Anda di halaman 1dari 13

tidak bisa sinodal 100%, sebab hal itu akan merusak bagaimana, sering menonjol di dalam

semangat imamat kaum beriman, tetapi kita juga kepemimpinan presbiterial kita di GPIB. Itulah
tidak bisa presbiterial 100%, sebab dengan demikian pengaruh budaya yang negatip, yang mengganggu
satu jemaat tidak akan memperhatikan dan “care” kebersamaan dan menutupi hakikat dari tugas
terhadap jemaat lain. presbiter sebagai pelayan. Kalau kita sebagai
presbiter sadar bahwa Tuhan memanggil kita di
Yang penting dalam struktur yang demikian ini ada dalam segala kekurangan-kekurangan kita seperti
peluang atau keterbukaan untuk kritik. Memang kita dulu Tuhan memanggil Musa, maka janganlah kita
semua dipanggil Tuhan untuk melayani, dan kalau jatuh dalam kesalahan Musa, yang menggunakan
kita semua mau disebut “Hamba Tuhan”, ya sah-sah wewenang panggilan itu untuk berkuasa sendiri
saja. Tetapi kenyataan itu tidak boleh menyebabkan tanpa memperdulikan yang lain. Kesadaran akan
kita membungkam atau menolak kritik. Nama Tuhan panggilan itu kiranya membuat kita semakin suka
tidak boleh dipakai untuk menolak kritik yang kita bekerjasama, dan semakin suka bertemu muka dan
rasakan sebagai ancaman terhadap kedudukan mengunjungi jemaat, dalam rangka mengenali
kita. Kalau para presbiter di dalam sebuah jemaat harapan-harapan dan aspirasi-aspirasi mereka.
menyadari hal ini, maka saya pikir kepemimpinan di Tuhan memberkati anda semua.
dalam jemaat tsb bisa berjalan dengan baik. Di
dalam tata gereja Calvinis seorang presbiter disebut Pdt. Dr. E. Gerrit Singgih adalah dosen Fakultas
Tinjauan Teologis

“pejabat” (dignitaris). Tetapi maksudnya lain Teologi UKDW Yogyakarta di bidang Perjanjian Lama.
daripada pengertian “pejabat” seperti di Indonesia. Artikel di atas adalah revisi ceramah di Jemaat GPIB
Susahnya pengertian pejabat yang terakhir ini, entah Bukit Sion, Balikpapan, pada tgl. 21 Agustus 2004.

Abdi Bangsa di Masa Krisis


Sebuah Sosiologi Kepemimpinan Israel dalam TTransisi
ransisi Institusi Kerajaan
oleh J.A.Telnoni

1. Pengantar dipimpinnya ataukah bagi kepentingan pihak lain.


Dalam hal ini kunci untuk menentukan kualitas
Perkembangan kehidupan
motivasi pemimpin adalah kesungguhan menjadi
suatu bangsa banyak kali
abdi. Kata kunci di sini adalah abdi (Ibrani: ´bd).
juga ditentukan oleh
Inilah yang diperhadapkan kepada calon raja,
peranan tokoh-tokoh dan
pemimpin Israel, sebagai batu ujiannya. Dan
pemimpin-pemimpinnya.
ternyata sang calon, tidak dapat menjadi abdi
Peranan dan keberhasilan
rakyatnya.
mereka bergantung pada
berbagai faktor yang Sajian ini adalah catatan ringkas tentang
mempengaruhi tingkat kepemimpinan raja-raja Israel dari awal hingga
kemampuan yang mereka perpecahan kerajaan itu. Secara khusus kajiannya
miliki. Faktor-faktor itu dibatasi pada masalah suksesi raja dan kebijakan
antara lain adalah kepemimpinan, ketika Salomo wafat dan digantikan
pendidikan, perubahan zaman, kemampuan oleh puteranya, Rehabeam. Apa yang memotivasi
personal pemimpin dan sebagainya. Salah satu dan bagaimana kebijakan Rehabeam di awal
faktor penting dari sekian banyak faktor yang pemerintahannya itulah yang akan disoroti di sini.
mendorong kemajuan suatu bangsa adalah kualitas
2. Pola kepemimpinan di Israel
motivasi sang pemimpin.
2.1. Kepemimpinan di masa pra-kerajaan
Salah satu kualitas dari motivasi sang pemimpin
adalah pengabdiannya. Apakah kepemimpinannya Kepemimpinan di lingkungan Israel dalam batas
akan diabdikan bagi kemajuan masyarakat yang waktu ini secara organisatoris dimulai pada zaman

22
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
para hakim. Para hakim yang setaraf para kepala tekanan atas suku-suku Israel yang belum
suku dikenal dengan berbagai istilah seperti sarim (= tergabung dalam satu ikatan yang kuat sudah ada
pangeran; Hak. 5:15), hokekim (= pemimpin; 5:9, 14; cita-cita untuk mendirikan kerajaan. Hal itu terlihat
bd. Yes. 10:1; 33:22), nedibim (= bangsawan; Bil. dari fabel tentang Abimelekh yang menjadi raja di
21:18; 1 Sam 2:8; Ay. 21:21; 34:18; Kid. 7:2) atau gibbor Sikhem (Hak 8).3
hayil (= pahlawan; Hak. 11:1). Kadang--kadang juga
Kepemimpinan di masa pra-kerajaan masih
disebut rosh (= kepala; Hak. 11:8; 1 Sam 15:17; Ay.
berlanjut di dalam diri Samuel. Setelah masa
29:25 dyb).1
pemerintahan para hakim yang muncul di tengah
Para hakim adalah pemimpin-pemimpin yang berbagai krisis, akhirnya muncul Samuel di masa
berperan secara sporadik di kalangan suku-suku yang relatif damai. Samuel adalah seorang hakim
Israel, ketika suku-suku itu menghadapi tekanan dari dan sekaligus pelihat yang menjalankan
kerajaan-kerajaan tetangga Israel di awal zaman kepemimpinannya di tiga pusat penghakiman
pendudukan tanah perjanjian. Di dalam kitab para secara bergilir. Tempat--tempat tersebut ialah Betel,
Hakim berulang kali diceritakan bahwa ketika Israel Gilgal dan Mizpa (1 Sam 7:16). Ia lebih banyak
tidak setia kepada TUHAN, bangsa itu mengalami berfungsi selaku hakim dalam rangka mengarahkan
kesulitan karena tekanan dari bangsa tertentu. umat untuk hidup sesuai dengan kehendak TUHAN.
TUHAN menghukum mereka, tetapi kemudian Ia Dengan jalan itu ia memainkan peranan yang

Tinjauan Teologis
membangkitkan seorang pemimpin di tengah menuntun umat untuk hidup adil dan benar di
mereka dan melepaskan mereka dari tangan hadapan TUHAN. Fungsi ini tidak hanya terbatas
musuh. Begitulah di masa.krisis TUHAN pada kehidupan agamaniah, melainkan mencakup
membangkitkan orang-orang tertentu untuk berbagai bidang kehidupan seperti hukum, tata
membebaskan umat-Nya. kehidupan masyarakat, ataupun struktur
pemerintahan. Bila kualitas-kualitas seperti ini
Proses tampilnya kepemimpinan para hakim di Israel
terdapat pada seorang tokoh atau pemimpin, ia
adalah satu pola tetap. Seorang pemimpin tampil
menjadi sofet (=hakim).4 Inilah fungsi sofet yang lebih
menyusul pengalaman buruk yang menimpa Israel
banyak bersifat edukatif dari pada yudikatif. Dalam
karena bangsa ini tertindas. Tidak diceritakan di sini
fungsi ini tiap-tiap kali ia harus memberi petunjuk
bahwa ada hakim yang muncul dengan sendirinya
kepada umat yang memerlukan bimbingan untuk
dan baru kemudian dipanggil untuk menjalankan
mengetahui jalan dan kehendak TUHAN serta
fungsinya sebagai hakim yang bertindak dan
membuat keputusan-keputusan etis yang sesuai
memulihkan kondisi kehidupan suku-suku Israel.
dengan kehendak TUHAN dalam berbagai masalah
Para pemimpin Israel pada tahap ini diidentifikasikan yang dihadapi umat TUHAN.
secara kolektif dengan nama sofetim. Nama ini
Pada tahap ini tokoh Samuel muncul dengan
berakar pada kata dasar safat yang berarti
berbagai fungsi dan peran. Ia lebih dikenal sebagai
menghakimi atau menata keadilan. Kedua
nabi, tetapi sebenarnya ia juga adalah seorang
pengertian ini merujuk pada tindakan seorang
hakim. Peran kepemimpinannya sebagai hakim
hakim yang harus membuat keputusan yang adil
adalah satu kebutuhan yang relevan di masa awal
dalam pertikaian atau perbedaan pendapat dua
pendudukan tanah perjanjian. Pada zaman itu
pihak. Seorang hakim juga berperan untuk mengatur
kehidupan suku-suku Israel masih lebih banyak
kembali kehidupan umat yang sudah kacau karena
bergantung pada ikatan suku masing-masing. Di sini
benturan hak-hak kehidupan di antara anggota-
peranan tokoh suku masih begitu kuat. Menjelang
anggotanya.
akhir masa para hakim, muncullah tempat suci Silo
Kepemimpinan di zaman para hakim menunjukkan dengan tabut perjanjian sebagai satu pusat ibadah
bahwa persekutuan suku-suku itu belum tergabung dengan satu kepercayaan. Inilah satu bentuk
dalam satu ikatan dua belas suku yang disebut persekutuan yang dinamakan amphictyoni,5 yaitu
Israel. Suku-suku itu masih terpisah-pisah dengan persekutuan suku-suku dalam satu sistem
kepemimpinan yang muncul pada masa-masa krisis kepercayaan yang terikat pada satu tempat suci.
karena penindasan. Yang paling menonjol dari kitab
Sebagai hakim, Samuel berfungsi untuk memberikan
Hakim-hakim ialah kondisi suku-suku Israel yang
pertimbangan-pertimbangan kepada banyak orang
terserak-serak dan sukuisme yang merajalela. Ikatan
yang menanyakan kehendak TUHAN. Fungsi ini
persekutuan hanya muncul misalnya dalam
menjadi semakin penting, dalam konteks
nyanyian Debora (Hak 5), tetapi mungkin hanya
perkembangan Yahwisme yang baru mulai
meliputi sepuluh suku utara.2 Walaupun demikian
berkembang di tanah perjanjian. Petunjuk-petunjuk
patut dicatat bahwa di zaman para hakim, ketika
tentang kehidupan Israel sebagai satu komunitas
23
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
umat yang bertanggung jawab di lingkungannya yang positif terhadap pertumbuhan institusi kerajaan
sendiri yang multi etnik dalam hubungan dengan yang baru itu.
suku-suku di sekitar mereka membutuhkan satu tipe
2.2 Kepemimpinan di Masa Kerajaan Israel
kepemimpinan seperti yang diemban Samuel. Ia
memberi perhatian terhadap soal-soal kehidupan 2.2.1. Kepemimpinan di masa Saul
sehari-hari, dari kehilangan keledai (1 Sam 9:1-10)
Kehadiran institusi kerajaan dengan raja sebagai
hingga soal ibadah (13:1-22).
pemimpin adalah satu gejala baru di kalangan
Tahap kehidupan suku-suku Israel sebagai kelompok suku-suku Israel. Raja yang pertama adalah Saul
yang menetap di tanah perjanjian dengan catatan-catatan menarik. Menurut versi
memperhadapkan mereka pada satu kenyataan cerita pemilihannya (1 Sam 10:17-27) ketika Saul
yang baru. Mau atau tidak mereka harus menata diri terpilih dalam pertemuan suku-suku Israel, ia tampil
sesuai dengan kondisi bangsa yang tinggal dengan satu keunggulan fisik karena ia lebih tinggi
menetap. Dalam hubungan dengan perkembangan dari orang-orang lain (10:23). Gambaran ini
seperti ini, di hari tua Samuel orang Israel menunjukkan satu kecenderungan penilaian yang
menghendaki seorang raja. Sebenarnya orang Israel bertumpu pada penampilan fisik lahiriah tokoh ini.
mau menobatkan putera Samuel menjadi raja, tetapi
Selanjutnya tercatat pula bahwa penampilan Saul
hal itu tidak mungkin. Alasan yang dikemukakan
Tinjauan Teologis

juga tidak memberikan harapan yang cerah. “…ia


dalam cerita tersebut adalah keserakahan dan
bersembunyi di antara barang-barang …” (ay. 22).
ketidakmampuan anak--anak Samuel (8:1-3). Akan
Agak mengherankan bahwa orang yang sudah
tetapi sebenarnya inti persoalannya adalah
terpilih menjadi pemimpin masih menyembunyikan
ketidaksepahaman orang Israel sendiri tentang
diri di antara barang-barang. Rupanya ia tidak
institusi kerajaan. Samuel mewakili garis kenabian
mendapat dukungan sebelum pemilihan
yang tidak menghendaki institusi kerajaan.
berlangsung sehingga ia hanya bisa dekat dengan
Sebaliknya para tua-tua Israel mewakili garis
barang-barang. Sangat mungkin bahwa relasi sosial
kelompok sosial akomodatif yang menghendaki
tokoh ini sangat minim karena berbagai alasan.8
institusi kerajaan. Inilah sebabnya sehingga muncul
Kalau demikian kondisi ini sudah merupakan satu
diskusi yang hangat di kalangan Israel tentang
beban bagi Israel maupun bagi Saul sendiri. Supaya
persoalan ini. Akhirnya institusi kerajaan diterima
6 ia dapat diterima dalam masyarakatnya, ia harus
dengan catatan-catatan yang cukup penting.
membangun relasi dengan orang-orang yang
Ketika institusi kerajaan diterima di kalangan Israel, dipimpinnya, meruntuhkan tembok isolasi sosial di
Saul dilantik menjadi raja yang pertama. Cerita- antara mereka dan membuktikan dirinya sebagai
cerita yang beraneka ragam tentang pemilihan dan pemimpin dan mesias yang berguna bagi
pelantikan raja baru ini tidak hanya menunjukkan masyarakatnya. Hal ini kemudian terlihat dalam
keberagaman versi ceritanya, melainkan juga cerita pembebasan penduduk Yabesy yang berada
menunjukkan keberagaman sikap dan pikiran di bawah tekanan kerajaan Amon (1 Sam 11).
teologis di kalangan orang Israel tentang insititusi
Walaupun demikian, kalau perbedaan pandangan
baru ini. Satu kelompok yang lebih cenderung
tentang institusi kerajaan itu dijadikan acuan maka
demokratis mengatakan Saul dipilih melalui undian
penampilan Saul yang aneh itu dimaklumi. Saul
(1 Sam 10:17--27), sedangkan kelompok lain yang
sebagai raja baru terhimpit di antara dua kubu yang
lebih cenderung teokratis mengatakan Saul dipilih
bertikai tentang kehadiran institusi baru ini. Sebagai
melalui penunjukan oleh TUHAN sendiri 9:17 dst).
pemimpin ia bergumul di awal masa
Kedua pandangan ini mewakili dua aliran yang
pemerintahannya. Akan tetapi di kemudian hari juga
menimbulkan ketegangan dalam kehadiran dan
ternyata bahwa Saul bukan seorang pemimpin yang
peran institusi kerajaan di Israel. Inilah dua kekuatan
tahan uji. Ia seorang melankolis yang bisa segera
kontrol yang harus dipelihara, diberi kesempatan
menutup diri di hadapan suatu tantangan (bd. 16:14
bertumbuh dan berkembang secara berimbang
dst). Mungkin saja karena ia kalah bersaing dengan
agar keduanya menyumbangkan sesuatu yang
Daud yang muncul secara cemerlang dalam
berharga bagi kelangsungan insititusi ini.7 Dan inipun
menghadapi orang-orang Filistin maka kondisi Saul
adalah benih-benih sikap moderat yang berpeluang
bertambah parah.
menumbuhkan Israel sebagai satu bangsa yang
demokratis dengan kontrol teologis yang unik. Kalau Penampilan Saul yang sedikit aneh pada pertemuan
kedua sikap itu dipadukan dan dimanfaatkan secara di Mizpa itu perlu disimak lebih lanjut. Undian
baik dan tepat guna, akan terlihat sumbangannya merupakan satu tindakan agamawi yang biasa
dipakai untuk mengetahui kehendak TUHAN. Akan

24
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
tetapi sesudah sang mesias terpilih melalui cara itu memimpin satu bangsa sebagai komunitas politik
ia hanya mampu bersembunyi di balik barang- yang baru mulai muncul?
barang (1 Sam 10:22). Inilah satu pertanda
Penampilan Daud secara fisik memang
keengganan oleh karena yang dihasilkan melalui
menunjukkan keremajaan. Akan tetapi keremajaan
undian itu adalah sesuatu yang masih asing bagi
itu tidak hanya terhubungkan pada tokoh
masyarakat Israel. Walaupun Saul telah melampaui
pemimpinnya melainkan juga dengan kerajaan baru
tahap penentuan yang memastikan kemesiasannya,
tersebut. Kerajaan Daud memang muda dalam usia
jabatan yang ditunggu-tunggu masyarakat yang
bila dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan
menghendakinya masih baru dan belum terbiasa
lainnya di Timur Tengah. Sejalan dengan itu
dengan mereka. Betul bahwa Saul adalah orang
pengalaman Israel yang berkerajaan sebagai satu
sesuku, sebahasa, seiman dan seterusnya, tetapi
tatanan sosial di bawah kontrol nilai-nilai teologis
ada perbedaan pandangan di antara mereka
yang diwarisinya di dalam iman Yahwisme sejak
tentang jabatan dan institusi kerajaan. Saul muncul
kehidupan di padang gurun juga masih baru. Inilah
dari satu proses teologis klan, memikul beban
peluang dan sekaligus tantangan kepemimpinan
teokrasi sedangkan masyarakat hadir dengan
yang penuh dengan krisis.
tuntutan-tuntutan sosial dari suatu proses
perkembangan yang sarat dengan beban-beban Catatan tentang penampilan Daud bertolak

Tinjauan Teologis
demokrasi. Inilah pergumulan kelompok profetis belakang dengan penampilan Saul. Secara fisik, ia
yang diwakili Samuel dan masih harus dicarikan seorang remaja yang tidak berpengalaman. Dari
solusinya. awal pengurapannya saja, kriteria-kriteria fisik tidak
mengisyaratkan jaminan dalam penampilan dan
Kepemimpinan Saul adalah kepemimpinan
kepemimpinannya. Samuel sendiri terkecoh ketika
transisional yang tidak banyak berkembang.
datang ke Betlehem untuk mengurapi sang raja.
Nampaknya masa pemerintahannya masih penuh
Mula-mula ia tertarik pada kakak-kakak Daud yang
dengan pemberontakan sehingga ia tidak mungkin
tampil impresif secara fisik. Akan tetapi ternyata
melakukan konsolidasi dan dengan demikian roda
Daud yang masih remaja belia itu yang harus
pemerintahan tidak dapat digerakkan dengan baik.9
menjadi raja.
Ketika ia terpilih menjadi raja, ia disambut dengan
penghinaan karena sikapnya sendiri. Komentar Daud adalah seorang gembala sederhana. Citra
singkat yang terekam berbunyi Masakan orang ini pastorallah yang ditampilkan dalam sosok dan
dapat menyelamatkan kita (bd. 10:27). Meskipun kepemimpinannya. Hal itu dikemukakan dalam
demikian lanjutan ceritanya menunjukkan bahwa cerita tentang Daud dan Goliat (1 Sam 17:40 dyb).
Saul juga memainkan satu peran untuk meyakinkan Musuh raksasa seukuran tokoh Filistin itu tidak
bangsanya, yaitu dengan jalan mengatur perang dikalahkan dengan strategi militer yang canggih
untuk membebaskan penduduk kota Yabesy (11:1 disertai perlengkapannya yang mutakhir, melainkan
dst). Begitulah ia tampil sebagai abdi di masa krisis dengan strategi pastoral yang mengandalkan kuasa
yang genting. Dengan demikian kekurangannya TUHAN (17:45-47). Pendekatan yang dipilih Daud
ditutupi kembali dengan kepeloporannya. memang berkenaan dengan dan berakar kuat
dalam latar belakang kepercayaan orang-orang
2.2.2 Kepemimpinan di masa Daud
Israel yang ditumbuhkan di padang gurun. Ia akan
Setelah Saul memerintah, muncullah Daud. Cerita memimpin suku-suku bekas penggembala
tentang peralihan kepemimpinan dari Saul kepada sederhana yang menggambarkan TUHAN mereka
Daud cukup panjang dan berliku-liku. Daud muncul sebagai Gembala (Mzm. 23). Dan pada jalur inilah ia
sebagai raja yang diurapi ketika ia masih remaja (1 memulai kepemimpinannya.
Sam 16:12). Dia adalah anak bungsu Isai yang baru
Pendekatan Daud yang demikian tidak hanya
dipanggil dari padang tempat ia menggembalakan
berhenti di situ. Ia tidak hanya memakai cara-cara
kambing dombanya. Juga dia kemerah-merahan
pastoral ketika berhadapan dengan seorang musuh
(Ibr: ‘admoni). Keterangan-keterangan tentang Daud
asing. Bahkan ketika ia menghadapi mesiasnya
juga tidak kalah kekurangannya dari Saul. Kalau
sendiri, yaitu raja Saul di tengah krisis
Saul hanya bisa bersembunyi di antara barang-
kepemimpinannya Daud juga memakai pendekatan
barang, Daud hanyalah seorang remaja
pastoral. Ia sebagai raja baru yang telah diurapi,
penggembala yang sulit diharapkan untuk
membuktikan kepemimpinannya dalam krisis
memimpin bangsa Israel. Persoalannya ialah
kepemimpinan Saul yang lebih bersifat individual. Ia
bangsa ini masih berada pada satu tahap transisi.
menghibur sang raja dengan petikan kecapi yang
Bagaimana mungkin seorang gembala remaja
merdu (16:14 dyb).

25
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
Di masa pemerintahannya Daud harus berjuang beragama pada era itu mulai direduksi. Sisanya
menyelesaikan perbedaan pendapat di lingkungan masih terlihat sekarang dalam kebiasaan untuk
Israel tentang masalah institusi kerajaan. Daud membuka persidangan gerejawi dengan cara
harus berjuang membangun ibu kota kerajaan bertumpang tindih. Pasti dilakukan Ibadah
supaya ia dapat mempertemukan nilai-nilai Pembukaan, tetapi kemudian Pejabat Negara
sosiologis kerajaan dengan nilai-nilai teologisnya. harus meresmikan pembukaan persidangan
Salah satu petunjuk dari upayanya yang demikian gerejawi itu dengan sambutan dan pemukulan
ialah membangun ibu kota kerajaannya di daerah gong atau cara lain.
netral, yaitu Yerusalem yang tidak terletak di wilayah
Daud adalah seorang panglima militer yang berhasil
dari salah satu suku Israel. Sesudah itu ia berusaha
keluar sebagai raja. Rupanya keberhasilan ini
membangun Bait Allah di kota itu. Akan tetapi
mendorong dia untuk berlaku secara licik untuk
karena hal itu tidak boleh dilakukannya, Daud
mengawini istri bawahannya. Ketika pendekatan
menempuh jalan lain yaitu dengan mendatangkan
komandonya tidak berhasil menaklukkan Uria, ia
tabut TUHAN yang berada di Kiryat -Yearim (2 Sam
memakai kemampuan strategi militernya untuk
6:1 dyb). Hal itu nanti dipandang aneh dan rendah
membunuh orang ini sehingga Batsyeba jatuh ke
oleh golongan Saul yang telah tergusur. Pandangan
pelukannya tanpa persoalan. Daud tidak dapat
ini diwakili oleh Mikhal, puteri Saul yang menjadi
diadili karena Uria mati di medan perang,
Tinjauan Teologis

isteri Daud. Ia memandang rendah Daud yang


sedangkan Batsyeba seolah-olah mendapatkan
meloncat-loncat sambil menari (bdk. 2 Sam 6:16).
keadilan karena dikawini Daud setelah ia menjanda.
Daud dianggap sebagai raja yang tidak tahu
Akan tetapi dengan jalan ini Daud mengantarkan
memposisikan dirinya di hadapan publik. Akan
dirinya ke dalam satu krisis baru, yaitu krisis suksesi.
tetapi inilah jalan pastoral yang ditempuhnya.
Petunjuk ke arah perkembangan ini terlihat dari
Sebagai raja ia tidak mengurung diri dalam
urutan cerita yang menempatkan persoalan Daud
kebesaran istananya dan ketinggian takhtanya,
dan Batsyeba (2 Sam 11) menyusul cerita pentahtaan
melainkan ia hadir di hadapan TUHAN dalam ritus
Daud dan segala keperkasaannya (2 Sam 5-10).
sama seperti orang Israel lainnya. Dan dengan jalan
Akhirnya mau atau tidak mau harus dipersoalkan
inilah Daud mempertemukan dua pandangan yang
siapakah yang bakal menjadi putera mahkota?
bertolak belakang dalam soal kehadiran institusi
Pertanyaan ini didasari oleh rentetan cerita tentang
kerajaan di Israel sehingga akhirnya.ia
teguran nabi Natan kepada Daud (2 Sam 12) yang
mempersatukan suku-suku Israel dalam kerajaan
segera disusul dengan keributan karena
Israel raya. Inilah strategi tepat yang dipakai Daud
pemerkosaan Tamar oleh Amnon (2 Sam 13) dan
untuk mengakhiri krisis karena perbedaan
berpuncak pada pemberontakan dan kematian
pandangan dan ia dapat diterima semua pihak di
Absalom (2 Sam 15-18).
Israel.
Kebesaran Daud sebagai seorang raja tidak dapat
Patutlah disadari bahwa sikap agamawi banyak disangkal. Di bawah pemerintahannya dan di
kali dimanfaatkan oleh para pemimpin politik tengah tekanan bangsa-bangsa di sekitar Israel,
untuk memperoleh dukungan masyarakat luas. atas permintaan suku-suku utara, Israel bersatu
Di Indonesia di masa Orde Lama NASAKOM sehingga terciptalah Israel Raya yang meliputi kedua
(Nasionalisme, Agama dan Komunisme) belas suku bangsa ini. Ia juga memperluas wilayah
merupakan satu upaya untuk menggalang kerajaan Israel sehingga dapat menyaingi kerajaan-
persatuan bangsa, tetapi pada akhirnya kerajaan besar di sekitarnya seperti Mesir dan
persatuan yang dikejar itu dibelokkan untuk Babilon. Wilayahnya membentang dari Esion Geber
kepentingan politis semata-mata. Dengan jalan di selatan hingga Zoba di Syria di bagian utara.
ini Soekarno berupaya untuk bertahan sebagai Dengan luas wilayah yang demikian, Daud juga
pemimpin Indonesia. Di era Orde Baru muncul menata kerajaan Israel secara baru yang setara dan
bentuk lain, yaitu konsep Pancasila sebagai menjadi saingan bangsa-bangsa lain di sekitar
satu-satunya azas dalam kehidupan berbangsa Israel.10 Dengan penataan kerajaan yang
dan bernegara. Pada awal dasarwarsa 80-an di dilakukannya, Daud meletakkan dasar-dasar
abad ke-20 yang lalu, Gereja-gereja dan semua kemakmuran Israel secara modern dan kemudian
komunitas umat beragama di Indonesia dipaksa dikembangkan dengan baik di masa Salomo.
untuk mencantumkan Pancasila sebagai azas
dari kehidupan semua komunitas ini. Memang 2.2.3. Kepemimpinan di masa Salomo
ada juga kemudahan yang diterima dari Salomo adalah putera Daud dari perkawinannya
negara, tetapi kemerdekaan dalam kehidupan dengan Batsyeba yang diambilnya melalui strategi

26
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
licik. Uria, suami Batsyeba dikorbankan di medan Wilayah-wilayah administratif dalam pemerintahan
tempur melalui strategi yang dirancang Daud. kerajaan Israel Raya secara strategis memudahkan
Salomo adalah seorang tokoh dengan hikmat yang pemungutan pajak dan memperlancar penyaluran
tidak tertandingi, tetapi ia juga diliputi dengan bahan-bahan logistik untuk kebutuhan istana
kelemahan yang bisa dikategorikan sebagai kerajaan. Akan tetapi tatanan wilayah baru ini juga
kebodohan. penuh dengan beban baru oleh karena dana
pembangunan fisik yang dibutuhkan sangat besar.
Setelah kematian Daud, Salomo mengadakan
Beban ini merupakan suatu benih perpecahan dan
konsolidasi pemerintahan dengan jalan
bom waktu yang kemudian akan meledak setelah
melenyapkan musuh-musuh ayahnya (2 Raj 2:1 dyb).
kematian Salomo. Inilah salah satu komponen dari
Ia bertanggung jawab untuk memelihara dan
beban yang memberatkan rakyat yang tercakup
mempertahankan keutuhan wilayah kerajaan yang
dalam permintaan mereka kepada Rehabeam di
telah dicapai di masa pemerintahan Daud. Salah
kemudian hari untuk mendapat keringanannya.
satu jalan yang ditempuh untuk mencapai maksud
ini ialah memelihara hubungan dengan Perkawinan Salomo yang cukup banyak bernuansa
kerajaan-kerajaan taklukan dan kerajaan sahabat, diplomatis mendatangkan malapetaka yang lain.
misalnya dengan mengawini puteri-puteri dari Ketika ia berangsur tua hatinya dicondongkannya
kerajaan-kerajaan tersebut (1 Raj 11:1-3). Yang kepada para istrinya dengan dewa-dewa sembahan

Tinjauan Teologis
terkenal di antara mereka adalah puteri Firaun dari mereka. Ia mengikuti ajaran dan tuntutan agama-
Mesir yang mendapat perlakuan istimewa (7:8). agama para istrinya, sehingga ia menyembah
Firaun menaklukkan Gezer, satu kota Kanaan dan Asytoret dan Milkom dan ilah-ilah lain (11:5 dyb).
memberikannya kepada puterinya itu sebagai Semua catatan ringkas ini menunjukkan dengan
mahar menjelang perkawinannya dengan Salomo. cukup jelas bahwa masa pemerintahan Salomo
Informasi ini kedengarannya aneh, tetapi mungkin merupakan satu masa kejayaan yang penuh
sekali dimaksudkan Firaun sebagai satu cara untuk dengan krisis. Walaupun Salomo memulai
menguasai daerah Palestine.11 pemerintahannya dengan memohon hikmat dari
TUHAN (3:1 dyb) ia jatuh dalam berbagai kelemahan
Salomo adalah tokoh raja yang berhikmat. Cerita
yang meruntuhkan sendi-sendi pemerintahannya
tentang hikmat Salomo ialah kebijakannya ketika
sebagai seorang raja teokratis. Salomo memerintah
memutuskan perkara perebutan bayi oleh dua ibu (1
kerajaan Israel Raya dengan hikmat sesuai dengan
Raj 3:16-28). Meskipun demikian catatan-catatan
permohonannya di awal masa pemerintahannya,
tentang kebesaran Salomo yang cukup banyak di
tetapi ia mengakhiri pemerintahannya sebagai
dalam PL tidak menutupi kelemahan-kelemahannya.
orang yang tidak berhikmat. Dengan hokmah12
Di bidang pemerintahan dalam negeri, Salomo
Salomo mengatur kehidupan dan pemerintahannya
merombak batas-batas wilayah kesukuan dan
secara bijak dan menawan bagai seorang gadis
menata wilayah-wilayah administratif untuk
remaja yang simpatik, tetapi akhirnya ia sendiri jatuh
kebutuhan logistik istananya (1 Raj 4:1-20).
dalam permainan dengan begitu banyak
Perombakan batas-batas wilayah kesukuan ini
perempuan yang tidak berhikmat di mata TUHAN.
mengacaukan tatanan kehidupan Israel yang
Sebabnya ialah ketika ia beribadah kepada dewa-
bersendikan nilai-nilai Yahwisme oleh karena pada
dewa sembahan para isterinya, ia meninggalkan
dasarnya hak pemilikan tanah bagi orang-orang
permulaan hikmat dan tidak lagi takut akan TUHAN
Israel adalah hak dasar kehidupan yang sejalan
(bd. Mzm 111:10). Ini menunjukkan bahwa Salomo
dengan pemberian tanah Kanaan (bd. Kej 12:7; dll).
yang dipuja sebagai raja dan tokoh hikmat (bd. Pkh
Hak atas tanah seperti yang telah ditetapkan di
1:1), ternyata hanyalah satu sosok yang rapuh di
kalangan orang Israel adalah hak dasar kehidupan
hadapan kecantikan gadis-gadis idaman yang
yang telah diberikan secara adil dan karena itu tidak
dipersuntingnya.
boleh digeser (Ul 19:14). Penggeseran batas tanah
adalah suatu ketidakadilan karena hak dan sumber 2.2.4 Kepemimpinan paska Salomo - Israel di
kehidupan seseorang telah ditabrak dan dikurangi. bawah Rehabeam
Di bidang luar negeri Salomo tidak sekuat Daud
Pemerintahan Salomo ditandai dengan monumen
yang dapat mengendalikan pemerintahan atas
bersejarah yang tidak ternilai. Ia membangun Bait
seluruh wilayah taklukannya. Lawan-lawan
Allah yang menjadi pusat ibadah dan pusat agama
politiknya memberontak. Tercatat Hadad dari Edom
Israel. Dengan demikian Bait Allah juga menjadi
yang dahulu memberontak dan meminta
lambang supremasi Israel di bidang kehidupan
perlindungan dari Mesir di masa Daud, bangkit lagi
agamawi umat ini. Salomo juga membangun
melawan Salomo (1 Raj 11:14 dyb).
gedung-gedung pemerintahan di Yerusalem untuk
27
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
dapat mengendalikan pemerintahannya. Walaupun Sejak Saul memang masyarakat mendapat tempat
semua pembangunan itu berupa fisik, tetapi yang penting dalam penobatan raja di Israel oleh
dampaknya juga sangat besar terhadap kemajuan karena raja dilantik untuk memerintah dan
dan harkat Israel secara politis dan spiritual. memimpin rakyat menuju kehidupan yang
Semuanya terkonsentrasi di wilayah Yehuda dan sejahtera.13 Peranan seorang raja di Israel dalam
akhirnya menimbulkan kecemburuan sosial karena pemahaman seperti ini adalah untuk menjadi
wilayah utara tidak mendapat perhatian yang cukup saluran berkat bagi bangsanya. Ia harus memberi
baik. Pembangunan yang demikian hanya menjadi jaminan kehidupan dan terang bagi Israel (bd. Rat
beban bagi masyarakat Israel Raya karena 4:20; 2 Sam 21:17). Ia bertanggung jawab terhadap
menumpuk permasalahan. kemakmuran dan keselamatan negeri ketika rakyat
terancam bencana dan seterusnya.14 Rupanya cita-
Ketika Salomo wafat, Rehabeam anaknya menjadi
cita seperti ini tidak cukup nampak selama masa
raja menggantikan dia (2 Raj 11:41-43). Informasi ini
pemerintahan Salomo yang hanya memperhatikan
begitu singkat, sehingga tidak dapat diketahui
suku Yehuda dan mengabaikan suku-suku utara.
bagaimana caranya suksesi itu berlangsung. Yang
Oleh karena itulah ketika Salomo wafat, rakyat Israel
dikisahkan di sini ialah sesudah Salomo mati dan
Utara meminta keringanan dari beban-beban yang
digantikan oleh Rehabeam diceritakan tentang sikap
mereka pikul semasa pemerintahannya.
Rehabeam yang ceroboh dan menimbulkan
Tinjauan Teologis

perpecahan kerajaan (12:1-24). Memang perhatian Nasihat para tua-tua Israel mengedepankan satu
narator dalam bagian ini tidak mengarah pada sisi kehidupan bangsa itu yang banyak kali
proses suksesi. Di satu pihak suksesi sudah pasti dilupakan, yaitu demokrasi. Para tua-tua itu
terjadi oleh karena sistem pewarisannya sudah mempertaruhkan kebutuhan rakyat yang
baku. Ayah diganti oleh anaknya. Akan tetapi di dikemukakan kepada Rehabeam. Para tua-tua itu
pihak yang lain perhatian narator terarah pada mengetahui dengan pasti bahwa Israel adalah satu
sosok dan citra sang pemimpin baru itu. kerajaan teokratis karena TUHAN-lah yang
memerintah bangsa itu (bnd. I Sam8:7). Akan tetapi
Hal pokok yang menarik perhatian dalam sikap
pemerintahan TUHAN atas Israel berlangsung atas
Rehabeam ialah nasihat para tua-tua yang dahulu
bangsa itu sebagai satu masyarakat dalam satu
adalah penasihat-penasihat Salomo. Ketika tokoh-
tatanan sosial. Di situ segala komponen masyarakat
tokoh Israel utara meminta keringanan beban
tersebut terkait erat satu dengan yang lain.
pekerjaan, Rehabeam meminta nasihat para tua-tua
Pengertian dan kaitan seperti itulah yang mereka
itu. Nasihat mereka berbunyi Jika hari ini engkau
bahasakan sebagai rakyat. Inilah yang mereka
mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada
kedepankan kepada Rehabeam untuk diperhatikan
mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata
secara utuh. Rakyat dalam pengertian inilah yang
yang baik, maka mereka menjadi hambamu
dipertaruhkan oleh para tua-tua Israel dalam
sepanjang waktu (12:7). Dalam nasihat ini, “rakyat”
permintaan mereka kepada Rehabeam demi
(Ibr: `am) dirujuk sampai empat kali. Ini menandakan
kelangsungan hidup dari masyarakat tersebut.
bahwa pemerintahan sang raja adalah representasi
Rakyat yang dimaksudkan bukan hanya generasi
dari kedaulatan rakyat. Sekalipun bentuk
tua atau generasi muda, melainkan mereka
pemerintahannya adalah monarkis, tekanan
semuanya. Bila demikian, seharusnya Rehabeam
terhadap kedaulatan rakyat begitu besarnya dalam
tidak hanya berpegang pada jabatannya sebagai
nasihat ini.
raja setelah dia dinobatkan dalam upacara di
Anjuran para tua-tua ini adalah suatu nasihat Sikhem, melainkan ia juga bersedia mendengar usul
demokratis yang tidak terlepas dari penobatan rakyatnya. Dengan demikian ia tidak hanya
Rehabeam. Penobatannya sendiri adalah suatu mendapat dukungan rakyat secara ritual melainkan
peristiwa “demokratis-teologis”. Sifat pertemuan di juga secara aktif dan realistik menurut kenyataan
Sikhem yang demikian terlihat dari gambaran dan kebutuhan mereka. Kaitan dan jalinannya
pertemuan itu (12:1). Penobatan raja di Israel bukan memang demikian sebab tanpa rakyat dan
semata-mata urusan imam atau nabi. Penobatan itu pemenuhan kebutuhannya jabatan raja hanya
juga adalah urusan masyarakat dan baru sah kalau bermakna secara ritual dan belum bermakna secara
dihadiri oleh masyarakat (bd. 2 Raj 14:21; 21:14; utuh dan berakar kuat di tengah kenyataan
23:30). Tanpa kehadiran rakyat, penobatan raja di masyarakat.
Sikhem adalah satu ritus yang mengambang, yang
Drama di Yerusalem yang melibatkan Rehabeam
tidak memperoleh pengakuan dan penerimaan dari
dan para tua-tua Israel utara sebagai pelakon,
masyarakat yang hendak diperintah dan dipimpin.
memperlihatkan peranan dua komponen

28
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
masyarakat yang perlu disimak. Para tua-tua adalah itu mereka tidak boleh diperbudak lagi oleh
wakil-wakil rakyat (= kelompok legislatif) yang siapapun. Status mereka telah berubah dari budak
berhadapan dengan pejabat kerajaan (= eksekutif). menjadi orang-orang merdeka. Selanjutnya dalam
Masih beruntung bahwa kelompok legislatif tanpa status baru itu, mereka adalah abdi-abdi TUHAN.
kantor clan jabatan struktural serta jaminan ini Dalam kaitan dengan institusi kerajaan, itu berarti
mengingat nasib rakyat. Yang mereka hadapi bahwa mereka bukan budak raja melainkan mereka
adalah sang eksekutif yang sudah berkursi tetapi adalah satu komponen yang berdaulat di dalam
hanya mau membebani rakyatnya. kerajaan Israel. Kedaulatan mereka inilah yang
muncul dalam bentuk usul peringanan beban
Kita boleh bertanya sekarang: Di mana tempat kepada Rehabeam.
dan apa peran para legislator dan pejabat
eksekutif kita? Berapa perhatian mereka Kedatangan dan permintaan para tua-tua Israel
terhadap masyarakat? Ataukah mereka lebih Utara juga harus dipandang sebagai permintaan
banyak sibuk di sekitar urusan suksesi? Dan yang tidak salah alamat. Kedatangan mereka
yang lebih parah lagi mereka lebih banyak kepada Rehabeam tidak oleh karena kapasitasnya
berjuang untuk urusan pemutihan fasilitas yang secara pribadi, melainkan karena kapasitas
pada akhirnya membebani rakyat karena jabatannya sebagai seorang raja. Mereka meminta
fasilitas baru harus diadakan? Jangan lupa pula kepada seorang abdi TUHAN yang telah dilantik

Tinjauan Teologis
bahwa penyakit ini juga telah menggerogoti untuk mengupayakan kesejahteraan bagi mereka.
lembaga-lembaga agamawi, termasuk Akan tetapi ternyata bahwa Rehabeam tidak berlaku
lembaga-lembaga gerejawi! bijak. Ia tidak mendengarkan nasihat para tua-tua
yang memohon keringanan beban kepadanya.
Rupanya masa pemerintahan Salomo selama 40 Sebaliknya ia mendengarkan generasi muda yang
tahun (2 Raj 11:43) yang penuh kejayaan tidak dapat sebaya dengan dia untuk memperberat beban
menutupi beban rakyat, yaitu pajak dan kerja paksa mereka. Generasi tua telah cukup letih karena kerja
selama itu. Oleh karena itulah sekarang mereka paksa yang banyak atas nama pembangunan dan
meminta keringanan kepada Rehabeam. Apabila kemajuan kerajaan. Sebaliknya generasi muda
permintaan rakyat utara itu diperhatikan, ternyata masih terpacu untuk mengejar kemajuan supaya
bahwa menurut mereka beban-beban kerajaan itu mereka sejajar dengan bangsa-bangsa lain.
ditimbulkan oleh Salomo (12:4). Pengalaman seperti
itulah yang telah diajukan sebagai keberatan oleh Alasan yang dimiliki masing-masing generasi dalam
pihak kenabian yang diwakili Samuel dalam diskusi hal ini cukup kuat, tetapi titik tolak mereka sangat
awal tentang institusi kerajaan (1 Sam 8:10-18). Jadi berbeda. Generasi tua mendasarkan usul mereka
sebenarnya beban itu adalah beban yang atas pertimbangan yang manusiawi, yaitu
ditimbulkan oleh kehadiran institusi kerajaan. kemampuan rakyat yang tidak memadai lagi untuk
memikul beban-beban pembangunan. Kemajuan
Kalau diskusi awal tentang institusi kerajaan pembangunan dikejar hanya atas nama dan
disinggung di sini, tidaklah dimaksudkan bahwa kepentingan kerajaan sehingga hal-hal yang
institusi kerajaan adalah sesuatu yang kontra manusiawi dan berorientasi pada kebutuhan
teokrasi di Israel sepenuhnya. Institusi kerajaan masyarakat pendukungnya diabaikan dengan
harus dipandang sebagai salah satu insitusi sosial mudah saja sejak zaman Salomo. Sebaliknya
yang harus bisa difungsikan untuk kesejahteraan generasi muda atas nama kemajuan lebih dekat
masyarakat. Ia tidak berbeda dengan institusi kepada perkembangan material yang bisa
kenabian yang sudah lebih dahulu hadir di Israel. membawa ke arah materialisme. Dan ketika
Patut dicatat bahwa institusi kenabian sendiri tidak Rehabeam memilih untuk mendengarkan nasihat
hanya terdapat di Israel, melainkan juga terdapat generasi muda zamannya, ia menjadi abdi
dalam komunitas agama lainnya di sekitar Israel.15 materialisme dan bukan lagi abdi humanisme.
Kenabian dan kerajaan adalah dua institusi yang
sudah lebih dahulu dikenal bangsa-bangsa lain Usul para tua-tua Israel di tengah krisis pengabdian
sebelum Israel.16 Jadi, kalau institusi kerajaan bangsa itu mencakup beberapa aspek: Pertama,
diperhadapkan dengan teokrasi di Israel dalam krisis kepemimpinan di kalangan Israel. Sudah jelas
diskusi awal, maksud yang terutama ialah supaya bahwa Daud menjadi prototipe kepemimpinan Israel
institusi itu diabdikan bagi masyarakat Israel yang sebab di masa kepemimpinannya Israel dibangun
berakar pada pengalaman eksodus. Bangsa Israel dan maju tanpa beban yang berarti. Satu-satunya
tumbuh dari iman pembebasan dari Mesir. Mereka masalah sebagai beban yang melekat pada diri
telah dibebaskan dari perbudakan dan oleh karena Daud adalah perkawinannya dengan Batsyeba.
Akan tetapi beban itu dibersihkan dengan cerita
29
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
tentang kematian anak pertama dari perkawinannya hubungan dengan penggabungan kerajaan.
dengan Batsyeba. Kepemimpinannya diceritakan Sekalipun penggabungan kedua kerajaan berawal
sebagai yang teruji sekalipun melalui dari permintaan suku-suku utara, dengan
pemberontakan Absalom dengan dukungan Simei penggabungan itu kerajaan Daud telah diperluas
dari keluarga Saul (2 Sam 15; 16). Di akhir cerita itu dan mereka sudah menjadi bagian dari kerajaan itu.
Daud kembali memerintah di Yerusalem. Ketika mereka diterima ke dalam kerajaan Daud,
kedudukan mereka sama dengan kedudukan
Di zaman Salomo kepemimpinan tidak menghadapi
orang-orang Yehuda, suku asal Daud. Dengan
masalah yang berat seperti yang dihadapi Daud.
demikian wajarlah kalau mereka menuntut
Akan tetapi raja yang bergelimang kuasa dan
perhatian sebab mereka sendiri telah menunjukkan
kekayaan ini jatuh dalam sinkretisme dan
kemauan baik dalam tanggungjawab bersama
ketidakadilan sosial. Ia ikut menyembah dewa-dewa
untuk membangun kerajaan Israel Raya itu.
para istrinya sambil menerapkan kerja paksa yang
Sekarang tibalah waktunya untuk mereka
menyengsarakan rakyatnya sendiri. Dan inilah yang
memperoleh bagian dengan jalan memperoleh
mendorong usul para tua-tua Israel. Dengan ini
keringanan beban pekerjaan.
ternyata bahwa walaupun Daud dan Salomo adalah
tokoh-tokoh terkemuka di Israel, mereka tidak bebas Reaksi pihak Israel Utara menunjukkan perasaan
dari krisis kepemimpinan. Bahkan dalam hal tertentu kecewa di kalangan suku-suku tersebut yang dulu
Tinjauan Teologis

merekalah pencipta krisis. telah meminta kepada Daud untuk bergabung


dalam satu kerajaan. Alasan yang mereka pakai
Kedua, krisis kepercayaan. Kebijakan Salomo yang
ialah pertalian darah (2 Sam 5:1). Dengan itu mereka
telah menyengsarakan rakyatnya tidak dapat
berharap bahwa Daud akan memperlakukan
dijadikan pelajaran oleh Rahabeam. Rehabeam
mereka sebagai orang seketurunan dan sekerajaan.
tidak sadar bahwa ia membutuhkan dukungan dari
Itulah salah satu alasan yang dapat dipakai untuk
rakyatnya secara utuh. Bukan hanya generasi muda
mengabungkan diri dengan suku Yehuda. Dengan
yang harus didengarkan. Dukungan itu ditentukan
pertalian seperti itu juga diharapkan bahwa mereka
oleh kepercayaan seluruh rakyat yang dipimpinnya.
dapat memperoleh bagian di dalam pemerintahan
Hal itu terungkap dengan jelas dari reaksi para tua-
Daud dengan segala konsekuensinya.
tua Israel ketika Rehabeam menolak usul mereka
untuk meringankan beban pekerjaan yang Permintaan suku-suku utara itu tidak hanya
ditanggungkan atas mereka. Kata mereka: merupakan satu gejala sosial. Identifikasi diri
sebagai orang yang mendapatkan sesuatu di pihak
Bagian apakah kita peroleh dari Daud?
anak Isai harus ditempatkan dalam rangka jalinan
Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu
suku-suku Israel sebagai satu kesatuan umat. Suku-
Kekemahmu, hai Israel
suku utara terikat kepada para leluhur mereka yaitu
Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud! (1
Yakub dan Yusuf. Kini dalam ungkapan para tua-tua
Raj 12:16).
Israel utara, mereka tidak hanya menyentuh
Pertanyaan retoris yang dilontarkan para tua-tua hubungan dengan Yehuda, melainkan juga dengan
Israel mempersoalkan bagian mereka dalam para leluhur lainnya yaitu Abraham dan Isak. Jalinan

30
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
para leluhur ini akhirnya mengarahkan perhatian hakim yang berfungsi di zaman Musa (bd. Kel 18:13-
kita untuk menggali lagi tradisi-tradisi kepercayaan 27). Rehabeam juga lupa bahwa kedatangan suku-
tokoh-tokoh tersebut. suku utara berkaitan erat dengan penobatannya
sebagai raja di Sikhem (1 Raj 12:1). Sikhem sendiri
Rehabeam menciptakan satu krisis kepercayaan
dalam tradisi-tradisi Israel pernah dipakai sebagai
terhadap kepemimpinan dan pengabdiannya di
tempat Persidangan Raya suku-suku Israel di zaman
masa krisis. Seharusnya ia berdiri di pihak rakyatnya
Yosua untuk memperbaharui kesetiaan mereka
yang meminta peninjauan kebijakan kerajaan untuk
kepada TUHAN (Yos 24). Seandainya tradisi-tradisi ini
meringankan beban mereka. Akan tetapi yang ia
diingat dengan baik oleh Rehabeam, krisis
lakukan adalah sebaliknya sehingga pihak Israel
kepemimpinan dan kepercayaan itu tidak perlu
Utara menarik dukungan mereka terhadap
terjadi.
kepemimpinannya. Himbauan para tua-tua Israel
Utara supaya orang-orang Utara kembali ke kemah Langkah fatal yang ditempuh Rehabeam seperti
mereka berarti bahwa dengan itu mereka kembali yang diceritakan di sini menunjukkan bahwa
hidup tanpa hubungan dengan kerajaan Israel Raya. Rehabeam tidak menghargai sejarah bangsanya
Mereka kembali ke kemah masing-masing dan sendiri. Ia mengabaikan dengan begitu saja nilai-
hanya memberi perhatian pada lingkup terkecil dari nilai sejarah yang kaya makna dan pengajaran di
masyarakat, yaitu keluarga masing-masing. Mereka dalamnya. Lebih dari pada itu Rehabeam tidak

Tinjauan Teologis
tidak lagi terikat dengan teokrasi versi dua belas menghargai peristiwa-peristiwa dalam sejarah
suku dan amphyctiony yang berpusat di Yerusalem. bangsanya sebagai hal-hal yang terjadi di bawah
Suku-suku Utara memisahkan diri atau lebih tepat bimbingan dan hikmat TUHAN. Pilihannya untuk
kembali mempertegas eksistensi mereka sebagai mendengarkan nasihat orang-orang muda
suku-suku yang tidak terikat dengan Yehuda dengan sezamannya mungkin disebabkan oleh pandangan
ibu kotanya Yerusalem. Ini berarti bahwa mereka bahwa zaman berubah dan pandangan para
harus membangun diri kembali dari awal sebagai penasihat Salomo telah ketinggalan. Akan tetapi
satu komunitas suku-suku dengan segala kebutuhan harus disadari bahwa jalinan waktu dan perjalanan
dan kepentingan mereka di bidang ibadah dan sejarah tak dapat diputuskan, apalagi dihentikan.
penataan masyarakat suku-suku tersebut.
Akhirnya pilihan Rehabeam harus dipandang
Perkembangan baru ini penuh dengan konsekuensi-
sebagai pilihan yang membelakangi kepentingan
konsekuensi yang multidimensi.
rakyat. Ia tidak lagi bersedia menjadi abdi rakyat di
Ketika para utusan Israel mendatangi Rehabeam masa krisis. Hal itu jelas dari jawabannya kepada
dengan usul keringanan beban, Rehabeam tidak rakyat seperti yang dinasihatkan dewan penasihat
secara langsung menolak usul itu. Ia masih mencari yang sebaya dengan dia. Jawaban itu berbunyi
kesempatan untuk mempertimbangkannya. Sikap ini demikian: Kelingkingku lebih besar dari pada
tidak dapat dinilai sebagai kepura-puraan, pinggang ayahku! Maka sekarang ayahku telah
melainkan harus dipandang sebagai sikap membebankan kepada kamu tanggungan yang
demokratis: Meskipun demikian, kelemahannya berat, tetapi aku akan menambah tanggungan
ialah ia hanya berpegang pada satu pihak, yaitu kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan
generasi sezamannya. Sikap ini tidak mewakili cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan
demokrasi yang egaliter melainkan demokrasi yang cambuk yang berduri besi. Sikap Rehabeam yang
berpihak pada kroni dan konco. Demokrasi seperti dibekali dan dibentuk oleh sesama generasi
itu kehilangan fondasi teologisnya di Israel oleh mudanya sekali lagi tidak menghargai sejarah oleh
karena ia hanya berpihak pada satu komponen karena nilai dan pengalaman generasi tua yang
masyarakat dan tidak merangkumi seluruh mendahului mereka dilangkahi dengan sangat
komponen bangsa itu dalam rangka pembangunan mudah. Mentalitas kepemimpinan yang
satu umat di hadapan Allah. Dengan demikian dicanangkannya melalui jawaban ini tidak berbeda
demokrasi yang dipraktikkan Rehabeam menabrak dengan mentalitas para pengawas kerja paksa di
pilar persekutuan umat tebusan Allah. Hasilnya Mesir (bd. Kel 1:11-14). Kualitas kepemimpinan yang
sudah jelas, yaitu disintegrasi. ditampilkannya betul-betul tidak sebanding dengan
jabatan raja dan kedudukan yang diperolehnya
Kebijakan Rehabeam dalam kasus ini menunjukkan
sebagai abdi TUHAN dan sekaligus abdi rakyat. Ini
bahwa ia melepaskan diri dari tradisi-tradisi Israel,
berarti bahwa Rehabeam telah meninggalkan tahta
baik di padang gurun maupun di zaman
kerajaan yang teokratis dan menjadi sama
pendudukan tanah perjanjian. Ketika ia
derajatnya dengan para pengawas rodi.
mengabaikan nasihat para tua-tua penasihat
Salomo, sebenarnya ia mengingkari eksistensi para
31
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
Mungkin sikap Rehabeam dapat dipandang positif membutuhkan kerajaan, tetapi kerajaan tidak boleh
secara psikologis. Seorang pemimpin muda yang merajai, apalagi menghapuskan kemerdekaan
tidak dipersiapkan lebih dahulu secara baik bisa mereka. Bagaimanapun harus disadari bahwa
berlaku demikian. Juga ia ingin mengadakan kerajaan ada karena mereka dan untuk mereka;
terobosan baru. Akan tetapi kemungkinan ini saja bukan sebaliknya mereka untuk kerajaan.
tidak cukup kuat. Kerajaan yang dipimpinnya tidak
Pergumulan Israel di tengah krisis politik
sama saja dengan kerajaan-kerajaan lain. Israel
Internasional telah melahirkan institusi kerajaan.
adalah satu kerajaan teokratis dengan
Akan tetapi ketika Israel sebagai satu kerajaan
pertumbuhannya yang tidak dapat dilepaskan dari
muda menghadapi krisis ekonomi karena beban
sejarah masa lampaunya. Apalagi bagi Israel masa
pajak dan kerja paksa yang berat, rakyat
lampau selalu terbentang di hadapan mereka untuk
ditinggalkan oleh raja yang mereka kehendaki. Sang
dikaji dan dijadikan bahan acuan. Kalau hal itu
raja tidak menjadi abdi bagi mereka di tengah krisis.
disadari maka tradisi-tradisi kehidupan Israel di
Jika Rehabeam dibandingkan dengan Saul yang
masa pengembaraan di padang gurun, khususnya
diragukan di awal pemerintahannya, Saul masih
kepemimpinan Musa dengan dukungan para hakim
berpihak kepada rakyatnya dengan jalan
(baca: tua-tua) sudah merupakan satu bahan acuan
membebaskan penduduk kota Yabesy-Gilead (1 Sam
penting. Dan bila demikian, Rehabeam tidak
11). Jika dibandingkan lagi dengan Daud, dalam
Tinjauan Teologis

memiliki alasan untuk menolak nasihat para tua-tua


segala kelemahannya Daud juga masih tahu diri
Israel. Di atas semuanya itu, harapan rakyat yang
dan tidak gegabah mendepak Saul. Di gua Kehila (1
mendukungnya sejak penobatan di Sikhem tidak
Sam 23) dan di bukit Hakhila (1 Sam 26) Daud tidak
boleh ditawar-tawar. Begitulah seharusnya seorang
memusnahkan Saul, sekalipun terbuka peluang
abdi di masa krisis.
untuk itu. Sekalipun dia mempunyai alasan yang
Penolakan Rehabeam atas permintaaan rakyat kuat karena telah diurapi menjadi raja (1 Sam 16),
mengabaikan satu pertimbangan dalam tradisi Daud menjauhkan diri dan tidak berambisi untuk
kenabian di Israel. Sejak awal, dalam pergumulan segera muncul sebagai penguasa dengan cara
tentang kehadiran insititusi kerajaan di Israel, pihak kekerasan. Ia tidak mendahului TUHAN dalam
yang paling banyak memikul beban pergumulan ini peralihan kekuasaan di Israel. Jika dibandingkan
adalah para nabi. Samuel adalah tokoh yang dengan Salomo, memang Rehabeam tidak
terdepan dalam hal ini. Setelah “terdesak” oleh berhikmat. Salomo tampil dengan hikmat yang
rakyat, akhirnya ia menyetujui usul mereka (1 Sam mengesankan ketika ia memutuskan perkara dua
8:21, 22). Dalam cerita tentang pergumulan Samuel ibu yang saling berebut anak (1 Raj 3:16 dst). Dalam
ini, ada kesan bahwa ia - dan juga TUHAN - keputusan itu Salomo tidak memihak dan tidak
terpaksa menerima usul rakyat. Akan tetapi di mengorbankan pihak yang tidak perlu dikorbankan.
belakang narasi ini terletak penghargaan terhadap Sebaliknya Rehabeam hanya mengandalkan
eksistensi rakyat sebagai satu komponen dari kekuasaan dan mengorbankan rakyat yang
masyarakat Israel. Itulah sebabnya suara mereka mendukungnya. Jelaslah bahwa tanpa hikmat,
didengarkan dan hadirlah institusi kerajaan di Israel. kekuasaannya tidak menjadi berkat dan tidak dapat
Dari pihak rakyat masih terdengar suara bahwa diabdikan bagi kesejahteraan rakyat. Kalau saja
mereka akan sama seperti bangsa lain yang suara rakyat dan tradisi kenabian tentang
memiliki raja yang memimpin mereka dalam perang kesejahteraan rakyat ikut dipertimbangkan dengan
(8:20). Inipun satu kesadaran tentang kondisi Israel baik oleh Rehabeam, tidak perlu terjadi perpecahan
sebagai kerajaan yang baru akan terbentuk dalam di Israel. Kesatuan Israel Raya dapat dipertahankan
menghadapi tantangan dari bangsa-bangsa di tanpa upaya penyeragaman dengan memaksakan
sekitarnya, seperti bangsa Filistin. kehendaknya karena solidaritas angkatan yang
mengarah pada penyeragaman pandangan. Akan
Sebenarnya suara kritis dari pihak kenabian yang
tetapi dengan pilihan keberpihakannya pada orang-
diwakili Samuel adalah satu peringatan dini, yaitu
orang seangkatannya, ia memasuki gerbang pola
supaya rakyat Israel jangan diperlakukan sama saja
pemerintahan yang otoriter.
seperti rakyat dalam kerajaan lain di sekitar Israel.
Soalnya ialah rakyat Israel adalah umat yang Pola pendekatan pemerintahan yang ditempuh
tumbuh dalam kemerdekaan karena TUHAN telah Rehabeam berkembang menuju orientasi
memerdekakan mereka dari perbudakan di Mesir. pemerintahan yang berpusat pada kepentingan
Mereka boleh berkerajaan, tetapi kedudukan dan istana. Hal itu kemudian akan terlihat dalam
hak mereka sebagai satu komponen masyarakat pemerintahan raja-raja di Israel Utara maupun
yang berkedaulatan janganlah dihapuskan. Mereka Yehuda. Pemerintahan raja-raja yang lebih memihak

32
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
pada kaum pemilik modal semakin membuat rakyat bersama untuk memperoleh kursi. Dan hilanglah
terpuruk di bidang ekonomi dan menimbulkan semua janji karena kepentingan telah tercapai.
ketidakadilan yang berkepanjangan. Suksesi di Israel Sesudah itu terulang lagi janji Rehabeam: “Pergilah
Utara yang banyak diwarnai pertumpahan darah sampai lusa, kemudian kembalilah padaku” (1 Raj
juga memperlihatkan kepentingan tokoh-tokoh 12:5). Dan ketika mereka kembali, yang didengar
politik yang berorientasi pada kepentingan takta hanyalah satu dekrit yang mematikan karena beban
secara individual. Demikianlah jalannya satu yang ditambahi tanpa ampun: Ayahku telah
pemerintahan yang tidak mengabdi kepada memberatkan tanggunganmu, tetapi aku
kepentingan rakyat yang dilanda krisis. menambah tanggunganmu itu ... ayahku menghajar
kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar
Khusus dalam hal kepemimpinan dan fungsinya di
kamu dengan cambuk yang berduri besi ... (12:14).
tengah masyarakat, peranan raja-raja dan
Mungkin pemimpin yang kita pilih tidak secara
pemimpin-pemimpin di Israel merupakan satu
eksplisit mengatakan demikian, tetapi keputusan-
pergumulan tersendiri di kalangan para nabi.Yesaya
keputusan dan program-program yang disusun
telah mengeluh:
memang membebani rakyat dan umat sedangkan
Di mana kamu mau dipukul lagi, hasilnya untuk kepentingan segelintir orang saja.
Kamu yang bertambah murtad? Kalau demikian citra pemimpin dalam satu suksesi,

Tinjauan Teologis
Seluruh kepala sakit, celakalah rakyat/umat yang memilihnya secara
dan seluruh hati lemah lesu. sadar atau tidak sadar.
Dari telapak kaki sampai kepala
Tidak ada yang sehat; Dr. Jehezkiel Alexander Telnoni adalah dosen
bengkak dan bilur dan luka baru, Fakultas Teologi Universitas Kristen Artha Wacana
tidak dipijit dan tidak dibalut (UKAW), Kupang di bidang Perjanjian Lama. Artikel
dan tidak ditaruh minyak. (Yes. 1: 5,6) diatas dicetak ulang dari Jurnal Teologi Sosial
terbitan Fakultas Teologi UKAW, Vol. 1, No. 2, Agustus
Yesaya mengungkapkan keluhan ini sekitar satu 2004, hlm 27-54. Terima Kasih kepada penulis dan
abad lebih setelah kasus kepemimpinan Rehabeam. Redaksi Jur nal TTeologi
Jurnal eologi Sosial UKA
UKAWW yang telah
Dari kaki hingga kepala telah rusak, dari masyarakat memberi izin pembuatan ulang artikel ini.
hingga para pemimpin telah rusak. Keluhan Yesaya
telah berlalu, tetapi gaungnya masih terdengar jelas. Catatan Kaki:
Kalau model Rehabeam masih dipertimbangkan dan 1 Lih. Johs Pedersen, Israel, Its Life and Culture. III-IV.
keluhan Yesaya masih didengar, apakah yang harus London: HUMPREY MILFORD. Oxford University
dikatakan tentang masyarakat dan semua Press, 1940, hlm. 34 dyb.
komunitas umat beragama di Indonesia dan para 2
A.D.H. Mayes, Israel in the Period of Judges.
pemimpinnya di era suksesi ini? London: SCM Press, 1974. hlm. 98 dyb.
Kembali berkaca pada masalah Rehabeam, 3
Dalam fabel itu (Hak. 9:1-49) Abimelekh menolak
masyarakat Indonesia masih menyimpan satu kepemimpinan kolektif yang beranggotakan tujuh
akronim yang padat makna, yaitu AMPERA. Dari puluh orang. Selanjutnya di bawah tekanan atas
nama jalan hingga nama orang, AMPERA orang-orang Sikhem, ia memerintah selama tiga
mendapatkan tempatnya. Yang dibanggakan ialah puluh tahun. Akan tetapi akhirnya ia juga
gaung ucapan Amanat Penderitaan Rakyat. Kalau ini mengakhiri masa pemerintahannya secara tragis.
menjadi tolok ukur, Rehabeam akan dinilai sebagai Orang-orang Sikhem memberontak dan ia sendiri
pemimpin tanpa kepedulian. Akan tetapi di mati di tangan seorang perempuan (9:50-57).
Indonesia sendiri - dan tentu di banyak bagian 4
Bd. R.D.Culver, “shapat”, TWOT, Vol. II, hlm. 949.
belahan dunia ini - yang ada hanyalah Amanat
Penderitaan Rakyat. Itu suatu komoditas politik. 5
Tentang istilah amphictyoni, lih. uraian Werner
Penderitaan rakyat dipolitisasi sampai diproyekkan H.Schmidt, The Faith of Israel,Oxford: Basil
dalam berbagai program pada berbagai tataran Blackwell, 1986, hlm. 102-104.
organisasi. Tidak pernah terdengar Amanat 6
ketegangan di antara kedua kelompok yang
Keprihatinan Pejabat. Karena itu nurani para pejabat berbeda pendapat ini adalah hal yang biasa.
tidak cukup terusik di hadapan berbagai persoalan Ketika suatu kelompok masyarakat menyikapi
yang menimpa rakyat dan umat. Yang paling sesuatu yang baru sama sekali, tidak dengan
banyak terlihat ialah upaya merebut simpati mudah saja hal yang baru dapat diterima. Bagi
menjelang suksesi dengan mengobral janji, Israel yang baru menyesuaikan diri dengan pola
membangun klik dan jaringan karena kepentingan hidup menetap, tanggungjawab untuk menata

33
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004
kehidupan sosial mereka sesuai dengan 15
Lih. J.Lindblom, Prophecy in Ancient Israel, Oxford:
kebiasaan kerajaan-kerajaan yang mereka kenal Basil Blackwell. 1963, hlm. 1 dyb.
adalah suatu kebutuhan dan beban sekaligus. 16
Bd. a.l. A. Benzen, King and Messiah, Oxford:
Mereka membutuhkan waktu yang cukup lama Basil Blackwell. 1970. Edited by G. W. Anderson,
untuk menerima segala tanggungjawab itu hlm. 16 dyb.
sebagai tuntutan hidup bermasyarakat yang
wajar. Kepustakaan
7
Kelangsungan institusi kerajaan di Israel seperti Mayes, A.D.H., Israel in the Period of Judges. London:
yang terlihat dalam cerita--cerita tentang raja-raja SCM Press, 1974.
berikutnya menunjukkan bahwa kedua kekuatan Pedersen, Johs, Israel, Its Life and Culture. III-IV
ini tidak diberi peluang bertumbuh secara London: Oxford University Press, 1940.
seimbang. Karena itu raja-raja Is-rael baik di Schmidt, Werner H., The Faith of Israel,Oxford: Basil
zaman kerajaan Israel Raya maupun sesudah Blackwell, 1986.
perpecahan kerajaan ini tersandung dalam
Wahono, S.Wismoady. Di Sini Kutemukan. Jakarta:
berbagai skandal.
BPK Gungung Mulia, 1993.
8
Secara sepintas kilas keterangan singkat ini Bright, John, A History of Israel, Philadelphia: The
memperlihatkan persaingan suku-suku Israel
Tinjauan Teologis

Westminster, 1972.
sendiri. Kalau bahan-bahan seperti mimpi-mimpi
Jacob, Edmon, Theology of the Old Testament. Transl.
Yusuf (Kej 37), berkat Yakub kepada anak-anaknya
By Arthur W.Heathcote and Philip J.Allock, New York
(Kej 48,48), dll. ikut dipertimbangkan, akan terlihat and Evanston: Harper & Lindblom, 1958.
bahwa sebenarnya suku-suku Israel tidak luput
dari persaingan dan ketegangan. Saul yang tampil Row, J., Prophecy in Ancient Israel, Oxford: Basil
Blackwell, 1963.
sebagai raja pertama di Israel harus berjuang,
untuk memimpin sambil mengatasi segala beban Benzen, A., King and Messiah, Oxford: Basil
karena kondisi seperti ini. Blackwell, 1970.
9
Bd. S.Wismoady Wahono, Di Sini
Kutemukan. Jakarta: BPK Gunung Mulia,
1993. hlm. 129.
10
Bd. John Bright, A History of Israel,
Philadelphia: The Westminster, 1972, hlm.
200
11
Ibid., hlm. 208.
12
Perkataan hokmah dalam bahasa Ibrani
dikategorikan sebagai kata benda
feminin. Dengan hokmah sebagai ilmu
dan bekal kehidupan, orang yang
berhikmat dipandang sebagai orang
yang hidup bijak dan kehidupannya
diibaratkan sebagai satu gadis yang
cantik, ayu dan tahu membawa diri untuk
hidup baik. Secara praktis juga
perempuanlah yang dinilai dalam
keluarga sebagai tokoh bijak (Ams 31:10
dst; bdk. tokoh Abigail dalam 1 Sam 25
atau Rut, dll).
13
Lih. Edmon Jacob, Theology of the Old
Testament. Transl. By Arthur Wheathcote
and Philip J.Allock, New York and
Evanston: Harper & Row, 1958. hlm. 236,
237.
14
Ibid., hlm. 237.

34
INTIM - Jurnal STT Intim Makassar Edisi No. 7 - Semester Ganjil 2004