Anda di halaman 1dari 23

FORMAT PENGKAJIAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. IDENTITAS UMUM

1. identitas umum

identitas kepala keluarga


Nama : Tn. Adang Rohendi Pendidikan : SMA
Umur : 49 Tahun Pekerjaan : Karyawan swasta
Agama : Islam Alamat : Kp. Cimincrang RT 02/05
Suku : Sunda Nomor tlp : 083830679457
2. Komposisi Keluarga:

NO NAMA L/P HUB UMUR PEND IMUNISASI KB


KEL
1 Adang Rohendi l KK 49 SMA Tidak Tidak
Tahun Lengkap
2 Nurhayati p Istri 46 SMP Tidak KB
Tahun Lengkap Suntik
3 Indriawati P Anak 19 SMA Lengkap Belum
Tahun Menikah
4 Tria Damayanti P Anak 11 SD Lengkap -
Tahun Kls 4
5 Khanza P Anak 6 TK Lengkap -
Tahun

3. Genogram
Keterangan :

= laki-laki

= Perempuan

= Klien

= Meninggal

= tinggal satu rumah

= Tinggal beda rumah

4. Type Keluarga

a. Jenis type keluarga:


Tipe keluarga Tn. A adalah leluarga inti yaitu dalam satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan
akan
b. Masalah yang terjadi dengan type keluarga tsb:
Setiap keluarga pasti akan memiliki masalah, tetapi keluarga Tn. A ketika ada masalah dapat
menyelesaikan bersama-sama baik, ayah, istri maupun masalah anak-anaknya, dan setiap
penyelesaian masalah Tn. A yang akan memutuskan masalah keluarganya.

5. Suku bangsa (etnis)

a. Latar belakang etnis keluarga atau Anggota Keluarga:


Keluarga klien berasal dari suku sunda/ Indonesia, kebudayaan yang dianaut tidak
bertentangan dengan

b. Tempat tinggal Keluarga (bagian dari sebuah lingkungan yang secra etnis bersifat
homogeny). uraikan:
Tempat tinggal keluarga berada di lingkungan yang heterogen ada yang berasal dari daerah
jawa

c. Kegiatan2 keagamaan social, budaya, rekreasi, pendidikan (Apakah kegiatan kegiatan ini
berada dalam kelompok kultur/ budaya keluarga)
Kegiatan keagamaan/ kegiatan di luar rumah kepala keluarga biasanya setiap hari kamis
malam mengikuti pengajian khusus laki- laki, sedangakan istri mengikuti pengajian setiap
hari rabu jam 10 di masjid terdekat rumahnya. Sedangkan rekreasi di dalam rumah digunakan
untuk mengisi kekososngan waktu dengan menonton TV bersama dirumah
d. Kebiasaan kebiasaan diet dan berbusana (tradisional atau modern)
Keluarga Tn. A hanya Ny. N yang melakukan diet rendah garam karena klien memiliki
penyakit hipertensi, sedangkan keluarga yang lain tidak ada yang memiliki kebiasaan diet,
untuk masalah makanan mereka menyesuaikan apa yang Ny. N masak. Semua keluarga Tn.
A ketika berpakaian sederhana tapi sopan.

e. Struktur kekuasaan keluarga tradisional atau modern


Struktur kekuasaan keluarga Tn. A adalah tipe keluarga modern egilatarian (mengakui
adanya persamaan/ demokratis), segala keputusan keluarga berada pada kedua orang tua yaitu
ayah dan ibu ketika masih kecil dan kalau sudah dewasa anak-anak dilibatkan, tetapi dengan
pengawasan dan perhatian dari kedua orang tuanya.

f. Bahasa (bahasa bahasa) yang digunakan di rumah


Bahasa yang digunakan sehari- hari yaitu bahasa sunda, karena Tn. A dan Ny. N merupakan
keturunan sunda.

g. penggunaan jasa jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi( Apakah keluarga
mengunjungi pelayanan praktisi, terlibat dalam praktik praktik pelayanan kesehatan
tradisonal, atau memiliki kepercayaan tradisional asli dalam bidang kesehatan)

6. Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan:

a. Apakah anggota keluarga berbeda dalam praktik keyakinan beragama mereka


Seluruh Keluarga Tn. A beragama Islam dan taat beribadah, sering mengikuti pengajian yang
ada di RT serta selalu berdoa agar Ny. N dapat sembuh dari sakitnya.

b. Seberapa aktif keluarga tersebut terlibat dalam kegiatan agama atau organisasi keagamaan
Ny. N dan Tn. A sangat aktif dalam berbagai kegiatan agama, terbukti klien selalu mengikuti
pengajian di sekitar rumahnya, dan juga Tn. A merupakan seorang RT 02 sedangkan Ny. N
merupakan kader di lingkungan RW 05.

c. Agama yang dianut oleh keluarga


Agama yang dianut keluarga Tn. A adalah agama Islam yang taat, melaksanakan ibadah 5
waktu dan mengikuti pengajian yang sudah terjadwal di masjid lingkungan rumahnya.

d. Kepercayaan kepercayaan dan nilai nilai keagamaan yang dianut dalam kehidupan keluarga
terutama dalam hal kesehatan
e. Status social ekonomi keluarga
Penghasilan perbulan Tn.A  Rp. 1.500.000, kebutuhan yang diperlukan keluarga adalah:
Makan : Rp. 800.000
Bayar listrik : Rp. 100.000
Pendidikan : Rp. 300.000
Lain-lain : Rp. 200.000
Jumlah Pemakaian : Rp. 1.400.000
Sisanya ditabungkan untuk kebutuhan yang mendadak, tetapi kalau kebutuhan melebihi
anggaran kadang sampai tidak bisa menabung.

f. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga biasanya berkumpul setelah beraktivitas sehari hari pada sore harinya untuk
menonton TV bersama. Keluarga Tn. A jarang melakukan rekreasi dikarenakan keluarga Tn.
A lebih mementingkan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya daripada
rekreasi tapi kadang-kadang diisi dengan pengajian yang sudah terjadwal di masjid dekat
rumahnya.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

1. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Keluarga Tn. A dalam tahap perkembangan yaitu tahap IV yaitu keluarga dengan anak usia
sekolah, tahap ini dimulai dari sejak anak berusia 6 tahun dan berakhir di usia 12 tahun. Pada fase
ini pada umumnya keluarga mencapai fase jumlah anggota keluarga yang maksimal, tugas
perkembangan sebagai berikut:

a. Membantu sosialisasi anak, tetangga, sekolah dan lingkungan


b. Mempertahankan keintiman pasangan
c. Memenuhi kebutuhan biaya hidup

2. Tahap perkembangan keluarga yang beum terpenuhi


Berdasar hasil wawancara, maka didapat informasi bahwa pada usia remaja mulai merasa tekanan
yang cukup berat karena semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula biaya yang
dibutuhkan. Tn. Wd sering berpikir apakah dia sanggup menuntaskan anak-anaknya dengan
penghasilannya itu.
C. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA INTI

1. Riwayat keluarga sebelumnya

Tn. A sebagai kepala keluarga jarang sakit, tidak mempunyai dengan masalah istirahat, makan
maupun kebutuhan dasar yang lain. Tidak mempunyai penyakit menurun (Hipertensi) dan penyakit
menural (TBC, kusta) pada saat pengkajian Tn. A TD 110/70 mmhg.

Ny. N menderita hipertensi sejak 7 tahun yang lalu, mengeluh sering pusing, tekanan darah naik
jika klien terlalu banyak mengkomsumsi daging asin, TD 160/90 mmhg, selama ini klien berobat ke
puskesmas dan obat yang biasa klien komsumsi Amlodiphine 5 mg. Klien biasa berobat teratur 1
bualan 1 kali.

2. Riwayat kesehatan masing masing anggota keluarga

No Nama Umur BB Keada Imunisasi Masalah Tindakan


an (BCG,POLIO/ kesehatan yang telah
keseha DPT/HB/CA dilakukan
tan MPAK
1. Tn, A 49 52 Sehat Tidak Lengkap - -
Tahun kg
2. Ny. N 46 49 Hiperte Tidak Lengkap Hipertensi Berobat ke
Tahun kg nsi Td 160/90 puskesmas
TD mmhg 1 bulan
160/90 satu kali
mmhg dengan
terapi
Amlodiphi
ne 5 mg.
3. An. In 19 49 Sehat Lengkap - -
Tahun kg
4. An. T.D 11 22 Sehat Lengkap - -
Tahun kg
5. An. K.A 6 15 Sehat Lengkap - -
Tahun kg

3. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan

Keluarga Tn. A bila ada yang sakit, Kepala Keluarga selalu membawa keluarga ke puskesmas untuk
berobat.

D. PENGKAJIAN LINGKUNGAN

1. Karakteristik Rumah
a. Gambaran type tempat tinggal

 Luas : 8x10 m2
 Jenis Rumah : Permanen
 Sirkulasi Udara : Cukup baik, tetapi bagian dapur kuarng, karena
sirkulasi tertutup dan cahaya kurang
 Pemamfaatan ruangan : Perabotan tertata rapih
 Kebersihan ruangan : Bersih
 Lantai : Keramik
 Jarak Septic tank : > 10 m
 Sumber air minum : Beli air isi ulang, kadang dimasak lagi tapi kadang tidak
dimasak lagi.
 Pembuangan air limbah: melalui selokan
 Keluarga Tn. A tidak memiliki perkarangan yang luas, perkarangan hanya
halaman lantai keramik yang dipinggir nya terdapat pot tanaman hias.

c. Denah rumah

Ruang keluarga Kamar Tidur

tangga
Kamar mandi
Dapur

Kamar Tidur Ruang Nonton


TV

Ruang Tamu

b. Gambaran kondisi rumah


Kondisi rumah bersih dan terawat, walaupun kondisi rumah jaman dulu tapi karena dirawat
kondisinya masih bagus.

c. Dapur: bersih, peralatan dapur tertata rapih dan bersih, ventilasi di dalam dapur kurang,
cahaya juga kurang, ditutup dikarenakan di belakang terdapat selokan dan suka banyak
nyamuk.

d. Kamar mandi: tampak bersih, peralatan kamar mandi tertata rapih, tetapi air agak kuning dan
bau tanah, tetapi dengan kondisi air keluarga sudah terbiasa dan tidak ada masalah.

e. Mengkaji keadaan umum kebersihan dan sanitasi rumah


Keadaan rumah bersih dan peralatan rumah tertata rapih, istri klien selalu membersihkan
lingkungan rumah setiap hari

f. Mengkaji perasaan perasaan subjektif keluarga terhadap rumah


Keluarga klien mengatakan puas dan bersyukur memiliki rumah dan bisa digunakan oleh
seluruh keluarganya, apalagi kondisi rumah komplit ada dapur, ruang tamu, ruang nonton dan
kamar tidur 2 kamar, dan akan dipelihara kebersihannya.

g. Mengkaji pengaturan tidur didalam rumah


Waktu jam tidur keluarga Tn. A rata-rata sebelum jam 9 malam, tetapi kadang- kadang sudah
sholat isya kalau sudah ngantuk langsung pada tidur. Di keluarga jarang ada yang bergadang,
tetapi bila ada tugas sekolah anak kelas SMP dan SMA sekali-kali mengerjakan tugas
sekolah, dan Tn. A juga kalau ada tugas RT sekali- kali sampai bergadang mengerjakan tugas
RT.

h. Evaluasi adekuasi pembuangan sampah


Keluarga Tn. A pengolahan sampah rumah tangga di kumpulkan pakai plastik dan
dikumpulan di bahu jalan karena seluruh warga RW 05 tidak memiliki tempat penampungan
sampah sementara, jadi keluarga Tn. A juga bingung membuang sampah sesuai aturan
berlaku, kalau dibakar jadi polusi udara, tetapi kata keluarga Tn. A akan ada bantuan keluran
untuk pengolahan sampah.
i. Pengaturan/ penataan rumah
Pengaturan penataan rumah dilakukan oleh Ny. N, kalau posisi peralatan dirasakan tidak
rapih dan sesekali merubah posisi barang-barang yang ada dirumah.

j. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


Keluarga Tn. A tinggal di lingkungan yang berpenduduk padat, mayoritas penduduknya
bersuku jawa/ Sunda, tetangganya juga banyak yang pedagang, petani dan buruh harian lepas.
Tetangganya akrab dengan keluarga Tn. A dan saling tolong menolong bila kesusahan,
apalagi Tn. A merupakan Ketua RT dan Ny. N kader RT

k. Mobilitas geografis keluarga


Keluarga Tn. A selama ini sebagai penduduk asli Dsn. Cimincrang dan tidak pernah pindah
rumah, Rumah Tn. A jaraknya 500m dari jalan raya, jenis kendaraan yang digunakan
biasanya sepeda motor.

l. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat


Perkumpulan keluarga di dalam rumah nonton bersama, sedangkan dengan tetangga dan
sekitarnya Tn. A dan Ny. N berkumpul bila ada pengajian, perkumpulan kader RW ataupun
perkumpulan rapat RW

m. Sistem pendukung keluarga

Anggota keluarga Tn. A sehat hanya Ny. N saja yang sakit dan keluarga selalu mengunakan
fasilitas kesehatan yaitu puskesmas. Keluarga Tn. A sering tolong menolong begitu juga
dengan lingkungan sekitarnya

E. STRUKTUR KELUARGA

1. Pola komunikasi keluarga


Anggota keluarga berkomunikasi langsung menggunakan bahasa sunda, dan mendapatkan
informasi kesehatan dari petugas kesehatan posyandu dan informasi lainnya yaitu dari televise dan
radio.

2. Struktur kekuatan keluarga


Keluarga selalu menyelesaikan masalah dengan musyawarah sedang Ny. N hanya mengikuti saja
apa hasil musyawarah, semua anggota keluarga berperan sesuai perannya masing-masing, dan
apabila masalah tidak teratasi, maka keputusan ada di tangan Tn. A.

3. Struktur peran
a. Formal

 Tn. A sebagai kepala keluarga sekaligus pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya dismping itu Tn. Wd sebagai pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman pada
keluarga
 Ny. N berperan sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya, Ny. N sebagai ibu yang memiliki
peran untuk mengurusi rumah dan pendidik anak-anaknya serta membantu suaminya bekerja.
 An. I, An.T.D dan An. K.A berperan sebagai anak sekolah yang harus belajar dan patuh pada
kedua ortunya.

b. Informal

Tn. A sebagai pencari nafkah dengan menerima gajih sebagai karyawan swasta, Setiap anggota
keluarga selalu memiliki peran sebagai pendorong bagi yang lain

4. Nilai atau norma keluarga

Keluarga percaya bahwa hidupini sudah ada yang mengatur yaitu Alloh SWT. Demikian pula
dengan sehat dan sakit, keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada obatnya, bila ada keluarga yang
sakit dibawa ke puskesmas atau petugas kesehatan lainnya.

F. FUNGSI KELUARGA

1. Fungsi afektif

Keluarga Tn. A saling mendukung kebutuhan sehingga dapat terpenuhi kehidupan sehari- hari,
dapat menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan keputusan keluarga yang terakhir ditentukan
oleh Tn. A sebagai kepala keluarga.

2. Fungsi sosialisasi
Tn. A dan Ny. N dapat membina sosialisasi pada anak-anaknya sehingga dapat membentuk norma
dan aturan-aturan sesuai dengan perkembangan anak-anaknya, serta dapat meneruskan budaya.

3. Fungsi repproduksi

Jumlah anak 4 orang, anak pertama sudah menikah dan sudah punya rumah sendiri, anak ke 2 kelas 3

SMA, anak ke 3 kelas SMP dan anak ke 4 kelas SD, dalam hal ini tidak mengikuti program KB

4. Fungsi ekonomi

Keluarga walaupun hidup pas-pasan dengan gajih di bawah UMR tetapi dapat memenuhi kebutuhan
dan makan 3 kali sehari walaupun seadanya, dan juga bisa memenuhi pakaian untuk anak begitu juga
biaya untuk berobat.

5. fungsi perawatan kesehatan

a. Penyediaan makanan
Keluarga Tn. A selalu memasak makanan sendiri, komsumsi nasi lauk pauk dan sayur dengan
frekunsi 3 kali sehari, dan jika ada anggota keluarga yang sakit, keluarga merawat dan
memeriksakannya ke puskesmas atau petugas kesehatan terdekat.

b. Kemampuan mengenal masalah kesehatan


Keluarga mengatakan Ny. N sering mengeluh pusing karena penyakit darah tinggi dan takut
tensinya naik.
c. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
Bila Ny. N bila sakit langsung dibawa ke puskesmas atau petugas kesehatan lainnya
d. Merawat anggota keluarga yang sakit
Dalam merawat ny. N masih memberikan makanan yang sama dengan anggota yang lainnya, pola
tidur juga masih belum sesuai dan waktunya kurang lama, namun selalu melakukan control secara
teratur ke pelayanan kesehatan.
e. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan yang sehat
Keluarga membersihkan rumahnya setiap hari, mengepel setiap hari, lantai kamar mandi bersih
tidak licin dan terawat.
f. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas atau pelayanan kesehatan di masyarakat
Keluarga selalu memeriksakan diri ke puskesmas atau petugas kesehatan bila sakit dan Ny. N
melakukan periksa sejak menderita penyakit hipertensi.

G. STRES DAN KOPING KELUARGA


1. Stress jangka pendek dan panjang

 Pendek : Stresor jangka pendek yang dipikir keluarga saat ini yaitu memikirkan agar penyakit
Ny. N dapat sembuh
 Panjang : Saat ini keluarga Tn. A memikirkan agar anaknya dapat meneruskan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi dibanding ayah SMA dan ibunya yang lulusan SMP.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/ stressor
Keluarga Tn. A selalu melakukan musyawarah dalam menyelesaikan masalah baik dalam
lingkungan keluarga atau masyarakat.
3. Strategi koping yang digunakan
Anggota keluarga selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang ada.

H. PEMERIKSAAN FISIK

1. Identitas
Nama : Ny. N
Umur : 46 Tahun
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
2. Keluhan/riwayat penyakit saat ini
Pada saat pengkajian Ny. N menderita mengeluh suka pusing, klien mengatakan memiliki riwayat
hipertensi sudah 7 tahun, klien biasa control satu bulan sekali ke Puskesmas, kalau hanya ngecek
tensi cukup di Posyandu RW. Tekanan darah naik karena klien makanannya tidak diatur sesuai
makanan yang setiap hari klien masuk untuk keluarga, kadang ada kerjaan menjahit jadi suka
kurang istirahat tidur,. TD pada saat pengkajian 150/110 mmHg, obat yang suka klien makan untuk
hipertensinya adalah Amlodiphine 5 mg setiap malam pas mau tidur.
3. Riwayat penyakit sebelumnya
Ny. N menderita Hipertensi sejak 7 tahun yang lalu, mengeluh pusing. Tekanan darah naik bila
klien dalam hari tersebut terlalu banyak mengkonsumsi daging asin dan kurang istirahat tidur. TD
150/110 mmHg, selama ini berobat ke RS secara teratur yaitu 1 bulan sekali, selain hipertensi klien
tidak memiliki penyakit berat dan menular lainnya seperti jantung, DM dan TBC.
4. Tanda tanda vital
TD : 160/90 mmhg
N : 80 x/m
S : 36,50c
R : 20 x/m
5. System cardio Vascular
Konjungtiva berwarna merah muda, tidak ada peningkatan vena junggularis, irama jantung reguler,
tekanan darah saat berbaring 120/80, CRT dapat kembali dalam 2 detik.
2. System Respirasi
Bentuk hidung simetris, rongga hidung tampak bersih, septum nasal terdapat ditengah, mukosa
hidung berwarna merah muda, tidak terdapat polip, tidak terdapat sekret, tidak ada pernapasan
cuping hidung, frekuensi napas 20x/m, tidak ada retraksi intercosta, tidak ada nyeri tekan, suara
napas vesikuler, suara perkusi napas resonan.
3. System Gastrointestinal
Bibir tampak simetris, keadaan bibir lembab, tidak terdapat stomatitis, jumlah gigi sisa 25, 2 gigi
graham atas bagian kiri sudah copot, 1 gigi graham bagian kanan atas juga sudah copot, ada caries
sedikit, tidak terdapat perdarahan gusi, lidah berwarna merah muda, lidah tidak kotor, lidah dapat
digerakkan secara bebas, tidak ada pembesaran hepar,, tidak ada nyeri tekan dan saat di perkusi
terdengar bunyi tymphani
4. System persyarafan
a. Fungsi Serebral
1) Kesadaran : Compos Mentis
2) Orientasi : Baik/ tidak ada masalah
a) Orang : Klien bisa menyebutkan nama adiknya dengan
benar
b) Tempat : Klien bisa menjawab kalau klien sedang berada
di RS
c) Waktu : Klien bisa membedakan waktu siang dan malam
3) Memori : Klien masih ingat awal klien sakit, sudah berapa
bulan benjolan di lehernya.
4) Gaya Bicara : Klien dapat berkomunikasi dengan bahasa sunda
dan bahasa indonesia, klien dapat mengerti
anjuran dari perawat
b. Fungsi Nervus Cranial
c. Nervus I (Olfaktorius)
Pada saat dilakukan pemeriksaan hidung satu persatu dengan menggunakan minyak kayu putih
dan alkohol klien bisa membedakan dari keduanya.
d. Nervus II (Optikus)
Klien bisa membaca dengan jelas pada jarak dari 30 cm.

e. Nervus III (Okulomotorius)


Pada saat dirangsang pupil isokor kira-kira 2 mm.

f. Nervus IV (Troclearis)
Klien dapat menggerakkan bola matanya ke atas, bawah, ke kanan dan ke kiri.

g. Nervus V (Trigeminus)
Klien dapat membuka dan menutup mata.

h. Nervus VI (Abdusen)
Klien dapat melihat titik ujung benda dari kanan dan kiri tanpa menoleh.

i. Nervus VII (Fasialis)


Klien dapat mengerutkan dahi, dapat merasakan dan membedakan rasa manis, asin yang di coba
ditetes diujung lidah dan pinggir lidah klien.

j. Nervus VIII (Vestibulo-Kokhlearis)


Klien dapat mendengarkan pertanyaan dari perawat dan dapat menjawab tanpa harus mengulang
pertanyaan.

k. Nervus XI (Glossofarngeus)
Klien dapat merasakan rasa makanan, obat yang pahit, dan klien dapat menelan tanpa kesulitan

l. Nervus X (Vagus)
Uvula bergetar bebas saat klien mengatakan ‘aahhh” dan dapat menelan dengan baik.

m. Nervus XI (Assesorius)
Klien dapat menahan tahanan dari perawat, kepala, paha dan betis mampu digerakkan ke semua
arah.

n. Nervus XII (Hipoglossus)


Klien dapat menggerakkan lidah kesegala arah dan bisa menjulurkannya.

5. System Muskulosceletal
a. Ekstremitas atas : ekstremitas tangan kanan dan kiri simetris, rentang gerak normal, reflek bisep dan
trisep positif.
b. Ekstremitas bawah : ekstermitas kaki bagian kanan dan kiri pergerakan normal reflek hammer positif
5 5
Kekuatan Otot 5 5

6. System Genitalia
Klien BAK dan BAB tidak ada keluhan, daerah kemaluan tidak ada keluhan nyeri maupun luka, ketika
habis BAB dan BAK klien selalu membersihkannya dari yang bersih ke yang kotor dan sampai beberapa
kali, tidak terdapat bendungan urine didaerah blash.

I. HARAPAN KELUARGA

1. Terhadap masalah kesehatannya :


Keluarga Tn. A berharap masalah kesehatan yang dialami Ny. N bisa diatasi dan bisa terkontrol.
2. Terhadap petugas kesehatan yang ada
Keluarga Tn. A berharap agar petugas kesehatan selalu meningkatkan mutu pelayanan dan
membantu masalah Ny. N:

J. ANALISA DATA
NO DATA SUBYEKTIF DATA OBYEKTIF MASALAH TTD
1 2 3 4 5
1. - Ny. “N” mengatakan sering - Ny. “ N” terlihat sering Nyeri
mengeluh sakit kepala memegangi kepala
- Ny. “N” mengatakan bagian belakang
nyeri skala 2 - Wajah Ny.”N” kadang-
- Keluarga mengatakan kurang kadang terlihat
memahami cara merawat menyeringai
- Makanan Ny.”N” sama dengan - TD : 160/90 mmHg
keluarga yang lain - N : 80x/mnt
- Pola tidur Ny.”N” tidak sesuai - RR : 20 x/mnt
dan kurang dari kebutuhan
- Kontrol secara teratur
- Ny “N” mengatakan khawatir
tensinya semakin tinggi
- Keluarga kurang memahami cara
mengenal masalah Ny “N” yang
2. khawatir tensinya akan - Ny. “N” terlihat Cemas
bertambah tinggi bingung
- Keluarga mengatakan kurang - Wajah Ny. “:N”
memahami cara merawat Ny.”N” kadangf –kadang
- Makanan Ny.”N” sama dengan terlihat pucat
keluarga yang lain - TD : 160/90 mmHg
- Pola tidur Ny.”N” tidak sesuai - N : 80x/mnt
dan kurang dari kebutuhan - RR : 20 x/mnt
- Kontrol secara teratur
SKALA PRIORITAS
MASALAH ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Diagnosa keperawatan keluarga I


Gangguan rasa nyaman ( nyeri) berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota
keluarga dengan hipertensi.

NO KRITERIA PERITUNGAN SCORE PEMBENARAN


3
1 Sifat masalah x1 1 Nyeri kepala yang dirasa karena
3
tidak /ancaman peningkatan tekanan vaskuler
kesehatan serebral
2
2 Kemungkinan x2 1 Dengan kontrol yang teratur dapat
2
masalah dapat menurunkan tekanan darah
diubah sebagian
2
3 Potensial x1 Rasa nyeri dapat dikurangi melalui
2 2
masalah untuk pengobatan dan perawatan yang tepat
3
dicegah cukup
2
4 Menonjolnya x1 1 Keluarga menyadari
masalah-masalah 2
Ny“N”: hipertensi mempunyai
berat harus masalah dampak sehingga keluarga
segera ditangani segera mengatasi masalah tersebut
2
Jumlah 3

3
Diagnosa keperawatan keluarga II
Gangguan rasa aman ( cemas ) terhadap kompliksi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat dam mengenal masalah anggota keluarga dengan hipertensi

NO KRITERIA PERHITUNGAN SCORE PEMBENARAN


2 2
1 Sifat masalah x1 Rasa cemas menyebabkan
3 3
keadaan masalah peningkatan TD yang
dapat memperburuk
keadaan
1
2 Kemungkinan x2 1 Pemberian penjelasan yang
2
masalah dapat tepat dapat membantu
diubah sebagian menurunkan rasa cemas
2 2
3 Potensial masalah x1 Penjelasan dapat
3 3
untuk dicegah membantu mengurangi
cukup rasa cemas
1 1
4 Menonjolnya x1 Keluarga menyadari
2 2
masalah-masalah dengan mematuhi diet
tidak perlu yang dianjurkan dapat
ditangani mengrangi rasa cemas
Ny”N”
5
Jumlah 2

K. RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


1) Ganguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubugan dengan ketidakmampuan merawt anggota keluarga
dengan hipertensi yang ditandai dengan
DS:
 Ny “N” mengatakan sering mengeluh sakit kepala
 Ny“N” mengatakan nyeri skala 2
 Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat
 Makanan Ny”N” sama dengan keluarga yang lain
 Pola tidur Ny”N” tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan
 Kontrol secara teratur
DO :
 Ny“ N” terlihat sering memegangi kepala bagiab belakang
 Wajah Ny”N” kadang-kadang terlihat menyeringai
 TD : 180/140 mmHg
 N : 88x/mnt
 RR: 20 x/mnt
2) Gangguan rasa aman (cemas ) terhadap kompliksi berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat dam mengenal masalah anggota keluarga dengan hipertensi yang ditandai
dengan :
DS :
 Ny“N” mengatakan khawatir tensinya semakin tinggi dan stroke semakin parah
 Keluarga kurang memahami cara mengenal masalah Ny “N” yang khawatir tensinya akan
bertambah tinggi
 Keluarga mengatakan kurang memahami cara merawat Tn”N”
 Makanan Ny”N” sama dengan keluarga yang lain
 Pola tidur Ny”N” tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan
 Kontrol secara teratur
DO :
 Ny“N” terlihat bingung
 Wajah Ny “:N” kadangf –kadang terlihat pucat
 TD : 180/140 mmHg
 N : 88x/mnt
 RR: 20 x/mnt

INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA

DX. TUJUAN KRITERIA EVALUASI


N KEP
INTERVENSI
O KELU UMUM KHUSUS KRITERIA STANDART
ARGA
1 I Setelah Setelah Demonstrasi Keluarga dapat 1. Berikan penjelasan
dilakukan dilakukan mendemonstrasikan pada keluarga
tindakan kunjungan cara mengurangi tentang cara
keperawatan rumah 3x dan mencegah mengurangi/mence
rasa nyeri diharapakan trerjadinya nyeri gah terjadinya
teratasi/hilang keluarga dengan benar nyeri
mampu dengan teknik 2. Demonstrasikan
memberikan relaksasi, kompres pada keluarga
keperawatan dingin pada kepala tentang cara
pada Ny. N bagian belakang mengurangi nyeri
dengan nyeri dan menghindari 3. Berikan penjelasan
sekunder perubahan posisi pada keluarga
hipertensi secara mendadak tentang diet yang
dan pengobatan sesuai dengan
secara teratur penderita hipertensi
yaitu diet rendah
garam, rendah
lemak dan
kolesterol
4. Anjurkan pada
keluarga untuk
mengkonsumsi
makanan sesuai
dengan diet
hipertensi
5. Anjurkan pada
keluarga untuk
jadwal tidur Ny. N
6. Anjurkan pada
keluarga
memeriksakan Ny.
N secara teratur

II Setelah Setelah Demonstrasi - Adanya usaha 1. Berikan penjelasan


dilakukan dilakukan untuk tidur pada keluarga
tindakan kunjunngan sesuai kebutuhan tentang diet yang
keperawatan rumah 3x - Periksa secara sesuai untuk
diharapkan rasa diharapakn teratur ke penderita
takut keluarga pelayanan hipertensi yaitu
teratasi/hilang mampu kesehatan diet rendah garam,
memberikan - Ungkapan Ny N rendah lemak dan
perawatan tidak takut kolesterol
pada Ny. N - Wajah Ny N 2. Anjurkan pada
tamapak relaks keluarga untuk
mengkonsumsi
makanan sesuai
dengan diet
hipertensi

3. Anjurkan pada
keluarga untuk
jadwal tidur Ny. N

4. Anjurkan kepada
keluarga
memeriksakan Ny
N secara teratur

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KELUARGA


No Tanggal Dx Tujuan Khusus Implementasi TTD
Keperawatan
1 I, II Setelah dilakukan 1. Memberikan penjelasan pada
kunjungan rumah 3x keluarga tentang cara
diharapkan keluarga mengurangi dan mencegah
mampu memberikan terjadinya nyeri dengan benar,
perawatan bagaimana dengan teknik relaksasi,
cara mengurangi rasa kompres dingin pada kepala
nyeri bagian belakang dan
menghindari perubahan posisi
secara mendadak
2. Mendemonstrasikan pada
keluarga tentang cara
mengurangi nyeri dengan cara
: pada saat ada nyeri menarik
Setelah dilakukan nafas panjang ditahan sebentar
kunjungan rumah 3x kemudian dikeluarkan secara
diharapkan keluarga perlahan-lahan
mampu memberikan 3. Menganjurkan pada keluarga
perawatan pada Ny. S memerikasakan Ny. S secara
dengan hipertensi teratur setiap minggu dan
dengan memperhatikan minum obat secara teratur.
diet, pola tidur dan 4. Memberikan penjelasan pada
control secara teratur keluarga tentang diet yang
sesuai dengan hipertensi pada
makanan yang diberikan Ny. S
harus benar-benar rendah
garam, mengurangi makanan
berlemak
5. Menganjurkan pada keluarga
untuk mengatur jadwal tidur
pada sore hari sebaiknya
digunakan untuk istirahat
CATATAN PERKEMBANGAN

Dx
No Tanggal Catatan Perkembangan TTD
Keperawatan
1. I S : Keluarga mengatakan sudah memahami
tentang cara mengurangi/mencegah
terjadinya nyeri kepala
O : Keluarga dapat mengungkapkan kembali cara
mengurangi/mencegah terjadinya nyeri
kepala
A : Tujuan tercapai sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
- Anjurkan NY. N dan keluarga melakukan
teknik relaksasi
- Anjurkan Ny.N dan keluarga
menghindari perubahan posisi secara
mendadak
- Anjurkan Ny. N dan keluarga untuk
mengkonsumsi makanan sesuai diet
hipertensi
- Anjurkan pada Ny. N dan keluarga untuk
mengatur jadwal tidur
- Anjurkan pada keluarga mengontrol
secara teratur
I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi
E : Masalah teratasi sebagian
R : -
2. II S : Keluarga mengatakan sudah memahami
tentang cara merawat keluarga dengan
hipertensi dengan memperhatikan diet,
pola tidur dan control secata teratur
O : - Keluarga dapat mengungkapkan kembali
cara merawat keluarga hipertensi dengan
memperhatikandiet, pola tidur dan control
teratur
- Makanan yang disajikan untuk Ny. N
sama dengan anggota keluarga yang lain
A : Tujuan tercapai sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
- Anjurkan Ny. N dan keluarga untuk
mengkonsumsi sesuai diet hipertensi
- Anjukan pada Ny. N dan keluarga untuk
mengatur jadwal tidur Ny. N
- Anjurkan pada keluarga mengontrol secara
teratur
I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi
E : Masalah teratasi sebagian
R : -
I S : Keluarga mengatakan Ny. N sering
melakukan teknik relaksasi
O : - Ny. N dapat menjawab, mendemonstrasikan
teknik relaksasi
- T : 160/100 mmHg
- N : 88x/menit
- Wajah Ny. N tampak lebih relaks
A : Tujuan Tercapai sebagaian
P : Lanjutkan Intervensi
Anjurkan pada keluarga untuk mengontrolkan
Ny. N secara teratur
I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi
E : Masalah teratasi sebagian
R : -
II S : - Keluarga mengatakan sudah menyendirikan
makanan Ny. N dengan anggota keluarga
- Ny. S mengatakan sudah tidak takut lagi
dengan tensinya
O : - Makanan yangdisajikan untuk Ny. N nasi,
sayur asam, lauk tahu, tempe garing
- Makanan untuk Ny. N dan anggota
keluarga yang lain tersendiri
- Wajah Ny. N tamapak lebih relaks
A : Tujuan tercapai
P : Lanjutkan Intervensi
- Anjurkan Ny. N dan keluarga
mengkonsumsi diet hipertensi
- Anjurkan pada Ny. N dan keluarga
mengatur pola tidut Ny. N
I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi
E : Masalah teratasi
R :-