Anda di halaman 1dari 13

DAFTAR ISI

Halaman

PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................................. ii


PERNYATAAN PENGESAHAN PENGUJI ................................................. iii
SURAT PERNYATAAN .................................................................................. iv
KATA PENGANTAR ...................................................................................... v
DAFTAR ISI..................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ............................................................................................ x
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xi
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………….
1.1 Latar Belakang………………………………………………………..
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................
1.3.1 Tujuan umum.........................................................................
1.3.2 Tujuan Khusus.......................................................................
1.4 Manfaat Penulisan..................................................................................
1.5 Ruang Lingkup………………………………………………………...
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .....................................................................
2.1 Konsep Dasar Teori .............................................................................
2.1.1 Kehamilan Trimester III ........................................................
2.1.2 Persalinan ...............................................................................
2.1.3 Nifas .......................................................................................
2.1.4 BBL ........................................................................................
2.2 Kebijakan Terkait Kasus ......................................................................
2.3 Konsep Dasar Manajemen Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ibu Hamil, Bersalin,
Nifas dan Neonatus ..............................................................................
2.3.1 Data Subjektif ........................................................................
2.3.2 Data Objektif..........................................................................
2.3.3 Interprestasi Data ...................................................................
2.3.4 Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial……………….
2.3.5 Antisipasi Tindakan Segera dan Kolaborasi………………..
2.3.6 Perencanaan ………………………………………………...
2.3.7 Pelaksanaan / Implementasi…………………………………
2.3.8 Evaluasi ……………………………………………………..
BAB III METODE PELAKSANAAN ...........................................................
3.1 Rencana pelaksanaan asuhan .................................................................

3.2 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ............................................................

3.3 Subjek......................................................................................................

3.4 Jenis Data.................................................................................................

3.5 Alat dan Metode Pengumpulan Data.......................................................

3.6 Analisa Data.............................................................................................

3.7 Etika Pelaksanaan.....................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
A. Kebutuhan ibu hamil trimester III

1. Kebutuhan fisiologis

a. Oksigen

Oksigen sangat penting untuk tubuh. Selama kehamilan kebutuhan oksigen ibu

bertambah ± 20% lebih banyak dari saat sebelum hamil untuk keperluan metabolisme.

Anjuran yang dapat diberikan :

1) Menggunakan pakaian dalam yang sesuai dengan lingkar dada dan pakaian yang

longgar.

2) Batasi aktivitas berat.

3) Lebih banyak istirahat

4) Tidur dengan badan setengah duduk / lebih tinggi dari kaki.

5) Tidur miring kiri dan kanan.

b. Nutrisi

Nutrisi adalah semua zat makanan yang mengandung nilai gizi yang di butuhkan

tubuh.

Syarat pengaturan makanan :

1) Energi pada trimester III ditambah 300 kkal dari kebutuhan sebelum hamil.

2) Protein 10-15 % dari total energi, atau sesuai kecukupan protein ibu sebelum hamil

ditambah 17 g/hari selama hamil.

3) Lemak 20-25% dari total energi

4) Karbohidrat 50-60 gr/hari dari total energi

5) Vitamin dan mineral sesuai AKG.


6) Untuk memenuhi kebutuhan zat besi ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi tablet

tambah darah setiap hari. Minimal 90 tablet selama hamil.

Tabel 2.1

Menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil

Nama Bahan Ukuran rumah


tangga

Nasi 3½ gelas

Sayur 3 gelas

Buah 2 potong

Tempe 5 potong sedang

Daging 2½ potong

Susu 2 gelas

Minyak 5 sendok makan

Gula 2 sendok makan

Air Putih 10 gelas

Sumber : Kemenkes, RI.2011

Tabel 2.2

Varian bahan makanan pengganti

Jenis Bahan Pengganti

Nasi Roti 3 potong sedang, singkong 1 potong besar, kentang 2 biji sedang

Tempe Tahu 1 potong besar, 2 sendok makan kacang hijau, 2 sendok makan
kacang tanah, 2 sendok kacang mete

Daging 1 potong kecil ikan asin, 1 sendok makan ikan teri, 1 potong sedang
hati ayam, 1 butir telur ayam, 1 potong sedang daging sapi, 1 potong
sedang ayam tanpa kulit.

Susu 2/3 gelas yogurt, 1 potong kecil keju

Minyak Alvokat ½ buah besar, ⅓ gelas santan, 2½ sendok makan kelapa parut
Gula 2 sendok makan madu

Sumber : Kemenkes, RI.2011

c. Personal Hygiene

Selama hamil terjadi peningkatan sekresi hormone dan kelenjar, sehingga

meningkatkan pengeluaran cairan tubuh seperti keringat dan cairan vagina. Anjuran

menjaga kebersihan yang dapat diberikan kepada ibu antara lain :

1) Mandi

Mandi diperlukan untuk menjaga kebersihan kulit. Selain itu mandi dapat

memberikan kesegaran pada ibu, karena dapat menghilangkan rasa gerah akibat

keringat. Ibu dianjurkan mandi minimal 2 kali sehari.

2) Perawatan Genitalia

Perawatan genitalia sangat penting karena daerah tersebut lembab, terutama

saat hamil. Ibu dianjurkan membersihkan genetalia tersebut minimal 2 kali sehari

saat mandi, membasuh dengan bersih terutama setiap selesai BAB / BAK Dan

Senggama.

d. Pakaian

Pakaian yang digunakan ibu harus bersih, nyaman dan longgar, tidak banyak ikatan

didaerah tangan atau leher, tidak menekan perut. Untuk pakaian dalam, anjurkan ibu

menggunakan pakaian dalam yang bersih, menyerap keringat, tidak sempit, untuk BH

gunakan yang dapat menyokong payudara dengan baik dan memudahkan ibu dalam

menyusui kelak.

e. Seksual

Selama hamil terjadi perubahan pada pola seksualitas ibu hamil. Pada trimester III akan

menurun kembali terutama pada bulan-bulan terakhir menjelang persalinan. Penyebabnya


selain karena kondisi fisik ibu mulai berat, psikologis ibu terfokus untuk mempersiapkan

diri dalam menghadapi persalinan.

f. Mobilisasi

Maksud ibu hamil sebaiknya melakukan kegiatan sehari-hari yang disukai dan dapat

menggerakkan otot tubuhnya. Kegunaannya adalah memperlancar aliran darah,

memberikan kesegaran, memperlancar peristaltic usus dan membuat tidur menjadi

nyenyak.

g. Exercise atau Senam hamil

Olahraga untuk ibu hamil sifatnya tidak dipaksakan asal tidak membahayakan kondisi

kehamilannya. Ibu sangat dianjurkan untuk mengikuti senam hamil, karena dapat melatih

otot-otot panggul, sebagai, persiapan dalam menghadapi persalinan.

Syarat mengikuti senam hamil :

a. Kondisi kesehatan baik dan telah diperiksa oleh Dokter dan Bidan

b. Kehamilan 22 minggu ke atas

c. Latihan teratur dan disiplin

d. Dilakukan ditempat khusus untuk senam hamil dibawah pengawasan dokter / bidan.

Beberapa gerakan senam hamil :

a) Senam kegel

Gerakan senam kegel berguna untuk melatih otot-otot panggul agar lebih

siap menghadapi persalinan.

Cara melakukannya adalah dengan mengontraksikan otot di sekitar area

kewanitaan dengan gerakan seperti menahan buang air kecil. Senam kegel bisa
dilakukan sambil duduk ataupun berdiri dengan 3-10 hitungan dan lakukan

berulang sampai 8 kali. Senam kegel bisa kamu lakukan 4 kali sehari.

Gambar 2.1

Gerakan senam kegel

b) Senam yoga kupu-kupu

Senam yoga kupu-kupu atau sering disebut pose tailor berguna untuk
melatih otot paha. Melakukan gerakan yoga kupu-kupu ini sangat mudah. Mulai
dengan posisi duduk bersila dan posisi punggung tegak lurus. Tempelkan kedua
telapak kaki mama, lalu perlahan turunkan posisi lutut sampai menyentuh lantai.
Tahan posisi tersebut kurang lebih 10-20 hitungan, kemudian ulangi sampai 3 kali.

Gambar 2.2
Gerakan senam yoga kupu-kupu
c) Senam angkat panggul
Melakukan latihan angkat panggul, maka otot perut akan lebih rileks dan
siap menghadapi proses persalinan.
Cara melakukannya, pertama-tama mama harus berbaring telentang. Tekuk
kedua lutut ke atas sambil meratakan punggung di matras atau lantai. Tarik napas
lewat hidung, lalu kencangkan otot-otot pada bokong dan perut dan angkat panggul
ke atas. Tahan sampai 5 hitungan, lalu turunkan perlahan-lahan dan kembali ke
posisi awal.

Gambar 2.3
Gerakan senam angkat panggul
h. Istirahat / Tidur

Jadwal istirahat dan tidur ibu hamil harus dijaga dan diatur karena kedua hal tersebut

dapat meningkatkan jasmani dan rohani ibu dalam menjalani kehamilan. Istirahat bias

dilakukan dengan mengurangi aktivitas sehari-hari, bersantai dan berjalan-jalan. Tidur

sebaiknya tidak kurang dari 8 jam sehari, terlalu banyak tidur juga tidak baik karena dapat

menimbulkan letih, sedangkan tidur yang kurang dari 8 jam dapat mermpengaruhi

kesehatan fisik dan psikologis ibu.

i. Imunisasi

Vaksinasi tetanus antenatal dapat menurunkan kematian bayi karena tetanus. Ia juga

dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus.Sesuai WHO, jika seorang ibu

yang tidak pernah diberikan imunisasi tetanus, ia harus mendapatkan paling sedikit 2 kali

injeksi selama kehamilannya (pertama pada saat kunjungan antenatal pertama dan untuk

kedua kali 4 minggu kemudian).

Tabel 2.3

Jadwal pemberian suntikan tetanus


Imunisasi Interval Durasi Perlindungan

TT1 Selama kunjungan antenatal pertama

TT2 4 minggu setelah TT1 3 Tahun

TT3 6 bulan setelah TT2 5 Tahun

TT4 1 tahun setelah TT3 10 Tahun

TT5 1 tahun setelah TT4 25 Tahun / Semur hidup

Sumber : Riaty, Z. 2010

j. Travelling

Mengadakan perjalanan saja tidak menyebabkan aborsi atau persalinan premature,

tetapi keletihan berlebihan yang sering disebabkan oleh perjalanan harus dihindari. Tujuan

utama dalam perjalanan adalah kemungkinan akan menjauhkan ibu dari perawatan yang

dibutuhkan dalam hal kedaruratan.

k. Persiapan Laktasi

Selama kehamilan payudara harus dipersiapkan untuk fungsi uniknya dalam

menghasilkan ASI bagi bayi neonatus segera setelah lahir. Karena payudara mungkin

meningkat beratnya lebih dari 1 pound, kutang yang dapat menyangga payudara dengan

baik digunakan untuk perlindungan. Bila ibu memutuskan untuk tidak memberikan ASI

pada bayinya, kebersihan merupakan satu-satunya hal yang dibutuhkan. Bila ia

merencanakan untuk memberikan ASI pada bayinya, perawatan putting sangat dianjurkan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan payudara adalah sebagai

berikut.

1) Hindari pemakaian bra dengan ukuran yang terlalu ketat dan yang menggunakan busa,

karena akan menggangga penyerapan keringat payudara.

2) Gunakan bra dengan bentuk yang menyangga payudara


3) Hindari membersihkan puting dengan sabun mandi karena akan menyebabkan iritasi.

Bersihkan puting dengan minyak kepala lalu bilas dengan air hangat.

4) Jika ditemukan pengeluaran cairan yang berwarna kekuningan dari payudara berarti

produksi ASI sudah dimulai.

Perawatan payudara sebelum melahirkan (Prenatal Breast Care)

Bertujuan memelihara hygiene payudara, melenturkan atau menguatkan puttng susu,

dan mengeluarkan puting susu yang datar atau masuk ke dalam (retracted nipple).

Teknik perawatannya adalah sebagai berikut:

1) Kompres puting susu dan daerah sekitarnya dengan menempelkan kapas atau lap yang

di basahi minyak.

2) Bersihkan puting susu dan daerah sekitarnya dengan handuk kering yang bersih.

3) Pegang kedua puting susu, lalu tari keluar bersama dan diputar 20 kali ke dalam dan

keluar.

4) Pangkal payudara dipeganag dengan kedua tangan lalu payudara diurut dari pangkal

menuju puting sebanyak 30 kali.

5) Kemudian pijat daerah aerola sehingga keluar cairan 1 – 2 tetes untuk memastikan

saluran susu tidak tersumbat.

l. Persiapan persalinan dan kelahiran bayi

Rencana persalinan adalah rencana tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota keluarganya

dan bidan. Dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi kebingungan atau

kekacauan pada saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan bahwa ibu akan menerima

asuhan yang sesuai serta tepat waktu. Rencana persalinan adalah rencana tindakan yang

dibuat oleh ibu, anggota keluarga, dan bidan. 5 komponen penting :


1) Membuat rencana persalinan

a) Tempat persalinan

b) Tenaga kesehatan

c) Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan

d) Transportasi ke tempat persalinan

e) Siapa yang akan menemani saat persalinan

2) Membuat keputusan siapa pengambil keputusan utama jika terjadi kegawatdaruratan

dan pengambil keputusan kedua jika pengambil keputusan pertama tidak ada

3) Mempersiapkan transportasi jika terjadi kegawatdaruratan.

Kematian ibu banyak terjadi akibat tidak adanya akses transportasi yang tepat dalam

penanganan kegawatdaruratan. Tempat bersalin, tempat rujukan, cara mendapatkan

dana, dan donor darah

4) Membuat rencana/ pola menabung. Keluarga sebaiknya dianjurkan untuk menabung

sejumlah uang sehingga dana akan tersedia untuk asuhan selama hamil, bersalin

ataupun jika ada kegawatdaruratan.

5) Mempersiapkan peralatan yang diperlukan:

a) Kain Panjang

b) Baju kancing depan

c) Underwear

d) Pakaian bayi dalam satu tempat yang bias langsung dibawa jika terdapat tanda-

tanda persalinan (Riaty, 2010)

2. Kebutuhan psikologis

a. Support keluarga
1. Suami

1) Mendampingi ibu selama proses kehamilan

2) Membantu menjaga kesehatan bayi

3) Menemani saat pemeriksaan kehamilan

4) Penuh perhatian, sabar dan kasih sayang

5) Mengetahui dan mengikuti pertumbuhan dan perkembangan kehamilan ibu

6) Menyiapkan financial dan kebutuhan dalam kehamilan

2. Anak

1) Memperhatikan ibu

2) Ikut senang dengan kehamilan ibu

3) Membantu kelancaran kegiatan rumah tangga

3. Orang tua

1) Mendampingi ibu saat suami tidak bias mendampingi

2) Memberi ketenangan dan kasih saying

3) Membantu kelancaran kegiatan rumah tangga sesuai dengan kemampuannya

b. Support tenaga kesehatan

1) Memberikan perhatian terhadap masalah dan perkembangan kehamilan ibu

2) Memberikan pelayanan yang komprehensif

3) Menghargai pendapat dan keinginan ibu

4) Memberikan informed choice yang jelas

5) Tempat pelayanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

c. Rasa aman dan nyaman selama kehamilan

1) Merasa dilindungi, diperhatikan dan disayang oleh keluarga


2) Ibu merasa kehamilannya diterima oleh lingkungan

3) Kondisi fisik dan mental terjaga

4) Kondisi kehamilan baik

5) Situasi sosial ekonomi yang kondusif

d. Persiapan menjadi orang tua

Menurut Rubin seorang ibu hamil akan melalui beberapa tahap dalam

adaptasinya menjadi orang tua nanti.

Tujuannya adalah :

1) Memastikan keselamatan ibu dan bayi dalam kehamilan

2) Memastikan penerimaan masyarakat atau lingkungan terhadap diri dan bayinya

kelak.

3) Membangun identitas yang jelas tentang hubungan ibu dan bayi sebagai

hubungan yang berat.

4) Menggali makna dari masa transisi yang sedang dijalani, terutama makna

memberi dan menerima dalam hubungan ibu dan anak. (Riaty, 2010)