Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM IPA di SD
Materi :
GEOTROPISME NEGATIF

Disusun oleh :

1. Sayidi NIM 857 661 359


2. Siti Anisah NIM 857 661 778
3. Siti Maftukhah NIM 857 661 792
4. Siti Maskanah NIM 857 665 854
5. Yulfikar Adi P NIM 857 661 673

UNIVERSITAS TERBUKA SEMARANG

2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tumbuhan juga melakukan gerak, tetapi gerak yang dilakukan tumbuhan tidak seperti hewan dan
manusia. Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas, biasanya gerakannya tidak berpindah tempat
(kecuali yang bersel satu). Gerakan yang dilakukan hanya dilakukan oleh bagian tertentu, misalnya
bagian ujung tunas, ujung akar, atau bagian lembar daun tertentu kecuali tumbuhan bersel satu.
Gerakan tumbuhan dapat diamati dengan adanya pertumbuhan tanaman yang menuju atau ke arah
tertentu. Sebagai contoh jika kita menancapkan sebatang kayu atau ranting di dekat tanaman mentimun
atau tanaman lain yang merambat, maka selang beberapa waktu ranting kayu tersebut telah dibelit oleh
tanaman mentimun atau tanaman yang merambat lainnya. Demikian pula akar-akar yang menembus
tanah menuju ke tempat yang lembap atau berair. Peristiwa tersebut merupakan contoh bahwa
tumbuhan bergerak. Jadi, gerakan tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya
kepekaan terhadap rangsang atau iritabilita yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut. Seperti makhluk
hidup lainnya, tumbuhan juga memiliki kepekaan terhadap rangsang tertentu. Untuk menanggapi
rangsangan tersebut tumbuhan melakukan gerakan yang mungkin menuju ke arah rangsang, menjauhi
rangsang, atau hanya sekedar melakukan gerak tanpa menunjukkan ke arah tertentu. Jadi timbulnya
gerak pada tumbuhan merupakan bukti adanya iritabilitas.

Geotropisme adalah gerakan bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh gravitasi (gaya tarik) bumi.
Apabila arah pertumbuhan menuju ke bawah berarti termasuk gerak geotropisme positif. Contoh
geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju ke bawah atau ke dalam tanah,
sedangkan pertumbuhan batang yang selalu mengarah ke atas merupakan contoh gerakan geotropisme
negatif yaitu gerak bagian tumbuhan yang menjauhi gravitasi bumi atau menjauhi tanah. Hal ini yang
melatar belakangi percobaan yang kami lakukan untuk membuktikan gerak tropisme negatif.

1.2 Tujuan

1. Mengamati gerak geotropism negatif pada tumbuhan


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Gerak pada tumbuhan dapat terjadi dengan mendekati dan juga menjauhi sumber
rangsangan. Sistem gerak pada tumbuhan dibagi dua jenis berdasarkan ada dan tidaknya sumber
rangsangan. Kedua jenis gerak tersebut adalah gerak endonom dan gerak etionom.

1. Gerak Endonom

Gerak Endonom yakni merupakan gerak yang tidak dipengarungi oleh rangsangan dari luar atau
non – faktor. Contoh gerak tanpa dipengaruhi rangsang yakni terjadi di dalan sel sebagai salah
satu sistem organ pada tumbuhan.

Contoh gerakan endonom pada saat terjadinya pecah kulit yang kering. Hal tersebut dapat dengan
mudah ditemui di buah polong-polongan atau kacang – kacangan yang mengering kemudian
mengeluarkan bunyi.

2. Gerak Etionom

Gerak Etionom adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan. Gerak Etionom yakni
jenis gerak yang akan terjadi apabila adanya pengaruh yang datang dari rangsangan dan luar.
Rangsangan yang dapat dari luar dapat berupa rangsangan secara fisik, kimia dan mekanik.
Rangsangan fisik diantaranya yaitu pengaruh suhu, pengaruh cahaya dan pengaruh gaya. Rangsangan
mekanik yakni dapat berasal dari sentuhan dan tiupan angin. Rangkaian kimia adalah kadar racun yang
berasal.

Gerak yang dipengaruhi oleh rangsang dibagi menjadi tiga jenis yaitu :

1. Tropisme

Gerak tropisme adalah salah satu gerak yang terjadi pada tumbuhan dengan arah gerak yang sangat
di pengaruhi oleh dari mana datangnya arah rangsangan, Gerak tropisme dibagi menjadi dua jenis.
Jenis gerak tropisme adalah tropisme negatif dan tropisme positif. Gerak tropisme positif adalah gerak
dengan arah yang menghampiri atau mendekati rangsangan. Tropisme negatif adalah gerak dengan arah
yang menjauhi rangsangan.

Berikut adalah beberapa jenis gerak tropisme.

a. Geotropisme adalah gerak yang dipengaruhi rangsang gravitasi


b. Fototropisme adalah gerak yang dipengaruhi rangsang cahaya
c. Tigmotropisme adalah gerak yang dipengaruhi rangsang sentuhan
d. Kemotropisme adalah gerak yang dipengaruhi rangsang kimia
e. Termotropisme adalah gerak yang dipengaruhi rangsang temperatur atau suhu
f. Hidrotropisme adalah gerak yang dipengaruhi rangsang air
a. Geotropisme

Gerak geotropisme adalah gerak yang dipengaruhi oleh gravitasi bumi terhadap pertumbuhan organ
tanaman. Akar selalu tumbuh ke arah bawah akibat rangsangan gaya tarik bumi (gaya gravitasi). Gerak
tumbuhan akar ini merupakan contoh lain dari gerak tropisme. Gerak yang disebabkan rangsangan gaya
gravitasi disebut geotropisme. Karena gerak akar diakibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi
(gravitasi) dan arah gerak menuju arah datangnya ranngsangan, maka gerak tumbuh akar disebut
geotropisme positif. Sebaliknya gerak organ tumbuhan lain yang menjauhi pusat bumi disebut
geotropisme negatif. Gerak pada tumbuhan sangat lambat dan sukar diamati secara langsung. Pada
tumbuhan tinggi gerak terutama terjadi dalam bentuk membengkok, membelit dan memanjang dari
sebagian atau organ tumbuhan.pada tumbuhan rendah dapat diamati gerakan seluruh tubuh. Gerakan
tumbuhan terjadi sebagai respons terhadap rangsang tertentu. Satu rangsang mungkin tidak tentu
arahnya atau dari arah tertentu. Respons terhadap rangsang dapat berupa perubahan metabolisme,
perubahan struktur dan bentuk pada tumbuhan atau organ atau bagian dari tumbuhan. Gerakan ada
yang disebabkan faktor dari dalam dan faktor dari luar.

b. Fototropisme

Fototropisme adalah salah satu gerak tropisme yang terjadi karena disebabkan adanya pengaruh
dari rangsangan cahaya. Pada Umumnya bagian tumbuhan yang mengalami gerak ini berada di bagian
atas tanah. Bagian tersebut bersifat fototropisme positif. Organ bagian akar bersifat fototropisme
negatif. Gerak pada fototropisme yakni terjadi karena adanya hasil interaksi yang terjadi antara sinar
matahari dan pengaruh jenis hormon pada tumbuhan. Pada tumbuhan memiliki sel-sel dengan kondisi
sisi yang lebih gelap. Bagian tersebut akan memanjang dengan lebih cepat. Sel-sel berada di tempat
yang lebih terang mengalami masa pertumbuhan yang lambat. Hal itu terjadi karena adanya penyebaran
atau distribusi auksin yang bergerak secara turun pada bagian ujung batang. Jika pertumbuhan tidak
merata maka hal tersebut akibat dari adanya pengaruh.

c. Tigmotropisme

Gerak ini adalah gerak yang di sebabkan karena adanya sentuhan yang terjadi pada organisme
tumbuhan. Pada umumnya hal ini terjadi pada tumbuhan yang mengalami pemanjangan seperti anggur,
ubi, dan mentimun. Hal ini juga terjadi pada tumbuhan jenis pemanjat dengan sulur yanng memanjang
ke atas batang pohon. Tumbuhan yang termasuk kategori pemanjat pada umumnya memiliki bagian
penyokong. Sulur adalah bagian yang dapat tumbuh membelit pada bagian benda yang di sentuh oleh
tumbuhan tersebut. Hal ini terjadi akibat dari pertumbuhan sel – sel yang terdapat pada bagian yang
tersentuh sehingga melambat. Pertumbuhan yang melambat membuat bagian tersebut menjadi lebih
pendek. Jika diamati pada bagian yang tidak terkena sentuhan maka tumbuh lebih panjang. Itulah yang
menyebabkan sulur akan tumbuh melengkung ke arah benda yang menyentuhnya.
d. Kemotropisme

Gerak ini adalah gerakan yang terjadi karena adanya rangsangan kimia. Contoh dari gerak ini yaitu
gerak akar yang menupuk. Contoh lainnya yaitu pertumbuhan pada salura serbuk sari yang menuju ke
bakal buah. Hal ini akan mempermudah terjadinya pembuaahan. Hidrotopisme terjadi karena adanya
gerak tumbuhan yang terjadi akibat dari rangsangan air. Contoh pada gerak ini adalah gerak organ akar
yang sedang mnecari air, sehingga cenderung mendekat ke sumber air.

2. Nasti

Nasti adalah gerakan tumbuhan yang arah geraknya sama sekali tidak dipengaruhi oleh rangsangan
dari luar, Gerak nasti di sebabkan karena adanya perubahan pada tekanan turgor. Tekanan ini terjadi
pada jaringan di bagian tulang daun. Berdasarkan dari jenis rangsang, nasti dapat dibagi menjadi
beberapa macam yaitu :

a. Tigmonasti adalah gerak yang dipengaruhi rangsang sentuhan


b. Fotonasti adalah gerak yang dipengaruhi rangsang cahaya
c. Niktinasti adalah gerak yang dipengaruhi rangsang pengaruh gelap
d. Termonasti adalah gerak yang dipengaruhi rangsang suhu
e. Nasti kompleks
Penjelasan lebih lengkap sebagai berikut :

a. Tigmonasti atau Seismonasti

Gerak ini hanya terjadi akibat adanya rangsangan dari sentuhan, gerak ini terjadi pada tanaman
Putri Malu (Mimosa pudica), jika di sentuh maka akan terjadi rangsangan akan merambat ke dasar
daun dan kemudian daun akan menutup.

b. Niktinasti

Gerak ini adalah gerak nasti yang terjadi karena pengaruh gelap. Contoh gerak ini yaitu daun yang
merunduk pada famili Leguminoceae padasore hari. Gerak tersebut karena adanya perubahan pada
tekanan turgor sel penggerak tumbuhan.

c. Fotonasti

Gerak ini adalah gerak nasti karena adanya pengaruh dan rangsangan cahaya. Contoh dari gerak ini
adalah Mekar bunga pukul empat dan bunga pukul sembilan.

d. Termonasti

Gerak ini adalah gerak nasti yang terjadi karena rangsangan suhu. Contoh yang terjadi adalah
bunga tulip karena tibanya musim semi.

e. Nasti Kompleks
Gerak ini adalah gabungan dari gerak fotonasti, kemonasi dan hidronasti. Contoh yang terjadi yaitu
mekanisme gerak stomata karena adanya cahaya. Contoh gerak ini adalah membuka dan menutupnya
stomata.

3. Taksis

Taksis adalah gerak yang terjadi karena adanya rangsangan dan luar dan arah rangsangan dari luar.
Berdasarkan jenis rangsangan, taksis di bedakan menjadi tiga jenis.

a. Fototaksis

Fototaksis adalah gerakan taksis yang terjadi karena adanya cahaya. Contoh gerak ini adalah,
Euglena yang gerak menggunakan bulu cambuk menuju arah cahaya.

b. Kemotaksis

Kemotaksis adalah gerak taksis karena rangsangan zat kimia. Contoh pada sel gamet di tumbuhan
lumut. Pada gamet jantan akan bergerak ke arah gamet betina.

c. Galvanotaksis

Galvanotaksis adalah gerak taksis akibat dari pengaruh arus listrik. Contoh pada gerak ini adalah
bakteri yang gerak ke arah kutub positif atau kutub negatif.
BAB III

METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat

Waktu Praktikum di laksanakan tanggal 27 Maret - 2 April 2019. Tempat praktikum


dilaksanakan di Sekolah Alam Kendal Auliya.

3.2 Alat dan Bahan

Alat Bahan
2 Polybag Tanah
Gunting, penggaris, label Kacang Merah
Kamera Air

3.3 Prosedur Kerja

1. Siapkan alat dan bahan

2. Masukkan tanah ke dalam polybag dengan jumlah yang sama

3. Berikan label A & B pada polybag yang sudah di beri tanah

4. Siram tanah dengan air agar tidak kering

5. Masukkan 3 biji kacang merah pada masing-masing polybag

6. Letakkan polybag A pada posisi vertikal, dan letakkan polybag B pada posisi horizontal dan
simpanlah di tempat terbuka

7. Lakukan pengamatan setiap pagi dan sore selama seminggu

8. Tuangkan hasil pengamatan pada lembar kerja


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil

Hasil pengamatan geotropism negative selama seminggu seperti tabel di bawah ini.

Pengamatan Hari Ke....


1 2 3 4 5 6 7
Jenis Pot Keterangan
A 0 cm 0,2 cm 5 cm 10 cm 13 cm 20 cm 24 cm Pagi
0 cm 0,3 cm 9 cm 13 cm 18 cm 22 cm 25 cm Sore
B 0 cm 0,3 cm 6 cm 14,5 cm 17 cm 22 cm 25 cm Pagi
0 cm 0,4 cm 10 cm 16 cm 21 cm 25 cm 27 cm Sore

4.2 Pembahasan

Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi. Pada percobaan Pot A
mengalami pertumbuhan batang normal menuju ke atas. Pot B yang di letakkan dengan posisi
horizontal, setelah diamati selama satu minggu pertumbuhan batang membelok dari horizontal menuju
vertical . Hal ini terjadi karena gerak geotropisme negatif yaitu gerak tumbuh batang tanaman
menjauhi pusat gravitasi bumi.

4.3 Menjawab Pertanyaan

Pada percobaan geotropism yang telah Anda lakukan sebenarnya anda juga sekaligus telah
membuktikan adanya gerak fototropisme. Mengapa ? Jenis fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan!

Jawaban :

Kita juga dapat membuktikan adanya gerak fototropisme karena kita bisa mengamati gerak bagian
tumbuhan akibat pengaruh arah datangnya rangsang berupa cahaya. Jenis fototropisme yang terjadi
yaitu fototropisme positif dimana gerak tumbuh batang yang menuju arah datangnya rangsang cahaya.
BAB V

PENUTUP
A. KESIMPULAN

1. Kacang tanah dalam Pot B yang diletakkan horizontal batangnya akan membengkok vertical
dan menjauhi gravitasi bumi. Peristiwa ini disebut geotropisme negatif.

2. Pertumbuhan pesat benih kacang tanah terjadi pada hari ke 3 sampai hari ke 5

B. SARAN

1. Pastikan benih kacang merah yang akan ditanam dalam kondisi yang bagus dan tidak
berlubang

2. Rendamlah benih yang akan ditanam selama 24 jam agar perkecambahannya dapat maksimal
dan cepat

3. Gunakan tanah yang subur serta pencahayaan matahari langsung yang cukup

4. Siramlah tanah sebelum diberi bibit kacang merah


DAFTAR PUSTKA

Maman Rumanto, dkk. 2018. Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka

Anonym. 2012. Laporan Praktikum Geotropisme Fistum. Diakses 3 April 2019 di http:// cara menanam
organik. Blogspot.com/2012/11/ Laporan Praktikum Geotropisme Fistum. html
LAMPIRAN

DOKUMENTASI PRAKTIKUM

Biji Kacang merah yang akan dijadikan Biji kacang merah direndam terlebih dahulu
bahan percobaan agar cepat berkecambah

Menyiapkan tempat media tanam Hari pertama pengamatan Rabu, 27 Maret 2019
berupa tanah yang ada di polybag belum ada tunas/ kecambah yang tumbuh

Hari ke dua pengamatan Kamis, 28 Maret Hari ke tiga pengamatan Jumat, 29 Maret 2019
2019 sudah terlihat kecambah yang tumbuh kacambah yang tumbuh tungginya 5-10 cm
kacangg merah
Hari ke empat pengamatan Sabtu , 30 Maret 2019 Hari ke lima pengamatan Minggu, 31 Maret
kacambah yang tumbuh tungginya 9- 15 cm 2019 kacambah yang tumbuh tungginya 13-15cm

Pengamatan hari ke 3 dan ke 4 untuk pot horizontal, tanaman membelok ke arah datangnya
matahari, fototropisme positif

Hari ke 6 pengamatan Senin, 1 April 2019 Hari ke 7 pengamatan Selasa, 2 April 2019
kacambah yang tumbuh tngginya 20-25cm kacambah yang tumbuh tngginya 24-27 cm