Anda di halaman 1dari 32

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMA Negeri 1 Semarang


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI MIA/ 2
Materi Pokok : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
Alokasi Waktu : 8 x 45 menit (2 JP Ulangan Harian)

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku kerjasama, teliti dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator
3.14 Memprediksi terbentuknya 3.14.1 Menjelaskan kesetimbangan dalam
endapan dari suatu reaksi larutan jenuh atau larutan garam
berdasarkan kesetimbangan yang sukar larut
kelarutan dan hasil kali kelarutan
3.14.2 Menghubungkan tetapan hasil kali
(Ksp)
kelarutan dengan tingkat
kelarutan atau pengendapannya
4.14 Merancang dan melakukan 4.14.1 Merancang dan melakukan
percobaan untuk memisahkan percobaan prediksi pengendapan
campuran ion logam (kation) garam
dalam larutan

Siti Nursiami, S.Pd. 1


C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi, tanya jawab dan berpendekatan
saintifik, diharapkan:
1. Melalui diskusi kelompok dan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan
kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang sukar larut dengan benar.
2. Melalui diskusi kelompok dan penjelasan guru, peserta didik dapat menuliskan
ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air dengan benar.
3. Melalui diskusi kelompok dan penjelasan guru, peserta didik dapat menjelaskan
hubungan kelarutan dengan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) dengan perhitungan.
4. Melalui diskusi kelompok dan penjelasan guru, peserta didik dapat menghitung
kelarutan suatu senyawa dengan penambahan ion senama dengan benar.
5. Melalui diskusi kelompok dan penjelasan guru, peserta didik dapat menghitung
kelarutan suatu senyawa terhadap pengaruh pH dengan benar.
6. Melalui rancangan dan praktikum dengan bimbingan guru, peserta didik dapat
memprediksi pengendapan suatu garam dengan benar.
D. Materi Pembelajaran
a. Materi Prasyarat
Materi yang harus dikuasai oleh peserta didik sebelum mendapatkan materi
mengenai kelarutan dan hasil kali kelarutan adalah larutan (jenuh dan tak jenuh),
larutan elektrolit (garam) , kesetimbangan kimia, larutan penyangga (buffer) dan
hidrolisis.
b. Materi Reguler
1. Kelarutan (solubility)
Istilah kelaruutan (solubility) digunakan untuk menyatakan jumlah maksimal
zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut. Kelarutan (khususnya
untuk zat yang sukar larut) dinyatakan dalam satuan mol.L-1. Jadi, kelarutan (s)
sama dengan molaritas (M).
2. Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
Dalam suatu larutan jenuh dari suatu elektrolit yang sukar larut, terdapat
kesetimbangan antara zat padat yang tidak larut dan ion-ion zat itu yang larut.
MxAy (s) x My+(aq) + y Ax-(aq)
Karena zat padat tidak mempunyai molaritas, maka tetapan kesetimbangan
reaksi diatas hanya melibatkan ion-ionnya saja, dan tetapan kesetimbangannya
disebut tetapan hasil kali kelarutan (Ksp).

Siti Nursiami, S.Pd. 2


𝑲𝒔𝒑 = [𝑴𝒚+ ]𝒙 [𝑨𝒙− ]𝒚
3. Hubungan Kelarutan (s) dengan Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
Oleh karena s dan Ksp sama-sama dihitung pada larutan jenuh, maka antara s
dan Ksp ada hubungan yang erat. Jadi, nilai Ksp ada keterkaitannya dengan nilai
s. Secara umum hubungan antara kelarutan (s) dengan tetapan hasil kali
kelarutan (Ksp) untuk larutan elektrolit AxBy dapat dinyatakan sebagai berikut.
AxBy (s) x Ay+ (aq) + y Bx- (aq)
s xs ys
Ksp = [Ay+]x [Bx-]y
= (xs)x (ys)y
= xx yy s(x+y)
𝑲𝒔𝒑 = 𝒙𝒙 𝒚𝒚 𝒔(𝒙+𝒚)
4. Pengaruh Ion Senama Terhadap Kelarutan
Dalam larutan jenuh Ag2CrO4 terdapat kesetimbangan antara Ag2CrO4 padat
dengan ion Ag+ dan ion CrO42-.
Ag2CrO4 (s) 2 Ag+(aq) + CrO42-(aq)
Apa yang terjadi jika ke dalam larutan jenuh tersebut ditambahkan larutan
AgNO3 atau larutan K2CrO4? Penambahan larutan AgNO3 atau K2CrO4 akan
memperbesar konsentrasi ion Ag+ atau ion CrO42- dalam larutan.
AgNO3 (aq) Ag+ (aq) + NO3- (aq)
K2CrO4 (aq) 2 K+ (aq) + CrO42- (aq)
Sesuai asas Le Chatelier tentang pergeseran kesetimbangan, penambahan
konsentrasi ion Ag+ atau ion CrO42- akan menggeser kesetimbangan ke kiri.
Akibatnya jumlah Ag2CrO4 yang larut menjadi berkurang. Jadi dapat
disimpulkan bahwa ion senama memperkecil kelarutan.
5. Hubungan Ksp dengan pH
Harga pH sering digunakan untuk menghitung Ksp suatu basa yang sukar larut.
Sebaliknya, harga Ksp suatu basa dapat digunakan untuk menentukan pH
larutan.
6. Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat
Harga Ksp suatu elektrolit dapat digunakan untuk memisahkan dua atau lebih
larutan yang bercampur dengan cara pengendapan. Proses pemisahan ini dengan
menambahkan suatu larutan elektrolit lain yang dapat berikatan dengan ion-ion

Siti Nursiami, S.Pd. 3


dalam campuran larutan yang akan dipisahkan. Karena setiap larutan
mempunyai kelarutan yang berbeda-beda, maka secara otomatis ada larutan
yang mengendap lebih dulu dan ada yang mengendap kemudian, sehingga
masing-masing larutan dapat dipisahkan dalam bentuk endapannya.
Misalnya pada larutan jenuh MA berlaku persamaan:
Ksp = [M+] [A-]
Jika larutan itu belum jenuh (MA yang terlarut masih sedikit), sudah tentu harga
[M+] [A-] lebih kecil daripada harga Ksp. Sebaliknya jika [M+] [A-] lebih besar
daripada Ksp, hal ini berarti larutan itu lewat jenuh, sehingga MA akan
mengendap.
a. Jika [M+] [A-] < Ksp , maka larutan belum jenuh (tidak terjadi endapan)
b. Jika [M+] [A-] = Ksp , maka larutan tepat jenuh (tidak terjadi endapan)
c. Jika [M+] [A-] > Ksp , maka larutan lewat jenuh (terjadi endapan)
c. Materi Pengayaan
Bagi peserta didik yang telah tuntas secara KKM, diberikan materi pengayaan
berupa proses pemurnian garam NaCl.
Garam NaCl dapat diperoleh dari penguapan air laut. Salah satu metode
pemurnian suatu zat terbentuk kristal adalah kristalisasi. Metode ini didasarkan pada
perbedaan daya larut antar zat yang dimurnikan dengan kotoran lain dalam suatu
pelarut tertentu. Beberapa persyaratan suatu pelarut dapat dipakai dengan proses
rekristalisasi antara lain :
1. Memberikan perbedaan daya larut yang cukup besar antara zat yang dimurnikan
dengan zat pengotor
2. Tidak meninggalkan zat pengotor pada kristal
3. Mudah dipisahkan dari kristal
4. Bersifat inert (tidak mudah bereaksi dengan kristal)
Garam NaCl merupakan komponen utama dalam garam dapur. Komponen
lainnya bersifat sebagai pengotor biasanya berasal dari ion-ion Ca2+, Mg2+, Al3+, Fe3+,
SO42-, I-, dan Br-. Agar daya larut antara NaCl dengan pengotor cukup besar, maka
perlu dilakukan penambahan zat-zat tertentu. Zat-zat penambahan tersebut akan
membentuk senyawa terutama garam yang sukar larut dalam air. Selain itu kristalisasi
dapa dilakukan dengan cara membuat larutan jenuh dnegan menambahkan ion sejenis
ke dalam larutan zat yang akan dipisahkan. Larutan garam ini mengandung impuritas

Siti Nursiami, S.Pd. 4


seperti garam MgCl2 dan CaCl2. Ion-ion Mg2+ dan Ca2+ dari garam-garam ini dapat
dipisahkan dengan menggunakan reaksi pengendapan.
1. Garam CaCl2 dapat dipisahkan melalui reaksi dengan garam natrium karbonat.
2. Garam MgCl2 dapat dipisahkan melalui reaksi dengan natrium hidroksida.
Penambahan Na2CO3 dan NaOH merupakan bagian proses yang sangat penting
dalam proses pemurnian larutan garam. Untuk menghindari terjadinya pemecahan
endapan yang disebabkan oleh sifat metal hidroksida yang mudah pecah, maka
Na2CO3 ditambahkan terlebih dahulu dari NaOH. Hasil terbaik akan didapatkan jika
Na2CO3 dan NaOH di tambahkan secara serentak sehingga menghasilkan reaksi
secara bersamaan. Pegendapan bersama CaCO3 dan Mg(OH)2 akan berlangsung lebih
cepat juga dibandingkan endapan hidroksida yang mengendap sendiri. Hasil yang baik
juga didapat jika Na2CO3 ditambahkan lebih dulu sebelum penambahan NaOH
(Bernaseoni.1995).

d. Materi Remedial
Bagi Peserta didik yang belum mencapai KKM diberi remedial yaitu mempelajari
kembali materi yang belum dikuasai dengan bimbingan guru.
E. Strategi Pembelajaran
1. Pertemuan pertama
Pendekatan : Saintifik
Model pembelajaran : Problem Based Learning
Metode : Diskusi kelompok dan tanya jawab
2. Pertemuan kedua
Pendekatan : Saintifik
Model pembelajaran : DI (Direct Instruction)
Metode : Diskusi kelompok dan tanya jawab
3. Pertemuan ketiga
Pendekatan : Saintifik
Model pembelajaran : Inquiry terbimbing
Metode : Praktikum, Diskusi kelompok dan tanya jawab
4. Pertemuan keempat
Ulangan Harian ( 2 Jam Pelajaran)

Siti Nursiami, S.Pd. 5


F. Media, alat, dan sumber pembelajaran
1. Media Pembelajaran:
a. Slide presentasi
b. Video pembelajaran
c. Lembar kerja peserta didik
d. Papan tulis
2. Alat:
a. Laptop
b. LCD Projector
c. Alat praktikum dan bahannya
d. Alat tulis
3. Sumber Pembelajaran:
a. Bernaseoni, G. 1995. Teknologi Kimia. PT Padya Pranita. Jakarta.
b. Johari, J.M.C, dan Rachmawati, M. 2008. Kimia 2 SMA dan MA untuk XI.
Jakarta: Esis.
c. Sudarmo, U. 2014. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan
Matematika dan Ilmu Alam. Surakarta: Erlangga.
d. Watoni, H. 2014. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI. Bandung: Yrama Widya.

Siti Nursiami, S.Pd. 6


G. Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 x 45 menit) : Hubungan Kelarutan dan Tetapan Hasil Kali Kelarutan
Kegiatan Sintaks Pendekatan Langkah Pembelajaran Alokasi
Pembelajaran Problem Based Saintifik Waktu
Learning
Pendahuluan pengondisian 1. Peserta didik di cek kehadiran dan 2 menit
berdoa sebelum memulai
pembelajaran
apersepsi 2. Menyiapkan peserta didik secara psikis 3 menit
dengan cara menyiapkan kembali pada
materi larutan penyangga.

Guru menjelaskan kembali tentang


larutan penyangga untuk
mengingatkan kembali memori peserta
didik, karena perhitungan pH
penyangga nanti juga akan digunakan
untuk perhitungan dalam materi
kelarutan dan hasil kali kelarutan.
Orientasi Pada Motivasi 3. Peserta didik diberi motivasi belajar 5 menit
Peserta didik mengenai larutan jenuh yang terjadi
pada garam dan gula dalam bentuk
penanyangan video/gambar.
4. Guru menjelaskan apa yang terjadi
dalam video/gambar.
5. Guru membagi kelas menjadi 8
kelompok ( 1 kelompok terdiri dari 5
siswa)

Siti Nursiami, S.Pd. 7


6. Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai pada
pertemuan tersebut.
7. Guru membagikan LKPD ( Lembar
Kerja Peserta Didik) per kelompok
Kegiatan Inti Mengorganisas Mengamati 8. Peserta didik secara berkelompok 15 menit
ikan siswa agar mengamati Video Solubility
belajar Equilibrium sembari mengisi LKPD
tabel pengamatan
9. Peserta didik memperhatikan
penjelasan mengenai kelarutan dan
hubungannya dengan hasil kali
kelarutan
Menanya 10. Setelah melakukan pengamatan video, 5 menit
peserta didik diharapkan mengajukan
pertanyaan : “bagaimana hubungan
kelarutan dan hasil kali kelarutan ?
bagaimana cara menghitung kelarutan
suatu zat?”
Membimbing Mengumpulkan 11. Setiap kelompok mengumpulkan 20 menit
penyelidikan Data informasi dari bahan ajar dan literatur
individu dan lainnya untuk menjawab pertanyaan
kelompok yang mereka ajukan
12. Dengan pengetahuan yang telah
didapatkan, peserta didik mencoba soal
latihan dalam LKPD yang telah
disiapkan
13. Dengan bimbingan guru yang keliling
per kelompok untuk mengkoreksi
apabila terdapat kesalahan konsep atau
lainnya
Mengembangk Mengasosiasi 14. Per kelompok berkonsultasi dengan 10 menit
an dan guru apakah terdapat kesalahan

Siti Nursiami, S.Pd. 8


menyajikan pengerjaan pada LKPD dan guru
hasil karya melakukan pengecekan pekerjaan
perkelompok
Menganalisis Mengkomunikas 15. Setelah melakukan konsultasi dan 20 menit
dan ikan bimbingan kepada guru, per kelompok
mengevaluasi maju kedepan untuk mengerjakan soal
proses latihan yang ada di LKPD
pemecahan 16. Guru mengevaluasi di depan kelas
masalah apakah sudah benar atau ada kesalahan
yang nantinya akan diluruskan
Penutup Penguatan 17. Peserta didik diberikan penguatan oleh 3 menit
guru terkait pembelajaran kelarutan
dan hasil kali kelarutan dengan
memberikan contoh aplikasinya dalam
kehidupan sehari-hari . contoh :
penggunaan prisnsip kelarutan zat
pada penemuan sidik jari dalam tindak
kriminalitas yang membantu pekerjaan
polisi.
Refleksi 18. Peserta didik bersama guru melakukan 2 menit
refleksi pembelajaran dengan
mengulang kembali apa yang telah
dipelajari pada pertemuan tersebut.
Evaluasi 19. Peserta didik mengerjakan kuis berisi 1 4 menit
soal yang diberikan oleh guru untuk
memantapkan pemahaman peserta
didik.
20. Peserta didik berdo’a untuk 1 menit
mengakhiri pembelajaran
21. Peserta didik menjawab salam penutup
dari guru

Siti Nursiami, S.Pd. 9


Pertemuan 2 (2 x 45 menit) : Pengaruh ion senama dan peningkatan pH terhadap
Kelarutan
Kegiatan Sintaks Direct Pendekatan Langkah Pembelajaran Alokasi
pembelajaran Instruction Saintifik Waktu
Pendahuluan Menyampaikan Pengondisian 1. Peserta didik di cek kehadiran dan 2 menit
tujuan dan berdoa sebelum memulai
mempersiapkan pembelajaran
siswa Apersepsi 2. Menyiapkan peserta didik secara psikis 3 menit
dengan cara menyiapkan kembali pada
materi hubungan kelarutan dan hasil
kali kelarutan.
Dengan memberikan soal pengingat di
papan tulis lalu meminta peserta didik
mengerjakannya.
Motivasi 3. Peserta didik diberi motivasi belajar 5 menit
seperti :
a. Guru mengingatkan kembali
tentang kesetiimbangan kimia
kepada peserta didik. Jika dalam
larutan AgCl ditambahkan
sejumlah HCl maka apa yang
terjadi pada ion Cl- dan
kesetimbangannya begeser
kemana? Jika AgCl dalam bentuk
padatan di masukkan dalam larutan
HCl dan kestimbangannya bergeser
ke kiri yang menyebabkan endapan
AgCl menjadi lebih banyak, artinya
kelarutannya?
4. Guru membagi kelas menjadi 8
kelompok (1 kelompok 5 siswa)
5. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
yang diharapkan dapat dicapai.

Siti Nursiami, S.Pd. 10


Kegiatan Inti Presentasi / Mengamati 6. Peserta didik secara berkelompok 10 menit
demonstrasi (teman sebangku) menonton video
pengetahuan common ion effect dan membaca
literatur tentang pengaruh pH terhadap
kelarutan
Menanya 7. Peserta didik diharapkan mengajukan 5 menit
pertanyaan setelah melakukan
pengamatan seperti :
a. Bagaimana pengaruh ion senama
terhadap kelarutan suatu zar?
b. Bagaimana perngaruh penambahan
pH terhadap kelarutan suatu zat?
Membimbing Mengumpulkan 8. Peserta didik diberikan soal latihan 15 menit
Latihan data yang ada dalam LKPD untuk
dikerjakan dengan bimbingan guru dan
membaca bahan ajar dan literatur
lainnya
Mengecek Mengasosiasi 9. Peserta didik mengonsultasikan hasil 10 menit
kemampuan pengumpulan data dengan pengerjaan
siswa dan soal-soal latihan dalam LKPD
memberikan 10. Peserta didik mendengarkan penjelasan
umpan balik dari guru apabila ada konsep yang salah
tangkap oleh siswa
Memberikan 11. Peserta didik menganalisis fenomena 15 menit
kesempatan telur rebus yang (bagian kuning
untuk pelatihan telurnya) setelah dibuka warnanya
lanjutan dan kehijau-hijauan dipinggirnya
penerapan (tercantum di LKPD)

Siti Nursiami, S.Pd. 11


12. Dengan bantuan literature dan
bimbingan guru peserta didik
menjawab fenomena yang terjadi
secara berkelompok
Mengkomunikas 13. Hasil diskusi peserta didik 10 menit
ikan mengerjakan soal latihan dalam LKPD
di kerjakan di papan tulis per kelompok
14. Guru membantu membenarkan apabila
ada yang salah dalam pengerjaan
Penutup Refleksi 15. Peserta didik bersama guru melakukan 3 menit
refleksi pembelajaran dengan
mengulang kembali apa yang telah
dipelajari pada pertemuan tersebut.
Evaluasi 16. Peserta didik diberikan evaluasi guna 6 menit
mengetahui ketercapaian tujuan
pembelajaran pada pertemuan tersebut
sebanyak 2 soal (1 soal tentang ion
senama dan 1 soal lainnya tentang
pengaruh pH terhadap kelarutan)
Penugasan 17. Peserta didik diberikan penugasan 5 menit
untuk merancang praktikum untuk
pertemuan selanjutnya mengenai
peramalan pengendapan zat dalam
larutan dengan pembanding nilai Ksp.
18. Peserta didik diberikan LKPD yang
sudah terstruktur tentang rancangan
pelaksanaan praktikum dengan bantuan
bahan ajar dan literatur lainnya
19. Peserta didik akan mempresentasikan
hasil rancangan per kelompok pada
pertemuan selanjutnya
20. Peserta didik berdo’a untuk mengakhiri 1 menit
pembelajaran

Siti Nursiami, S.Pd. 12


21. Perserta didik menjawab salam
penutup dari guru

Pertemuan 3 (2 x 45 menit) : Meramalkan Pengendapan

Kegiatan Sintaks Pendekatan Langkah Pembelajaran Alokasi


pembelajaran Inquiry Saintifik Waktu
Terbimbing
Pendahuluan Pengondisian 1. Peserta didik di cek kehadiran dan 2 menit
berdoa sebelum memulai pembelajaran
Apersepsi 2. Menyiapkan peserta didik secara psikis 3 menit
dengan cara menyiapkan kembali pada
materi pengaruh ion senama dan
pengaruh pH terhadap kelarutan.
Dengan memberikan soal pengingat di
papan tulis lalu meminta peserta didik
mengerjakannya.
Motivasi 3. Peserta didik diberikan motivasi 5 menit
dengan membahas larutan jenuh, tepat
jenuh dan tak jenuh
4. Peserta didik diminta langsung menuju
kelompoknya masing-masing untuk
mempersiapkan presentasi rancangan
praktikum peramalan pengendapan zat
5. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai
Kegiatan inti Mengkomunikasi 6. Setiap kelompok mempresentasikan 15 menit
kan hasil rancangan mereka tentang
peramalan pengendapan yang nantinya
akan dilakukan praktikum
Mengasosiasi 7. Guru melakukan review terhadap 5 menit
rancangan peserta didik yang telah
dipresentasikan

Siti Nursiami, S.Pd. 13


8. Peserta didik bersama guru
menyimpulkan rancangan mana saja
yang akan di lakukan praktikum sesuai
dengan tujuan pembelajaran
Perumusan Menanya 9. Peserta didik diharapkan mengajukan 5 menit
masalah pertanyaan seperti :
“apakah senyawa yang akan kita
praktikumkan nanti terjadi
pengendapan bila ditambahkan dengan
asam/basa?”
Mengamati 10. Peserta didik mengamati terlebih 5 menit
dahulu video tentang reaksi
pengendapan garam
Menyusun 11. Peserta diharapkan membuat dugaan 5 menit
hipotesis sementara (hipotesis) terhadap
pertanyaan yang mereka ajukan
Pengumpulan Mengumpulkan 12. Peserta didik melakukan praktikum 20 menit
data data untuk membuktikan hipotesis yang
telah mereka buat
Menganalisis 13. Setelah melakukan pengumpulan data
data dari pengamatan praktikum, peserta
didik mengisi LKPD yang telah
disediakan dengan pertanyaan
pengarah untuk menarik kesimpulan
akhir dari hasil pengamatan
menyimpulka Mengasosiasi 14. Peserta didik mengkonsultasikan hasil 4 menit
n pengamatan kepada guru dan dengan
bimbingan guru peserta didik
menyimpulkan hasil akhir dari
pengamatan
Mengkomunikasi 15. Guru mengecek laporan sementara per 1 menit
kan kelompok kerja

Siti Nursiami, S.Pd. 14


16. Guru memberitahukan Peserta didik
untuk melaporkan hasil praktikum
dengan cara membuat laporan hasil
praktikum yang dikumpulkan pada
minggu berikutnya.
Penutup Penguatan 17. Peserta didik diberikan penguatan 10 menit
materi peramalan pengendapan suatu
zat ini dengan cara diberikan kuis
sebanyak 2 soal untuk dikerjakan di
depan kelas
Refleksi 18. Peserta didik bersama guru melakukan 2 menit
refleksi pembelajaran dengan
mengulang kembali apa yang telah
dipelajari pada pertemuan tersebut
Penugasan 19. Peserta didik diingatkan kembali untuk 2 menit
pembuatan laporan akhir hasil
praktikum yang dikumpulkan minggu
depan
20. Peserta didik diinformasikan
pertemuan berikutnya diadakan
ulangan harian bab kelarutan dan hasil
kali kelarutan
21. Peserta didik berdoa untuk menutup 1 menit
pembelajaran
22. Peserta didik menjawab salam penutup
dari guru

Pertemuan 4 (2 x 45 menit)
Ulangan Harian materi satu Bab (25 Soal Pilihan Ganda)

Siti Nursiami, S.Pd. 15


H. Penilaian
Pelaksanaan Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Instrumen
Pengetahuan Kuis Soal Tes Uraian
Pertemuan 1 Keterampilan Non Tes Lembar Observasi
Sikap Non Tes Lembar observasi
Pengetahuan Kuis Soal Tes Uraian
Pertemuan 2 Keterampilan Non Tes Lembar Observasi
Sikap Non Tes Lembar observasi
Pengetahuan Kuis Soal Tes Uraian
Pertemuan 3 Keterampilan Non Tes Lembar Observasi
Sikap Non Tes Lembar observasi
Pertemuan 4 Pengetahuan Tes Soal Pilihan Ganda

Semarang, ....................... 2017


PPG-SM3T

Siti Nursiami, S.Pd

Siti Nursiami, S.Pd. 16


Lampiran 1 Penilaian Sikap

Pertemuan 1

Instrumen Penilaian Sikap : Digunakan untuk menilai sikap peserta didik, dalam hal:
rasa ingin tahu, kerjasama, dan teliti.
Petunjuk:
Lembar observasi ini diisi oleh guru guna menilai sikap peserta didik dalam hal rasa ingin
tahu, teliti, dan kerjasama saat mengikuti kegiatan pembelajaran.

Kolom Penilaian Sikap


Nama Peserta didik : …………………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………………
No Pernyataan Cek
Ya Tidak
1. Peserta didik antusias menonton video Solubility
Equilibrium
2. Peserta didik tepat menuliskan hasil pengamatan video
Solubility Equilibrium dalam lembar LKPD
3. Peserta didik mendengarkan penekanan penjelasan dari
guru dengan seksama dan tidak ramai
4. Peserta didik melakukan diskusi sebelum menuliskan hasil
akhir dari penarikan kesimpulan
5. Peserta didik membantu teman dalam kelompok apabila
ada yang belum paham

Petunjuk Penyekoran :
Ya : nilai 1 poin
Tidak : nilai 0 poin

Skor Maksimal : 5 poin x 5 = 100

𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑥 5


Presentase Skor = x 100%
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

Kriteria Presentase Skor :


Rata-rata nilai kelas Kriteria
0 – 64 Kurang
65 – 74 Cukup
75 – 84 Baik
85 – 100 Sangat Baik

Siti Nursiami, S.Pd. 17


Pertemuan 2

Instrumen Penilaian Sikap : Digunakan untuk menilai sikap peserta didik, dalam hal:
teliti, rasa ingin tahu, kerjasama.

Petunjuk:
Lembar observasi ini diisi oleh guru guna menilai sikap peserta didik dalam hal teliti, rasa
ingin tahu, dan kerjasama saat mengikuti kegiatan pembelajaran.

Kolom Penilaian Sikap


Nama Peserta didik : …………………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………………
No Pernyataan Cek
Ya Tidak
1. Peserta didik antusias menonton video Common ion Effect
2. Peserta didik tepat menuliskan hasil pengamatan video
Common ion Effect dalam lembar LKPD
3. Peserta didik mendengarkan penekanan penjelasan dari
guru dengan seksama dan tidak ramai
4. Peserta didik melakukan diskusi sebelum menuliskan hasil
akhir dari penarikan kesimpulan
5. Peserta didik membantu teman dalam kelompok apabila
ada yang belum paham
6. Peserta didik melakukan analisis data dari referensi yang
benar dan tepat
7. Peserta didik bekerja sama satu sama lain dalam kelompok
untuk dalam pencarian referensi

Petunjuk Penyekoran :
Ya : nilai 1 poin
Tidak : nilai 0 poin
Skor Maksimal : 7 poin x 5 = 35

𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑥 5


Presentase Skor = x 100%
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

Kriteria Presentase Skor :


Rata-rata nilai kelas Kriteria
0 – 64 Kurang
65 – 74 Cukup
75 – 84 Baik
85 – 100 Sangat Baik

Siti Nursiami, S.Pd. 18


Lampiran 2 Penilaian Keterampilan
Pertemuan 1 dan 2

LEMBAR PENGAMATAN KETERAMPILAN DAN KINERJA PRESENTASI


Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/Program : XI / IPA
Kompetensi : ……………
Observasi Kinerja
Presentasi
Jml
jujur

disiplin
jawab
Tanggung

peduli

Kerja sama

jumlah

presentasi

Visual

Isi
No Nama Siswa Ket.
Skor

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)


1.
2.
3.
4.
5.
dst

Keterangan pengisian skor Presentasi Kelompok, Aspek :


4. Sangat tinggi 1. Penguasaan Isi
3. Tinggi 2. Teknik Bertanya/Menjawab
2. Cukup tinggi 3. Metode Penyajian
1. Kurang
∑ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑠𝑘𝑜𝑟 = 𝑥 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Kriteria presentase skor:
1. Sangat baik : bila skor berkisar antara 76 – 100
2. Baik : bila skor berkisar antara 51 – 75
3. Cukup baik : bila skor berkisar antara 26 – 50
4. Kurang baik : bila skor berkisar antara 0 – 25

Siti Nursiami, S.Pd. 19


Pertemuan 3
JURNAL PENILAIAN SIKAP KEGIATAN SISWA
Mata Pelajaran :………………………………..
Pertemuan :………………………………..
Materi/Sub Materi :………………………………..
Kelas :.………………………………..
Tanggal : ………………………………..
No. Nama Kejadian

dst

Siti Nursiami, S.Pd. 20


Pertemuan 3

Penilaian Psikomotorik
Rubrik Penilaian Kinerja

Tahap Persiapan

Aspek yang dinilai Kriteria


Rancangan Praktikum 2 : Tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan rancangan
Kelompok praktikum yang akan dibuat (alat & bahan, langkah kerja)
1 : ketidaksesuaian tujuan dan rancangan yang dibuat
Presentasi rancangan 2 : Kesesuaian Rancangan praktikum dengan yang
praktikum kelompok dipresentasikan
1 : ketidaksesuaian rancangan praktikum dengan yang
dipresentasikan
Memeriksa alat yang akan 2 : jika alat yang diperiksa ada semua
digunakan untuk praktikum 1 : jika terdapat beberapa alat yang tidak tersedia
Memeriksa bahan yang akan 2 : jika bahan yang diperiksa ada semua
digunakan untuk praktikum 1 : jika terdapat beberapa bahan yang tidak tersedia

Tahap Pelaksanaan Praktikum


Kinerja Kriteria
2 : mengukur dengan tepat 3 mL dalam gelas ukur dengan
posisi pengukuran yang benar (gelas ukur di tegakkan diatas
Mengukur masing-masing 3
meja atau lainnya bukan dengan memegangnya ketika
mL larutan Pb(NO3)2 , HCl
mengukur)
dan NaOH
1 : mengukur tepat 3 mL dalam gelas uku tetapi cara
mengukur yang salah
2 : meneteskan larutan HCl atau NaOH dalam larutan
Meneteskan larutan HCl atau Pb(NO3)2 dengan cara memipet dengan benar
NaOH dalam larutan 1 : meneteskan larutan HCl atau NaOH dalam larutan
Pb(NO3)2 Pb(NO3)2 dengan cara memipet yang tidak benar

2 : melakukan praktikum dengan alur kerja yang benar dan


tepat sesuai petunjuk dengan kerjasama antar kelompok yang
kompak
Kerjasama kelompok 1 : melakukan praktikum dengan alur kerja yang tidak benar
dan tidak tepat dari petunjuk dengan kerjasama antar
kelompok yang kurang

2 : jika hasil pengamatan yang didapatkan sesuai dengan teori


Kesesuaian hasil pengamatan yang ada
dengan teori 1 : jika hasil pengamatan yang didapatkan tidak sesuai dengan
teori yang ada
2 : jika setelah praktikum, alat-alat dan sekitarnya yang telah
digunakan dibersihkan kembali
Kebersihan
1 : jika setelah praktikum, alat-alat praktikum dan sekitarnya
ada yang masih kotor (tidak dibersihkan dengan benar)

Siti Nursiami, S.Pd. 21


Tahap Setelah Praktikum
Kinerja Kriteria
Menjawab Pertanyaan 2 : jika pertanyaan semua telah dijawab
1 : jika ada pertanyaa yang tidak terjawab
laporan sementara 2 : jika laporan sementara dikumpulkan tepat waktu
1 : jika laporan sementara dikumpulkan tidak tepat waktu

Kriteria Penilaian:
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Pengolahan Skor : Pengolahan Nilai : 𝑥 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 (66)
Skor tertinggi = 22 x 3 = 66
Skor terendah = 11 x 1 = 11

Siti Nursiami, S.Pd. 22


Instrumen Penilaian Kinerja Peserta didik
Skor
No Aspek yang dinilai Kelompok Nama Peserta didik
1 2
Tahap Persiapan
1 Rancangan Praktikum Kelompok
2 Presentasi rancangan praktikum kelompok
3 Memeriksa alat yang akan digunakan untuk
praktikum
4 Memeriksa bahan yang akan digunakan untuk
praktikum
Tahap Pelaksanaan Praktikum
1 Mengukur masing-masing 3 mL larutan
Pb(NO3)2 , HCl dan NaOH
2 Meneteskan larutan HCl atau NaOH dalam
larutan Pb(NO3)2
3 Kerjasama kelompok
4 Kesesuaian hasil pengamatan dengan teori
5 Kebersihan
Tahap Setelah Praktikum
1 Menjawab Pertanyaan
2 laporan sementara

Siti Nursiami, S.Pd. 23


Instrumen Penilaian Laporan Praktikum
Lembar Penilaian Laporan Praktikum
Poin Jumlah
No Nama Peserta didik Nilai
1 2 3 4 5 Skor

Rubrik Penilaian Laporan Praktikum

Kriteria
Poin
4 3 2 1
1. Tujuan
2. Alat dan bahan
3. Langkah
kegiatan
4. Data dan
analisis data
5. Kesimpulan
Keterangan:

1. Kolom skor diisi kualitias kriteria yang diperoleh peserta didik


2. Nilai diperoleh berdasarsakna perhitungan berikut:

Kriteria Penilaian:
Kriteria Penilaian:
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Pengolahan Skor : Pengolahan Nilai : 𝑥 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 (20)
Skor tertinggi = 5 x 4 = 20
Skor terendah = 5 x 1 = 5 Kriteria Rentang Skor Nilai
20−5
Skala kriteria = Sangat Baik (SB) apabila 16,25 < skor ≤ 20 81,25 < x ≤ 100
4
15 Baik (B) apabila 12,5 < skor ≤ 16,25 62,5 < x ≤ 81,25
= = 3,75
4 Cukup (C) apabila 8,75 < skor ≤ 12,5 43,75 < x ≤ 62,5
Kurang (K) apabila 5 ≤ skor ≤ 8,75 25 < x ≤ 43,75

Siti Nursiami, S.Pd. 24


Penilaian Keterampilan
Pertemuan 2

Instrumen : Digunakan untuk menilai keterampilan peserta didik pada pembelajaran

Petunjuk : Lembar observasi ini diisi oleh guru untuk menilai keterampilan peserta
didik. Pada kolom masing-masing butir keterampilan yang dinilai, guru
memberikan angka dengan rentang 1-4 sesuai dengan keterampilan peserta
didik.

Lembar Observasi
Butir
No. Nama Peserta didik Total Skor Nilai Akhir
1 2
1.
2.
3.
4.

Rubrik:
No Keterampilan Aspek yang Indikator
yang dinilai dinilai
1. Menyampaikan Komunikatif 4. Menyampaikan hasil presentasi dengan menggunakan
hasil presentasi bahasa lugas, mudah dimengerti, serta tidak terbata-
(presentasi) bata
3. Jika 2 indikator terpenuhi
2. Jika 1 indikator terpenuhi
1. Jika tidak ada indikator yang muncul
Percaya diri 4. Memaparkan Informasi/ presentasi dengan sikap
tegap, suara lantang, tidak malu menyampaikan
pendapat.
3. Jika 2 indikator terpenuhi
2. Jika 1 indikator terpenuhi
1. Jika tidak ada indikator yang muncul

Kriteria Penilaian:
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Pengolahan Skor : Pengolahan Nilai : 𝑥 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 (12)
Skor tertinggi = 2 x 4 = 12
Skor terendah = 2 x 1 = 2 Kriteria Rentang Skor Nilai
12−2
Skala kriteria = Sangat Baik (SB) apabila 9,5 < skor ≤ 12 79,2 < x ≤ 100
4
=
10
= 2,5 Baik (B) apabila 7 < skor ≤ 9,5 58,3 < x ≤ 79,2
4 Cukup (C) apabila 4,5 < skor ≤ 7 37,5 < x ≤ 58,3
Kurang (K) apabila 2 ≤ skor ≤ 4,5 16,67 < x ≤ 37,5

Siti Nursiami, S.Pd. 25


LEMBAR PENILAIAN ANTAR TEMAN
(PEER ASSESSMENT)

Berikan penilaian terhadap diri Anda sendiri dengan memberikan tanda centang () pada
kolom disamping pernyataan secara jujur!
Nama Penilai : ....................................................
No. Absen yang dinilai : ....................................................
Kelompok : ....................................................
Kelas : XI (sebelas)
Tanggal : ....................................................
Mater pokok : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Jujur
a. Tidak menyontek dalam mengerjakan ulangan
b. Tidak menyalin pekerjaan teman untuk tugas maupun laporan
praktikum
c. Membuat laporan praktikum berdasarkan data atau pengamatan
dengan sebenar-benarnya tanpa mengada-ngada
d. Mengakui kesalahan jika tidak sengaja melakukan
2. Disiplin
a. Mematuhi tata tertib dalam melaksanakan praktikum
b. Mengumpulkan laporan praktikum dan tugas individu tanpa
melebihi batas waktu pengumpulan
c. Menuliskan tugas maupun praktikum sesuai dengan kaidah tulisan
yang benar dan tepat
d. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru sesuai dengan
petunjuknya
3. Tangggungjawab
a. Mengerjakan tugas individu dengan baik
b. Memperbaiki kesalahan yang terjadi saat praktikum tanpa
diminta
c. Membersihkan dan menyimpan kembali alat dan bahan praktikum
setelah selesai digunakan

Siti Nursiami, S.Pd. 26


d. Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan
saat presentasi, diskusi maupun praktikum
4. Toleransi
a. Tidak menyanggah teman yang berbeda pendapat
b. Menerima kesepakatan dengan pendapat teman yang berbeda
c. Dengan senang hati terbuka dengan kritikan dari orang lain
d. Mau dan mampu bekerja sama dengan siapapun
5. Gotong Royong / Kerjasama
a. Terlibat aktif dalam pelaksanaan praktikum, diskusi maupun
presentasi
b. Membantu teman sekelompok ketika menghadapi permasalahan
dalam praktikum, diskusi maupun presentasi
c. Melakukan tugas sesuai kesepakatan kelompok
d. Tidak mendahulukan kepentingan pribadi
PERHATIAN: kumpulkan lembar ini pada guru yang mengajar!
Petunjuk Penyekoran :
Ya : nilai 1 poin
Tidak : nilai 0 poin

Skor Maksimal : 20 poin x 5 = 100

𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑥 5


Presentase Skor = x 100%
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

Kriteria Presentase Skor :


Rata-rata nilai kelas Kriteria
0 – 64 Kurang
65 – 74 Cukup
75 – 84 Baik
85 – 100 Sangat Baik

Siti Nursiami, S.Pd. 27


Lembar Penilaian Pengetahuan

Pertemuan 1

1. Dalam 1 L larutan jenuh PbSO4 terkandung PbSO4 sebanyak 0,02 mmol. Kelarutan
garam tersebut adalah…mol/L
2. Garam L2Z3 sukar larut dalam air. Ksp L2Z3 adalah…
3. Tetapan hasil kali kelarutan dari tembaga (II) sulfida (CuS), kalsium fluorida (CaF2) dan
Perak (I) Kromat (Ag2CrO4) yaitu sama besar pada suhu yang sama. Jika kelarutannya
dinyatakan s, pada suhu yang sama, maka perbandingan kelarutan masing-masing
adalah…
4. Jika Ksp Sr3(PO4)2 adalah a, maka kelarutan Sr3(PO4)2 dalam air adalah…
5. Diketahui Ksp dari beberapa garam sebagai berikut.
Garam Ksp
AgCl 1,8 x 10-10 mol2/L2
AgBr 5,0 x 10-15 mol2/L2
AgCN 1,2 x 10-16 mol2/L2
Ag2S 1,6 x 10-49 mol3/L3
Ag2CrO4 2,4 x 10-12 mol3/L3

Dari data tersebut urutan kelarutan garam dalam air dari yang terbesar adalah…
Kunci Jawaban

1. 1 Liter larutan jenuh PbSO4 sebanyak 0,02 mmol. Kelarutannya...mol/L


Kelarutan : mol / L
2 𝑥 10−5 𝑚𝑜𝑙
Kelarutan : = 2 x 10-5 mol/L
1𝐿
2. Ksp L2Z3 , dimisalkan kelarutannya adalah s
L2Z3 2L3+ + 3Z2-
s 2s 3s
3+ 2 2- 3
Ksp = [L ] [Z ]
= (2s)2 (3s)3
= (4s2) (27s3)
= 108s3
3. Ksp CuS = CaF2 = Ag2CrO4 = sama
CuS Cu2+ + S2-
s s s
Ksp = [Cu2+] [S2-]
= (s) (s)
= s2 jadi s = √𝐾𝑠𝑝
CaF2 Ca + 2F-
2+

s s 2s

Siti Nursiami, S.Pd. 28


Ksp = [Cu2+] [F-]2
= (s) (2s)2
3 𝐾𝑠𝑝
= 4s3 jadi s = √ 4
+ 2-
Ag2CrO4 2Ag + CrO4
s 2s s
+ 2 2-
Ksp = [Ag ] [CrO4 ]
= (2s)2 (s)
3 𝐾𝑠𝑝
= 4s3 jadi s = √ 4
Jadi s CuS > s CuF2 = s AgCrO4
4. Ksp Sr3(PO4)2 = a , maka kelarutan?
Sr3(PO4)2 3Sr2+ + 2PO43-
s 3s 2s
2+ 3 3- 2
Ksp = [Sr ] [PO4 ]
= (3s)3 (2s)2
= ( 27s3 ) ( 4s2 )
= 108 s3
5. Kelarutan AgCl = AgBr = AgCN = √𝐾𝑠𝑝
3 𝐾𝑠𝑝
Kelarutan Ag2S = Ag2CrO4 = √ 4

s AgCl = √1,8 𝑥 10−10 𝑚𝑜𝑙 2 /𝐿2 = 1,34 x 10-5 mol/L


s AgBr = √5,0 𝑥 10−15 𝑚𝑜𝑙 2 /𝐿2 = 0,70 x 10-7 mol/L
s AgCN = √1,2 𝑥 10−16 𝑚𝑜𝑙 2 /𝐿2 = 1,09 x 10-8 mol/L
3
s Ag2S = √1,6 𝑥 10−49 𝑚𝑜𝑙 3 /𝐿3 = 2,52 x 10-16 mol/L
3
s Ag2CrO4 = √2,4 𝑥 10−12 𝑚𝑜𝑙 3 /𝐿3 = 1,33 x 10-4 mol/L
s Ag2CrO4 > s AgCl > s AgBr > s AgCN > s Ag2S

Pertemuan Kedua

1. Kapur tulis yang sering digunakan di papan tulis terbuat dari padatan CaCO3. Apabila
senyawa CaCO3 dilarutkan dalam larutan CaCl2 0,001 M, maka konsentrasi Ca2+ dalam
larutan CaCl2 sebesar…mol/L (Ksp CaCO3 = 10-13 )
2. Diketahui Ar Ag = 108, Cl = 35,5. Bila kelarutan AgCl dalam air 143,5mg.L–1, maka
kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,1M . . . mol/L
3. Diketahui data sebagai berikut.
Senyawa Konsentrasi
Fe(OH)2 0,01 M
Cu(OH)3 0,001 M
NaOH 0,1 M
Fe(OH)3 0,01 M

Siti Nursiami, S.Pd. 29


NH4OH 0,001 M
Garam Mg(OH)2 paling sukar larut dalam larutan yang mana?
4. Larutan jenuh Ca(OH)2 memiliki pH = 12. Berapa gram/L kelarutan Ca(OH)2 dalam
500 ml larutan jenuh? (Mr Ca(OH)2 = 74)
5. Diketahui Ksp Fe(OH)2 = 4 x 10-15. Buktikan apakah:
1) mudah larut dalam larutan dengan pH = 12
2) Terbentuk endapan pada pH sekitar 9
3) konsentrasi ion Fe2+ = 2 x 10-5 mol/L dalam larutan jenuh
4) kelarutan dalam air = 10-5 mol/L
Dari pernyataan di atas, pernyataan mana saja yang terbukti?
Kunci Jawaban :
1. CaCO3 dilarutkan dalam CaCl2 0,001 M, [Ca2+] dalam larutan CaCl2 sebesar...? (Ksp
CaCO3 = 10-13)
CaCO3 Ca2+ + CO32-
s s s
2+
CaCl2 Ca + 2Cl-
-3 -3
10 M 10 M 2 x 10-3 M
Ksp CaCO3 = [Ca2+] [CO32-]
10-13 = (10-3) (s)
s = 10-10
2. Kelarutan AgCl = 143,5 mg/L, maka kelarutan dalam larutan NaCl 0,1 M adalah.... mol/L
Kelarutan AgCl = mol/L
143,5 𝑥 10−3 𝑔𝑟𝑎𝑚
𝑚𝑜𝑙 143,5 𝑔𝑟𝑎𝑚/𝑚𝑜𝑙
= = 10−3 𝑚𝑜𝑙/𝐿
𝐿 𝐿
AgCl Ag+ + Cl-
Ksp AgCl = s2 = (10-3)2 = 10-6
NaCl Na+ + Cl-
0,1 M 0,1M 0,1M
Kelarutan dalam larutan NaCl :
Ksp AgCl = [Ag+] [Cl-]
10-6 = [Ag+] (0,1)
[Ag+] = 10-5
Jadi kelarutan dalam larutan NaCl adalah sebesar 10-5
3. Garam Mg(OH)2 paling sukar larut dalam larutan NaOH ( dari kelima pilihan basa, NaOH
merupakan basa yang paling kuat. Jadi ketika pH dinaikkan maka [OH-] ditambahkan
dalam larutan yang menyebabkan kesetimbangan akan bergeser ke kiri (Mg(OH)2(s)) maka
kelarutan menjadi kecil yang menyebabkan endapan yang terbentuk semakin banyak).
4. pH Ca(OH)2 = 12  pOH = 14-12 = 2 [OH-] = 10-2
Ca(OH)2 Ca2+ + 2 OH-
½ x 10-2 10-2
s Ca(OH)2 = ½ x 10-2 mol / L
0,5 𝑥 10−2 𝑚𝑜𝑙 5 𝑥 10−3 𝑚𝑜𝑙 𝑥 74 𝑔𝑟𝑎𝑚/𝑚𝑜𝑙
= = = 3,7 𝑥 10−1 𝑔𝑟𝑎𝑚/𝐿
𝐿 𝐿

Siti Nursiami, S.Pd. 30


Dalam 500 mL  3,7 x 10-1 gram : 2 = 1,85 x 10-1 gram = 0,185 gram
5. Ksp Fe(OH)2 = 4 x 10-15
Fe(OH)2 Fe2+ + 2 OH-
a. Mudah larut dalam pH = 12
pH = 12  pOH = 2  [OH-] = 10-2
3 4 𝑥 10−15
s = √ = 1𝑥10−5 𝑚𝑜𝑙/𝐿
4

Fe(OH)2 Fe2+ + 2 OH-


s s 2s
Qc Fe(OH)2 = [Fe2+] [OH-]2
= (10-5) (10-2)2 = 10-9
Qc > Ksp  mengalami pengendapan, bukannya mudah larut
b. Terbentuk endapan pada pH sekitar 9
pH = 9  pOH = 14-9 = 5  [OH-] = 10-5
3 4 𝑥 10−15
s = √ = 1𝑥10−5 𝑚𝑜𝑙/𝐿
4

Fe(OH)2 Fe2+ + 2 OH-


s s 2s
2+ - 2
Qc Fe(OH)2 = [Fe ] [OH ]
= (10-5) (10-5)2 = 10-15
Qc < Ksp  tidak terjadi pengendapan
c. Konsentrasi ion Fe2+ = 2 x 10-5 mol/L
3 4 𝑥 10−15
s = √ = 1𝑥10−5 𝑚𝑜𝑙/𝐿
4

Fe(OH)2 Fe2+ + 2 OH-


s s 2s
2+ -5
bahwa Fe = 1 x 10 mol/L
d. Kelarutan dalam air = 10-5 mol/L
Bahwa, s = 1 x 10-5 mol/L

Siti Nursiami, S.Pd. 31


Penilaian Soal Kognitif Pertemuan 1 dan 2

Nomer soal Skor Maksimal


1 20
2 20
3 20
4 20
5 20
Skor Total 100
Maksimal

∑ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ


𝑠𝑘𝑜𝑟 = 𝑥 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

Pertemuan Ketiga

1. Buktikan secara teoritis dan perhitungan bahwa larutan Pb(NO3)2 setelah ditambahkan
HCl / NaOH terjadi pengendapan!
Skor 100 untuk 1 soal jika menjawab dengan benar dan tepat secara perhitungan!

Siti Nursiami, S.Pd. 32