Anda di halaman 1dari 8

PENTINGNYA MANAJEMEN OPERASIONAL

DI RUMAH SAKIT

OLEH :

ALFIAN ELWIN ZAI


NIM : 177032055

PEMINATAN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT (ARS)


PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYRAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
1. Pendahuluan
Sebuah organisasi akan terus menghadapi tantangan perubahan seiring
dengan perkembangan zaman. Sebagaimana suatu istilah yang mengatakan bahwa
di dunia ini tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri. Setiap perubahan
yang terjadi mendorong organisasi untuk melakukan perubahan, sehingga mampu
bertahan dan terus maju dalam menggapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh sebab
itu, setiap organisasi dituntut cepat dan tanggap terhadap berbagai perubahan yang
terjadi. Pada saat ini, era globalisasi ekonomi dimana batas-batas geografis antar
negara semakin memudar, menyebabkan setiap ide, barang, jasa dan manusia dapat
bergerak bebas menembus batas-batas wilayah dunia, menimbulkan terjadinya
perubahan-perubahan global serta persaingan diseluruh dunia. Ilmu pengetahuan
dan teknologi yang semakin canggih serta akses informasi dan komunikasi yang
semakin mudah dan cepat, menyebabkan perubahan-perubahan dan persaingan
tersebut terjadi semakin pesat dan radikal. Hal ini mendorong setiap organisasi
modern, untuk mengikuti paradigma baru dan perkembangan kekinian dalam hal
produksi barang atau jasa.
Keadaan ini juga menjadi tantangan bagi organisasi pelayanan kesehatan
Rumah Sakit (RS). Rumah Sakit adalah salah satu organisasi yang kompleks karena
padat teknologi, padat modal, padat pakar, padat moral dan padat karya. Selain itu,
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dan kedokteran yang
terjadi sangat pesat, tuntutan masyarakat akan jasa pelayanan kesehatan yang
berkualitas dan terjangkau, maka Rumah Sakit harus mampu dan tanggap dalam
menanggapi berbagai perubahan tersebut. Sebagai organisasi yang fungsi utamanya
menyediakan dan menyelenggarakan jasa pelayanan kesehatan, Rumah sakit juga
memiliki berbagai kegiatan termasuk kegiatan produksi, pemasaran, pengelolaan
sumber daya manusia dan pengelolaan keuangan. Oleh sebab itu pelaksanaan
fungsi-fungsi manajemen dalam organisasi Rumah Sakit menjadi suatu hal yang
sangat penting. Salah satu fungsi manajemen tersebut adalah manajemen operasi
atau disebut juga sebagai manajemen produksi.
Sebagai organisasi bisnis yang bergerak di bidang jasa pelayanan
kesehatan, kegiatan operasi Rumah Sakit lebih banyak menghasilkan barang yang
tidak berwujud (ingtangible). Ketika jasa atau pelayanan dilakukan yang dapat
dilihat dan dirasakan oleh pasien sebagai konsumen adalah keramahan petugas,
pemeriksaan dan perawatan yang diberikan oleh dokter dan perawat, pelayanan
lainnya di Rumah Sakit. Apapun hasil akhir yang dihasilkan, kegiatan produksi
yang berlangsung dalam organisasi tersebut merupakan kegiatan operasi organisasi.

2. Manajemen Operasi
2.1 Konsep Manajemen Operasi
Manajemen operasi merupakan salah satu fungsi utama dalam sebuah
organisasi dan secara utuh berhubungan dengan semua fungsi bisnis yang dilakukan
oleh organisasi. Pada hakikatnya, manajemen operasi berkaitan dengan kegiatan
untuk mengolah sumber daya yang tersedia dalam suatu organisasi secara optimal
melalui suatu proses transformasi, sehingga menjadi suatu produk barang atau jasa
yang memiliki manfaat dan nilai lebih dari sebelumnya. Sebagian besar
pengeluaran organisasi terletak pada kegiatan produksi organisasi. Oleh sebab itu,
manajemen yang efektif dan efisien sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan
organisasi secara keseluruhan.
2.2 Definisi Manajemen Operasi
Beberapa definisi manajemen operasi yang dikemukakan oleh para ahli,
antara lain : Jay Heizer dan Barry Render (2005) mendefinisikan manajemen
operasi sebagai serangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang
dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Menurut Eddy Herjanto (2003)
manajemen operasi dan produksi adalah proses yang secara berkesinambungan dan
efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai
sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan. Pangestu Subagyo
(2000) mendefinisikan manajemen operasi adalah penerapan ilmu manajemen
untuk mengatur kegiatan produksi atau operasi agar dapat dilakukan secara efisien;
dan menurut Assauri (1999), manajemen operasi merupakan kegiatan untuk
mengatur dan mengoordinasikan penggunaan sumber daya dana serta bahan secara
efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan
jasa.
Dari berbagai pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
manajemen operasional dan produksi merupakan serangkaian proses upaya
menciptakan ataupun menambah manfaat barang atau jasa sebagai output produksi
dengan mengintegrasikan seluruh sumber daya organisasi yang menjadi input
produksi secara efektif dan efisien.

3. Pentingnya Manajemen Operasional di Rumah Sakit


Manajemen operasi (operasional) atau dalam pengertian luas disebut
dengan manajemen produksi. Produksi sering juga diartikan sebagai aktivitas yang
ditujukan untuk menciptakan dan meningkatkan nilai suatu produk barang atau jasa
(output) melalui proses transformasi dari berbagai sumber daya (input) dari suatu
organisasi. Manajemen operasional sangat penting dalam mencapai tujuan
organisasi bisnis yaitu pencapaian profit dan keberlangsungan hidup organisasi.
Secara skematis, operasi sebagai fungsi transformasi dapat digambarkan sebagai
berikut (Gambar 1).
Gambar 1 Operasi sebagai Fungsi Transformasi

Modal, Material, Proses Barang


Manusia, Teknologi, Transformasi
Informasi Produksi Jasa

Pengendalian
Standar

(Russell & Taylor, 2009)


Pergeseran orientasi Rumah Sakit menjadi suatu industri bisnis yang
berorientasi pada profit, serta semakin ketatnya persaingan antar Rumah Sakit dan
industri jasa pelayanan kesehatan lainnya, mendorong para manajer Rumah Sakit
untuk mengambil langkah-langkah melalui manajemen strategi, agar organisasi
Rumah Sakit yang dipimpinnya dapat terus berjalan dan berkembang dalam
persaingan yang terjadi. Salah satunya langkah-langkah operasional Rumah Sakit.
Manajemen operasional mempunyai kedudukan yang sama dengan
manajemen fungsional lainnya seperti manajemen keuangan, manajemen
pemasaran dan manajemen sumber daya manusia yang melaksanakan fungsi
perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, dan pengendalian. Kegiatan
manajer operasional meliputi pengorganisasian pekerjaan, memilih proses,
mendesain tata letak, mendesain pekerjaan, mengukur kinerja, penjadwalan kerja,
pengelolaan persediaan dan perencanaan produksi.
Sebagian besar pengeluaran suatu organisasi dikerahkan untuk
operasional. Demikian halnya dengan Rumah Sakit. Proses manajemen operasional
di Rumah Sakit dapat digambarkan seperti berikut : (Gambar 2).
Gambar 2 Manajemen Operasional Rumah Sakit

Inputs Processing

Doctors, Nurses Examination Output


Hospital

Hospital Surgery
Medical Supplies Monitoring Healthy Patients
Equipment Medication
Laboratories Therapy

Stevenson, 2004
Sumber daya Rumah Sakit antara lain tenaga kesehatan dan karyawan
Rumah Sakit, peralatan kedokteran, gedung dan fasilitas Rumah Sakit, bahan medis
habis pakai, obat-obatan, bahan dan alat laboratorium, dll; akan dikerahkan oleh
Rumah Sakit sebagai input yang akan melalui proses transformasi produksi, yang
dilakukan melalui pemeriksaan pasien, pembedahan, pemantauan status kesehatan,
pengobatan dan terapi, sehingga menghasilkan suatu produk jasa yang menjadi
output yaitu pasien menjadi sehat.
Fungsi manajemen operasional di Rumah Sakit meliputi :
a. Fungsi perencanaan, mencakup : seluruh kegiatan penentuan jenis
pelayanan kesehatan akan dilaksanakan, perencanaan pengadaan dan
penanganan sumber daya yang akan menjadi input, penentuan lokasi, jenis
peralatan dan fasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pelayanan,
penentuan standar operasional prosedur dan menetapkan standar kualitas
pelayanan dan alat ukurnya.
b. Pengorganisasian, mencakup : penentuan jenis, jumlah ketenagaan yang
diberikan tanggungjawab dalam pelaksanaan pelayanan
c. Penelaahan, mencakup seluruh kegiatan untuk mendapatkan keterangan
tentang hambatan dan masalah serta masukan tentang setiap pelayanan
kesehatan yang dilaksanakan di Rumah Sakit
d. Pengawasan, mencakup seluruh kegiatan untuk mengarahkan dan
menjamin pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada pasien serta
pemanfaatan sumber daya telah sesuai dengan yang direncanakan dan
ditetapkan.
Manajemen operasional bertujuan untuk mengatur agar penggunaan
seluruh sumber daya dan faktor-faktor produksi dapat dilakukan secara tepat,
efektif dan efisien. Salah satu permasalahan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
saat ini antara lain, tingginya biaya operasional penyelenggaraan pelayanan
kesehatan, kelangkaan beberapa profesi tenaga kesehatan serta pembatasan biaya
klaim atas jasa pelayanan pada pasien yang dijamin oleh BPJS kesehatan.
Manajemen operasional di Rumah Sakit sangat penting untuk menjamin agar
sumber daya Rumah Sakit digunakan secara tepat, efektif dan efisien.
Tujuan utama dari manajemen operasional di Rumah Sakit adalah :
a. Efficiency (meningkatkan efisiensi) : dengan menekan penggunaan
sumber daya yang tersedia, pelayanan kesehatan yang diberikan pasien
tetap merupakan pelayanan yang berkualitas dan serta sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan.
b. Productivity (meningkatkan efektivitas) : melalui sumber daya yang ada
di Rumah Sakit, maka output yang dihasilkan dapat menghasilkan kualitas
jasa pelayanan kesehatan yang baik dan sesuai dengan harapan pasien.
c. Economy (mengurangi biaya) : menekan penggunaan sumber daya yang
berlebihan akan mengurangi biaya operasional yang ditanggung oleh
Rumah Sakit
d. Quality (meningkatkan kualitas) : pengendalian dan pengawasan terhadap
pelaksanaan pelayanan agar tetap sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan, akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang
diberikan
e. Reduced Processing Time (mengurangi waktu proses produksi) :
pelaksanaan pelayanan kesehatan yang tepat waktu serta sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan, akan mengurangi penggunaan waktu
pelayanan dari kegiatan yang tidak bermanfaat.
Sedangkan secara garis besar, tujuan dari manajemen operasional adalah:
a. Menghasilkan dan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan
sesuai dengan kebutuhan pasien (tujuan efektivitas).
b. Memaksimalkan kualitas pelayanan melalui pemanfaatan sumber daya
yang seminimal mungkin (tujuan efisiensi).
c. Memastikan jasa pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien
merupakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan telah sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan (tujuan kualitas).
d. Meminimalkan pengeluaran atau biaya penyelenggaraan pelayanan
kesehatan bagi pasien di Rumah Sakit. (tujuan secara ekonomi).
e. Meminimalkan penggunaan waktu yang tidak produktif dalam
pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada pasien dengan cara mengurangi
waktu keterlambatan dan idle time (tujuan processing time).
f. Memaksimalkan sumber daya manusia, alat dan fasilitas di Rumah Sakit,
serta bahan dan peralatan medik, dll dalam memberikan pelayanan
kesehatan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasien (output).
Dari beberapa hal diatas, dapat disimpulkan bahwa, manajemen operasi di
Rumah Sakit merupakan hal yang sangat penting. Mengingat kompleksitas yang
dimiliki oleh organisasi Rumah Sakit, dimana Sumber Daya Manusianya terdiri dari
berbagai jenis profesi dan bidang keilmuan, ilmu pengetahuan dan teknologi di
bidang kesehatan dan kedokteran yang selalu berkembang, serta tingginya beban
biaya operasional sebuah Rumah Sakit. Maka melalui fungsi manajemen
operasional, pemanfaatan seluruh sumber daya tersebut dapat dilakukan secara
tepat, efektif, efisien, berkualitas, sehingga dapat meningkatkan nilai pelayanan
Rumah Sakit dimata masyarakat sebagai pelanggan.
Disisi lain, manajemen operasional sebagai salah satu strategi bagi
manajer Rumah Sakit dalam mempertahankan keberlangsungan organisasinya
bahkan mampu berkembang ditengah-tengah persaingan yang tejadi.

Sumber Pustaka :
Pentingnya Penerapan dan Tujuan Utama dari Manajemen Operasional (MO) Bagi
Organisasi Perusahaan.
(https://konsultanmanajemenusaha.com/2017/06/06/pentingnya-penerapan-
dan-tujuan-utama-dari-manajemen-operasional-mo-bagi-organisasi-
perusahaan/), diakses tanggal 16 September 2018
Peran Manajemen Operasi Dalam Manajemen Rumah Sakit (1)
(https://dreamfile.wordpress.com/2015/08/23/peranan-manajemen-operasi-
dalam-pelayanan-rumah-sakit-1/), diakses tanggal 16 September 2018
Peran Manajemen Operasi Dalam Manajemen Rumah Sakit (2)
(https://dreamfile.wordpress.com/2015/08/23/peranan-manajemen-operasi-
dalam-manajemen-rumah-sakit-2/), diakses tanggal 16 September 2018
Rusdiana, H.A; 2014; Manajemen Operasi; CV Pustaka Setia; Bandung
Akhmad; 2018; Manajemen Operasi dalam Dunia Bisnis; Azkiya Publishing;
Bogor