Anda di halaman 1dari 11

ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.

10,Oktober, 2018

KARAKTERISTIK PENYAKIT JANTUNG BAWAAN ASIANOTIK TIPE


ISOLATED DAN MANIFESTASI KLINIS DINI PADA PASIEN ANAK DI
RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH

Karmelia Kumala1, Ni Putu Veny Kartika Yantie2, I Nyoman Budi Hartawan2


1
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, 2Bagian/SMF
Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah
karoline.karmelia@gmail.com

ABSTRAK
Abnormalitas struktur dan fungsi jantung yang sudah didapatkan sejak bayi lahir, disebabkan
kegagalan pembentukan struktur jantung pada masa awal pembentukanjanin di dalam
kandungan merupakan definisi penyakit jantung bawaan (PJB). Manifestasinya beragam dari
ringan sampai berat. Penyakit jantung bawaan dapat terjadi karena dua faktor, faktor genetik
dan faktor lingkungan. PJB secara garis besar dibagi dua, yaitu asianotik dan sianotik. PJB
asianotik tipe isolated yang paling sering ditemukan merupakan defek septum atrium (DSA),
defek septum ventrikel (DSV), dan duktus arteriosus paten (DAP). Asia memiliki prevalens
penyakit jantung bawaan asianotik tertinggi dibandingkan benua lainnya, yaitu 9,3/1.000
kelahiran hidup. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional dengan metode
consecutive sampling pada pasien dalam rentang waktu November 2016 sampai dengan April
2017. Penelitian ini bertujuan untuk mencari karakteristik dan manifestasi klinis dini penyakit
jantung bawaan asianotik tipe isolated DSV, DSA, dan DAP pada pasien anak di RSUP
Sanglah. Karakteristik PJB asianotik tipe isolated pada pasien anak di Rumah Sakit Umum
Pusat Sanglah yaitu DSV sebanyak 22 anak (51,2%), DAP sebanyak 15 anak (34,9%), dan DSA
sebanyak 6 anak (14%). Manifestasi klinis yang ditemukan pada pasien anak dengan penyakit
jantung bawaan asianotik di RSUP Sanglah yaitu sesak, sulit minum, batuk, kebiruan,
berkeringat, dan lain-lain.

Kata kunci: Penyakit Jantung Bawaan Asianotik, DSA, DSV, DAP, Anak

ABSTRACT
Structural and functional abnormalities of the heart that have been obtained since the baby was
born, due to failure formation of the heart structures in the early days of fetal development in
the womb, defined as congenital heart disease (CHD). Manifestations vary from mild to severe.
Congenital heart disease can occur due to two factors, genetic and environmental factors. CHD
is broadly divided into two big groups, namely acyanotic and cyanotic. The most commonly
encountered isolated acyanotic heart diseases are ventricular septal defect (VSD), atrial septal
defect (ASD), and patent ductus arteriosus (PDA). Asia has the highest prevalence of acyanotic
congenital heart disease compared to other continents, 9.3/1,000 live births. This is a cross
sectional approached descriptive study with consecutive sampling method in patients from
November 2016 to April 2017. This study aims to investigate the characteristics and early
clinical manifestations of isolated acyanotic congenital heart VSD, ASD, and PDA on pediatric
patients in Sanglah Hospital. From this study, the characteristics of isolated acyanotic
congenital heart disease on pediatric patients in Sanglah Hospital were 22 children (51.2%) with
VSD, 15 children (34.9 %) with PDA, and 6 children (14%) with ASD. Clinical manifestations
found in pediatric patients with isolated acyanotic congenital heart disease in Sanglah Hospital
were shortness of breath, drinking difficulty, coughing, cyanosis, sweating, etc.

Keywords: acyanotic congenital heart disease, DSA, DSV, DAP, children

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1
ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.10,Oktober, 2018

PENDAHULUAN
Abnormalitas struktur dan fungsi Prevalens penyakit jantung bawaan
jantung yang sudah didapatkan sejak bervariasi dari seluruh studi yang telah
bayi lahir, disebabkan kegagalan dilakukan di berbagai belahan dunia.
pembentukan struktur jantung pada Angka yang paling representatif adalah
masa awal pembentukan janin di dalam 8/1000 kelahiran hidup bayi mengidap
kandungan merupakan definisi penyakit penyakit jantung bawaan.2 Angka ini
jantung bawaan (PJB). Manifestasinya terus bertambah seiring berjalannya
beragam dari ringan sampai berat. waktu. Variasi pada angka prevalens
Penyakit jantung bawaan dapat penyakit jantung bawaan disebabkan
terjadi karena dua faktor, faktor genetik oleh pengaruh geografis dan
dan faktor lingkungan. Faktor genetik ketersediaan sumber daya dalam
antara lain pengaruh keturunan atau mendeteksi penyakit tersebut. Asia
riwayat penyakit dalam keluarga dan memiliki prevalens tertinggi
sindrom tertentu karena jumlah dibandingkan benua lainnya, 9,3 per
kromosom yang tidak normal seperti 1.000 kelahiran hidup, sedangkan angka
sindrom Down. Faktor lingkungan prevalens terendah berasal dari benua
seperti infeksi maternal virus rubella, Afrika 1,9 per 1.000 kelahiran hidup.3,4
penggunaan obat-obatan yang Jenis penyakit jantung bawaan yang
teratogenik selama masa kehamilan, paling umum diderita adalah DSV,
konsumsi alkohol yang berlebihan DSA, dan DAP. Presentase prevalens
(maternal alcohol abuse).1 DSV, DSA, dan DAP dari setiap 1000
Penyakit jantung bawaan dibagi kelahiran hidup sebagai berikut 34%,
menjadi dua kelompok berdasarkan 13%, dan 10%.3
pengaruhnya pada kadar oksigen dalam Prevalens penyakit jantung bawaan
darah, yaitu asianotik (tidak biru) dan di Uttarakhand, India adalah 8,54 per
sianotik (biru). Pada penyakit jantung 1.000 pasien anak yang dirawat di
asianotik, kadar oksigen dalam darah rumah sakit, dengan 30,45% DSV,
tidak menurun sehingga individu tidak 17,63% DSA, dan 9,62% DAP.5
terlihat biru. Pada penyakit jantung Prevalens penyakit jantung bawaan
bawaan sianotik, kadar oksigen dalam asianotik di Iran bagian tengah dan
darah menurun yang menyebabkan selatan didapatkan 27% DSV, 16,8%
individu terlihat biru. DAP, dan 15,8% DSA.6 Prevalens

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1
ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.10,Oktober, 2018

penyakit jantung bawaan asianotik di asianotik tipe isolated pada pasien anak
Karachi, Iran adalah 60,6% kasus di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah.
asianotik sederhana, 21,5% DSV, 9,3% Jumlah sampel yang diperlukan untuk
DSA, dan 8,6 % DAP.7 penelitian ini ditentukan menggunakan
Pengumpulan data manifestasi klinis rumus sampel tunggal. Total sampel
dini dan angka karakteristik penyakit yang diperlukan adalah 43 sampel. Data
jantung bawaan tipe isolated ini yang terkumpul dalam penelitian
dilakukan karena belum ada gambaran ditampilkan dalam bentuk tabel
secara umum mengenai penyakit frekuensi. Data berasal dari rekam
tersebut di Bali, terlebih di RSUP medis pasien anak yang terdiagnosis
Sanglah.. Pengambilan data DSV, DSA, dan DAP tipe isolated yang
karakteristik ini juga dimaksudkan dirawat di RSUP Sanglah.
sebagai data acuan dalam penelitian- Pada penelitian ini penulis akan
penelitian selanjutnya. Studi ini menghitung angka proporsi pasien anak
diharapkan dapat meningkatkan yang terdiagnosis memiliki penyakit
perhatian tenaga kesehatan lainnya jantung bawaan asianotik DSV, DSA,
terhadap pentingnya penanganan pasien dan DAP tipe isolated dan dirawat di
dengan penyakit tersebut, terutama pada RSUP Sanglah. Penulis juga
pasien anak, karena kaitannya dengan menghitung proporsi berdasarkan jenis
kasus gagal jantung. Pengetahuan akan kelamin, usia saat pasien pertama kali
manifestasi klinis dini pada pasien anak terdiagosis, manifestasi klinis dan hasil
dengan PJB yang datang ke Rumah pemeriksaan fisik.
Sakit Umum Pusat Sanglah
dimaksudkan agar para tenaga HASIL
kesehatan di rumah sakit tersebut dapat Penelitian dilakukan terhadap 43
lebih mengenali gejala dan tanda yang sampel pasien anak yang menderita PJB
muncul, juga menambah wawasan asianotik tipe isolated di Rumah Sakit
mengenai komplikasi dari penyakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar.
tersebut. Karakteristik berdasarkan kelompok
usia saat sampel pertama kali
BAHAN DAN METODE terdiagnosis, jenis kelamin, dan status
Penelitian ini adalah penelitian ekokardiografi ditampilkan pada Tabel
retrospektif deskriptif untuk mengetahui 1.
karakteristik penyakit jantung bawaan

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1
ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.10,Oktober, 2018

Dalam Tabel 1, pasien anak DSV 22 (51,2)


dengan penyakit jantung asianotik tipe
DSA 6 (14)
isolated berdasarkan usia sampel saat
DAP 15 (34,9)
terdiagnosis adalah 0 sampai kurang
DSA (Defek Septum Atrium); DSV
dari 1 tahun berjumlah 34 orang
(Defek Septum Ventrikel); DAP
(79,1%), 1 sampai 5 tahun berjumlah 6
(Duktus Arteriosus Paten).
orang (14%), dan lebih dari 5 tahun
Tabel 2 menjelaskan mengenai
berjumlah 3 orang (7%). Rentang usia
karakteristik sampel penelitian
saat terdiagnosis pertama kali
berdasarkan manifestasi klinis dini.
terdiagnosis adalah 0 hari sampai 83
Manifestasi klinis dini dala penelitian
bulan, dengan rerata 10,53 bulan.
ini merupakan keluhan utama pasien
Berdasarkan penelitian ini, 17
terkait hasil anamnesis pertama kali,
orang (39,5%) dari 43 sampel berjenis
seperti batuk, sesak, berkeringat, sulit
kelamin lelaki dan 26 orang (60,5%)
minum, dan lain lain. Batuk yang
berjenis kelamin perempuan.
dimaksud adalah adanya infeksi saluran
Berdasarkan status ekokardiografi 22
napas atas yang berulang. Sesak adalah
orang (51,2%) mengalami DSV, 15
keadaan saat pasien terlihat mengalami
orang (34,9%) mengalami DAP, dan 6
kesulitan bernapas atau adanya
orang (14%) mengalami DSA.‘
peningkatan kecepatan bernapas. Pasien
dikatakan mengalami manifestasi klinis
Tabel 1. Karakteristik Sampel
Penelitian Berdasarkan Usia Saat dini berkeringat apabila pasien
Terdiagnosis, Jenis Kelamin, dan Status berkeringat dalam batasan relatif tidak
Ekokardiografi
wajar. Pasien dikatakan sulit minum
Variabel Jumlah
n= 43 apabila menyusu lebih dari 30 menit

Usia (tahun), n(%) setiap kalinya atau peningkatan


frekuensi menyusu namun volume susu
0 - <10 34 (79,1)
yang dikonsumsi relatif sedikit setiap
1–5 6 (14)
kalinya. Kategori lain-lain mencakup
>5 3 (7)
gangguan tumbuh kembang, nyeri dada,
Jenis Kelamin, n(%)
dan kuning.
Lelaki 17 (39,5) Setiap sampel dalam penelitian
Perempuan 26 (60,5) ini dapat mengalami beberapa
Status Ekokardiografi manifestasi klinis, sehingga satu sampel

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1
ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.10,Oktober, 2018

dapat tergolong dalam beberapa Sulit Minum, n(%)


kategori manifestasi klinis dini dalam
Tidak ada 26 (60,5)
penelitian ini. Hal ini dapat dilihat dari
Ada 17 (39,5)
jumlah setiap kategori manifestasi klinis
Batuk, n(%)
adalah 43 sampel.
Berdasarkan penelitian ini, 29 Tidak ada 31 (72,1)

orang (67,4%) mengeluhkan sesak, 17 Ada 12 (27,9)


orang (39,5%) memiliki kesulitan Kebiruan, n(%)
minum, 12 orang (27,9%) datang Tidak ada 33 (76,7)
dengan batuk, 10 orang (23,3%) Ada 10 (23)
memiliki tanda kebiruan, 8 orang
Berkeringat, n(%)
(18,6%) mengalami berkeringat
Tidak ada 35 (81,4)
berlebih, dan 7 orang (16,3%) termasuk
Ada 7 (18,6)
dalam kategori lain-lain. Kategori lain-
lain dalam manifestasi klinis yang Lain-lain, n(%)

dikeluhkan pasien terdiri dari 4 orang Tidak ada 36 (83,7)


(9,3%) yang mengalami gagal tumbuh, Ada 7 (16,3)
2 orang (4,7%) dengan keluhan kuning, Penjelasan: Lain-lain termasuk
dan 1 orang (2,3%) mengeluh nyeri gangguan tumbuh kembang, nyeri dada,
dada. dan kuning.
Sampel yang mengeluhkan Tabel 3 menjelaskan mengenai
kebiruan terdiri atas 8 orang (36,4%) frekuensi sampel penelitian berdasarkan
menderita DSV, 1 orang (16,7%) hasil pemeriksaan fisik yang yang
menderita DSA, dan 1 orang (6,7%) dilakukan untuk mendiagnosis pasien.
menderita DAP. Hasil pemeriksaan fisik yang diperoleh
Tabel 2. Distribusi Sampel Penelitian dapat berupa murmur, takipnu, sianosis,
Berdasarkan Manifestasi Klinis Dini
dan lain-lain. Murmur adalah suara
Variabel Jumlah
n= 43 tambahan pada jantung yang dapat

Manifestasi klinis dini didengar menggunakan stetoskop


dengan rentang derajat 1 sampai 6.
Sesak, n(%)
Takipnu adalah peningkatan frekuensi
Tidak ada 14 (32,6)
pernapasan berdasarkan kategori usia 0
Ada 29 (67,4)
sampai 3 bulan >55 kali per menit, 3
sampai 6 bulan >45 kali per menit, 6
http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1
ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.10,Oktober, 2018

sampai 12 bulan >40 kali per menit, 1 Murmur, n(%)


sampai 3 tahun >30 kali per menit, 3 Tidak ada 4 (9,3)
sampai 6 tahun >25 kali permenit, 6
Ada 39 (90,7)
sampai 12 tahun >22 kali per menit.
Takipnu, n(%)
Sianosis adalah adanya tanda-tanda
kebiruan pada mukosa bibir, Tidak ada 33 (76,7)

konjungtiva, jari pada ektremitas atas Ada 10 (23,3)


dan bawah, dan akral teraba dingin. Sianosis, n(%)
Kategori lain-lain meliputi hasil Tidak ada 33 (76,7)
pemeriksaan fisik yang didapatkan Ada 5 (11,6)
selain keadaan klinis yang telah
Lain-lain, n(%)
disebutkan. Setiap sampel dalam
Tidak ada 38 (88,4)
penelitian ini dapat memiliki lebih dari
Ada 5 (11,6)
satu abnormalitas pada hasil
Penjelasan: Lain-lain termasuk
pemeriksaan fisik.
hepatomegali, jari tabuh, retraksi
Data yang didapatkan adalah 40
subcostal, dan jaundice.
orang (93%) dengan murmur, 17 orang
(39,5%) dengan takipnu, 10 orang
PEMBAHASAN
(23,3) dengan sianosis, dan 5 orang
Frekuensi sampel penelitian
(11,6%) masuk ke dalam kategori lain-
berdasarkan usia saat terdiagnosis
lain. Kategori lain-lain meliputi
pertama kali paling tinggi yaitu pada
hepatomegali berjumlah 2 orang
kelompok usia 0 sampai kurang dari 1
(4,7%) dan keduanya merupakan pasien
tahun yang berjumlah 34 orang
DSV, jari tabuh berjumlah 1 orang
(79,1%), diikuti oleh kelompok usia 1
(2,3%) dengan diagnosis DSV, retraksi
sampai 5 tahun yang berjumlah 6 orang
subcostal berjumlah 1 orang (2,3%)
(14%), dan kelompok usia lebih dari 5
dengan diagnosis DSV, dan jaundice
tahun yang berjumlah 3 orang (7%).
berjumlah 1 orang (2,3%) dengan
Data dari hasil penelitian ini
diagnosis DSA.
menyerupai hasil penelitian yang
Tabel 3. Distribusi Sampel Penelitian
Berdasarkan Pemeriksaan Fisik dilakukan di Poliklinik Kardiologi Ilmu
Variabel Jumlah Kesehatan Anak Rumah Sakit Cipto
n= 43
Mangunkusumo dengan frekuensi
Pemeriksaan Fisik

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1
ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.10,Oktober, 2018

tertinggi pada kelompok usia dibawah 1 Emergency Room di Seoul National


tahun yaitu 55 orang (80,9%).8 University Hospital, pasien yang baru
Penelitian ini menunjukkan didiagnosis pertama kali memiliki
bahwa sampel penelitian yang berjenis kelainan jantung bawaan datang dengan
kelamin perempuan, yaitu 26 orang keluhan gejala gagal jantung (41,5%)
(60,5%), jumlahnya lebih banyak yang termasuk takipnu, batuk atau
daripada sampel yang berjenis kelamin kesulitan bernapas tanpa adanya infeksi
lelaki, yaitu 17 orang (39,5%). saluran pernapasan, dan kardiomegali.11
Penelitian sebelumnya di Rumah Sakit Takipnu juga termasuk manifestasi
Dr. M. Djamil, Padang menunjukkan klinis dini yang paling sering muncul
hasil yang serupa yaitu perbandingan pada pasien dengan kelainan jantung
jumlah sampel penelitian perempuan, bawaan seperti yang dipaparkan
yaitu 34 orang (61,8%), lebih banyak penelitian yang dilakukan di Port-
daripada jumlah sampel penelitian Harcourt.12 Penelitian yang dilakukan di
lelaki, yaitu 21 orang (38,2%).9 Unit Pelayanan Intensif Pediatri di
Perbandingan frekuensi Institut Kardiologi Pediatri di Porto
berdasarkan diagnosis dari hasil status Allegre, Brazil yang bertujuan untuk
ekokardiografi dalam penelitian ini mengevaluasi gangguan menelan pada
berdasarkan urutan dari yang tertinggi bayi dengan kelainan jantung bawaan,
adalah DSV dengan jumlah 22 orang menunjukkan bahwa 84% bayi dengan
(51,2%), DAP dengan jumlah 15 orang kelainan jantung bawaan mengalami
(34,9%), dan DSA dengan jumlah 6 orofaringeal disfagia karena kurangnya
orang (14%). Hasil ini menyerupai hasil koordinasi suck-swallow-breathe pada
dari penelitian yang dilakukan di RSUP proses menelan.13 Hasil tersebut
dr. Kariadi Semarang dengan urutan berkorelasi dengan data penelitian ini,
sebagai berikut: DSV berjumlah 13 yaitu keluhan sulit minum pada sampel
orang (52%), DAP berjumlah 5 orang penelitian yang merupakan manifestasi
(20%), dan DSA berjumlah 2 orang klinis dini terbanyak kedua. Kesulitan
(10%).10 menyusu atau minum, sesak atau
Tiga manifestasi klinis dini takipnu, dan batuk atau adanya infeksi
terbanyak pada penelitian ini adalah saluran napas bawah merupakan gejala
sesak (67,4%), sulit minum (39,5%), yang timbul akibat berlebihnya beban
dan batuk (27%). Berdasarkan volume pada sirkulasi pulmonal
penelitian yang dilakukan di Pediatric sehingga apabila tanpa intervensi akan

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1
ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.10,Oktober, 2018

berkembang menjadi gagal jantung bawaan.11 Kedua hasil penelitian ini


kongestif.14 Gejala-gejala ini umumnya sejalan dengan pernyataan bahwa
timbul pada pasien dengan ukuran defek murmur jantung dapat ditemukan pada
yang besar. Hasil penelitian ini pemeriksaan fisik auskultasi sebagai
menunjukkan adanya pasien dengan salah satu indikasi dari adanya penyakit
kelainan jantung bawaan asianotik yang jantung bawaan.1 Murmur jantung tidak
menunjukkan tanda-tanda sianosis pada ditemukan pada 4 orang (9,3%),
8 orang (36,4%) pasien DSV, 1 orang diantaranya merupakan 2 orang pasien
(16,7%) pasien DSA, dan 1 orang DSV, 1 orang pasien DSA, dan 1 orang
(6,7%) pasien DAP. Tanda-tanda pasien DAP. Murmur bisa tidak
sianosis ini dapat muncul pada pasien ditemukan pada pasien dengan kelainan
kelainan jantung bawaan asianotik jantung bawaan asianotik apabila
karena adanya sindrom Eisenmenger. ukuran defek kecil atau karena
Sindrom Eisenmenger muncul karena resistensi pulmonal masih tinggi.14
adanya hipertensi pulmonal atau Hasil penelitian menunjukkan
penyakit vaskular pulmonal obstruktif bahwa jumlah pasien VSD lebih banyak
yang menyebabkan resistensi pulmonal yang lelaki (63,6%) daripada
meningkat sehingga pirau berbalik arah perempuan (36,4%). Hasil ini
dari kiri ke kanan (left-to-right shunt) menyerupai hasil penelitian yang
menjadi pirau kanan ke kiri (right-to- dilakukan di National Institute of
left shunt).14,15 Darah dengan kadar Cardiovascular Disease di Karachi,
oksigen rendah tersebut memasuki Pakistan yang memaparkan bahwa
sirkulasi sistemik sehingga muncul prevalens VSD lebih banyak pada lelaki
tanda-tanda sianosis. (122 orang) daripada perempuan (94
Penelitian ini menunjukkan orang).16 Pasien DSA pada penelitian
bahwa pada 93% sampel penelitian ini seluruhnya berjenis kelamin
ditemukan adanya murmur jantung pada perempuan. Hasil ini menyerupai hasil
pemeriksaan fisik. Penelitian yang yang ditunjukkan oleh penelitian yang
dilakukan di Pediatric Emergency dilakukan di China bahwa adanya
Room di Seoul National University perbedaan yang signifikan antara
Hospital menyatakan bahwa jumlah pasien DSA berdasarkan
ditemukannya murmur jantung pada perbedaan jenis kelamin, dan penderita
31,7% dari 82 pasien yang pertama kali DSA lebih banyak yang berjenis
didiagnosis dengan kelainan jantung kelamin perempuan (403 orang).17

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1
ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.10,Oktober, 2018

Berbeda dengan penelitian yang Manifestasi klinis dini terbanyak yang


dilakukan di Karachi yang memiliki didapatkan adalah sesak sebesar 67,4%.
perbandingan penderita DSA lebih Data tambahan yang diperlukan
banyak yang berjenis kelamin lelaki (50 untuk memaparkan data yang lebih
orang) daripada perempuan (43 representatif adalah berat badan, tinggi
orang).16 Penderita DAP secara teori badan, status nutrisi pasien, riwayat
memiliki perbadingan 2:1 antara pengobatan terdahulu sebelum penderita
perempuan dengan lelaki.18 Hasil dirujuk ke RSUP Sanglah, riwayat
penelitian ini menunjukkan bahwa prenatal dan natal pasien pada
penderita DAP lebih banyak yang karakteristik sampel. Penelitian lebih
berjenis kelamin perempuan (80%) lanjut mengenai karakteristik penyakit
daripada lelaki (20%), walaupun jantung bawaan asianotik perlu
perbandingannya lebih besar dari teori, dilakukan.
yaitu 4:1. Hasil penelitian yang
dilakukan di Karachi, Pakistan juga KETERBATASAN PENELITIAN
memiliki presentasi penderita DAP Penelitian ini dilaksanakan
perempuan (62 orang) yang lebih menggunakan data retrospektif,
banyak daripada lelaki (24 orang).16 sehingga sangat tergantung pada data
Perbedaan angka ini disebabkan pasien yang tercatat di rekam medis.
berbagai macam faktor yang Tidak semua rekam medis secara
memengaruhi seperti perbedaan lengkap memiliki data-data penting
genetika, sosial ekonomi, lingkungan, yang dibutuhkan untuk melakukan
etnis, keterbatasan fasilitas kesehatan penelitian, seperti berat badan, tinggi
untuk mendiagnosis keadaan klinis badan, status nutrisi pasien, riwayat
penderita, perbedaan kriteria diagnosis, pengobatan terdahulu sebelum pasien
dan lain-lain.3,19 dirujuk ke RSUP Sanglah, hasil
pemeriksaan fisik secara keseluruhan,
SIMPULAN riwayat prenatal dan natal pasien.
Pada penelitian ini, ditemukan
karakteristik kelainan jantung bawaan DAFTAR PUSTAKA
yang isolated pada pasien anak di 1. Park MK. Pediatric cardiology
Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah for practitioners. Edisi ke-6. St.
adalah DSV sebesar 51,2%, DAP Louis: Elsevier; 2014.
sebesar 34,9%, dan DSA 14%. 2. Adatia I, Kothari SS, Feinstein

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1
ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.10,Oktober, 2018

JA. Pulmonary Hypertension Ardakani M, Namayandeh SM,


Associated With Congenital Vafaeenasab M, Andishmand A,
Heart Disease. Chest. Moghimi S, dkk. The
2010;137(6):52S–61S. epidemiological aspects of
3. van der Linde D, Konings EEM, congenital heart disease in
Slager MA, Witsenburg M, central and southern district of
Helbing WA, Takkenberg JJM, Iran. Advanced Biomedical
dkk. Birth Prevalence of Research. 2014;3:233.
Congenital Heart Disease 7. Pate N, Jawed S, Nigar N, Junaid
Worldwide. Journal of the F, Wadood AA, Abdullah F.
American College of Cardiology. Frequency and pattern of
2011;58(21):2241–7. congenital heart defects in a
4. Kumar Jatav R, Kumbhare MB, tertiary care cardiac hospital of
Srinivas M, Renuka Rao D, Karachi. Pakistan Journal of
Goutham Kumar P, Rohan Medical Sciences.
Reddy P, dkk. Prevalence and 2016;32(1):79–84.
pattern of congenital heart 8. Christine A. Faktor Risiko
diseases in Karimnagar, Andhra Maternal dan Karakteristik pada
Pradesh, India: diagnosed Penyakit Jantung Bawaan Anak.
clinically and by trans-thoracic- Universitas Indonesia Library
two- dimensional 2014;
echocardiography Prevalence and 9. Ain N, Hariyanto D, Rusdan S.
pattern of CHD in Karimnagar. Karakteristik Penderita Penyakit
International Journal of Research Jantung Bawaan pada Anak di
in Medical Sciences. RSUP Dr. M. Djamil Padang
2014;222(2). Periode Januari 2010 – Mei
5. Bhat NK, Dhar M, Kumar R, 2012. Jurnal Kesehatan Andalas.
Patel A, Rawat A, Kalra BP. 2015;4(3):3–8.
Prevalence and Pattern of 10. Widyanto D, Priyatno A, Tamam
Congenital Heart Disease in M. Faktor yang Memengaruhi
Uttarakhand, India. The Indian Kadar NT-proBNP pada Anak
Journal of Pediatrics. dengan PJB Pirau Kiri ke Kanan
2013;80(4):281–5. yang Mengalami Gagal Jantung.
6. Amel-Shahbaz S, Behjati- Sari Pediatri. 2015;17(3):216–21.

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1
ISSN: 2303-1395 E-JURNAL MEDIKA, VOL. 7 NO.10,Oktober, 2018

11. Lee YS, Baek JS, Kwon BS, Kim congenital heart defects in a
GB, Bae EJ, Noh C Il, dkk. tertiary care cardiac hospital of
Pediatric emergency room Karachi. Pakistan Journal of
presentation of congenital heart Medical Science. 2016;32(1):79–
disease. Korean Circulation 84.
Journal. 2010;40(1):36–41. 17. Sun P-F, Ding G-C, Zhang M-Y,
12. George IO, Frank-Briggs AI. He S-N, Gao Y, Wang J-H.
Pattern and clinical presentation Prevalence of Congenital Heart
of congenital heart diseases in Disease among Infants from
Port-Harcourt. Nigeran Journal 2012 to 2014 in Langfang,
of Medicine: Journal of the China. Chinese Medical Journal.
National Association of Resident 2017;130(9):1069–73.
Doctors of Nigeria. 18. Tripathi A, Black GB, Park Y-
2009;18(2):211–4. MM, Jerrell JM. Prevalence and
13. da Rosa Pereira K, Firpo C, Management of Patent Ductus
Gasparin M, Ribeiro Teixeira A, Arteriosus in a Pediatric
Dornelles S, Bacaltchuk T, dkk. Medicaid Cohort. Clinical
Evaluation of Swallowing in Cardiology. 2013;36(9):502–6.
Infants with Congenital Heart 19. Sayasathid J, Sukonpan K,
Defect. Internatinal Arch Somboo N. Epidemiology and
Otorhinolaryngol. 2015;19:55– Etiology of Congenital Heart
60. Diseases. In: Congenital Heart
14. Rilantono LI. Penyakit Disease - Selected Aspects.
Kardiovaskular (PKV). In InTech.2012.
Jakarta: Badan Penerbit Fakultas
Kedokteran Univesitas Indonesia.
2016;522–42.
15. Tanto C, Liwang F, Hanifati S,
Pradipta EA. Kapita Selekta
Kedokteran. Media
Aeusculapyus. 2016;78-86.
16. Patel N, Jawed S, Nigar N,
Junaid F, Wadood AA, Abdullah
F. Frequency and pattern of

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 1

Anda mungkin juga menyukai