Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan
Hinayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun
isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam Pengenalan tentang Bentuk Jaringan dan
Perangkatnya.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan bagi para pembaca
serta kami nantikan kritik dan sarannya, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-
masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Ciwidey, Januari 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar......................................................................................................................... i

Daftar isi................................................................................................................................... ii

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar belakang.............................................................................................................. 1

1.2 Rumusan masalah.......................................................................................................... 1

1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................................... 1

BAB II Pembahasan

2.1 Pengertian Jaringan Komputer...................................................................................... 2

2.2 Jenis Jaringan Komputer............................................................................................... 2

2.3 Protokol Jaringan........................................................................................................... 3

2.4 Topologi Jaringan.......................................................................................................... 6

2.5 Tipe Jaringan................................................................................................................. 10

2.6 Media Tranmisi Data..................................................................................................... 11

2.7 Macam-macam Kabel.................................................................................................... 18

BAB III Penutup

3.1 Kesimpulan.................................................................................................................... 22

3.2 Saran.............................................................................................................................. 22

Daftar Pustaka.......................................................................................................................... 23

ii
MAKALAH
BENTUK JARINGAN DAN PERANGKATNYA

Disusun oleh :

INDAH SITI FATMAWATI

SITI RAHMAWATI

AYU NOVIANTI

SUSI SUSILAWATI

XI – IPS 4

SMA AL-AMANAH CIWIDEY


2018 - 2019

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi jaringan komputer dewasa ini semakin pesat seiring


dengan kebutuhan masyarakat akan layanan yang memanfaatkan jaringan komputer. Pada
sistem jaringan komputer, protokol merupakan suatu bagian yang paling penting. Protokol
jaringan yang umum digunakan adalah IPv4. Akan tetapi protokol telah berumur
lebih dari 20 tahun masih terdapat beberapa kekurangan dalam menangani jumlah
komputer dalam suatu jaringan yang semakin kompleks. Telah dikembangkan protokol
jaringan baru, yaitu IPv6 yang merupakan solusi dari masalah diatas. IPv6 menawarkan fitur
dan fungsionalitas yang lebih dari IPv4 seperti ruang pengalamatan yang jauh
lebih besar, fitur keamanan IPSec, penanganan lalu lintas multimedia di internet,
dan lain-lain. Namun, protokol baru ini belum banyak diimplementasikan pada
jaringan-jaringan di dunia.

1.2 Perumusan Masalah

1. Apa Pengertian Jaringan Komputer?


2. Apa saja Jenis Jaringan Komputer?
3. Apa Protokol Jaringan?
4. Bagaimana bentuk-bentuk Topologi Jaringan?
5. Apa saja tipe Tipe Jaringan?
6. Apa saja Media Tranmisi Data?
7. Apa Macam-macam Kabel?
1.3 Tujuan

1. Pengertian Jaringan Komputer


2. Jenis Jaringan Komputer
3. Protokol Jaringan
4. bentuk-bentuk Topologi Jaringan
5. Tipe Jaringan
6. Media Tranmisi Data
7. Macam-macam Kabel

BAB II
1
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub,
switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media
komunikasi tertentu.Perangkat yang terhubung dengan jaringan disebut juga sebagai node. Hal
ini memungkinkan pengguna dapat bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang
sama, dan menggunakan sumber daya jaringan (hardware dan software) ada.
Beberapa manfaat dari jaringan komputer, antara lain:
1. Resource Sharing Yaitu penggunaan sumber daya yang ada secara bersam-sama.
2. Realiabitas Tinggi Dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan realibitas yang
tinggi.
3. Menghemat Uang Perusahaan dapat menghemat peralatan yang harus digunakan.
4. Sarana Komunikasi Dapat dimanfaatkan oleh perusahaan atau organisasi untuk
berkomunikasi.

2.2 Jenis Jaringan Komputer


a.Berdasarkan cara pemrosesan dan pengaksesan
1. Jaringan host terminal, jaringan ini terdiri dari sebuah atau lebih server yang
dijhubungkan dalam satu dumb terminal.
2. Client server, terdiri dari sebuah server atau lebih yang dihubungkan dengan beberapa
client.
Kelebihan client server
 Memberikan keamanan yang lebih baik
 Lebih mudah pengaturannya bila networknya besar karena administrasinya
disentralkan
 Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral
Kerugian client server
 Membutuhkan software NOS yang mahal contoh : NT atau server Windows 2000,
XP,Novell, UNIX
 Membutuhkan hardware yang lebih tinggi dan mahal untuk mesin server
 Membutuhkan administrator yang profesional
 Mempunyai satu titik lemah jika menggunakan satu server, data user menjadi tak ada
jika server mati.
3) Peer to peer network, adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer
(biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1 sampai 2 printer) dalam sistem jaringan ini
yang diutamakan adalah pennguna program, data, dan printer secara bersama-sama.
Kelebihan peer to peer
 Pelaksanaan tidak terlalu mahal, relatif murah
 Tidak membutuhkan software server NOS ( Network Operating System )
 Tidak membutuhkan administrator network yang handal
Kerugian peer to peer
 Tidak cocok untuk network skala besar, administrasi menjadi tidak terkontrol
 Tiap user harus dilatih untuk menjalankan tugas administrative.
 Keamanan kurang
 Semua mesin yang sharing resource tidak mempengaruhi performa
2
b.Berdasarkan metode distribusi data
Jaringan terpusat atas beberapa komputer terminal yang terhubung ke komputer induk
(host). Jaringan terpusat terdiri atas beberapa komputer terminal yang terhubung ke komputer
induk (host). Komputer induk berisi data dan aplikasi dan melaksanakan hampir semua
pengolahan data.
Jaringan distribusi terdiri dari beberapa komputer induk yang terhubung dengan
berbagai terminal. Jaringan terdistribusi terdiri atas beberapa komputer induk yang terhbung
dengan berbagai terminal. Jaringan terdistribusi secara fisik dapat dibentuk dari penggabungan
jaringan terpusat.
Berdasarkan jarak
1. Local Area Network (LAN)
Merupakan jaringan milik pribadi yang jangkauannya hanya sampai beberapa kilometer.
LAN biasanya dibuat atau digunakan untuk menghubungkan komputer dalam sebuah
gedung (kantor).
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Merupakan jaringan umum yang jangkauannya cukup besar. MAN dapat membuat
jaringan komputerantar gedung. MAN juga mampu menunjang data dan suara, bahkan
dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
3. Wide Area Network (WAN)
Merupakan jangkauan umum yang cakupannya lebih luas daripada MAN. Jaringan yang
dibentuk WAN ini dapat mencakup sebuah Negara bahkan benua.
4. Internet
Merupakan kumpulan jaringan yang terinterkoneksi. Internet merupakan pengembangan
jaringan , yang dibuat untuk memudahkan komunikasi setiap orang yang berjauhan
keberadaannya.
5. Jaringan tanpa kabel
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak dapat
dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

Prinsip Kerja Jaringan Komputer


1. Metode pengiriman dan penerimaan data.
2. Keamanan data dalam jaringan.

2.3.PROTOKOL JARINGAN

Protokol Jaringan adalah aturan-aturan yang digunakan dalam jaringan sehingga


komputer-komputer anggota jaringan dan komputer berbeda platform dapat saling
berkomunikasi. Yang di atur adalah : Topologi/Bentuk Fisik Jaringan, Kabel yang di
gunakan, dan Kecepatan transfernya. Berikut adalah Jenis-Jenis dari Protocol Jaringan :
Ethernet
Protokol Ethernet paling banyak di gunakan dalam sistem jaringan. Ethernet
menggunakan metode akses yang disebut dengan CSMA/CD (Carrier Sense Multiple
Access/Collision Detection) dalam mengkomunikasikan data. Protocol Ethernetbekerja
dengan memperhatikan network atau jaringan sebelum di lakukan transformasi atau
transmisi data . Apabila jalur masih sibuk maka akan dia akan menunggu melakukkan
pengiriman data hingga jalur bersih dari data.
Topologi: TopologiBUS dan TopologiStar
Kabel : Coaxial, Fiber Optic dan Twisted Pair
Kecepatan : 10 Mbps.
3
Local Talk
Local Talk merupakan protokol jaringan dengan menggunakan metode akses yang
disebut CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance) dalam
mengkomunikasikan data. Protocol Local Talk di Populerkan oleh Machintos atauApple
Computer. Protocol Local Talk bekerja dengan menghindari dari tabrakan saat pengiriman
data. Adapter Local Talk dan Kabel Twisted Pair khusus di gunakan dalam jaringan ini
melalui serial port.
Topologi : Topologi Bus
Kabel : Twisted Pair
Kecepatan : 230 Kbps
Token Ring
Protokol Token Ring di populerkan oleh IBM pada tahun 1980. Metode akses
protokol Token Ring adalah melalui sebuah Token dalam sebuah lingkaran seperti cincin.
Sinyal Token bergerak berputar dalam sebuah lingkaran (cincin) dalam sebuah jaringan dan
bergerak dari satu komputer menuju ke komputer lainnya. Jika pada persinggahan di salah
satu komputer terdapat data yang ingin ditransmisikan, Token akan mengirimkan data ke
tempat yang di inginkan tersebut. Selanjutnya, Token bergerak untuk saling
mengkoneksikan di antara masing-masing komputer.

Topologi : Topologi Star


Kabel : Twisted Pair dan Fiber Optic
Kecepatan : 4 Mbps – 11 Mbps
FDDI (Fiber Distributted Data Interface)
FDDI merupakan protokol jaringan dengan metode akses model
Token. FDDImenghubungkan beberapa komputer sampai jarak yang jauh. Topologi ini
bentuknya sama dengan Token Ring tetapi menggunakan 2 buah ring. Dengan Maksud apabila
ring 1 ada masalah maka secara otomatis akan berpindah ke ring 2.

Topologi : Topologi Star


Kabel : Fiber Optic
Kecepatan : 100 Mbps

4
Dari ke empat macam Protocol di atas, Protocol yang paling populer atau
berkembang adalah Protocol Ethernet karena Protocol Ethernet Cara Instalasi nya yang
mudah dan Alat yang di pergunakan mudah untuk di cari di pasaran.

Jaringan berdasarkan Area wilayahnya :

1) Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya
hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam
rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi
IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer
data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau
biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang
menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.Pada sebuah LAN,
setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep
dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN
sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau
perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan
pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.Berbeda dengan Jaringan
Area Luas atau Wide Area Network (WAN).

LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :

Mempunyai pesat data yang lebih tinggi


2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator
telekomunikasi

Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan
menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.
WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area
Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh
yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan
juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi
publik.WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan
lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi
dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

MAN
Metropolitan area network atau disingkat dengan MAN. Suatu jaringan dalam suatu kota
dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti
kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari
beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan
jaringan yang tepaMetropolitan area network atau disingkat dengan MAN. Suatu jaringan
dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai
lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah
gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini
merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu
kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.
5
2.4.Topologi Jaringan
Topologi jaringan adalah pola hubungan computer dalam suatu jaringan. Macam
macam Topologi jaringan yaitu :
1. Topologi Mesh

Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap
perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan.
Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan
perangkat yang dituju (dedicated links).
Karakteristik Topologi Mesh :
Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan yang
ada.
Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu
sama lain.
Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit
sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.
Keuntungan Topologi Mesh :
Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.
Kekurangan Topologi Mesh :
Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah
komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.
2. Topologi Star

Topologi bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Contoh alat
yang di pakai disini adalah hub, switch, dll

6
Karakteristik Topologi Star :
Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).
Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast
keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka
kinerja jaringan akan semakin turun.
Sangat mudah dikembangkan.
Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka
keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan
keseluruhan tersebut.
Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.
Keuntungan Topologi Star :
Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang
menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktvitas jaringan yang sedang berlangsung.
Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer
tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan
hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.
Kekurangan Topologi Star :
Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub.Jika hub pusat mengalami
kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu
central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan
yang lain.
Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.
3. Topologi Ring

Topologi ring digunakan dalam jaringan yang memiliki performance tinggi, jaringan
yang membutuhkan bandwidth untuk fitur yang time-sensitive seperti video dan audio, atau
ketika performance dibutuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang
banyak.

Karakteristik Topologi Ring :

7
Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan
seperti lingkaran.
Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga
collision dapat dihindarkan.
Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak
maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).
Keuntungan Topologi Ring :
Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.
Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari
server.
Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri
atau kekanan.
Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

Kekurangan Topologi Ring :


Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan
mempengaruhi keseluruhan jaringan.
Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.
Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
4. Topologi Bus

Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer.
Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan
beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi
ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena
memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika
salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan
langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi. Topologi ini awalnya
menggunakan kable Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi. Tapi pada saat ini
topologi ini di dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik
( fiber optic) akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk
memaksimalkan performanya.

Karakteristik Topologi BUS :

8
Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel
ditutup dengan terminator.
Sangat sederhana dalam instalasi.
Sangat ekonomis dalam biaya.
Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.
Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukanadalah Tconnector pada setiap ethernet card.
Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan
dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Keuntungan Topologi BUS :
Topologi yang sederhana.
Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer-komputer atau
peralatan-peralatan yang lain.
Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus.
Kekurangan Topologi BUS :
Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.
Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal
elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima
dengan benar.
Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.
Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.
5. Topologi Pohon

Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan
bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki
yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan
semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan
pada sistem jaringan komputer .Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul
(node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang
lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu.
Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada
gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.
Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok
yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok
yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal
penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak
9
berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak
efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
2.5.Tipe Jaringan
Tipe jaringan dalam kehidupan sehari-hari dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
Jaringan berbasis server adalah dengan adanya server di dalam sebuah jaringan yang
menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut.
Jaringan peer to peer berfungsi sebagai client dan server sekaligus. Jaringan ini digunakan di
sebuah kantor kecil dengan jumlah komputer sedikit.
Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada dua tipe jaringan di atas. Ini berarti
pengguna dapat mengakses sumber daya yang di-share oleh jaringan peer to peer, dan juga
dapat memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh server.
Internet Service Provider
sejarah ISP di Indonesia
ISP pertama di Indonesia adalah IPTEKNET (http://www.iptek.net.id/) yang beroperasi
penuh menjelang awal 1994. Pada tahun yang sama P.T. IndoInternet (http://www.indo.net.id/)
atau IndoNet yang dipimpin secara part-time oleh Sanjaya mulai beroperasi. IndoNet
merupakan ISP komersial pertama Indonesia yang pada awalnya memanfaatkan lisensi dari
P.T. Lintas Arta. Sambungan awal ke Internet oleh IndoNet dilakukan menggunakan metode
dial-up. IndoNet berlokasi di di daerah Rawamangun, Jakarta.
Kriteria Pemilihan ISP
 Kecepatan transfaer data
 Bandwidth
 Memiliki server proxy
 Memiliki backbone
 Keamanan data
 Layanan yang diberikan
 Biaya
 Hardware
 Teknologi yang digunakan
Jenis Pelayanan Koneksi Internet
 Dial Up
 Mobile Access
 Hotspot
 Wireless
Kecepatan Transfer Dta
 Satuan kecepatan transfer data adalah bps 9bits per second.
 faktor yang memengaruhi kecepatan akses internet :
 Media transmisi
 Kecepatan Jaringan
 Banyaknya User

2.6.Media Transmisi Data

10
Media Transmisi Data dibagi menjadi 2 bagian. Yaitu :
1. Media Transmisi Guided
2. Media Transmisi Unguided
Media transmisi yang terpandu maksudnya adalah media yang mampu mentransmisikan
besaran-besaran fisik lewat materialnya. Contoh: kabel twisted-pair, kabel coaxial dan serat
optik.
1. Twisted Pair
Kabel twisted-pair terdiri atas dua jenis yaitu shielded twisted pair biasa disebut STP
dan unshielded twisted pair (tidak memiliki selimut) biasa disebut UTP.
Kabel twisted-pair terdiri atas dua pasang kawat yang terpilin. Twisted-pair lebih tipis,
lebih mudah putus, dan mengalami gangguan lain sewaktu kabel terpuntir atau kusut.
Keunggulan dari kabel twisted-pair adalah dampaknya terhadap jaringan secara keseluruhan:
apabila sebagian kabel twisted-pair rusak, tidak seluruh jaringan terhenti, sebagaimana yang
mungkin terjadi pada coaxial. Kabel twisted-pair terbagi atas dua yaitu:
Shielded Twisted-Pair (STP)
- Unshielded Twisted-Pair (UTP)
Shielded Twisted -Pair (STP)

Kabel STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan


kabel. STP yang peruntukan bagi instalasi jaringan ethernet, memiliki resistansi atas
interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan ukuran fisik
kabel. Kabel Shielded Twister-Pair nyaris memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama
dengan kabel UTP. Satu hal keunggulan STP adalah jaminan proteksi jaringan dari
interferensi-interferensi eksternal, sayangnya STP sedikit lebih mahal dibandingkan UTP.
Tidak seperti kabel coaxial, lapisan pelindung kabel STP bukan bagian dari sirkuit
data, karena itu perlu diground pada setiap ujungnya. Pada prakteknya, melakukan ground
STP memerlukan kejelian. Jika terjadi ketidaktepatan, dapat menjadi sumber masalah
karena bisa menyebabkan pelindung bekerja sebagai layaknya sebuah antenna; menghisap
sinyal-sinyal elektrik dari kawat-kawat dan sumber-sumber elektris lain disekitarnya. Kabel
STP tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh sebagaimana media-media lain (seperti
kabel coaxial) tanpa bantuan device penguat (repeater).
Kecepatan dan keluaran: 10-100 Mbps
- Biaya rata-rata per node: sedikit mahal dibadingkan UTP dan coaxial
- Media dan ukuran konektor: medium
- Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek).
11
Unshielded Twisted-Pair

Untuk UTP terdapat pula pembagian jenis yakni:


Category 1 : sifatnya mampu mentransmisikan data kecepatan rendah. Contoh: kabel
telepon.
Category 2 : sifatnya mampu mentransmisikan data lebih cepat dibanding category 1. Dapat
digunakan untuk transmisi digital dengan bandwidth hingga 4 MHz.
Category 3 : mampu mentransmisikan data hingga 16 MHz.
Category 4 : mamu mentransmisikan data hingga 20 MHz.
Category 5 : digunakan untuk transmisi data yang memerlukan bandwidth hingga 100 MHz.
Secara fisik, kabel Unshielded Twisted-Pair terdiri atas empat pasang kawat
medium. Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Tipe kabel ini semata-mata
mengandalkan efek konselasi yang diproduksi oleh pasangan-pasangan kawat, untuk
membatasi degradasi sinyal. Seperti halnya STP, kabel UTP juga harus mengikuti rule yang
benar terhadap beberapa banyak tekukan yang diizinkan perkaki kabel. UTP digunakan
sebagai media networking dengan impedansi 100 Ohm. Hal ini berbeda dengan tipe
pengkabelan twister-pair lainnya seperti pengkabelan untuk telepon. Karena UTP memiliki
diameter eksternal 0,43 cm, ini menjadikannya mudah saat instalasi. UTP juga mensuport
arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya sehingga menjadi sangat popular.
Kecepatan dan keluaran: 10 – 100 Mbps
Biaya rata-rata per node: murah
Media dan ukuran: kecil
Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek).
Kabel UTP memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dipasang, ukurannya kecil,
juga harganya lebih murah dibanding media lain. Kekurangan kabel UTP adalah rentang
terhadap efek interferensi elektris yang berasal dari media atau perangkat-perangkat di
sekelilingnya. Meski begitu, pada prakteknya para administrator jaringan banyak
menggunakan kabel ini sebagai media yang efektif dan cukup diandalkan.
2. Kabel Coaxial

Kabel coaxial atau popular disebut “coax” terdiri atas konduktor silindris melingkar,
yang menggelilingi sebuah kabel tembaga inti yang konduktif. Untuk LAN, kabel coaxial
menawarkan beberapa keunggulan. Diantaranya dapat dijalankan dengan tanpa banyak
membutuhkan bantuan repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh diantara node
network, dibandingkan kabel STP atau UTP. Repeater juga dapat diikutsertakan untuk
12
meregenerasi sinyal-sinyal dalam jaringan coaxial sehingga dalam instalasi network cukup
jauh dapat semakin optimal. Kabel coaxial juga jauh lebih murah dibanding Fiber Optic,
coaxial merupakan teknologi yang sudah lama dikenal. Digunakan dalam berbagai tipe
komuniksai data sejak bertahun-tahun, baik di jaringan rumah, kampus, maupun
perusahaan.
Kecepatan dan keluaran: 10 -100 Mbps
Biaya rata-rata per node: murah
Media dan ukuran konektor: medium
Panjang kabel maksimum: 200m (disarankan 180m) untuk thin-coaxial dan 500m untuk
thick-coaxial
Saat bekerja dengan kabel, penting bagi kita untuk mempertimbangkan ukurannya;
seperti ketebalan, diameter, pertambahan kabel sehingga akan menjadi pertimbangan atas
kesulitan saat instalasi dilapangan. Kita juga harus ingat bahwa kabel akan mengalami
tarikan-tarikan dan tekukan di dalam pipa. Kabel coaxial datang dalam beragam ukuran.
Diameter terbesar diperuntukkan sebagai backbone Ethernet karena secara historis memiliki
ketahanan transmisi dan daya tolak interferensi yang lebih besar. Tipe kabel coaxial ini
sering disebut dengan thicknet, namun dewasa ini sudah banyak ditinggalkan. Kabel coaxial
lebih mahal saat diinstal dibandingkan kabel twisted-pair.

Fiber Optic

Kabel fiber optic merupakan media networking yang mampu digunanakan untuk
transmisi-transmisi modulasi. Jika dibandingkan media-media lain, fiber optic memiliki
harga lebih mahal, tetapi cukup tahan terhadap interferensi elektromagnetis dan mampu
beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi. Kabel fiber optic dapat
mentransmisikan puluhan juta bit digital perdetik pada link kabel optic yang beroperasi
dalam sebuah jaingan komersial. Ini sudah cukup utnuk mengantarkan ribuan panggilan
telepon.
Beberapa keuntungan kabel fiber optic:
Kecepatan: jaringan-jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan tinggi, mencapai
gigabits per second Bandwidth: fiber optic mampu membawa paket-paket dengan kapasitas
besar.
Distance: sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan
“refresh” atau “diperkuat”.Resistance: daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik
yang dihasilkan perangkat-perangkat elektronik seperti radio, motor, atau bahkan kabel-
kabel transmisi lain di sekelilingnya.
Maintenance: kabel-kabel fiber optic memakan biaya perawatan relative murah.
Tipe-tipe kabel fiber optic:

13
Kabel single mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki
diameter 8.3 hingga 10 micron. (satu micron besarnya sekitar 1/250 tebal rambut manusia)
Kabel multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass, dengan kombinasi
(range) diameter 50 hingga 100 micron. Setiap fiber dalam kabel multimode mampu
membawa sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundel kabel.
Plastic Optical Fiber merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki performa
familiar dengan kabel single mode, tetapi harganya sedikit murah.
Kontruksi kabel fiber optic
Core: bagian ini merupakan medium fisik utama yang mengangkut sinyal-sinyal data
optical dari sumber ke device penerima. Core berupa helai tunggal dari glass atau plastik
yang kontinyu (dalam micron). Semakin beasr ukuran core, semakin banyak data yang dapat
diantarkan. Semua kabel fiber optic diukur mengacu pada diameter core-nya.Cladding:
merupakan lapisan tipis yang menyelimuti fiber core.oating: adalah lapisan plastik yang
menyelimuti core dan cladding. Penyangga coating ini diukur dalam micron dan memilki
range 250 sampai 900 micron.
Strengthening fibers: terdiri atas beberapa komponen yang dapat menolong fiber dari
benturan kasar dan daya tekan tak terduga selama instalasi Cable jacket: merupakan lapisan
terluar dari keseluruhan badan kabel.
Media unguided mentransmisikan gelombang electromagnetic tanpa menggunakan
konduktor fisik seperti kabel atau serat optik. Contoh sederhana adalah gelombang radio
seperti microwave, wireless mobile dan lain sebagainya.
Media ini memerlukan antena untuk transmisi dan penerimaan (transmiter dan
receiver)

3. Ada dua jenis transmisi


Point-to-point (unidirectional) yaitu dimana pancaran terfokus pada satu sasaran
Broadcast (omnidirectioanl) yaitu dimana sinyal terpancar ke segala arah dan dapat diterima
oleh banyak antena
Tiga macam wilayah frekuensi
 Gelombang mikro (microwave) 2 – 40 Ghz
 Gelombang radio 30 Mhz – 1 Ghz
 Gelombang inframerah
Untuk media tidak terpandu (unguided), transmisi dan penerimaan dapat dicapai
dengan menggunakan antena. Untuk transmisi, antena mengeluarkan energi elektromagnetik
ke medium (biasanya udara) dan untuk penerimaan, antena mengambil gelombang
elektomagnetik dari medium sekitarnya. Media transmisi tidak terpandu (unguided) terbagi
atas empat bagian yaitu:
 Gelombang Mikro Terrestrial (Atmosfir Bumi)
 Gelombang Mikro Satelit
 Radio Broadcast
 Infra Merah
 Gelombang Mikro Terrestrial
Deskripsi Fisik
Tipe antena gelombang mikro yang paling umum adalah parabola ‘dish’. Ukuran
diameternya biasanya sekitar 3 m. Antena pengirim memfokuskan sinar pendek agar
mencapai transmisi garis pandang menuju antena penerima. Antena gelombang mikro

14
biasanya ditempatkan pada ketinggian tertentu diatas tanah untuk memperluas jarak antara
antena dan mampu menembus batas. Untuk mencapai transmisi jarak jauh, diperlukan
beberapa menara relay gelombang mikro, dan penghubung gelombang mikro titik ke titik
dipasang pada jarak tertentu.
Aplikasi
Kegunaan sistem gelombang mikro yang utama adalah dalam jasa telekomunikasi
long-haul, sebagai alternative untuk coaxial cable atau serat optic. Fasilitas gelombang
mikro memerlukan sedikit amplifier atau repeater daripada coaxial cable pada jarak yang
sama, namun masih memerlukan transmisi garis pandang. Gelombang mikro umumnya
dipergunakan baik untuk transmisi televisi maupun untuk transmisi suara.
Pengguna gelombang mikro lainnya adalah untuk jalur titik-titik pendek antara
gedung. Ini dapat digunakan untuk jaringan TV tertutup atau sebagai jalur data diantara
Local Area Network. Gelombang mikro short-haul juga dapat digunakan untuk aplikasi-
aplikasi khusus. Untuk keperluan bisnis dibuat jalur gelombang mikro untuk fasilitas
telekomunikasi jarak jauh untuk kota yang sama, melalui perusahaan telepon local.
Krakteristik-karakteristik transmisi
Transmisi gelombang mikro meliputi bagian yang mendasar dari spectrum
elektromagnetik. Frekuensi yang umum di gunakan untuk transmisi ini adalah rentang
frekuensi sebesar 2 sampai 40 GHz. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan semakin
tinggi potensial bandwidth dan berarti pula semakin tinggi rate data-nya. Sama halnya
dengan beberapa sistem transmisi, sumber utama kerugian adalah atenuansi. Sehingga
repeater dan amplifier ditempatkan terpisah jauh dari sistem gelombang mikro biasanya 10
sampai 100 km. Atenuansi meningkat saat turun hujan khusunya tercatat diatas 10 GHz.
Sumber gangguan-gangguan yang lain adalah interferensi. Dengan semakin berkembangnya
popularitas gelombang mikro, daerah transmisi saling tumpang tindih dan interferensi
merupakan suatu ancaman. Karena itu penetapan band frekuensi diatur dengan ketat.
Band yang paling umum untuk sistem telekomunikasi long-haul adalah band 4 GHz
sampai 6 GHz. Dengan meningkatkan kongesti (kemacetan) pada frekuensi-frekuensi ini,
sekarang digunakan band 11 GHz. Band 12 GHz digunakan sebagai komponen sistem TV
kabel. Saluran gelombang mikro juga digunakan untuk menyediakan sinyal-sinyal TV untuk
instalasi CATV local; sinyal-sinyal yang kemudian didistribusikan kepelanggan melalui
kabel coaxial. Sedangkan gelombang mikro dengan frekuensi lebih tinggi digunakan untuk
saluran titik ke titik pendek antar gedung. Biasanya digunakan band 22 GHz. Frekuensi
gelombang mikro yang lebih tinggi lagi tidak efektif untuk jarak yang lebih jauh, akibat
meningkatnya atenuansi, namun sangat sesuai untuk jarak pendek. Sebagai tambahan,
semakin tinggi frekuensi, antenanya akan semakin kecil dan murah.
4. Gelombang Mikro Satelit
Deskripsi fisik
Satelit komunikasi adalah sebuah stasiun relay gelombang mikro. Dipergunakan
untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi,
yang dikenal sebagai stasiun bumi atau ground station. Satelit menerima transmisi diatas
satu band frekuensi (uplink), amplifier dan mengulang sinyal-sinyal, lalu
mentransmisikannya ke frekuensi yang lain (downlink). Sebuah satelit pengorbit tunggal
akan beroperasi pada beberapa band frekuensi, yang disebut sebagai transponder channel,
atau singkatnya transponder.
Ada dua konfigurasi umum untuk komunikasi satelit yang popular yaitu:
Satelit digunakan untuk menyediakan jalur titik-ke titik diantara dua antena dari dua
stasiun bumi
15
Satelit menyediakan komunikasi antara satu transmitter dari stasiun bumi dan
sejumlah receiver stasiun bumi.
Agar komunikasi satelit bisa berfungsi efektif, biasanya diperlukan orbit stasioner
dengan memperhatikan posisinya diatas bumi. Sebaliknya, stasiun bumi tidak harus saling
berada digaris pandang sepanjang waktu. Untuk mrnjadi stasioner, satelit harus memiliki
periode rotasi yang sama dengan periode rotasi bumi. Kesesuaian ini terjadi pada ketinggian
35.784 km.
Dua satelit yang menggunakan band frekuensi yang sama, bila keduanya cukup
dekat, akan saling mengganggu. Untuk menghindari hal ini, standar-standar terbaru
memerlukan 4 derajat ruang.
Aplikasi
Satelit komunikasi merupakan suatu revolusi dalam teknologi komunikasi dan sama
pentingnya dangan serat optic. Aplikasi-aplikasi terpenting untuk satelit lainnya di
antaranya adalah:
 Distribusi siaran televise
 Transmisi telepon jarak jauh
 Jaringan bisnis swasta
Beberapa karakteristik komunikasi satelit dapat diuraikan sebagai berikut:
akibat jarak yang panjang terdapat penundaan penyebaran (propagation delay) kira-
kira seperempat detik dari transmisi dari suatu stasiun bumi untuk di tangkap oleh stasiun
bumi lain. Disamping itu muncul masalah-masalah yang berkaitan dengan control error dan
flow control.
gelombang mikro merupakan sebuah fasilitas penyiaran, dan ini sudah menjadi
sifatnya. Bebarapa stasiun dapat mentransmisikan ke satelit, dan transmisi dari satelit dapat
diterima oleh beberapa stasiun.
Karena sifat siarannya, satelit sangat sesuai untuk distrbusi siaran televisi dan
dipergunakan secara luas di seluruh dunia. Menurut penggunaan cara lama, sebuah jaringan
menyediakan pemrograman dari suatu lokasi pusat. Program-program ditransmisikan ke
satelit dan kemudian disiarkan ke sejumlah stasiun, dimana kemudian program tersebut
didistribusikan ke pemirsa. Satu jaringan, public broadcasting service (PBS)
mendistribusikan program televisinya secara eksklusif dengan menggunakan channel satelit,
yang kemudian diikuti oleh jaringan komersial lainnya, serta sistem televisi berkabel yang
menerima porsi besar dari program-program mereka dari satelit. Aplikasi teknologi satelit
terbaru untuk distribusi televisi adalah direct broadcast satellite (DBS), dimana pada
aplikasi tersebut sinyal-sinyal video satelit ditransmisikan secara langsung kerumah-rumah
pemirsa. Karena mengurangi biaya dan ukuran antena penerima, maka DBS dianggap
sangat visible, dan sejumlah channel mulai disiapkan atau sedang dalam taraf perencanaan.
Transmisi satelit juga dipergunakan untuk titik ke titik antar sentral telepon pada
jaringan telepon umum. Juga merupakan media yang optimum untuk kegunaan luas dalam
sambungan langsung internasional dan mampu bersaing dengan sistem terrestrial untuk
penghubung internasional jarak jauh.
Juga terdapat sejumlah apliksi data bisnis untuk satelit. Provider satelit membagi
kapasitas total menjadi beberapa channel dan menyewakan channel itu kepada user bisnis
individu. Satu user dilengkapi dengan antena pada sejumlah situs yang dapat menggunakan
channel satelit untuk jaringan swasta. Biasanya, aplikasi-aplikasi semacam itu sangat mahal
dan terbatas untuk organisasi-organisasi yang lebih besar dengan peralatan canggih. Sebuah
hasil untuk pengembangan baru dalam hal ini adalah sistem Very Small Aperture Terminal
(VSAT), yang menyediakan alternatif biaya murah. Dengan mengacu pada beberapa aturan,
16
stasiun-stasiun ini menbagi kapasitas transmisi satelit dari suatu stasiun pusat. Stasiun pusat
dapat saling mengirimkan pesan dengan setiap pelanggannya serta dapat merelay pesan-
pesan tersebut di antara pelanggan.
Karakteristik-karakteristik Transmisi
Jangkauan transmisi optimum untuk transmisi satelit adalah berkisar pada 1 sampai
10 GHz. Dibawah 1 GHz, terdapat derau yang berpengaruh dari alam, meliputi derau dari
galaksi, matahari, dan atmosfer, serta interferensi buatan manusia, dari berbagai perangkat
elektronik. Diatas 10 GHz, sinyal-sinyal akan mengalami atenuansi yang parah akibat
penyerapan dan pengendapan di atmosfer.
Saat ini sebagian besar satelit menyediakan layanan titik ke titik dengan
menggunakan bandwidth frekuensi berkisar antara 5,925 sampai 6,425 GHz untuk transmisi
dari bumi ke satelit (uplink) dan bandwidth frekuensi 4,7 sampai 4,2 GHz untuk transmisi
dari satelit ke bumi (downlink). Kombinasi ini di tunjukkan sebagai band 4/6 GHz. Patut
dicatat bahwa frekuensi uplink dan downlink berbeda. Sebuah satelit tidak dapat menerima
dan mentransmisi dengan frekuensi yang sama pada kondisi operasi terus-menerus tanpa
interferensi. Jadi, sinyal-sinyal yang diterima dari suatu stasiun bumi pada satu frekuensi
harus ditransmisikan kembali dengan frekuensi yang lain.
Band 4/6 GHz berada dalam zona optimum 1 sampai 10GHz, namun menjadi penuh.
Frekuensi-frekuensi lain pada rentang tersebut tidak tersedia karena interferensi juga
beroperasi pada frekuensi-frekuensi itu, biasanya gelombang mikro terrestrial. Karenanya,
band 12/14 lebih dikembangkan lagi (uplink:14 sampai 14,5 GHz ; downlink: 11,7 sampai
a4,2 GHz). Pada band frekuensi ini, masalah-masalah mulai datang. Untuk itu, digunakan
stasiun bumi penerima yang lebih kecil sekaligus lebih murah. Ini untuk mengantisipasi
band ini juga menjadi penuh, dan penggunanya dirancang untuk band 19/29 GHz. (uplink
27,5 sampai 31.0 GHz; downlink: 17,7 sampai 21,2 GHz). Band ini mengalami masalah-
masalah atenuansi yang lebih besar namun akan memungkinkan band yang lebih lebar
(2500 MHz sampai 500 MHz).
5. Radio Broadcast
Deskripsi fisik
Perbedaan-perbedaan utama diantara siaran radio dan gelombang mikro yaitu,
dimana siaran radio bersifat segala arah (broadcast) sedangkan gelombang mikro searah
(point-to-point). Karena itu, siaran radio tidak memerlukan antena parabola, dan antena
tidak perlu mengarah ke arah persis sumber siaran
Aplikasi
Radio merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menangkap frekuensi dalam
rentang antara 3 kHz sampai 300 GHz. Kita menggunakan istilah yang tidak formal siaran
radio untuk band VHF dan sebagian dari band UHF: 30 MHz sampai 1 GHz. Rentang ini
juga digunakan untuk sejumlah aplikasi jaringan data.

Karakteristik-karakteristik Transmisi
Rentang 30 MHz sampai 1 GHz merupakan rentang yang efektif untuk komunikasi
broadcast. Tidak seperti k asus untuk gelombang elektromagnetik berfrekuensi rendah,
ionosfer cukup trasparan untuk gelombang radio diatas 30 MHz. jadi transmisi terbatas pada
garis pandang, dan jarak transmitter tidak akan mengganggu satu sama lain dalam arti tidak
ada pemantulan dari atmosfer. Tidak seperti frekuensi yang lebih tinggi dari zona
gelombang mikro, gelombang siaran radio sedikit sensitive terhadap atenuansi saat hujan

17
turun. Karena gelombangnya yang panjang maka, gelombang radio relative lebih sedikit
mengalami atenuansi.
Sumber gangguan utama untuk siaran radio adalah interferensi multi-jalur. Pantulan
dari bumi, air, dan alam atau obyek-obyek buatan manusia dapat menyebabkan terjadinya
multi-jalur antar antena. Efek ini nampak jelas saat penerima TV menampilkan gambar
ganda saat pesawat terbang melintas.
6. Infra Merah
Komunikasi infra merah dicapai dengan menggunakan transmitter/receiver
(transceiver) yang modulasi cahaya yang koheren. Transceiver harus berada dalam jalur
pandang maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna terang misalnya langit-langit
rumah. Satu perbedaan penting antara transmisi infra merah dan gelombang mikro adalah
transmisi infra merah tidak dapat melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga masalah-
masalah pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam gelombang mikro tidak terjadi.
Selanjutnya, tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan pengalokasian frekuensi dengan infra
merah, karena tidak diperlukan lisensi untuk itu. Pada handphone dan PC, media infra
merah ini digunakan untuk mentransfer data tetapi dengan suatu standar atau protocol
tersendiri yaitu protocol IrDA. Cahaya infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak.
Jika dilihat dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada
spektruk elektromagnetik dengan panjang gelombang diatas panjang gelombang cahaya
merah.
Pengertian Jaringan Komputer
Sebuah jaringan komputer biasanya terdiri dari 2 buah komputer atau lebih dan
melakukan data sharing antar komputer. Informasi dan data bergerak melalui media
komunikasi. Media komunikasi yang dipakai dalam membuat jaringan komputer antara lain
adalah kabel, jaringan telepon, gelombang radio, satelit

2.7 Macam Macam Kabel

Coaxial
Coaxial banyak digunakan di jaringan lokal karena biaya pembangunan jaringannya relatif murah,
biasanya kabel ini digunakan pada ring.
Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk dan electrical
interference (berasal dari petir dan sistem radio) karena terdapat semacam perlindungan
logam/metal dalam kabel tersebut. Kabel coaxial hanya dapat mempunyai transfer rate data
maximum 10 Mbps.

Tabel 1: Jenis Cable Coaxial


Type Hambatan Digunakan untuk
RG-8 50 ohm Thick Ethernet
RG-11 50 ohm Thick Ethernet
RG-58 50 ohm Thin Ethernet
RG-59 75 ohm Kabel TV
RG-62 93 ohm ARCnet

18
UTP ( Unshielded Twisted Pair )

UTP merupakan kabel jaringan yang paling banyak digunakan karena UTP mempunyai
tingkat noise yang kecil, disebabkan kabel dililitkan berpasangan sehingga Mengurangi
gelombang elegtromagnetic yang dapat mengganggu pengiriman data.
Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) merupakan sepasang kabel yang di-twist/dililit satu
sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik yang dapat terdiri dari dua, empat
atau lebih pasangan kabel (umumnya yang dipakai dalam jaringan komputer terdiri dari 4 pasang
kabel / 8kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 Mbps sampai dengan100 Mbps tetapi
mempunyai jarak yang pendek yaitu maximum 100m.
Umumnya di Indonesia warna kabel yang terlilit/di-twist adalah (orange-putih orange),
(hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat dan biru-putih biru). Pada umumnya menggunakan
konektor RJ-45. Pada saat ini penggunaan UTP cable merupakan pilihan yang paling efisien
dalam pengembangan jaringan komputer berkecepatan tinggi 10 mbps s/d 100mbps.

Terdapat 5 kategori kabel UTP :


1. Category (CAT) 1
Digunakan untuk telekomunikasi telepon dan tidak sesuai untuk transmisi data.
2. Category (CAT) 2
Jenis UTP ini dapat melakukan transmisi data sampai kecepatan 4 Mbps.
3. Category (CAT) 3Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai
dengan 10 Mbps.
4. Category (CAT) 4Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai
dengan 16 Mbps.
5. Category (CAT) 5
Merupakan jenis yang paling popular dipakai dalam jaringan komputer di dunia pada saat
ini. Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 100
Mbps.
Untuk penyambungan konekter UTP untuk jaringan 10/100 Mbps perlu diperhatikan metode
kombinasi penyambungan warna kabel yaitu dimulai dari kiri konekter ke kanan.
Pengkabelan menggunakan kabel UTP terdapat dua metode:
1. Kabel Lurus (Straight Cable).
2. Kabel Silang (Crossover Cable).
Kabel lurus/straight digunakan untuk menghubungkan antara workstation dengan
hub/switch sedangkan kabel silang/cross digunakan untuk menghubungkan antara hub dan
hub, antara dua komputer tanpa hub
Pemasangan kabel secara straight/lurus :
Pemasangan kabel secara straight adalah mengunakan tipe 568 B satu sisi dan tipe 568
B sisi lainnya.
Susunan kabel straight/lurus
Putih Orange 1 Putih Orange
Orange 2 Orange
Putih Hijau 3 Putih Hijau
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Hijau
Putih Coklat 7 Putih Coklat
19
Coklat 8 Coklat
Implementasi UTP (Straight-Through)
Pemasangan kabel secara Cross/Silang :
Pemasangan kabel secara Cross/Silang adalah mengunakan tipe 568 B. satu sisi dan tipe
568 Asisi lainnya.
Susunan kabel cross/silang
Putih Orange 1 Putih Hijau
Orange 2 Hijau
Putih Hijau 3 Putih Orange
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Orange
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat

Implementasi UTP (Crossed-Over)

Kegunaan kabel straight yaitu, menghubungkan perangkat yang berlainan. Contohnya


adalah
 Menghubungkan antara PC ke switch atau hub
 Menghubungkan antara Switch ke Ethernet / Fast Ethernet Router
 Kegunaan kabel cross yaitu, menghubungkan perangkat yang sejenis. Contohnya adalah
:
 Menghubungkan antara pc dan modem.
 Menghubungkan antara Switch dan Switch.

STP ( Shielded Twisted Pair )


20
Secara fisik kabel shielded sama dengan unshielded tetapi perbedaannya sangat
besar dimulai dari kontruksi kabel shielded mempunyai selubung tembaga atau
alumunium foil yang khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik. Kekurangan
STP kabel lainnya adalah tidak samanya standar antar perusahaan yang memproduksi dan
lebih mahal dan lebih tebal sehingga lebih susah dalam penanganan fisiknya.
Fiber Optic

Fiber Optic mempunyai dua mode transmisi, yaitu single mode dan multi mode.
Single mode menggunakan sinar laser sebagai media transmisi data sehingga mempunyai
jangkauan yang lebih jauh. Sedangkan multimode menggunakan LED sebagai media
transmisi.
Teknologi fiber optic atau serat cahaya memungkinkan menjangkau jarak yang besar
dan menyediakan perlindungan total terhadap gangguan elektrik. Kecepatan transfer data
dapat mencapai 1000 mbps serta jarak dalam satu segment dapat labih dari 3.5 km. kabel
serat cahaya tidak terganggu oleh lingkungan cuaca dan panas.
Kabel fiber optic terdiri dari macam-macam jenis tergantung dari mana tempat kabel FO
akan diletakan, misal dalam air, bawah tanah, dan lain-lain.
Dari segala macam keuntungan, kabel serat cahaya terdapat kerugian. Kerugiannya
antara lain penanganan khusus serta harganya yang sangat mahal tetapi kabel ini merupakan
alternative yang paling baik bagi masa depan jaringan komputer.
Adapun keuntungan-keuntungan lain dari kabel fiber optic adalah :
 Kecepatan : jaringan-jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan
tinggi,mencapaigigabits.
 Bandwidth : fiber optic mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar.
 Distance : sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan
perlakuan refresh atau diperkuat.
 Resistance : daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang dihasilkan perangkat-
perangkat elektronik seperti radio, motor atau bahkan kabel-kabel transmisi lain di
sekelilingnya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jaringan komputer adalah kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub,
switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media
komunikasi
3.2 Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam Makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
21
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya
dengan judul Makalah ini.
Kami banyak berharap para kepada pembaca yang budiman untuk memberikan
kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya Makalah ini dan kami
penulis Makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga Makalah ini berguna bagi
penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya

DAFTAR PUSTAKA
http://wahyu97-blog.blogspot.com/2014/03/makalah-tentang-jaringan-komputer.htm

https://mobsternet.blogspot.com/2016/10/makalah-perangkat-
jaringan.htmlwww.academia.edu/12317264/Makalah_Jaringan_Komputer

vennykurnia.blogspot.com/2013/06/makalah-kelompok-2-perangkat-jaringan.html

mtsmuh05tamansari.blogspot.com/2014/10/makalah-jaringan-komputer.html

22