Anda di halaman 1dari 15

PENGELOLAAN KELAS INDUSTRI DI SMK N 2 KLATEN

ARTIKEL JURNAL

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan


Universitas Negeri Yogyakarta
untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

Shinta Surya Danutirta

14101241010

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN


JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2018
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 2
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 3

PENGELOLAAN KELAS INDUSTRI DI SMK N 2 KLATEN

INDUSTRIAL CLASS MANAGEMENT IN SMK N 2 KLATEN

Oleh : Shinta Surya Danutirta, Prodi Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Yogyakarta, shintasurya48@gmail.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan kelas industri di SMK N 2 Klaten yang
meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada kelas industri. Pendekatan penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data melalui wawancara,
observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian meliputi: 1) Perencanaan kelas industri meliputi aspek peserta
didik yang dilaksanakan oleh industri dan sekolah sebagai penyelenggaranya. Aspek sumber daya manusia
dilakukan dengan cara diklat instruktur yang diselenggarakan oleh industri untuk menambah pengetahuan
tentang industri tersebut. Aspek kurikulum dilakukan dengan singkronisasi kurikulum sekolah dengan
kurikulum industri, selanjutnya aspek sarana prasarana dilakukan oleh industri dan sekolah dengan
keterlibatan industri berupa menetapkan standar kelas industri dan pengadaan sarana prasarana dan bentuk
keterlibatan sekolah berupa pengadaan. 2) Pelaksanaan kelas industri meliputi pembelajaran yang
disesuaikan dengan kurikulum yang telah ditetapkan dan prakerin yang dilaksanakan di indutri. 3) evaluasi
yang meliputi evaluasi hasil belajar peserta didik, berupa siswa mendapatkan sertifikat yang berasal dari
industri dan evaluasi penyelenggaraan kelas industri berupa rapat internal dan kunjungan yang dilakukan
sekolah ke industri maupun industri ke sekolah.
Kata kunci : Kelas Industri, Pengelolaan, SMK N 2 Klaten

Abstract
This research is aimed to describe the industrial class management in SMK N 2 klaten, which covers
planning, implementation, and evaluation. This research is descriptive qualitative. The data gathered
through interview, observation, and documentation. The result of the study covers: 1) The planning process
of learners aspect was held by the industry and school as the organizer. The human resources aspect is done
by Instructors training organized by industry, to improve their knowledge about cooperated industry. On the
curriculum aspect, the school synchronize it’s curriculum with the Industry’s curriculum, and in terms of
facilities, the indusry determines standard of industrial class and procurement. Here the school contributes
in procurement. 2) The implementation process covers the learning process which has been synchronized
curriculum and internship program in the industry. 3) The Evaluation covers evaluation on the students
score where the student gets certificate from the industry and the evaluation on the management of the
industrial class in a form of internal meeting and the visitation to the industry or vice versa.
Keywords: Industrial class, Management, SMK N 2 Klaten

PENDAHULUAN serta mengembangkan sikap profesional. Dalam


Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem
merupakan jenjang pendidikan formal yang Pendidikan Nasional Pasal 15 juga menjelaskan
memberikan keterampilan-keterampilan khusus bahwa tujuan Sekolah Menengah Kejuruan
dalam menyiapkan lulusan untuk siap bekerja. (SMK) merupakan pendidikan menengah yang
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 mempersiapkan peserta didik terutama untuk
tahun 1990 tentang pendidikan menengah, tujuan bekerja pada bidang tertentu.
pendidikan menengah pasal 3 ayat yaitu Berdasarkan berita yang diterbitkan oleh
Pendidikan menengah kejuruan mengutamakan kompas.com tingkat pengangguran di Indonesia
penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja pada tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 4

10.000 orang menjadi 7,04 juta orang pada sekolah dan industri. kesenjangan tersebut berupa
agustus 2017 dari Agustus 2016 sebesar 7,03 kesenjangan teknologi, kurikulum sekolah yang
juta orang. Dari tingkat pendidikan pada Agustus belum sesuai dengan kebutuhan industri dan
2017, jumlah angka pengangguran untuk tenaga pendidik yang belum mampu mengimbangi
Sekolah menengah kejuruan (SMK) mendapati yang terjadi di dunia indutri. Hal ini menyebabkan
jumlah yang paling tinggi diantara tingkat kesiapan lulusan sekolah menengah kejuruan
pendidikan lainnya, yaitu sebesar 11,41 persen. menjadi kurang.
Jumlah angka pengangguran tertinggi berikutnya Kesenjangan yang terjadi diantara lembaga
terdapat pada sekolah menengah atas (SMA) pendidikan dan dunia industri ini, maka
yaitu sebesar 8,29 persen. dibutuhkan kerjasama yang dapat mengurangi
Sebagai sekolah yang memiliki tujuan untuk kesenjangan tersebut, sehingga pendidikan yang
siap memasuki lapangan pekerjaan berarti Sekolah diselenggarakan di sekolah dapat mengikuti
Menengah Kejuruan (SMK) harus memiliki perkembangan zaman dan menghasilkan lulusan
program keahlian agar relevansi dengan Dunia yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan
Usaha dan Dunia Industri (DU/DI). Tetapi untuk adanya kerjasama industri ini proses pendidikan
menyesuaikan dengan Dunia Usaha dan Dunia yang ada disekolah disesuaikan dengan
Industri (DU/DI) sangat sulit, salah satunya kebutuhan industri. Hal ini diharapkan
dikarenakan kesenjangan yang terjadi antara keterserapan tamatan di dunia
industri meningkat, salah satu upaya yang dan terarah untuk mencapai penguasaan
dilakukan sekolah dan pihak industri adalah kompetensi siswa sesuai dengan perkembangan
dengan membentuk kelas Industri. Dibentuknya ilmu pengetahuan dan teknologi.
kelas Industri ini diharapkan akan menghasilkan SMK Negeri 2 Klaten merupakan salah
peserta didik yang memiliki kompetensi yang satu sekolah yang menyelenggarakan Kelas
sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh Industri. SMK N 2 Klaten memiliki 3 kelas
industri yang bekerjasama dengan sekolah. Industri diantaranya Kelas Isuzu yang
Menurut Aji, Yoto dan Widiyati (2017) bekerjasama dengan PT.IAMI (Isuzu Astra
Kelas industri merupakan program kerja sama Motor Indonesia) pada tahun 2013, Axioo Class
antara industri dengan satuan pendidikan Program yang bekerjasama dengan PT. Mabito
kejuruan dalam menintegrasikan pembelajaran di Karya (Axioo) pada tahun 2015 dan kelas
sekolah dengan dunia industri. Kelas industri Edukatif Versa yang bekerjasama dengan PT.
juga merupakan sebagai salah satu pola Bakrie Building pada tahun 2016. Tujuan
penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan terbentuknya kelas indusrti ini adalah untuk
di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang meminimalkan kesenjangan yang terjadi antara
memadukan antara sistem pendidikan sekolah pendidikan di sekolah dan dunia industri.
dan sistem yang ada di Industri secara relevan terbentuknya kelas industri tersebut diharapkan
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 5

akan menghasilkan lulusan peserta didik yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni
memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar 2018.
yang dibutuhkan perusahaan dan industri. Subjek dalam penelitian ini adalah
Menurut Aji,Yoto dan Widiyati (Agustus 2017) wakasek kurikulum, wakasek humas, sekretaris
Kelas industri bertujuan untuk (1) menghasilkan program keahlian teknik kendaraan ringan, ketua
tenaga kerja yang bermutu yaitu tenaga yang program keahlian teknik komputer jaringan,
memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan ketua program keahlian teknik kontruksi batu
etos kerja yang sesuai dengan tuntutan beton.
pekerjaan, (2) memperkokoh keterkaitan dan Data, Instrumen, Teknik Pengumpulan Data
kesepadanan antara Sekolah Menengah Kejuruan Teknik yang digunakan untuk
(SMK) dan pasar kerja, (3) meningkatkan mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah
efektifitas dan efisiensi proses pendidikan dan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam
pelatihan tenaga bermutu, (4) memberi penelitian ini, wawancara dilakukan untuk
pengakuan dan penghargaan terhadap menggali informasi mengenai kelas industri yang
pengalaman kerja sebagai bagian dari proses ada di SMK N 2 Klaten. Wawancara ini
pendidikan. dilakukan kepada wakil kepala sekolah bagian
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Humas, wakil kepala sekolah bagian kurikulum,
Perencanaan kelas industri yang meliputi aspek 1 orang dari masing-masing program keahlian
peserta didik, sumber daya manusia, kurikulum pada kelas industri. Dalam penelitian ini
dan sarana prasarana. (2) Pelaksanaan meliputi observasi yang dilakukan adalah dengan
pelaksanaan pembelajaran kelas industri dan mengamati lingkungan ruang kelas industri yang
pelaksanaan prakerin. (3) Evaluasi meliputi ada di SMK N 2 Klaten. Observasi ini bertujuan
evaluasi kegiatan peserta didik dan evaluasi untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi
penyelenggaraan kelas industri. lingkungan kerja dan ketersediaan sarana dan
prasarana penunjang kelas Industri. Dalam
METODE PENELITIAN penelitian ini data dokumen berupa arsip-arsip
Penelitian ini menggunakan penelitian yang berkaitan dengan kelas industri.
deskriptif kualitatif karena pada penelitian ini Teknik dalam analisis data pada penelitian
dijabarkan dan menggambarkan mengenai ini menggunakan teknik analisis oleh Miles,
pengelolaan kelas industri di SMK Negeri 2 Huberman dan Saldana (2014: 12-13) bahwa di
Klaten. Pengelolaan kelas industri ini meliputi dalam analisis data kualitatif terdapat tiga alur
perencanaan, pelaksanaaan dan evaluasi. kegiatan atau aktivitas. Aktivitas dalam analisis
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 data yaitu: Data Condensation, Data Display,
Klaten, Jl. Jatinom, Senden, Ngawen, Kabupaten dan Conclusion Drawing/Verifications.
Klaten, Jawa Tengah 57466. Penelitian ini 1. Kondensasi Data (Data Condensation)
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 6

Kondensasi data merujuk pada proses Peneliti melakukan kondensasi data yaitu
memilih, menyederhanakan, mengabstrakkan, dengan memilih bagian-bagian dari kelas
dan atau mentransformasikan data yang industri yang akan menjadi pembahasan.
mendekati keseluruhan bagian dari catatan- Penyajian data berupa mengelompokan kegiatan-
catatan lapangan secara tertulis, transkrip kegiatan kelas industri yang berkaitan dengan
wawancara, dokumen-dokumen, dan materi- perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kelas
materi empiris lainnya. industri yang meliputi aspek peserta didik,
2. Penyajian Data (Data Display) sumber daya manusia, kurikulum dan sarana
Penyajian data adalah sebuah prasarana dan menyimpulkan berdasarkan kajian
pengorganisasian, penyatuan dari informasi teori.
yang memungkinkan penyimpulan dan aksi.
Penyajian data membantu dalam memahami HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
apa yang terjadi dan untuk melakukan Hasil penelitian Pengelolaan Kelas
sesuatu, termasuk analisis yang lebih Industri di SMK N 2 Klaten meliputi (1)
mendalam atau mengambil aksi berdasarkan Perencanaan kelas industri yang meliputi aspek
pemahaman. peserta didik, sumber daya manusia, kurikulum
3. Penarikan Kesimpulan (Conclusions dan sarana prasarana. (2) Pelaksanaan meliputi
Drawing) pelaksanaan pembelajaran kelas industri dan
Kegiatan analisis ketiga yang penting pelaksanaan prakerin. (3) Evaluasi meliputi
adalah menarik kesimpulan dan verifikasi. evaluasi kegiatan peserta didik dan evaluasi
Dari permulaan pengumpulan data, seorang penyelenggaraan kelas industri.
penganalisis kualitatif mulai mencari arti
benda-benda, mencatat keteraturan Perencanaan
penjelasan, konfigurasi konfigurasi yang Perencanaan pada Aspek Peserta Didik
mungkin, alur sebab-akibat dan proposisi. Perencanaan merupakan fungsi yang
Kesimpulan “final” mungkin tidak muncul paling awal dari keseluruhan fungsi manajemen,
sampai pengumpulan data berakhir, dalam hal peserta didik secara keseluruhan
tergantung pada besarnya kumpulan- ketiga kelas industri yang ada di SMK N 2
kumpulan catatan lapangan, pengkodeannya, Klaten sepenuhnya direncanakan oleh industri
penyimpanan, dan metode pencarian ulang yang bekerja sama dan di bantu oleh pihak
yang digunakan, kecakapan peneliti, dan sekolah sebagai penyelenggara. Perencanaan
tenggat waktu yang diperlukan untuk peserta didik menurut Tatang M, Amirin dkk
bertemu. (2013:51) meliputi kegiatan: (1) Analisis
kebutuhan peserta didik, (2) Rekruitmen peserta
didik, (3) seleksi peseta didik, (4) Orientasi, (5)
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 7

penempatan peserta didik dan (6) pencatatan dan merekap hasil tes siswa dan merekap tinggi
pelaporan. badan siswa yang kemudian hasil tersebut
Dalam hal analisi kebutuhan peserta didik diserahkan kepada industri. Pihak industri yang
pada jumlah peserta didik dan jumlah kelas sepenuhnya menentukan siswa yang akan
industri sepenuhnya direncanakan oleh pihak diterima pada kelas Isuzu.
industri, ini berlaku untuk ketiga kelas industri Hal yang sama juga terjadi pada Axioo
yang ada di SMK N 2 Klaten. Pada kelas Isuzu Class Program, pada pelaksanaan tes materi soal
dilaksanakan pada kelas XII dengan jumlah berasal dari industri, yang membedakan dengan
siswa 30 siswa dan jumlah kelas yang tersedia kelas Isuzu adalah pihak sekolah ikut membuat
adalah satu kelas. Selanjutnya pada Axioo Class soal yang akan diteskan pada siswa dengan cara
Program pada tahun 2017/2018 dilaksanakan mengkombinasikan materi soal yang berasal dari
pada kelas X dengan jumlah siswa 36 siswa dan industri dengan materi yang berasal dari sekolah.
jumlah kelas yang tersedia adalah satu kelas. Hal ini dilakukan karena sekolah menganggap
Kemudian pada kelas Edukatif Versa pada tahap materi soal yang diberikan industri belum
perencanaan peserta didiknya hanya mencapai mencakup materi soft skill. Pihak sekolah juga
kesepakatan satu kelas diisi oleh 20 orang siswa, berperan dalam melakukan seleksi wawancara
untuk akan diterapkan dikelas berapa belum ada bagi siswa yang memenuhi syarat nilai pada saat
kejelasan karena pada kelas Edukatif Versa tes. Pada kelas Edukatif versa belum pernah
hanya berjalan sebatas perencanaannya saja terlaksana seleksi siswa.
karena beberapa alasan yang telah dijelaskan Dari pembahasan diatas perencanaan pada aspek
pada hasil penelitian. peserta didik sudah baik. Karena pada seleksi
Menurut Daryanto dan Mohammad Farid peserta didik dilakukan dengan cara tes, hal ini
(2013:55) Adapun cara-cara seleksi yang dapat berfungsi untuk melihat kesiapan peserta didik
digunakan adalah: (1) melalui tes atau ujian, (2) dalam memasuki kelas Industri.
melalui penelusuran bakat kemampuan, (3) Perencanaan Sumber Daya Manusia
berdasarkan nilai STTB atau nilai UAN. Dalam Menurut Kompri (2014:71) perencanaan
penempatan peserta didik atau seleksi peserta sumber daya manusia adalah sebuah rangkaian
didik pada kelas industri dilakukan melalui tes. aktivitas yang mengadaptasi kepentingan dimasa
Seleksi pereta didik dilakukan oleh pihak depan dan tuntutan lingkungan serta
industri dan sekolah melalui tes. Pada kelas menyediakan sumber daya yang tepat untuk
Isuzu materi soal yang diteskan sepenuhnya kondisi tersebut. Dalam perencanaan sumber
berasal dari industri itu sendiri, keterlibatan daya manusia ini sumber daya yang ada
sekolah dalam seleksi ini adalah berupa diharapkan dapat terarah seperti kegiatan
penyelenggara tes. Selain sebagai penyelenggara pelatihan dan pengembangan sumber daya
tes pihak sekolah juga ikut terlibat dalam manusia. Menurut Daryanto dan Muhammad
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 8

Farid (2013:75) merencanakan SDM adalah tahun yang dilakukan di industri tersebut
langkah-langkah yang diambil disaat ini guna sedangkan pada Axioo Class Program pelatihan
terjaminnya ketersediaan SDM tapat bagi atau diklat yang dilakukan berdasarkan
organisasi pada masa yang akan datang. kebutuhan industri, waktu pelaksanaannya
Menurut kompri (2014:71) salah satu berdasarkan kebutuhan industri tersebut.
fungsi manajemen sumber daya manusia dalam Dari paparan diatas, perencanaan sumber
bidang pendidikan adalah program pelatihan dan daya manusia khususnya pada diklat atau
pengembangan. Program pelatihan bertujuan pelatihan instruktur sejauh ini pelaksanaanya
untuk memperbaiki penguasaan berbagai sudah baik, karena pelatihan bersifat terus
keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja menerus dilakukan untuk meningkatkan Skill
tertentu untuk kebutuhan sekarang. Hal senada instruktur yang sesuai dengan perkembangan
juga tertuang dalam Permendiknas No.16 tahun zaman khususnya perkembangan teknologi yang
2007 disebutkan karakteristik seorang pendidik ada di industri.
meliputi standar kualifikasi akademik dan Perencanaan Kurikulum
kompetensi pendidik kualifikasi akademik dapat Pada perencanaan kurikulum kelas Isuzu
diperoleh melalui pendidikan formal maupun uji dilakukan dengan cara singkronisasi antara
kelayakan dan kedetaraan yang biasanya kurikulum 2013, 2013 SMK N 2 Klaten dan
ditunjukan dengan sertifikat atau bukti kurikulum Isuzu yang diberi nama kurikulm
kelulusannya. Pada kelas industri pelatihan Basic. Tidak jauh berbeda dengan perencanaan
merupakan tahap penting dalam pelaksanaan kurikulum pada Axioo Class Program, dalam hal
proses pembelajaran. Pada kelas industri ini pihak industri mengkomunikasikan dengan
instruktur dituntut untuk dapat menyampaikan sekolah mengenai kurikulum yang digunakan
materi spesifik yang berhubungan dengan oleh pihak sekolah dan kemudian pihak industri
produk yang bekerjasama dengan kelas industri menyesuaikan kurikulum sekolah dengan
tersebut. Seperti pada kelas Isuzu, instruktur kebutuhan industri. Kurikulum pada Axioo Class
dituntut untuk dapat menyampaikan materi yang Program ini dinamakan ACP Skill Pasport.
berhubungan dengan Isuzu seperti pada materi Sama halnya dengan kelas Edukatif Versa, dalam
alat ukur, instruktur harus bisa menjelaskan perencanaanya kurikulum yang digunakan
mengenai alat ukur yang digunakan pada industri bersumber dari industri dan sekolah.
Isuzu. Menurut Moh.Yamin (2009:16) kurikulum
Pelatihan ini bertujuan untuk yang hebat akan berhasil dibentuk sedemikian
meningkatkan Skill instruktur sesuai dengan rupa ketika proses pembahasan dan rancangan
perkembangan industri. Pada kelas industri yang kurikulum tersebut betul-betul sesuai dengan
ada di SMK N 2 Klaten, pelatihan atau diklat kebutuhan dilapangan. Perencanaan kurikulum
instruktur pada kelas Isuzu dilakukan setiap ada kelas industri dilakuakan dengan cara
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 9

singkronisasi kurikulum nasional dan kurikulum sarana dan prasarana. Proses perencanaan sarana
industri, hal ini menunjukan bahwa kurikulum dan prasarana dilakukan oleh pihak industri
kelas indusri dibentuk berdasarkan kebutuhan dengan menetapkan standar untuk membuka
peserta didik, khususnya pada SMK yang kelas industri. Pada kelas Isuzu terdapat standar
berorientasi pada output yang siap dalam kelas dan peralatan sesuai dengan apa yang
memasuki dunia kerja. digunakan Isuzu dan Dealer Isuzu. Sama halnya
Menurut Kompri (2014:173) perencanaan dengan kelas Axioo Class Program pihak
kurikulum harus bersifat realistik yaitu industri telah menetapkan standarnya sendiri
berdasarkan kebutuhan nyata peserta dan mulai dari standar ruangan hingga ketentuan
kebutuhan masyarakat. Perencanaan kurikulum ruangannya.
pada kelas industri melibatkan sekolah sebagai Pengadaan yang dilakukan pada ketiga
pelaksana pendidikan dan industri sebagai kelas tersebut berjalan dengan baik karena sesuai
pengguna pendidikan. Hal ini sejalan dengan dengan perencanaan yang telah disepakati, hal
yang diungkapkan Moh.Yamin (2009:19) ini dapat dilihat dari fasilitas yang ada pada
kurikulum hendaknya disusun bersama oleh para masing-masing kelas industri sesuai dengan
instruktur dan sejumlah elemen lain yang perencanaan yang ada. Pengadaan diadakan oleh
mengutamakan kepentingan bersama demi industri berupa bantuan sarana dan prasarana dan
tujuan pendidikan di tingkat daerah dan pengadaan oleh sekolah dilakukan dengan
berdasarkan kepada tujuan pendidikan nasioanal. mekanisme pengadaan disekolah. Pengadaan
Penyusunan kurikulum kelas industri juga sudah pada kelas Isuzu dilakukan dengan cara Sharing
melibatkan sekolah dan industri dalam Budget yaitu pembagian pengadaan yang
penyusunannya untuk menyesuaikan kebutuhan dilakukan oleh industri dan sekolah. Sama
peserta didik dimasa yang akan datang. halnya dengan Axioo Class Program
Berdasarkan uraian diatas, perencanaan pengadaannya dilakukan oleh pihak industri dan
kurikulum pada kelas industri yang ada di SMK sekolah. Berbeda halnya dengan kelas Edukatif
N 2 Klaten sudah baik karena telah mencakup Versa yang hanya berjalan sampai
kebutuhan dilapangan peserta didik, bersifat perencanaanya saja, belum ada pengadaan pada
realistik dan dalam penyusunannya telah kelas ini.
melibatkan elemen-elemen yang berkepentingan
dalam pengembangan pendidikan. Pelaksanaan
Perencanaan Sarana dan Prasarana Pelaksanaan Pembelajaran
Menurut Tatang M.Amirin, dkk (2013:79) Pelaksanaan pembelajaran pada kelas
pengadaan adalah mengahdirkan alat atau media industri sesuai dengan perencanaan kurikulum
dalam menunjang pembelajaran. Proses yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan
pengadaan mencakup langkah perencanaan pembelajaran, metode yang digunakan adalah
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 10

lembar kerja/tugas, pembelajaran dikelas dan kemampuan yang telah dimiliki oleh peserta
praktek. Untuk SMK praktek memiliki jam didik melalui mekanisme Recognition of Prior
pelajaran lebih banyak daripada penyampaian Learning (RPL) dan Recognition of Current
materi dalam kelas, hal ini bertujuan untuk Competency (RCC), dilaksanakan secara
mempersiapkan lulusan SMK yang mandiri terintegrasi antara program pembelajaran
untuk memasuki dunia kerja dan memenuhi disekolah dengan pelatihan di dunia kerja (tatap
kebutuhan industri dalam kebutuhan tenaga muka, praktek sekolah, dan praktek industri).
kerja. Dari penjelasaan diatas, pembelajaran pada
Menurut Drs. Putu Sudira,MP (2006:4) kelas industri sudah baik karena pembelajaran
peningkatan mutu pendidikan menengah lebih menekankan pada metode pembelajaran
kejuruan dapat dtempuh melalui berbagai cara, praktek dan Ouput pada kelas industri sudah
antara lain melalui peningkatan bekal awal dipersiapkan masuk kedunia industri khususnya
siswa, peningkatan kompetensi instruktur, pada industri yang bekerjasama dengan kelas
peningkatan relevansi isi kurikulum, peningkatan industri tersebut. Dalam hal mempersiapkan
kualitas pembelajaran dan penilaian hasil belajar Output nya, siswa telah dibekali materi yang
peserta didik, penyediaan bahan ajar/modul yang berhubungan dengan industri tersebut seperti
memadai dan penyediaan sarana dan sumber kelas Isuzu yang telah dibekali dengan materi
belajar. Dari semua cara tersebut, peningkatan pembelajaran sesuai dengan industri isuzu dan
kualitas pembelajaran menduduki posisi yang begitu juga Axioo Class program yang telah
sangat strategis. Pembelajaran yang berkualitas dibekali dengan materi pembelajaran yang sesuai
diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dengan industri Axioo dan industri yang
peserta didik. bekerjasama dengan Axioo. Hal ini menjadi nilai
Menurut Zainal Arifin (2012:8) suatu tambah bagi lulusan kelas industri untuk
aktivitas disebut juga pembelajaran jika memiliki peluang kerja pada industri yang
mengandung unsur pemberi dan penerima dalam bekerjasama dengan kelas industri tersebut.
rangka membantu penerima agar bisa Pelaksanaan Praktik Kerja Industri
mendapatkan inti yang disampaikan pemberi. Dalam pelaksanaannya, industri berperan
Kegiatan pembelajaran dikelas dilakukan oleh penting dalam praktik kerja industri. Industri
instruktur agar materi pelajaran dapat berperan sebagai tempat bagi siswa untuk
tersampaikan kepada siswa. melaksanakan prakerin dan sekolah sebagai
Menurut Drs. Putu Sudira,MP (2006:6) perantara dalam menyampaikan hal-hal yang
Pembelajaran di SMK harus memperhatikan berkaitan dengan prakerin siswa seperti tempat
tuntutan kebutuhan dunia kerja (demand driven), prakerin siswa, pelaksana seleksi prakerin siswa
dikembangkan dan dilaksanakan mengacu pada dan siswa-siawa yang diterima pada tempat
pencapaian kompetensi terstandar, mengakui prakerin tersebut. Sekolah dan industri selalu
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 11

melakukan komunikasi yang intens mengenai bukan lagi merupakan hal penting, tetapi
perkembangan siswa-siswa pada saat melakukan merupakan keharusan.
prakerin dengan cara guru pembimbing prakerin Pada pelaksanaanya industri sangat
memonitoring langsung ke industri tersebut. berperan aktif dalam praktik kerja industri yang
Pada kelas Isuzu dan Axioo Class Program, ada di kelas industri SMK N 2 Klaten.
industri berperan dalam penempatan siswa,
penilaian hasil praktik siswa berupa pemberian Evaluasi
form penilaian dan pemberian sertifikat praktik Evaluasi Kegiatan Peserta didik
siswa. Evaluasi kegiatan peserta didik dapat
Menurut Anas Arfandi dalam jurnal dilakukan dengan cara melakukan tes. Menurut
Cakawala Pendidikan (2009) menyiapkan tenaga Suharsimi Arikunto (2010:193) tes adalah
kerja sesuai dengan kebutuhan DUDI menjadi serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain
pusat perhatian pendidikan kejuruan. Untuk itu yang digunakan untuk mengukur keterampilan,
pemerintah menerapkan Link and match dalam pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat
penyelenggaraam pendidikan kejuruan. yang dimiliki individi atau kelompok.
Perubahan dari pendidikan berbasis sekolah, Menurut Daryanto dan Mohammad Farid
kependidikan berbasis ganda sesuai dengan (2013:60) dalam suatu kelas tes mempunyai
kebijakan link and match, mengharapkan supaya fungsi ganda, yaitu untuk mengukur keberhasilan
program pendidikan kejuruan yang dilaksanakan peserta didik dan untuk mengukur keberhasilan
di dua tempat. Sebagian program pendidikan program pengajaran. Ada tiga jenis tes, yaitu :
dilaksanakan disekolah, yaitu teori dan praktik (1) Tes diagnostik adalah tes yang digunakan
dasar kejuruan. Sebagian lainnya dilaksanakan di untuk mengetahui kelemahan-kelemahan peserta
dunia kerja yaitu keterampilan produktif yang didik sehingga berdasarkan kelemahan tersebut
diperoleh melalui prinsip learning by doing. dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat.
Menurut Menurut Anas Arfandi dalam (2) Tes formatif atau evaluasi formatif
jurnal Cakawala Pendidikan (2009) komponen dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana
pendidikan praktik dasar profesi dilaksanakan peserta didik telah terbentuk setelah mengikuti
sesuai dengan kesepakatan antara sekolah suatu program tertentu. Jenis penelitian ini juga
dengan dunia usaha/industri pasangannya, berfungsi untuk memperbaiki proses belajar
sedangkan komponen pendidikan praktik mengajar. (3) Tes sumatif atau evaluasi sumatif
keahlian profesi menjadi tanggung jawab dilaksanakan setelah berakhir pemberian
institusi pasangan masing-masing sekolah dalam sekelompok program atau pokok bahasan. Jenis
pelaksanaan prakerin. Dengan demikian, penelitian ini berfungsi untuk menentukan angka
kemitraan SMK dengan dunia usaha dan industri kemajuan hasil belajar peserta didik.
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 12

Dalam kegiatan evaluasi peserta didik, mengevaluasi semua komponen dalam kinerja
evaluasi yang dilakukan pada kelas Isuzu dan program sehingga program memiliki nilai
kelas Axioo Class Program adalah tes formatif tambah dalam kerangka kerja yang wajar dan
berupa adanya ujian yang diselenggarakan pada bisa dipertnggungjawabkan.
akhir materi pembelajaran dan tes sumatif sendiri Monitoring adalah upaya pengumpulan
adanya tes pada akhir semester yang dilakukan informasi berkelanjutan yang ditujukan untuk
pada setiap semesternya. memberikan informasi kepada pengelola
Hal yang membedakan antara kelas reguler program dan pemangku kepentingan tentang
dan kelas industri adalah dengan adanya indikasi awal kemajuan dan kekurangan
sertifikasi yang dikeluarkan langsung oleh pelaksanaan program dalam rangka perbaikan
perusahaan yang membuktikan siswa memiliki untuk mencapai tujuan program. Evaluasi adalah
keahliah khusus pada bidang tersebut yang kegiatan terjadwal untuk menilai secara objektif
diselenggarakan langsung oleh pihak industri. Ini kinerja dan kesuksesan program yang sedang
menjadikan siswa-siswanya memiliki nilai berjalan atau telah selesai, khususnya untuk
tambah dalam mencari pekerjaan untuk menjawab pertanyaan tentang seberapa jauh
kedepannya. kontribusi kegiatan program terhadap pencapaian
Evaluasi Penyelenggaraan Kelas Industri hasil/dampak yang telah ditetapkan. (Kementrian
Menurut Sukardi (2014:10) evaluasi pendidikan dan kebudayaan, Direktorat Jenderal
program mencakup pengawasan (monitoring), Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan
evaluasi (evaluation) dan pengendalian Informal, 2013)
(controlling). Evaluasi program juga bisa Pada evaluasi kelas industri terdapat
bermanfaat secara efektif manakala dilengkapi monitoring yaitu berupa Review kurikulum dan
dengan fungsi monitor, yaitu melihat secara rapat-rapat yang dilaksanakan pihak sekolah
kontinu dan terus menerus suatu program atau dengan Program keahlian mengenai kendala-
proyek. Evaluasi juga menjadi berdaya guna jika kendala yang dihadapi pada penyelenggaraan
dalam evaluasi pimpinan melengkapinya dengan kelas industri. Selain itu monitoring juga
fungsi lainnya yaitu, mengontrol agar program dilaksanakan oleh industri dan sekolah dalam
tetap berada dalam koridor mutu dan memiliki bentuk kunjungan baik kunjungan dari sekolah
kewenangan untuk mengendalikan dalam tingkat ke industri maupun dari industri ke sekolah
penjaminan layanan atau servis baik pada para dalam rangka melakukan diskusi mengnai
penggunanya maupun pemangku kepentingan. kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa,
Fungsi evaluasi juga adalah sebagai umpan balik pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran pada
terhadap proses penyelenggaraan lembaga, tetapi kelas industri dan perkembangan kelas industri.
yang lebih penting adalah didalam umpan balik
terdapat fungsi pemberdayaan yang
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 13

KESIMPULAN pengadaannya. Industri berperan dalam


1. Perencanaan Kelas Industri menentukan standar kelas industri dan
Perencanaan kelas industri pada aspek melakukan pengadaan, dan sekolah berperan
peserta didik, sumber daya manusia, kurikulum dalam memenuhi pengadaan yang belum
dan sarana prasarana perencanaan yang dilakukan oleh pihak industri.
dilakukan adalah sebagai berikut: 2. Pelaksanaan Kelas Industri
a. Pada perencanaan peserta didik pada ketiga Pelaksanaan kelas industri ini dibagi
kelas industri dilakukan oleh pihak industri menjadi 2 yaitu pelaksanaan pembelajaran pada
dan pihak sekolah sebagai penyelenggara. kelas industri dan pelaksanaan Praktik Kerja
Pada perencanaan peserta didik kelas Isuzu Industri (PRAKERIN). Kelas industri tersebut
dilakukan melalui seleksi berupa tes dan terdiri dari kelas Isuzu dan Axioo Class
kuota pada kelas Isuzu adalah 30 siswa. Pada Program. Evaluasi pada kelas industri tersebut
Axioo Class Program dilaksanakan melalui adalah sebagai berikut :
seleksi berupa tes dan kuota pada kelas Axioo a. Pelaksanaan pembelajaran kelas industri
Class Program adalah 36 siswa. Kelas berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan
Edukatif Versa dengan kuota siswa nya dengan metode Self study atau pemberian
adalah 20 siswa. lembar kerja(tugas), In Class dan praktik.
b. Perencanaan sumber daya manusia pada kelas b. Pada kelas Isuzu dan Axioo Class Program
industri ini dilakukan oleh industri dan industri berperan dalam penempatan dan
sekolah. Pada ketiga kelas ini tidak terjadi penilaian praktik kerja industri siswa dengan
perekrutan karena instruktur yang mengajar cara sekolah memberikan form penilaian
berasal dari instruktur pada masing-masing kepada industri yang dijadikan tempat praktik
program keahlian pada kelas industri masing- kerja industri siswa.
masing. Untuk dapat memberikan materi 3. Evaluasi Kelas Industri
kepada para siswa dilaksanakan pelatihan atau Pada evaluasi kelas industri dibedakan
diklat instruktur yang diselenggarakan oleh menjadi dua yaitu evaluasi hasil belajar peserta
pihak industri. didik dan evaluasi penyelenggaraan kelas
c. Perencanaan kurikulum melibatkan pihak industri. Pada evaluasi hasil belajar peserta didik,
industri dan sekolah dalam penyusunannya. bentuk keterkaitan industri adalah memberikan
Keterlibatan industri dan sekolah adalah sertifikat yang dikeluarkan langsung oleh indutri
dalam bentuk singkronisasi kurikulum yang yang bekerjasama. Untuk evaluasi
berasal dari kurikulum sekolah dan kebutuhan penyelenggaraan kelas industri terdapat
industri. monitoring berupa berupa Review kurikulum dan
d. Perencanaan sarana dan prasarana ini rapat-rapat yang dilaksanakan pihak sekolah
melibatkan pihak sekolah dan industri dalam dengan Program keahlian dan monitoring dalam
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 14

bentuk kunjungan baik kunjungan dari sekolah koordinasi khususnya pada perencanaan
ke industri maupun dari industri kesekolah yang monitoring dan evaluasi.
bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan
kesulitan yang dihadapi industri dan sekolah DAFTAR PUSTAKA
dalam penyelenggaraan kelas industri. Amirin, M.Tatang.,dkk. (2013). Manajemen
Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
SARAN Arikunto, Suharsimi. (2005). Manajemen
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan, maka Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta
peneliti memberikan saran sebagai berikut : Arikunto, Suharsimi dan Lia Yuliana. (2016).
a. Pada perencanaan kelas industri, peneliti Manajemen Pendidikan. Yogyakarta :
menyarankan sekolah untuk lebih selektif Pujangga Pers Edisi revisi
dalam merencanakan pembentukan kelas Miles, Matthew B, A. Michael Huberman, &
industri, dengan lebih memperhatikan Johnny Saldana. (2014). Qualitative Data
kesesuaian mitra industri dengan kebutuhan Analysis: A Methods Sourcebook.
sekolah. California: Sage Publications.
b. Pada pelaksanaan kelas industri yang ada di Muhammad Aji Slamet, Yoto dan Widiyanti.
SMK N 2 Klaten sudah baik karena dalam (2017). Studi Pengelolaan Kelas Honda
pelaksanaan praktik kerja industri seluruh pada Program keahlian Teknik Sepeda
siswa telah tersalurkan pada industri yang Motor Di SMK Negeri 9 Malang. Jurnal
bekerjasama dengan kelas industri tersebut. Pendidikan Profesional, Volume 6 No.2.
Peneliti menyarankan untuk kedepannya Diakses dari
sekolah dapat menjalin kerjasama dengan www.jurnalpendidikanprofesional.com
pihak industri untuk mengembangkan kelas pada 15 Desember 2017 pada pukul 09.50
industri lain di SMK N 2 Klaten antara lain Sugiyono. (2016). Metode Penelitian
pada program keahlian teknik audio video, Pendidikan. Bandung : Alfabeta
teknik pengecoran logam, teknik instalasi Syaefudin, Udin dan Abin Syamsuddin. (2005).
tenaga listrik dan teknik pemesinan. Perencanaan Pendidikan. Bandung : PT
c. Sejauh ini monitoring dan evaluasi kelas Remaja Rosdakarya
industri sudah berjalan secara berkala, Yamin, Moh. (2012). Panduan Manajemen Mutu
namun waktu pelaksanaan monitoring dan Kurikulum Pendidikan.Yogyakarta: Diva
evaluasi masih belum terjadwal dan belum Press
terkoordinasi dengan sekolah. Pada kondisi Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003
tersebut, peneliti menyarankan agar pihak tentang SISDIKNAS dan Peraturan
industri dan sekolah lebih memantapkan Pemerintah R.I tahun 2013 Tentang Standar
Pendidikan Nasional serta Wajib belajar.
Pengelolaan Kelas...(Shinta Surya Danutirta) 15

Undang-undang Nomr 29 tahun 1990 tentang


Pendidikan Menengah.