Anda di halaman 1dari 5

Nama : Akmal AuliyaRachman

NIM : 021528714
Program Studi : Manajemen-S1
UPBJJ - UT : PURWOKERTO

TUGAS 3 – Metode Penelitian Sosial

1. Untuk interpretasi dan analisis data kuantitatif, digunakan 3 bentuk analisis. Jelaskan
ketiga bentuk analisis tersebut dan berikan contoh !
2. Bandingkan cara mengolah atau menganalisis data kuantitatif dengan data kualitatif, dan
berikan contohnya !
3. Kegiatan pengumpulan data sangat penting perannya dalam menentukan keberhasilan
kegiatan penelitian. Buktikan pernyataantersebut dan berikan contohnya !

JAWAB

1. Untuk interpretasi dan analisis data kuantitatif, digunakan 3 bentuk analisis. Jelaskan
ketiga bentuk analisis tersebut dan berikan contoh !
A. Analisis Univariat

Analisis univariat merupakan analisis yang dilakukan terhadap satu variabel. analisis ini biasanya
digunakan untuk kepentingan mendeskripsikan data.

pada analisis univariat, tidak ada perbedaan yang signifikan antara interpretasi terhadap grafik
maupun tabel frekuensi.

Contoh:
Distribusi Responden Berdasarkan Kepatuhan Berobat TB

Kepatuhan N %
Patuh 148 60,8
Tidak patuh 131 39,2
Total 279 100,0
Responden yang patuh berobat TB di wilayah kerja Puskesmas Pasar Minggu lebih tinggi (60,8%)
dibanding dengan yang tidak patuh berobat (39,2%).

B. Analisis Bivariat

analisis bivariat merupakan analisis mengenai hubungan antara dua variabel. hubungan antara dua
variabel ini bisa digambarkan dengan menggunakan tabel silang.

Dalam analisis bivariat ini dilakukan beberapa tahap, antara lain:


(1) Analisis proporsi atau presentase, dengan membandingkan distribusi silang antara dua variabel
yang bersangkutan.
(2) Analisis dari hasil uji statistik (chi square, z test, t test dan sebagainya). Melihat dari hasil uji
statistik ini akan dapat disimpulkan adanya hubungan dua variabel tersebut bermakna atau tidak
bermakna. Dari hasil uji statistik ini dapat terjadi misalnya antara dua variabel tersebut secara
persentase berhubungan tetapi secara statistik hubungan tersebut tidak bermakna.
(3) Analisis keeratan hubungan antara dua variabel, dengan melihat Odd Ratio (OR). Besar kecilnya
nilai OR menunjukkan besarnya keeratan hubungan antara dua variabel yang diuji.

Contoh :
Distribusi Responden Berdasarkan Umur dan Kepatuhan Berobat TB

Umur Kepatuhan Total P value OR 95%


Tak patuh Patuh
Dewasa Md 7(20,0%) 28 (80%) 35 (100%)
0,004 3,08
Dewasa 24(54,0%) 20(45,5%) 44(100%)
Total 31 (39,2%) 48(60,8%) 79 (100%)

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa responden berumur dewasa muda lebih patuh berobat TB
(80%) dibandingkan dengan responden dewasa (45,8%). Sehingga secara presentase dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur dengan kepatuhan berobat.
Hasil uji statistic menunjukkan bahwa nilai p< 0,005 hal ini terbukti bahwa umur berhubungan secara
bermakna dengan kepatuhan berobat.
Dari analisis keeratan hubungan menunjukkan nilai ODD Ratio (OR) 3,08 yang berarti bahwa
responden yang berumur dewasa muda mempunyai peluang 3,08 kali patuh berobat dibandingkan
dengan responden yang berumur lebih tua.
C. Analisis Multivariat

analisis multivariat merupakan analisis yang melihat pola hubungan lebih dari dua variabel.

biasanya pola hubungan ini terdiri dari variabel Independen, variabel dependen, dan variabel
kontrol.

penggunaan tabel silang multivariat tidak berbeda jauh dengan penggunaan tabel silang bivariat.
demikian pula cara menginterpretasikan tabel silang multivariat sama dengan menginterpretasikan
tabel silang bivariat.

Dengan menggunakan teknik analisis ini maka kita dapat menganalisis pengaruh beberapa variable
terhadap variabel – (variable) lainnya dalam waktu yang bersamaan.
Dalam analisis multivariate dilakukan berbagai langkah pembuatan model. Model terakhir terjadi
apabila semua variabel independendengan dependen sudah tidak mempunyai nilai p.0,05.

Contoh :
Hubungan Antara Pengetahuan, Umur, Pendidikan Dengan Kepatuhan Berobat TB

95% CI
Variable P OR
Lower Upper
Pengetahuan 0,000 19,305 4,34 84,92
Umur 0,008 11,747 2,22 212,61
Pendidikan 0,000 13,804 3,28 58,05

Dari table di atas dapat disimpulkan bahwa :


- Responden yang mempunyai pengetahuan tinggi berpeluang 19,03 kali patuh berobat
dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan rendah
- Responden yang berumur muda berpeluang 11,747 kali patuh patuh berobat dibandingkan
dengan responden yang berumur lebih tua
- Responden yang berpendidikan tinggi berpeluang 13,804 kali patuh berobat dibandingkan
dengan responden yang berpendidikan rendah.
Dari ketiga variabel independen tersebut maka variabel pengetahuan adalah variabel yang paling
dominan berhubungan dengan kepatuhan berobat dengan OR 19,305.
Hal ini berarti bahwa responden yang mempunyai pengetahuan TB yang tinggi berpeluang 19 kali
untuk patuh berobat dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan TB yang rendah,
setelah dikontrol variabel pendidikan dan umur.
2. Bandingkan cara mengolah atau menganalisis data kuantitatif dengan data kualitatif,
dan berikan contohnya !

Analisis Data Kuantitatif

Pada penelitian ini, suatu data diproses secara linier, dimulai dari latar belakang masalah,
merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, penyusunan instrument penelitian, menentukan
populasi dan subjek penelitian, melaksanakan pengumpulan data dan menganalisis data, dan
diakhiri suatu penyimpulan/pelaporan hasil penelitian. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti harus
benar-benar memahami betuk statistika yang akan digunakan dalam analisis data. Data yang telah
diperoleh itu pun nantinya akan digunakan peneliti untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan
memahami hubungan antar variable-variabel yang diteliti.
pengolahan data di dalam penelitian kuantitatif menggunakan angka-angka yang berfungsi sebagai
kode. untuk melakukan pengolahan data, ada beberapa langkah yang harus dilalui, yaitu
mengkoding data, mengentry data ke dalam program SPSS, membersihkan data, kemudian
mengeluarkan hasil penelitian.

Penelitian Data Kualitatif

penelitian kualitatif memfokuskan pada data yang terkumpul dan mengandalkan pada data yang
diolah dan dianalisis, untuk kemudian terfokus pada terbentuknya sebuah simpulan atau teori. di
dalam penelitian kualitatif, tahapan pengolahan data bisa dilakukan bebarengan dengan tahap
pengumpulan data.

dengan dilakukannya tahap pengolahan data, maka peneliti bisa mengetahui informasi apa saja yang
sebaiknya lebih difokuskan, informasi yang dirasa sudah cukup, dan informasi yang bisa
dikembangkan lebih luas lagi. pengolahan data kualitatif didasarkan pada catatan lapangan yang
sudah dibuat oleh peneliti saat mengumpulkan data.

sesuai dengan pernyataan Bogdan & Biklen (dalam Moleong, 2014:248) tentang analisis data
penelitian kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data,
mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya,
mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan
memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Dengan demikian bahwa dalam suatu penelitian kualitatif ini, prosesnya dari awal hingga akhir itu
yang dianalisis. Ini yang menjadi perbedaan antara penelitian kualitatif dengan kuantitatif, bahwa
pada penelitian kuantitatif proses analisis data tersebut dilakukan setelah data penelitian itu
terkumpul di akhir penelitian, lain halnya dengan penelitian kualitatif bahwa terkumpulnya data dari
awal hingga akhir penelitian dan tidak memiliki batasan waktu penelitian. Sehingga analisis data
penelitian menurut Seiddel (dalam Moleong, 2014: 248) bahwa prosesnya berjalan sebagai berikut:

1. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber datanya
tetap dapat ditelusuri
2. Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan, membuat ikhtisar, dan
membuat indeksnya
3. Berpikir, dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan
menemukan pola dan hubungan-hubungan, dan membuat temuan-temuan umum.

Selanjutnya menurut Janice Mc Drury (Collaborative Group Analysis of Data:1999)


menjelaskan terkait tahapan analisis data kualitatif adalah sebagai berikut:
1) Membaca/mempelajari data, menandai kata-kata kunci dan gagasan yang ada dalam data
2) Mempelajari kata-kata kunci itu, berupaya menemukan tema-tema yang berasal dari data
3) Menuliskan model yang ditemukan
4) Koding yang telah dilakukan

3. Kegiatan pengumpulan data sangat penting perannya dalam menentukan keberhasilan


kegiatan penelitian. Buktikan pernyataantersebut dan berikan contohnya !
Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian.
Pengumpulan data penelitian tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Terdapat langkah
pengumpulan data dan teknik pengumpulan data yang harus diikuti. Tujuan dari langkah
pengumpulan data dan teknik pengumpulan data ini adalah demi mendapatkan data yang valid,
sehingga hasil dan kesimpulan penelitian pun tidak akan diragukan kebenarannya.

Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk
mengumpulkan data. Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan sangat penting dalam
penelitian. Teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kreadibilitas
tinggi dan sebaliknya. Oleh karena itu, tahap ini tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan
cermat sesuai prosedur dan ciri-ciri penelitian kualitatif. Sebab kesalahan atau ketidaksempurnaan
dalam metode pengumpulan data akan berakibat fatal, yakni berupa data yang tidak credible,
sehingga hasil penelitiannya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Hasil penelitian demikian sangat
berbahaya, lebih-lebih jika dipakai sebagai dasar pertimbangan untuk mengambil kebijakan publik.

Misalnya, jika peneliti ingin memperoleh informasi mengenai persepsi guru terhadap kurikulum yang
baru, maka teknik yang dipakai ialah wawancara, bukan observasi. Sedangkan jika peneliti ingin
mengetahui bagaimana guru menciptakan suasana kelas yang hidup, maka teknik yang dipakai
adalah observasi. Begitu juga jika, ingin mengetahui mengenai kompetensi siswa dalam mata
pelajaran tertentu, maka teknik yang dipakai adalah tes atau bisa juga dokumen berupa hasil ujian.
Dengan demikian, informasi yang ingin diperoleh menentukan jenis teknik yang dipakai (materials
determine a means). Itu pun masih ditambah dengan kecakapan peneliti menggunakan teknik –
teknik tersebut. Bisa saja terjadi karena belum berpengalaman atau belum memiliki pengetahuan
yang memadai, peneliti tidak berhasil menggali informasi yang dalam, sebagaimana karakteristik
data dalam penelitian kualitatif, karena kurang cakap menggunakan teknik tersebut, walaupun
teknik yang dipilih sudah tepat. Solusinya terus belajar dan membaca hasil-hasil penelitian
sebelumnya yang sejenis akan sangat membantu menambah kecakapan peneliti.

Terimakasih.

Anda mungkin juga menyukai