Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KERJA

PROGRAM KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA


PUSKESMAS KECAMATAN SETIABUDI

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


NOMOR: _________________________

KPA: dr. NISMA HIDDIN, S.H., M.H.


SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
BLUD PUSKESMAS KECAMATAN SETIABUDI

SATKER/SKPD : BLUD PUSKESMAS KECAMATAN SETIABUDI


NAMA PPK : dr. ROY MICHAEL SURANTA
NAMA KEGIATAN : PROGRAM KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA
SUMBER ANGGARAN : BLUD

PUSKESMAS KECAMATAN SETIABUDI JAKARTA SELATAN


TAHUN 2019
KERANGKA ACUAN KERJA
PROGRAM KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA
TAHUN 2019

A. PENDAHULUAN
Upaya kesehatan olah raga adalah salah satu upaya kesehatan yang bertujuan untuk
meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani melalui aktivitas fisik dan atau olah
raga dari berbagai usia anak-anak, usia produktif maupun lansia. Dalam rencana
pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010, program kesehatan olah raga
merupakan salah satu program dari pokok program perilaku hidup sehat dan pemberdayaan
masyarakat. Kesehatan olah raga telah ditetapkan sebagai salah satu indikator keberhasilan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dalam lebih dari dua dasawarsa terakhir hingga
dengan tahun 2015 telah terjadi transisi eidemiologi dan pergeseran beban penyakit terbanyak
di Indonesia yang cukup signifikan dari penyakit menular ke penyakit tidak menular.
Data Riskesdas tahun 2007 dan 2013 memperlihatkan kecenderungan peningkatan kasus
penyakit tidak menular (DM, Stroke, Obesitas) pada usia > 15 tahun. Adapun gambaran
besaran berbagai faktor risiko penyakit tidak menular, yaitu sebanyak 26,1% penduduk
kurang aktifitas fisik; 36,3% penduduk usia > 15 tahun merokok; 1,9% perempuan usia > 10
tahun merokok; 93,5% penduduk > 10 tahun kurang konsumsi buah dan sayur; dan sebanyak
4,6% penduduk > 10 tahun minum minuman beralkohol. Faktor risiko perilaku tersebut
menyebabkan beberapa penyakit tidak menular, berupa Obesitas Sentral (26,6%); Hipertensi
(25,8%), Penyakit Paru Obstruktif Kronik (3,8%), Diabetes Mellitus (2,1%); Penyakit Jantung
Koroner (1,5%); Kanker (1,4%), dan Stroke (1,21%). Dari data yang di dapat menunjukkan
bahwa penyakit tidak menular meningkat dengan salah satu faktor kurangnya aktivitas fisik
maka dari itu upaya kesehatan olahraga dibangun agar masyarakat sadar pentingnya
aktivitas fisik dan diharapkan dapat menurunkan angka penyakit tidak menular dengan
meningkatnya kebugaran jasmani.

B. LATAR BELAKANG
Berdasarkan laporan tahunan di Puskesmas Kecamatan Setiabudi tahun 2018 Total
pekerja sakit yang dilayani Tahun 2018 se-Kecamatan Setiabudi berjumlah 147273 dengan
kasus umum berjumlah 147057. Kasus yang diduga penyakit akibat kerja berjumlah 155 dan
kecelakaan akibat kerja dengan total 61 pekerja. Persentase Puskesmas yang melaksanakan
kegiatan kesehatan olahraga pada kelompok masyarakat di wilayah kerjanya sebesar 17,1%
dari target 50%, Jumlah POS UKK yang terbentuk di wilayah Puskesmas sebesar 12,5% dari
target 35%, Persentase Puskesmas yang melaksanakan kesehatan olahraga bagi anak SD
sebesar 0% dari target 75%.

Cakupan indikator kinerja Kesehatan Kerja dan Olahraga dilakukan untuk mendukung Misi
Puskesmas Kecamatan Setiabudi yaitu mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna
dan mengerakkan masyarakan untuk berbudaya sehat serta mendukung Visi Puskesmas
“Bermartabat Dan Berbudaya Sehat Tahun 2022”.
C. DASAR HUKUM
1. Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 Bab VI Pasal 80 dan 81 mengatur tentang
Kesehatan Olahraga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Tahun
144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063).

2. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem


Keolahragaan Nasional.
3. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 paal 23 tentang kesehatan kerja
4. Permenkes Nomor 16 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2015 tentang
Pos Upaya Kesehatan Kerja Terintegrasi.
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1758/ MENKES/
SK/XII/2003 tentang Standar Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar.

D. TUJUAN
Tujuan pelaksanaan program Kesehatan Kerja dan Olahraga antara lain:

1. Tujuan Umum / Tujuan Utama


Meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan masyarakat.

2. Tujuan Khusus / Tujuan Tambahan


a. Meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat
b. Meningkatkan status kesehatan masyarakat
c. Melindungi agar pekerja hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan
kerja.

E. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


URAIAN DAN KELUARAN
a. Pelaksanaan pengukuran kebugaran kelompok Kerja pada Lansia
b. Pengukuran Kebugaran Calon jamaah Haji
c. Pelaksanaan pengukuran kebugaran kelompok Kerja di Posbindu
d. Pelaksanaan pengukuran kebugaran kelompok Kerja Siswa Sekolah
e. Pengukuran kebugaran pada kelompok sasaran yang ditargetkan
f. Pembentukan Pos UKK

F. INDIKATOR KINERJA
a. Persentase Puskesmas yang melaksanakan kegiatan kesehatan olahraga pada
kelompok masyarakat di wilayah kerjanya : 75%
b. Jumlah POS UKK yang terbentuk di wilayah Puskesmas
c. Persentase Puskesmas yang melaksanakan kesehatan olahraga bagi anak SD : 75 %
d. Persentase jamaah haji yang diperiksa kebugarannya: 75%
e. Persentase pengukuran kebugaran Sesuai kelompok yang di targetkan : 90
G. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Sosialisasi kegiatan kepada kader dan guru sekolah melalui kegiatan program.
2. Melakukan pelaporan bulanan Kegiatan Kesehatan Kerja dan Olahraga.

H. SASARAN
1. Masyarakat di kalangan usia produktif, lansia dan anak usia sekolah.
2. Kelompok sasaran yang ditargetkan
3. Kelompok pekerya yang sesuai dengan syarat pembentukan POS UKK

I. JADWAL PELAKSANAAN
Bulan Anggaran
No KEGIATAN
I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII
Pelaksanaan
pengukuran 3.060.000
kebugaran
1. kelompok Kerja
pada Lansia v
Pengukuran
Kebugaran Calon 510.000
2.
jamaah Haji v
Pelaksanaan 3.060.000
pengukuran
kebugaran
3. kelompok Kerja di
Posbindu v
Pelaksanaan
pengukuran 4.590.000
kebugaran
4. kelompok Kerja
Siswa Sekolah v
Pembentukan Pos 0
5. UKK
v
Pengukuran 0
kebugaran pada
kelompok
6. sasaran yang
ditargetkan v v v v v v v v v v
Total 11.200.000
7.

J. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pelaporan Program Kesehatan Kerja dan Olahraga dilakukan per triwulan ke Sudinkes dan 1
tahun sekali dilaporkam pada kepala puskesmas , Sudinkes dan Dinas Kesehatan

Jakarta, 3 Maret 2018

Kasatpel UKM Penanggung Jawab Kegiatan

dr. Kartika Destya Arini dr. Hikmah Soraya


NIP. 198612012014032000 NIP -
Kepala Puskesmas Kepala Sub Bagian Tata Usaha
Kecamatan Setiabudi

dr. Nisma Hiddin, S.H., M.H. Ashari Dalimunthe, S.E., M.S.E.


NIP. 196801272007012011 NIP. 196501091985121001

Anda mungkin juga menyukai