Anda di halaman 1dari 8

Nama : Made Rika Anastasia Pratiwi

NIM : 013.06.0035

Semester :V

Waktu : 18 Januari 2016

1. UJI DATA ANALISA DISTRIBUSI FREKUENSI

Statistics

tempat
cara lahir bayi melahirkan
N Valid 62 62
Missing 0 0
Mean 1.48 2.48
Median 1.00 2.00
Std. Deviation .987 1.251
Variance .975 1.565
Range 4 4
Minimum 1 1
Maximum 5 5
2..
3

cara lahir bayi

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid spontan/normal 46 74.2 74.2 74.2
vacuum 8 12.9 12.9 87.1
sexio caecarea 4 6.5 6.5 93.5
curretage 2 3.2 3.2 96.8
keguguran 2 3.2 3.2 100.0
Total 62 100.0 100.0
4
5..
6
7 R

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa frekuensi dari berbagai cara lahir bayi. Bayi dengan cara
lahir spontan/ normal memiliki frekuensi sejumlah 46 dengan persentase 74.2%, dengan
vacumm sebanyak 8 dengan frekuensi 12.9%, dengan sexio caecarea sebanyak 4 dengan
frekuensi 6.5%, curettage dan keguguran sama-sama 2 dengan persentase 3.2 %.
Diagram pie diatas menunjukkan cara lahir bayi yang dipilih, dimana cara spontan menjadi
pilihan terbanyak.

tempat melahirkan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid rumah sendiri 16 25.8 25.8 25.8
poskes des 18 29.0 29.0 54.8
puskes mas 16 25.8 25.8 80.6
klinik bersalin 6 9.7 9.7 90.3
rsu 6 9.7 9.7 100.0
Total 62 100.0 100.0

Dari tabel di atas menggambarkan frekuensi dan persentasi dari tempat melahirkan yang dipilih
oleh ibu hamil. Lokasi terbanyak yaitu di poskesdes sebanyak 18 dengan persentase 29%,
selanjutnya rumah sendiri dan puskesmas menduduki tempat yang sama yait 16 dengan
persentase 25.8%, selanjutnya sisanya adalah klinik bersalin dan RSU sama-sama bernilai 6
dengan persentase 9.7 %.
Diagram pie diatas menunjukan frekuensi dari tempat/ lokasi yang dipilih oleh ibu hamil untuk
melahirkan.

2.
UJI TABULASI SILANG ANTARA KATEGORI STATUS ANEMIA DAN
KELAHIRAN BAYI BBLR DI KECAMATAN AL-AZHAR TAHUN 2009

kategori anemia * kategori BBLR Crosstabulation

kategori BBLR
tidak BBLR BBLR Total
kategori tidak anemia Count 36 4 40
anemia % within kategori BBLR 90.0% 18.2% 64.5%
anemia Count 4 18 22
% within kategori BBLR 10.0% 81.8% 35.5%
Total Count 40 22 62
% within kategori BBLR 100.0% 100.0% 100.0%

Dari tabel di atas dapat dilihat dari uji crosstabulation mengatakan bahwa ibu dengan kategori
tidak anemia lebih cendrung akan melahirkan bayi normal atau tidak BBLR yaitu dekitar 90%
sedangkan sisanya 18.2% mengalami bayi BBLR. Ibu dengan anemia cenderung akan
melahirkan bayi dengan BBLR yaitu sekitar 81.8% dan sisanya 10.% yang tidak mengalami
BBLR. Jadi kesimpulannya adalah ibu dengan status tidak anemia akan melahirkan bayi
dengan berat badan normal atau tidak BBLR, sedangkan bayi dengan status anemia akan
melahirkan bayi dengan BBLR.

UJI CHI-SQUARE UNTUK MENGUJI ADA TIDAKNYA PERBEDAAN KASUS BBLR


MENURUT ANEMIA IBU DI KECAMATAN AL-AZHAR TAHUN 2009

Chi-Square Tests

As ymp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
Pearson Chi-Square 31.979 b 1 .000
Continuity Correctiona 28.918 1 .000
Likelihood Ratio 33.780 1 .000
Fis her's Exact Test .000 .000
Linear-by-Linear
31.463 1 .000
As sociation
N of Valid Cases 62
a. Computed only for a 2x2 table
b. 0 cells (.0%) have expected count les s than 5. The minimum expected count is 7.
81.

Dari uji tabel diatas dapat simpulkan bahwa nilai chi-aquare test sebesar 31,979 dengan p value
adalah 0.000. P value < α 0.05, sehingga Ho ditolak, ini berarti uji bersifat signifikan. Ini berarti
ada hubungan yang bermakna antara status anemia ibu dengan kejadian bayi BBLR di
Kecamatan Al-Azhar tahun 2009 dengan α 0.05.
UJI KORELASI PEARSON PRODUCT (2 TAILED) MOMENT ANTARA VARIABEL
TABLET FE YANG DIKONSUMSI IBU HAMIL DENGAN KADAR HB DARAH IBU
HAMIL

Correlations

Jumlah tablet
Fe yang Kadar Hb
dikons ums i darah
res ponden res ponden
Jumlah tablet Fe yang Pearson Correlation 1 .625**
dikons ums i res ponden Sig. (2-tailed) .000
N 62 62
Kadar Hb darah Pearson Correlation .625** 1
res ponden Sig. (2-tailed) .000
N 62 62
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed).

a. Koefisien korelasi ( r) antara kedua variable di atas adalah 0.625


b. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment memberikan nilai r sebesar 0.625. Nilai p
sebesar 0.000 yang menunjukkan nilai korelasi tersebut sangat signifikan. Hal ini
menunjukkan adanya hubungan yang positif anatar jumlah konsumsi table Fe oleh ibu
hamil dengan kadar Hb darah yang dimilikinya.
c. Intensitas korelasinya tergolong sedang (r= 0.625). Korelasi searah atau positif
menunjukkan bahwa semakin tinggi atau banyak tablet Fe yang diminum oleh ibu hamil
maka semakin banyak atau semakin tinggi kadar Hb darah ibu hamil tersebut.
d. Nilai p sebesar 0.000 ini lebih kecil dari nilai α 0.05 (p< α 0.05), ini berari Ho ditolak
yang artinya adalah adanya korelasinya bermakna antara kedua variable tersebut
e. Nilai koefisien determinasi (r2) sebesar 0.390625 yang berari bahwa sebesar 39% variasi
yang terjadi pada kadar Hb ibu hamil karena adanya variasi pada ukuran tablet Fe yang
diminum. Ini berarti pengaruh tablet Fe terhadap kadar Hb darah ibu hamil adalah sebesar
39%, sedangkan sisanya 61% dipengaruhi oleh variable atau factor-faktor lain yang tidak
dijelaskan dalam penelitian ini.
UJI ANALISIS REGRESI LINEAR ANTARA TABLET Fe YANG DIKONSUMSI IBU
HAMIL DENGAN KADAR Hb DARAH IBU HAMIL

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 6.899 .857 8.047 .000
Jumlah tablet Fe yang
.064 .010 .625 6.196 .000
dikons ums i res ponden
a. Dependent Variable: Kadar Hb darah res ponden

a. Nilai intercept diatas adalah 6,899. Ini berarti jika variable X( tablet Fe yang dikonsumsi ibu
hamil) sama dengan 0 (X=0). Yang artinya adalah jika ibu hamil sama sekali tidak meminum
tablet Fe maka Hb darah ibu jamil adalah 6,899
b. Nilai slope ada;ah 0,064. Ini artinya adalah jika setiap tablet Fe naik satu satuan (jika setiap
ibu hamil meminum satu buah tablet) maka Hb ibu hamil akan naik sebesar 0.064
c. P value dari uji di atas adalah 0.000. p value< α 0.05. Maka Ho ditolak yang artinya signifikan
atau bermakna.
d. Y = a + bX

= 6,899 + 0.064 X

Kadar Hb ibu hamil= 6,899 + 0.064 tablet Fe yang dikonsumsi ibu hamil

e. Dik: Fe= 60 tablet. Kadar Hb ibu hamil?


Kadar Hb ibu hamil= 6,899 + (0.064 x 60)
= 6,899 + 3,84
=10,739
Ini berarti jika ibu hamil meminum tablet Fe sebsar 60 tablet, maka Hb darah
ibu tersebut adalah 10,739
5. Untuk soal nomer 5
a. variable yang digunakan pada data di atas adalah baik yang independen maupun
dependen keduanya adalah skala ordinal yang memiliki tingkatan, ini berarti pula bahwa
data yang digunakan adalah non-parametrik. Maka uji analisis korelasi yang digunakan
adalah uji korelasi non-parametrik, jadi uji yang digunakan adalah Uji korelasi Rank
Spearman.

UJI KORELASI RANK SPEARMAN (1-TAILED)

Corre lations

kategori
pendidikan penolong
ibu persalinan
Spearman's rho kategori pendidikan ibu Correlation Coeffic ient 1.000 -.311**
Sig. (1-tailed) . .007
N 62 62
penolong persalinan Correlation Coeffic ient -.311** 1.000
Sig. (1-tailed) .007 .
N 62 62
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (1-tailed).

Hasil uji korelasi menunjukkan nilai Koefisien Rank Spearman (rs) sebesar -0.311 (nilai
minus atau negative, ini menunjukkan berlawanan arah, sehingga semakin rendah
pendidikan ibu maka semakin tinggi tingkatan penolong persalinan yang dipilih; sebaliknya
semakin tinggi pendidikan yang dipilih maka semakin rendah penolong persalinan yang
dipilih). Namun nilai korelasinya pun sangat lemah.
Nilai p value adalah 0.007 dengan α= 0,01. Ini berarti p< α 0,01. Ini berarti Ho ditolak,
sehingga ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan pilihan
penolong persalinan.
Koefisien determinasi (rs2) sebesar 0.0967, maka disimpulkan bahwa hanya 9,67 % variasi
yang terjadi pada variable tingkat pendidikan ibu dengan variasi penolong persalinan yang
dipilih. Dengan demikian kontribusi tingkat pendidikan terhadap pemilihan penolong
persalinan sangat kecil yaitu sebesar 9.67% sedangkan sisanya sekitar 90.33% dipengaruhi
oleh factor-faktor lain.