Anda di halaman 1dari 17

Makalah

Mata Kuliah Operation Research

“Analisis Dualitas & Analisis Sensitivitas”

Disusun Oleh :
Hardianti
( NPM 16.11.321.002070 )

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN


SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN INDONESIA
SAMARINDA
2016
Kata Pengantar
Puji syukur kehadiratan Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat, karunia,
dan ridha-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini yang
berjudul“ Analisis Dualitas & Analisis Sensitivitas”. Adapun tujuan pembuatan makalah ini
adalah sebagai salah satu tugas Individu pada mata kuliah“Operation Research”.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini jauh dari kesempurnaan,
untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran perbaikan dari semua pihak yang
terkait. Sehingga kekurangan yang ada dapatdiperbaiki dandisempurnakan.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis berharap semoga makalahini dapat berguna
dan bermanfaat sebagaimana mestinya.

Samarinda, 10 April 2019

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN HLM


A. LATAR BELAKANG ............................................................................ 1-3
B. PERUMUSAN MASALAH ...................................................................... 4
C. TUJUAN ................................................................................................. 4
D. MANFAAT .............................................................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN
A. ANALISIS DUALITAS ......................................................................... 5-9
B. ANALISIS SENSITIVITAS .............................................................. 10-12

BAB III PENUTUP


A. KESIMPULAN ..................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa pemrograman


linier ( PL ) menjadi suatu alat yang sangat berperan penting dalam dunia usaha.
Pemrograman linier memiliki pengertian sebagai suatu model umum yang dapat
digunakan dalam pemecahan masalah pengalokasian sumber – sumber yang
terbatas secara optimal (Subagyo, 1983 :9), dimana penerapan pemrograman linier
ini pada umumnya meliputi permasalahan pengalokasian sumber daya yang
terbatas di tengah-tengah aktifitas- aktifitas yang saling bersaing melalui jalan /
cara yang terbaik (optimal).
Suatu organisasi bisnis atau industri yang bergerak dalam bidang produksi
barang misalnya dalam kegiatan usahanya selalu merencanakan kegiatan yang
pada dasarnya ingin menghasilkan profit atau keuntungan yang besar namun
dengan biaya produksi dan penggunaan bahan baku yang seminim mungkin.
Berhadapan dengan keinginan ini, analisis program linier sangat mampu
memberikan jaminan solusi yang baik dengan tehnik pemodelan masalah terlebih
dahulu. Pada prinsipnya setiap aktivitas analisis menggunakan program linier
dimulai dengan masalah dimodelkan dalam model matematika yang sesuai dengan
standar baku atau bentuk umum program linier yang sudah ada kemudian dengan
batasan – batasan variabelnya kemudian diselesaikan dengan salah satu tekhnik
penyelesaian yang ada dan hasilnya dianalisis untuk diterapkan. Ada 2 metode
umum yang sering digunakan dalam penyelesaian model yang diperoleh yakni
metode grafik dan simpleks. Metode grafik digunakan untuk model dengan dua
variabel sedangkan metode simpleks dapat digunakan untuk dua atau lebih
variabel yang ada pada model.
Prosedur analisis juga bisa menggunakan program komputer LINDO yang mampu
membantu menyelesaikan model dengan banyak variabel.
Penyelesaian dengan metode grafik dan simpleks pada kenyataannya masih
memberikan celah akan sebuah pertanyaan bagaimana jika nilai – nilai koefisien
variabel pada model yang ada diubah karena tujuan atau pertimbangan tertentu.
Artinya dianalisis lagi perubahan – perubahan koefisien variabel yang selanjutnya
disebut sebagai parameternya yang memungkinkan analisis awal dengan salah satu
metode yang digunakan sebelumnya masih tetap dipertahankan atau tidak. Analisis
ini yang kemudian disebut analisis sensitivitas. Analisis sensitivitas dirancang
untuk mempelajari pengaruh perubahan dalam parameter model program linier
terhadap pemecahan optimumnya yang dipandang sebagai bagian integral dari
pemecahan yang diperluas dari setiap masalah program linier. Tujuan akhir dari
analisis ini adalah untuk memperoleh informasi tentang pemecahan optimum yang
baru yang dimungkinkan dengan perhitungan tambahan yang minimal. (Taha,
1996 : 23). Analisa sensitivitas pada dasarnya memanfaatkan kaidah primal – dual
metode simpleks semaksimal mungkin. Primal – dual atau konsep dualitas

1
merupakan konsep yang menyatakan bahwa setiap permasalahan program lnier
(primal) memiliki hubungan dengan permasalahan program lainnya (dual) ( Hiller,
2008 : 178 ). Konsep dualitas ini sangat bermanfaat dalam hal interpretasi dan
implementasi analisa sensitivitas. Analisa sensitivitas hanya dapat dilakukan pada
model program linier dari suatu masalah yang diuraikan secara diskrit dalam
model program linier yang telah ada. Sehingga ketika ditemukan atau ingin
dianalisis perubahan – perubahan dari model yang bervariasi secara kontinu atau
terus menerus digunakanlah program linier parametrik atau analisa parametrik.
Adapun analisa parametrik ini merupakan suatu cara untuk mencari atau
menguraikan suatu perubahan program linier dalam rangka untuk mendapatkan
solusi optimal dengan uraian permulaan yang bervariasi terus menerus ( Kakiay,
2008 : 223 ).
Dalam kenyataan, sebuah perusahaan atau pelaku usaha tidak selalu
berhadapan dengan masalah – masalah yang dapat dipecahkan secara sederhana
menggunakan model program linier. Ketika terdapat beberapa sasaran atau target
yang ingin dicapai maka semua target tersebut menjadi tujuan yang hendak
dicapai. Permasalahan seperti itu sedikit berbeda dengan masalah PL yang selalu
ditemukan. Berdasarkan kebutuhan seperti pada permasalahan ini maka
dikembangkan sebuah tehnik analisis yakni Goal Programming (GP) merupakan
pengembangan dari program linier yang memiliki pengertian sebagai program
linier yang terdiri dari beberapa tujuan( siswanto, 2007: 341) . Goal programming
merepresentasikan sebuah analisis yang cukup lengkap sebagai pertimbangan yang
lebih baik dalam mengambil keputusan dari pada program linier. Hal ini
disebabkan karena setiap sumber daya dan persediaannya dikontrol
penggunaannya agar tetap tersedia dan tentunya tidak ada waktu tunggu yang
mengganggu kelancaran proses produksi. Analisis ini mampu memberikan
pertmbangan yang terbaik untuk semua komponen namun tidak selalu optimal
profitnya. Perbedaan mendasar antara program linier dan goal programming
yakni :
1. Fungsi tujuan dari goal programming adalah target atau sasaran yang
ingin dicapai dengan prioritasnya masing – masing sedangkan pada
program linier funsi tujuannya adalah tujuan tunggal yang ingin dicapai.
2. Fungsi kendala atau syarat ikatan yang memiliki target atau sasaran tidak
berbentuk pertidaksamaan namun persamaan.
3. Analisis secara grafik dan simpleks pada goal programming mengikuti
urutan prioritasnya, dari urutan pertama sampai urutan ke n.
Karena merupakan pengembangan atau perluasan dari program linier maka
seluruh asumsi, notasi, formulasi model matematis, prosedur perumusan model
dan penyelesaiaannya tidak jauh berbeda dengan PL ( siswanto, 2007: 341 ).
Konsep dualitas, analisa sensitivitas, dan parametrik yang ada dalam program
linier sudah diuraikan sangat membantu memberikan pertimbangan yang baik
dalam mengambil keputusan yang terbaik , dengan demikian sebagai sebuah
tehnik analisis yang dikembangkan dari program linier maka tentunya dalam goal
programming juga dapat ditelusuri analisis sensitivitas, parametrik dan
2
dualitasnya. Beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan analisa
sensitivitas dan dualitas serta program linier dan goal programming adalah
pertama Kajian Dualitas dan Analisa Sensitivitas Pasca Optimum pada PL oleh
Sulfa Alboneh yang dalam penelitian ini mengkaji secara lengkap proses analisis
sensitivitas dan dualitas pasca optimum disertai pembahasan contoh yang relevan
dan penelitian yang dilakukan oleh Damianus Samo dengan judul Kajian Masalah
Linier Programing Tujuan Multidimensi dengan Metode Grafik dan Simpleks
dengan menampilkan dan menganalisis penyelesaian grafik dan prosedur
perhitungan metode simpleks untuk menyelesaikan masalah goal programming.
Berpedoman pada penelitian sebelumnya dan pada kenyataan bahwa goal
programming merupakan pengembangan dari program linier maka penulis tertarik
untuk melanjutkan dengan mengkaji tentang dualitas, analisa sensitivitas, serta
analisa parametrik dari Goal Programing, secara manual maupun dengan bantuan
program computer LINDO, dimana hal – hal tersebut belum dikaji dan dianalisis
di penelitian sebelumnya dalam sebuah tulisan dengan judul ” Kajian Dualitas,
Analisa Sensitivitas, dan Parametrik dari Masalah Goal Programming ”.

3
1.2 Perumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka rumusan masalahnya :
a. Apa yang dimaksud dengan Analisis Dualitas, dan bagaimana penggunaan
nya.
b. Apa yang dimaksud dengan Analisis Sensitivitas, dan bagaimana penggunaan
nya.

1.3 Tujuan
Berdasarkan pokok permasalahan diatas maka tujuan dari tulisan ini adalah
a. Mengetahui Pengertian dan Penggunaan Analisis Dualitas
b. Mengetahui Pengertian dan Penggunaan Analisis Sensitivitas

1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari tulisan ini adalah
a. Sebagai alat analisis dan perhitungan dalam rangka pengambilan keputusan
yang tepat bagi perusahaan atau badan usaha
b. Mengetahui tentang Analisis Dualitas & Analisis Sensitivitas

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. ANALISIS DUALITAS
Teori dualitas merupakan salah satu konsep programa linier yang penting dan
menarik ditinjau dari segi teori dan praktisnya. Ide dasar yang melatarbelakangi
teori ini adalah bahwa setiap persoalan program linier mempunyai suatu program
linier lain yang saling berkaitan yang disebut “dual”, sedemikian sehingga solusi
pada persoalan semula (yang disebut "primal”) juga memberi solusi pada dualnya.
Pendefinisian dual ini akan tergantung pada jenis pembatas, tanda - tanda
variabel, dan bentuk optimasi dari persoalan primalnya. Akan tetapi, karena setiap
persoalan programa linier harus dibuat dalam bentuk standar lebih dahulu
sebelum modelnya dipecahkan , maka pendefinisian dibawah ini akan secara
otomatis meliputi ketiga hal di atas.

Dalam sebuah pemodelan Pemrograman Linear, terdapat dua konsep yang saling
berlawanan. Konsep yang pertama disebut Primal dan yang kedua Dual. Bentuk
Dual adalah kebalikan dari bentuk Primal. Hubungan Primal dan Dual sebagai
berikut:

Masalah Primal (atau Dual) Masalah Dual (atau Primal)


Koefisien fungsi tujuan ……………… Nilai kanan fungsi batasan
Maksimumkan Z (atau Y) …………... Minimumkan Y (atau Z)
Batasan i …………………………….. Variabel yi (atau xi)
Bentuk ≤ …………………………….. yi ≥ 0
Bentuk = …………………………….. yi ≥ dihilangkan
Variabel Xj ………………………….. Batasan j
Xj ≥ 0 ………………………………... Bentuk ≥
Xj ≥ 0 dihilangkan …………………... Bentuk =

Hubungan Prmal Dan Dual:

5
Y1, dan Y2 dinamakan variable dual.

Bila masalah primal dan dual dibandingkan, terlihat beberapa hubungan sebagai
berikut:
1. Koefisien fungsi tujuan primal menjadi konstan sisi kanan masalah dual,
sebaliknya, konstan sisi kanan primal menjadi koefisien fungsi tujuan dual.
2. Tanda pertidaksamaan batasan dibalik.
3. Tujuan diubah dari minimalisasi (maksimalisasi) dalam primal menjadi
maksimalisasi (minimalisasi) dalam dual.
4. Setiap kolom pada primal berhubungan dengan suatu baris (batasan) dalam
dual, sehingga banyaknya batasan dalam dual sama dengan banyaknya
variable primal.
5. Setiap baris (batasan) pada primal berhubungan dengan suatu kolom dalam
dual, sehingga ada satu variable dual untuk setiap batasan primal.
6. Bentuk dual dari dual adalah bentuk primal.

Mencari Solusi Optimum Bentuk Dual


Primal
Minimumkan: Z = 3X1 +
2.5X2 Batasan: 2X1 + 4X2 ≥
40
3X1 + 2X2 ≥
50 X1, X2 ≥ 0

Bentuk standar simpleks:


Minimumkan: Z = 3X1 + 2.5X2 + MR1 + MR2
Batasan: 2X1 + 4X2 – X3 + R1 = 40;
3X1 + 2X2 – X4 + R2
= 50; R1 = 40 - 2X1 -
4X2 + X3 R2 = 50 -
3X1 - 2X2 + X4

Fungsi tujuan menjadi:


Z = 3X1 + 2.5X2 + MR1 + MR2
Z = 3X1 + 2.5X2 + M(40 - 2X1 - 4X2 + X3) + M(50 - 3X1 - 2X2 + X4)
Z = 3X1 + 2.5X2 + 40M – 2MX1 – 4MX2 + MX3 + 50M – 3MX1 –
2MX2 + MX4 Z = 3X1 + 2.5X2 - 5MX1 - 6MX2 + MX3 + MX4 + 90M
Z = (3 – 5M)X1 + (2.5 – 6M)X2 + MX3 + MX4
+ 90M Z - (3 – 5M)X1 - (2.5 – 6M)X2 - MX3 -
MX4 = 90M

6
Table simpleks optimum:

Dual
Maksimalkan: W = 40Y1 +
50Y2 Batasan: 2Y1 + 3Y2 ≤ 3
4Y1 + 2Y2 ≤ 2.5

Bentuk standar simpleks:


Maksimalkan: W = 40Y1 +
50Y2 Batasan: 2Y1 + 3Y2 +
Y3 = 3
4Y1 + 2Y2 + Y4 = 5/2

7
Tabel solusi optimum simpleks

Dari segi ekonomi, solusi optimum bentuk dual dapat ditafsirkan sebagai
sumbangan per unit batasan sumber daya. Nilai optimum fungsi tujuan primal
dan dual adalah sama. Suatu masalah seharusnya dirumuskan dalam bentuk
primal atau dual, tergantung sepenuhnya kepada kemudahan perhitungan dalam
menyelesaikan suatu masalah. Jika suatu masalah bentuk primalnya memiliki
sejumlah besar batasan sementara variablenya hanya sedikit, masalah tersebut
dapat diselesaikan dengan efektif jika dirumuskan dalam bentuk dual.
Contoh 2 :
Primal Minimumkan Z = 2X1 +
X2 Fungsi batasan:
1) X1 + 5X2 ≤ 10
2) X1 + 3X2 ≤ 6
3) 2X1 + 2X2 ≤ 8
X1, X2 ≥ 0

Dual
Maksimumkan Y = 10 y1 + 6y2 +
8y3 Fungsi batasan :
1) y1 + y2 + 2y3 ≥ 2
2) 5y1 + 3y2 + 2y3 ≥ 1 y1,
y2 ≥ 0

Contoh 3:
Primal
Maksimumkan Z = X1 + 3X2 –
2X3 Fungsi batasan:
1) 4X1 + 8X2 + 6X3 = 25
2) 7X1 + 5X2 + 9X3 =
30 X1, X2, X3 ≥ 0

Dual
Minimumkan Y= 25y1 + 30y2

8
Fungsi batasan:
1) 4y1 + 7y2 ≥ 1
2) 8y1 + 5y2 ≥ 3
3) 6y1 + 9y2 ≥ -2

9
B. ANALISIS SENSITIVITAS

Analisis sensitivitas merupakan analisis yang berkaitan dengan perubahan


diskrit parameter untuk melihat berapa besar perubahan dapat ditolerir sebelum
solusi optimum nulai kehilangan optimalitasnya. Jika suatu perubahan kecil
dalam parameter menyebabkan perubahan drastic dalam solusi, dikatakan bahwa
solusi sangat sensitive terhadap nilai parameter tersebut. Sebaliknya, jika
perubahan parameter tidak mempunyai pengaruh besar terhadap solusi dikatakan
solusi relative insensitive terhadap nilai parameter itu.
Analisis sensitivitas adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui
akibat/pengaruh dari perubahan yang terjadi pada parameter - parameter Program
Linear terhadap solusi optimal yang telah dicapai.

Ada enam tipe perubahan dalam analisis sensitivitas dengan menggunakan tabel
simpleks yaitu :
1. Perubahan koefisien fungsi tujuan untuk variabel nonbasis.
2. Perubahan koefisien fungsi tujuan untuk variabel basis.
3. Perubahan pada ruas kanan suatu pembatas.
4. Perubahan kolom untuk suatu variabel nonbasis.
5. Penambahan suatu variabel atau aktivitas baru.
6. Penambahan suatu pembatas baru.

Contoh :
1. Fungsi Tujuan:
Maksimumkan : Z = 150.000 X1 + 100.000 X2
2. Fungsi Pembatas:
Bahan A : X1 +
X2<= 600
Bahan B : 2 X1 + X2<= 1000
Syarat Non negative : X1, X2 >= 0

Model Simpleks Primal


1. Fungsi Tujuan :
Z = 150.000 X1 + 100.000 X2 + 0 S1 + 0 S2
Z – 150.000 X1 – 100.000 X2 – 0 S1 – 0 S2 = 0
2. Fungsi Pembatas : X1 + X2 + S1
= 600 2 X1 + X2 + S2 = 1000
X1, X2, S1, S2 >=0

Tabel
Simpleks

10
Iterasi-0

Iterasi-1

Tabel solusi optimum

Untuk melakukan perubahan-perubahan parameter dalam analisis sensitivitas,


perlu diperhatikan matriks invers A (A-1) pada table solusi optimum di atas, yaitu :

Matrik A-1 disebut Matrix Starting Solution yang dijadikan pedoman dalam
melakukan perubahan parameter :
1. Perubahan koefisien fungsi tujuan (Cj)

Pada solusi optimum : (C2 C1) kalikan dengan matyrix starting solution, maka

G = 600 (9) + 1.000 (3) = 8.400

2. Perubahan kapasitas sumberdaya bi (NK) :


Pada solusi optimum, kapasitas sumberdaya bi (NK) yang dipergunakan adalah
11
Z = 150.000 X1 + 100.000 X2
= 150.000 (400) + 100.000 (200)
= 60.000.000 + 20.000.000
= 80.000.000

Jika setelah solusi optimum terjadi perubahan, misalnya :

Jadi :
X1 = 300, X2 = 400 dan Z = 150.000 X1 + 100.000 X2
= 150.000 (300) + 100.000 (400)
= 45.000.000 + 40.000.000
= 85.000.000

12
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

 Konsep Analisis Dualitas :


- Setiap model linear programming mempunyai model linear programming yang
berkaitan, yang disebut dengan model“dual”.
- Jika model primal berupa persoalan maksimisasi,maka model dual berupa
model minimisasi atau sebaliknya
- Pembentukan model dual didasarkan pada variabel,koefisien, sumberdaya dan
data yang sama pada model primal.
- Oleh karena itu , solusi dari model primal,juga memberikan solusi pada model
dualnya dengan nilai fungsi tujuan yang sama.

 Konsep Analisis Sensitivitas :


- Suatu analisis yang mempelajari dampak perubahan-perubahan yang terjadi
baik pada para meter (koefisien fungsi tujuan) maupun pada ketersediaan
sumber daya(nilai sebelah kanan),terhadap solusi dan nilai harga bayangan dari
sumberdaya
- Kegunaannya adalah agar pengambil keputusan dapat memberikan respon
lebih cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi
- Didasarkan atas informasi pada solusi optimal yang memberikan kisaran nilai-
nilai parameter dan nilai sebelah kanan.

 Tiga Pertanyaan Mendasar yang dapat dijawab melalui Analisis


Sensistivitas
1. Seberapa besar ketersediaan sumber daya dapat diubah agar Fungsi Tujuan
meningkat (menurun) tanpa merubah harga bayangan dari sumberdaya yang
bersangkutan.
2. Kendala mana yang perlu mendapatkan prioritas untuk dilonggarkan agar
Fungsi Tujuan maksimum (minimum).
3. Seberapa besar koefisien Fungsi Tujuan dapat berubah tanpa merubah solusi
optimal.

13
DAFTAR PUSTAKA

https://talisadikamaifa.files.wordpress.com/2012/10/bab-i.docx

https://www.academia.edu/29517284/Modul_TRO_DUALITAS_DAN_SENSITIVITAS

https://zalamsyah.files.wordpress.com/2015/12/riset-operasi-dualitas-dan-sensitivitas-
pada-model-lp1.pdf

14