Anda di halaman 1dari 8

Tugas 1 Manajemen Startegik UT

1. Apa yang saudara pahami dari pemasaran strategis? Jelaskan!

Jawab :

Menurut pendapat saya, pemasaran strategis merupakan pengetahuan mengenai pengelolaan dari
strategi marketing yang mencakup pengembangan, implementasi dan evaluasi dari strategi
pemasaran untuk bisa mencapai keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Dengan adanya
pemasaran strategis maka diharapkan dapat merencanakan dan membuat strategi pemasaran
beserta program pemasaran dari perusahaan baik untuk perusahaan jasa maupun perusahan yang
memasakan produk serta mampu melakukan perencanaan, implementasi dan pengelolaan strategi
perusahaan

2. Jelaskan jenis orientasi manajemen pemasaran!

Jawab :

a. Konsep Produksi
Perusahaan yang mengadopsi konsep ini, berfikir bahwa barang maupun
jasa yang dihasilkan haruslah murah, sehingga bisa dibuat kapan saja dan di
mana saja agar tidak terjadi masalah dalam penjualan. Secara tidak langsung,
perusahaan ini mencoba manajemen pemasaran melalui upaya penurunan
biaya produksi dan penguatan sistem distribusi. Dalam rangka menurunkan
biaya produksi ke level minimum, perusahaan akan mengandalkan sistem
produksi barang dalam skala besar. Konsep ini akan berjalan dengan baik jika
permintaan melebihi stok. Namun, pelanggan tidak selalu membeli barang
atau jasa yang murah dan mudah didapat. Ada saatnya mereka
membutuhkan barang berkualitas dengan harga yang pantas.

b. Konsep Produk
Perusahaan yang menggunakan konsep ini mempercayai bahwa kualitas
barang maupun jasa yang dihasilkan perusahaan haruslah bagus, sehingga
mudah menarik konsumen. Konsep manajemen pemasaran ini, mungkin bisa
diterima oleh sebagian konsumen, namun kita tidak boleh lupa, kualitas yang
bagus pasti memengaruhi harga, sedangkan bagi sebagian konsumen, harga
yang murah masih menjadi tujuan utama untuk membeli barang.

c. Konsep Penjualan
Perusahaan yang menggunakan konsep ini berpikir bahwa pelanggan
tidak boleh dibiarkan sendirian. Perusahaan harus mengarahkan konsumen
dengan sebuah teknik penjualan yang harus dipikirkan, karena barang tidak
dibeli tetapi barang harus dijual. Dalam konsep manajemen pemasaran ini,
perusahaan harus memikirkan usaha penjualan untuk memengaruhi
konsumen membeli produknya. Mereka percaya bahwa dengan sistem
penjualan yang baik, mereka bisa menjual produk apa saja yang mereka
tawarkan. Hal ini terkadang ada benarnya meskipun tidak bisa diandalkan
secara terus menerus. Anda mungkin bisa meraih hati pelanggan satu kali
disaat pertama promosi, tapi dengan banyaknya kompetitor , bisa jadi
pelanggan akan berpindah produk di kemudian hari.

d. Konsep Pemasaran
Perbedaan antara penjualan dan pemasaran adalah, penjualan lebih
menekankan pada produk yang dijual, sedangkan pemasaran lebih tertuju
kepada keinginan dan kebutuhan konsumen. Perusahaan yang menggunakan
konsep pemasaran menganggap bahwa kepuasan konsumen adalah
segalanya, sehingga barang atau jasa yang dihasilkan harus sesuai
kebutuhan mereka. Dengan kata lain, perusahaan seperti ini tidak membuat
apa yang mereka bisa, tapi membuat apa yang konsumen inginkan. Konsep
manajemen pemasaran ini mungkin terkesan modern dan bisa bertahan
dalam waktu cukup lama, namun konsep ini hanya bisa dinikmati kalangan
tertentu yang memiliki tingkat kesejahteraan lebih.

e. Konsep Pemasaran Umum


Konsep ini menekankan tidak hanya pada kepuasan konsumen tapi juga
memerhatikan manfaat bagi orang lain. Sebagai contoh, jika suatu
perusahaan menghasilkan mobil yang rendah bahan bakar tapi menyebabkan
polusi. Hal ini hanya membuat konsumennya puas, tapi masyarakat tidak
menerima manfaatnya. Perusahaan dengan konsep manajemen pemasaran
umum, tidak akan mau menjualnya. Perusahaan dengan konsep ini percaya,
bahwa sebuah kesuksesan bisnis akan dipengaruhi oleh kepuasan pelanggan
dan memiliki dampak baik yang bisa diterima masyarakat umum, sehingga
konsep ini memungkinkan untuk digunakan dan disukai banyak konsumen.

3. Jelaskan langkah - langkah dalam menganalisis persaingan!

Jawab :

Dalam melakukan analisis persaingan, terdapat beberapa langkah yang dapat


dilakukan, seperti:
a. Mengidentifikasikan pesaing;
Dalam langkah ini, perusahaan harus dapat mengidentifikasi pesaingnya dengan
cermat. Identifikasi ini dapat mencakup beberapa hal sehingga informasi apa yang
dibutuhkan dari perusahaan pesaing dapat diketahui. Dengan hal ini maka kita dapat
menentukan siapa pesaing kita.
b. Menentukan sasaran pesaing;
Langkah selanjutnya adalah dapat menentukan sasaran pesaig dengan tepat. Dengan
kita mengetahui sasaran apa yang dituju oleh pesaing, maka kita dapat dengan jelas
mengetahui apa sasaran yang hendak dituju oleh pesaing tersebut dan bagaimana
hubungan dengan sasaran perusahaan kita sendiri, apakah langsung berhadapan, atau
saling beririsan, maupun yang lainnya.
c. Identifikasi strategi pesaing;
Mengetahui dan mengidentifikasi strategi yang dilakukan oleh pesaing dengan cermat
merupakan suatu keharusan yang harus diketahui oleh perusahaan kita. Dengan kita
mengetahui strategi pesaing itu seperti apa, maka kita dapat mengantisipasinya
dengan baik, bagaimana menghadapi strategi pesaing tesebut sehingga kita dapat
memenangkan persaingan.
d. Analisis kekuatan dan kelemahan pesaing;
Pengetahuan terhadap kekuatan dan kelemahan pesaing dapat dilakukan dengan
metode SWOT maupun metode yang lain. Titik titik mana yang menjadi kekuatan dan
kelemahan dari pesaing harus dapat kita identifikasi dengan baik sehingga kita dapat
memetakannya dengan benar. Hal ini berguna bagi kita untuk menyiapkan strategi
yang pas dalam menghadapi pesaing dengan kita mengetahui titik kekuatan dan
kelemahannya.
e. Identifikasi reaksi pesaing; dan
Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi reaksi pesaing. Hal ini patut kita
ketahui, bagaimana reaksi maupun respon pesaing terhadap strategi maupun langkah
yang telah kita lakukan sehingga kita dapat mempersiapkan startegi lanjutan dalam
menghadapi atau merespon reaksi pesaing tersebut.
f. Strategi menghadapi pesaing.
Ini merupakan langkah akhir dari analisis pesaing. Muaranya, setelah kita melakukan
langkah-langkah sebelumnya, pada akhirnya kita harus membuat keputusan berkaitan
dengan strategi apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi pesaing kita tersebut.
Strategi ini didapatkan setelah kita mengetahui hal-hal yang telah kita lakukan
tersebut. Siapa-siapa saja yang perlu diserang lebih dahulu, bagaimana cara
menyerangnya, maupun pesaing mana yang harus dihindari lebih dulu.

4. Apa yang dimaksud dengan strategi posisi merek (brand positiniong) dan apa
manfaatnya? Jelaskan dan berikan uraian contoh penerapannya pada perusahaan yang
Saudara kenal!

Jawab :

Yang dimaksud dengan strategi posisi merek (brand positiniong) adalah tempat produk yang
berbeda , jelas dan bernilai lebih secara relative dibanding pesaing di benak para
konsumen. Dengan adanya strategi ini maka pandangan konsumen terhadap produk
tertentu akan memiliki nilai lebih atau nilai yang berbeda dibandingkan produk sejenisnya.
Hal ini sangat penting sehingga produk tersebut akan selalu diingat ataupun dikenang oleh
konsumen dibandingkan yang lainnya. Penentuan posisi yang sukses membutuhkan
strategi komunikasi yang mampu menarik perhatian pada salah satu kebutuhan pelanggan,
baik simbolis, fungsional maupun eksperimental.
Manfaatnya :
a. Manfaat simbolis adalah penentuan posisi dengan menggunakan daya tarik bagi
keinginan seseorang untuk memiliki obyek yang dimiliki orang sukses.
b. Manfaat fungsional merupakan penentuan posisi berdasarkan manfaat fungsional
produk tersebut.
c. Manfaat ekperimental penentuan posisi berdasarkan pengalaman pelanggan dalam
memakai produk tersebut baik penampilannya maupun kenyamanannya.
Penerapan di perusahaan yang saya kenal adalah Telkomsel dengan slogan menjangkau dan
melayani seluruh nusantara. Layanan provider ini menggunakan penentuan posisi
berdasarkan luas jangkauan jaringannya yang dapat melayani di seluruh Indonesia.
5. Sebut dan jelaskan apa bauran produk? dan Jelaskan 4 klasifikasi produk?

Jawab :
Bauran Produk disebut juga sebagai variasi produk. Bauran Produk adalah satu set
produk dan unit produk yang ditawarkan penjual kepada pembeli. Bauran Produk
memiliki lebar, panjang, dalam, dan konsistensinya dalam suatu jajaran lini dari produk
perusahaan terkait. Hal tersebut merupakan keputusan dari bauran produk.

a. Lebar bauran produk, yaitu memilah suatu bidang lini produk kedalam beberapa lini
produk yang berbeda dalam perusahaan yang sama (jajaran produk)
b. Panjang bauran produk, yaitu membedakan lebar bauran produk kedalam beberapa jenis
yang berbeda lagi, sehingga mengacu kepada jenis dari lebar produk.

c. Dalam bauran produk, yaitu membedakan panjang bauran produk kedalam beberapa tipe
atau variasi yang berbeda masing-masing spesifikasinya.

d. Konsistensi bauran produk, yaitu untuk mengetahui seberapa dekat hubungan lini produk
tehadap pemakaian akhir, persyaratan produk dan saluran distribusi.

6. Apa bedanya perusahaan yang melakukan segmentasi dan yang tidak melakukan
segmentasi? Hal - hal apa saja yang harus diperhatikan perusahaan dalam penetapan dan
pemilihan segmentasi pasar yang tepat?

Jawab :

Perbedaan antara perusahaan yang melakukan segmentasi dengan perusahaan yang tidak
melakukan segmentasi adalah:
Perusahaan melakukan segmentasi dikarenakan kondisi, keadaan, dan situasi yang
mempengaruhi atau mendorong perusahaan melakukan segmentasi.
Dampak perusahaan yang melakukan segmentasi, yaitu bisa meningkatkan keuntungan
perusahaan, karena dengan segmentasi maka alokasi sumberdaya pemasaran yang lebih
efisien karena perusahaan memilih pasar yang lebih baik, lebih memahami kebutuhan dan
keinginan pasar (konsumen), dan dapat lebih memahami situasi persaingan.

Sedangkan perusahaan yang tidak melakukan segmentasi dikarenakan faktor kondisi,


keadaan, dan situasi yang tidak mempengaruhi perusahaan untuk melakukan segmentasi.
Dampak perusahaan yang tidak melakukan segmentasi yaitu tidak meningkatkan
keuntungan perusahaan karena perusahaan tidak tau alokasi sumberdaya pemasaran yang
lebih efisien, tidak memahami kebutuhan dan keinginan pasar atau konsumen, serta tidak
memahami situasi dalam bersaing.
Sedangkan kriteria segmen yang baik untuk dimasuki, yaitu ukuran dan pertumbuhan
segmen, daya tarik segmen, serta sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
7. Jelaskan perbedaan undifferentiated marketing, differentiated
marketing dan concentrated marketing. Berikan contoh masing - masing strategi tersebut!

Jawab :

Perbedaan dari undifferentiated marketing, differentiated marketing dan concentrated


marketing dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Undifferentiated Marketing Strategy.


Perusahaan hanya membuat satu paket bauran pemasaran untuk seluruh pasar.
Perusahaan mengabaikan perbedaan setiap segmen, bahkan memperlakukan semua
segmen sebagai satu pasar. Fokus perhatian diarahkan untuk menyamakan semua
segmen. Dengan kata lain, perusahaan memanfaatkan perilaku yang bersifat umum
pada semua segmen.
Keuntungan strategi ini adalah biaya lebih rendah. Sebab, dengan menerapkan sistem
produksi masal, biaya produksi, inventory, dan transportasi lebih rendah. Karena
hanya ada satu produk, biaya – biaya iklan, manajemen produk, dan riset pemasaran,
juga dapat diperkecil. Sedangkan kekurangan strategi ini adalah tidak mungkin
memuaskan seluruh pasar dengan hanya satu produk. Produk memang dapat
memenuhi kebutuhan universal, tetapi kebutuhan spesifik terlewatkan. Kekurangan
yang kedua adalah dalam merumuskan bauran pemasaran, perusahaan menjadikan
segmen paling besar sebagai patokan. Dalam segmen demikian, tingkat persaingan
juga tinggi. Dalam jangka panjang, apabila persaingan meningkat terus, strategi ini
tidak bisa lagi dipertahankan.
Contoh : hufagripp produk untuk obat anak, yang membuat satu paket bauran
pemasaran untuk seluruh pasar.

b. Differentiated Marketing Strategy.

Dengan strategi ini, perusahaan membuat beberapa bauran pemasaran yang ditujukan
pada beberapa segmen. Karena ditujukan pada kebutuhan spesifik setiap segmen
sasaran, dibanding undifferented marketing strategy, efektifitas bauran produk lebih
tinggi. Dengan demikian, total penjualan juga berpotensi lebih tinggi. Namun, biaya
yang dibutuhkan lebih besar karena produksi dan kegiatan pemasaran tidak lagi
dilakukan secara masal. Karena perusahaan mengusung lebih dari satu bauran
pemasaran, biaya – biaya iklan, riset pemasaran, dan manajemen produk juga lebih
tinggi dibanding undifferented marketing strategy.
Contoh : Perusahaan Suzuki, Yamaha, Honda, yang membuat beberapa bauran
pemasaran yang ditujukan pada beberapa segmen produknya sesuai dengan harga dan
kelas konsumen.

c. Concentrated Marketing Strategy.


Strategi ini menarik kalau sumberdaya perusahaan terbatas. Kalau tidak mampu
memasuki banyak segmen, perusahaan dapat memusatkan diri pada satu segmen saja.
Dengan demikian, perusahaan dapat memahami kebutuhan pelanggan lebih baik. Namun,
bergantung pada satu segmen saja memiliki resiko besar. Kalau pesaing lebih kuat melirik
segmen kita dan berniat memasukinya, kita bisa kehilangan pasar. Sekali hilang,
kelangsungan hidup perusahaan terancam karena hanya bertumpu pada satu segmen saja.

Jadi, perbedaan undifferentiated marketing, differentiated marketing dan concentrated


marketing adalah kalau undifferentiated marketing strategy yaitu membuat satu paket
bauran pemasaran untuk seluruh pasar. Sedangkan differentiated marketing strategy
adalah membuat beberapa bauran pemasaran yang ditujukan pada beberapa segmen.
Sedangkan concentrated marketing strategy adalah kalau sumberdaya perusahaan terbatas
atau tidak mampu memasuki banyak segmen, perusahaan dapat memusatkan diri pada
satu segmen saja.
Contohnya adalah usaha pembuatan garam.

8. Jelaskan beberapa metode untuk memantau kepuasan pelanggan!

Jawab :

Kepuasan pelanggan dapat diukur dengan berbagai metode dan teknik. Menurut Kotler
(2005) beberapa macam metode dalam pengukuran kepuasan pelanggan dirangkum
sebagai berikut :

1. Sistem keluhan dan saran

Perusahaan yang fokus kepada pelanggan mempermudah pelanggannya untuk memberikan


saran dan keluhan terhadap perusahaan. Setiap organisasi yang berorientasi pada
pelanggan (customer oriented) perlu memberikan kesempatan yang luas kepada para
pelanggannya untuk menyampaikan saran, pendapat, dan keluhan mereka.

2. Ghost shopping atau Mystery shooper

Salah satu cara untuk memperoleh gambaran mengenai kepuasan pelanggan adalah
dengan mempekerjakan beberapa orang untuk berperan atau bersikap sebagai
pelanggan/pembeli potensial produk perusahaan dan pesaing. Kemudian mereka
melaporkan temuan-temuannya mengenai kekuatan dan kelemahan produk perusahaan
dan pesaing berdasarkan pengalaman mereka dalam pembelian produk-produk tersebut.

3. Analisa Pelanggan yang Hilang (Lost customer analysis)

Perusahaan-perusahaan harus menghubungi para pelanggan yang telah berhenti membeli


produk perusahaan ataupun telah berpindah pada pemasok lain untuk mempelajari
sebabnya.

4. Survei kepuasan pelanggan

Perusahaan harus menghubungi para pelanggan yang berhenti membeli atau yang telah
beralih ke pemasok lain guna mempelajari alasan kejadian itu. Ada dua hal yang harus
diperhatikan. Pertama, melakukan wawancara terhadap pelanggan yang keluar setelah
berhenti membeli. Yang ke dua adalah memantau tingkat kehilangan pelanggan.
9. Jelaskan strategi pemasaran dalam tahap kedewasaan!

Jawab :

Pada suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan
memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap
sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk
berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup.

Terdapat tiga cara bermanfaat yang mengubah jumlah pemakaian terhadap suatu merek (brand),
yaitu:

1) Modifikasi pasar (market modification) yaitu dengan konsep menarik perhatian orang yang
bukan pemakai, memasuki segmen pasar baru, dan merebut pelanggan pesaing.

2) Modifikasi produk (product modification) yaitu meningkatkan volume penjualan dengan


cara memodifikasi karakteristik produk melalui peningkatan mutu produk, peningkatan ciri-ciri
atau fitur-fitur produk, dan peningkatan model produk.

3) Modifikasi bauran pasar (marketing program modification) yaitu dengan diskon harga,
distribusi, iklan, sales, personil penjualan (personal selling), dan pelayanan (services).

10. Apa yang dimaksud ekuitas merk? Jelaskan!

Jawab :

Ekuitas merek atau brand equity adalah kekuatan dari sebuah merek. Melalui merek yang kuat
perusahaan dapat mengelola aset-aset mereka dengan baik, meningkatkan arus kas, memperluas pangsa
pasar, menetapkan harga premium, mengurangi biaya promosi, meningkatkan penjualan, menjaga
stabilitas, dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Berdasarkan perspektif konsumen, ekuitas merek
merupakan suatu bentuk respon atau tanggapan dari konsumen terhadap sebuah merek. Ekuitas merek
dapat mempengaruhi kepercayaan diri konsumen dalam mengambil keputusan pembelian baik itu
dikarenakan ada pengalaman di masa lalu dalam menggunakan merek tersebut maupun kedekatan
dengan merek dan karakteristiknya.

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-5-konsep-penting-dalam-manajem