Anda di halaman 1dari 10

TIM PENYUSUN

KELOMPOK IV KULIAH KERJA MAHASISWA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON

TAHUN 2010

1. Wawan Mulyanto (S1-Teknik Informatika)


2. Melly Erawati (S1-Manajemen)
3. Silvia Sri Rahmayani (S1-Ilmu Komunikasi)
4. Lungguh Ariwibowo (S1-Manajemen)
5. Duslani (S1-Teknik Industri)
6. Siti Arofah (S1-Teknik Industri)
7. Neti (S1-Ilmu Komunikasi)
8. Yosep Primahadi (S1-Teknik Informatika)
9. M. Abbas Sigit Kamseno (S1-Manajemen)
10. Asep Triana (S1-Manajemen)
11. Herlan Widodo (S1-Manajemen)
12. Causa Cupiyanto (S1-Manajemen)
13. Catu Suherman (S1-Matematika)
14. Lustara (S1-Matematika)
15. Agung Adi Afandi (S1-Informatika)

1. LATAR BELAKANG

Makalah Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok IV 1


Sejarah merupakan sebuah peninggalan atau sebuah budaya dari jaman dahulu
yang merupakan penemuan seseorang maupun pikiran. Budaya atau kebudayaan
berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari
buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata
Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai
"kultur" dalam bahasa Indonesia.

Sebuah sejarah desa tak lepas dari adanya masyarakat yang menghuni atau
yang mendiami. Adapun Masyarakat adalah (sebagai terjemahan istilah society)
adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi
terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang
berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam
bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang
interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat
digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu
komunitas yang teratur.

.Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan
persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti
teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit,
kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan
kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

2. TEMA DAN JUDUL KEGIATAN KKM

Tema yang di angkat dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) adalah:

Makalah Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok IV 2


Kesehatan Lingkungan dan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal

Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Judul yang di angkat dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) adalah:

Peningkatan Peran Industri Pertanian Berbasis Masyarakat dalam menciptakan


Keunggulan Pesaing di Era Pasar Bebas Asean dan Afta 2010 Kabupaten Cirebon

3. VISI DAN MISI DESA BALERANTE

Visi

Memesantrenkan Desa Balerante Sebagai Upaya Membentuk Desa Balerante yang Maju dan
Sejahtera Lahir Dan Bathin

Misi

Panca Prestasi Balerante

1. Mewujudkan masyarakat Balerante yang aman, tertib dan sejahtera di bawah ridho

Allah SWT.

2. Melaksanakan prinsip tata Pemerintahan Desa Balerante yang bersih dan bebas dari
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

3. Melaksanakan administrasi Pemerintah Desa yang baik sebagai optimalisasi pelayanan


terhadap masyarakat

4. Memberdayakan potensi masyarakat dan Kelembagaan Desa Balerante

5. Melaksanakan program Pemerintah baik pusat, propinsi, maupun Pemerintah Kabupaten


Cirebon

4. KUWU DESA BALERANTE

NO NAMA KUWU PERIODE

1. H. Raswi 1862 - 1902

Makalah Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok IV 3


2. H. Dulmanan 1902 – 1914

3. H. Muntab 1914 – 1924

4. Rebangi 1924 - 1932

5. H. Saleh 1932 – 1934

6. Salip 1934 - 1935

7. Mustari 1935 – 1943

8. Kama 1943 – 1961

9. Barnawi 1961 – 1967

10. Sujasi 1967 – 1970

11. PJ. Dahlan 1970 – 1973

12. BS. Soeki 1973 – 1986

13. PJ. Sutarno 1986 – 1988

14. Sartaman 1988 – 2005

15. PJ. Aksan Jaka 2005 – 2007

16. PJ. Khariri 2007

17. H. Akhsan Jaka 2007 – 2013

18. PJ. Muhammad Kosim 2009 - …..

5. SEJARAH DESA BALERANTE

1. Menurut Tokoh Masyarakat

a. Abah Badruzzaman

Sejarah desa Balerante berawal dari sejarah berdirinya Pesantren yang ada di
lingkungan desa Balerante. Adapun sejarah pesantren sebenarnya sudah
dibukukan oleh Kiyai Ali sekaligus sebagai pemilik pesantren yang ada di Serang.

Makalah Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok IV 4


Pesanteren Balerante adalah sebuah perkampungaan yang berada di Desa
Balerante, adapun tanah pesantren merupakan hadiah dari Sultan Kecirebonan
yang sering disebut dengan ”Tanah Babad Tiasa (Wakaf / Hibah”) yang diberikan
untuk desa.

Daerah pesantren terbagi menjadi dua wilayah yaitu wilayah selatan dan
wilayah utara. Adapun orang yang mendiam dalam pesantren adalah Pangeran
Kholifaraja sebagai orang asli kraton dan mendiami pesantren disebelah selatan.

Keturunan Pangeran Sumbuk dari Trusmi dan diturunkan kepada ki Gede


Depok Jamblang, kemudian pindah ke pesantren Balerante. Sedangkan Ki Romli
membawa teman (Ki Samna) kemudian mendiami wilayah pesantren sebelah
utara sehingga pada waktu itu kedua wilayah sudah dihuni oleh pemimpin beserta
keturunanya.

Ternyata dalam Kepemimpinan Pangeran Kolifaraja tidak kuat yang mendiami


wilayah pesantren sebelah selatan, maksudnya adalah keturunan dari Pangeran
Kholifaraja pada meninggal sehingga pesantren sebelah selatan ditinggalkan.
Pada saat itu baru kemudian yang wilayah pesantren disebelah utara berkembang
yang dipimpin oleh ki Romli yang meiliki 2 putra yaitu Ki Dulmajid dan
Muhammad Nur. Akhirnya kedua putra Ki Romli sampai mempunyai keluarga
dan keduanya mempunyai keturunan, adapun keturunan dari Muhammad Nur
rata-rata adalah seorang perempuan, sehingga kepengurusan pesantren di kelola
oleh keturunan Ki Dulmajid yang mempunyai putra diantaranya yang terkenal
adalah Ki Johar Arifin.

Karena wilayah pesantren sebelah utara yang dipimpin oleh Ki Romli merasa
penduduknya sudah banyak maka Ki Dulmajid ingin pindah ke sebelah selatan,
tetapi hal tersebut tidak diperbolehkan oleh kesultanan Cirebon. Kemudian Ki
Dulmajid membawa orang dari Citotok (Cikeusal) yang bernama Ki Jabar yang
merupakan keturunan dari Demak. Pada saat itu ketika perang melawan VOC
yang terjadi perang di Indramayu kemudian kalah yang akhirnya semua pergi
kepegunungan diantaranya adalah keturunan dari Ki Jabar. Ki Jabar adalah
seorang yang mengalahkan dedemit-dedemit yang ada diwilayah pesantren.
Kemudian keturunan dari Ki Dulmajid pindah ke sebelah selatan sampai hari ini.

Makalah Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok IV 5


Putra dari Ki Dulmajid yang bernama Ki Johar Arifin adalah sebagai nama
Pesanteren, sehingga pesantren yang ada di Balerante baik wilyah selatan dan
wilayah sebelah utara akhirnya di beri nama Pesantren Al Jauhariyah.

Pada jaman dahulu wilayah Krapak Jati Ragas di pimpin oleh Adipati Demang
Klaras sebagai orangtuanya yang berarti memimpin wilayah Adipati (kecamatan).
Begitu juga untuk wilayah Palimanan merupakan Kabupaten sebelum Cirebon
menjadi kabupaten. Pada wilayah Raja Galuh disini ada tempat sidang (gedung
dewan) tempatnya di pesantren Balerante.

Pada masa ini Islam belum berkembang bahkan belum terjadi perang Gunung
Kidul. Sebab ketika Syekh Syarif Hidayatillah Cirebon menghadap ke tempat
sini, ternyata disini sedang ada sidang di Balerante (Tempat Sidang), dan menjadi
sebuah petilasan (situs) pada tempat ini yang bernama Jati Ragas. Adapun untuk
Balerante sendiri yang merupakan tempat persidangan tersebut konon
dipindahkan ke Situs Makam Gunung Jati. Syekh Syarif Hidayatullah masih
merupakan keturunanya Prabu Siliwangi, beliau berwasiat (ada titah leluhur)
bahwa nanti disini akan menjadi sebagai tempat ilmu. Oleh karena itu sehingga
disini pernah terjadi pusat keilmuan dari tahun 1920 -1940 yang sampai sekarang
dengan nama pesantren Al jauhariayah (Mbah Johar).

b. Abah Jahari

Dalam pendapat yang dilontarkan oleh seorang warga Desa Balerante yang
sering disebut Abah Johar,bahwa beliau berbicara untuk masalah tentang sejarah
Balerante sebenarnya ada bukunya. Tetapi beliau menyatakan bahwa buku
tersebut tidak ada yang bisa membukanya. Begitu juga bukunyapun ternyata
hilang ntah kemana tidak ada yang tau. Menurut beliau buku tersebut dulu berada
di atap Masjid pesantren dengan bentuk buku yang berkaver warna merah namun
sampai sekarang belum ada yang tahu.

Selanjutnya pun beliau berkata bahwa sejarah desa balerante banyak orang
yang tau namun ternyata setelah diteliti bahwa banyak orang yang bependapat
tentang sejarah tersebut ”Mengetahui awal sejarahnya tetapi tidak mengetahui

Makalah Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok IV 6


akhirnya, Mengetahui akhir namun tidak mengetahui sejarah awalnya”. Jadi
masih kontradiktif mengenai kebenaran dari sejarah desa Balerante. Beliau juga
mengatakan bahwa jika sejarah Desa Balerante dibahas secara mendetail maka
beranggapan bahwa nantinya banyak orang yang menggunakan faktor-faktor yang
ada dalam sejarah Balerante tersebut akan digunakan dengan tidak sesuai jalur
Agama Islam (akan timbulnya kesyirikan) yang beranggapan bahwa itu adalah
kebenaran yang hakiki untuk di yakini. Bahwa orang sekarang banyak yang
mengatakan di itu Islam namun banyak sekali orang yang melakukan
penyimpangan-penyimpangan di luar jalur Keislaman, yang bisa dikatakan bahwa
iman seseorang pada masa sekarang ternyata masih banyak dipertanyakan bahkan
cenderung kecil kadar keimanan seseorang dalam memeluk ajaran Islam

2. Menurut Media Masa Pembahasan Dari Radio Cirebon FM

(PETIS CIREBON) PETILASAN SEJARAH DI TANAH CIREBON

DESA BALERANTE

Di jaman dahulu Prabu Siliwangi itu jadi raja Kerajaan Padjajaran banyak
kerajaan kecil di tempat itu salah satunya istana Krapak Jati Ranggas yang artinya
adalah pohon jati yang kering sampai sekarang pohon itu masih ada di tempatnya
di sebelah timurnya ujung Gunung Kromong dekat Gunung Ciremai

Istananya Krapyak Jati Ranggas jadi tempat tetapanya (bersemedi) putra-


putra raja-raja Padjajaran dan Demang Klaras itu orangtuanya pengurus istana
Krapyak Jati Ragas di beri pesan Prabu Siliwangi yang disampaikan Ki Demang
Kerajaan Padjajaran akan musnah karena banyak masuknya agama islam dan
perubahan pemerintah.an Pangeran Syarif Hidayatullah disuruh orang tua untuk
menyebarkan agama islam ditanah jawa khususnya Cirebon, dan di suruh untuk
bertemu Ki Demang yang akan memberi petunjuk untuk memperlancar
penyebaran islam setelah sampai di Cirebon Pangeran Syarif Hidayatullah
menikah dengan Nyi Mas Prakowati dan dapat gelar pengeran Cirebon.

Pangeran Cirebon langsung mendatangi istana Krapyak Jati Ranggas


dan bertemu dengan Ki Demang sebagai tanda persatuan Pangeran Cirebon dan

Makalah Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok IV 7


Ki Demang Klaras itu membuat balai sebagai tempat musyawarah dan dan
disakanya di beri rante dan daerah itu dinamakan daerah Balerante.

3. Mengenai Fenomena Krapak Jati Ragas

Pada jaman dahulu di Desa Balerante ada tiga pohon yang besar, adapun
Pohon-pohon tersebut adalah :

a. Pohon Asam yang berjumlah satu pohon dan terletak di tengah-tengah


perkampungan, namun pohon tersebut sekarang sudah tidak ada (ditebang).

b. Pohon Tanjung yang berjumlah satu pohon dan terletak berada sebelah
selatan masjid pesantren, namun pohon tersebut juga sekarang sudah tidak
ada di perkampungan (sudah ditebang).

c. Pohon Jati Jati Ragas dengan jumlah satu poho yang sekarang sebagai
sebutan Petilasan Jati Ragas yang sampai sekarang pohonnya masih tetapi
pohon tersebut tidak berdaun.

4. Kesimpulan Menurut Mahasiswa KKM UMC Mengenai Sejarah Balerante

a. Sejarah desa Balerante berawal dari sejarah berdirinya Pesantren yang ada
di lingkungan desa Balerante. Adapun sejarah pesantren sebenarnya sudah
dibukukan oleh Kiyai Ali sekaligus sebagai pemilik pesantren yang ada di
Serang.

b. Sejarah Balerante berawal dari masa Demang Laras dan menjadi sebuah
petilasan (situs) pada tempat ini yang bernama petilasan Jati Ragas

c. Sejarah Balerante Merupakan sebuah tempat Persidangan yang pada waktu


itu Pangeran Cirebon berkunjung mendatangi istana Krapyak Jati Ranggas
dan bertemu dengan Ki Demang Laras maka sebagai tanda persatuan
Pangeran Cirebon dan Ki Demang Klaras itu membuat balai sebagai

Makalah Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok IV 8


tempat musyawarah dan disakanya di beri rante dan daerah itu
dinamakan daerah Balerante.

d. Sejarah Balerante ternyata masih simpang siur kebenarannya (kontradiktif)


karena belum ada yang mengetahui benar sejarah pastinya. Adapun yang
berpendapat bahwa sejarah adanya di Buku yang sekarang hilang ntah
kemana keberadaannya dan bercirikan Kovers berwarna merah.

e. Nama tempat persidangan Balerante yang konon di Pindahkan ke Situs


Sunan Gunung Jati, ternyata menurut orang di lingkungan tersebut bukan
Balerante tapi dengan sebutan Balewangu.

6. PENUTUP

Demikian makalah sejarah Balerante yang kami laksanakan dan berusaha


dengan sebaik-baiknya kami buat sebagaimana mestinya. Mudah-mudahan dapat
bermanfaat bagi kita semua khususnya warga Desa Balerante agar dapat dipahami dan
sebagai referensi dari kami selaku peserta Kuliah Kerja Mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Cirebon (20 Maret – 25 April 2010) kelompok IV. Selain dari pada
itu juga kami melaksanakan kegiatan-kegiatan kemasyarakan, kesehatan dan
keagamaan mudah-mudahan sedikit yang kami lakukan disini dapat menjadi nilai
kebaikan bagi kita semua.

Dalam pembuatan makalah ini kami dibantu dari berbagai pihak baik dari
aparat desa maupun dari warga masyarakat. Oleh karena itu kami mengucapkan
banyak terima kasih atas kerjasamanya kepada berbagai pihak yang telah membantu
dalam mensukseskan kegiatan ini, dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya

Makalah Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok IV 9


bilamana dalam pelaksanaan dan tutur kata kami kurang berkenan bagi semua warga
masyarakat Desa Balerante.

Makalah Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok IV 10