Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN ANALISIS JURNAL PERILAKU KEKERASAN

JUDUL JURNAL
“Pengaruh Restrain Pada Pasien Perilaku Kekerasan Terhadap Penurunan
Perilaku Kekerasan Di Ruang IGD RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda”

OLEH:
NI NYOMAN LAKSMINI

PROGRAM STUDI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
MANADO
2019
LAPORAN ANALISIS JURNAL PERILAKU KEKERASAN
JUDUL JURNAL
“Pengaruh Restrain Pada Pasien Perilaku Kekerasan Terhadap Penurunan
Perilaku Kekerasan Di Ruang IGD RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda”

Judul asli : -
Penulis : St Nurrahmatiyah, Edi Sukamto, Gajali Rahman
Dipublikasikan : 3 Mei 2018

ABSTRAK
Menurut data WHO pada tahun 2012 angka penderita gangguan jiwa
mengkhawatirkan secara global, sekitar 450 juta orang yang menderita gangguan
mental. Orang yang mengalami gangguan jiwa sepertiganya tinggal di negara
berkembang, sebanyak 8 dari 10 penderita gangguan mental itu tidak mendapatkan
perawatan. Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh restrain pada
pasien perilaku kekerasan terhadap penurunan perilaku kekerasan di ruang IGD
Rumah Sakit Atma Husada Mahakam Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain
quasi eksperiment. Penelitian quasi experiment adalah penelitian yang menguji coba
suatu intervensi pada kelompok subyek dengan atau tanpa kelompok pembanding.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan karakteristik responden sebagian besar berjenis
kelamin laki-laki berjumlah 14 orang (70%) dan perempuan sebanyak 6 orang
(30%). Dan menunjukkan karakteristik responden menurut umur kurang dari 25
tahun sebanyak 6 orang (30%), 26-40 tahun sebanyak 13 orang (65%), dan lebih ≥
45 tahun sebanyak 1 orang (5%). Hasi uji Wilcoxon Test yang dilakukan diperoleh
nilai P = 0,001 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh restrain terhadap penurunan
perilaku kekerasan pada pasien perilaku kekerasan yang berada di ruang IGD RSJD
Atma Husada Mahakam Samarinda.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
1. Latar belakang jurnal
Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2014 Tentang
Kesehatan jiwa, ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa adalah orang yang
mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang
termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku
yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam
menjalankan fungsi sebagai manusia. Menurut World Health Organization
(WHO), Kesehatan jiwa merupakan suatu keadaan dimana seseorang yang
terbebas dari gangguan jiwa, dan memiliki sikap positif untuk
menggambarkan tentang kedewasaan serta kepribadiannya. Menurut data
WHO pada tahun 2012 angka penderita gangguan jiwa mengkhawatirkan
secara global, sekitar 450 juta orang yang menderita gangguan mental.
Orang yang mengalami gangguan jiwa sepertiganya tinggal di negara
berkembang, sebanyak 8 dari 10 penderita gangguan mental itu tidak
mendapatkan perawatan (Paritas, Derajat, Perineum, & Sari, 2012).
Berdasarkan study pendahuluan yang telah dilakukan didapatkan data,
bahwa pasien yang masuk di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda
yaitu pasien perilaku kekerasan. Pasien biasanya dibawa oleh keluarga
maupun dibawa oleh dinas sosial setempat, pasien dibawa untuk
mendapatkan penanganan yang tepat. Berdasarkan hasil wawancara pada
perawat di ruang IGD yang telah dilakukan didapatkan data angka kejadian
pasien perilaku kekerasan di ruang IGD RSJD Atma Husada Mahakam
Samarinda Pada bulan Januari-Desember tahun 2016 terdapat 408 kasus
pasien perilaku kekerasan. Untuk penanganan awal pasien ketika masuk
pasien diberikan tindakan restrain atau fiksasi , setelah direstrain pasien
diberikan terapi farmakologi sesuai instruksi dokter. Kemudian pasien
dilakukan observasi pengikatan per 15 menit dan observasi tanda-tanda
vital. Dari data tersebut menggambarkan bahwa pasien perilaku kekerasan
harus segera ditangani apabila tidak ditangani dapat membahayakan diri
pasien, orang lain maupun lingkungan sekitarnya. Berdasarkan uraian latar
belakang maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “apakah ada
pengaruh restrain pada pasien perilaku kekerasan terhadap penurunan
perilaku kekerasan di ruang Igd RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda”
2. Latar belakang kelompok
Ruangan IGD merupakan unit pelayanan di RSJ Prof DR. V. L
Ratumbuysang Manado. Selama pelaksanaan praktik klinik profesi Ners
STIKES Muhammadiyah Manado di ruangan IGD RSJ DR. V. L
Ratumbuysang sejak 14-21 Januari 2019, banyak ditemukan pasien dengan
perilaku kekerasan. Pada umumnya dilakukan restrain pada pasien
kemudian diberikan penanganan farmakologi. Di sini kelompok ingin
mengaplikasikan tindakan restrain pada pasien tanpa diberikan penanganan
farmakologi. Oleh karena itu kelompok tertarik untuk mengangkat jurnal ini
sebagai bahan untuk diimplementasikan kepada pasien dengan perilaku
kekerasan.

B. Tujuan
1. Tujuan jurnal
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh restrain pada
pasien perilaku kekerasan terhadap penurunan perilaku kekerasan di ruang
IGD Rumah Sakit Atma Husada Mahakam Samarinda.
2. Tujuan kelompok
a. Sesuai dengan latar belakang di atas di mana penanganan perilaku
kekerasan dengan menggunakan restrain tanpa diberikan penanganan
farmakologi. Untuk itu kelompok tertarik mengangkat jurnal ini untuk
diimplementasikan pada pasien dengan perilaku kekerasan.
b. Untuk menambah wawasan pembaca maupun peneliti berikutnya
tentang kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam jurnal ini.
C. Desain Penelitian
1. Populasi Sampel penelitian
a. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 responden dengan perilaku
kekerasan
b. Populasi dalam penelitian kelompok berjumlah 6 responden dengan
perilaku kekerasan.
2. Tempat Penelitian
a. Tempat dilaksanakan penelitian dalam jurnal ini adalah Di Ruang IGD
RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda
b. Tempat di laksanakan penelitian kelompok ini adalah di Ruangan IGD
RSJ Prof DR. V.L Ratumbuysang Manado.
3. Waktu Penelitian
a. -
b. Penelitian kelompok dilaksanakan pada tanggal 14 – 16 Januari 2019.
4. Desain Penelitian
Jenis desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy
eksperiment dengan rancangan penelitian pre test dan post test design
without control group. Cara pengambilan sampel dalam penelitina ini
adalah dengan teknik Purposive random sampling. Instrumen yang
digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan
bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon test.
a. Kriterian inklusi
1) Pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan
2) Pasien dengan kekambuhan
b. Kriteria Eksklusi
1) Pasien dengan kondisi stabil
2) Pasien dengan adanya cidera fisik

D. Prosedur Penelitian
1. Prosedur penelitian
Tidak ada
2. Prosedur kelompok
Responden dalam implementasi penelitian ini melibatkan hanya 6 orang saja
dan di lakukan selama 3 hari yaitu dari tanggal 14 – 17 januari 2019 di mana
setiap pasien di lakukan restrain selama 8 jam.
a. Kriterian inklusi
1) Pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan
2) Pasien dengan kekambuhan
b. Kriteria Eksklusi
1) Pasien dengan kondisi stabil
2) Pasien dengan adanya cidera fisik
Persiapan Alat
1) Pilihlah restrain yang cocok sesuai kebutuhan
2) Bantalan pelindung kulit/ tulang
Persiapan Pasien
Kaji keadaan pasien untuk menentukan jenis restrain sesuai keperluan
Cara Kerja
1) Perawat cuci tangan
2) Gunakan sarung tangan
3) Gunakan bantalan pada ekstremitas klien sebelum dipasang restrain
4) Ikatkan restrain pada ekstremitas yang dimaksud
5) Longgarkan restrain setiap 4 jam selama 30 menit
6) Kaji kemungkinan adanya luka setiap 4 jam (observasi warna kulit
dan denyut nadi pada ekstremitas)
7) Catat keadaan klien sebelum dan sesudah pemasangan restrain.

E. Analisa Data
1. Hasil jurnal
Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk test perilaku kekerasan sebelum dan
sesudah intervensi restrain didapatkan variabel perilaku kekerasan sebelum
dan sesudah dilakukan intervensi restrain data tidak berdistribusi normal.
Hal tersebut dilihat dari nilai sig. sebelum 0,001< 0,05 dan nilai sig. setelah
0,02 sehingga uji analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon test
dengan melihat nilai median, nilai minimum dan nilai maximum.
Dari hasil uji Wilcoxon Test didapatkan nilai minimum setelah
intervensi lebih kecil dari nilai minimum 17<22 dengan selisih minimum 5
demikian juga dengan nilai maksimum dan median. Nilai maksimum setelah
intervensi lebih kecil dibanding nilai minimum 21<24 dengan selisih 3
begitupun dengan nilai median yaitu nilai median setelah intervensi lebih
kecil dari nilai median sebelum intervensi yaitu 20<24 dengan selisih 4.
Berdasarkan tabel didapatkan nilai maximum, minimum dan median
mengalami perubahan yaitu mengalami penurunan setelah diberikan
intervensi restrain.
2. Hasil kelompok
Hasil dari penelitian kelompok terhadap 6 pasien di dapatkan bahwa
terdapat penurunan perilaku kekerasan setelah diberikan tindakan restrain
selama 8 jam. Hal ini membuktikan bahwa hasil implementasi yang
dilakukan kelompok sesuai dengan hasil jurnal..
3. Kelebihan jurnal
a. Judul penelitian sesuai dengan hasil dan pembahasan
b. Latar belakang sesuai dengan fenomena yang banyak terjadi di IGD
RSJ
c. Tujuan penelitian jelas yaitu mengidentifikasi pengaruh restrain pada
pasien perilaku kekerasan terhadap penurunan perilaku kekerasan di
ruang IGD Rumah Sakit Atma Husada Mahakam Samarinda
d. Jenis desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
quasy eksperiment dengan rancangan penelitian pre test dan post test
design without control group. Cara pengambilan sampel dalam
penelitina ini adalah dengan teknik Purposive random sampling.
Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisis
secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon test.
e. Sampel yang diobservasi dalam penelitian ini jelas yaitu sebanyak 20
sampel.
4. Kekurangan jurnal
a. Keterbatasan dalam jurnal ini tidak dicantumkan siapa saja yang
melakukan observasi.
b. Tidak tercantum waktu penelitian
c. Tidak ada kriteria sample
d. Tidak ada prosedur penelitian

F. Implikasi Keperawatan
Berdasarkan dari penelitian ini perawat menyimpulkan bahwa tindakan restrain
memang penanganan yang tepat pada pasien dengan perilaku kekerasan. Karena
tindakan ini bisa menurunkan perilaku kekerasan.
1. Perawat dituntut untuk mampu menjembatani kepentingan pasien terkait
dengan penanganan sesuai dengan kebutuhan pasien.
2. Pengetahuan Pengetahuan dan keterampilan mengenai penanganan perilaku
kekerasan baik pendekatan non farmakologik maupun farmakologis serta
tindakan yang lainnya mutlak diperlukan dan dikuasai oleh perawat.
3. Pengkajian yang tepat, akurat tentang perilaku kekerasan sangat diperlukan
sebagai upaya untuk mencari solusi yang tepat untuk menanganinya. Untuk
itu, pengkajian harus selalu dilakukan secara berkesinambungan sebagai
upaya mencari gambaran yang terbaru yang dirasakan pasien.
4. Tindakan non farmakologi dengan melakukan restrain pada pasien dengan
perilaku kekerasan dapat menurunkan perilaku kekerasan.

G. Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil analisis yang di lakukan kelompok terhadap implementasi
analisis jurnal selama 3 hari di ruangan IGD RSJ Prof DR. V. L.
Ratumbuysang Manado di dapatkan bahwa ada pengaruh tindakan restrain
pada pasien dengan perilaku kekerasan terhadap penurunan perilaku
kekerasan.
2. Kelompok mendapatkan ternyata hasil dari penanganan non farmakologi
dengan melakukan restrain pada pasien dengan prilaku kekerasan bisa terjadi
kekambuhan setalah 2 hari.
3. Kelompok mendapatkan Kekurangan jurnal ini adalah peneliti tidak
mencamtukan waktu penelitian, prosedur penelitian, kriteria inklusi dan
esklusi yang tidak di cantumkan membuat kelompok sedikit bingung dalam
mengimplementasikan jurnal ini di lapangan.
4. Kelompok berharap Semoga dengan analisis yang di lakukan kelompok dapat
menambah pengetahuan kepada pembaca dan menambah referensi pada
peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang terapi aroma lemon
yang lebih lengkap lagi dengan mencamtumkan kriteria inklusi dan kriteria
esklusi maupun skala nyeri yang di pakai dalam melakukan penelitian
selanjutnya.
BAB II
DAFTAR PUSTAKA

Akemat, K. (2010). Model Praktik Keperawatan Profesional jiwa. Jakarta : EGC.

Dahlan. S. (2008). statistik untuk kedokteran dan kesehatan. jakarta : salemba


medika.

Dharma.K.K. (2011). Metodologi penelitian keperawatan. Jakarta.

Hartono, kusuma wati. (2011). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. jakarta :EGC.

Laraia, S. (2015). principles and practice of psichiatric Nursing. Medical University


of South Carolina.

Paritas, H., Derajat, D., Perineum, R., & Sari, N. P. (2012). Pengaruh Pendidikan
Kesehatan Tentang Resiko Perilaku Kekerasan ( RPK ) Terhadap Pengetahuan
Keluarga Dalam Merawat Pasien Di Poli Jiwa RSJD Dr . RM . Soedjarwadi.
Jawa tengah.

Purwanto, R. S. &. (2009). Asuhan keperawatan jiwa. Yogyakarta : Graha.

Stuart, D. (2006). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta.

Sugiyono. (2010). metode penelitian kuantitatif kualitatif dan RND. Bandung.

Sulistyowati, D. ariani, & Prihantini, E. (2014). Keefektifan penggunaan restrain


terhadap penurunan perilaku kekerasan pada skizofrenia. Jurnal Terpadu Ilmu
Kesehatan, 3(2), 138–143.

Videbeck. (2008). buku ajar keperawatan jiwa. jakarta : EGC.

Wahyuningsih, D., Keliat, B. A., & Hastono, S. P. (2011). Penurunan perilaku


kekerasan pada klien skizofrenia dengan Assertiveness Training (AT). Jurnal
Keperawatan Indonesia, 14(1), 51–56. Retrieved from
http://www.depkes.go.id/article/view/201410270011/stop-stigma-
dandiskriminasi-terhadap-orang-dengan-gangguan-jiwa-odgj.html

Yosep, Iyus, S.kp, M. S. (2009). Keperawatan Jiwa,Edisi Revisi. Bandung.

Yosep, I. (2007). keperawatan jiwa (cetakan 1). Bandung.