Anda di halaman 1dari 4

Citra Alfa Nabila-01111640000059-Fisika Laboratorium 2-Bahan 1

Menentukan Nilai Konduktivitas Bahan Dengan


Metode Four Point Probe
Citra Alfa Nabila, Dimas Ayu Primadani, Lusiana, dan Faridawati
Departemen Fisika, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail: primadaniayu@gmail.com

Abstrak—Pengujian konduktivitas listrik material dengan Disebut probe empat titik, karena ada empat titik kontak yang
metode four point probe (FPP) dilakukan dengan tujuan untuk disentuhkan pada permukaan sampel. Keempat titik kontak
memahami prinsip kerja teknik pengukuran konduktivitas listrik (probe) itu dibuat berderet dalam satu garis lurus dengan jarak
material dengan four-point probe, mengetahui konduktivitas
antar probe diatur sedemikian rupa sehingga satu sama lain
material dari padatan arang dan kapur, serta mengetahui
pengaruh molaritas larutan NaCl sebagai perendam padatan mempunyai jarak yang sama. Arus listrik yang konstan
terhadap konduktivitas listrik material. Langkah kerja yang dialirkan sepanjang permukaan sampel melalui dua probe
dilakukan dalam percobaan ini meliputi proses pengamplasan terluar. Jika sampel mempunyai resistansi, maka akan ada
material, pembuatan larutan NaCl dengan molaritas tertentu, penurunan tegangan ketika arus mengalir sepanjang sampel
pengenceran larutan NaCl, perendaman material menggunakan tersebut. Perubahan tegangan tersebut diukur melalui dua probe
larutan NaCl dengan molaritas tertentu dan pengukuran
bagian dalam. Besaran listrik yang menunjukkan kualitas
kondiktivitas listrik dengan menggunakan FPP. Dari praktikum
tersebut didapatkan bahwa nilai konduktivitas dari arang adalah konduktivitas bahan, seperti tegangan output dan arus output
0.28 Siemens dan kapur 3.48 Siemens dapat ditentukan secara teliti dengan metode four point
probe. Alat ukur four-point probe (probe 4 titik disingkat FPP)
Kata Kunci—Arang, FPP, Kapur adalah salah satu jenis alat yang biasa digunakan untuk
mengukur nilai kerintangan suatu lapisan bahan elektronika
I. PENDAHULUAN yaitu bahan semikonduktor seperti Silikon (Si), Germanium
(Ge), Gallium Arsenide (GaAs), juga bahan logam dalam
P ADA suatu bahan, kita mengenal beberapa sifat yang
melekat pada bahan tersebut. Karakteristik inilah yang
menjadi ciri khas dari bahan tersebut yang membedakan bahan
bentuk thin film (lapisan tipis) yang dipergunakan dalam
pembuatan piranti elektronika. Thin film adalah suatu lapisan
yang sangat tipis dari suatu bahan (organik, inorganik, logam
tersebut dengan bahan yang lain. Salah satu sifatnya adalah sifat maupun campuran logam-organik / organometallic) yang
konduktansi dari suatu bahan. Mengetahui konduktansi dari memiliki sifat-sifat konduktor, semikonduktor, superkonduktor
suatu bahan tersebut sangat bermanfaat untuk kita sehingga kita maupun insulator dengan ketebalan dari orde Angstrom hingga
bisa memanfaatkan bahan tersebut sesuai dengan kebutuhan. mikrometer. Prinsip kerja foint point probe yaitu sebelum arus
Pada praktikum ini kita akan menguji sifat konduktansi dari dialirkan melalui probe, keempat probe diturunkan sehingga
suatu bahan dengan metode tertentu. menyentuh permukaan sampel. Setelah itu arus I dialirkan
Konduktivitas listrik (σ) adalah ukuran dari kemampuan melalui probe 1 dan 4. Dengan cara seperti ini arus akan
suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik. Jika suatu benda dialirkan / didistribusikan secara laminer melalui sampel dari
potensial listrik ditempatkan pada ujung-ujung sebuah probe yang satu menuju probe yang satunya. Pada daerah
konduktor, muatan-muatan akan bergerak berpindah dan dimana probe 2 dan 3 bersentuhan dengan sampel tegangan
kemudian menghasilkan arus listrik. Konduktivitas listrik 'drop' diukur dengan voltmeter. Dari variasi perubahan arus
didefinisikan sebagai rasio dari rapat arus terhadap kuat medan yang diberikan, akan diperoleh perubahan tegangan yang
listrik. Konduktivitas suatu bahan adalah kemampuan suatu diukur. Aliran arus pada probe 2 dan 3 sangat kecil dan dapat
bahan untuk menghantarkan arus listrik [1]. diabaikan sebab tegangan diukur dengan menggunakan
Konduktivitas erat kaitannya dengan resistivitas. Jika voltmeter rintangan tinggi. Dari perubahan ini akan diperoleh
keduanya dikalikan nilainya sama dengan 1. Resisitivitas nilai hambatan (resistivitas) thin film [3].
sendiri adalah kemampuan suatu bahan untuk menahan arus Untuk melakukan metode FPP ini ada dua macam cara yang
listrik. Resistansi (R) adalah kemampuan bahan listrik digunakan yaitu cara untuk bahan bulk dan bahan berbentuk
menghambat arus listrik. Resistivitas (ρ) adalah nilai resistansi thick sheet. Untuk metode bahan bulk, pada awalnya
bahan listrik pada satuan panjang ( l ) dan luas penampang (A). diasumsikan bahwa ujung probe sangat kecil (infinitesimal)
Jika dituliskan dalam suatu persamaan maka resitansi suatu dan sampel mempunyai dimensi yang besar (semi-infinit).
bahan adalah Untuk sampel bulk ini mempunyai ketentuan bahwa
𝜌𝐿
𝑅= (1)[2]. ketebalan sampel (t) harus lebih besar dibandingkan dengan
𝐴
Untuk mengamati sifat listrik suatu bahan biasanya jarak antara probe (s).
digunakan metode four point probe/FPP (probe empat titik).
Citra Alfa Nabila-01111640000059-Fisika Laboratorium 2-Bahan 2

diulangi sebanyak 3 kali.


C. Flowchart
Praktikum ini dilakukan dengan skema kerja seperti yang
tertera pada diagram alir pada Gambar 2.

III. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

A. Analisa Data
Pada praktikum ini, didapatkan hasil percobaan berupa nilai
tegangan dan arus output pada praktikum dengan variasi-variasi
tertentu. Maka data tersebut jika disajikan dalam table sebagai
berikut.

Tabel 1. Data Percobaan Pada Kapur


Gambar 1. Skema Alat Molaritas V in I out (mA) V out (mV)
𝑉 (M) (V) 1 2 3 1 2 3
𝜌 = 2𝜋𝑠 ( ) (2)
I 2 1,04 0,68 1,09 13,5 14,3 15,3
dengan konduktivitasnya diberikan oleh bahan 7 4 0,75 0,75 0,79 74,5 78,5 77,7
1 6 0,72 0,76 0,76 95,3 100,1 113,1
𝜎=
𝜌 2 1,15 1,01 1,04 138,3 133,4 127,3
Berbeda dengan sampel bulk, untuk sampel berbentuk thick 5 4 0,74 0,81 0,72 163,4 131,7 126,7
sheet ini mempunyai ketentuan bahwa ketebalan sampel (t) 6 0,7 0,85 0,73 105 75,8 68,7
harus lebih kecil dibandingkan dengan jarak antar probe (s). 2 1,1 1,15 1,02 18,7 11,3 23
Karena pada dua ujung probe paling luar merupakan 3 4 1,17 1,17 1,1 31,5 43,1 51
superposisi dari arus maka R = V/2I. 6 1,02 0,92 0,93 47,1 48,3 55,8
𝜋𝑡 𝑉
𝜌= ( ) (3)
𝐿𝑛 2 𝐼 Tabel 2. Data Percobaan Pada Arang
Molaritas V in I out (mA) V out (mV)
dengan konduktivitasnya diberikan oleh bahan (M) (V) 1 2 3 1 2 3
1
𝜎= [4]. 2 0,51 0,33 0,42 108,7 120,7 181,3
𝜌
7 4 0,56 0,54 0,53 182,3 230,4 240,7
6 0,63 0,4 0,54 259,2 335,8 351,7
II. METODOLOGI 2 0,05 0,05 0,04 176,2 157,4 158,2
5 4 0,09 0,08 0,06 195,3 167,7 181,3
A. Alat dan Bahan 6 0,26 0,27 0,21 346,3 335,3 303,1
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah, 2 0,54 0,53 0,59 172,1 167,3 154,8
padatan kapur tulis, padatan arang, probe, kabel jumper, power 3 4 0,81 0,72 0,72 245,3 262,1 282,1
supply, multimeter, larutan NaCl, gelas beker, gelas ukur, dan 6 0,61 0,6 0,71 283,3 310,3 295,4
aquades. Padatan kapur dan arang digunakan untuk sampel uji.
Probe diguanaka untuk menguji konduktivitas bahan. Kabel
jumper untuk menghubungkan probe dengan multimeter. B. Perhitungan
Power supply untuk memberi daya. Multimeter untuk
Setelah didapatkan data hasil percobaan maka dibuatlah analisa
mengukur arus dan tegangan. Larutan NaCl dipakai sebagai
perhitungan untuk mengetahui nilai konduktivitas dari bahan
sampel untuk mengetahui pengaruh molaritas terhadap yang diuji. Perhitungan ini menggunakan perumusan seperti
konduktivitas. Gelas beker sebagai tempat uji. Gelas ukur untuk pada persamaan 3. Maka contoh perhitungan pada analisa
mengukur jumlah larutan. Aquades untuk melarutkan NaCl. perhitungan percobaan ini adalah sebagai berikut.
B. Langkah Kerja Contoh
Diketahui : Pada Kapur
Praktikum ini dilakukan dengan beberapa metodologi sebagai
M = 5 M, V in = 4 Volt
berikut. Pertama, specimen kapur dan arang dibentuk kepingan
𝑡 = 1,5×10-3 m
dengan tebal 1,5 mm, panjang 20 mm, dan lebar 15 mm. I𝑜𝑢𝑡 = 0.756667 mV
Masing-masing bahan dibuat sebanyak 6 buah. Kemudian V𝑜𝑢𝑡 = 140.6 mA
dibuat larutan NaCl dengan kemolaran 3,5,7 M. Alat dirangkai Ditanya : 𝜌 =……?
seperti skema alat yang tertera pada Gambar 1. Lalu sampel 𝜎 =……?
dicelupkan terhadap tiga jenis larutan tadi selama 30 detik,. Jawab :
Tegangan input diatur sebesar 2, 4 dan 6 V, baru kemudian
diukur arus output dan tegangan outputnya juga. Pengukuran
Citra Alfa Nabila-01111640000059-Fisika Laboratorium 2-Bahan 3

𝜋𝑡 𝑉𝑜𝑢𝑡 𝜋 × 1.5 × 10−3 0.756667 × 10−3 praktikum ini adalah untuk memahami prinsip kerja teknik
𝜌= ( )= ( ) pengukuran konduktivitas listrik material dengan four point
𝑙𝑛 2 𝐼𝑜𝑢𝑡 ln 2 140.6 × 10−3
= 1.26 𝛺𝑚 probe, mengetahui konduktivitas listrik material dari padatan
1 1 arang dan kapur, serta mengetahui pengaruh molaritas larutan
𝜎= = = 0.79 𝑆𝑖𝑒𝑚𝑒𝑛𝑠 NaCl sebagai perendam padatan terhadap konduktivitas listrik
𝜌 1.26
material. Prinsip pada praktikum ini adalah dengan
menggunakan metode FPP, yaitu metode yang menggunakan
Maka, hasil perhitungan pada praktikum ini jika disajikan
probe dengan 4 titik pengukuran. Probe tersebut diatur
dalam table sebagai berikut.
sedemikian rupa sehingga 4 titiknya memiliki jarak yag sama.
Tabel 3. Analisa Perhitungan Pada Kapur Pada probe bagian luar dialiri oleh suatu tegangan input dari
power supply, sedangkan 2 probe bagian dalam dilakukan
Mola
V in I out rata V out rata ρ σ pengukuran tegangan keluarannnya. Konsepnya adalah
r tegangan yang terukur nilainya lebih kecil dari nilai tegangan
(M) (V) (mA) (mV) (Ω/m) (Siemens) input. Dari situ diketahui nilai tahanan dari rangkaian
2 0,93666667 14,366667 0,1042765 9,589846 percobaan, dan diketahui nilai kondukivitasnya. Sampel yang
digunakan pada praktikum ini adalah arang dan kapur dengan
3 4 0,76333333 76,9 0,684901 1,460651 variasi tegangan input 2, 4, dan 6 volt dan variasi molaritas
6 0,74666667 102,83333 0,9363168 1,068015 larutan perendam 3, 5, dan 7 M. Sebelum diukur dengan FPP,
2 1,06666667 133 0,847693 1,179672
sampel direndam dengan menggunakan terlebih dahulu.
Sampel uji dipilih dari bahan kapur dana rang karena
5 4 0,7566667 140,6 1,2632706 0,791596 keduanya sama-sama memiliki nilai porositas. Jika semakin
6 0,76 83,166667 0,7439631 1,344153 rapat suatu bahan maka pori-pori yag dimilikinya pun sangat
2 1,09 17,666667 0,1101904 9,0752002
besar sehingga semakin rapat susunan atom maka arus yang
mengalir akan semakin kecil dan menyebabkan nilai
7 4 1,1466667 41,866667 0,2482258 4,028591 resistivitasnya besar dan konduktivitasnya kecil. Pada
praktikum ini arang memiliki tingkat kerapatan yang besar
6 0,95666667 50,4 0,358167 2,791994
dibandingkan dengan arang sehingga nilai konduktivitasnya
Rata-rata 0.59 3.48 semakin kecil seperti yang tertera pada analisa perhitungan.
Digunakannya larutan NaCl sebagai bahan perendam sampel
Tabel 4. Analisa Perhitungan Pada Arang uji bukan tanpa alasan. Larutan NaCl yang merupakan larutan
elektrolit sehingga dapat mengantarkan listrik akibat sifat
I out V out ioniknya. Ion-ion yang ada pada NaCl akan mengisi pori-pori
Molar V in rata rata ρ σ
yang ada pada sampel uji dan membantu menghantarkan listrik.
(M) (V) (mA) (mV) (Ω/m) (Siemens) Gejala ini dapat terjadi jika NaCl yang dipakai dalam bentuk
2 0,420 136,900 2,2160004 0,4512635 larutan, karena pada bentuk larutan NaCl akan terurai ion-
ionnya sehingga menjadi suatu bahan elektrolit. Berbeda ketika
3 4 0,543 217,800 2,7252553 0,3669381 berada pada fase solid, NaCl tidak bisa menghantarkan listrik.
6 0,523 315,567 4,0994764 0,2439336 Semakin banyak ion yang diserap oleh bahan maka akan
2 0,047 163,933 semakin konduktif sifat suatu bahan, maka dari itu semakin
23,882301 0,041872
besar molaritasnya semakin besar nilai konduktivitasnya
5 4 0,077 181,433 16,088893 0,0621547
6 0,247 328,233 9,0466521 0,1105381 IV. KESIMPULAN
2 0,553 164,733 2,0239991 0,4940714 Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa,:
7 4 0,750 263,167 2,3855322 0,4191937  Prinsip kerja pada teknik FPP untuk pengukuran
6 0,640 296,333 konduktivitas adalah dengan menggunakan 4 titik yang
3,1478658 0,3176756
disambungkan pada bahan. 2 titik di luar disambungkan
Rata-rata 7.29 0.28
dengan aliran listrik, sedangkan 2 titik di bagian dalam
digunakan sebagai titik pengukuran untuk melihat
C. Grafik seberapa besar penurunan tegangan dari tegangan input
yang dialirkan dari probe luar.
Jika hasil analisa perhitungan dibuat suatu grafik untuk mencari
 Konduktivitas dari arang adalah 0.28 Siemens sedangkan
tahu hubungan antara molaritas dengan konduktivitas, maka
kapur 3.48 Siemens
grafik pada percobaan ini adalah sebagai berikut pada Gambar
3 dan 4.  Molaritas larutan perendam secara teoritis harusnya
memiliki pengaruh pada konduktivitas bahan, namun
ada titik jenuh yang dimiliki oleh bahan pada
D. Pembahasan
molaritas tertentu
Praktikum ini adalah pengujian konduktivitas listrik dengan
menggunakan metode four point probe (FPP). Tujuan pada
Citra Alfa Nabila-01111640000059-Fisika Laboratorium 2-Bahan 4

Konduktivitas (Siemens) 12
10
8
6
4
2
0
0 2 4 6 8
Molaritas (M)

2V 4V 6V

Gambar 3. Grafik Pada Kapur

0,6
Konduktivitas (Siemens)

0,5
0,4
0,3
0,2
0,1
0
0 2 4 6 8
Molaritas (M)

2V 4V 6V

Gambar 4. Grafik Pada Arang

UCAPAN TERIMA KASIH


Penulis mengucapkan terima kasih pada berbagai pihak yang
telah membantu banyak dalam praktikum ini. Termasuk asisten
laboratorium, laboran, dan rekan sesama praktikan Fisika
Laboratorium 2. Dan tak lupa, syukur yang tak terkira atas
rahmat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat
menyelesaikan praktikum ini tanpa kendala apapun.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Callister, W.D., Jr., 2001, ” Fundamental of Materials Science and
Engoneering” , Departement of Metallurgical Engineering, John Wiley &
Sons, inc, New York
[2] Crankovic , G.M., 1986. ”Materials Characterization”, ASM
International, USA.
[3] Hartnagel, H.L., Dawar, A.L., Jain, A.K., dan Jagadish, C., 1995.
“Semiconducting Transparent Thin Film”, Institute of Physics, London.
[4] R.E Smallman and R.J Bishop. 2000. Modern Physics Metallurgy &
Materials Engineeering 6th Edition. Jakarta: Erlangga