Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Udara merujuk kepada campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi. Udara
bumi yang kering mengandungi 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbon
dioksida, dan gas-gas lain.Kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara
akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah. Demikian juga massanya,
akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan troposfer,
maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gravitasi bumi, maka udara akan
hampa sama sekali.Apabila makhluk hidup bernapas, kandungan oksigen berkurang,
sementara kandungan karbon dioksida bertambah. Ketika tumbuhan menjalani sistem
fotosintesa, oksigen kembali dibebaskan.
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau
biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia,
hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak
properti. Senyawa pencemar udara digolongkan menjadi senyawa pencemar primer dan
senyawa pencemar sekunder. Senyawa pencemar primer adalah senyawa pencemar
yang langsung dibebaskan dari sumber sedangkan senyawa pencemar sekunder ialah
senyawa pencemar yang baru terbentuk akibat antar-aksi dua atau lebih senyawa
primer selama berada di atmosfer.
Dengan adanya pencemaran udara, maka dibutuhkanlah pengendalian
pencemaran udara. Pengendalian pencemaran udara ini dapat dilakukan dengan
memperhatikan karakteristik dari pencemar dan hal tersebut bergantung pada jenis dan
konsentrasi senyawa yang dibebaskan ke lingkungan, kondisi geografik sumber
pencemar, dan kondisi meteorologist lingkungan. Pengendalian pencemaran akan
membawa dampak positif bagi lingkungan karena hal tersebut akan menyebabkan
kesehatan masyarakat yang lebih baik, kenyamanan hidup lingkungan sekitar yang
lebih tinggi, resiko yang lebih rendah, kerusakan materi yang rendah, dan yang paling
penting ialah kerusakan lingkungan yang rendah.

1
1.2. RUMUSAN MASALAH
a. Apa yang dimaksud Self Purification?
b. Apa saja fungsi dari Self Purification?
c. Bagaimana cara menghitung kebutuhan udara bersih perorangan?
d. Bagaimana teknik penanggulangan pencemaran udara ?

1.3. TUJUAN PENULISAN


Makalah ini ditulis dengan tujuan sebagai berikut:
1. Sebagai bahan kajian para mahasiswa mengenai self Purification.
2. Sebagai cara untuk menghitung kebutuhan udara bersih untuk perorangan
3. Supaya para mahasiswa bisa merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari
dalam hal menjaga kelestarian bumi ini..

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN UDARA BERSIH PERORANGAN


A. PENGERTIAN UDARA
Udara merupakan campuran beberapa macam gas yang perbandingannya tidak
tetap, tergantung pada keadaan suhu udara, tekanan udara dan lingkungannya. Udara
adalah juga atmosfir yang berada disekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi
kehidupan di dunia ini. Dalam udara terdapat oksigen (O2) untuk bernafas,
karbondioksida (CO2) untuk proses fotosintesis oleh khlorofil daun dan ozone (O3)
untuk menahan sinar ultra-violet.
Udara merujuk kepada campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi. Udara
bumi yang kering mengandungi 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbon
dioksida, dan gas-gas lain.Kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara
akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah. Demikian juga massanya,
akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan troposfer,
maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gravitasi bumi, maka udara akan
hampa sama sekali.Apabila makhluk hidup bernapas, kandungan oksigen berkurang,
sementara kandungan karbon dioksida bertambah. Ketika tumbuhan menjalani sistem
fotosintesa, oksigen kembali dibebaskan.
Udara dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. Udara bersih
Udara yang bersih adalh udara yang belum tercampur dengan gas-gas yang berbahaya.
Ciri-ciri udara bersih yaitu : tidak berwarna, tidak berbau, terasa segar dan ringan saat
dihirup.

3
2. Udara kotor
Udara kotor adalah udara yang sudah terpapar atau tercampur dengan gas-gas yang
berbahaya.ciri-cirinya yaitu : berbau( biasanya tidak enak baunya), berwarna(seperti
pada asap kendaraan bermotor).

B. CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN UDARA BERSIH PERORANGAN


Keadaan Kebutuhanudara Kebutuhanoksigen
Istirahat 7,4 liter/ menit 1,554 liter/menit O2
Normal 15 liter/menit 3,15 liter/menit O2
Pekerjaberat 43 liter/menit 9,03 liter/menit O2

KASUS 1
Suatu ruangandengan volume 3m x 2 m x 3m
.didalamnyaterdapatseorangbekerja normal , maka data bertahan ??
Penyelesaian1 :
Volume 18m₃= 18000 liter
Kebutuhanudara 15 liter/menit
Lama bertahan 18000 lt : 15 liter /menit = 1200 menit
» 1200 menit : 60 menit = 20 jam
Penyelesaian2 :
Volume 18 m₃ = 18000 lt ,kandungan O2 = 18000 x 21% = 3780 lt
Aktivitas normal O2 terpakai 15 lt/ menit x 21% = 3,15lt/menit
Lama bertahan 3780 lt = 3,15lt/menit = 1200 menit : 60 menit = 20jam
KASUS 2
Suatu mobil dengan volume 2m x 1m x 1,5 m, didalamnya terdapat dua orang
beristirahat , maaka dapat bertahan ???
Penyelesaian1 :
Volume 3m₃ = 3000 lt
Kebutuhan udara istirahat 7,4lt/menit x 2 orang = 14,8 lt/menit
Lama bertahan 3000 lt ; 14,8 lt/menit = 202,7 menit : 60 menit = 3,378 jam

4
KASUS 3
Suatu pabrik dengan volume 10mx 10mx3m ,didalamny aterdapat 8 orang
bekerja berat , maka dapat bertahan ???

Penyelesaian1 :
Dik :kebutuhan udara = 43x 8 = 344 lt/menit
Kebutuhan oksigen : 9,03 x 8 = 7,24 lt/menit
V = 10x10x3 = 300 m₃ 300.000 lter/menit
= 300.000 lt = 3,44lt/ menit = 872,09menit : 60 menit = 14,534 lt/ menit
Cara 2
Dik : V = 300.000 lt
Kebutuhan oksigen = 300.000 x 21% = 63000lt
Aktivitas kerja sbuat O2 terpakai 344lt/ menit x21%=72,24lt/menit
Lama bertahan 63000 lt ; 72,24 lt/menit = 872,09 menit : 60 menit = 14,53 jam

5
2.2. SELF PURIFICATION
A. Pengertian Self Purification
Adalah kemampuan badan air untuk membersihkan dirinya sendiri dari
pencemar. Penghilangan bahan organik, nutrisi tanaman, atau pencemar lainnya dari
suatu danau atau sungai oleh aktivitas biologis dari komunitas yang hidup didalamnya.
Bahan biodegradabel yang masuk ke badan air, sedikit demi sedikit digunakan oleh
mikrorganisme dalam air, menurunkan tingkat pencemar. Bila penambahan pencemar di
hilir sungai tidak berlebihan, air akan membersihkan diri dengan sendirinya self-
cleansing. Proses ini tidak berlaku untuk pencemar yang senyawa organik non
biodegradabel atau logam.
Self purification merupakan suatu proses alami dimana sungai mempertahankan
kondisi asalnya melawan bahan – bahan asing yang masuk kedalam sungai.
Menyempurnakan metode buatan dari penngelolaan kualitas air dan menyangkut proses
fisik kimia dan biologis. Dalam memecahkan masalah eutrofikasi di danau, kehadiran
phospor dan nitrogen yang berasal dari kegiatan pertanian, industri dan sumber domestik
harus dimengerti terlebih dahulu, tidak langsung muncul di anak sungai. Kemampuan
sungai untuk menghilangkan tingkat polusi dari fosfor dan nitrogen adalah penting.
Vollenweideer (1968) meneliti fakta dari masuknya fosfat, amonia dan nitrat oleh
macrophyta yang berada di air. Dan mengatakan bahwa Callitriche dapat menghilangkan
secara efisien fosfat dari pembuangan air. Hynes (1970) menyimpulkan bahwa nutrisi
akan menurun seiring dengan perjalanan polutan menuju hilir, mungkin disebabkan oleh
uptake oleh tanaman, tetapi perlu diingat bahwa hanya sedikit fakta dari percobaan yang
dimiliki untuk mendukung pandangan ini untuk mengindikasikan, pada air yang
bergerak, nitrogen dan fosfor cukup memadai bagi pertumbuhan maksimum dari alga
dan makrophyta.
Pada sungai yang tidak tercemar, oksigen terlarut memiliki kadar sekitar 8 ppm
dan BOD dalam keadaan yang rendah. Sekarang bayangkan pencemar organik yang
berasal dari pabrik kertas atau pabrik makanan masuk kedalam badan air. Bahan organik

6
ini tentu membutuhkan oksigen untuk terdekomposisi. Hal ini menjadikan BOD
meningkat dan mempengaruhi Dissolved Oksigen di hilir sungai. Pencemar organik ini
menjadi makanan bagi sebagian bakteri aerob. Seiring dengan mengalirnya air ke hilir,
jumlah bakteri ini meningkat. Akibatnya ketersediaan oksigen (DO) pada air sungai
menurun. Pada titik tertentu pencemar organik terdekomposisi dan terjadi recovery
oksigen atau DO kembali meningkat sebagai sumbangan dari atmosfir (aerasi) dan
tanaman air.
B. TAHAPAN SELF PURIFICATION
Tahapan Self Purification terdapat beberapa tahap dalam mekanisme self purification:
1. Clean Zone
2. Decomposition Zone
3. Septic Zone
4. Recovery Zone
Kondisi oksigen terlarut pada zona bersih berada pada 8 ppm, yang merupakan
konsentrasi normal DO di perairan dan BOD pada kondisi yang rendah. Pada zona ini
hewan – hewan air yang membutuhkan oksigen dalam konsentrasi normal tumbuh
dengan baik. Hewan hewan ini akan mati bila konsentrasi oksigen menurun.
Dengan adanya pencemar yang memasuki badan air, peningkatan BOD terjadi seiring
dengan penurunan konsentrasi oksigen. Zona ini disebut dengan zona dekomposisi
dimana terjadi dekomposisi bahan organik oleh bakteri. Populasi bakteri di zona ini
meningkat. Hewan yang dapat tumbuh adalah hewan dengan kebutuhan oksigen yang
rendah, seperti beberapa jenis ikan dan lintah.
Zona septik terjadi pada saat keberadaan oksigen dibawah 2 ppm. Ikan akan
menghilang atau pindah dari zona ini karena ketidak sesuaian dengan kebutuhan
oksigennya. Pada beberapa bagian kehidupan yang terdapat pada zona ini adalah cacing
lumpur, jamur dan bakteri anaerobik. Bakteri berada pada populasi yang tinggi pada
zona ini.
Seiring dengan waktu dan jarak dari lokasi pencemaran. Sungai mengalami
peningkatan konsentrasi oksigen yang berasal dari penangkapan udara oleh air, aerasi

7
dan tanaman air. Selain itu bahan organik mengalami penurunan setelah mengalami
dekomposisi sehingga BOD menurun. Zona ini disebut zona recovery, pada zona ini
hewan hewan yang tidak membutuhkan oksigen tinggi kembali dapat ditemui dan hidup
disini dan populasi bakteri menurun.
Zona bersih kembali tercapai setelah recovery selesai. Hewan – hewan air dapat
tumbuh kembali dengan baik.
a. Pada Mikroorganisme
Bakteri mencapai jumlah yang besar setelah pengeluaran bahan organik yang
menjadi makanannya meningkat. Populasi dari protozoa yang memakan bakteri juga
meningkat. Awalnya suspended solid dengan tingkat yang tinggi menghambat cahaya
dan kekurangan oksigen memiliki efek gangguan pada alga. Seiring dengan recovery
sungai alga kembali muncul dengan Cladophora sebagai salah satu yang dapat
mendominasi badan air dan menyelimutinya, hal ini dapat mengurangi kadar oksigen di
malam hari.
Satu karakteristik pertumbuhan yang ditemukan di kondisi tercemar adalah jamur
kotoran (sewage fungus) yang mana kadang merupakan campuran dari bakteri, protozoa,
alga dan jamur dimana bakteri merupakan spesies yang mendominasi. Hal ini dapat
terlihat sebagai lumpur yang berwarna coklat terang di badan air, atau sebagai rambut
halus dengan bentuk pita yang memanjang.
b. Pada makro invertebrata
Spesies yang sensitif terhadap pencemar seperti stonefly dan beberapa mayfly hilang
akibat pencemaran dan komunitas jenisnya menjadi berkurang dengan spesies dominan
yang toleran. Tubificid worm yang memiliki hemoglobin menjadikan mereka bertahan
hidup ketika kadar oksigen rendah. Seiring dengan meningkatnya oksigen jumlah
tubificid turun dengan larva Chironomous menjadi spesies yang dominan.
Peningkatan oksigen lebih lanjut memungkinkan spesies seperti kutu air, Ascellus dan
spesies lain seperti udang air tawar, Gammarus dan Hydropsyche sp. kembali muncul.
Kemunculan ini hanya ketika sungai terrecovery sepenuhnya, yang mana membutuhkan
jarak ke hilir dari sumber pencemar ketika mayfly dan stonefly yang paling sensitif

8
muncul. Tipe macroinvertebrata dan kelimpahannya biasanya digunakan untuk
menentukan status pencemaran dari sungai dan aliran air. (Cf Section on
Biomonitoring).
c. Pada Ikan
Walaupun ikan dapat bergerak dan menjauh dari pencemaran, mereka kadang
membutuhkan kadar oksigen yang tinggi dan dapat terbunuh oleh zat beracun seperti
amonia. Ikan pertama yang dapat terlihat muncul di hilir sumber pencemar kadang
merupakan spesie yang toleran seperti stickleback (Gasterosteus aculeatus), tetapi ikan
seperti salmon dan trout (ikan air tawar) dapat menghilang karena kadar oksigen yang
rendah dalam jarak yang jauh.
C. MEKANISME FISIKA SELF PURIFICATION
Flotasi kebanyakan efek self purification yang dipelajari berkenaan dengan
mikroba dan bahan organik, walaupun demikian reduksi dari konsentrasi logam berat
juga dikenal. Penjelasan self purification tidak bisa dijelaskan hanya secara biologi dan
bagaimanapun berhubungan dengan kecepatan dan oksigen. Efek dari konsentrasi
pencemar diatas permukaan air berjalan secara normal setelah jeram, air terjun, dan
tebing tebing batuan. Pada lokasi ini karakter dari aliran air yang mengalami turbulensi
memastikan konsentrasi pencemar di air tetap (akibat dari pencampuran yang baik)
walaupun sebelumnya terdapat perbedaan konsentrasi. Analisis kimia selanjutnya
mengatakan bahwa konsentrasi normal dari pencemar pada lapisan permukaan sekitar
1.5 kali lebih tinggi dibanding pada badan air.
Hanya terdapat satu mekanisme yang dapat menjelaskan pengangkatan pencemar
ini ke lapisan atas permukaan air dan itu adalah flotasi. Pencemar dihilangkan dari badan
air dengan gelembung udara. Hasilnya buih terbentuk dipermukaan air. Gelembung ini
penting untuk proses, dapat dihasilkan dari penangkapan udara oleh air atau oleh formasi
gelembung dari udara yang terlarut. Mekanisme pertama dari pembentukan gelembung
terjadi di air terjun tetapi tidak menunjukkan perubahan penting dalam jeram. Sebagai
tambahan gelembung air dibentuk dari udara yang ditangkap tidak dapat terlalu kecil
dan hal itu tidak akan menhasilkan flotasi patikel kecil, bila perbedaan dalam ukuran

9
dari gelembung air dan partikel, besar, partikel akan ditolak oleh gelembung daripada
menariknya ke gelembung. Hal ini dijelaskan oleh hidrodinamika koloid.
Dengan dikemukakannya mekanisme dari self purification di air sungai
pertanyaan penting telah terjawab. Flotasi dapat terjadi di lokasi tetapi dampak dari
flotasi dapat mengurangi konsentrasi dari pencemar diseluruh badan air.

10
2.3. TEKNIK DALAM PENGURANGAN PENCEMARAN UDARA
A. PENGERTIAN PENCEMARAN UDARA
Menurut perkins,pencemaran udara didefinisikan sebagai adanya satu atau
beberapa kontaminan di dalam udara (atmosfer) seperti debu, busa gas, kabut,bau-bauan
,asap atau uap dalam kuantitas tertentu yang dapat menimbulkan ganguan-gangguan
terhadap kehidupan manusia, tumbuh-tumbuhan hewan maupun benda.
Menurut Ir . Soedirman pencemaran udara diartikan sebagai sebagai adanya
bahan atau zat asing di udara dalam jumlah yang dapat menyebabkan perubaahan
komposisi,atmosfer. Menurut Ensiklopedi Internasional pencemaran udara dimana
kedalam udara atmosfer oleh suatu sumber baik melalui aktivitas manusia maupun
alamiah dibebebaskan satu atau beberapa bahan atau zat-zat dalam kuantitas maupun
batas waktu yang tertentu yang secara karakteritas dapat atau kecenderungan dapat
menimbulkan ketimpang susunan udara atmosfer secara ekologis sehingga mampu
menimbulkan ganguan-ganguanbagi kehidupan satu atau kelompok organisme maupun
benda-benda.
B. BAHAN – BAHAN PENCEMAR UDARA
Bahan-bahan dikelompokkan berdasarkan jenisnya :
· Partikel, yaitu semua bahan pencemar di udara yg berupa debu padat , ataupun titik-
titk air .Adapun sumbernya adalah pertambangan terbuka,aktivitas manusia,aktivitas
gunung merapi ,dll.
· Senyawa kimia, yaitu semua bahan pencemar di udara yang merupakan senyawa
kimia baik organik maupun anorganik.Bahan pencemar ini umumnya bersal dari
aktivitas manusia seperti proses-proses kimia di pabrik ,pembakaran,bahan bakar,asap
rokok,dsb.

1. Partikel
Partikel sebagai bahan pencemar .Partikel adalah benda-benda padat atau cair yang
ukurannya demikian kecil,sehingga memungkinkan melayang di udara .Bentuk-bentuk

11
khusus dari partikel ini sebagai bahan pencemar,adalah :aerosol (asap, kabut) debu ,
droplet , fume , dsb.
a) Asap(smoke)
Asap adalah partikel karbon (padat) yang terjadi akibat pembakaran yang tidak
sempurna pada sumber-sumber pembakaran yang menggunakan bahan bakar
Hidro karbon dengan ukuran partikel kurang dari 5 mikron.
b) Kabut (Mist)
kabut adalah partikel yang ada dalam suspensi udara yang terjadi karena
kondensasi uap , atau otomatisasi cairan ketingkat dispensif.Besarnya partikel ini
masih cukup besar, hanya tidak dapat dilihat dengan mata biasa tanpa bantuan
lensa.
c) Debu (dust)
Debu adalah partikel benda padat yang terjadi karena proses mekanis
(pemecahan atau reduksi )terhadap massa padat yang masih dipenggaruhi oleh
gravitasi.
d) Fume
Fume adalah partikel padat yang terjadi karena kondensasi dari penguapan
logam-logam cair yang kemudian disertai langsung oleh suatu proses oksidasi
udara.

2. Senyawa kimia
Senyawa kimia sebagai bahan kimia adalah gas-gas seperti CO,SO2,NO dan NO2 dalam
jumlah besar dan senyawa lain seperti NH3,N2O,N2O5,H2S,Cl2,HCL,HF. Dll dalam
jumlah sedikit.
a) Karbon monoksida
Diperkirakan bahwa konsentrasi CO dalam atm sekitar 1ppm
(secarakeseluruhan).Senyawa hadir di atmosfer sebagai hasil antara reaksi
oksidasi metana (CH4) oleh radikal hidroksil,sumber Co yang lain adalah

12
degradasi klorifil pada musim gugur dan dari penguraian tumbuh-tumbuhan.
Reaksi-reaksi yang menghasilkan gas karbon monoksida antara lain:
Ø Pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar atau senyawa senyawa karbon
lainnya:2 C + O 2 ? 2 CO
Ø Reaksi antara gas karbon dioksida dengan karbon dalam proses industri yang
terjadi dalam tanur:CO2 + C ? 2 CO
Ø Penguraian gas karbon dioksida pada suhu tinggi:2 CO2 ? 2 CO + O 2
Ø Gas karbon monoksida yang dihasilkan secara alami yang masuk ke atmosfer
lebih sedikit bila dibandingkan dengan yang dihasilkan dari kegiatan manusia.
b) SenyawaSulfur
Senyawa belerang yang utama sebagai bahan pencemar adalah CO,H2S, sulfit
dan sulfat. Sulfur dioksida (SO2) berasal dari H2s yang sihsilkan oleh aktvitas
mikro- organisme seperti proses airrobit dalam proses ini H2s di atmosfer
dikonfersikan menurut reaksi : H2S+3/2 O2 SO2+H2O.
Terdapat senyawa dioksida diatmosfer dapat menganggu pernapasan dan iritasi
pada mata,dan bila konsenstrasi nya mencapai 500ppm dapat menyebabkan
kematian.selain itu senyawa SO2 distmosfer juga merupakan racun bagi
tanaman karna mengakibatkan daun rusak dan menjadi berwarna kuning (Proses
Klorosis )tanaman juga dapat karena airisol asam sulfat yang dapat dilihat
dengan adanya bintik-bintik pada daun asam sulfat ini berasal dari SO2 di
atmosfer:
SO2 + ½ O2 +H2O H2SO4

c) Oksidasi nitrogen
Gas-gas Nitrogen oksida yang ada di udara adalah Nitrogen monoksida NO, dan
Nitrogen dioksida NO2 termasuk bahan pencemar udara. Gas Nitrogen
monoksida tidak berwarna, tidak berbau, tetapi gas nitrogen dioksida berwarna
coklat kemerahan dan berbau tajam dan menyebabkan orang menjadi lemas.
d) Hidrokarbon CH

13
Sumber terbesar senyawa hidrokarbon adalah tumbuhtumbuhan. Gas metana
CH4 adalah senyawa hidrokarbon yang banyak dihasilkan dari penguraian
senyawa organik oleh bakteri anaerob yang terjadi dalam air, dalam tanah dan
dalam sedimen yang masuk ke dalam lapisan atmosfer:
2 (CH2O)n ? CO2 + CH4
e) Hujan asam (acid rain)
Hujan asam adalah salah satu problem pencemaran penyebab terjadinya adalah
senyawa sulfur dan nitrogen oksida yang masuk ke atmosfer mengalami
perubahan bentuk menjadi asam sulfat dan nitrat. Akibatnya antara lain adalah
kerusakan pada kehjidupan air seperti ikan “menjadi teracuni penurunan
produktivitas tanaman dan hutan, kerusakan pada bangunan-bangunan batu kapur
juga permukaan tanah.
f) Amonia di atmosfir
Sumber adanya amonia di atmosfer antara lain berasal dari aktivitas
mikroorganisme, pengolahan limbah industri batu bara ,pabrik amonia,dan
kebocoraan pada sistim pendingin yang menggunakan ammonia.Ammonia di
atmosfer dapat bereaksi dengan aerosol nitrat dan sulfat membentuk garam
amonium yang sangat korosif
g) Senyawa-senyawa gas klor dan floor
Gas kloor (Cl2) bukanlah zat pencemar udara dalam skala besar.gas ini
digunakaan dalam industri seperti plastik ,pengolahan air (densi fiktasi )serta
bahan serta bahan pemutih(bleaching). Gas klor merupakan gas beracun ,amat
reaktiv dan bahan oksidator kuat. Di atmosfer ,gas Cl2 bereaksi dengan air
membentuk asam hidroklorida dan asam hidroklorit yang merupakan oksidator.
i. H2O + Cl2 H+ + Cl- + HOCl

h) Gas floor , hidrogen flurida dan senyawa flurida yang mudah menguap H2S
dihasilkan pada proses alumunium secara elektrolisa .Zat pencemar udara yang
mengandung floor (cfc) digunakan sebagai cairan dalam mekanisme

14
pendinginan,sebagai propelants dalam kaleng deodorant dan penyemprot
rambut, senyawa cfc yang sering digunakan adalah diklorof lurometan
i) Partikulat
Yang dimaksud dengan partikulat adalah berupa butiran-butiran kecil zat padat
dan tetes-tetes air. Partikulat-partikulat ini banyak terdapat dalam lapisan
atmosfer dan merupakan bahan pencemar udara yang sangat berbahaya

C. TEKNIK PENGURANGAN PENCEMARAN UDARA

Pencemaran udara sebenarnya dapat ditanggulangi. Akan tetapi, usaha untuk


menanggulangi pencemaran udara ini harus didukung oleh kesadaran masyarakat akan
pentingnya udara bagi kehidupan.
Adapun beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran udara
antara lain sebagai berikut.

 Menanam dan merawat tumbuhan di sekitar lingkungan kita. Berapa pun luas
area kosong di rumah atau di tempat kerja kita, tanamilah dengan tumbuhan. Hal
ini berguna untuk menyejukkan dan mengurangi jumlah polusi udara di sekitar
kita. Jika lahan kosong benar-benar tidak ada, Anda bisa memelihara tanaman
dalam pot dan meletakkannya atau bisa juga menggantungnya di teras atau
beranda rumah.
 Gunakan kendaraan bermotor Anda, mobil ataupun motor, seefisian mungkin.
Jika Anda memiliki 2 mobil, satu untuk Anda dan satu lagi milik pasangan Anda,
kenapa tidak menggunakan satu saja? Anda bisa mengantar jemput pasangan
sambil berangkat dan pulang kantor bukan?
 Gunakan transportasi umum. Jika tidak perlu sekali, simpan kendaraan pribadi
Anda di rumah dan gunakan transportasi umum yang ada. Ini akan membantu
mengurangi jumlah kendaraan yang membuang polusinya setiap hari ke angkasa.

15
 Ikutlah komunitas bersepeda. Alat transportasi yang ramah lingkungan seperti
sepeda akan sangat membantu untuk mengurangi polusi udara di kota, terlebih
dengan bersepeda Anda juga sehat karena aktivitas ini bagus untuk jantung.
 Gunakan kendaraan yang ramah lingkungan seperti becak, sepeda, dokar atau
delman. Jika menggunakan mobil atau motor, sebaiknya selalu lakukan
pengecekan supaya mesin kendaraan bagus dan mengurangi polusi udara dengan
memastikan emisi pembuangan di kendaraan Anda baik.
 Gunakan bahan bakar yang ramah lingkungan.
 Lakukan gerakan menanam pohon dengan baik di lingkungan pinggir jalan yang
berkoordinasi dengan dinas tata kota atau Anda bisa melakukan sebuah acara
khusus untuk mewujudkan gerakan cinta kepada lingkungan dan stop polusi
udara

16
DAFTAR PUSTAKA
Sumber:http://www.anneahira.com/cara-mengatasi-pencemaran-udara.htm
http://www.nalms.org/glossary/lkword_s.htm
http://resources.ed.gov.hk/envir-ed/text/hkissue/e_m1_3_2.htm
http://www.dhi.dk/Courses/AlumniCafe/LectureNotes/DHI%20Water%20Quality%20c
ompendium.pdf
http://www.rsnz.org/publish/nzjmfr/1974/25.pdf

17