Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL KEPERAWATAN JIWA

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK - SOSIALISASI


(Bagi Pasien Isolasi Sosial)

OLEH KELOMPOK 3:

OLEH :

LUKMAN FANANI 1322010199

SHOLACHUDDIN 1322010207

MOCHAMAD ROCHIM 1322010201

MUSTADZA 1322010202

SRI WAHYUNI 1322010210

SITI UMAROH 13220102O8

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO

2014 / 2015
LEMBAR PENGESAHAN

Telah di setujui dan disahkan pada :

Hari :
Tanggal :

Malang, 24 Maret 2016

Mengetahui

Pembimbing Akademik Pembimbing


Ruangan

Nurul Mawaddah, M. Kep. Moh, Supriyadi S. Kep. Ns


NIP .............................. NIP. 196704101988031001
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Manusia adalah makhluk sosial sekaligus makhluk individual, sebagai
makhluk sosial, manusia memiliki motif untuk mengadakan hubungan dan
hidup bersama dengan orang lain, yang disebut dorongan sosial. Manusia
sebagai makhluk individual memiliki motif untuk mengadakan hubungan
dengan dirinya sendiri, bukan saja dengan individu lain, tetapi juga dengan
lingkungan tempat ia berada.
Dalam hidup bersama itu terjadi hubungan antar manusia dalam rangka
memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan untuk mencapai keinginan itu perlu
diwujudkan dalam bentuk tindakan melalui hubungan timbal balik.Hubungan
ini yang disebut interaksi sosial. Suatu tindakan disebut interaksi sosial apabila
individu melakukan tindakan sehingga menimbulkan reaksi dari individu lain.
Interaksi sosial merupakan hubungan yang tertata dalam bentuk tindakan-
tindakan yang berdasarkan nilai-nilai atau norma-norma sosial yang berlaku
dalam masyarakat. Bila hubungan berdasarkan nilai atau norma, interaksi sosial
tersebut akan berjalan lancar dan sebaliknya.

B. TUJUAN
a) Tujuan umum
Klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara
bertahap.
b) Tujuan khusus
- Klien mampu memperkenalkan diri
- Klien mampu berkenalan dengan anggota keluarga kelompok
- Klien mampu bercakap – cakap dengan anggota kelompok
- Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan
- Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi
padaorang lain.
- Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosial kelompok
- Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan TAKS
yang telah dilakukan.

C. PROSES SELEKSI
1) Berdasarkan observasi perilaku sehari-hari klien yang dikelola oleh
perawat.
2) Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai perilaku klien sehari-hari
serta kemungkinan dilakukan kelompok pada klien tersebut dengan perawat
ruangan.
3) Melakukan kontak mata pada klien untuk mengikuti aktivitas yang akan
lakukan.
BAB II
TAK SOSIALISASI : MENARIK DIRI

Terapi Aktivitas Kelompok (TAK): Sosialisasi (TAKS) adalah upaya


memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan dengan masalah
hubungan sosial.

A. DEFINISI TAK (TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK)


Terapi aktivitas kelompok adalah terapi modalitas yang dilakukan
perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang
sama. Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan
sebagai target asuhan.Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling
bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat klien
berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang
maladaptive.

B. JENIS – JENIS TAK (TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK)


Terapi Aktifitas Kelompok berdasarkan masalah keperawatan jiwa yang
paling banyak ditemukan dikelompok sebagai berikut :
1) TAK sosialisasi (untuk klien dengan menarik diri yang sudah sampai pada
tahap mampu berinteraksi dalam kelompok kecil dan sehat secara fisik).
2) TAK stimulasi sensori (untuk klien yang mengalami gangguan sensori).
3) TAK orientasi realita (untuk klien halusinasi yang telah mengontrol
halusinasinya, klien waham yang telah dapat berorientasi kepada realita dan
sehat secara fisik).
4) TAK stimulasi persepsi : halusinasi (untuk klien dengan halusinasi)
5) TAK peningkatan harga diri (untuk klien dengan HDR) .
6) TAK penyaluran energy (untuk klien perilaku kekerasan yang telah dapat
mengekspresikan marahnya secara konstruktif, klien menarik diri yang dapat
berhubungan dengan orang lain secara bertahap dan sehat secara fisik).

C. PERSIAPAN LINGKUNGAN
1) Ventilasi baik
2) Penerangan cukup
3) Suasana tenang
4) Pengaturan posisi tempat duduk (setting)
D. AKTIVITAS DAN INDIKASI
Aktivitas TAKS dilakukan 2 sesi yang melatih kemampuan sosialisasi
klien. Klien yang mempunyai indikasi TAKS adalah klien dengan gangguan
hubungan sosial berikut :
1) Klien harga diri rendah yang cukup kooperatif
2) Klien yang yang sulit mengungkapkan perasaannya melalui komunikasi
verbal
3) Klien dengan gangguan harga diri rendah yang telah dapat berinteraksi
dengan orang lain.
4) Klien dengan kondisi fisik yang dalam keadaan sehat (tidak sedang
mengidap penyakit fisik tertentu seperti diare, thypid, dan lain-lain)

E. SETTING
1) Klien dan terapis duduk bersama dalam satu lingkaran.
2) Ruangan yang nyaman dan tenang.
Keterangan :
L : Leader
Co : Co Leader
F : Fasilitator
O : Observer
K : Klien
Petunjuk Klien duduk melingkar bersama perawat.

F. PERAN DAN FUNGSI TERAPIS


1. Leader
Tugas :
a) Memimpin jalannya terapi aktifitas kelompok.
b) Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.
c) Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK.
d) Menyampaikan Tata tertib TAK
e) Memimpin diskusi kelompok.
f) Menutup acara diskusi.
2. Co Leader
Tugas :
a) Membuka acara
b) Mendampingi Leader
c) Mengambil alih posisi Leader jika Leader blocking
d) Menyerahkan kembali posisi kepada leader
3. Fasilitator
Tugas :
a) Ikut serta dalam kegiatan kelompok
b) Memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk aktif
mengikuti jalannya terapi.
4. Observer
Tugas :
a) Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada format yang tersedia)
b) Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses,
hingga penutupan.
5. Operator
Tugas :
a) Mengatur alur permainan (Menghidupkan dan mematikan musik)
b) Timer (Mengatur waktu).

G. METODE TAKS
1) Dinamika kelompok
2) Diskusi dan tanya jawab
3) Bermain peran atau stimulasi

H. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Terapi Aktifitas Kelompok ini dilaksanakan pada :
Hari, Tanggal : Kamis, 24 Maret 2016
Waktu : Pukul 10.30 WIB s.d Selesai
Tempat : Ruang Kenari

I. Nama Klien dan Ruangan


Klien yang mengikuti kegiatan berjumlah 4 (empat) orang, sedangkan
sisanya sebagai cadangan jika klien yang ditunjuk berhalangan. Adapun nama-
nama klien yang akan mengikuti TAK yaitu :
Klien peserta TAK :
1. Tn. A
2. Tn. M
3. Sdr. B
4. Tn. A

J. Media dan Alat


1. Botol
2. Laptop / HP (MP3)
3. Speaker
K. Susunan Pelaksana
Susunan TAKS sebagai berikut :
a. Leader : Sri Wahyuni
b. Co. Leader : Siti Umaroh
c. Fasilitator 1 : Mustadza
d. Fasilitator 2 : Mochamad Rochim
e. Fasilitator 3 : Sholachudin
f. Fasilitator 4 : Lukman Fanani
g. Observer : Eva (Mahasiswa akper bojonegoro)

L. Langkah Kegiatan
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial: menarik diri
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a. Memberikan salam terapeutik: salam dari terapis
b. Evaluasi / validasi: menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak:
1) Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu memperkenalkan diri
2) Menjelaskan aturan main sebagai berikut :
a) Pasien wajib datang 10 menit sebelum acara dimulai
b) Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus meminta izin
kepada terapis.
c) Tidak boleh makan,minum atau merokok saat TAK
d) Jika ada yang membuat gaduh akan dikeluarkan dari TAK
e) Setiap pasien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
f) Jika ingin Bicara acungkan tangan dan berbicara setelah dipersilahkan
oleh leader
g) Jika peserta ingin ketoilet beri kesempatan sebelum acara dimulai
3. Tahap kerja
a. Jelaskan kegiatan yaitu music pada Laptop akan di hidupkan, serta Botol
diedarkan berlawanan arah jarum jam. Dan pada saat Musik di matikan,
maka anggota kelompok yang memegang botol memperkenalkan diri.
b. Hidupkan musik pada laptop dan edarkan btol berlawanan jarum jam.
c. Pada saat music di hentikan, anggota kelompok yang memegang botol
mendapat giliran untuk menyebutkan: salam, nama lengkap, nama
panggilan, hoby, dan asal di mulai dari terapis sebagai contoh.
d. Tulis nama panggilan pada kertas atau papan nama dan temple atau pakai.
e. Ulangi sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi
tepuk tangan.
4. Tahap terminasi.
a. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
b. Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.
c. Rencana tindak lanjut.
d. Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih memperkenalkan diri
kepada orang lain di kehidupan sehari-hari.
e. Masukkan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan harian
klien.
f. Kontrak yang akan datang.
g. Menyepakati kegiatan berikut yaitu berkenalan dengan anggota kelompok.
h. Menyiapkan waktu dan tempat

M. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Input
a. Tim berjumlah 6 orang yang terdiri atas 1 leader, 1 co-leader/operator,
4 fasilitator, 1 observer.
b. Lingkungan memiliki syarat luas dan sirkulasi baik.
c. Peralatan mp3 sound system berfungsi dengan baik.
d. Tersedia botol
e. Klien, tidak ada kesulitan memilih klien yang sesuai dengan kriteria
dan karakteristik klien untuk melakukan terapi aktivitas kelompok
sosialisasi.
2. Evaluasi Proses
a. Leader menjelaskan aturan main dengan jelas.
b. Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah klien.
c. Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan untuk dapat
mengawasi jalannya permainan.
d. 100% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan
dengan aktif dari awal sampai selesai.
3. Evaluasi Output
Setelah mengadakan terapi aktivitas kelompok sosialisasi dengan 3
klien yang diamati, hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut;
a. 100% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan
dengan aktif dari awal sampai selesai.
b. 100% klien dapat meningkatkan komunkasi non verbal: bergerak
mengikuti instruksi, ekspresi wajah cerah, berani kontak mata.
c. 100% klien dapat meningkatkan komunikasi verbal (menyapa klien lain
atau perawat, mengungkapkan perasaan dengan perawat).
d. 100% klien dapat meningkatkan kemampuan akan kegiatan kelompok
(mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai).
e. 100% klien mampu melakukan hubungan sosial dengan lingkungannya
(mau berinteraksi dengan perawat / klien lain)
DAFTAR PUSTAKA

Herawaty, Netty. 1999. Materi Kuliah Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta :


EGC.
Stuart, Gail Wiscart & Sandra J. Sundeen. 1995. Buku Saku Keperawatan Jiwa.
Edisi 3.Jakarta : EGC