Anda di halaman 1dari 57

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

OPTIMALISASI KESEHATAN LINGKUNGAN


MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)
DI LAPAS KELAS IIA PEKALONGAN

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN IV


PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2018

Nama : Mustafrikhatul Maftukhah, S.Kep., Ners


NIP : 199109242017122002
Angkatan / No : IV (Empat) / 33
Jabatan : Perawat Pertama
Unit Kerja : Lapas Kelas IIA Pekalongan

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


REPUBLIK INDONESIA
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH
2018
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

OPTIMALISASI KESEHATAN LINGKUNGAN


MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)
DI LAPAS KELAS IIA PEKALONGAN

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN IV


PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2018

Nama : Mustafrikhatul Maftukhah, S.Kep., Ners


NIP : 199109242017122002
Angkatan / No : IV (Empat) / 33
Jabatan : Perawat Pertama
Unit Kerja : Lapas Kelas IIA Pekalongan

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


REPUBLIK INDONESIA
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH
2018
HALAMAN PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI DAN REHABILITASI

OPTIMALISASI KESEHATAN LINGKUNGAN


MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)
DI LAPAS KELAS IIA PEKALONGAN

Nama Peserta : Mustafrikhatul Maftukhah, S.Kep, Ners


NIP : 199109242017122002
No. Absen : 33

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:


Hari : Selasa
Tanggal : 25 September 2018
Tempat : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah Provinsi Jawa Tengah

Semarang, 24 September 2018


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Mustafrikhatul Maftukhah, S.Kep., Ners


NIP 199109242017122002

Menyetujui

Mentor Coach

Hariyadi, S.E. Ir. Wahyu Istiyanti, MM


NIP 196505221989031001 NIP 196405021990032002
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI DAN REHABILITASI

OPTIMALISASI KESEHATAN LINGKUNGAN


MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)
DI LAPAS KELAS IIA PEKALONGAN

Nama Peserta : Mustafrikhatul Maftukhah, S.Kep, Ners


NIP : 199109242017122002
No. Absen : 33

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:


Hari : Selasa
Tanggal : 25 September 2018
Tempat : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah Provinsi Jawa Tengah

Semarang, 25 September 2018


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Mustafrikhatul Maftukhah, S.Kep., Ners


NIP 199109242017122002

Menyetujui,
Coach Narasumber Mentor

Ir. Wahyu Istiyanti, MM Drs. Siswanta Jaka P., Apt., M.Kes Hariyadi, S.E.
NIP NIP 196310281989111001 NIP 196505221989031001
196405021990032002
PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas


berkah rahmat dan karunia-Nya maka pelaksanaan aktualisasi ini dapat
diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan aktualisasi ini disusun dalam
rangka memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Latihan Dasar
CPNS Golongan III Angkatan IV Tahun 2018 Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia yang diselenggarakan di Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan
dalam aktualisasi ini diharapkan dapat mencerminkan dan
mengimplementasikan nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara (ASN)
meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan
Anti Korupsi (ANEKA) dan dapat diterapkan di tempat kerja.
Terselesaikannya laporan aktualisasi ini tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima
kasih dan penghargaan kepada:
1. Bapak Yasonna H. Laoly, selaku Menteri Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia
2. Ibu Riena Retnaningrum, SH sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala
BPSDMD Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan fasilitas dan
sarana prasarana sehingga kegiatan pendidikan dan pelatihan
prajabatan ini berlangsung dengan baik
3. Bapak Dewa Putu Gede, Bc.IP, SH, MH selaku Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah yang telah memberikan
motivasi kepada penulis untuk menjadi ASN yang baik.
4. Bapak Agus Heryanto, Bc.Ip, SH, MH. selaku Kalapas Kelas IIA
Pekalongan yang memberikan kesempatan pelaksanaan aktualisasi di
Lapas Pekalongan.
5. Bapak Hariyadi, SE., selaku mentor dan Kepala Seksi Giatja Lapas
Kelas IIA Pekalongan yang senantiasa memberi arahan dan bimbingan
dalam penulisan rancangan aktualisasi ini
6. Ibu Ir. Wahyu Istiyanti, MM, selaku coach yang telah memberikan
bimbingan, arahan, dukungan, dan motivasi dalam pelaksanaan
kegiatan aktualisasi
7. Keluarga besar Lapas Kelas IIA Pekalongan
8. Orangtua dan keluarga yang senantiasa memberi doa dan semangat
untuk penulis
9. Teman-teman Latsar CPNS Gol.III Angkatan IV Tahun 2018 atas
kebersamaan dan kerjasamanya
10. Berbagai pihak lainnya yang telah membantu terwujudnya rancangan
aktualisasi ini.

Tidak ada gading yang tak retak. Penulis menyadari bahwa masih
banyak kekurangan dalam penulisan laporan aktualisasi ini. Oleh karena
itu, penulis mengharap saran dan masukan untuk penyempurnaan
kegiatan aktualisasi ini ke depannya. Semoga penerapan nilai-nilai dasar
profesi ASN ini dapat kita terapkan dalam setiap karya dan pengabdian
hingga masa purna tugas. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi
kita semua. Aamiin.

Semarang, 24 September 2018

Mustafrikhatul Maftukhah, S.Kep., Ners


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN...........................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN............................................................iii
PRAKATA........................................................................................iv
DAFTAR ISI.....................................................................................vi
DAFTAR TABEL............................................................................vii
DAFTAR GAMBAR......................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah..................................3
C. Tujuan.....................................................................................7
D. Manfaat...................................................................................7
BAB II DESKRIPSI UNIT ORGANISASI
A. Profil Organisasi………………………………………………… 8
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat………………………………….8
C. Role Model.............................................................................8
BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI-HABITUASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan
dengan Nilai ANEKA............................................................27
B. Daftar Rencana Aktualisasi..................................................40
BAB IV HASIL KEGIATAN AKTUALISASI-HABITUASI
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-Nilai
Dasar ANEKA
B. Kontribusi Kegiatan Aktualisasi terhadap Pencapaian Visi Misi
Organisasi
C. Penguatan Nilai-nilai Organisasi
D. Kendala yang Dihadapi dan Strategi Mengatasi Kendala
BAB V PENUTUP
Simpulan...................................................................................58
Rekomendasi……………………………………………………... 60
Rencana Aksi……………………………………………………... 60
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Bobot Nilai Kriteria Kualitas Isu Mengunakan Metode


APKL………………………………………………………... 4
Tabel 1.2. Analisis Isu Menggunakan Metode APKL……………… 4
Tabel 1.3. Analisis Isu Menggunakan Metode USG……………….. 6
Tabel 4.1. Jumlah Pegawai Nerdasarkan Jabatan Pegawai………34
Tabel 3.2. Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan…………........ 36
Tabel 3.3. Jumlah Pegawai Berdasarkan Pendidikan…………….. 36
Tabel 3.4. Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin…………. 36
Tabel 3.5. Jumlah Pegawai Berdasarkan Agama…………………. 36
Tabel 4.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi……………………….. 44
Tabel 4.2. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi…………………………53
Tabel 4.3. Analisa Potensi Dampak……………………………….... 55
Tabel 4.4. Antisipasi Menghadapi Kendala-Kendala Aktualisasi.... 56
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Lapas Kelas IIA Pekalongan………..


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara (ASN) menyebutkan bahwa Institusi Pemerintah wajib
memberikan Pendidikan dan Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS) selama satu tahun masa percobaan. Selain itu,
dalam Peraturan Pemerintahan Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS),
ditetapkan bahwa salah satu jenis diklat yang strategis untuk
mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN menjadi profesional adalah
Diklat Prajabatan. Penyelenggaraan Diklat Prajabatan bertujuan untuk
membentuk PNS yang profesional, yaitu PNS yang karakternya
dibentuk oleh nilai-nilai dasar profesi PNS, sehingga mampu
melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai
pelayan masyarakat.
Sesuai dengan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara
Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan
Dasar Calon PNS Golongan III, peserta Diklat mendapatkan materi
mengenai nilai-nilai dasar profesi PNS, yaitu ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu dan Anti korupsi) serta
materi peran dan kedudukan PNS meliputi Manajemen ASN,
Pelayanan Publik, dan Whole of Government. Setelah pemberian
materi selesai dilaksanakan, peserta juga dituntut untuk membuat
suatu rancangan aktualisasi yang bisa diterapkan di instansi tempat
kerja. Rancangan aktualisasi dibuat berdasarkan permasalahan yang
ada di institusi tersebut, sehingga dengan adanya kegiatan aktualisasi
ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata untuk
memecahkan permasalahan yang ada.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan
merupakan salah satu Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia yang memiliki fungsi menyiapkan
Warga Binaan Pemasyarakatan agar dapat berintegrasi secara sehat
dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai
anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab (Pasal 3
UUD No.12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan). Permasalahan
yang dihadapi oleh Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia saat ini
adalah overkapasitas. Kamar blok yang harusnya dihuni orang
tertentu, jumlahnya bisa naik 2 hingga 3 kali lipat. Warga binaan harus
berbagi tempat di satu ruangan (blok hunian) yang sama.
Kebersihan blok hunian dan lingkungan Lapas sangat bergantung
pada warga binaan yang hidup di dalamnya. Sementara itu, kesehatan
warga binaan juga bergantung pada kebersihan tempat tinggalnya.
Posisinya yang terletak di Pekalongan Utara dan berdekatan
dengan laut menyebabkan Lapas Kelas IIA Pekalongan beberapa kali
mengalami rob. Kondisi terparah terjadi pada bulan Mei 2018. Karena
rob yang sedemikian parahnya hingga menyebabkan tembok belakang
Lapas ambruk, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA
Pekalongan dipindah ke beberapa Lapas yang ada di Jawa Tengah.
Dari total awal penghuni berjumlah 769 WBP, saat ini yang tinggal di
Lapas Kelas IIA Pekalongan berjumlah 28 WBP.
Kondisi lingkungan Lapas Kelas IIA Pekalongan saat ini belum
tertata dengan baik. Sampah masih banyak yang menumpuk dan
genangan air paska banjir rob ada di beberapa titik. Air MCK (mandi,
cuci, kakus) blok hunian juga belum layak pakai karena keruh dan
terkadang tercium bau tidak sedap.
Hal yang tak jauh berbeda juga terjadi pada klinik Lapas. Karena
posisinya yang lebih rendah dibandingkan bangunan luar, air sangat
mudah masuk ke dalam klinik jika rob datang. Dokumen kesehatan
belum tersusun dengan baik, beberapa peralatan kesehatan juga tidak
terawat. Padahal sarana penunjang kesehatan seperti tempat
pelayanan kesehatan (klinik), peralatan kesehatan, air bersih, dan
sanitasi lingkungan sangat penting demi kesejahteraan hidup Warga
Binaan Pemasyarakatan di dalam Lapas.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis menetapkan untuk
mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada warga
binaan untuk mengatasi permasalahan belum optimalnya kualitas
kesehatan lingkungan di Lapas Kelas IIA Pekalongan demi
peningkatan kesehatan dan kesejahteraan kehidupan di dalam Lapas.

B. Identifikasi Isu
Identifikasi isu ini dibuat berdasarkan isu-isu yang ditemukan di
Lapas Kelas IIA Pekalongan. Analisis APKL (Aktual, Problematika,
Kekhalayakan, Kelayakan) dan USG (Urgency, Seriousness, Growth)
digunakan untuk mengidentifikasi isu yang akan diprioritaskan untuk
ditangani. Adapun isu-isu yang berkembang di Lapas Kelas IIA
Pekalongan dalam kurun waktu enam bulan terakhir adalah sebagai
berikut:
a. Pengisian Sistem Database Pemasyarakatan Kesehatan dan
Perawatan (SDP Keswat) yang kurang optimal
b. Belum optimalnya kualitas kesehatan lingkungan di Lapas
c. Terbatasnya obat-obatan di klinik Lapas
d. Tidak semua Warga Binaan Pemasyarakatan memiliki BPJS
e. Belum tersedianya dokter gigi di klinik Lapas
Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap kelima
isu di atas untuk menentukan Core Issue. Analisis dilakukan dengan
menggunakan 2 (dua) metode yaitu:
1. Metode APKL (Aktual, Problematika, Kekhalayakan, Layak)
2. Metode USG (Urgency, Seriousness, Growth)

Metode APKL (Aktual, Problematika, Kekhalayakan, Layak)


Metode APKL memiliki 4 (empat) kriteria penilaian yaitu Aktual,
Problematika, Kekhalayakan, dan Layak.
1) Aktual mengandung arti isu yang diangkat benar-benar terjadi dan
sedang berlangsung atau sedang menjadi isu yang hangat
dibicarakan oleh masyarakat.
2) Problematika memiliki arti bahwa isu tersebut menyimpang dari
standar dan harapan masyarakat sehingga perlu untuk segera
dicari solusinya.
3) Kekhalayakan berarti isu tersebut menyangkut hajat hidup orang
banyak.
4) Layak artinya isu tersebut masuk akal, logis, realistik sehingga
dapat dimunculkan solusi untuk menyelesaikannya.
Penentuan kualiatas isu dengan metode APKL dilakukan dengan
memberikan pembobotan (+) dan (-) untuk setiap kriterianya. Adapun
keterangan dari setiap bobot, yaitu:

Bobot Keterangan

+ Memenuhi Syarat

- Tidak Memenuhi Syarat

Tabel 1.1. Bobot Nilai Kriteria Kualitas Isu Mengunakan Metode APKL

Berikut adalah analisis atas isu yang ditetapkan dengan


menggunakan metode APKL.

Tabel 1.2. Analisis Isu Menggunakan APKL

No Core Issue A P K L Keterangan


Pengisian SDP Keswat yang
1 - - + + Tidak Memenuhi
kurang optimal
Syarat
Belum optimalnya kualitas
2 + + + + Memenuhi Syarat
kesehatan lingkungan di
Lapas
Terbatasnya obat-obatan di
3 + + + + Memenuhi Syarat
klinik Lapas
Tidak semua Warga Binaan
4 - + + - Tidak Memenuhi
Pemasyarakatan memiliki
Syarat
BPJS
Belum tersedianya dokter gigi
5 - + + + Tidak Memenuhi
di klinik Lapas
Syarat

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan di atas, diperoleh


hasil bahwa isu nomor 2 dan 3 adalah isu yang memenuhi syarat,
yakni Belum optimalnya kualitas kesehatan lingkungan di Lapas dan
Terbatasnya obat-obatan di klinik Lapas. Kedua isu prioritas tersebut
kemudian dianalisis kembali menggunakan metode USG (Urgency,
Seriousness, Growth), yang artinya:Urgency artinya seberapa
mendesak untuk dibahas dikaitkan dengan waktu.
a. Seriousness artinya seberapa serius dikaitakan dengan akibat
yang muncul bila penyebab isu tidak dipecahkan dan masalah
yang akan timbul akan lebih serius dari masalah pokok.
b. Growth artinya seberapa akan berkembang dikaitkan dengan
kemungkinan masalah akan makin memburuk bila dibiarkan.

Hasil analisis atas kedua isu tersebut menggunakan metode USG


dapat dilihat pada tabel 1.3.

Tabel 1.3. Analisis Isu Menggunakan Metode USG

Sumber
Kriteria Isu Identifikasi Isu U S G Total
No Isu
Belum optimalnya
Manajemen
kualitas
ASN, Unit
1. kesehatan 5 5 5 15
Pelayanan Kerja
lingkungan di
Publik
Lapas
Manajemen
Terbatasnya obat-
ASN, WoG, Unit
2. obatan di klinik 5 4 4 13
Pelayanan Kerja
Lapas
Publik

Keterangan:
1 : Sangat Kecil 4 : Besar
2 : Kecil 5 : Sangat Besar
3 : Sedang

Isu yang diangkat berdasarkan metode USG pada tabel di atas


adalah belum optimalnya kualitas kesehatan lingkungan di Lapas.
Dampak jika permasalahan tersebut tidak diatasi, warga binaan dapat
terjangkit berbagai macam penyakit seperti penyakit kulit, diare,
demam berdarah, tifoid, leptospirosis, dan ISPA (Infeksi Saluran
Pernapasan Akut). Tak hanya mengancam warga binaan, penyakit-
penyakit ini juga dapat menyerang petugas yang bekerja siang malam
di Lapas. Oleh sebab itu, untuk mencegah hal tersebut terjadi,
permasalahan di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekalongan harus segera
diatasi. Jadi, rumusan masalah yang diangkat adalah belum
optimalnya kualitas kesehatan lingkungan di Lapas Kelas IIA
Pekalongan.

C. Tujuan
Berikut ini merupakan tujuan kegiatan aktualisasi yang dilakukan
berdasarkan latar belakang masalah di atas.
1. Meningkatkan pengetahuan Warga Binaan Pemasyarakatan
terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
2. Menjadikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai gaya
hidup Warga Binaan Pemasyarakatan
3. Meningkatkan kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan
4. Menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dan sehat

D. Manfaat
1. Bagi Penulis
Menambah pengetahuan dan wawasan khususnya tentang nilai-
nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi), serta dapat
mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam pekerjaan sehari-
hari di satuan kerja masing-masing.
2. Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan
Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku Warga Binaan
Pemasyarakatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
3. Bagi Institusi
Mewujudkan kondisi Lembaga Pemasyarakatan yang bersih,
terawat, dan sehat.
BAB II

DESKRIPSI UNIT ORGANISASI

A. Profil Organisasi
1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan
merupakan Lapas peninggalan Belanda yang dibangun pada
tahun 1913. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman
RI Nomor: M.01.PR.07.03 tahun 1985 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan, Lembaga
Pemasyarakatan Pekalongan yang semula Kelas I berubah
menjadi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA. Perubahan ini
merupakan evaluasi dari sistem kepenjaraan bahwa sistem
kepenjaraan tidak relevan digunakan pada zaman.

2. Visi, Misi, Nilai, dan Tujuan Organisasi


Berikut ini merupakan Visi dan Misi Direktorat Jenderal
Pemasyarakatan yang menjadi panduan Lapas Kelas IIA
Pekalongan menjalankan tugas dan fungsinya.
a. Visi
Menjadi Penyelenggara Pemasyarakatan yang professional
dalam penegakan hokum dan Perlindungan HAM
b. Misi
1) Menegakkan hukum dan hak asasi manusia terhadap
tahanan, narapidana, anak, dan klien pemasyarakatan
2) Mengembangkan pengelolaan Pemasyarakatan dan
menerapkan standar pemasyarakatan berbasis IT
3) Meningkatkan partisipasi masyarakat (perlibatan,
dukungan, dan pengawasan) dalam penyelenggaraan
pemasyarakatan
4) Mengembangkan profesionalisme dan budaya kerja
petugas pemasyarakatan yang bersih dan bermartabat
c. Nilai Organisasi
Nilai yang dimiliki Lapas Kelas IIA Pekalongan adalah
PASTI SMART. PASTI memiliki makna Profesional, yaitu
setiap petugas Pemasyarakatan harus memiliki pengakuan
sebagai petugas yang berintegritas, menjalankan tugas
sesuai dengan SOP yang benar, dan bebas dari intervensi
manapun. Akuntabel, berarti bekerja berdasarkan
perhitungan yang tepat dan penuh kepastian. Sinergi, artinya
setiap insan Pemasyarakatan harus dapat bekerjasama
seiring sejalan membangun Pemasyarakatan yang lebih baik.
Transparan, berarti terbuka, terlihat, dan dapat dipantau oleh
masyarakat. Sedangkan Inovatif, mengandung arti petugas
Pemasyarakatan harus bekerja melakukan terobosan yang
efektif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Petugas Pemasyarakatan juga harus menjadi petugas
yang cerdas yaitu SMART, yaitu Serious, artinya petugas
harus serius dalam bekerja. Minded, mengandung arti bahwa
petugas harus memiliki pemikiran yang luas. Active, berarti
petugas harus bekerja secara sungguh-sungguh.
Responsive, artinya petugas harus peka dalam berbagai
permasalahan dan harus tanggap. Terakhir adalah Talk,
artinya petugas harus bisa menjalin komunikasi yang baik.

d. Tujuan Organisasi
Adapun tujuan Lapas Kelas IIA Pekalongan adalah untuk
membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi
manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri
dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima
kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan
dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai
warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi


a. Struktur Organisasi
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Lapas Kelas IIA Pekalongan

b. Job Deskripsi
1) Kepala Lapas
Bertanggungjawab kepada Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah
Jawa Tengah dalam perencanaan, administrasi
keamanan dan tata tertib keuangan, perlengkapan,
sumber daya manusia (SDM), pembinaan Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP), perawatan, pembinaan
keterampilan sehingga terselenggaranya pembinaan
terhadap narapidana, terselenggaranya program
pembinaan keterampilan, kesehatan napi, tertib
administrasi lapas, terkendalinya tingkat keamanan dan
ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA
Pekalongan.

2) Kepala Sub Bagian Tata Usaha


Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas
untuk urusan ketatausahaan kepegawaian dan rumah
tangga serta pelayanan administrasi dan fasilitatif di
Lapas untuk menunjang berjalannya seluruh kegiatan
organisasi. Kegiatan tersebut meliputi: melakukan
kegiatan surat menyurat, penggandaan, pengetikan
komputer, kearsipan, membuat laporan bulanan/laporan
khusus darik (daftar periksa surat-surat penting yang
harus segera dijawab), mencatat kegiatan Kalapas, dan
protokoler.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha membawahi dua
Kepala Urusan (Kaur), yaitu: Kepala Urusan Umum dan
Kepala Urusan Keuangan dan Kepegawaian.
a) Kepala Urusan Umum
Kaur Umum bertanggung jawab dalam mengawasi
pelaksanaan kegiatan umum yang meliputi distribusi
surat-surat dinas, perawatan/perbaikan/pencatatan
sarana fisik dan kendaraan dinas, dan sarana umum
lainnya, guna mendukung kelancaran operasional
Lapas.
b) Kepala Urusan Keuangan dan Kepegawaian
Kaur Keuangan dan Kepegawaian bertanggung jawab
dalam mengendalikan, mengawasi, dan
mengkoordinir urusan kepegawaian dan keuangan
agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3) Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga


Pemasyarakatan (Ka. KPLP)
Ka.KPLP mempunyai tugas dan wewenang
menjaga keadaan Lapas baik penghuni, inventaris
kantor dan keadaan isi Lapas dalam keadaan aman
dan kondusif. Selain itu juga bertanggung jawab dalam
merencanakan mengkoordinir dan mengawasi kegiatan
pengamanan lingkungan lapas dan menjaga ketertiban
WBP sehingga dapat menciptakan suasana aman
terkendali pada lingkungan lapas.

4) Kepala Seksi Bimbingan Napi / Anak Didik


Kasi Binadik bertanggung jawab merencanakan,
mengelola, mengkoordinasikan dan mengevaluasi
pelaksanaan program di bidang registrasi, statistik,
dokumentasi pembinaan mental/rohani, serta
memberikan perawatan pada WBP baik administrasi,
kesehatan maupun kegiatan-kegiatan dalam Lapas.
Kasi Binadik membawahi dua seksi yaitu sub seksi
Registrasi dan Bimaswat.
a) Sub Seksi Registrasi
Sub seksi ini bertanggung jawab untuk melakukan
pendataan, statistik, dokumentasi sidik jari,
pencatatan, dan pembuatan laporan WBP.
b) Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan
Perawatan (Bimaswat)
Sub Seksi Bimaswat bertanggung jawab untuk
pengkoordinasian kegiatan program bidang
kerohanian dan keolahragaan di bidang bimbingan
kemasyarakatan sehingga mendukung terciptanya
kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan serta
optimalisasi program asimilasi, pembebasan
bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas.
Sub Seksi ini juga bertanggung jawab dalam hal
pelayanan perawatan kesehatan narapidana dan
penyediaan pakaian dan makanan sesuai dengan
prosedur yang berlaku agar WBP dapat mengikuti
program pembinaan kepribadian, dan kemandirian
dengan baik.

5) Kepala Seksi Kegiatan Kerja


Kasi Giatja bertanggung jawab dalam bidang
bimbingan dan latihan keterampilan kerja, penyediaan
kegiatan kerja, produksi, pendayagunaan tenaga kerja
WBP, serta pengembangan kemitraan dan pemasaran,
sehingga mendukung terciptanya kemandirian WBP.
Kasi Giatja membawahi dua Sub Seksi, yaitu Sub
Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja
serta Sub Seksi Sarana Kerja.
a) Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil
Kerja
Sub seksi bimbingan kerja dan pengelolaan hasil
kerja bertanggung jawab untuk kebenaran hasil
kerja, mutu produksi sesuai dengan yang
diharapkan, serta keamanan dan ketenangan
narapidana yang bekerja dalam Lembaga
Pemasyarakatan.
b) Sub Seksi Sarana Kerja
Sub seksi sarana kerja bertanggung jawab untuk
pemeliharaan sarana dan peralatan kerja;
kelancaran penyediaan bahan dan sarana/peralatan
kerja; jumlah bahan, sarana/peralatan kerja yang
ada; serta perbaikan sarana yang masih digunakan.

6) Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib


Seksi Adm. Kamtib bertanggung jawab dalam
merencanakan, mengendalikan kegiatan keamanan
dan ketertiban, pelaporan tata tertib serta administrasi
keamanan dan ketertiban sehingga terselenggaranya
keamanan dan ketertiban sesuai standar yang
ditetapkan serta terselenggaranya ketertiban
administrasi keamanan di lapas. Wewenang dan tugas
seksi ini yaitu menjaga keamanan dalam Lapas agar
tercapai keadaan aman tertib dan tentram antar
penghuni Lapas.
Ka.Sie Adm. Kamtib membawahi dua seksi, yaitu
Sub Seksi Pelaporan Tata Tertib dan Sub Seksi
Keamanan.
a) Sub Seksi Pelaporan Tata Tertib
Sub Seksi ini bertanggung jawab dalam
melaksanakan tugas di bidang administrasi
pelaporan dan tata tertib sehingga sesuai dengan
proses dan waktu yang ditetapkan.
b) Sub Seksi Keamanan
Sub Seksi ini bertanggung jawab dalam mengawasi
pelaksanaan kegiatan administrasi keamanan agar
terselenggara tertib administrasi dan bisa
menunjang kelancaran operasional di lingkungan
Lapas.

4. Deskripsi SDM, Sarpras, dan Sumber Daya Lain


Lapas Kelas IIA Pekalongan memiliki pegawai-pegawai seperti
yang terdapat dalam tabel dibawah ini:
a. Deskripsi SDM
1) Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan Pegawai
Tabel 2.1. Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan Pegawai
Jumlah
No. Nama Jabatan
Pegawai
1 Kepala Lapas 1
2 Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan 1
3 Kepala Subbag Tata Usaha 1
4 Kepala Subsi Sarana Kerja 1
5 Kepala Seksi Kegiatan Kerja 1
6 Kepala KPLP 1
Kepala Subsi Bimbingan Kerja dan
7 1
Pengelolaan Hasil Kerja
8 Kepala Subsi Keamanan 1
9 Kepala Urusan Umum 1
10 Kepala Seksi Bimbingan Napi/Anak Didik 1
11 Kepala Subsi Pelaporan dan Tata Tertib 1
Kepala Seksi Administrai dan Keamanan
12 1
Ketertiban
Kepala Subsi Bimbingan Kemasyarakatan
13 1
dan Perawatan
14 Pemelihara Kantor 2
15 Kepala Sub Seksi Registrasi 1
16 Satuan Pengamanan Tahanan/Narapidana 4
17 Penyusun Arsip dan Dokumentasi 1
18 Pengawal Tahanan/Narapidana 3
19 Penjaga Pintu Utama Pemasyarakatan 8
20 Pengelola Sistem Dabatase Pemasyarakatan 1
21 Komandan Jaga 4
22 Pengolah Data Narapidana 1
23 Pengolah Data Laporan Pembukuan 1
24 Pengolah Data Kegiatan Pengamanan 1
25 Penyiap Bahan Laporan dan Evaluasi 1
26 Petugas/Anggota Jaga 19
27 Pengelola Kendaraan Dinas 1
28 Pengelola dan Pengolah Makanan 2
29 Penghubung Administrasi Kepegawaian 1
30 Pengolah Data 1
31 Operator Komputer 1
32 Perawat Pertama 1
33 Penyusun Laporan Keuangan 1
34 Perawat Mahir 1
35 Pemelihara Kantor 1
36 Bendahara Penerimaan Satker 1
37 Perawat Pelaksana 1
38 Penyusun Rencana Kerja dan Anggaran 1
39 Pengolah Data Kegiatan Pengamanan 1
40 Pengolah Arsip dan Dokumentasi 1
41 Bendahara Pengeluaran 1
42 CPNS 32
Jumlah 108
(Sumber: Daftar Urutan Kepangkatan Lapas Kelas IIA Pekalongan, 25 Juni 2018)

2) Jumlah Pegawai Lapas Kelas IIA Pekalongan Berdasarkan


Golongan
Tabel 2.2. Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan
Jumlah Pegawai
Golongan
Januari 2018 Maret 2018
Golongan IV 1 1
Golongan III 59 61
Golongan II 16 46
Golongan I - -
Jumlah 76 108

(Sumber: Daftar Urutan Kepangkatan Lapas Kelas IIA Pekalongan, 25 Juni 2018)

3) Jumlah Pegawai Lapas Kelas IIA Pekalongan Berdasarkan


Pendidikan
Tabel 2.3. Jumlah Pegawai Berdasarkan Pendidikan
Jumlah Pegawai
Pendidikan
Januari 2018 Maret 2018
Program Magister (S2) 1 1
Sarjana (S1) 25 27
Diploma Tiga ( DIII) 3 3
SLTA 45 75
SLTP 2 2
SD - -
Jumlah 76 108
(Sumber: Daftar Urutan Kepangkatan Lapas Kelas IIA Pekalongan, 25 Juni 2018)

4) Jumlah Pegawai Lapas Kelas IIA Pekalongan Berdasarkan


Jenis Kelamin
Tabel 2.4. Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah Pegawai
Jenis Kelamin Januari 2018 Maret 2018
Laki-laki 67 96
Perempuan 9 12
Jumlah 76 108
(Sumber: Daftar Urutan Kepangkatan Lapas Kelas IIA Pekalongan, 25 Juni 2018)

5) Jumlah Pegawai Lapas Kelas IIA Pekalongan Berdasarkan


Agama
Tabel 2.5. Jumlah Pegawai Berdasarkan Agama
Jumlah Pegawai
Jenis Kelamin Januari 2018 Februari 2018
Islam 74 105
Kristen Prostestan 2 3
Katolik - -
Hindu - -
Budha - -
Jumlah 76 108
(Sumber: wawancara dengan bagian kepegawaian Lapas Kelas IIA
Pekalongan, 25 Juni 2018)

b. Sarana Prasana dan Sumber Daya Lain


Untuk mendukung aktivitas pembinaan, dibutuhkan sarana dan
prasarana yang memadai. Adapun sarana dan prasarana yang
ada di Lapas Kelas IIA Pekalongan adalah sebagi berikut.
1) Luas Tanah
Untuk bangunan blok/kantor : 42.986 m2
Untuk kebun/pertanian : 25.447 m2
Untuk perumahan : 4.067 m2
Jumlah : 73.500 m2
2) Luas Bangunan
Bangunan kantor : 870 m2
Bangunan blok hunian dll : 18.332 m2
Jumlah : 19.202 m2
3) Ruang Bimbingan
Dalam pembimbingan dan pembinaan bagi warga binaan,
disediakan sarana yang meliputi:
a. Satu ruang untuk kegiatan penyuluhan
b. Satu ruang untuk kegiatan pembinaan keseniaan
c. Satu ruangn untuk perpustakaan
4) Klinik
Klinik Lapas Kelas IIA Pekalongan meliputi:
a. Satu ruang untuk periksa
b. Satu ruang untuk penyimpanan obat
c. Satu ruang untuk rawat inap
5) Ruang Kunjungan
Lapas Kelas IIA Pekalongan memiliki satu ruang
besukan/kunjungan yang terletak di halaman dalam
kantor. Pelayan kunjungan dibuka setiap hari Senin
sampai Sabtu dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00.
6) Tempat Ibadah
Lapas telah menyediakan tempat ibadah bagi warga
binaan yang akan melaksanakan ibadah sesuai agama
yang dianutnya. Tempat ibadah yang tersedia di Lapas
Kelas IIA Pekalongan sebagai berikut.
a. Satu masjid di dekat blok hunian warga binaan untuk
warga binaan dan pegawai laki-laki, dan satu mushola
untuk pegawai wanita
b. Satu ruang untuk gereja
c. Satu ruang untuk pura
7) Wartel
Lapas mengelola wartel untuk memfasilitasi warga binaan
yang membutuhkan komunikasi jarak jauh dengan
kerabatnya.
8) Ruang Dapur
Pemberian makan 3 kali sehari dengan menu yang
berbeda tiap 10 hari.
9) Bengkel Kerja (Bengker)
Bengker terletak di bagian belakang Lapas Kelas IIA
Pekalongan yang merupakan tempat kerja bagi warga
binaan untuk melatih keterampilan, antara lain
keterampilan menjahit, pertukangan, perikanan, dan
pertanian.
10)Tempat Cuci Motor dan Mobil
Terletak di sebelah luar pintu keluar Lapas. Tempat ini
merupakan tempat warga binaan yang sedang dalam
proses asimilasi bekerja mencuci motor dan mobil.
11) Café Integrasi
Lokasinya bersebelahan dengan tempat cuci motor dan
mobil. Sama halnya dengan tempat tersebut, café
integrasi juga merupakan tempat warga binaan yang
sedang dalam proses asimilasi.
12)Tempat Parkir
Tempat parkir terletak di sebelah Utara pintu masuk yang
dijaga oleh warga binaan yang sedang dalam tahap
asimilasi.
13)Lapangan
Lapangan merupakan tempat warga binaan melakukan
olahraga dan petugas Lapas melakukan upacara.
14)Alat-alat Keamanan
Alat keamanan yang dimiliki Lapas Kelas IIA Pekalongan
antara lain cctv, mesin x-ray, borgol tangan, rencong,
gembok, hand metal detector, perangkat anti huru-hara,
senjata api, dan handy talky.
15)Blok Hunian
Lapas Kelas IIA Pekalongan memiliki delapan blok hunian
bagi warga binaan, yaitu:
a) Blok Mapenaling (kamar 4 s/d 6) diperuntukkan bagi
warga binaan dalam masa pengenalan lingkungan
(narapidana baru)
b) Blok Muka (kamar 7 s/d 11) diperuntukkan bagi
pemuka dan asimilasi kerja luar Lapas
c) Blok Generasi Muda (kamar 12 s/d 17) diperuntukkan
bagi kurve dapur dan pertanian dalam Lapas
d) Blok Tamping (kamar 7 s/d 10) diperuntukkan bagi
tamping dan kurve kebersihan kantor
e) Blok III (kamar 18 s/d 30) diperuntukkan kurve bengkel
kerja, Bimaswat, pondok pesantren dan gereja
f) Blok V (kamar 31 s/d 46) diperuntukkan bagi warga
binaan kasus narkoba
g) Blok IV A (kamar 47 s/d 62) diperuntukkan bagi warga
binaan kasus kriminal umum
h) Blok IV B (kamar 63 s/d 76) diperuntukkan bagi warga
binaan yang menjalani tindakan disiplin di Lapas
16)Sarana Transportasi
Lapas Kelas IIA Pekalongan memiliki kendaraan untuk
membantu mobilitas petugas, antara lain bus transpas,
ambulans, dan mobil tahanan.

B. Tugas Jabatan Peserta Diklat


Berikut merupakan tugas jabatan perawat ahli pertama sesuai
dengan SKP dan PERMENPAN RB No. 25 Tahun 2014
1. Melakukan pengkajian keperawatan lanjutan pada individu
2. Melakukan evaluasi tindakan keperawatan pada individu
3. Melakukan dokumentasi proses keperawatan pada tahap
perencanaan keperawatan pada individu
4. Melakukan dokumentasi proses keperawatan pada tahap
pelaksanaan tindakan keperawatan
5. Menyusun rencana kegiatan individu perawat
6. Merumuskan diagnosa keperawatan pada individu
7. Membuat prioritas diagnosa keperawatan pada individu
8. Merumuskan tujuan keperawatan pada individu
9. Merumuskan tindakan keperawatan pada individu
10. Melakukan pendidikan kesehatan pada individu pasien
11. Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan
keperawatan

C. Role Model
Role Model adalah teladan. Role model penting dalam
pelaksanaan aktualisasi agar penulis dapat meneledani seperti apa
role model dalam pelaksanaan tugasnya sehingga penulis dapat
melaksanakan aktualisasi dengan tetap menjaga nilai-nilai dasar
ASN. Role model penulis di lingkungan Kemenkumham adalah
Bapak Yasonna Hamonangan Laoly.
Beliau orangnya tegas, penuh semangat, dan yang paling
penting adalah berin tegritas. Penulis selalu merasa diisi baterai
energi semangatnya ketika mendengar beliau sedang berbicara.
Beliau sangat berkomitmen terhadap apa yang beliau katakana.
Kalimat yang selalu teringat di benak penulis dari beliau saat forum
pertemuan Menteri dengan CPNS Kemenkumham di Kantor
Gubernur Jawa Tengah Maret 2018 adalah “Kamu diterima bersih
tanpa pungutan apapun. Kamu punya tanggung jawab moral untuk
tetap bersih.”
Begitu perhatiannya Bapak Menteri terhadap kami yang baru
diterima menjadi CPNS Kemenkumham. Pak Yasonna bersedia
keliling dari satu kota ke kota lain demi bertemu dengan para tunas
pengayoman, menyampaikan pesannya untuk kebaikan
Kemenkumham. Beliau membagi nomor telepon ajudannya untuk
dihubungi kapan saja jika kami di lapangan menemukan hal-hal
yang melanggar aturan dilakukan, seperti pungli, pengedaran
narkoba, serta penggunaan handphone dalam Lapas.
Meskipun penulis tidak melihat keseharian Pak Yasona di
kantor, namun dari apa yang Pak Yasona katakan, gesture tubuh
dan semangat yang selalu membara setiap saat, penulis dapat
melihat nilai-nilai dasar ANEKA telah ada dan diamalkan oleh beliau.
Semoga penulis pun bisa meneladani beliau dan mengucapkan
terimakasih karena telah diterima di kementerian ini dengan
menunjukkan kinerja maksimal yang didasari Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.
BAB III

RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI - HABITUASI

Proses perencanaan kegiatan aktualisasi dimulai dengan


dilakukannya analisis isu-isu yang ada di Lapas Kelas IIA Pekalongan.
Isu-isu yang berkembang kemudian dianalisis berdasarkan teknik APKL
(Aktual, Kekhalayakan, Problematik, Layak) untuk diketahui apakah isu
tersebut memenuhi syarat atau tidak, kemudian digunakan skoring
menggunakan teknik USG (Urgency, Seriousness, Growth). Isu yang
dipilih adalah isu yang memenuhi syarat dengan skor tertinggi. Setelah isu
ditetapkan, hal selanjutnya yang dilakukan adalah menentukan gagasan
pemecahan masalah, jadwal pelaksanaan kegiatan aktualisasi, serta
antisipasi dan strategi menghadapi kendala yang mungkin terjadi saat
pelaksanaan nanti.

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan


Nilai ANEKA
Rencana kegiatan aktualisasi dan habituasi dibuat berdasarkan isu
yang sudah ditetapkan untuk diatasi di LAPAS Kelas IIA Pekalongan.
Berdasarkan isu-isu yang sudah dipilih pilih baik melalui metode AKPK
maupun metode USG pada pembahasan di bab-bab sebelumnya, isu
tersebut akan diturunkan menjadi kegiatan-kegiatan yang bersumber
dari Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), Perintah Pimpinan maupun
inovasi yang penulis ciptakan untuk mendukung kegiatan yang
dilaksanakan guna memperoleh hasil yang maksimal. Uraian kegiatan-
kegiatan tersebut, seperti dijelaskan pada tabel dibawah ini:
Unit Kerja : Lapas Kelas IIA Pekalongan
Identifikasi Isu : 1. Pengisian SDP Keswat yang
kurang optimal
2. Belum optimalnya kualitas
kesehatan lingkungan di Lapas
3. Terbatasnya obat-obatan dan alat
kesehatan
4. Tidak semua warga binaan memiliki
BPJS
5. Belum tersedianya dokter gigi di
klinik Lapas
Isu yang diangkat : Belum optimalnya kualitas kesehatan
lingkungan di Lapas
Gagasan Pemecahan Isu : Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat Warga Binaan Pemasyarakatan
di Lapas Kelas IIA Pekalongan
Rancangan kegiatan:
1. Pengelolaan obat-obatan di klinik (Perintah Atasan)
2. Penataan dokumen kesehatan (Perintah Atasan)
3. Perawatan alat kesehatan di klinik (Perintah Atasan)
4. Pembuatan formulir pengkajian kesehatan Warga Binaan
Pemasyarakatan (Inovasi)
5. Skrining kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas
IIA Pekalongan (SKP)
6. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada Warga
Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Pekalongan (Inovasi)
7. Pembuatan poster cuci tangan (Inovasi)
8. Kerja bakti pembersihan lingkungan Lapas (Inovasi)
9. Pembuangan sampah dengan pemilahan sampah organik dan
non organik (Inovasi)
10. Penyediaan air bersih untuk MCK di Lapas (Inovasi)
Tabel 3.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Kontribusi Penguatan
Keterkaitan dengan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-Nilai
Dasar Aneka
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Pengelolaan obat- 1. Melakukan koordinasi Ouput Utama: Saya berkoordinasi dengan Kegiatan ini Kegiatan ini
obatan di klinik dengan staf Obat-obatan yang tersedia sopan (Etika Publik). Saya mendukung misi menguatkan
kesehatan lain aman dikonsumsi dan mendata obat-obatan dengan dari organisasi: tujuan dari
2. Mendata obat-obatan
tersimpan dengan rapi tanggung jawab Mengembangkan organisasi
yang tersedia di klinik
(Akuntabilitas). Saya profesionalisme yaitu:
3. Mengecek tanggal
Output Tahapan Kegiatan: mengecek tanggal kadaluarsa dan budaya kerja 1.Profesional
kadaluarsa obat
4. Memisahkan obat- 1. Hasil koordinasi berupa obat dengan teliti dan petugas 2.Akuntabel
Sumber: Perintah obatan kadaluarsa catatan rencana professional, serta pemasyarakatan
5. Menyimpan obat-
Atasan penataan obat memisahkan obat-obatan yang bersih dan
obatan sesuai dengan
2. Daftar data obat kadaluarsa dengan responsif bermartabat
jenisnya
3. Diketahuinya obat-obatan (Komitmen Mutu). Saya
6. Memusnahkan obat-
yang kadaluarsa menyimpan obat-obatan
obatan kadaluarsa
7. Membuat laporan 4. Obat-obatan kadaluarsa dengan jujur dan mandiri
pemusnahan obat- siap dimusnahkan (Anti Korupsi). Saya
obatan kadaluarsa 5. Obat-obatan siap memusnahkan obat-obatan
8. Membuat daftar digunakan agar tidak dikonsumi WBP
pemakaian obat 6. Obat-obatan kadaluarsa (peduli – Nasionalisme sila
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan dengan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-Nilai
Dasar Aneka
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
harian dimusnahkan ke-2). Saya membuat laporan
7. Bentuk fisik laporan pemusnahan obat dan daftar
pemusnahan obat pemakaian obat harian dengan
8. Bentuk fisik lembaran jujur (Anti Korupsi)
daftar pemakaian obat
harian
2 Penataan 1.Melakukan Ouput Utama: Saya melakukan inventarisasi Kegiatan ini Kegiatan ini
dokumen inventarisasi dokumen Dokumen kesehatan dengan profesional mendukung misi menguatkan
2.Memisahkan
kesehatan tersimpan rapi (Komitmen Mutu). Saya dari organisasi: tujuan dari
dokumen sesuai
memisahkan dokumen sesuai Mengembangkan organisasi
jenisnya
Output Tahapan Kegiatan: jenisnya dengan jujur dan profesionalisme yaitu:
3.Menyiapkan tempat
Sumber: Perintah 1. Daftar inventaris tanggung jawab dan budaya kerja 1.Profesional
dokumen
Atasan 4.Menempatkan dokumen (Akuntabilitas). Saya petugas 2.Akuntabel
2. Dokumen terbagi sesuai
dokumen di tempat menyiapkan tempat dokumen pemasyarakatan
jenisnya
yang sudah yang inovatif agar mudah yang bersih dan
3. Tempat dokumen siap
disediakan digunakan (Komitmen Mutu). bermartabat
digunakan
4. Dokumen disimpan di Saya akan menempatkan
tempat yang disediakan dokumen di tempat yang telah
disediakan dengan konsisten
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan dengan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-Nilai
Dasar Aneka
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
(Akuntabilitas)

3 Perawatan alat 1. Melakukan Ouput Utama: Saya akan melakukan Kegiatan ini Kegiatan ini
kesehatan di klinik inventarisasi alat Alat-alat kesehatan terawat inventarisasi alat dengan jujur mendukung misi menguatkan
kesehatan dengan baik dan tanggung jawab (Anti dari organisasi: tujuan dari
2. Melakukan
Korupsi). Saya akan Mengembangkan organisasi
pembersihan alat
Sumber: Perintah Output Tahapan Kegiatan: melakukan pembersihan alat profesionalisme yaitu:
kesehatan
Atasan 1. Daftar Inventaris alat kesehatan sesuai dengan dan budaya kerja 1.Profesional
3. Menyimpan alat
kesehatan prosedur (Akuntabe). Saya petugas 2.Akuntabel
kesehatan di tempat
2. Alat kesehatan dalam
akan menyimpan alat pemasyarakatan
yang sesuai
kondisi bersih dan steril
kesehatan di tempat aman dan yang bersih dan
3. Alat kesehatan siap
mudah ditemukan (Komitmen bermartabat
pakai tersimpan di
Mutu)
tempat yang sudah
disiapkan
4 Pembuatan 1. Mencari referensi Output Utama: Saya bertanggung jawab Kegiatan ini Kegiatan ini
formulir formulir pengkajian Formulir pengkajian WBP (Akuntabilitas) dalam mencari mendukung misi menguatkan
pengkajian keperawatan referensi formulir pengkajian. dari organisasi: tujuan dari
kesehatan Warga 2. Membuat draft Output Tahapan Kegiatan: Saya membuat draft formulir Mengembangkan organisasi
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan dengan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-Nilai
Dasar Aneka
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Binaan formulir pengkajian 1. Referensi formulir yang efektif dan efisien, profesionalisme yaitu:
Pemasyarakatan keperawatan pengkajian sesuai dengan kebutuhan dan budaya kerja 1.Profesional
3. Konsultasi isi formulir 2. Draft formulir pengkajian Lembaga Pemasyarakatan petugas 2.Akuntabel
dengan senior 3. Catatan revisi formulir (Komitmen Mutu). Saya pemasyarakatan 3.Inovatif
Sumber: inovasi perawat pengkajian berkonsultasi isi formulir yang bersih dan
4. Mencetak formulir 4. Print out formulir dengan sikap sopan (Etika bermartabat
pengkajian Publik). Saya melakukan
pencetakan formulir dengan
jujur dan mandiri (Anti
Korupsi).
5 Skrining 1. Menyiapkan formulir Ouput Utama: Saya menyiapkan fomulir Kegiatan ini Kegiatan ini
kesehatan Warga pengkajian Hasil skrining kesehatan skrining dengan tanggung mendukung misi menguatkan
Binaan 2. Menyiapkan alat WBP jawab (Akuntabilitas). Saya dari organisasi: tujuan dari
Pemasyarakatan pemeriksaan menyiapkan alat pemeriksaan Menegakkan organisasi
Lapas Kelas IIA 3. Melakukan Output Tahapan Kegiatan: yang reliable, sesuai dengan hukum dan hak yaitu:
Pekalongan pemeriksaan fisik 1. Formulir pemeriksaan standar yang berlaku asasi manusia 1. Profesional
4. Melakukan siap digunakan (Komitmen Mutu). terhadap tahanan, 2. Akuntabel
anamnesa 2. Alat yang diperlukan Saya melakukan pemeriksaan narapidana, anak,
Sumber: SKP 5. Mencatat hasil tersedia fisik tanpa membeda-bedakan dan klien
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan dengan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-Nilai
Dasar Aneka
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
pemeriksaan 3. Dokumentasi suku, ras, dan golongan pemasyarakatan
pemeriksaan fisik WBP (Nasionalisme sila ke-5).
4. Dokumentasi keluarga, Saya melakukan anamnesa
riwayat kesehatan, dan dengan keramahan (Etika
kebersihan diri warga Publik). Saya mencatat hasil
binaan pengkajian secara jujur dan
5. Dokumentasi tanggung jawab (Anti
keseluruhan skrining Korupsi)
kesehatan
6 Penyuluhan 1. Mencari referensi Output Utama: Saya jujur dan bertanggung Kegiatan ini Kegiatan ini
Perilaku Hidup materi penyuluhan Peningkatan pengetahuan jawab (Akuntabilitas) dalam mendukung misi menguatkan
2. Konsultasi materi
Bersih dan Sehat WBP tentang PBHS pencarian referensi materi dari organisasi: tujuan dari
dengan senior perawat
kepada Warga penyuluhan. Saya Menegakkan organisasi
3. Pengumuman terkait
Binaan Output Tahapan Kegiatan: berkonsultasi dengan mentor hukum dan hak yaitu:
kegiatan penyuluhan
Pemasyarakatan 1. Draft materi penyuluhan dengan hormat dan sopan asasi manusia 1. Profesional
kepada WBP
2. Hasil konsultasi
Lapas Kelas IIA 4. Menyiapkan alat dan (Etika Publik). terhadap tahanan, 2. Akuntabel
3. Kegiatan mendapat ijin
Pekalongan bahan penyuluhan Saya memberi pengumuman narapidana, anak, 3. Inovatif
dari bagian kemananan
5. Melakukan pretest
penyuluhan terhadap semua dan klien
Lapas
PHBS
4. Alat dan bahan WBP dengan komunikasi pemasyarakatan
6. Melakukan penyuluhan
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan dengan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-Nilai
Dasar Aneka
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Sumber: Inovasi PHBS penyuluhan tersedia efektif (Komitmen Mutu).
7. Mengajari teknik enam 5. Tingkat pengetahuan
Saya melakukan pretest,
langkah cuci tangan WBP terkait PHBS
proses penyuluhan, dan
8. Melakukan post test
sebelum penyuluhan
postest dengan jujur, adil, dan
PHBS 6. Terlaksananya
kerja keras (Anti Korupsi).
penyuluhan PHBS
7. WBP mengerti teknik cuci Saya mengajari teknik enam
tangan yang benar langkah cuci tangan secara
8. Tingkat pengetahuan
adil tanpa membeda-bedakan
WBP terkait PHBS
WBP (Nasionalisme sila ke-5)
setelah penyuluhan
7 Pembuatan poster 1.Menyiapkan konten Output Utama: Saya bertanggung jawab Kegiatan ini Kegiatan ini
cuci tangan poster Bentuk fisik poster cuci (Akuntabilitas) dalam mendukung misi menguatkan
2.Konsultasi konten
tangan menyiapkan konten poster. dari organisasi: tujuan dari
poster dengan mentor
Saya berkonsultasi dengan Meningkatkan organisasi
3.Pencetakan poster
Sumber: Inovasi 4.Memasang poster di Output Tahapan Kegiatan: sopan (Etika Publik). Saya partisipasi yaitu:
1. Profesional
kamar mandi blok 1. Draft poster melakukan pencetakan poster masyarakat
2. Akuntabel
2. Hasil Koordinasi dan
hunian warga binaan dengan jujur dan mandiri (perlibatan,
diskusi berupa revisi
(Anti Korupsi). Saya inovatif dukungan, dan
3. Bentuk fisik poster
4. Poster yang sudah dalam pemasangan poster cuci pengawasan)
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan dengan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-Nilai
Dasar Aneka
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
dipasang tangan di Lapas (Komitmen dalam
Mutu) penyelenggaraan
pemasyarakatan

8 Kerja bakti 1. Berdiskusi dengan Output Utama: Lingkungan Saya berdiskusi dengan sopan Kegiatan ini Kegiatan ini
mentor terkait kerja
pembersihan lapas bersih dan menghargai (Etika mendukung misi menguatkan
bakti
lingkungan Lapas Publik) dari organisasi: tujuan dari
2. Mengumpulkan warga
Output Tahapan Kegiatan: Saya bertanggung jawab Meningkatkan organisasi
binaan
3. Membagi tugas warga 1. Hasil diskusi berupa untuk mengumpulkan warga partisipasi yaitu:
Sumber: Inovasi binaan tanggal pelaksanaan binaan (Akuntabilitas) masyarakat 1. Profesional
4. Membersihkan 2. Warga binaan berkumpul
Saya membagi tugas dengan (perlibatan, 2. Akuntabel
3. Warga binaan mengerti
lingkungan Lapas
adil tanpa membedakan dukungan, dan 3. Sinergi
tugasnya
4. Lingkungan lapas (Nasionalisme Sila ke-5). pengawasan) 4. Transparan
menjadi bersih Saya membersihkan dalam
lingkungan Lapas bersama penyelenggaraan
dengan warga binaan pemasyarakatan
(Nasionalisme sila ke-3)
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan dengan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-Nilai
Dasar Aneka
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
9 Pembuangan 1. Konsultasi dengan Output Utama: Saya menyiapkan tempat Kegiatan ini Kegiatan ini
sampah dengan mentor Pemilahan sampah organik sampah organik dan non mendukung misi menguatkan
2.Menyiapkan tempat
pemilahan dan non organik organik sesuai dengan dari organisasi: tujuan dari
sampah organik dan
sampah organik standar (Komitmen Mutu). Meningkatkan organisasi
non organik
dan non organik Output Tahapan Kegiatan: Berkoordinasi secara partisipasi yaitu:
3.Sosialisasi program
1. Hasil konsultasi terkait musyawarah bersama mentor masyarakat 1. Profesional
pemilahan sampah
penyediaan tempat (Nasionalisme Sila ke-4) (perlibatan, 2. Akuntabel
kepada WBP dan
Sumber: Inovasi sampah dengan sopan (Etika Publik). dukungan, dan 3. Sinergi
petugas
2. Tersedianya tempat
Saya melakukan sosialisasi pengawasan) 4. Inovatif
sampah organik dan non
pemilahan sampah dengan dalam
organik
bertanggung jawab, penyelenggaraan
3. WBP dan petugas
konsisten, dan penuh pemasyarakatan
mengetahui dan mengerti
kejelasan (Akuntabilitas).
metode pembuangan
sampah yang baru
10 Penyediaan air 1.Diskusi dengan Output Utama: Saya berdiskusi dengan Kegiatan ini Kegiatan ini
bersih untuk MCK mentor Air menjadi jernih bahasa yang sopan mendukung misi menguatkan
2.Mencari referensi
di Lapas Kelas IIA (Etika Publik). Saya mencari dari organisasi: tujuan dari
pembuatan saringan
Pekalongan Output Tahapan Kegiatan: referensi pembuatan saringan Menegakkan organisasi
air
1. Hasil diskusi air dengan tanggung jawab hukum dan hak yaitu:
Kontribusi Penguatan
Keterkaitan dengan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-Nilai
Dasar Aneka
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Menyiapkan bahan 2. Gambaran terkait serta menyiapkan alat dan asasi manusia 1. Profesional
Sumber: Inovasi dan alat untuk pembuatan saringan air bahan untuk membuat saringan terhadap tahanan, 2. Akuntabel
3. Alat dan bahan sudah
membuat saringan air air sesuai dengan referensi narapidana, anak, 3. Inovatif
4.Membuat saringan air tersedia
(akuntabilitas). Saya membuat dan klien
5. Mengevaluasi 4. Saringan air telah selesai
saringan air dengan teliti agar pemasyarakatan
kefektifan saringan air dibuat
6.Meletakkan saringan 5. Hasil evaluasi tingkat saringan ini dapat berfungsi
air di kamar mandi kejernihan air maksimal, serta mengevaluasi
6. Saringan air siap
(Komitmen Mutu).
digunakan
Saya meletakkan saringan air
di kamar mandi ditujukan untuk
kepentingan bersama, yakni
agar penghuni Lapas dapat
memanfaatkan air yang jernih
untuk kebutuhan MCK (peduli -
Nasonalisme)
B. Jadwal Rencana Aktualisasi

Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Pekalongan pada tanggal 29 Juni 2018
sampai dengan 23 September 2018. Kegiatan-kegiatan aktualisasi akan dijabarkan dalam timeline
kegiatan pada tabel 4.2.

Tabel 3.2. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi


Minggu Habituasi
Juli 2018 Agustus 2018 September 2018 Portofolio /
No Kegiatan 1 9 16 23 30 1 6 13 20 27 1 3 10 17 Bukti
- - - - - - - - - - - - - -
Kegiatan
8 15 22 29 31 5 12 19 26 31 2 9 16 23
Foto / video /
laporan
Pengelolaan obat-obatan pemusnahan
1
di klinik obat / daftar
pemakaian
obat harian
Foto / video /
Penataan dokumen daftar
2
kesehatan inventaris
dokumen
3 Perawatan alat kesehatan Foto / video /
di klinik daftar
Minggu Habituasi
Juli 2018 Agustus 2018 September 2018 Portofolio /
No Kegiatan 1 9 16 23 30 1 6 13 20 27 1 3 10 17 Bukti
- - - - - - - - - - - - - -
Kegiatan
8 15 22 29 31 5 12 19 26 31 2 9 16 23
inventaris alat
kesehatan
Pembuatan formulir
Foto / video /
4 pengkajian kesehatan
formulir
Warga Binaan
pengkajian
Pemasyarakatan
Skrining kesehatan Warga
Foto / video /
5 Binaan Pemasyarakatan
hasil skrining
Lapas Kelas IIA
kesehatan
Pekalongan
Foto / video /
media edukasi
Penyuluhan Perilaku / ijin kegiatan /
Hidup Bersih dan Sehat handout
6 kepada Warga Binaan presentasi /
Pemasyarakatan Lapas soal pre &
Kelas IIA Pekalongan post test /
daftar
kehadiran
Minggu Habituasi
Juli 2018 Agustus 2018 September 2018 Portofolio /
No Kegiatan 1 9 16 23 30 1 6 13 20 27 1 3 10 17 Bukti
- - - - - - - - - - - - - -
Kegiatan
8 15 22 29 31 5 12 19 26 31 2 9 16 23
Pembuatan poster cuci Foto / poster
7
tangan cuci tangan
8 Kerja bakti pembersihan
Foto / video
lingkungan Lapas
Pembuangan sampah

9 dengan pemilahan Foto


sampah organik dan non / video
organik
Penyediaan air bersih
10 Foto / video
untuk MCK

Keterangan:
: Pelaksanaan Kegiatan
: Tahap finalisasi pelaporan dan penyusunan kegiatan habituasi
BAB IV
HASIL KEGIATAN AKTUALISASI – HABITUASI

A. Kegiatan dan tahapan yang telah dilakukan didukung nilai-nilai


Dasar
Berikut ini merupakan rincian pelaksanaan kegiatan aktualisasi untuk
mendukung optimalisasi kesehatan lingkungan di Lapas Kelas IIA
Pekalongan:

Kegiatan 1 : Pengelolaan obat-obatan di klinik


Tanggal : 1 Juli - 23 September 2018
Output : Obat-obatan yang tersedia aman dikonsumsi dan
tersimpan dengan rapi

1. Deskripsi Kegiatan
a. Melakukan koordinasi dengan staf kesehatan lain
b. Mendata obat-obatan yang tersedia di klinik
c. Mengecek tanggal kadaluarsa obat
d. Memisahkan obat-obatan kadaluarsa
e. Menyimpan obat-obatan sesuai dengan jenisnya
f. Memusnahkan obat-obatan kadaluarsa
g. Membuat laporan pemusnahan obat-obatan kadaluarsa
h. Membuat daftar pemakaian obat harian

2. Keterkaitan nilai-nilai ANEKA


Akuntabilitas
Pendataan obat-obatan membutuhkan pertanggungjawaban karena
data yang tercatat harus sesuai dengan data yang ada di lapangan.

Nasionalisme
Warga binaan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang
maksimal meskipun berada di dalam jeruji besi. Pemusnahan obat-
obatan yang sudah kadaluarsa dilakukan karena rasa kepedulian
kepada para warga binaan agar mereka terhindar dari risiko
penggunaan obat tak layak pakai. Hal ini dilakukan demi
mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Etika Publik

44
Koordinasi pengelolaan obat dilakukan dengan komunikasi yang
baik serta sopan santun dengan senior yang sama-sama bekerja di
klinik.

Komitmen Mutu
Obat-obatan wajib dicek secara berkala agar tidak ada obat
kadaluarsa yang tak sengaja diberikan kepada warga binaan. Hal
ini dilakukan untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan di dalam
Lapas.

Anti Korupsi
Laporan pemusnahan obat dilakukan secara jujur, sesuai kondisi
yang ada.

Kegiatan 2 : Penataan dokumen kesehatan


Tanggal : 9 – 15 Juli 2018
Output : Dokumen kesehatan tersimpan rapi

1. Deskripsi Kegiatan
a. Melakukan inventarisasi dokumen
b. Memisahkan dokumen sesuai jenisnya
c. Menyiapkan tempat dokumen
d. Menempatkan dokumen di tempat yang sudah disediakan

2. Keterkaitan nilai-nilai ANEKA


Akuntabilitas
Pemisahan dokumen dilakukan dengan jujur dan bertanggung
jawab. Penulis juga menempatkan dokumen di tempat yang
disediakan secara konsisten.

Komitmen Mutu
Penulis menyiapkan tempat bagi dokumen yang dipisahkan, serta
membuat label di masing-masing tempat tersebut dengan tujuan
agar staf yang membutuhkan dokumen tertentu dapat dengan
mudah menemukannya. Hal ini merupakan salah satu inovasi yang
dilakukan penulis.

Kegiatan 3 : Perawatan alat kesehatan di klinik


Tanggal : 16 – 22 Juli 2018

45
Output : Alat kesehatan terawat dengan baik

1. Deskripsi Kegiatan
a. Melakukan inventarisasi alat kesehatan
b. Melakukan pembersihan alat
c. Menyimpan alat kesehatan di tempat yang sesuai

2. Keterkaitan nilai-nilai ANEKA


Akuntabilitas
Meskipun peralatan kesehatan di klinik Lapas Kelas IIA Pekalongan
terbatas, dan efek rob yang menyebabkan banyak alat menjadi
berkarat hingga rusak total, petugas kesehatan tetap dituntut untuk
memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan dengan
keterbatasan yang ada. Pembersihan alat kesehatan merupakan
salah satu upaya yang harus dilakukan agar pelayanan kesehatan
dapat optimal. dilakukan dengan tanggung jawab agar pelayanan
kesehatan yang diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan
dapat optimal. Pembersihan dilakukan dengan tanggung jawab
agar kondisi alat kesehatan terutama alat perawatan luka terhindar
dari karat.

Komitmen Mutu
Setelah peralatan dibersihkan, alat disimpan di tempat yang sesuai
dan terjangkau sehingga lebih mudah ditemukan ketika akan
digunakan. Dengan penyimpanan yang teratur, pengamanan alat
juga akan lebih mudah jika sewaktu-waktu banjir rob datang
kembali.

Anti Korupsi
Inventarisasi alat dilakukan dengan jujur dan tanggung jawab
sesuai dengan kondisi yang ada, baik untuk alat yang masih
berfungsi maupun yang sudah rusak.

Kegiatan 4 : Pembuatan formulir pengkajian kesehatan


Tanggal : 23 - 29 Juli 2018
Output : Formulir pengkajian kesehatan

46
1. Deskripsi Kegiatan
a. Mencari referensi formulir pengkajian keperawatan
b. Membuat draft formulir pengkajian keperawatan
c. Konsultasi isi formulir dengan senior perawat
d. Mencetak formulir

2. Keterkaitan nilai-nilai ANEKA


Akuntabilitas
Saya bertanggung jawab dalam mencari referensi formulir
pengkajian. Referensi diperoleh dari formulir pengkajian
puskesmas dan Lapas lain sehingga diharapkan

Etika Publik
Konsultasi draft formulir pengkajian dilakukan dengan sopan.

Komitmen Mutu
Draft formulir pengkajian dibuat efektif dan efisien sesuai dengan
kebutuhan Lembaga Pemasyarakatan. Cukup dengan satu
halaman formulir namun dapat mencakup informasi-informasi
penting yang dibutuhkan terkait dengan kondisi kesehatan warga
binaan.

Anti Korupsi
Pencetakan formulir dilakukan dengan jujur dan mandiri.

Kegiatan 5 : Skrining kesehatan Warga Binaan


Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Pekalongan
Tanggal : 30 Juli -5 Agustus 2018
Output : Hasil skrining kesehatan WBP

1. Deskripsi Kegiatan
a. Menyiapkan formulir skrining/pengkajian
b. Menyiapkan alat pemeriksaan
c. Melakukan pemeriksaan fisik
d. Melakukan anamnesa
e. Mencatat hasil pemeriksaan

2. Keterkaitan nilai-nilai ANEKA


Akuntabilitas
Formulir skrining disiapkan dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme

47
Pemeriksaan fisik dan pengecekan TTV dilakukan tanpa membeda-
bedakan antar warga binaan satu dengan yang lainnya. Mereka
diperlakukan adil dan sama.

Etika Publik
Anamnesa dilakukan dengan ramah dan bahasa yang mudah
dimengerti oleh warga binaan.

Komitmen Mutu
Peralatan yang digunakan sesuai dengan standar yang berlaku,
meskipun ada beberapa alat yang tidak terdapat di klinik Lapas,
namun penulis tetap berusaha menggantikannya dengan alat lain
yang memiliki fungsi yang sama.

Anti Korupsi
Hasil pengkajian dicatat secara jujur dan tanggung jawab sesuai
dengan hasil pemeriksaan.

Kegiatan 6 : Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


kepada Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas
Kelas IIA Pekalongan
Tanggal : 1 – 12 Agustus 2018
Output : Peningkatan pengetahuan WBP tentang PBHS

1. Deskripsi Kegiatan
a. Mencari referensi materi penyuluhan
b. Konsultasi materi dengan senior perawat
c. Pengumuman terkait kegiatan penyuluhan kepada WBP
d. Menyiapkan alat dan bahan penyuluhan
e. Melakukan pretest PHBS
f. Melakukan penyuluhan PHBS
g. Mengajari teknik enam langkah cuci tangan
h. Melakukan post test PHBS

2. Keterkaitan nilai-nilai ANEKA


Akuntabilitas
Pencarian referensi materi penyuluhan yang jujur dan bertanggung
jawab dibutuhkan agar materi yang dibuat sesuai dengan kondisi
lapas.

48
Nasionalisme
Saya mengajari teknik enam langkah cuci tangan secara adil tanpa
membeda-bedakan WBP.

Etika Publik
Saya berkonsultasi dengan mentor dengan hormat dan sopan.

Komitmen Mutu
Saya memberi pengumuman penyuluhan terhadap semua WBP
dengan komunikasi efektif.

Anti Korupsi
Saya melakukan pretest, proses penyuluhan, dan postest dengan
jujur, adil, dan kerja keras.

Kegiatan 7 : Pembuatan poster cuci tangan


Tanggal : 13 – 19 Agustus 2018
Output : Bentuk fisik poster cuci tangan

1. Deskripsi Kegiatan
a. Menyiapkan konten poster
b. Konsultasi konten poster dengan mentor
c. Pencetakan poster
d. Memasang poster di kamar mandi blok hunian warga binaan
2. Keterkaitan nilai-nilai ANEKA
Akuntabilitas
Saya bertanggung jawab dalam menyiapkan konten poster,
disesuaikan dengan kondisi di lembaga pemasarakatan.

Etika Publik
Saya menyampaikan pendapat saya kepada mentor terkait konten
poster yang dibuat dengan sikap dan tutur kata yang sopan.

Komitmen Mutu
Pemasangan poster cuci tangan untuk warga binaan ini merupakan
hal pertama yang dilakukan di Lapas Kelas IIA Pekalongan. Hal ini
merupakan salah satu inovasi dalam hal kesehatan lingkungan di
are Lapas.

Anti Korupsi
Saya melakukan pencetakan poster dengan jujur dan mandiri.

49
Kegiatan 8 : Kerja bakti pembersihan lingkungan Lapas
Tanggal : 27 Juli - 23 September 2018
Output : Lingkungan lapas bersih

1. Deskripsi Kegiatan
a. Berdiskusi dengan mentor terkait kerja bakti
b. Mengumpulkan warga binaan
c. Membagi tugas warga binaan
d. Membersihkan lingkungan Lapas

2. Keterkaitan nilai-nilai ANEKA


Akuntabilitas
Warga binaan tidak akan berinisiatif untuk kerja bakti sehingga
mereka harus diarahkan untuk kegiatan tersebut. Saya
bertanggung jawab untuk mengumpulkan warga binaan.

Nasionalisme
Pembagian tugas untk warga binaan dilakukan dengan adil tanpa
membedakan yang satu dengan yang lainnya. Kerja bakti ini juga
dilakukan bersama-sama untuk menunjukkan persatuan di antara
warga binaan.

Etika Publik
Saya berdiskusi dengan mentor dengan bahasa yang sopan dan
menghargai.

Kegiatan 9 : Pembuangan sampah dengan pemilahan sampah


organik dan non organik
Tanggal : 27 Agustus - 2 September 2018
Output : Pemilahan sampah organik dan non organik

1. Deskripsi Kegiatan
a. Konsultasi dengan mentor
b. Menyiapkan tempat sampah organik dan non organik
c. Sosialisasi program pemilahan sampah kepada WBP dan
petugas

2. Keterkaitan nilai-nilai ANEKA


Akuntabilitas

50
Saya melakukan sosialisasi pemilahan sampah dengan
bertanggung jawab, konsisten, dan penuh kejelasan.

Nasionalisme
Saya berkoordinasi secara musyawarah bersama mentor.

Etika Publik
Saya konsultasi dengan sopan dan menghargai.

Komitmen Mutu
Saya menyiapkan tempat sampah organik dan non organik sesuai
dengan standar.

Kegiatan 10 : Penyediaan air bersih untuk MCK di Lapas Kelas


IIA Pekalongan
Tanggal : 3 - 16 September 2018
Output : Air menjadi jernih

1. Deskripsi Kegiatan
a. Diskusi dengan mentor
b. Mencari referensi pembuatan saringan air
c. Menyiapkan bahan dan alat untuk membuat saringan air
d. Membuat saringan air
e. Mengevaluasi kefektifan saringan air
f. Meletakkan saringan air di kamar mandi

2. Keterkaitan nilai-nilai ANEKA


Akuntabilitas
Saya mencari referensi pembuatan saringan air dengan tanggung
jawab serta menyiapkan alat dan bahan untuk membuat saringan
air sesuai dengan referensi.

Nasionalisme
Saya meletakkan saringan air di kamar mandi ditujukan untuk
kepentingan bersama, yakni agar penghuni Lapas dapat memanfaatkan
air yang jernih untuk kebutuhan MCK.

Etika Publik
Saya diskusi dengan bahasa yang sopan.

Komitmen Mutu

51
Saya membuat saringan air dengan teliti agar saringan ini dapat
berfungsi maksimal, serta mengevaluasi.

B. Kontribusi / Manfaat bagi pihak lain dan terhadap pencapaian


visi – misi organisasi
Optimalisasi kesehatan lingkungan di Lapas Kelas IIA Pekalongan ini
berkontribusi untuk mewujudkan visi Lapas Kelas IIA Pekalongan
“Menjadi penyelenggara Pemasyarakatan yang profesional dalam
penegakan hukum dan Perlindungan HAM.” Serta misi Lapas Kelas
IIA Pekalongan “Mengembangkan profesionalisme dan budaya kerja
petugas Pemasyarakatan yang bersih dan bermartabat. Menegakkan
hukum dan hak asasi manusia terhadap tahanan, narapidana, anak,
dan klien Pemasyarakatan. Meningkatkan partisipasi masyarakat
(perlibatan, dukungan, dan pengawasan) dalam penyelenggaraan
Pemasyarakatan.”

C. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan aktualisasi yang telah dijalankan mendukung nilai yang
dimiliki oleh Lapas Kelas IIA Pekalongan, yaitu Profesional,
Akuntabel, Sinergis, Transparan, dan Inovatif. Profesional
menjalankan tugas sesuai SOP. Akuntabel, melakukan tugas dengan
penuh tanggung jawab. Transparan, warga binaan dapat memantau
langsung pelaksanaan tugas yang dilakukan penulis. Penulis juga
melakukan beberapa inovasi yang dalam kegiatan aktualisasi ini.

D. Kendala yang timbul dan strategi mengatasi kendala


Beberapa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan aktualisasi ini
adalah sebagai berikut:
- Ketika melakukan persiapan alat untuk pemeriksaan kesehatan
kepada warga binaan, ternyata pengukur tinggi badan dan
tensimeter yang dimiliki klinik rusak. Untuk mengatasi rusaknya
pengukur tinggi badan, saya membuat ukuran manual di dinding
klinik dengan menggunakan meteran. Kemudian, untuk mengatasi

52
ruskanya tensimeter, saya menukar klep pada tensi manual lain
-yang sudah lama tidak difungsikan karena rusak juga- dengan klep
yang terpasang di tensi raksa. Tensi pun akhirnya bisa digunakan
kembali.

E. Dukungan bukti-bukti capaian aktualisasi


Bukti-bukti capaian aktualisasi terlampir.
1. Mengelola obat-obatan di klinik
2. Menata dokumen kesehatan
3. Merawat alat kesehatan di klinik
4. Membuat formulir pengkajian Warga Binaan Pemasyarakatan
5. Skrining kesehatan WBP Lapas Kelas IIA Pekalongan
6. Penyuluhan PHBS kepada WBP Lapas Kelas IIA Pekalongan
7. Membuat poster cuci tangan
8. Kerja bakti pembersihan lingkungan Lapas
9. Pembungangan sampah dengan pemilahan sampah organik dan
non organik
10. Penyediaan air bersih untuk MCK di Lapas

53
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Rancangan aktualisasi merupakan rancangan kegiatan yang disusun
untuk menyelesaikan isu utama yang dirumuskan melalui analisa APKL
dan USG. Isu dapat berasal dari SKP, inovasi, maupun perintah atasan,
yang terjadi baik di unit kerja maupun di organisasi.
Isu yang diangkat dalam rancangan aktualisasi ini adalah belum
optimalnya kualitas kesehatan lingkungan di Lapas. Dari isu tersebut
muncul gagasan pemecahan isu yang tertuang dalam 9 (sembilan)
kegiatan. Adapun kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pengelolaan obat-obatan di klinik (Perintah Atasan)
2. Penataan dokumen kesehatan (Perintah Atasan)
3. Perawatan alat kesehatan di klinik (Perintah Atasan)
4. Pembuatan formulir pengkajian Warga Binaan Pemasyarakatan
(Inovasi)
5. Skrining kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA
Pekalongan (SKP)
6. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada Warga Binaan
Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Pekalongan (Inovasi)
7. Pembuatan poster cuci tangan (Inovasi)
8. Kerja bakti pembersihan lingkungan Lapas (Inovasi)
9. Pembuangan sampah dengan pemilahan sampah organik dan non
organik (Inovasi)
10. Penyediaan air bersih untuk MCK di Lapas (Inovasi)

Sembilan kegiatan tersebut di atas ditujukan untuk menyelesaikan isu


utama. Jika masalah ini tidak diselesaikan, kesehatan lingkungan di Lapas
Kelas IIA Pekalongan tidak akan maksimal. Hal ini berisiko menimbulkan
berbagai masalah kesehatan, tidak hanya bagi warga binaan, namun juga
untuk petugas Lapas sendiri.
Dalam pelaksanaan aktualisasi, nilai dasar profesi PNS yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi harus diterapkan. Peran dan kedudukan PNS meliputi manajemen

54
ASN, Whole of Government, dan Pelayanan Publik juga harus
diperhatikan dalam pelaksanaan aktualisasi nanti

B. Rekomendasi

C. Rencana Aksi

55
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi: Modul Diklat


Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas: Modul Diklat
Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Diklat
Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Diklat
Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Diklat
Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi: Modul Diklat
Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Basseng & Hikmat, Bayu. 2015. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi
Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia
Republik Indonesia. 2014. Peraturan Kepala Lembaga Administrasi
Negara Nomor 39 Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara
RI
Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
5 Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara RI

56
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Mustafrikhatul Maftukhah, S.Kep., Ners


NIP : 199109242017122002
Jabatan : Perawat Pertama
Instansi : Lapas Kelas IIA Pekalongan
Alamat Instansi : Jl. WR Supratman No. 106, Panjang
Wetan, Pekalongan Utara, Kota
Pekalongan, Jawa Tengah
Tempat dan Tanggal Lahir : Purbalingga, 24 September 1991
Agama : Islam
Alamat : Pagedangan, RT 10 RW 05,
Bojongsari, Purbalingga, Jawa Tengah
No. Telepon : 085215560725
Email : mm.afri@yahoo.com
Riwayat Pendidikan : 1. SD N 2 Pagedangan
2. SMP N 1 Purbalingga
3. SMA N 1 Purbalingga
4. Universitas Indonesia

57