Anda di halaman 1dari 10

SMA DAN MA UNTUK KELAS XI

A. Pengertian Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan (solubility)
Istilah kelaruutan (solubility) digunakan
untuk menyatakan jumlah maksimal zat
yang dapat larut dalam sejumlah tertentu
pelarut. Kelarutan (khususnya untuk zat
yang sukar larut) dinyatakan dalam satuan
mol.L-1. Jadi, kelarutan (s) sama dengan
molaritas (M).
Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
Dalam suatu larutan jenuh dari suatu
elektrolit yang sukar larut, terdapat kesetimbangan antara zat padat yang tidak larut dan ion-ion zat
itu yang larut.
MxAy (s) x My+(aq) + y Ax-(aq)
Karena zat padat tidak mempunyai molaritas, maka tetapan kesetimbangan reaksi diatas hanya
melibatkan ion-ionnya saja, dan tetapan kesetimbangannya disebut tetapan hasil kali kelarutan (Ksp).
𝑲𝒔𝒑 = [𝑴𝒚+ ]𝒙 [𝑨𝒙− ]𝒚

Hubungan Kelarutan (s) dengan Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)


Oleh karena s dan Ksp sama-sama dihitung pada larutan jenuh, maka antara s dan K sp ada hubungan
yang erat. Jadi, nilai Ksp ada keterkaitannya dengan nilai s. Secara umum hubungan antara kelarutan
(s) dengan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) untuk larutan elektrolit AxBy dapat dinyatakan sebagai
berikut.
AxBy (s) x Ay+ (aq) + y Bx- (aq)
s xs ys
Ksp = [Ay+]x [Bx-]y
= (xs)x (ys)y
= xx yy s(x+y)
𝑲𝒔𝒑 = 𝒙𝒙 𝒚𝒚 𝒔(𝒙+𝒚)
Tabel 1. Tetapan hasil kali kelarutan dari garam dan basa yang sukar larut pada suhu 25oC
dengan konsentrasi tertentu.
Reaksi Persamaan Ksp Nilai Ksp
+
AgCl(s) Ag (aq) + Cl-(aq) + -
Ksp = [Ag ] [Cl ] 1,8 x 10-10 mol2/L2
BaCO3 (s) Ba2+(aq) + CO32-(aq) Ksp = [Ba2+] [CO32-] 8,1 x 10-9 mol2/L2
PbCl2(s) Pb2+(aq) + 2 Cl-(aq) Ksp = [Pb2+] [Cl-]2 2,4 x 10-4 mol2/L2
Pb(OH)2(s) Pb2+(aq) + 2 OH-(aq) Ksp = [Pb2+] [OH-]2 2,9 x 10-16 mol2/L2
CuS(s) Cu2+(aq) + S2-(aq) Ksp = [Cu2+] [S2-] 6,3 x 10-36 mol2/L2
BaSO4(s) Ba2+(aq) + SO42-(aq) Ksp = [Ba2+] [SO42-] 1,1 x 10-10 mol2/L2
Mg(OH)2(s) Mg2+(aq) + 2OH-(aq) Ksp = [Mg2+] [OH-]2 1,8 x 10-11 mol2/L2
Fe(OH)2(s) Fe2+(aq) + 2OH-(aq) Ksp = [Fe2+] [OH-]2 8,0 x 10-16 mol2/L2
FeCO3(s) Fe2+(aq) + CO32-(aq) Ksp = [Fe2+] [CO32-] 3,2 x 10-11 mol2/L2

Contoh 1:
Tuliskan persamaan teteapan hasil kali kelarutan Ksp untuk larutan jenuh dari zat-zat sukar larut
berikut. Jika kelarutan zat dinyatakan oleh s, nyatakan pula Ksp zat sebagai fungsi kelarutan s.
a. AgCl
b. Pb(OH)2
Jawab :
a. Kesetimbangan dengan kelarutan AgCl sebesar s :
AgCl (s) Ag+(aq) + Cl-(aq)
s s s
Jadi, Ksp = [Ag+] [Cl-]
= s x s
= s2
b. Untuk kelarutan Pb(OH)2 sebesar s, diperoleh:
Pb(OH)2 (s) Pb2+(aq) + 2 OH-(aq)
s s 2s
Jadi, Ksp = [Pb2+] [OH-]2
= s x (2s)2
= 4s3
Contoh 2:
Diketahui nilai Ksp dari AgCl adalah 1,8 x 10—10 mol2/L2.
a. Hitung kelarutan AgCl
b. Nyatakan pula kelarutan tersebut dalam satuan g/L. (Ar Ag = 108, Cl = 35,5)
Jawab :
a. Kelarutan AgCl dapat dihitung menggunakan persamaan Ksp dari soal diatas :
Ksp = [Ag+] [Cl-]
1,8 x 10—10 mol2/L2 = s x s
—10
1,8 x 10 2
mol /L 2
= s2
s = √1,8 𝑥 10−10 𝑚𝑜𝑙 2 ⁄𝐿2
s = 1,3 x 10-5 mol / L
b. Kelarutan AgCl (g / L) = s x mm
= 1,3 x 10-5 mol / L x 143,5 g / mol
= 1,92 x 10-3 g / L

B. Pengaruh Ion Senama Terhadap Kelarutan

Dalam larutan jenuh Ag2CrO4 terdapat kesetimbangan antara Ag2CrO4 padat dengan ion Ag+ dan ion
CrO42-.
Ag2CrO4 (s) 2 Ag+(aq) + CrO42-(aq)
Apa yang terjadi jika ke dalam larutan jenuh tersebut ditambahkan larutan AgNO3 atau larutan
K2CrO4? Penambahan larutan AgNO3 atau K2CrO4 akan memperbesar konsentrasi ion Ag+ atau ion
CrO42- dalam larutan.
AgNO3 (aq) Ag+ (aq) + NO3- (aq)
K2CrO4 (aq) 2 K+ (aq) + CrO42- (aq)
Sesuai asas Le Chatelier tentang pergeseran kesetimbangan, penambahan konsentrasi ion Ag+ atau ion
CrO42- akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Akibatnya jumlah Ag2CrO4 yang larut menjadi
berkurang. Jadi dapat disimpulkan bahwa ion senama memperkecil kelarutan.
Contoh :
Berdasarkan hasil percobaan, larutan Ag2CrO4 dalam air mempunyai Ksp sebesar 2,4 x 10-12. Jika ke
dalam larutan ditambahkan larutan Na2CrO4 0,1 M, apakah penambahan tersebut akan menurunkan
kelarutan Ag2CrO4?
Jawab :
1. Hitung terlebih dahulu kelarutan Ag2CrO4 dalam air!
Ag2CrO4 (s) 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)
s 2s s
Ksp = 4s3
3 𝐾𝑠𝑝
s = √ 4

3 2,4 𝑥 10−12
s = √ 4

s = 8,4 x 10-5 mol/L


2. Hitung kelarutan Ag2CrO4 dalam Na2CrO4 !
Na2CrO4(s) 2Na+(aq) + CrO42-(aq)
0,1 M 0,2 M 0,1 M
+
Ag2CrO4(s) 2Ag (aq) + CrO42-(aq)
s 2s s
Ksp Ag2CrO4 = [Ag+]2 [CrO42-]
2,4 x 10-12 = (2s)2 (0,1 M)
0,4s3 = 2,4 x 10-12
3 2,4 𝑥 10−12
s =√ 0,4

s = 2,45 x 10-6 mol / L


jadi, penambahan Na2CrO4 menyebabkan kelarutan Ag2CrO4 menurun dari 8,4 x 10-5 mol/L
menjadi 2,45 x 10-6 mol/L. Dengan demikian, Ag2CrO4 semakin mudah mengendap (semakin
sukar larut).

C. Hubungan Ksp dengan pH

1. Pengaruh pH terhadap kelarutan basa yang sukar larut


Pada kesetimbangan kelarutan basa (logam hidroksida) yang sukar larut, persamaan
kesetimbangannya dapat ditulis sebagai berikut:
M(OH)y (s) M+(aq) + yOH-(aq)
Jika terjadi perubahan pH pada larutan, maka menurut Asas Le Chatelier :
a. Apabila pH dinaikkan, berarti konsentrasi ion H+ berkurang atau konsentrasi ion OH- bertambah.
Dengan demikian, kesetimbangan akan bergeser ke kiri sehingga lebih banyak padatan M(OH) y
yang akan terbentuk. Jadi, kelarutan zat akan berkurang.
b. Apabila pH diturunkan, berarti konsentrasi ion H+ bertambah atau konsentrasi ion OH-
berkurang. Dengan demikian, kesetimbangan akan bergeser ke kanan sehingga lebih banyak
padatan M(OH)y yang akan terdisosiasi menjadi ion-ionnya Jadi, kelarutan zat akan bertambah.
c. Contoh :
Ambil contoh larutan Mg(OH)2 jenuh. Tentukan perubahan kelarutan Mg(OH)2 sebelum dan sesudah
dimasukkan ke dalam sistem penyangga dengan pH = 9. (diketahui Ksp Mg(OH)2 = 1,2 x 10-12
mol3/L3).
Mg(OH)2(s) Mg2+(aq) + 2OH-(aq) ; Ksp = [Mg2+] [OH-]2
Jawab :
Kesetimbangan ionik Mg(OH)2
Mg(OH)2(s) Mg2+(aq) + 2OH-(aq
s s 2s
kelarutan s dapat dihitung dari rumus Ksp ;
Ksp = [Mg2+] [OH-]2
1,2 x 10-12 mol3/L3 = (s) (2s)2
s = 6,69 x 10-5 mol / L
 Kelarutan Mg(OH)2 = 6,69 x 10-5 mol / L
Kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan penyangga pada pH = 9 ;
Dari pH = 9, diperoleh pOH = 14 – 9 = 5  [OH-] = 1,0 x 10-5 M
Masukkan nilai [OH-] ke dalam rumus Ksp ;
Ksp = [Mg2+] [OH-]2
1,2 x 10-12 mol3/L3 = (s) (2s)2
1,2 x 10-12 mol3/L3 = (s) (1,0 x 10-5)2
1,2 x 10-12 mol3/L3 = (s) 1,0 x 10-10 mol2/L3
s = 1,2 x 10-2 mol/L
 Kelarutan Mg(OH)2 = 1,2 x 10-2 mol/L

2. Pengaruh pH terhadap kelarutan garam dari asam lemah yang sukar larut
Perubahan pH hanya akan berpengaruh apabila garam sukar larut berasal dari asam lemah. Untuk
jelasnya, perhatikan kesetimbangan kelarutan garam MxAy dari asam lemah HA berikut :
MxAy (s) xMm+(aq) + y An-(aq)
Anion An- adalah basa konjugasi relatif kuat karena berasal dari asam lemah HA. Dengan demikian
anion A- dapat terhidrolisis dan melepas ion OH-.
An-(aq) + H2O (l) HA (n-1) (aq) + OH- (aq)
Adanya pelepasan ion OH- menyebabkan perubahan pH dapat mempengaruhi kelarutan garam MxAy.
Pengaruh tersebut dapat dijelaskan menggunakan Asas Le Chatelier :
a. Apabila pH diturunkan, berarti konsentrasi ion H+ bertambah atau konsentrasi ion OH-
berkurang. Dengan demikian, kesetimbanangan hidrolisis bergeser ke kanan. Akibatnya,
konsentrasi An- akan berkurang dan menyebabkan kesetimbangan ionik bergeser ke kanan
sehingga lebih banyak garam MxAy yang terdisosiasi menjadi ion-ionnya. Jadi, kelarutan zat
akan bertambah.
b. Apabila pH dinaikkan, berarti konsentrasi ion H+ berkurang atau konsentrasi ion OH- bertambah.
Dengan demikian, kesetimbanangan hidrolisis bergeser ke kiri. Akibatnya, konsentrasi An- akan
bertambah dan menyebabkan kesetimbangan ionik bergeser ke kiri sehingga lebih banyak garam
MxAy yang terbentuk. Jadi, kelarutan zat akan berkurang.
Contoh :
Apakah pH berpengaruh pada kelarutan
a. CaF2
b. AgCl
Jawab :
a. Tulis persamaan reaksinya :
CaF2(s) Ca2+(aq) + 2F-(aq)
Anion F- adalah basa konjugasi relatif kuat karena berasal dari asam lemah HF, sehingga dapat
terhidrolisis melepas ion OH-.
F-(aq) + H2O (l) HF(aq) + OH-(aq)
Jadi, pH berpengaruh pada kelarutan CaF2.
b. Tulis persamaan reaksinya :
AgCl (s) Ag+(aq) + Cl-(aq)
Anion Cl- adalah basa konjugasi relatif lemah karena berasal dari asam kuat HCl, sehingga tidak
dapat terhidrolisis. Jadi, pH tidak berpengaruh pada kelarutan AgCl.

D. Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat

Harga Ksp suatu elektrolit dapat digunakan untuk memisahkan dua atau lebih larutan yang
bercampur dengan cara pengendapan. Proses pemisahan ini dengan menambahkan suatu larutan
elektrolit lain yang dapat berikatan dengan ion-ion dalam campuran larutan yang akan dipisahkan.
Karena setiap larutan mempunyai kelarutan yang berbeda-beda, maka secara otomatis ada larutan
yang mengendap lebih dulu dan ada yang mengendap kemudian, sehingga masing-masing larutan
dapat dipisahkan dalam bentuk endapannya.
Misalnya pada larutan jenuh MA berlaku persamaan:
Ksp = [M+] [A-]
Jika larutan itu belum jenuh (MA yang terlarut masih sedikit), sudah tentu harga [M+] [A-] lebih
kecil daripada harga Ksp. Sebaliknya jika [M+] [A-] lebih besar daripada Ksp, hal ini berarti larutan itu
lewat jenuh, sehingga MA akan mengendap.
 Jika [M+] [A-] < Ksp , maka larutan belum jenuh (tidak terjadi endapan)
 Jika [M+] [A-] = Ksp , maka larutan tepat jenuh (tidak terjadi endapan)
 Jika [M+] [A-] > Ksp , maka larutan lewat jenuh (terjadi endapan)
Tabel 1. Beberapa Zat yang mudah dan Sukar Larut
Contoh zat yang mudah Contoh Zat yang Sukar
Zat Kelarutan dalam Air
larut Larut
Asam Semua asam mudah larut HCl, H2SO4, dan H2S -
Basa Sebagian besar basa sukar larut, kecuali
Al(OH)3 , Cu(OH)2 ,
basa golongan IA dan IIA (kecuali Mg2+) LiOH dan KOH
Pb(OH)2
dan NH4+
Garam Semua garam nitrat (NO3-), bikarbonat
(HCO3-), klorat (ClO4-), klorit (ClO3-) dan NaNO3 -
asetat (CH3COO-) mudah larut
Sebagian besar garam fluorida mudah larut,
kecuali garam yang mengandung Mg2+ , NaF CaF
Ca2+ , dan Ba2+
Sebagian besar garam klorida (Cl-), iodida
(I), dan bromida (Br-) mudah larut kecuali
NaCl AgCl
garam yang mengandung Ag+, Pb2+, dan
Hg2+
Sebagian besar garam fosfat (PO42-),
karbonat (CO32-), sulfit (SO32-), dan sulfida Na3PO4, K2CO3, Ag3PO4, CaCO3, FeS
2-
(S ) sukar larut kecuali garam yang (NH4)2S, dan Na2SO3 dan CaSO3
+ + + +
mengandung Li , Na , K dan NH4
Sebagian besar garam sulfat (SO42-) mudah
larut, kecuali garam yang mengandung Ba2+, K2SO4 CaSO4
2+ 2+ + 2+ 2+
Ca , Sr , Ag , Pb dan Hg
Garam dapur (NaCl) merupakan garam yang mudah larut, sedangkan AgCl merupakan garam
yang sukar larut. Meskipun kelarutan AgCl sangat kecil, namun sebagian kecil AgCl dapat larut dalam
air. Oleh karena kelarutannya dalam air sangat kecil, larutan AgCl cepar jenuh menjadi hanya sedikit
penambahan padatan AgCl. Larutan AgCl yang larut akan terionisasi menjadi Ag+ dan Cl-. Ketika
larutan mulai jenuh, endapan mulai terbentuk.
Pembentukan endapan dapat diperkirakan dengan membandingkan antara hasil kali konsentrasi
zat-zat yang bereaksi (Qc) dan Ksp. Qc adalah Hasil kali konsentrasi molar ion-ion dalam larutan.
Perhatikan tabel berikut!
Tabel 2. Perbandingan nilai Qc dan Ksp untuk pembentukan endapan
Perbandingan Perkiraan
Qc < Ksp Tidak terbentuk endapan
Qc = Ksp Jernih, endapan belum terbentuk
Qc > Ksp Terbentuk endapan
Reaksi antara dua senyawa ionik dalam bentuk larutan dapat menghasilkan endapan, misalnya
reaksi antara Pb(NO3)2 dan KI. Ketika padatan Pb(NO3)2 dan KI masing-masing dilarutkan dalam air,
setiap zat akan terionisasi menjadi ion-ionnya.
Pb(NO3)2 (s) Pb2+ (aq) + 2NO3- (aq)
KI (s) K+ (aq) + I- (aq)
Setelah kedua larutan direaksikan, ion-ion dari kedua larutan tersebut akan menghasilkan dua zat
baru, yaitu PbI2 dan KNO3. Zat hasil reaksi manakah yang akan mengendap?
PbI2 bersifat sukar larut (mudah membentuk endapan), sedangkan KNO3 mudah larut (sukar
membentuk endapan). Jadi reaksi antara Pb(NO3)2 dan KI menghasilkan endapan kuning PbI2,
sedangkan KNO3 tetap berada dalam bentuk larutan.
Pb(NO3)2 (s) + 2KI (s) PbI2 (s) + 2KNO3 (aq)
Contoh-contoh lain reaksi pengendapan dapat diamati pada gambar berikut.

Gambar 1.
a. Reaksi pengendapan antara NaF dan CaCl2
b. Reaksi pengendapan antara Pb(NO3)2 dan
K2CrO4
c. Reaksi pengendapan antaran NaCl dan
Pb(NO3)2
Dapat dilihat bahwa gambar b sangat jelas
terjadi endapan, hal ini karena harga Qc dari PbCrO4 lebih besar dibanding harga Ksp nya.
Berikut tabel nilai Ksp beberapa senyawa garam dalam suhu ruang (25oC) dengan konsetrasi
tertentu.
Contoh :
Dalam 50mL larutan PbCl2 terkandung 0,2207 gram PbCl2 yang terlarut di dalamnya. Jika Ksp PbCl2
= 2,4 x 10-4 mol3/L3, apakah akan terbentuk endapan? (Ar Pb = 207 ; Cl = 35,5)
Jawab :
0,2207 𝑔 1000 𝑚𝐿/1𝐿
[PbCl2] = 277 𝑔/𝑚𝑜𝑙 𝑥 50 𝑚𝐿
= 0,0159 𝑚𝑜𝑙/𝐿

PbCl2 terionisasi sempurna :


PbCl2 (s) Pb2+(aq) + 2Cl-(aq)
0,0159 mol/L ∞ 0,0159 mol/L ∞ 0,0159 mol/L
Hitung Qc :
Qc = [Pb2+]awal [Cl-]2awal
= (0,0159 mol/L) (0,0159 mol/L)2
= 1,61 x 10-5 mol3/L3
Karena Qc < Ksp, maka tidak terbentuk endapan.

UJI DIRI

Sebanyak 200mL larutan AgNO3 1,3 x 10-3 M dicampur dengan 100mL larutan Na2S 4,5 x
10-5 M. Apakah garam Ag2S yang terbentuk akan mengendap? Diketahui Ksp Ag2S = 1,6 x
10-49 mol3/L3.