Anda di halaman 1dari 30

OPERASI PENYAMARAN

Akuntansi Forensik dan Audit Investigasi


Apa Itu Operasi Penyamaran???
Menurut kamus Webster, terdapat
makna: terutup, tersembuyi,
terselubung, diam-diam, tidak
diungkapkan secara terbuka, tersamat,
rahasia, dan kata-kata sinonim lainnya
dalam istilah covert. Karena itu salinan
istilah Covert Operations ke dalam
bahasa Indonesia adalah Operasi
Rahasia, Operasi Penyamaran, atau
istilah lainnya yang serupa dengan itu
Lanjutan…

Istilah lain yang dipakai untuk Covert


Operations adalah Sting Operations.
Sting Operations sering dipakai oleh
para penegak hukum seperti kepolisian.
Contoh Kasus Pengedaran
Senjata Api Ilegal
Pietto Beretta dari Italia

 Sindikat pengedar senjata api yang melibatkan tentara terbongkar. Sebagian


senjata diduga jatuh ke tangan perampok.
 Dia bernama Sandra, putra seorang pengusaha yang terlibat utang. Meski
berpenampilan perlente, wajah pemuda tampan ini tampak kusut. Lelaki dua
puluhan tahun ini tak sanggup lagi meladeni para penagih utang yang saban hari
menyambangi rumahnya. Jalan keluar tiba-tiba dia temukan. Bukan uang yang
dibutuhkannya, melainkan sepucuk pistol buat menakut-nakuti penagih utang.
 Itulah sosok fiktif yang diciptakan oleh Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara,
Komisaris Besar Polisi Dede Suryana, Desember lalu. Figur itu diperankan oleh
anak buahnya, seorang anggota reserse yang masih muda. Targetnya: menggulung
sindikat pengedar senjata api di wilayahnya. “kami berusaha menelusuri laporan
dari masyarakat,” kata Dede.
 Sang kapolres lalu menugaskan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Komisaris
Khrisna Murti untuk membentuk tim kecil. Tim ini dipimpin oleh Kepala Sub-Unit 1
Kejahatan dan Kekerasan, Inspektur Dua Sutikno. Didukung oleh tim Sutikno,
Sandra kemudian diceburkan ke lapangan.
 Tak terlalu susah bagi Sandra untuk mendekati sasaran. Dia telah mengantongi
sebuah nama, Sumartin, bekas pengusaha yang beralih profesi menjadi pengedar
senjata api ilegal. Melalui seorang perantara, Sandra berkenalan dengan Sumartin.
Mereka segera menjadi teman yang akrab. Bahkan Sandra sering mengiriminya
pulsa telepon.
Lanjutan…
 Sumartin akhirnya mempercayai Sandra. Dia pun bersedia memenuhi permintaan si
anak pengusaha ini. “Harga sepucuk pistol Rp 10 Juta,” katanya. Ini harga pistol
impor dari jenis PN, merek Petto Beretta buatan Italia. Sumartin juga
mengungkapkan, temannya memiliki dua peti senjata api impor yang siap
dipasarkan.
 Mereka lalu sepakat melakukan transaksi menjelang makan siang di Rumah Makan
Bundo, Cilincing, Jakarta Utara, Pada Jumat, 30 Desember, lalu. Sandra melaporkan
rencana ini ke atasannya. Maka, dikirimlah sejumlah anggota reserse yang
menyamar ke rumah makan itu. Dipimpin oleh Inspektur Dua Sutikno, mereka akan
beraksi setelah mendapat sinyal dari Sandra.
 Seorang diri, Sandra masuk ke rumah makan yang sedang sepi. Tak lama kemudian
muncul Sumartin bersama dua pria lain yang tiba-tiba mengeluarkan pistol menodong
Sandra. Todongan pistol baru dikendurkan setelah Sandra menyerahkan uang Rp. 10
juta. Mereka menukarnya dengan sepucuk pistol warna perak tanpa peluru, sesuai
dengan janji Sumartin.
 Namun, belum sempat tim Sutikno beraksi, tiga lelaki itu bergerak cepat dan
menghilang dengan dua sepeda motor. Akhirnya, Sutikno memimpin anak buahnya
mengepung kediaman Sumartin di rumahnya di Koja, Jakarta Utara.
 Makelar senjata api itu bisa ditangkap. Dari tangan Sumartin disita uang tunai Rp 1,4
juta. “Ini hasil dari komisi penjualan pistol,” katanya. Dari Sumartin diketahui dua
temannya tadi adalah tentara. Salah satunya adalah Muhammad Rahmat Jauhari,
anggota Kesatuan Artileri Pertanahan Udara Tanjung Priok. Dia berpangkat prajurit
satu. Sehari-hari Rahmat nyambi menjaga gudang Bogasari. Yang satu lagi bernama
Tommy. Dia mengaku sebagai anggota Komando Strategi Cadangan Angkatan Darat.
Lanjutan…
 Tak sudi dijerat sendirian, Sumartin bersedia membantu polisi. Ia pun mengatur
transaksi berikutnya untuk menjebak Rahmat dan Tommy. Mereka sepakat untuk
bertemu hari itu juga sekitar pukul 16.00 WIB di depan gedung Bogasari, Jalan
Sanggar Bahari, Jakarta Utara. Ke kawasan ini pula 15 anggota reserse datang.
Semuanya menyamar. Ada yang berpura-pura mobilnya mogok, ada yang lalu-
lalang saja.
 Polisi menyuruh Sumartin berdiri dekat gedung Bogasari agar Rahmat tak curiga.
Ditengah keramaian, Rahmat pun muncul, sendirian-Tommy tak ikut bersamanya.
Ketika polisi menggerebeknya, Rahmat berusaha mencabut pistol, tapi Sutikno lebih
gesit. Dia lebih dulu menodongkan pistolnya ke perut Rahmat. Sejumlah polisi yang
lain mengepungnya.
 Rahmat akhirnya menyerah. Sepucuk pistol dari jenis Beretta berwarna hitam disita
dari tangannya. Hari itu juga, Rahmat dan Sumartin digiring ke Polres Jakarta Utara.
Selanjutnya, Rahmat diserahkan Pomdam Jaya.
 Ditahan di sel Polres Jakarta Utara Block C1, Sumartin bungkam saat ditanya soal
sumber senjata api yang dijualnya. Dia pun tak mau mengungkap lagi soal dua peti
pistol yang sempat dia ceritakan kepada Sandra. Sumartin menunjuk Rahmat
sebagai orang yang tahu banyak tentang peredaran senjata api di pasar gelap.
 Sumartin juga pasrah saja mendapat ancama hukuman 20 tahun penjara karena
melanggar Undang-Undang Darurat Tahun 1951. “ya, mau bagaimana lagi, terima
sajalah,” katanya kepada Tempo, Kamis pekan lalu.
 Dia tak merasa malu dengan perbuatannya. “Karena saya ditangkap bukan karena
maling atau pemerkosa,’ ujarnya sambil tertawa.
Lanjutan…
 Ayah tiga anak itu mengaku kenal dengan Rahmat karena sering nomgkrong di
sekitar pabrik Bogasari. Karena sering kongko dan minum bersama, dia pun diajak
Rahmat mencari pembeli pistol. “Kalau ada yang mau beli beceng (pistol), ngomong
sama saya,” kata Rahmat saat itu.
 Anehnya, Rahmat juga mengaku hanya sebagai perantara. “Dia ngakunya bukan
penjual,” kata Komandan Pomdam Jaya Kolonel Iran Saefudin kepada Tempo.
Rahmat lalu menunjuk Tommy sebagai orang yang menyuruhnya mencari pembeli
pistol. Komisinya sama dengan Rahmat, Rp 1,4 juta untuk setiap pucuk pistol yang
laku.
 Apa pun peran Rahmat, Iran Saefudin tetap menilai anak buahnya bersalah. Apalagi
dia seorang tentara. “Mestinya dia melapor, bukan malah bersekongkol,”
 Kini kepolisian dan Pomdam Jaya terus mengejar Tommy. Apalagi, informasi yang
diperoleh dari Sumartin ada dua peti pistol lagi yang siap edar. Pistol ilegal itu
dipastikan bakal jatuh ke tangan orang jahat, perampok, atau masyarakat sipil di
daerah konflik.
 Menurut penelusuran Tempo, senjata api selundupan biasanya masuk lewat
sejumlah pelabuhan di Indonesia. Seorang anggota DPR RI menunjuk Tanjung Priok
sebagai salah satu tempat favorit penyelundup senjata api.
 Kawasan lain yang rawan penyelundupan senjata api adalah perairan Riau. Senjata
api yang masuk umumnya berasal dari Thailand dan Vietnam. Hal ini tidak dibantah
oleh juru bicara Kepolisian Daerah Riau, Ajun Komisaris Besar Polisi Amien
Rachimsyah. Dia menganggap wajar jika wilayahnya dicurigai rawan penyelundupan
pistol. “Soalnya kawasan ini berbatasan langsung dengan negara lain,” kata Amien
kepada Jupernalis Samosir dari Tempo.
Lanjutan…
 Bukan hanya melalui jalur laut, sindikat perdagangan senjata api juga kerap
menyelundupkannya lewat perbatasan Kalimantan. Di sini pistol selundupan
umumnya ditenteng oleh tauke kayu ilegal.
 Maka, jangan heran jika belakangan banyak perampok yang beraksi dengan senjata
api. Bahkan dalam sehari, Kamis pekan lau, terjadi dua kali perampokan bersenjata
api di Jakarta. Sekelompok perampok yang semuanya menggenggam pistol jenis
FN beraksi di kantor Pegadaian Cabang Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur.
Mereka merampas uang dan perhiasan senilai Rp 2 miliar.
 Satu kelompok lagi beraksi di rumah Yohanes, warga Jalan Mangga, kelurahan Duri
Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Perampok merampas uang dan perhiasan senilai
Rp 350 juta.
 Menurut Kepala Kepolisian Sektor Jagakarsa, Jakarta Selatan, Komisaris Polisi
Roma Hutajulu mengatakan, perampok biasanya memperoleh senjata di pasar
gelap. Mereka memakai senjata api untuk meningkatkan gengsi antara sesama
penjahat.
 Mula-mula beraksi memakai celurit; setelah mengumpulkan banyak uang, mereka
membeli pistol. Namun, bukan perkara gampang untuk menelusuri asal usul senjata
penjahat. “Para pengedar umumnya menggunakan sel yang tertutup,” kata Roma.
 Nurlis E. Meuko, Mustafa Moses, Eni Saeni, Ramidi
 Sumber: Majalah Tempo, 9-15 Januari 2006
Apa Itu Undercover
Operations???

Undercover Operations merupakan


kegiatan yang berupaya
mengembangkan bukti secara langsung
dari pelaku kejahatan dengan
menggunakan samaran (disguise) dan
tipuan (deceit).
Lanjutan
Sebelum melaksanakan undercover operations, pemimpin operasi harus
membuat memorandum atau catatan mengenai:

Informasi yang sudah terkumpul


yang menjadi dasar operasi ini

Informasi yang diharapkan dapat


dikumpulkan melalui operasi ini

Identitas tersangka kalau diketahui

Para pelaksana yang berada dalam


binaannya, dalam penjagaannya,
atau dibawah kendalinya.
Apa Saja Tujuan dari Undercover
Operations???

Untuk mengumpulkan bukti mengenai kejahatan masa lalu,


masa kini, dan masa mendatang

Untuk menentukan siapa saja yang terlibat

Untuk memulihkan kerugian yang terjadi karena perbuatan


melawan hukum

Untuk menentukan rekan sepermainan (co-conspirators) atau


bahkan otak dibelakang kejahatan ini (actor intellectualist)

Untuk menentukan modus operandi


Beberapa Masalah dalam
Melakukan Covert Operations
Di beberapa negara bagian,
Covert operations membuat rekaman suara
merupakan kegiatan (audio) atau mendengar
investigator yang beresiko percakapan orang lain
tinggi dan sangat mahal merupakan pelanggaran
hukum

Merekam percakapan
dengan menggunakan
peralatan khusus “nguping”
(eavesdropping devices),
lazimnya adalah perbuatan
melawan hukum
Apa Itu Penjebakan
(Entrapment)???

Penjebakan merupakan masalah hukum


terbesar dalam covert operations,
khususnya dalam undercover
operations. Operasi ini harus ditangani
secara tepat. Seperti dikatakan di atas,
covert operations tidak boleh
dilaksanakan untuk “fishing expeditions”.
Apa Itu Surveillance???

Surveillance atau pengintaian adalah


pengamatan terencana terhadap
manusia, tempat, atau objek. Tempat
atau objek biasanya merupakan prioritas
kedua, yang utama adalah pengamatan
terhadap manusia.
Lanjutan…
Ada dua jenis surveillance, yaitu
pengintaian bergerak (mobile
surveillance) dan yang tetap (fixed
surveillance). Pengintaian bergerak
sering disebut “membuntuti” (tailing)
atau “membayangi” (shadowing),
sedangkan pengintaian tetap (dalam arti
tidak berpindah) disebut “stakeout” atau
“plant” (maknanya: “tertanam”)
Apa Itu Sumber dan Informan???

Sumber (Sources) dan Informan


(Informants) mempunyai fungsi yang
sama, yaitu memberikan informasi untuk
mengembangkan suatu kasus. Namun,
ada perbedaan antara sources dan
informants.
Lanjutan…
Ada empat jenis informan, yaitu:

Basic lead informants

Participant informants

Covert informants

Accomplice/witness
informants
Penggunaan Operatives
Operatives adalah orang yang ikut
dalam covert operations. Orang ini
seharusnya dikendalikan lebih ketat oleh
orang yang memimpin operasi tersebut.
Adakalanya, seorang informan, yang
lazimnya sekedar menyuplai informasi,
akan dilibatkan dalam covert operations.
Dalam hal ini, informan ini menjadi
operative.
Lanjutan…
Misalnya, dalam menginvestigasi
kehilangan persediaan barang di gudang,
seorang informan memberi informasi
bahwa penjaga gudang dengan beberapa
temannya yang melakukan pencurian.
Informan ini menyarankan agar ia
merekam secara diam-diam percakapan
dengan penjaga gudang yang mengakui
segala perbuatannya. Ketika informan ini
ikut melakukan investigasi, ia menjadi
seorang operative.
Pertanyaan yang Muncul
Mengenai Operasi Penyamaran

Sifat operasi penyamaran, yaitu tertutup,


rahasia, diam-diam, sarat dengan
muslihat dan cirri-ciri serupa itu
menimbulkan pertanyaan: apakah
covert operations bagian dari teknik
seorang auditor investigatif?
Lanjutan…

Pembahasan covert operations dalam


manual dari asosiasi akuntan forensic
(ACFE) memberikan petunjuk bahwa
covert operations merupakan bagian
dari teknik seorang auditor investigatif.
STING OPERATIONS

Banyak operasi penyamaran (sting


operations), meskipun tidak selalu,
diikuti atau berakhir dengan
penyergapan. Dalam penyergapan
(crackdown), aparat penegak hukum
tampil dalam jumlah besar secara
mendadak dan dramatis untuk
melakukan penangkapan
Lanjutan…

Penegak hukum melakukan


penyamaran; pengintaian; penyadapan
percakapan telepon, sms, kamera cctv;
perekaman atau sekedar “ikut
mendengar’; dan meneriman tip off dari
informan atau sumber untuk
mengidentifikasi calon tersangka yang
kemudian ditangkap dalam
penyergapan
Teknik dan Peralatan Muslihat
Informan
Penyamaran Kios samaran professional
(Disguise) (Storefronts) (Professional
Informers)

Mobil sebagai
Iklan, termasuk
Internet umpan (Bait
iklan palsu
Cars)

Pengganti Pengintaian
(Surrogates) (Surveillance)
Tujuan Operasi Penyamaran

investigasi

Mengurangi atau mencegah


kejahatan tertentu
Manfaat Operasi Penyamaran
Memfasilitasi investigasi dan meningkatkan penangkapan

Meningkatkan hubungan kemasyarakatan dan citra kepolisian

Meningkatkan kehadiran polisi

Memperbaiki kerja sama antara polisi dan penuntut umum

Menghasilkan prestasi pemidanaan yang impresif

Menekan kejahatan

Menimbuklan goodwill dengan masyarakat dan dunia usaha

Meningkatkan kepercayaan kepada kepolisian


Sisi Negatif Operasi Penyamaran
Operasi penyamaran tidak serta mengurangi atau mencegah
kejahatan

Operasi penyamaran bahkan dapat meningkatkan kejahatan

Operasi penyamaran dianggap tidak etis karena memakai muslihat

Pemerintah bertindak berlebihan

Ada pelanggaran hak-hak pribadi

Ada unsur penjebakan

Operasi penyamaran mahal biayanya

Ketenaran dan suksenya operai penyamaran sering kali


menggeser teknik-teknik yang lebih efektif
GAO-COVERT TESTING
 U.S. Government Accountability Office (GAO)
adalah lembaga audit tertinggi (supreme audit
institution) di Amerika Serikat; serupa dengan
Badan Pemeriksa RI.

 Dalam tahun 2005, GAO membentuk Forensic


Audits and Special Investigations team
(disingkat FSI). FSI merupakan tim dengan
bermacam-macam latar belakang disiplin ilmu.
FSI yang melaksanakan covert tests terdiri
atas investigators, auditors, dan analysts.
Lanjutan…

FSI melaksanakan covert test atas permintaan


Congress untuk mengidentifikasi titik-titik
rawan (vulnerabilities) dan kelemahan
pengendalian internal di lembaga-lembaga
pemerintahan (executive branch agencies).
Kelemahan-kelemahan ini termasuk hal-hal
yang dapat melumpuhkan keamanan dalam
negeri Amerika, berdampak pada keselamatan
publik, atau mempunyai dampak keuangan
terhadap pembayar pajak.