Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN INDIVIDU

PROGRAM PENDAMPINGAN KELUARGA

KULIAH KERJA NYATA


PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

DESA : UNDISAN
KECAMATAN : TEMBUKU
KABUPATEN : BANGLI
PROVINSI : BALI

Oleh :

1. 1504205031 Dewa Gde Ngurah Baruna Wijaya

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS UDAYANA
PERIODE XVIII TAHUN 2019
HALAMAN PENGESAHAN

KK Dampingan : I Nyoman Kesil

Mahasiswa : Dewa Gde Ngurah Baruna Wijaya

Undisan, 8 Maret 2019

Mengetahui Mengetahui,

Perbekel Desa Undisan DPL Desa Undisan

I Ketut Suardika Yasa Ni Ketut Arismayanti, SST.Par, M.Par.


NIP. 19810526 200312 2 002

Menyetujui,

Ketua Panitia Pelaksana KKN PPM UNUD XVIII 2019

Prof. Dr. Drh. I Nyoman Suarsana, M.Si

NIP. 19650731 199303 1 003


KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, dikarenakan berkat dan rahmat-
Nya lah penulis dapat menyelesaikan laporan individu mengenai kegiatan KKN PPM XVIII di
Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli dengan tepat waktu. Di dalam
penyelesaian program individu KKN PPM XVIII ini, penulis mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya terhadap pihak yang telah membantu diantaranya:

1. Ibu Ni Ketut Arismayanti, SST.Par, M.Par. selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang
telah memberi dukungan, mulai dari pengarahan dan pendampingan terhadap penulis
sehingga dapat menyelesaikan program individu dengan baik.
2. Bapak I I Ketut Suardika Yasa, selaku Kepala Desa Undisan, Jembrana yang membantu
penulis dalam pemberian informasi mengenai masalah yang dihadapi pada desa dan
membantu memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi penulis dalam pelaksanaan
program KKN PPM XVII di Desa Budeng, Jembrana.
3. Bapak I Nyoman Kesil beserta keluarga yang telah menerima dengan sangat baik dan turut
serta membantu dalam pemberian informasi mengenai keluarga.
4. Bapak Kelian Adat Banjar Sekaan yang telah memberi bimbingan dan informasi mengenai
keluarga dampingan.
5. Masyarakat Desa Undisan, Bangli, serta pihak lainnya yang tidak dapat disebutkan satu
persatu.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari yang diharapkan oleh pembaca karena
keterbatasan kemampuan serta referensi yang penulis miliki. Penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari pembaca. Penulis mengharapkan dapat memahami dan
menyelesaikan program non tema “KKN dampingan”. Atas perhatiannya, penulis mengucapkan
terima kasih.

Undisan, 8 Maret 2019

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................................................... 1


HALAMAN PENGESAHAN .......................................................Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR .................................................................................................................... 2
DAFTAR ISI................................................................................................................................... 4
I. GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN ............................................................... 5
1.1. Profil Keluarga Dampingan ................................................................................................. 5
1.2. Kondisi Ekonomi Keluarga Dampingan .............................................................................. 6
A. Pendapatan Keluarga .......................................................................................................... 6
B. Pengeluaran Keluarga ......................................................................................................... 6
II. IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH...................................................................... 8
2.1. Menemukenali Masalah ....................................................................................................... 8
2.2. Prioritas Masalah .................................................................................................................. 8
III. SOLUSI PEMECAHAN MASALAH ...................................................................................... 9
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................................................. 12
V. SIMPULAN DAN REKOMENDASI ..................................................................................... 13
LAMPIRAN ...................................................................................Error! Bookmark not defined.
I

GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN

1.1 Profil Keluarga Dampingan

No Nama Status Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan


Sd – Tidak Pekerja Kepala
1 I Nyoman Kesil Kawin 60
Lulus Serabutan Keluarga
Pekerja
2 Ni Ketut Lunas Kawin 48 - Istri
Serabutan
Belum Saudari
3 I Wayan Suarni 69 - -
Kawin Perempuan

Keluarga Bapak I Nyoman Kesil dan Ibu Ni ketut Lunas tidak memiliki anak, melainkan
hanya Ibu I Wayan Suarni sebagai saudari perempuan dari pihak suami yang menetap di rumah.
Pendidikan terakhir Bapak I Nyoman Kesil yakni tidak lulus SD atau sederajat, sedangkan Ibu Ni
Ketut Lunas dan Ibu Ni Wayan Suarni sama-sama tidak pernah mengenyam bangku pendidikan.
Keluarga Bapak I Nyoman Kesil memiliki rumah dengan penataan tradisional Bali, dengan
luas tanah sebesar ± 2,5 are yang terbagi menjadi 3 bangunan utama, yakni: bangunan 1 yang
terdiri atas kamar tidur dan gudang penyimpanan sarana-prasarana upacara seluas 3x5 meter
dengan kondisi yang cukup memprihatinkan dikarenakan merupakan bangunan lama dengan
kondisi dinding yang telah retak, plafond yang mulai menguning. Bangunan 2 merupakan area
dapur, sekaligus kamar tidur untuk Ibu I Wayan Suarni dan toilet seluas 1x1,5 meter dengan
kondisi yang juga cukup memprihatinkan dengan struktur dinding yang mulai retak dan atap yang
mulai hancur , sedangkan bangunan 3 merupakan bangunan terbuka untuk menyimpan perkakas.
Keluaraga ini tidaklah memiliki kendaraan sebagai sarana transportasi, suka memelihara ayam,
dan bebek serta merawat tumbuhan berbagai jenis utamanya yang menghasilkan buah.
1.2 Kondisi Ekonomi Keluarga Dampingan
A. Pendapatan Keluarga
Pendapatan keluarga Bapak I Nyoman Kesil berasal dari hasil kerja Bapak I
Nyoman Kesil dan Ibu Ni Ketut Lunas yang menjadi pekerja serabutan, dengan Bapak I
Nyoman Kesil yang kini bekerja sebagai buruh peternak sapi orang lain, dan Ibu Ni Ketut
Lunas yang bekerja sebagai buruh bangunan. Akan tetapi, kini keluarga ini lebih sering
melakukan kegiatan berkebun di sekitaran pekarangan rumah dikarenakan kondisi mata
Bapak I Nyoman Kesil yang memburuk dalam 2 tahun belakangan ini. Biasanya,
pendapatan untuk Bapak I Nyoman Kesil dan Ibu Ni Ketut Lunas apabila digabungkan ±
sebesar Rp 75.000 per hari dan Rp. 1.950.000 per bulannya, tetapi dikarenakan kondisi
mata Bapak I Nyoman Kesil yang memburuk mengakibatkan terjadinya penurunan
penghasilan sebab beliau tidak lagi mampu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat
berat, sehingga hanya sang istri yang seoranglah yang lebih banyak mengambil pekerjaan
utama sebagai buruh, itupun apabila terdapat panggilan pekerjaan. Dikarenakan hal itu,
maka Keluarga Bapak I Nyoman Kesil membarengi pekerjaan sebagai buruh dengan
berkebun dan beternak ayam maupun bebek di pekarangan rumah sembari mengurus
saudari perempuannya. Pada saat ini, keluarga ini sangatlah bergantung pada bantuan
warga dan pemerintah setempat.
B. Pengeluaran Keluarga
Pengeluaran Keluarga Bapak I Nyoman Kesil terdiri dari pengeluaran untuk
kebutuhan sehari-hari, kesehatan keluarga, dan keperluan sosial.
1. Kebutuhan sehari-hari
Pengeluaran keluarga Bapak I Nyoman Kesil untuk kebutuhan sehari-hari
utamanya untuk keperluan di dapur saja, untuk biaya air maupun listrik telah
ditanggung oleh pemerintah setempat. Biaya yang dihabiskan untuk keperluan di dapur
dalam sehari adalah Rp 20.000 untuk membeli bahan makanan dan keperluan di dapur
lainnya atau Rp 600.000 per bulannya.
2. Kesehatan
Untuk kesehatan keluarga Bapak I Nyoman Kesil, telah memiliki Kartu
Indonesia Sehat (KIS), saat keluarga Bapak I Nyoman Kesil sakit dan berobat ke rumah
sakit pembayaran sudah terjamin dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS),
sehingga tidak perlu untuk mengeluarkan biaya untuk berobat jika sakit. Akan tetapi
terkendala biaya transportasi untuk berobat yang jauh di pusat Kota Bangli, sehingga
tidak dapat melakukan pengobatan yang membutuhkan kunjungan secara berkjala.

3. Sosial
Pengeluaran untuk kegiatan sosial keluarga Bapak I Nyoman Kesil untuk golongan
keluarga yang tidak mampu adalah semampunya dan selebihnya banyak ditanggung
oleh desa adat. Pengeluaran sosial berupa iuran untuk setiap upacara agama maupun
upacara sosial lainnya serta pengeluaran ini tidaklah bersifat tetap.
II

IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH


2.1 Menemukan Masalah
Bapak I Nyoman Kesil dan Ibu Ni Ketut Lunas bekerja sebagai pekerja
serabutan, mengambil segala jenis pekerjaan, serta saudari dari Bapak I Nyoman Kesil
yang tidak bekerja dikarenakan memiliki keterbatasan. Tetapi, dalam 2 tahun
belakangan ini kondisi penglihatan Bapak I Nyoman Kesil yang semakin memburuk
dikarenakan mata-nya yang terbentur oleh batang bambu, sehingga kini beliau tidak
lagi mampu mengambil pekerjaan yang bersifat berat dan hanya sang istri , Ibu Ni Ketut
Lunas saja yang masih mampu melakukan pekerjaan yang berat.
Oleh karena kondisi kesehatan Bapak I Nyoman Kesil yang semakin memburuk,
Ibu Ni Ketut Lunas menjadi lebih banyak menghabiskan kegiatan di rumah mengambil
profesi sampingan untuk beternak ayam, bebek serta bercocok tanam di areal kebun
sekitaran rumah bersama dengan Bapak I Nyoman Kesil sembari mengurus saudari-
nya.

2.2 Prioritas Masalah


Keluarga Bapak I Nyoman Kesil memerlukan suatu mata pencaharian baru,
untuk terus dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Dikarenakan, kini hanya Ibu Ni Ketut
Lunas saja yang masih dapat melakukan pekerjaan yang bersifat berat. Pekerjaan
sampingan sebagai peternak dan bercocok tanam di sekitaran areal rumah sudah benar
dilakukan, dikarenakan dapat dikerjakan dan dikontrol dengan mudah, serta tidak
terlalu memerlukan tenaga yang berlebih. Akan tetapi, kurangnya pengetahuan dan
perhatian akan hewan ternak dan tumbuhan yang dikembangkan menjadi masalah yang
belum mampu diatasi oleh keluarga ini, dimana hal ini selain dikarenakan pendidikan
rata-rata keluarga ini yang tergolong rendah.
III

SOLUSI PEMECAHAN MASALAH

3.1 Solusi Masalah


Sistem pemberdayaan yang benar terhadap hewan ternak dan tanaman berbuah masih
tergolong kurang, mengakibatkan banyak hewan ternak yang mati akibat penyakit, utamanya
disebabkan oleh flu burung akibat kandang yang terbuka dan jarang dibersihkan maupun
tanaman berbuah yang mengalami pengguguran di saat masih menjadi bunga, yang disebabkan
tidak dilapisi oleh pelindung di saat masih dalam tahapan rentan. Hal ini disebabkan oleh
kurangnya kesadaran dan pengetahuan akan proses pemberdayaan yang baik dan benar oleh
keluarga Bapak I Nyoman Kesil.
Hal tersebut dapat ditangani dengan cara memberikan bantuan dalam mendampingi
proses pembersihan lingkungan di sekitar rumah Bapak I Nyoman Kesil, memberikan
pembelajaran yang diketahui mengenai pemberdayaan hewan ternak dan tanaman berbuah
yang diketahui. Berikut merupakan susunan kegiatan di dalam proses pendampingan
pemberdayaan hewan ternak dan tanaman berbuah untuk keluarga Bapak I Nyoman Kesil :

No Waktu Kegiatan
1 Membantu membersihkan Lingkungan
2 Membantu membersihkan Kandang
30 Hari
3 Membantu merapikan Tanaman Berbunga
4 Pemberitahuan pemberdayaan
3.2 Jadwal Kegiatan

No Hari/Tanggal Waktu Kegiatan Volume (Orang) Waktu (Jam)

1 Rabu, 6 09.15 - Perkenalan ke KK 3 1.5


Februari 2019 10.45 Dampingan masing-
masing ditemani Kelian
Banjar Adat Sekaan,
Desa Undisan

2 Sabtu, 9 07.00 - Berbincang-bincang 3 3


Februari 2019 10.00 sembari menanyakan
seputar kehidupan dan
permasalahan yang
dihadapi oleh
KK dampingan
3 Senin, 11 15.30 - Berbincang-bincang 3 6
Februari 2019 21.30 mengenai kondisi
rumah dan
permasalahan
kesehatan yang
dihadapi oleh KK
dampingan
4 Rabu, 13 10.00 - Berbincang-bincang 3 6
Februari 2019 16.00 mengenai
pekerjaan Keluarga
Bapak I Nyoman Kesil ,
permasalahan yang
dialami sembari
membantu
membersihkan
lingkungan di sekitar
areal rumah KK
dampingan
5 Sabtu, 16 09.00 - Berbincang-bincang 3 4
Februari 2019 13.00 mengenai
permasalahan ternak
peliharaan serta
membantu
membersihkan
lingkungan dan
kandang untuk ternak
KK Dampingan

6 Minggu, 17 17.00 - Membantu merapikan 3 2


Februari 2019 19.00 tanaman berbunga dan
Berbincang seputar
Banjar Adat Sekaan dan
Desa Undisan
7 Selasa, 19 18.00 – Berbincang – bincang 3 2
Februari 2019 20.00 mengenai potensi
wisata di Desa Undisan
sembari membantu
membersihkan
lingkungan di sekitar
areal rumah KK
dampingan
8 Rabu, 20 09.00 - Berbincang – bincang 3 4
Februari 2019 13.00 mengenai keluarga KK
Dampingan dan
membantu memberi
makan ternak di rumah
9 Kamis, 20 09.00 - Merapikan tanaman 3 7
Februari 2019 16.00 berbunga,
membersihkan
lingkungan sekitar
areal rumah serta
memberi makan ternak
10 Selasa, 14 13.00 - Berbincang-bincang 1 4
Agustus 2018 17.00 dan memberikan
Informasi yang
diketahui mengenai
pemberdayaan ternak
dan bercocok tanam

11 Rabu, 15 13.00 - Berbincang – bincang 1 6


Agustus 2018 19.00 mengenai kondisi
kesehatan Bapak I
Nyoman Kesil, dan
saudari nya Ibu
sembari melihat
kondisi rumah dan
membantu
membersihkannya
12 Merapikan tanaman
berbunga, memberikan
Informasi yang
diketahui mengenai
pemberdayaan ternak
dan bercocok tanam

13 Berbincang-bincang
seputar kegiatan di
Desa Undisan

13 Jumat, 17 14.00 - Memberikan kenang- 1 5


Agustus 2018 19.00 kenangan berupa
ternak ayam kampung
untuk keluarga
Bapak I Nyoman Kesil
JUMLAH JAM 82

IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


Kegiatan KK Dampingan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PPM Reguler periode
XVIII di Desa Adat Undisan yang dilakukan melalui 20 kali kujungan dengan 82 jam kegiatan.
Pelaksanaan diawali dengan Pembagian KK Dampingan melalui tabel kk dampingan yang telah
diberikan oleh Prebekel Desa Adat Undisan sebelumnya. Penulis mendapatkan KK dampingan
yang berlokasi di Banjar Adat Sekaan, selama kunjungan ke KK dampingan penulis menggunakan
pendekatan yakni dengan bercengkrama dengan tiap-tiap anggota keluarga maupun tetangga yang
datang berkunjung untuk mengetahui berbagai permasalahan yang ada dan mencoba memberikan
solusi akan permasalahan tersebut. Dalam rangkaian kegiatan di KK dampingan anggota keluarga
sangat terbuka dengan penulis dan aktif bertanya balik apabila melakukan perbincangan.

Kegiatan pelaksanaan KK Dampingan tersebut dilakukan selama 19 kali kunjungan ,


terhitung mulai hari Selasa, 24 Juli 2018 s/d 23 Agustus 2018 dengan waktu yang disesuaikan,
dan berakhir pada tanggal 24 Agustus. Di akhir, penulis memberikan bantuan berupa ayam
kampung untuk dipelihara dan dikembang biakkan kembali, sehingga turut dapat membantu
kegiatan keluarga Bapak I Nyoman Kesil dikedepannya.

Hasil dalam kegiatan KK Dampingan ini adalah turut membantu perekenomian Keluarga
Bapak I Nyoman Kesil, agar tidak bergantung dengan orang lain dengan meningkatkan
pengetahuan mengenai pemberdayaan yang baik dan benar untuk hewan ternak dan tumbuhan
berbunga.

SIMPULAN DAN REKOMENDASI


A. Simpulan

Bapak I Nyoman Kesil dan Ibu Ni Ketut Lunas beserta saudari-nya , yakni Ibu yang
dikeseharian-nya menetap dan melakukan aktifitas beternak dan bercocok tanam di areal
rumah semenjak Bapak I Nyoman Kesil mulai mengalami sakit pada bagian mata-nya dan
mulai mempersedikit mengambil pekerjaan serabutan. Ternak yang dipelihara yakni ayam
dan bebek dan tanaman yang dikembangkan merupakan tanaman berbuah yakni jambu,
salak, serta belimbing.

Dikarenakan tingkat pendidikan di keluarga Bapak I Nyoman Kesil tergolong


rendah, sehingga terdapat kekurangan di dalam pemberdayaan ternak dan tanaman berbuah
yang mengakibatkan banyak ternak yang mati akibat sakit, serta tunas dan bunga yang akan
berkembang menjadi buah mati ataupun rontok. Hal tersebut dapat diatasi dengan
pemberian edukasi mengenai pemberdayaan ternak maupun tanaman berbunga, dimana
pemberian edukasi ini dilakukan di areal rumah baik di saat membersihkan lingkungan
sekitar, saat membersihkan kandang ayam, maupun di saat duduk sambil bercengkrama
bersama-sama. Edukasi yang diberikan lebih menekankan kearah pentingnya kebersihan
lingkungan, baik untuk penghuni maupun ternak serta informasi mengenai pakan-pakan
serta menemukan alternatif untuk melindungi tunas maupun bunga yang akan berkembang
menjadi buah agar tidak mati maupun rontok oleh angin ataupun hujan.

B. Rekomendasi
Berdasarkan permasalahan dan solusi yang diberikan, maka penulis dapat memberikan
saran ataupun rekomendasi yakni sebagai berikut:
1. Diharapkan kepada pihak keluarga agar lebih aktif untuk mencari info dan
pembelajaran terbaru mengenai proses beternak dan bercocok tanam, sehingga
dikedepannya memiliki sumber penghasilan pribadi sebagai pengganti pekerjaan
serabutan.
2. Diharapkan lebih sadar mengenai pentingnya kebersihan lingkungan, sehingga dapat
meminimalisir penyakit yang akan datang baik bagi penghuni maupun hewan ternak
serta menghindari tumbuhnya hama.
3. Perlunya kesadaran lebih mengenai kesehatan, dengan mengikuti pengobatan secara
yang telah ditentukan secara berkala,