaluasi
terhadap granul yang dihasilkan, bila belum memenuhi syarat, maka slugging dapat
diulangi hingga diperoleh granul yang memenuhi syarat. Slugging maksimum dilakukan
3 kali (menghindari perubahan fisik atau kimia bahan karena pengaruh gaya mekanik).

Prosedur Evaluasi

Kadar Pemampatan

Prosedur: sama dengan BJ mampat

Sebanyak 100 gram granul ditimbang dan dimasukkan ke dalam gelas ukur
kemudian dicatat volumenya (V0). Gelas ukur diketuk sebanyak 10, 500, dan 750 kali.
Kemudian, dicatat volumenya (V10, V500, dan V 750).
Persen Kompresibilitas

Prosedur: sama seperi BJ mampat dan BJ nyata

 Bj Nyata

Sebanyak 100 gram granul ditimbang dan dimasukkan ke dalam gelas ukur
kemudian dicatat volumenya (V0).

 BJ Mampat

Sebanyak 100 gram granul ditimbang dan dimasukkan ke dalam gelas ukur kemudian
dicatat volumenya (V0). Gelas ukur diketuk sebanyak 10, 500, dan 750 kali. Kemudiann,
dicatat volumenya (V10, V500, dan V 750).
Pembahasan>

Evaluasi bobot jenis/ densitas kemampatan

Evaluasi bobot jenis/ densitas kemampatan bertujuan untuk melihat keseragaman


ukuran granul sehingga dapat menjamin aliran granul yang baik dan juga keseragaman
kandungan granul. Evaluasi ini dilakukan dengan cara penentuan BJ sejati, BJ nyata, dan
BJ mampat, perbandingan Haussner, kadar pemampatan, dan persen kompresibilitas.

Kadar Pemampatan

Kadar pemampatan diperoleh dari volume nyata dikurangi dengan volume


mampat dibagi dengan volume nyata dikalikan 100%. Menurut Voight (1994:158), granul
memenuhi syarat kadar pemampatan apabila ≤ 20%.

Pada formula C pada pengetukan 500 kali diperoleh kadar pemampatan 22, 22%
dan pada formula D pada pengetukan 500 kali diperoleh kadar pemampatan 28%. Setelah
dibandingkan dengan literatur granul tidak memenui syarat karena kadar pemampatan
>20%. Adapun, faktor- faktor yang mempengaruhi kemungkinan kurang ketelian
praktikan dalam pembacaan skala gelas ukur dari Tapped Density Tester.

Persen Kompresibilitas

Persen kompresibilitas diperoleh dari hasil perbandingan selisih antara BJ


mampat dan BJ nyata dibagi dengan BJ mampat dikalikan 100 %. Sifat alir serbuk yang
sangat baik memiliki nilai persen kompresibilitas 5-15%, sifat alir serbuk yang baik
memiliki nilai persen kompresibilitas 16-25%, dan sifat alir serbuk sangat buruk memiliki
nilai persen kompresibilitas ≥ 26% (Siregar, 2010).

Persen kompresibilitas pada formula C yaitu 17,05 % dan formula D yaitu 22,03
%. Setelah dibandingkan dengan literatur formula C dan fomula D memiliki sifat alir
serbuk yang baik karena memiliki nilai persen kompresibilitas 16-25% (Siregar, 2010).
DAFTAR PUSTAKA

Siregar, C.J.P., dan Wikarsa, S. (2010). Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar Dasar
Praktis, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Voight, R. (1994). Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Edisi V. Universitas Gadjah Mada
Press, Yogyakarta.