Anda di halaman 1dari 13

NAMA KELOMPOK : ROKHIMATU ALFIYAH (16321002/AKUNTANSI A SORE)

SAIFUL UKAMAH (16321004/AKUNTANSI A SORE)


HALIMATUS SA’DIYAH (16322024/AKUNTANSI A SORE)

1. Judul Penelitian :
"APAKAH KUALITAS LABA BERBASIS AKUNTANSI BERKONTRIBUSI TERHADAP
MARKET OUTCOMES?"
2. Nama Peneliti :
Muhammad Khafid, Hasan Mukhibad ( Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Semarang).
3. Motivasi Peneliti :
Penelitian ini akan menguji kualitas laba de-ngan tiga pendekatan yakni kualitas akrual, persis-tensi
laba dan prediktabilitas laba.Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis: penga-ruh
kualitas akrual laba, persistensi laba, dan pre-diktabilitas labaterhadap market outcomes.
4. Pertanyaan Peneliti ( Research Question ) :
APAKAH KUALITAS LABA BERBASIS AKUNTANSI BERKONTRIBUSI TERHADAP
MARKET OUTCOMES?
5. Penelitian Terdahulu :
 Beberapa peneliti menyebut market outcomes dengan istilah kualitas laba berbasis pasar
(Niu, 2006; Petra, 2007)
 Boediono (2005) juga mem-peroleh hasil yang senada. Keterkaitan antara variabel kualitas
laba dengan market outcomes dan antara variabel corporate governance dengan market
outcomes dapat dijelaskan dengan signaling theory. (Connelly, dkk., 2011).
 Zhao dkk. (2004) menya-takan bahwa teorisinyal mengkaji tentang-teknikpelaporan,dimana
perusahaan-perusahaan yang baik mencoba untuk membedakan diri dari perusahaan
berkualitas buruk dengan mengguna-kan tehnik pelaporan yangberbeda.
 Respon pasar terhadap pelaporan ke-uangan perusahaan termasuk di dalamnya pelapor-an
laba dapat diidentifikasi melalui market outcomes (Dimitropoulos, dkk., 2009).
6. Teori Yang Melandasi Penelitian :
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 1 menyatakan bahwa informasi laba di-
perlukan untuk menilai perubahan potensi sum-berdaya ekonomis yang dapat dikendalikan di masa
depan, menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada, dan untuk perumusan pertim-bangan
tentang perusahaan dalam me-manfaatkan tambahan sumber daya (Ikatan Akuntan Indoefektivitas
nesia, 2011). Para pemegang saham berpandangan bahwa laba merupakan pening-katan nilai
ekonomis yang akan diterima melalui pembagian dividen. Laba juga digunakan sebagai salah satu
indikator untuk memperkirakan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Mengingat
sedemikian strategisnya peran dari informasi laba ini, maka kualitas laba menjadi hal yang amat
penting bagi para pengambil keputusan ekonomik.
7. Hipotesis :

8. Pendekatan Penelitian :
Penelitian kualitas pelaporan keuangan dapat dilakukan dengan dua pendekatan (Pagalung, 2006).
Pendekatan pertama adalah penelitian yang berkaitan dengan mengkaji faktor-faktor apa yang
menyebabkan pelaporan keuangan yang dihasilkan berkualitas, dan pendekatan kedua sejauhmana
kualitas pelaporan keuangan direspon oleh para pemakai laporan keuangan, utamanya para inves-tor
maupun investor potensial.
9. Jenis Data :

10. Sumber Data :


Populasi penelitian ini adalah seluruh per-usahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI). Jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan data per 1
Januari 2014 adalah sebanyak 430 perusahaan (www.idx.co.id). Sampel penelitian berjumlah 233
perusahaan yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu (purposive sampling).
11. Pengukuran Variabel :
Pengukuran variabel kualitas akrual dalam penelitian ini menggunakan pengukuran Huang dkk.,
(2007) yang menyatakan bahwa total accruals as the difference between net income and operating
cash flows, scaled by lagged total assets. Menurut ukuran ini, laba yang berkualitas adalah laba
yang memiliki kedekatan dengan arus kas dari aktifitas operasi.

12. Teknik Analisis Data :


Sampel penelitian sebanyak 233 perusahan yang diperoleh dari teknik purposive sampling
dengan tahapan sebagaimana disajikan pada Tabel 2. Sebagai berikut :
13. Keterbatasan / Saran Penelitian :
1. penelitian ini berhasil membuktikan bahwa persistensi laba dan prediktabilitas laba
berpengaruh terhadap market outcomes. Oleh karena itu, kepada para investor, calon inves-tor,
dan para analis pasar modal disarankan untuk mempertimbangkan persistensi laba dan
prediktabilitas laba dalam pengambilan kepu-tusan pembelian saham.
2. Pengukuran kualitas akrual dalam penelitian ini mendasarkan pada ukuran kualitas akrual
Huang, dkk (2007) yang membandingkan antara laba bersih dan jumlah arus kas dari aktivitas
operasi. Ukuran ini menitikberatkan pada kedekatan antara laba dan arus kas. Namun
demikian ukuran ini belum memper-timbangkan nilai positif/negatif dari per-bandingan ini
(laba bersih > arus kas ataukah laba bersih < arus kas). Hal ini juga yang di-duga menjadi
salah satu sebab ditolaknya hi-potesis 1 penelitian ini. Oleh karena itu, ke-pada peneliti yang
akan datang dapat menggu-nakan ukuran kualitas akrual yang lain untuk penelitian sejenis.

14. Judul Penelitian Baru yang Sesuai Dengan Keterbatasan Penelitiannya :


" Pengaruh Prediktabilitas Laba Terhadap Market Outcomes Terkait Pengambilan Keputusan ".
Jurnal Keuangan dan Perbankan, Vol.20, No.1 Januari 2016, hlm. 42–49

Terakreditasi SK. No. 040 / P / 2014


http://jurkubank.wordpress.com
APAKAH KUALITAS LABA BERBASIS
AKUNTANSI BERKONTRIBUSITERHADAP TERHADAP HASIL
PASAR?
Muhammad Khafid, Hasan Mukhibad
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang,

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas akrual, persistensi laba, dan
prediktabilitas pendapatan terhadap hasil pasar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), 430 perusahaan. Sampel adalah 233 perusahaan yang
ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Studi ini juga
menguji asumsi klasik yang terdiri dari: multikolinieritas, lin-earity, heteroskedastisitas, dan normalitas
residual. Studi ini menyatakan bahwa variabel prediktabilitas pendapatan (sig. 0,000) dan persistensi
pendapatan (sig. 0,004) secara signifikan mempengaruhi hasil pasar, sedangkan akrual kualitas variabel
tidak secara signifikan mempengaruhi hasil pasar pada level á 0,05. Model penelitian berhasil menjelaskan
variasi variabel dependen menjadi 14,2% (nilai R2 yang disesuaikan). Penelitian di masa depan diperlukan
untuk menemukan alternatif pengukuran kualitas akrual dan meningkatkan model penelitian dapat
meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan variabel dependen.

Kata kunci: kualitas akrual, persistensi laba, prediktabilitas pendapatan, hasil pasar.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) salah satu indikator untuk memperkirakan prospek
Nomor 1 menyatakan bahwa informasi laba di- perusahaan di masa yang akan datang. Memikirkan
diminta untuk menilai perubahan potensi-berdaya peran strategis dari informasi laba ini, maka kualitas
ekonomi yang dapat digunakan di masa depan, laba menjadi hal yang sangat penting bagi para
menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada, pengambil keputusan ekonomi.
dan untuk perumusan pertim-bangan tentang Schipper Dan Vincent (2003) menyatakan bah-
kebutuhan perusahaan dalam saya-Manfaatkan wa KUALITAS AGRO menunjukkan Tingkat
tambahan sumber daya (Ikatan Akuntan Indonesia, kedekatan AGRO Yang dilaporkan DENGAN
2011). Para pemegang saham berpandangan bahwa Hicksianincome,Yang merupakan AGRO ekonomik
laba merupakan pening-katan nilai ekonomis yang Yaitu Jangka Waktu Yang DAPAT dikonsumsi
akan diterima melalui pembagian dividen. Laba hearts Satu periode DENGAN Menjaga ke-
juga digunakan sebagai mampuan Perusahaan PADA Awal Dan Akhir
periode Tetap sama. Sesuai dengan Schipper dan
Vincent,

Korespondensi dengan Penulis:

Muhammad Khafid: Telp. -

Email: -

| 42 |
Apakah Kualitas Laba Berdasarkan Akuntansi Berkontribusi terhadap Hasil Pasar?

Muhammad Khafid, Hasan Mukhibad

Suwardjono (2005) menyatakan bahwa kualitas ini merupakan hasil pasar dari kualitas pelaporan
laba akuntansi harus disetujui oleh perubahan keuangan. Informasi mengenai keuangan eksternal
antara laba akuntansi dan laba ekonomik. merupakan respons pemakai informasi keuangan,
yaitu informasi keuangan terkait yang diterima oleh
Namun demikian, laba belum tentu dapat para pemakai laporan keuangan. Informasi kredit
diandalkan untuk menjadi salah satu pertimbangan yang berkualitas dapat me-ningkatkan kepercayaan
dalam pengambilan keputusan ekonomik. Per- investor (Fanani, 2008).
nyataan ini ditandai dengan adanya berbagai
laporan penyajian laporan keuangan yang tidak Beberapa peneliti menyebut hasil pasar
semesti-nya. Fakta empiris tentang skandal dengan istilah kualitas laba berbasis pasar (Niu,
akuntansi terjadi pada perusahaan Toshiba di 2006; Petra, 2007). Petra (2007) menyatakan
Jepang yang menyebutkan nilai skandal akuntansi bahwa tidak ada informasi tentang laba bersih
mencapai US $ 1,2 miliar (http: //finansial.bisnis. yang diperoleh dapat diperoleh dari perubahan
Com / read / 20150721, diunduh tanggal 21 Juli harga saham atau melalui pengembalian pasar
2015). abnormal di sekitar waktu pasar merespon laba
bersih. Ini artinya para investor yang menemu-
Kajian tentang kualitas laporan ke-uangan, kan laba yang disarankan, dan merevisi
tidak akan bisa lepas dari dampak yang ditimbulkan harapannya tentang pengembalian di masa yang
dari kualitas pelaporan keuangan ter-sebut. akan datang. Revisi kepercayaan ini akan mencer-
Pengertian kualitas keuangan keuangan da-pat minkan hasil investor dalam hal pembelian /
dilihat dalam dua sudut pandang. Pan-dangan menjual yang akan menghasilkan perubahan
pertama menyatakan kualitas pela-poran keuangan harga saham.
terkait dengan kinerja keuangan perusahaan yang
Beberapa hasil penelitian menunjukkan hasil
tergambarkan dalam laba perusahaan. Informasi
yang diharapkan dari hasil-hasil pasar dalam ben-tuk
keuangan di-katakanlah tinggi (berkualitas) jika laba
koefisien respon laba, pengembalian yang diharapkan
tahun berjalan dapat menjadi indikator yang baik
mau-pun abnormal return. Boediono (2005) juga
untuk laba per-usaha di masa depan yang akan
mem-peroleh hasil yang senada. Keterkaitan antara
datang (Fanani, 2008) atau berasosiasi yang kuat variabel kualitas laba dengan hasil pasar dan antara
dengan arus kas ope-rasi di masa yang akan datang variabel tata kelola perusahaan dengan pasar hasil
( Dechow, dkk 2010). Pandangan kedua mengenai dapat dibahas dengan teori pensinyalan (Connelly,
kualitas laporan keuangan terkait dengan dkk., 2011). Zhao dkk. (2004) menya-takan mana
perusahaan di pasar modal. Hubungan yang teorisinyal mengkaji tentang-teknikpelaporan,
semakin kuat antara laba dengan pengembalian pasar dimana perusahaan-perusahaan yang baik mencoba
menunjukkan informasi keuangan semakin tinggi. untuk membedakan diri dari perusahaan
berkualitas buruk dengan mengguna-kan tehnik
Penelitian kualitas pelaporan keuangan dapat
pelaporan yangberbeda. Dengan de-mikian, kualitas
dilakukan dengan dua pembaharuan (Pagalung, laba yang diminta oleh perusahaan, merupakan
2006). Saran pertama adalah penelitian yang sinyal yang akan direspon oleh pasar. Respon pasar
mengkaji faktor-faktor apa yang menyebabkan terhadap pelaporan perusahaan termasuk di
pelaporan keuangan yang dihasilkan berkualitas, dalamnya pelapor-an laba dapat dihubungkan
dan membandingkan kedua meningkatkan kualitas melalui hasil pasar (Dimitropoulos, dkk., 2009).
laporan keuangan yang direspon oleh para pemakai
laporan keuangan, memfasilitasi para inves-tor
maupun investor potensial. Terkait kedua

| 43 |
Jurnal Keuangan dan Perbankan | KEUANGAN

Vol. 20, No.1, Januari 2016: 42–49.

Penelitian ini akan menilai kualitas laba tiga, tahun 2013. Data tersebut dapat diperoleh dari
lalu meningkatkan kualitas, laba konstan, dan Direktori Pasar Modal Indonesia (ICMD), dan
prediktabilitas laba. Penelitian ini bertujuan untuk laporan tahunan .
memperbaiki dan menganalisis: penga-ruh kualitas
akrual laba, persistensi laba, dan pra- Populasi penelitian ini adalah seluruh hasil
diktabilitaslabaterhadap hasil pasar. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Metode Indonesia (BEI) berdasarkan data per 1 Januari
2014 adalah sebanyak 430 perusahaan
Desain penelitian ini merupakan penelitian (www.idx.co.id). Sampel penelitian penilaian 233
studi pengujian hipotesis(Sekaran, 2000). Dilihat dari perusahaan yang dipilih berdasarkan kriteria
sifat eksplanasi ilmu, penelitian ini termasuk ke tertentu (purposive sampling).
dalam penelitian kausalitas (Ferdinand, 2011).
Penelitian ini menggunakan data sekunder, karena Ringkasan Mengenai Resolusi Operasional
data yang dikumpulkan dari sumber-sumber data dan Cara Pengukuran disajikan dalam Tabel 1
yang telah ada (Sekaran, 2000). Data yang berikut ini:
digunakan dalam penelitian ini terkait dengan
laporan ke-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Metode pengumpulan data yang digunakan
Indonesia (BEI) selama periode tahun 2008 hingga dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Metode
analisis data yang digunakan Yang hearts Penelitian
Penyanyi Adalah analisis statistik deskriptif dan
Analisis

Sumber: dikembangkan untuk penelitian ini.

| 44 |
Apakah Kualitas Laba Berdasarkan Akuntansi Berkontribusi terhadap Hasil Pasar?

Muhammad Khafid, Hasan Mukhibad

statistik inferensial. Analisis statistik deskriptif di- bahwa residual terdistribusi normal (Ghozali,
gunakan untuk menggambarkan profil variabel
penelitian yang terdiri atas: kualitas akrual laba, 176) 2011:.Hasil uji multikolinieritas menunjukkan
laba persistensi, prediktabilitas laba, dan pasar bahwa Nilai VIFPADA statistikcollinearity TIDAK
ADA Yang melebihi Angka 10. Hal Penyanyi
hasil.Analisis statistik inferensial digunakan untuk
mengindikasikan Tidak Terdapat multikolinieritas
membahas hipotesis penelitian. Analisis statistik
(Ghozali,
inferensial yang digunakan adalah analisis regresi
berganda dengan menggunakan bantuan perangkat
174) 2011:.Di Samping itu, nilai toleransi tidak ada
lunak SPSS rilis 19.0. Untuk menghasilkan model
yang kurang dari 0,10, sehingga dapat digunakan
penelitian yang BIRU (Estimasi terbaik, Linier, Tidak
juga multikolinieritas di dalam model regresi yang
Cocok) maka dilakukan pengujian asumsi klasik
disusun (Ghozali, 2011: 174).
yang terdiri atas pengujian multikolinearitas,
heteroskedas-tisitas, normalitas, dan linearitas. Untuk mengumpulkan heteroskedasitas,
gunakan Uji Glejser (Ghozali, 2011: 142).

Hasil dan Pembahasan Berdasarkan Uji Glejser yang diketahui nilai


signifikansi t sebesar 0,903 (kualitas akrual), 0,523
Sampel penelitian sebanyak 233 perusahan (persistensi laba), dan 0,341 (dalam prediktabilitas
yang diperoleh dari teknik purposive sampling laba), maka variabel-variabel ini tidaksignifikan
dengan dikumpulkan pada Tabel 2. terhadap variabel berpengaruhabsolut, residual
unardard-dardized . ITU DAPAT disimpul-kan Model
Uji normalitas residual dilakukan dengan cara bahwa regresi TIDAK mengandung ada-nya
melihat Normal PP Plot Regresi Stan-dardized heteroskedastisitas.
Residual. Berdasarkan normal PP Plot of Regression
Standardized Residual menunjukkan Hasil garis Pengujian aritas, diperoleh nilai
Durbin-Watson sebesar 2.020. Nilai DW tabel untuk
n = 233 dan k = 3 adalah dl = 1.686 dan du = 1.852
(menggunakan tabel dengan n = 200, karena angka
n maksimal yang tersedia di tabel adalah 200). Oleh

Sumber: Data penelitian diolah

| 45 |
Jurnal Keuangan dan Perbankan | KEUANGAN

Vol. 20, No.1, Januari 2016: 42–49

karena angka Durbin-Watson tergantung di atas (hasil pasar) sebesar 0,142, sedangkan 85,8%
nilai DW du, maka dapat disimpulkan model variasi dari variabel dependen dibahas oleh
tidak salah spesifikasi. variabel lain yang tidak sesuai dalam penelitian
ini (Tabel 4).
Hasil pengujian statistik tentang signifikansi
keseluruhan variabel independen terhadap variabel Hasil pengujian statistik signifikansi masing-
dependen dapat dilihat pada Tabel 3. masing variabel independen terhadap variabel de-
penden secara parsial dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 3 membuktikan variabel independen
berpengaruh signifikan terhadap hasil pasardengan Tabel 5 tentang kualitas laba akrual tidak

signifikansi F sebesar 0,000 yang berada di bawah berhubungan signifikan terhadap hasil pasar,
angka 0,05 sebagai batas taraf signifikansi. Besarnya dibuktikan dengan angka signifikansi t sebesar
kemampuan variasi dari keseluruhan variabel 0,063 (lebih besar dari angka alfa 0,05) .Persistensi
independen menjelaskan variasi variabel dependen laba terhadap sig-nifikan terhadap hasil pasar,
dibuktikan

Sumber: data Penelitian diolah.

| 46 |
Apakah Kualitas Laba Berdasarkan Akuntansi Berkontribusi terhadap Hasil Pasar?

Muhammad Khafid, Hasan Mukhibad

dengan angka signifikansi t sebesar 0,004 (lebih Laba yang diperoleh perusahaan melalui
kecil dari angka alfa 0,05). Prediktabilitas laba persistensi laba yang dihargai oleh para investor
ber-pengaruh signifikan terhadap pasar, dan calon investor, sehingga pasar memberikan
keluarandibuktikan dengan angka signifikansi tanggapan positif atas informasi laba yang
0,000 (lebih besar dari angka alfa 0,05). Nilai disampaikan. Perusahaan dengan laba yang lebih
koefisien regresi yang bertanda negatif berarti tinggi ditanggapi oleh pasar lebih positif
Arah variabel pengaruh prediktabilitas laba dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki
adalah negatif. laba lebih rendah per-sisten (Petra, 2007; Zhao, 2007;
Oei, dkk., 2008; Khafid, 2013). Temuan penelitian ini
Pengukuran variabel kualitas akrual dalam mendukung teori sinyal yang menyatakan bahwa
penelitian ini menggunakan pengukuran Huang per-usahaan yang baik dapat membuktikan dirinya
dkk., (2007) yang menyatakan total akrual sebagai dari perusahaan yang buruk dengan mengirimkan
perbedaan antara laba bersih dan arus kas operasi, sinyal yang kredibel tentang kualitas perusahaan
diskalakan dengan total aset yang tertinggal. Menurut tersebut kepada pasar modal.
ukuran ini, laba yang berkualitas adalah laba yang
Perusahaan yang memiliki laba dengan nilai
memiliki kedekatan dengan arus kas dari kegiatan
prediktabilitas yang tinggi akan diresponnilai positif
operasi.
pasar dengan hasil mening-kat (Cahan, dkk., 2009).
Temuan ini tidak selaras dengan preposisi Prediktabilitas laba pada penelitian ini diperoleh
yang dibuat dimana kualitas akurasi sebagai salah dari deviasi standar laba ber-sih. Nilai deviasi
satu ukuran kualitas laba diprediksi mempengaruhi standar yang lebih besar menun-jukkan kualitas
hasil pasar. Kualitas laba berdasarkan pada hu- laba yang rendah (prediktabilitas laba rendah). Hal
ini berarti perusahaan dengan prediktabilitas laba
bungan laba-kas-akrual dapat dinilai dengan ber-
yang semakin tinggi (nilai pasar standar semakin
bagai ukuran, yaitu: rasio kas operasi dengan laba,
kecil) yang menyebabkan pasar hasil semakin
total perubahan akrual, estimasi abnormal / discretion-
meningkat. Hasil penelitian ini selaras dengan
ary accrualsakrual (abnormal / kebijakan), dan
temuan Francis dkk. (2006) yang menemukan
Perkiraan hubungan akrual-kas (Schipper dan
bahwa mengembalikan perusahaanoleh
Vincent, 2003). Dengan menggunakan ukuran rasio
prediktabilitas laba.
kas operasi dengan laba, kualitas laba laba oleh
kedekatan laba dengan aliran kas operasi. Laba yang
KESIMPULAN
semakin dekat dengan aliran kas yang diperoleh
laba yang semakin berkuali-tas. Dengan Berdasarkan hasil penelitian
menggunakan ukuran perubahan akrual total, laba menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
berkualitas adalah laba yang memiliki perubahan
akrual total kecil. 1. Kualitas akrual tidak melibatkan sig-nifikan
terhadap hasil pasar. Hal ini ber-arti bahwa
Jika ditelaah lebih lanjut, temuan penelitian kualitas akrual sebagai salah satu ukuran
ini menyatakan bahwa kualitas akrual tidak terkait kualitas laba berbasis akuntansi tidak
dengan hasil pasar dapat di-pahami dan masuk akal, digunakan untuk para investor dan calon
mengingat para investor dan calon investor yang investor dalam mengambil kepu-tusan
melihat laba yang baik adalah laba yang meningkat, pembelian saham perusahaan.
stabil dari periode ke periode. Investor dan calon
investor tidak perlu memperhatikan laba bersih 2. Signifikan terhadap hasil pasar. Hal ini
dengan arus kas dari kegiatan operasi.

| 47 |
Jurnal Keuangan dan Perbankan | KEUANGAN

Vol. 20, No.1, Januari 2016: 42–49


Mekanisme Tata Kelola Perusahaan dan
artinya semakin tinggi persistensi laba Dampak
perusa-haan, maka semakin tinggi hasil Manajemen Laba Dengan Menggunakan
Analisis
pasar. Jalur. Prosiding, Simposium Nasional
Akuntansi
3. Prediktablilitas, laba positif signifikan VIII. Surakarta.
terhadap hasil pasar. Hal ini berarti
perusahaan yang memiliki predik-tabilitas,
laba lebih tinggi akan direspon positif oleh
pasar sehingga hasil pasar meningkat.

SARAN

Berdasarkan simpulan, saran dari


penelitian ini adalah:

1. penelitian ini berhasil membuktikan


bahwa persistensi laba dan prediktabilitas
laba terbukti terhadap hasil pasar. Oleh
karena itu, untuk para investor, investor
inves-tor, dan para analis pasar modal
harus mempertimbangkan persistensi
laba dan prediktabilitas laba dalam
mengambil kepu-tusan pembelian saham.

2. Pengukuran kualitas akrual dalam


penelitian ini mendasarkan pada ukuran
kualitas akrual Huang, dkk (2007) yang
membandingkan antara laba bersih dan
jumlah arus kas dari aktivitas operasi.
Ukuran ini menitikberatkan pada
kedekatan antara laba dan arus kas.
Namun demikian ukuran ini belum
memper-timbangkan nilai positif /
negatif dari per-bandingan ini (laba
bersih> arus kas ataukah laba bersih
<arus kas). Hal ini juga yang di-duga
menjadi salah satu alasan ditolaknya hi-
potesis 1 penelitian ini. Oleh karena itu,
ke-pada peneliti yang akan datang dapat
menggu-nakan ukuran kualitas akrual
yang lain untuk penelitian sejenis.

DAFTAR PUSTAKA
Boediono, GSB 2005. Kualitas Laba: Studi Pengaruh
Akuntansike-2, Kolokium Doktor 1, dan Workshop
Cahan, SF, Emanuel, D., dan Sun, J. 2009. Pengaruh Akuntansi Depok. Uni-versitas Indonesia. Jakarta.
Kualitas Penghasilan dan Institusi tingkat Negara
pada Relevansi Nilai Penghasilan. Keuangan Ferdinand, A. 2011. Metode Penelitian Manajemen, Pedoman
Kuantitatif dan Akuntansi. Vol. 33. Pp. 371 - 391. Penelitian untuk Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Ilmu Manajemen. Badan Penerbit Undip. Semarang.
Connelly, BL, Certo, ST, Irlandia, RD, dan Reutzel, CR 2011.
Teori Pensinyalan: Tinjauan dan Penilaian. Jurnal Francis, J., Olsson, P., dan Schipper, K. .. 2006. Kualitas
Manajemen. Vol. 37. Pp. 39 - 67. Penghasilan. Yayasan dan Tren Akuntansi. Vol. 1. No.
4. Pp. 259 - 340.
Dechow, PM dan I. Dichev. 2002. Kualitas Pendapatan dan
Penghasilan: Peran Kesalahan Estimasi Akrual. Ghozali, I. 2001. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Pro-
Tinjauan Akuntansi 77. Tambahan: 35-59. gram IBM SPSS 19. Badan Penerbit Universitas
Dipenogoro, Semarang.
Dechow, PM, Ge, W., dan Schrand, C. 2010. Memahami
Kualitas Penghasilan: Tinjauan Proksi, Faktor http://finansial.bisnis.com/read/20150721. “Toshiba
Penentu dan Konsekuensi Mereka. Jurnal Akuntansi Diguncang Skandal Akuntansi Senilai US $ 1,2
dan Ekonomi. Vol. 50. Pp. 344 - 401. Milyar. Diakses Tanggal 21 Juli 2015.

Dimitropoulos, PE, dan Asteriou, D. 2009. Nilai Relevansi Huang, P., Louwers, TJ, Moffit, JS, dan Zhang, Y. 2007.
Laporan Keuangan dan Dampaknya terhadap Harga “Manajemen Etis, Tata Kelola Perusahaan, dan
Saham: Bukti Yunani. Jurnal Audit Manajemen. Vol. 24. Akrual Abnormal. Jurnal Etika Bisnis. Vol. 83. Pp. 469
No. 3. Pp. 248 - 265. - 487.

Fanani, Z. 2008. Kualitas Pelaporan Keuangan: Faktor- Ikatan Akuntan Indonesia. 2011. Standar Akuntansi
Faktor Penentu dan Faktor Ekonomi. Konferensi Keuangan. Salemba Empat. Jakarta.

| 48 |
Apakah Kualitas Laba Berdasarkan Akuntansi Berkontribusi terhadap Hasil Pasar?

Muhammad Khafid, Hasan Mukhibad

Khafid, M. 2013. Pengaruh Tata Kelola Perusahaan Schipper, K., dan Vincent, L. 2003. Kualitas
(Tata Kelola Perusahaan) dan Struktur Penghasilan. Ac-menghitung Horizon. Vol. 17. Pp.
Kepemilikan terhadap Persistensi Laba. Jurnal 97 - 110.
Dinamika Akuntansi. Vol. 4. No. 2.
Sekaran, U. 2000. Metode Penelitian untuk Bisnis. John
Niu, FF 2006. Tata Kelola Perusahaan dan Kualitas Wiley & Son. New York.
Penghasilan Akuntansi: Perpektif Kanada. Jurnal
Internasional Keuangan Manajerial. Vol. 2. Tidak 4. Suwardjono. 2005. Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan
Pp. 302 - 327.
Keuangan. Jogjakarta: BPFE.
Oei, R., Ramsay, A., dan Mather, P. 2008. Penghasilan Per-
Sistence, Akrual dan Manajerial Sahre Pemilik- Zhao, J., Katchova, AL, Barry, PJ 2004. Menguji Teori
kapal. Akuntansi dan Keuangan. Vol. 48. Pp. 475 - Peck-ing dan Teori Signaling untuk Bisnis
502. Pertanian. Prosiding,Pertemuan Tahunan Ameri-
can, Asosiasi Ekonomi Pertanian, 1 - 4 Juli 2004.
Pagalung, G. 2006. Kualitas Informasi Laba: Faktor-
Zhao, R., Millet-Reyes, B., 2007. Struktur Kepemilikan dan
Faktor Penentu Dan EconomicConsequencesnya. Informasi Isi Akuntansi: Bukti dari Perancis. Jurnal
Disertasi (TIDAK Dipublikasikan). Program Manajemen Keuangan Internasional dan Akuntansi.
Pascasarjana Universitas Gajah Mada. Vol. 18. No. 3. Pp. 223- 247.
Yogyakarta.

Petra, ST 2007. Pengaruh Tata Kelola Perusahaan pada


Informativeness of Earnings. Ekonomi
Pemerintahan. Vol. 8. hal. 129–152.

| 49 |

Anda mungkin juga menyukai