Anda di halaman 1dari 3

Pasal 5

PIHAK PERTAMA tidak memotong upah/honorarium PIHAK KEDUA, apabila PIHAK KEDUA tidak masuk
kerja dengan alasan :
1. Izin apabila sudah ada persetujuan Wadir atau Kepala Bidang/Bagian terkait
2. Izin khusus (cuti perkawinan pertama, cuti alasan penting, maksimal 15 hari)
3. Izin sakit diberikan paling lama 2 hari, kalau lebih dari dua hari harus ada surat keterangan
Dokter
4. Cuti melahirkan (anak pertama dan kedua diberikan paling lama 2 bulan (60 hari) dalam 1 (satu)
tahun)
5. Cuti bersama sesuai aturan yang berlaku
6. Cuti tahunan diberikan sama dengan cuti PNS
Pasal 6
Bila perjanjian kontrak kerja ini berkhir, PIHAK KEDUA tidak berhak lagi melaksanakan kewajibannya di
RS. Jiwa Prof. HB. Saanin Padang dengan demikian secara sadar berhenti tanpa syarat dan tanpa
menuntut hak apapun kecuali atas kesepakatan kedua belah pihak kontrak kerja ini
diperpanjang/diperbaharui.
Pasal 7
PIHAK PERTAMA sewaktu–waktu dapat memberhentikan PIHAK KEDUA apabila keadaan keuangan
tidak memungkinkan atau PIHAK KEDUA dinilai PIHAK PERTAMA kurang disiplin atau kurang mampu
melaksanakan tugas dengan terlebih dahulu memberikan peringatan I, II dan III.
Apabila PIHAK KEDUA ingin mengundurkan diri atau berhenti, semua barang inventaris harus
dikembalikan dan tidak menuntut/meminta imbalan apapun.
Pasal 8
Apabila PIHAK KEDUA tidak masuk kerja tanpa keterangan yang jelas, maka PIHAK PERTAMA berhak
memotong upah/honorarium PIHAK KEDUA sebanyak 1/30 dari jumlah yang seharusnya diterima dari
setiap pelanggaran.
Pasal 9
PIHAK KEDUA wajib mematuhi aturan kepegawaian RS. Jiwa Prof. HB. Saanin Padang sesuai Peraturan
Gubernur Sumatera Barat Nomor : 29 tahun 2011, tentang Tata Kelola RS. Jiwa Prof. HB. Saanin Padang
dan aturan lainnya yang berlaku.
Pasal 10
PIHAK KEDUA wajib hadir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan mengenakan pakaian Dinas
sesuai aturan yang berlaku di RS. Jiwa Prof. HB. Saanin Padang.
Pasal 11
Pegawai yang mangkir 6 (enam) hari kerja berturut-turut tanpa surat keterangan yang sah dan telah
dipanggil dua kali secara patut dan tertulis, maka dianggap telah mengundurkan diri dan akan diproses
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pasal 12
Hal–hal yang belum diatur dalam perjanjian kontrak kerja ini apabila dikemudian hari terdapat
kekeliruan/kesalahan akan diadakan pembetulan kembali sebagaimana mestinya.
Demikian kontrak kerja ini dibuat tanpa paksaan dari pihak manapun dan langsung mengikat kedua belah
pihak terhitung tanggal kontrak ini ditanda tangan oleh masing–masing pihak.

Padang, 01 Januari 2019


PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

dr. AKLIMA, MPH FIVI, A. Md. AK


Pembina TK.I / Nip.19680203 200212 2 002 NIK. 2016.12.2.117
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

Pasal 5
PIHAK PERTAMA tidak memotong upah/honorarium PIHAK KEDUA, apabila PIHAK KEDUA tidak masuk
kerja dengan alasan :
1. Izin apabila sudah ada persetujuan Wadir atau Kepala Bidang/Bagian terkait
2. Izin khusus (cuti perkawinan pertama, cuti alasan penting, maksimal 15 hari)
3. Izin sakit diberikan paling lama 2 hari, kalau lebih dari dua hari harus ada surat keterangan
Dokter
4. Cuti melahirkan (anak pertama dan kedua diberikan paling lama 2 bulan (60 hari) dalam 1 (satu)
tahun)
5. Cuti bersama sesuai aturan yang berlaku
6. Cuti tahunan diberikan sama dengan cuti PNS

Pasal 6
Bila perjanjian kontrak kerja ini berkhir, PIHAK KEDUA tidak berhak lagi melaksanakan kewajibannya di
RS. Jiwa Prof. HB. Saanin Padang dengan demikian secara sadar berhenti tanpa syarat dan tanpa
menuntut hak apapun kecuali atas kesepakatan kedua belah pihak kontrak kerja ini
diperpanjang/diperbaharui.
Pasal 7
PIHAK PERTAMA sewaktu–waktu dapat memberhentikan PIHAK KEDUA apabila keadaan keuangan
tidak memungkinkan atau PIHAK KEDUA dinilai PIHAK PERTAMA kurang disiplin atau kurang mampu
melaksanakan tugas dengan terlebih dahulu memberikan peringatan I, II dan III.
Apabila PIHAK KEDUA ingin mengundurkan diri atau berhenti, semua barang inventaris harus
dikembalikan dan tidak menuntut/meminta imbalan apapun.
Pasal 8
Apabila PIHAK KEDUA tidak masuk kerja tanpa keterangan yang jelas, maka PIHAK PERTAMA berhak
memotong upah/honorarium PIHAK KEDUA sebanyak 1/30 dari jumlah yang seharusnya diterima dari
setiap pelanggaran.
Pasal 9
PIHAK KEDUA wajib mematuhi aturan kepegawaian RS. Jiwa Prof. HB. Saanin Padang sesuai Peraturan
Gubernur Sumatera Barat Nomor : 29 tahun 2011, tentang Tata Kelola RS. Jiwa Prof. HB. Saanin Padang
dan aturan lainnya yang berlaku.
Pasal 10
PIHAK KEDUA wajib hadir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan mengenakan pakaian Dinas
sesuai aturan yang berlaku di RS. Jiwa Prof. HB. Saanin Padang.
Pasal 11
Pegawai yang mangkir 6 (enam) hari kerja berturut-turut tanpa surat keterangan yang sah dan telah
dipanggil dua kali secara patut dan tertulis, maka dianggap telah mengundurkan diri dan akan diproses
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pasal 12
Hal–hal yang belum diatur dalam perjanjian kontrak kerja ini apabila dikemudian hari terdapat
kekeliruan/kesalahan akan diadakan pembetulan kembali sebagaimana mestinya.
Demikian kontrak kerja ini dibuat tanpa paksaan dari pihak manapun dan langsung mengikat kedua belah
pihak terhitung tanggal kontrak ini ditanda tangan oleh masing–masing pihak.

Padang, 01 Januari 2019


PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

dr. AKLIMA, MPH AMELIA


Pembina TK.I / Nip.19680203 200212 2 002 NIK. 2016.02.2.083