Anda di halaman 1dari 23

Nama Anggota Kelompok

1. ……………………….............................
2. ………………………………………….
3. ………………………………………….
4. ………………………………………….
5. ………………………………………….
6. ………………………………………….
7. ………………………………………….
8. ………………………………………….
9. ………………………………………….
10. ………………………………………….
Materi Pokok
Materi Pokok

SENYAWA
HIDROKARBON

Kompetensi Dasar
Materi Pokok

3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon


berdasarkan kekhasan atom karbon dan golongan senyawanya

4.1 Membuat model visual berbagai struktur molekul hidrokarbon


yang memiliki rumus molekul yang sama

Tujuan
Materi Pokok

1. Siswa dapat memahami cara memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna
sesuai dengan aturan IUPAC.

2. Siswa dapat memahami reaksi adisi alkana, alkena, dan alkuna.

3. Siswa dapat memahami reaksi substitusi alkana, alkena, dan alkuna

4. Siswa dapat memahami reaksi eliminasi alkana, alkena, dan alkuna

Petunjuk
Materi Pokok

Jawablah semua pertanyaan pada Lembar Kerja


Peserta Didik (LKPD) dengan cara berdiskusi
Think
Senyawa Hidrokarbon

Sumber utama hidrokarbon adalah semua bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi dan
gas). Hidrokarbon mempunyai turunan senyawa yang sangat banyak sekali, dan boleh
dikatakan semua senyawa karbon atau senyawa organik merupakan senyawa turunan
hidrokarbon karena unsur utama penyusunnya adalah hidrogen dan karbon.

Penggunaan Hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari.

1. Bidang Sandang dan Papan

Senyawa-senyawa turunan hi-drokarbon yang berperan di bidang pakaian, antara lain


kapas, wol (merupakan suatu protein), sutra (protein), nilon (polimer), dan serat sintetis.
Bidang papan, senyawa turunan hidrokarbon yang berperan, antara lain selulosa, kayu,
lignin, dan polimer. Contoh senyawa yang digunakan dalam bidang sandang :

a. Poliviniklorida (PVC), terbentuk dari viniklorida yang mempunyai ikatan C rangkap 2.


Banyak digunakan untuk pembuatan pipa dan karet.
b. Etuna, sebagai sintetis serat buatan.
c. nilon, merupakan senyawa polimer yang banyak digunakan untuk serat pakaian.
d. Dakron, merupakan seratt pliester untuk pengganti kapas dalam keperluan rumah
tangga. contoh kasur dan bantal.

2. Bidang Perdagangan

Minyak bumi merupakan senyawa hidrokarbon yang menjadi komoditi perdagangan yang
sangat penting bagi dunia karena minyak bumi merupakan salah satu sumber energi yang
paling utama saat ini. Negara-negara di dunia penghasil minyak bumi membentuk
organisasi antarnegara penghasil minyak bumi yang diberi nama OPEC (Organization of
Petrolleum Exporting Country). Etena, digunakan sebagai obat bius.
Hasil penyulingan minyak bumi banyak menghasilkan senyawa-senyawa hidrokarbon
yang sangat penting bagi kehidupan manusia, seperti bensin, petroleum eter (minyak
tanah), gas elpiji, minyak pelumas, lilin, dan aspal. Contoh senyawa yang digunakan
dalam bidang perdagangan :

a. Etena, digunakan sebagai obat bius.


b. Teflon sebagai pelapis anti lengket pada alat alat masak.
c. Butena untuk pembuatan karet sintetis.
d. Glisserol, untuk bahan kosmetik, pelembab, dan industri makanan.

3. Bidang seni dan estetika

Di bidang seni, senyawa hidrokarbon yang sering dipakai, antara lain lilin (wax) untuk
melapisi suatu karya pahat agar tampak lebih mengkilat. Bahkan ada seniman yang
membuat patung dari lilin dengan cara memadatkan lilin dalam ukuran besar kemudian
dipahat atau diukir sesuai keinginan sang seniman. Selain itu juga ada seni pewarnaan,
baik pada kain maupun benda-benda lain menggunakan senyawa-senyawa kimia. Bahan-
bahan yang dilapisi dengan lilin akan tampak lebih menarik dan di samping itu juga akan
terhindar dari air karena air tidak dapat bereaksi dengan lilin karena perbedaan kepolaran.
Contoh senyawa yang digunakan dalam bidang seni dan estetika :

a. Polivinil asetat, banyak digunakan sebagai perekat dan cat lateks.


b. Poliestilena merupakan polimer dari etana yang mempunyai ikatan C rangkap, melalui
reaksi polierisasi. Kegunaan Poliestilena merupakan sebagai kantong plastik, ember,
panci, pembungkus makanan, dan lain-lain.
c. Antrasena, digunanakan untuk zat warna.
Pair 1.
2.

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Share
…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..
Think
Jenis-jenis Atom Karbon

Berdasarkan kemampuannya untuk berikatan dengan atom C lainnya, atom karbon


dikelompokkan kedalam empat kelompok besar yaitu atom karbon primer, atom karbon
sekunder, atom karbon tersier dan atom karbon kuartener.

1. Atom C primer

Atom karbon prmer adalah atom karbon yang hanya mengikat satu atom karbon lainnya.
Pada senyawa hidrokarbon jenuh, atom karbon primer mengikat tiga atom hidrogen (-
CH3).

2. Atom C sekunder

Atom karbon sekunder adalah atom karbon yang hanya mengikat dua atom karbon
lainnya. Pada senyawa hidrokarbon jenuh, atom karbon sekunder mengikat dua atom
hidrogen (-CH2-).

3. Atom C tersier

Atom karbon tersier adalah atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lainnya. Pada
senyawa hidrokarbon jenuh, atom karbon tersier mengikat satu atom hidrogen.

4. Atom C kuartener

Atom karbon tersier adalah atom karbon yang mengikat empat atom karbon lainnya. Pada
senyawa hidrokarbon jenuh, atom karbon kuartener mengikat tidak atom hidrogen.

Dengan menentukan jumlah atom H yang terikat pada atom C, dapat dibedakan jenis-jenis
atom karbon, yaitu:

1. Atom karbon primer jika berikaktan dengan tiga atom hidogen.


2. Atom karbon sekunder jika berikatan dengan dua atom hidrogen.
3. Atom karbon tersier jika berikatan dengan satu atom hidrogen.
4. Atom karbon kuartener jika tidak berikatan dengan atom hidrogen.
Pair 1.
2.

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Share
…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..
Think
Tatanama Alkana
Alkana merupakan senyawa hidrokarbon yang ikatan rantai karbonnya tunggal.
Rumus umum alkana adalah CnH2n + 2. Dari metana ke etana mempunyai perbedaan –
CH2–, begitu pula seterusnya. Deret senyawa karbon dengan gugus fungsi sama dengan
selisih sama yaitu –CH2– disebut deret homolog.
Tata nama alkana menurut IUPAC

· Alkana rantai bercabang

1. Rantai induk diambil rantai karbon terpanjang.


2. Cabang merupakan gugus alkil. Rumus umum alkil CnH2n + 1. Nama alkil sama
dengan nama alkana dengan jumlah atom C sama, hanya akhiran –ana diganti –il.
3. Jika hanya ada satu cabang maka rantai cabang diberi nomor sekecil mungkin.
4. Jika alkil cabang lebih dari satu dan sejenis menggunakan awalan Yunani (di = 2,
tri = 3, tetra = 4, dan seterusnya) dan jika berbeda jenis diurutkan sesuai
alfabetis.
Pair 1.
2.

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Share
…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..
Think
Tatanama Alkena

Alkena merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap dua


pada rantai karbonnya. Rumus umum alkena adalah CnH2n.

Tata nama alkena menurut IUPAC

1. Rantai induk diambil rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap dua.
Ikatan rangkap dua diberi nomor sekecil mungkin.

2. Rantai cabang diberi nomor menyesuaikan nomor ikatan rangkap dua.


Pair 1.
2.

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Share
…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..
Think
Tatanama Alkuna

Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap tiga


pada rantai karbonnya. Rumus umum alkuna adalah CnH2n – 2.

a. Tata nama alkuna menurut IUPAC

1. Rantai induk diambil rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap
tiga. Ikatan rangkap tiga diberi nomor sekecil mungkin.
2. Rantai cabang diberi nomor menyesuaikan nomor ikatan rangkap tiga.
Pair 1.
2.

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Share
…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..
Think
Reaksi Oksidasi pada Senyawa Hidrokarbon
Suatu senyawa alkana yang bereaksi dengan oksigen menghasilkan karbon
dioksida dan air disebut dengan reaksi pembakaran. Perhatikan persamaan reaksi
oksidasi pada senyawa hidrokarbon berikut.
CH4(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(g)

Reaksi pembakaran tersebut, pada dasarnya merupakan reaksi oksidasi. Pada


senyawa metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) mengandung satu atom karbon.
Kedua senyawa tersebut harus memiliki bilangan oksidasi nol maka bilangan oksidasi
atom karbon pada senyawa metana adalah –4, sedangkan bilangan oksidasi atom karbon
pada senyawa karbon dioksida adalah +4.
Bilangan oksidasi atom C pada senyawa karbon dioksida meningkat (mengalami
oksidasi), sedangkan bilangan oksidasi atom C pada senyawa metana menurun.

Contoh reaksi oksidasi:

Reaksi oksidasi alkohol primer, sekunder, dan tersier

Alkohol primer, sekunder, dan tersier memberikan reaksi berbeda terhadap oksidator
seperti K2Cr2O7, KMnO4, dan O2.

Reaksi oksidasi alkanon/keton

Alkanon tidak dapat mereduksi oksidator lemah seperti larutan fehling dan larutan tollens.
Sifat ini, digunakan untuk membedakan alkanon dari isomer fungsinya, yaitu
alkanal/aldehid.

Reaksi oksidasi pada asam alkanoat

Reaksi oksidasi asam alkanoat hanya terjadi pada asam metanoat dan asam 1,2 etanadioat

Pembakaran alkuna Pembakaran alkuna (reaksi alkuna dengan oksigen) akan


menghasilkan CO2 dan H2O.

2C2H2 + 5 O2 — 4CO2 + 2H2O


Pair 1.
2.

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Share
…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..
Think
Reaksi Substitusi pada Senyawa Hidrokarbon

Reaksi substitusi merupakan reaksi penggantian gugus fungsi (atom atau


molekul) yang terikat pada atom C suatu senyawa hidrokarbon.

Pada reaksi halogenasi alkana, atom hidrogen yang terikat pada atom C senyawa
alkana digantikan dengan atom halogen. Ketika campuran metana dan klorin dipanaskan
hingga 100°C atau radiasi oleh sinar UV maka akan dihasilkan senyawa klorometana,
seperti reaksi berikut.

100 °C

CH4(g) + Cl2(g) → CH3Cl(g) + HCl(g)

Jika gas klorin masih tersedia dalam campuran, reaksinya akan berlanjut seperti berikut.

100 °C

CH3Cl(g) + Cl2(g) → CH2Cl2(g) + HCl(g)

100 °C

CH2Cl2(g) + Cl2(g) → CHCl3(g) + HCl(g)

100 °C

CHCl3(g) + Cl2(g) → CCl4(g) + HCl(g)

Reaksi substitusi tersebut digunakan dalam pembuatan senyawa diklorometana. Jika


reaksi dilakukan pada senyawa etana, reaksi akan menghasilkan dikloroetana.
Diklorometana digunakan untuk pengelupasan cat, sedangkan triklorometana digunakan
untuk dry–clean.
Beberapa contoh reaksi substitusi pada senyawa karbon:

Reaksi pembentukan haloalkana: reaksi alkana dengan halogen

R – H + X2 –> R – X + H – X

Contoh: CH3 – H + Cl2 –> CH3 – Cl + HCl

Reaksi substitusi atom H pada alkohol dengan logam reaktif (Na, K)

atom H pada gugus – OH dapat disubstitusi oleh logam reaktif seperti Na dan K

R – OH + Na –> R – ONa + H2

Contoh: 2 C2H5 – OH + 2 Na –> 2 C2H5 – ONa + H2

Reaksi alkoksi alkana (eter) dengan PCl5 menghasilkan haloalkana

R – O – R’ + PCl5 –> R – Cl + R’ – Cl + POCl3

Contoh: CH3 – O – CH3 + PCl5 –> CH3Cl + CH3Cl +POCl3

Reaksi esterifikasi: reaksi pembentukan ester dari alkohol dan asam karboksilat

R – OH + R’ – COOH –> R’ – COOR + H – OH

Contoh CH3 – OH + CH3 – COOH –> CH3 – COOCH3 + H2O


Pair 1.
2.

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Share
…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..
Think
Reaksi Adisi pada Senyawa Hidrokarbon

Jika senyawa karbon memiliki ikatan rangkap dua (alkena) atau rangkap tiga
(alkuna) dan pada atom-atom karbon tersebut berkurang ikatan rangkapnya, kemudian
digantikan dengan gugus fungsi (atom atau molekul). Reaksi tersebut dinamakan reaksi
adisi. Perhatikan reaksi antara 1-propena dengan asam bromida menghasilkan 2-
bromopropana sebagai berikut.

Hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap dua atau rangkap tiga merupakan
senyawa tak jenuh. Pada senyawa tak jenuh ini memungkinkan adanya penambahan atom
hidrogen. Ketika suatu senyawa tak jenuh direaksikan dengan hidrogen halida maka akan
menghasilkan produk tunggal.
Contoh reaksi adisi:

Reaksi adisi alkena dengan halogen

Reaksi adisi dengan brom digunakan untuk membedakan senyawa alkena (C = C)


dengan siklo alkana. Hal ini karena kedua senyawa mempunyai isomer fungsional (rumus
molekul sama, tetapi gugus fungsi berbeda). Pengamatan reaksinya dengan membedakan
warna dari brom yaitu merah coklat. Alkena dapat bereaksi dengan brom sehingga warna
merah coklat dari brom hilang menjadi tidak berwarna. Akan tetapi, sikloalkana tidak
bereaksi dan warna merah coklat dari brom tetap.

Alkena + brom —> bereaksi, warna merah coklat dari brom hilang

Sikloalkana + brom ↛ tidak bereaksi, warna merah coklat dari brom tetap.

Reaksi adisi H2 pada alkena membentuk alkana

C2H5 – CH = CH – CH3 + H2 —> C2H5 – CH2 – CH2 – CH3

Reaksi hidrogenasi ini digunakan untuk membuat margarin (mentega tiruan) dari
minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh (C = C). Minyak cair dihidrogenasi
dengan bantuan katalis Ni menghasilkan lemak padat.

Reaksi adisi H2 pada alkanal membentuk alkohol primer

Ikatan rangkap C = O pada alkanal bereaksi dengan H2 untuk menghasilkan alkohol


primer.

Disebut juga dengan reaksi reduksi karena terjadi penurunan bilangan oksidasi C.

Reaksi adisi H2 pada keton/alkanon menghasilkan alkohol sekunder

Ikatan rangkap C = O pada alkanon/keton bereaksi dengan H2 untuk menghasilkan alkohol


sekunder.
Pair 1.
2.

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Share
…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..
Think
Reaksi Eliminasi pada Senyawa Hidrokarbon

Reaksi eliminasi merupakan reaksi kebalikan dari reaksi adisi. Reaksi eliminasi
melibatkan pelepasan atom atau gugus atom dari sebuah molekul membentuk molekul
baru. Contoh reaksi eliminasi adalah eliminasi etil klorida menghasilkan etana dan asam
klorida.

C2H5Cl(aq) → C2H4(aq) + HCl(aq)

Reaksi eliminasi terjadi pada senyawa jenuh (tidak memiliki ikatan rangkap) dan
menghasilkan senyawa tak jenuh (memiliki ikatan rangkap).

Reaksi eliminasi H2 dari alkana menjadi alkena

CH3 – CH2 – CH3 –> CH3 – CH = CH2 + H2

Reaksi eliminasi air (dehidrogenasi) dari alkohol

Alkohol dapat bereaksi membentuk alkena dengan bantuan katalis H2SO4 pekat berlebih
pada suhu 180oC. CH3 – CH2 – OH –> CH2 = CH2 + H2O

Reaksi eliminasi HX dari haloalkana (dehidrohalogenasi)

Haloalkana R – X dapat bereaksi dengan gugus – OH yang larut dalam alkohol seperti
NaOH etanolis atau CH3OH, membentuk alkuna.
Pair 1.
2.

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Share
…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Anda mungkin juga menyukai