Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH IPS TERPADU

“Konsep Pendidikan Ips”

Oleh Kelompok 1 :
Ade Suryani
Gilbert Igelasias Butarbutar
Maria Ulina Panjaitan

PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
A. Hakikat Pendidikan IPS

Pada hakekatnya merupakan program pendidikan yang mengkaji persoalan


kehidupan manusia dalam interaksinya dengan linkngan fisik maupun dengan lingkungan
sosialnya. Pendidikan IPS lebih merupakan pengetahuan praktis yang dapat diajarkan
mulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi dengan pendekatan interdisipliner dengan
menggunakan berbagai bidang keilmuan.
Pendidikan IPS merupakan dasar untuk mengembangkan tujuan kurikulum yang
berupaya membentuk warga negara yang baik dalam suatu masyarakat yang demokratis
ditengah-tengah negara dan masyarakat dunia, serta membentuk intelektual dan membina
kesadaran, baik secara pribadi maupun sebagai anggota dalam memecahkan masalah
social.
Istilah IPS secara resmi mulai dipergunakan di Indonesiasejak tahun 1975, yang
sebenarnya istilah tersebut diambil dari pengertian social student (studi social) yang
pertama kali berkembang di Amerika Serikat. Oleh karena itu sifat IPS sama dengan studi
social, yaitu praktis, interdisiplin, dan diajarkan mulai dari pendidikan dasar sampai
perguruan tinggi.
Lebih lanjut Sumaatmadja (1980:11) mengemukakan, secara mendasar pengertian
IPS berkenaan dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala tingkah laku dan
kebutuhannya. IPS berkenaan dengan cara manusia menggunakan usaha memenuhi
budayanya, kejiwaannya, pemanfaatan sumber daya yang ada di permukaan bumi,
mengatur kesejahteraan dan pemerintahannya, dan lain sebagainya.
Mata pelajaran IPS disusun sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses
pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasialan dalam kehidupan di masyarakat.
IPS adalah suatu bahan kajian yang terpadu yang merupakan penyederhanaan, adaptasi,
seleksi dan modifikasi yang diorganisasikan dari konsep-konsep dan keterampilan-
keterampilan sejarah, geografi, sosiologi, antropologi, dan ekonomi.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan IPS adalahdisiplin ilmu-ilmu social
ataupun intergrasi dari berbagai cabang ilmu social seperti sosiologi, sejarah, geografi,
ekonomi, dan antropologiyang mempelajari masalah-masalah sosia.

B. Pengertian Pendidikan IPS

Pendidikan IPS terdiri dari dua kata yaitu pendidikan dan IPS. Pendidikan
mengandung pengertian suatu perbuatan yang disengaja untuk menjadikan manusia
memiliki kualitas yang baik. Sedangkan IPS merujuk pada kajian yang memusatkan
perhatiannya pada aktivitas kehidupan manusia. Dengan kata lain, IPS mengikuti cara
pandang yang bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran seperti; geografi, ekonomi,
ilmu politik, ilmu hukum, sejarah, antropologi, psikologi, sosiologi, dan sebagainya.
Dalam bidang pengetahuan social, ada banyak istilah. Istilah itu meliputi: Ilmu Sosial,
Studi Sosial, dan Ilmu Pengetahuan Sosial.
1. Ilmu Sosial ( Social Science)

Sanusi (1971), memberikan batasan tentang ilmu social adalah sebagai berikut.
“Ilmu Sosial terdiri disiplin dari ilmu pengetahuan social yang bertahap akademis dan
biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin ilmiah”.
Menurut Gross (Djahiri, 1981:1) ilmu social merupakan disiplin intelektual yang
mempelajari manusia sebagai mahluk social secara ilmiah, memusatkan pada manusia
sebagai anggota masyarakat dan kelompok atau masyarakat yang ia bentuk.
Sumaatmadja dan Mardi (1999), Menyatakan bahwa ilmu social merupakan
cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik secara perorangan
maupun tinkah laku kelompok. Oleh karena itu, ilmu social merupakan ilmu yang
mempelajari tingkah laku manusia dan mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
2. Studi Sosial (Social Studies)

Sudi social bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau atau disiplin akademis,
melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah social.
Tentang studi social ini, Sanusi (1971:18) member penjelasan sebagai berikut: Studi
social tidak selalu bertaraf akademis-univesitas, bahkan merupaakn bahan-bahan
pelajaran bagi siswa sejak pendidikan dasar.

3. Pengetahuan Sosial (IPS)

Harus diakui bahwa ide IPS berasal dari literature pendidikan Amerika Serikat.
Nama asli IPS di Amerika Serikat adalah Social Studies. Istilah itu pertama kali
dipergunakan sebagai nama sebuah komite yaitu “Committee Of Social Science” yang
didirikan pada tahun 1913. Tujuan dari pendirian lembaga tersebut adalah sebagai wadah
himpunan tenaga ahli yang berminat pada kurikulum ilmu-ilmu social di tingkat sekolah
dan ahli-ahli ilmu-ilmu social yang mempunyai minat sama.
Lebih lanjut Soemantri (2001:103) member batasan pendidikan IPS sebagai
berikut:
1. Pendidikan IPS merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi, dan modifikasi dari
disiplin akademis ilmu-ilmu yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan
pedagogis-psikologis untuk tujuan institusional pendidikan dasar menengah dalam
rangka mewujudkan pendidikan nasional berdasarkan pancasila

2. Pendidikan IPS adalah seleksi dari struktur disiplin akademik ilmu-ilmu social yang
diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah untuk mewujudkan tujuan pendidikan
FPIPS dalam krangka pencapaian tujun pendidikan nasional yang berdasarkan
Pancasila.

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan IPS merupakan


penggabungan dari ilmu-ilmu social yang disajikan berdasarkan prinsip pendidikan untuk
diajarkan pada tingkat sekolah.

A. Latar Belakang Pendidikan IPS

Ide IPS berasal dari literature pendidikan Amerika Serikat. Nama asli IPS di Amerika
Serikat adalah social studies. Istilah tersebut pertama kali digunakan seebagai nama
sebuah lembaga yang diberi nama committe of social studies. Lembaga ini merupakan
himpunan tenaga ahli yang berminat pada kurikulum ilmu-ilmu social ditingkat sekolah
dan ahli-ahli ilmu social yang mempunyai minat yang sama. Dalam
perkembangannyastudy social dimasukkan dalam kurikulum untuk dipelajari oleh peserta
didik mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Secara lebih sfesifik
study social mulai dimuat dalam kurikulum 1975 dengan nama ilmu pengetahuan social
(IPS). IPS merupakan sebuah mata pelajaran yang dipelajari dari tingkat pendidikan dasar
sampai tingkta pendidikan tinggi pada jurusan atau program study tertentu.

B. Tujuan pendidikan ips terpadu

Setiap mata pelajaran yang diberikan di sekolah memiliki tujuan yang berbeda-beda.
Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2008:162) tujuan pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial di sekolah agar siswa memiliki kemampuan:
1. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri,
memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
2. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan
lingkungannya.
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, bekerja sama dan
berkompetensi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan tingkat
global.

C. Ruang Lingkup Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

Menurut Taneo (2009:36) dijelaskan bahwa yang menjadi ruang lingkup IPS adalah
manusia sebagai anggota masyarakat atau manusia dalam konteks sosial. Oleh karenanya
pembelajaran IPS tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan saja, melainkan juga
pembinaan peserta didik untuk mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai pengetahuan
tersebut di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut misalnya tenggang rasa dan tepo sliro,
kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,
disiplin,ketaatan,keteraturan,etoskerja,danlain-lain. Penerapaan nilai-nilai pengetahuan
dimulai dari lingkup yang paling kecil, misalnya di dalam keluarga sampai pada lingkup
global. Setiap lingkungan akan mempengaruhi terhadap pembentukan kepribadian peserta
didik atau individu. Keanekaragaman kelompok masyarakat dengan karakternya yang
berbeda-beda adalah contoh konkret sebuah lingkungan yang mempengaruhi kepribadian
seseorang. Oleh karenanya seseorang harus mampu menerapkan nilai-nilai IPS dalam
segala macam lingkungan di mana individu tersebut berada. Dalam lingkup yang lebih
luas, peserta didik diharapkan dapat menjadi warga negara yang baik, bertanggung jawab
terhadap lingkungan. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran
yang dibelajarkan di SMP/MTs. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan
generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Mapel IPS memuat materi Geografi,
Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Membelajarkan IPS secara terpadu hendaknya
mempertimbangkan keempat kajian tersebut. Materi esensial dari keempatnya di dapat
dari
 Kompetensi Dasar

Untuk mengkaji KD mata pelajaran IPS perlu memperhatikan urutan hierarki konsep
disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran
IPS disampaikan secara terpadu dengan harapan pembelajaran IPS lebih bermakna bagi
peserta didik dalam konteks pembelajaran sehari-hari, sehingga peserta didik akan
memperoleh pemahaman yang lebih luas dan utuh.

 Mengkaji Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS

KD adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan
ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik, maka
jelas sekali yang dimaksud konten adalah isi atau materi yang harus dibelajarkan pada
peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik
peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Dalam mengkaji
kompetensi dasar mapel IPS perlu memperhatikan urutan hierarki konsep disiplin ilmu
dan/atau tingkat kesulitanmateri Untuk menghadapi tantangan yang ada, bangsa Indonesia
perlu memupuk nasionalisme budaya (cultural nationalism) yang berarti pengakuan
terhadap budaya etnis yang beragam, yang lahir dan berkembang di dalam masyarakat
Indonesia.

 Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek

(a) keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu ;

(b) perubahan masyarakat Indonesia pada zaman pra-aksara, zaman Hindu-Buddha


dan zaman Islam, zaman penjajahan dan tumbuhnya semangat kebangsaan, masa
pergerakan kemerdekaan sampai dengan awal (masa) reformasi sekarang;

(c) jenis dan fungsi kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam
masyarakat;

(d) interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi dari
waktu ke waktu.

 Pendekatan pembelajaran IPS dikenal dengan interdisipliner


karena sistem pembelajarannya memungkinkan peserta didik secara aktif mencari,
menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Trans-
disciplinarity berarti batas-batas disiplin ilmu tidak lagi tampak secara tegas dan jelas
karena konsep- konsep disiplin ilmu berbaur atau terkait dengan permasalahan yang
dijumpai di sekitarnya. Kondisi tersebut memudahkan pembelajaran IPS menjadi
pembelajaran yang kontekstual.

 IPS adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan sesamanya

yang diintegrasikan melalui konsep ruang, koneksi antar ruang, dan waktu. Ruang
adalah tempat dimana manusia beraktivitas, koneksi antar ruang menggambarkan
mobilitas manusia antara satu tempat ketempat lain,dan waktu menggambarkanmasa
dimana kehidupan manusia terjadi sebagai mapel dalam bentuk integrated sciences dan
integrated social studies.

 Cara menyusun pembelajaran terpadu diawali dengan memilih atau


menentukan tema

sebagai payung pengembangan pembelajaran disesuaikan dengan SKL, KI, KD yang


dipadukan. Kemudian menyusun sub-tema, peta materi dan sub materi, dilanjutkan dengan
penyusunan perangkat pembelajaran beserta media yang sesuai dengan materi yang akan
dibahas di setiap pertemuan.

Anda mungkin juga menyukai