Anda di halaman 1dari 25

BAKTERIOLOGI NO.

1 s/d NO 30

1. Seorang analis menerima permintaan klien untuk melakukan pemeriksaan kualitas air sumur yang ada di rumah klien.
Pengambilan sampel air akan dilakukan oleh analis tersebut. Sebelumnya didapatkan gambaran bahwa waktu tempuh yang
diperlukan untuk pengiriman sampel ke laboratorium adalah ± 60 menit.
Pertanyaan soal:
Apakah yang harus dilakukan oleh seorang analis dalam menyiapkan sampel air tersebut untuk dikirim ke laboratorium ?
a. Sebelum sampel dikirim, sampel air disimpan dalam lemari pendingin
b. Sampel air dikemas dalam kotak dengan suasana dingin pada suhu 0 0 C
c. Sampel air dikemas dalam kotak dengan suasana dingin pada suhu 4 0 C
d. Sampel air dikemas dalam kotak dengan suasana dingin pada suhu 4-100 C
e. Sebelum sampel dikirim, sampel air tidak perlu disimpan dalam lemari pendingin
2. Seorang analis atas permintaan klien sedang melakukan pemeriksaan angka kuman pada air sumur. Pada saat penghitungan
koloni bakteri diperoleh jumlah koloni pada pengenceran 10 -1,10-2, 10-3, 10-4, 10-5dan 10-6 berturut-turut adalah 370, 200, 151,
32, 3, 0. Pada cawan petri kontrol terdapat koloni bakteri sebanyak 3 koloni.
Pertanyaan soal:
Apakah yang harus dilakukan oleh seorang analis dalam menghitung jumlah koloni berdasarkan hasil tersebut?
a. Angka kuman dihitung pada pengenceran 10-1,10-2, 10-3 dikurangi jumlah koloni pada kontrol
b. Angka kuman dihitung pada pengenceran 10-2,10-3, 10-4 dikurangi jumlah koloni pada kontrol
c. Angka kuman dihitung pada pengenceran 10-4,10-5, 10-6 dikurangi jumlah koloni pada kontrol
d. Angka kuman dihitung pada pengenceran 10-3,10-4, 10-5 dikurangi jumlah koloni pada kontrol
e. Tidak melakukan penghitungan karena pada cawan petri kontrol terdapat koloni bakteri
3. Seorang analis atas permintaan klien sedang melakukan pemeriksaan kualitas air minum menggunakan metode Most
Probable Number. Pada presumptive test diperoleh jumlah tabung yang menunjukkan positif gas: 4-1-0. Pada confirmative
test diperoleh hasil positif gas hanya pada tabung uji yang diinkubasi pada 370 C.
Pertanyaan soal:
Apakah kesimpulan akhir dari hasil pemeriksaan tersebut ?
a. Sampel air minum yang diuji mengandung bakteri
b. Sampel air minum yang diuji mengandung Escherichia coli
c. Sampel air minum yang diuji mengandung bakteri Koliform
d. Sampel air minum yang diuji tidak mengandung bakteri Koliform
e. Sampel air minum yang diuji mengandung bakteri Koliform fekal
4. Seorang analis atas permintaan klien melakukan pemeriksaan sampel makanan yang diduga terkontaminasi oleh bakteri.
Pemeriksaan awal yang dilakukan adalah kultur dan pewarnaan Gram. Pada tahap kultur menggunakan medium SS agar
terlihat koloni bakteri tumbuh dengan ciri-ciri: bulat, cembung, dan terdapat endapan berwarna hitam. Hasil pengamatan
mikroskopik pada pewarnaan Gram menunjukkan sel bakteri berbentuk batang, bersusun tunggal, dan berwarna merah.
Pertanyaan soal:
Berdasarkan data pemeriksaan awal tersebut di atas, apakah jenis pemeriksaan yang paling tepat untuk dilakukan berikutnya
sehingga mengarah pada spesies bakteri tertentu ?
a. Uji biokimia: bonterey panjang dan IMViC
b. Uji biokimia: bonterey pendek dan IMViC
c. Uji biokimia: bonterey panjang dan TSIA
d. Uji biokimia: bonterey panjang, TSIA, dan IMViC
e. Uji biokimia: bonterey panjang, TSIA, dan semisolid
5. Seorang analis sedang melakukan pengamatan hasil uji biokimia pada proses identifikasi bakteri tertentu yang didapat dari
sampel feses. Berikut adalah hasil pengamatan yang diperoleh:

Methyl Vogeus Pros- Simmon


Gluko-sa Lakto-sa Manitol Malto-sa Sakaro-sa Indol
Red kaueur Citrat
Ungu, Terlihat
kuning kuning kuning kuning kuning
bening cincin pink
Catatan:indikator yang digunakan adalah brom cresol purple
Pertanyaan soal:
Berdasarkan data hasil pengamatan di atas, apakah langkah yang paling tepat dilakukan oleh seorang analis?
a. Mengulang pengujian biokimia
b. Melanjutkan pemeriksaan pada uji serologi
c. Menyimpulkan bahwa bakteri tersangka adalah Escherichia coli
d. Membandingkan dengan hasil kultur dan pengamatan mikroskopik
e. Mengulang proses kultur, pengamatan mikroskopik, dan uji biokimia
6. Seorang analis sedang melakukan pengamatan hasil uji biokimia pada proses identifikasi Escherichia coli. Berikut adalah
hasil pengamatan yang diperoleh:

Malto- Methyl Vogeus Simmon


Gluko-sa Lakto-sa Manitol Sakaro-sa Indol
sa Red Pros-kaueur Citrat
Ungu, Tidak terlihat
kuning kuning kuning kuning kuning
bening cincin pink
Catatan:indikator yang digunakan adalah brom cresol purple
Pertanyaan soal:
Berdasarkan data di atas, hasil pengamatan manakah yang menunjukkan negatif ?
a. Hanya indol
b. Hanya manitol
c. Manitol dan indol
d. Hanya methyl red
e. Manitol, indol, dan methyl red

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 1


7. Seorang analis atas permintaan dokter melakukan identifikasi bakteri pada sampel usap vagina seorang pasien perempuan
berumur 22 tahun. Sampel usap vagina terlihat bernanah.
Pertanyaan soal:
Berdasarkan data karakteristik sampel, dugaan apakah yang paling tepat pada morfologi sel bakteri yang akan terlihat di
bawah mikroskop setelah melakukan pewarnaan Gram ?
a. Gram positif, coccus, berpasangan
b. Gram positif, coccus, tunggal
c. Gram positif, coccus, berkelompok
d. Gram negatif, coccus, berpasangan
e. Gram negatif, coccus, tunggal
8. Seorang analis atas permintaan dokter, melakukan identifikasi bakteri pada sampel sputum pasien laki-laki berumur 27 tahun.
Pada pemeriksaan mikroskopik dengan pewarnaan Gram diperoleh hasil: Gram positif, coccus, dan sel bersusun seperti
rantai. Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan pada tahap kultur menggunakan medium agar darah. Hasil yang diperoleh
terdapat dua karakter koloni: 1) koloni bulat halus, tepian rata, dan disekitar koloni terdapat zona bening, 2) koloni bulat
halus, tepian rata, dan disekitar koloni tdk terdapat zona bening.
Pertanyaan soal:
Berdasarkan data pemeriksaan di atas, apakah dugaan sementara yang paling tepat?
a. Telah terjadi kontaminasi pada medium
b. Hanya satu spesies bakteri yang menginfeksi
c. Terdapat dua spesies bakteri berbeda yang menginfeksi
d. Terdapat dua genus bakteri berbeda yang menginfeksi
e. Hanya satu spesies bakteri yang menginfeksi, namun terjadi kontaminasi pada medium
9. Seorang pasen diminta mengumpulkan dahaknya untuk bahan pemeriksaan BTA. Sebelum pelaksanaan
pengumpulan dahak, pasen mendapatkan informasi dari analis tentang pengumpulan sampel sputum untuk
pemeriksaan BTA
Pertanyaan soal:
Bagaimana cara pengumpulan untuk mendapatkan sampel yang benar ?
a. Dahak dikumpul saat pertama kali datang di laboratorium, dilanjutkan pada pagi hari kedua di rumah dan hari kedua di
laboratorium
b.Dahak dikumpul saat pertama kali datang di laboratorium, dilanjutkan pada pagi hari kedua di laboratorium dan hari
siang hari kedua di laboratorium
c. Dahak dikumpul saat pertama kali datang di laboratorium, dilanjutkan pada pagi hari kedua dirumah pada setelah bangun
tidur dan hari kedua di laboratorium
d.Dahak dikumpul saat pertama kali datang di laboratorium, dilanjutkan pada pagi hari kedua dirumah pada setelah bangun
tidur dan hari ketiga di laboratorium
e. Dahak dikumpul saat pertama kali datang di laboratorium, dilanjutkan pada pagi hari kedua dirumah pada setelah bangun
tidur dan hari ketiga di laboratorium
10. Seorang analis sedang melakukan pewarnaan gram atas permintaan dokter pada seorang pasien yang diduga penderita flu
burung. Sampel diambil dari apusan tenggorokan. Didapatkan hasil pewarnaan bening.
Pertanyaan soal:
Alasan yang paling tepat untuk menjelaskan penyebab pada kasus ini adalah....
a. Pewarnaan oleh larutan I (pertama) kurang lama
b. Pewarnaan oleh larutan II (kedua) dan III (ketiga) terlalu lama
c. Pewarnaan oleh larutan IV (keempat) kurang lama
d. Saat pengambilan Apusan kurang ke bagian dalam tenggorokan
e. Fiksasi tidak sempurna
11. Seorang wanita usia 30 th datang di laboratorium dengan membawa pengantar dari dokter untuk melakukan kultur dan
pewarnaan langsung dari bahan kerokan kulit. Keluhan yang dialami pasen adalah kulit mengelupas dengan benjolan dan
bernanah. Setelah dilakukan kultur ditemukan kuman Staphylococcus aureus pathogen
Pertanyaan soal:
Bahan metabolit apakah yang dihasilkan oleh Staphylococcus aureus yang menyebabkan gejala pasen tersebut?
a. Katalase
b. Koagulase
c. Hemolisin
d. Enterotoksin
e. Staphylococcus Scalled Shock Syndrome (S4)
12. Seorang Analis menerima sampel darah dari pasien dengan gejala demam untuk pemeriksaan Gall Culture. Dokter meminta
pewarnaan Gram. Hasil pemeriksaan menunjukkan Gall Culture (+) kemudian dilanjutkan dengan penanaman pada media SS
dan uji biokimia TSIA-Manitol-Pepton-Semi solid dengan hasil M/K H2S (-)/+g/ - / +
Berdasarkan hasil pemeriksaan diatas, kemungkinan terpapar oleh patogen apakah pasien tersebut?
a. Salmonella typhi
b. Salmonella paratyphi A
c. Salmonella paratyphi B
d. Salmonella paratyphi C
e. Salmonellosis
13. Seorang Analis menerima sampel darah dari pasien dengan gejala demam untuk pemeriksaan Gall Culture. Dokter meminta
pewarnaan Gram. Hasil pemeriksaan menunjukkan Gall Culture (+) kemudian dilanjutkan dengan penanaman pada media SS
dan uji biokimia TSIA-Manitol-Pepton-Semi solid dengan hasil M/K H2S (-)/+g/ - / +.
Pengambilan sampel merupakan hal kritis untuk isolasi pathogen penyebab pada kasus diatas.Menurut anda, sebaiknya
kapankah pengambilan sampel dilakukan?
a. Minggu pertama sejak gejala sakit
b. Minggu pertama sejak demam
c. Minggu kedua sejak demam
d. Minggu ketiga sejak demam
e. Pada saat demam

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 2


14. Seorang laki-laki datang ke laboratorium dan membawa surat pengantar dari dokter untuk dilakukan pemeriksaan
laboratorium. Pasien tersebut sebelumnya pernah berhubungan dengan PSK, kemudian kalau buang air kecil merasa panas
dan kadang keluar nanah dari kemaluannya. Dugaan sementara pasien ini menderita kencing nanah yang dapat disebabkan
oleh bakteri Neisserria gonorhoe.
Pertanyaan soal:
Apakah alat khusus yang digunakan untuk kultur bakteri tersebut?
a. Incubator CO2
b. An aerobic jar
c. Staining jar
d. Incubator
e. Jembeg jar
15. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan laboratorium pada sampel sputum dari pasien yang dirujuk dari dokter
spesialis penyakit dalam. Pada saat mengerjakan pemeriksaan terhadap sampel sputum tidak sengaja wadah yang
menampung sampel tersebut tersenggol dan sampel tumpah di atas meja pemeriksaan.
Pertanyaan soal:
Apa yang harus dilakukan analis dalam menghadapi kondisi demikian ?
a. Membiarkan tumpahan sampai selesai pekerjaan
b. Melap dulu tumpahan dengan tisu kemudian melanjutkan lagi pekerjaan
c. Menyiram dulu tumpahan dengan desinfektan kemudian melanjutkan pekerjaan
d. Menyiram tumpahan dengan air
e. Pekerjaan dihentikan untuk membersihkan tumpahan
16. Seorang laki-laki berusia 31 tahun datang ke laboratorium Rumah Sakit, membawa surat pengantar dokter tersangka demam
typhoid, gejala dan tanda penyakit sudah berlangsung 2 minggu pada pemeriksaan darah rutin jumlah lekosit 10.000/mm2 dan
Hb 11,8 gr%.
Pertanyaan soal :
Apa spesimen yang tepat untuk mendiagnosa penyakit tersebut?
a. Darah
b. Urin
c. Tinja
d. Darah dan urin
e. Urin dan tinja
17. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan batuk, suhu tubuh meningkat,
berkeringat pada malam hari, diminta dokter untuk ke Laboratorium Rumah Sakit memeriksakan
dahaknya secara SPS.
Pertanyaan soal :
Apa nama metode pewarnaan untuk dahak tersebut?
a. Pewarnaan Gram’s original
b. Pewarnaan Sederhana
c. Pewarnaan Kinyoun-gabbet
d. Pewarnaan Negatif
e. Pewarnaan Zeihl Neelsen
18. Untuk membiakkan kuman di laboratorium mikrobiologi Rumah Sakit terhadap sampel darah yang diambil dari pasien
dengan keluhan panas tinggi, pusing dan mual kemudian sampel di inokulasikan pada permukaan media Mackonkey agar
plate untuk memencari mikroorganisme apa yang terdapat di dalam darah tersebut.
Pertanyaan soal :
Apa nama alat yang digunakan tersebut?
a. Inkubator
b. Otoklaf
c. Dry heat oven
d. Waterbath
e. Mikroskop
19. Seorang anak laki-laki usia 12 tahun datang di laboratorium mikrobiologi dengan membawa surat pengantar dari dokter
tersangka faringitis. Keluhannya berupa demam, sesak napas dan sakit bila menelan.
Pertanyaan soal :
Apaspesimen yang tepat untuk mendiagnosa penyakit tersebut?
a. Darah
b. Swab tenggorok
c. Dahak
d. Dahak dan darah
e. Darah dan swab tenggorok
20. Perempuan usia 23 tahun datang ke dokter praktek dengan keluhan buang air besar terus menerus dengan tinja bercampur
darah dan berlendir. Dokter meminta kepada petugas laboratorium untuk melakukan kultur tinja dilkaboratorium. Kuman
yang dilihat dibawah mikroskop berbentuk basil dan bewarna merah tes biokimia motilyti negatif.
Pertanyaan soal :
Apa nama kuman tersebut?
a. Salmonella typhi
b. Shigella flexneri
c. Escherichia coli
d. Shigella dysentri
e. Vibrio cholera

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 3


21. Lihat hasil pengerjaan Succeptibiltas antibiotik di bawah ini

b
Disc A

:
Pertanyaan soal:
Apa yang harus analis kerjakan untuk hasil succeptibilitas pada disc A?
a. Mengulang kembali uji tersebut dari awal
b. Disc A tidak bisa di hitung zonanya karena tidak valid
c. Dihitung sepanjang garis a
d. Dihitung sepanjang garis b
e. Dihitung sepanjang garis a dengan mempertimbangkan faktor konversi
22. Seorang analis sedang melakukan uji pemeriksaan MPN Koliform, dimana diperoleh hasil uji konfirmatif dengan hasil
pengamatan 5-5-5, dari hasil tersebut berapakah nilai MPN Koliform tersebut!
a. =2400
b. ≥2400
c. >2400
d. <2400
e. ≤200

23.
Amati gambar diatas, media Agar MC yang telah ditumbuhi bakteri salah satu penyebab keracunan makanan contonya :
puddingHasil uji Biokimia : gerak : +, H2S : ±, manit:+, indol : +.
Pertanyaan, dari hasil dan data diatas tersangka bakterinya adalah.......
a. E. Coli
b. Salmonella sp.
c. Shigella sp.
d. Bacillus sp.
e. Klebsiella sp.
24. Seorang ibu muda berusia kurang lebih 25 tahun mengeluh sakit sewaktu buang air kecil disertai adanya tetesan darah segar.
Atas saran dokter, ibu tersebut datang ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan. Menurut anda Sampel apa sajakah
yang memungkinkan untuk pemeriksaan laboratorium tersebut?
a. Urin
b. Feses
c. Apus vagina
d. Apus serviks
e. Apus rektum
25. Masa tunas penyakit ini pada wanita sukar ditentukan karena pada umumnya tidak menunjukkan gejala. Bila ada gejala dapat
berupa disuria atau poliuria, keluar getah dari vagina, nyeri perut dengan demam. Dapat timbul berupa radang pelvis yang
berupa kelanjutan infeksi tuba fallopii. Penyakit ini bisa menimbulkan kemandulan di kemudian hari.
Berdasarkan gejala klinis diatas, menurut anda mikroba apakah yang mungkin sebagai penyebab infeksi ?
a. T. pallidum
b. C. trachomatis
c. H. ducreyii
d. M. hominis
e. N. Gonorrhoeae
26. Spesimendahak sewaktu yang purulen Mr.X dikirim oleh ahli paruke laboratoriumAnda. Pada formulir permintaan diminta
pemeriksaan Gram dan BTA. Hasil pemeriksaan menunjukkan BTA (+) dan Gram (+) coccus lonjong berderet seperti rantai,
jumlah Leukosit >25 dan Sel epitel < 10. Hasil BTA (+) ditunjukkan pula pada dua hasil pewarnaan setelahnya.
Tahap pemeriksaan manakah hasil pemeriksaan diatas
a. Pendahuluan
b. Pra analitik
c. Analitik
d. Post analitik
e. Validasi hasil

27. Pasien datang ke UGD dengan gangguan pernapasan dan pada bagian mukosa tenggorokan terlihat lapisan warna putih
keabuan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil Gram positif batang. Menurut anda, kemungkinan bakteri
tersangka apakah pasien tersebut?
a. Clostridium perfringens
b. Clostridium difficile
c. Corynebacterium diphteriae
d. Listeria monocytogenes
e. Bacillus cereus

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 4


28. seorang analis melakukan kultur spesimen dari pasien yang terkenta muntaber, setelah
di tanam dan di isolasi pada media TCBS, di peroleh koloni bakteri yang berwarna kuning, adanya garam empedu
sertanatrium tiosulfat yang berfungsi sebagai sulfur membuat penamkan koloni bakteri tersebut jelas.
Berdasarkan data yang ada besar kemungkinan tersangka bakteri adalah?
a. Vibrio sp.
b. Klebsiella sp.
c. E. Coli
d. Salmonella sp.
e. Shigella sp.
29. Diperoleh hasil pengujian KHM sebagai berikut:
ppm 1000 500 250 125 62,5 K (+) K(-)

hasil + + - - - + -

Keterangan : (+) JERNIH = Menghambat


(-) KERUH = Tidak menghambat
BAKTERI UJI : Pseudomonas aeruginosa
Antibiotika : Ampicillin
Jika hasil KBM 500 ppm, maka kesimpulan yang bisa kita ambil adalah...
a. Ampicilin efektif untuk Pseudomonas aeruginosa dengan KBM 500 ppm
b. Ampicilin efektif untuk Pseudomonas aeruginosa dengan KHM 500 ppm
c. Ampicilin efektif untuk Pseudomonas aeruginosa dengan KBM dan KHM 500 ppm
d. Ampicilin efektif untuk Pseudomonas aeruginosa dengan KBM dan KHM ≤ 500 ppm
e. Ampicilin efektif untuk Pseudomonas aeruginosa dengan KBM dan KHM ≥ 500 ppm

30.
Seorang analis memeriksa sampel yang telah di tanam pada agar darah, dengan hasil pemeriksaan mikroskopik seperti pada
gambar diatas. Sampel diambil dari pasien yang keracunan makanan, dimana diperoleh hasil spora positif, dengan letak sub
terminal, berbentuk batang yang tersebar .
Dari data diatas, maka besar kemungkinan tersangka bakteri adalah?
a. Proteus sp.
b. Klebsiella sp.
c. Bacillus sp.
d. Salmonella sp.
e. Shigella sp.

SITOHITOTEKNOLOGI NO 31 s/d NO. 50

31. Seorang teknisi melakukan pewarnaan hematoxylin eosin untuk melihat adanya kolagen pada jaringan yang diperiksa tetapi
ternyata warna merah pada fibriler tersebut hamper sama antara kolagen dengan elastine.
Pewarnaan apa yang dapat dipakai untuk melihat kolagen pada jaringan tersebut
a. Gomori Retikulin
b. Papanicolou
c. PAS
d. Van Giessen
e. Sudan III
32. Teknisi lab PA, melihat dengan mikroskop ada warna merah menyala pada jaringan pengikat yang merupakan serabut-
serabut kecil, tetapi ada pula serabut yang berwarna merah. Pada serabut yang berwarna merah menyala merupakan
kumpulan dari serat yang berdiameter 0,3 – 0,5 µm dengan rata rata 0,7 µm dinamakan
a. Mikrofibril
b. Fibril
c. Kolagen
d. Tropokolagen
e. Tropoelastin

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 5


33. Teknisi lab PA melakukan proses penarikan air pada jaringan dengan menggunakan alkohol dan berusaha melakukan proses
tingkatan dari alcohol yaitu konsetrasi rendah ke konsentrasi tinggi pada prosessing jaringan. Proses demikian dinamakan
a. Rehidrasi
b. Clearing
c. Embedding
d. Dehidrasi
e. Diferensiasi
34. Teknisi lab PA harus menngunakan cara pembuatan preparat the sectional methode yang biasa digunakan di lab Histoklogi
maupun lab Patologi anatomi,ternyata banyak sekali methode,maka untuk pelayanan lab PA harus menggunakan
a. Celloidin Methode
b. Freezing Methode
c. Parafin Wax Methode
d. Frozen Section Methode
e. The Smear Teknik
35. Teknisi lab PA dalam membuat preparat PA dan melihat pemeriksaan secara mikroskopis dengan mikroskop dapat
mengetahui penyebab garis-garis pada preparat yang diwarnai dengan Hematoxylin Eosin. Garis – garis tersebut disebabkan
oleh
a. Jaringan melipat
b. Pisau yang tajam
c. Pembuatan preparat yang tidak baik
d. Pisau microtome yang bergerigi (rompang/rusak)
e. Air pada incubator terlalu panas suhu 80 0C
36. Fiksasi adalam proses mengawetkan jaringan dengan tujuan agar jaringan awet dan kondisinya sama dengan keadaan seperti
hidup. Proses fiksasi dilakukan dengan cara merendam jaringan ke dalam larutan fiksatif.
Pertanyaansoal :
Berapaperbandingan minimal yang baik ?
a. 1 kali
b. 2 kali
c. 5 kali
d. 10 kali
e. 20 kali

37. Teknisi lab Patologi Anatomi, melihat dengan mikroskop ada warna merah menyala pada jaringan pengikat yang merupakan
serabut-serabut kecil, tetapi ada pula serabut yang berwarna merah. Pada serabut yang berwarna merah menyala merupakan
kumpulan dari serat yang berdiameter 0,3 – 0,5 µm dengan rata rata 0,7 µm dinamakan
a. Mikrofibril
b. Fibril
c. Kolagen
d. Tropokolagen
e. Tropoelastin
38. Pembagian kelenjar berdasarkan sifat sekritnya menjadi sitogen dan non sitogen, pada non sitogen yang mempunyai sifat
kental, bentuk sel kelenjar pyramidal dan berisi musinogen sebagai bahan pembentuk lendir, Sel tersebut dinamakan
a. Kelenjar Serosa
b. Kelenjar Campuran
c. Kelenjar Mukosa
d. Kelenjar Sederhana
e. Kelenjar Komplek
39. Seorang teknisi lab PA untuk menentukan pembagian epitel berdasarkan bentuk, jumlah susunan dan bentuk dan jumlah
susunan harus dilihat dari potongan tegak lurus dan permukaan sel, umumnya apabila dilihat dari permukaan sel akan
berbentuk
a. Polygonal
b. Gepeng
c. Kuboid
d. Silindris
e. Squamous
40. Teknisi lab PA melakukan proses penarikan air pada jaringan dengan menggunakan alkohol dan berusaha melakukan proses
tingkatan dari alcohol yaitu konsetrasi rendah ke konsentrasi tinggi pada prosessing jaringan. Proses demikian dinamakan
a. Rehidrasi
b. Clearing
c. Embedding
d. Dehidrasi
e. Diferensiasi
41. Teknisi lab PA melakukan prosesing jaringan dengan melakukan pergantian alcohol dari konsentrasi rendah ke
tinggi,ternyata dia juga harus mempersiapkan proses pemasukan farafin kedalam jaringan dengan menggunakan larutan xilol
pada suhu 40 -60 0C dinamakan
a. Clearing
b. Dehidrsi
c. Fiksasi
d. Impregnation
e. Bloking
42. Teknisi lab PA harus menngunakan cara pembuatan preparat the sectional methode yang biasa digunakan di lab Histoklogi
maupun lab Patologi anatomi,ternyata banyak sekali methode,maka untuk pelayanan lab PA harus menggunakan
a. Celloidin Methode
b. Freezing Methode
c. Parafin Wax Methode
d. Frozen Section Methode
e. The Smear Teknik
43. Teknisi lab PA dan sitology melakukan proses mengurangi warna biru pada inti sel dan menghilangkan warna biru pada
sitoplasma sel dengan mengunakan larutan HCl 0,5 % atau Acid Alkiohol 0,5 % pada pewarnaan HE dan papanicolou.Proses
tersebut dinamakan
a. Rehidrasi
b. Dehidrasi
c. Deparafinisasi
d. DiferewnsiasiI

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 6


E. Blueeng
44. Teknisi lab PA harus dapat mewarnai inti sel menjadi biru selama 3–5 menit pada pewarnaan Hematoxylin Eosin,pada
tempat reagen / larutan pewarna didapat larutan dengan berbagai nama , maka teknisi lab PA harus menggunakan
a. OG 6
b. EA 36
c. Eosin
d. Hematoxylin
e. HCL 0,5 %
45. Seorang teknisi lab PA akan menggunakan bahan perekat antara objek glass dengan pita parafin yang berisi jaringan,tenyata
larutan albumin tidak ada,Tekinisi lab PA harus dapat menggantikannya dengan larutan
a. Oil Mersi
b. Canada Balsem
c. Albumin dari putih telur bebek
d. Entelan
e. Lithium Carbonat 0,5 %
46. Teknisi lab PA mengetahui method cara pembuatan preparat untuk meneliti jaringan dan sel, dimana dilakukan pemotongan
blok paraffin menggunakan microtome baik rotary atau sliding mikrome , methode ini dinamakan
a. Sediaan gososk
b. The smear teknik
c. The vital staining
d. The sectional methode
e. Auto radiography
47. Seorang teknisi lab PA sedang menggunakan larutan lithium carbonat 0,5 % untuk membirukan warna biru pada inti sel .
maka tahapan tersebut dinamakan
a. Differensiasi
b. Blueeng
c. Dehidrasi
d. Mountaing
e. Rehidrasi
48. Teknisi lab PA ketika sedang melakukan pewarnaan Hematoxylin Eosin menggunakan larutan pembanding atau counter
staining untuk mewarnai sitoplasma sel menjadi merah, maka teknisi lab PA harus menggunakan
a. EA 36/50
b. EA 50
c. Eosin
d. Hematoxylin
e. OG 6
49. Teknisi lab PA membantu penelitian seorang dokter PPDS (Profesi) untuk melihat komponen inti yaitu chromatin, nucleoli
dapat dilakukan dengan merendam jaringan dalam larutan fiksasi fleming, carnoy . Pemakaian larutan fiksasi tersebut
merupakan pembagian zat fiksative berdasarkan
a. Berdasarkan cara kerja
b. Berdasarkan maksud pemakaian
c. Berdasarkan komposisinya
d. Berdasarkan penentrasi zat fiksative
e. Berdasarkan sifat – sifat zat fiksative
50. Fiksasi adalah proses mengawetkan jaringan dalam larutan fiksatif selama 24 jam dengan tujuan agar jaringan awet dan
kondisinya sama dengan keadaan seperti hidup.
Pertanyaansoal :
Tujuan yang terkaitdengan proses iniadalah ?
a. Sel-sel dan elemen-elemen jaringan keadaanya dipertahankan seperti dalam keadaan hidup.
b. Membunuh bakteri, yang bisa menyebabkan kerusakan sel, sehingga keadaanya seperti padam keadaan hidup.
c. Menghindari diffusi zat aktif yang ada dalam sitoplasma dengan proses koagulasi/presipitasi.
d. Mengeraskan jaringan sehingga komposisi jaringan tetap pada saat proses pemotongan.
e. Mempercepat proses autolysis dan putrefaction

TOKSIKOLOGI NO. 51 s/d No. 80

51. Dari hasil pemeriksaan muntahan dan sisa makan pada pasien rawat jalan disebuah rumahsakit diperoleh data bahwa positif
adanya toksin botulin, dimana LD50 botulin sendiri 0,5µg/kg bb.
Pertanyaan soal:
Berdasarkan penggunaan nilai LD50dan tanda toksisitas nilai tersebut termasuk kategori?
a. Super Toksik
b. Amat Toksik
c. Sangat Toksik
d. Sedang toksik
e. Ringan toksik
52. Pada pemeriksaan kadar obat dalam darah, dimana seorang analis memeriksa spesimenmulai dari penambahan trikloroasetat,
HCl dan NaNO2 serta dikerjakan dilemari asam, lalu selanjutnya penambahan ammonium sulfamat, dan NaOH, kocok
sampai tidak ada gelembung. Tambahkan aquades sampai tanda batas labu ukur. Ukur absorbansi pada panjang λ 450 nm.
Setelah pembacaan diperoleh hasil yang berbeda untuk satu sampel yang sama.
Pertanyaan soal:
Apakah yang membuat hasil pembacaan tidak stabil?
a. Penambahan NaNO2 yang berlebih
b. Suasana pemeriksaan terlalu asam
c. Masih ada gelembung pada sampel
d. Suasana pemeriksaan terlalu basa
e. Penambahan ammonium sulfamat yang berlebih

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 7


53. Seorang analis sedang bertugas di laboratorium, saat pemeriksaan logam berat dengan metode ditizon. Tiba-tiba listrik mati
laludia langsung menyalakan generator yang ada diruangan tersebut.Selang berapa lama analis tersebut mengalami perubahan
warna kulit menjadi: kemerahan di sekitar mulut, dan lemas, sampai akhirnya di tolong oleh rekannya.
Pertanyaan soal:
Apakah penyebab keracunan pada kasus tersebut ?
a. Gas CO
b. Gas CO2
c. Kekurangan Oksigen
d. Ether
e. petroleum
54. Seorang analis melakukan pemeriksaan pewarna berbahaya dari jajanan anak-anak di sekolahan. Di duga sampel tersebut
mengandung pewarna sintetis berbahaya seperti rhodamin. Untuk melakukan pemeriksaan tersebut sebaiknya di pakai
metode:
a. Kromatografi kertas
b. Spektrofotometer
c. HPLC
d. AAS
e. Spektrofotometer UV vis
55. Pada pemeriksaan logam berat dengan metode spektrofotometri, saat penambahan ditizon, dilakukan berulang lalu dilakukan
pencucian dengan larutan pencuci dan semua tahap dilakukan sistematis, akan tetapi baik standar ataupun spesimen tidak
berwarna merah cerry.
Pertanyaan soal:
Apakah tindakan yang akan dilakukan seorang analis?
a. Membuat standar yang baru
b. Mengulangi semua prosedur
c. Menambahkan bobot sampel
d. Meningkatkan konsentrasi standar
e. Mengganti dengan metode lain
56. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan parasetamol pada darah, semua tahap dikerjakan dengan baik, saat
penambahan aquades pada labu ukur larutan sampel berwarna coklat muda, seharusnya bewarna kuning.
Pertanyaan soal:
Apa yang menyebabkan kesalahan tersebut?
a. Penguapan NaNo2 belum sempurna
b. Adanya reaksi antara HCl dan natrium nitrit
c. Dekstruksi sampel belum sempurna
d. Adanya oksidasi dari udara terhadap spesimen
e. Penambahan trikloroasetat yang tidak tepat
57. Seorang analis sedang melakukan uji pemeriksaan dengan memakai pelarut organik untuk destruksi darah, akan tetapi dia
tidak sadar rembesan ether dari alat destruksi. Bersamaan dengan itu ada analis lain menyalakan bunsen, sehingga
mengakibatkan terjadinya kebakaran di laboratorium.
Pertanyaan soal:
Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi hal tersebut?
a. Di semprot apar
b. Disemprot air
c. Dipadamkan dengan lap basah
d. Diguyur dengan pasir
e. Di semprot dengan busa
58. Pada Pembuatan larutan stok baku parasetamol, terdapat kendala dalam proses penimbangan dimana batas deteksi neraca
yang digunakan adalah 10,00 mg. Analis yang bertugas menimbang 10,00 mg parasetamol dan dilarutkan dalam 10 mL
NaOH.
Pertanyaan soal:
untuk mendapatkan larutan kerja dengan kadar 10µg/mL, berapakali analis tersebut melakukan pengenceran ?
a. 2
b. 10
c. 20
d. 100
e. 200
59. Pada Pembuatan larutan stok baku parasetamol dibuat dengan cara melarutkan 1,00 mg parasetamol kedalam 100,00 mL
NaOH 1 N sehingga didapatkan kadar 0,01 mg/mL, dengan menggunakan labu ukur. Pada saatpenambahan akuades, ternyata
melebihi tanda batas dari labu ukur.
Pertanyaan soal:
Bagaimana seorang analis mngatasi kejadian tersebut?
a. Mengganti labu ukur dengan ukuran yang lebih besar
b. Mengulang pembuatan larutan standar
c. Melanjutkan pemeriksaan dengan catatan ada faktor konversi
d. Melap kelebihan aquades dengan kertas saring
e. Memmbuat konsentrasi NaOH dengan konsentrasi yang lebih besar
60. Dalam penetapan kadar sianida, Hydrogen sianida dibebaskan oleh asam sulfat, kemudian diikat oleh natrium hidroksida
(NaOH) menjadi natrium sianida yang akan bereaksi dengan kromofor dari asam barbiturat dan kloramin T membentuk
senyawa berwarna ungu.
Pertanyaan soal:
Sebelum ditambahkan dengan kloramin T, terlebih dahulu ditambahkan buffer fosfat. Tujuannya adalah...
a. Untuk menetralkan kelebihan H+
b. Untuk menetralkan kelebihan OH-
c. Untuk menurunkan derajat ionisasi
d. Untuk menghindari terjadinya hidrolisis
e. Untuk meningkatkan hidrolisis

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 8


61. Diperoleh data larutan standar, sbb :
Konsentrasi Absorbansi
0 ppm 0
1 ppm 0.12
2 ppm 0.18
3 ppm 0.24
4 ppm 0.32
5 ppm 0.40
Dengan persamaan regresi linier y=0.0476 X+0.0284 dengan R 2 yaitu 0.87
Pertanyaan soal:
Bagaimana seorang analis mengatasi kejadian tersebut?
a. Melakukan pembuatan standar baru
b. Mengulangi pengukuran standar (duplo)
c. Dibuat faktor konversi
d. Langsung melakukan pengukuran sampel
e. Mengencerkan standar
62. Seorang analis melakuka pemeriksaan tes narkoba menggunakan rapid test, dari hasil pemeriksaan tersebut, diperoleh
gambaran :

Yang harus dilakukan seorang analis adalah:


a. Mengeluarkan hasil tes positif
b. Mengeluarkan hasil tes negatif
c. Mengeluarkan hasil tes invalid
d. Mengulang pemeriksaan (duplo)
e. Mengulang dengan metode yang lebih sensitif
63. Seorang analis melakukan administrasi pengiriman sampel toksikologi, jenis sampel adalah organ kandung kemih dari bedah
jenazah korban keracunan makanan, korban adalah seorang perempuan usia 50 tahun. Diagnosa sementara dokter korban
mengalami keracunan timbal/ timah hitam.
Pertanyaan soal:
Jenis pengawet apa yang digunakan untuk sampel tersebut?
a. Alkohol absolute (96 %)
b. Ether
c. Na azida 1%
d. NaCl Jenuh
e. NaF
64. Seorang laki laki berusia 45 tahun meninggal setelah mengkonsumsi umbi gadung. Dokter meminta untuk memeriksa
sianida dalam cairan isi lambung korban. Hasil yang diperoleh dengan reaksi warna biru berlin adalah positif sianida.
Pertanyaan soal:
Tindakan apakah yang seharusnya diambil oleh analis sebelum mengeluarkan hasil pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban :
a. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna biru berlin dengan cara kertas saring yang diberi asam pikrat
b. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna biru berlin dengan cara mikrodifusi
c. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan reaksi warna dengan cara spektrofotometri
d. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan kadar hemoglobin (Hb)
e. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan kadar carboxyhemoglobin (HbCO)
65. Seorang analis atas permintaan dokter sedang melakukan pemeriksaan terhadap urine dari korban keracunan obat. Korban
berjenis kelamin laki laki dan berusia 4 tahun. Gejala yang timbul adalah lesu, mual dan luka bakar di mulut. Urine
diekstraksi dengan larutan eter dan larutan jenuh Na bikarbonat. Sari airnya dianalisis dengan reaksi warna dan hasil positif
terhadap fraksi A.
Jenis obat apakah yang terdapat dalam fraksi A tersebut?
a. Barbiturat
b. Asam salisilat
c. Salisilamide
d. Parasetamol
e. Lactam
66. Seorang pasen laki-laki 30 tahun, pekerjaan di industry gasoline diminta memeriksakan darah oleh dokter setelah terpajan gas
dari minyak mentah pada pukul 10.15 WIB. Diagnosa sementara dokter, pasen tersebut keracunan Benzena. Daerah industry
cukup jauh dari laboratorium sehingga diperkirakan pasen sampai ke laboratorium 65 menit setelah terpajan. Langkah yang
harus di lakukan seorang analis?
Pilihan Jawaban :
a. Pemeriksaan harus segera dimulai pada saat pasen tiba di laboratorium pukul 11.05 WIB
b. Pemeriksaan dapat segera dimulai setelah pasen tiba di laboratorium pukul 11.05 WIB
c. Pemeriksaan dapat segera dimulai maksimal 15 menit setelah pasen tiba di laboratorium
d. Pemeriksaan harus dapat diselesaikan dalam waktu 10 menit
e. Pemeriksaan dapat ditunda hingga 60 menit setelah pasen tiba di laboratorium
67. Seorang laki laki usia 18 tahun tinggal di Bali, hobby minum minuman keras. Mengeluh mual, sakit perut, sakit kepala dan
gangguan penglihatan setelah 1,5 jam mengkonsumsi minuman keras. Diagnosa sementara dokter, pasen mengalami
keracunan methanol. Dokter meminta pemeriksaan methanol dalam urine. Pasen tiba di laboratorium 2.5 jam setelah minum
minuman keras.
Pertanyaan soal:
Jenis metabolit apa kah yang terdapat dalam urine pasen tersebut?
a. Metanol
b. Formaldehida
c. Etanol
d. Asam format
e. Asetaldehida

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 9


68. Seorang laki laki berusia 38 tahun, perokok dan bekerja sebagai polisi lalu lintas. Pasen mengalami hypoxia, aritmia dan
kelainan fungsi syaraf. Pasen tersebut diminta oleh dokter memeriksakan kadar karbon monoksida dalam tubuh nya.Jenis
spesimen apakah yang paling tepat digunakan untuk mengetahui kadar zat tersebut ?
a. Urine
b. Darah Vena
c. Darah arteri
d. Darah perifer
e. Exhaled breath/hembusan nafas
69. Seorang laki laki usia 26 tahun, pekerjaan petani,biasa menggunakan herbisida dan masa kerja selama 10 tahun. atas rujukan
dokter memeriksakan darahnya. Mengeluh mual, muntah, dan sedikit tremor . Kejadian sakit berulang dan rutin berobat ke
puskesmas terdekat. Diagnosa dokter untuk sementara pasen menderita sakit maag kronis. Hasil pemeriksaan kadar Hb 11,00
gr/dl, SGOT 76 ul, dan SGPT 79 ul. Hasil pemeriksaan dengan metoda cholinesterase tidak terdeteksi pestisida.
Tindakan apakah yang seharusnya diambil oleh seorang analis dengan kasus di atas?
a. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan metoda spektrofotometri UV - VIS
b. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan metoda AAS
c. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan metoda kromatografi kertas
d. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan metoda GC - MS
e. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan metoda kromatografi lapis tipis
70. Seorang laki laki usia 26 tahun, pekerjaan seorang petani, dan masa kerja selama 10 tahun atas rujukan dokter memeriksakan
darahnya. Mengeluh mual, muntah, dan tremor. Kejadian sakit berulang dan rutin berobat ke puskesmas terdekat. Diagnosa
dokter untuk sementara pasen menderita sakit maag kronis. Hasil pemeriksaan kadar Hb 11,00 gr/dl, kadar ureum 34 mg/dl,
SGOT 76 ul, dan SGPT 79 ul. Hasil pemeriksaan dengan metoda cholinesterase tidak terdeteksi pestisida.
Parameter apakah yang paling berpengaruh secara berarti terhadap indikasi suatu keracunan?
a. Kadar Hb
b. Kadar ureum
c. Kadar cholinesterase
d. Kadar SGOT dan kadar SGPT
e. Kadar ALP
71. Seorang analis melakukan penelitian tentang keberadaan merkuri dalam kosmetik jenis pemutih di pasaran. Hasil reaksi
warna dengan KI terbentuk warna merah muda yang setelah beberapa detik warna hilang. Pemeriksaan dengan reaksi warna
dilakukan secara duplo dan dengan control positif dan negative. Kontrol positif menunjukkan warna merah muda yang
permanen, sementara control negative tidak berwarna.
Tindakan apa yang sebaiknya dilakukan oleh analis tersebut?
a. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan metoda spektrofotometri UV - VIS
b. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan metoda spektrofotometri AAS
c. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan control positif
d. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan dengan control negative
e. Melakukan pemeriksaan pH
72. Seorang anak usia 6 tahun, laki laki atas rujukan dokter memeriksakan diri ke laboratorium. Diagnose sementara dokter anak
tsb keracunan boraks setelah mengkonsumsi makanan jajanan bakso. Dokter tidak menulis jenis spesimen yang harus
diperiksa. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pereaksi Larutan turmeric, Larutan HCl dan larutan NH 4OH.
Pertanyaan soal:
Jenis spesimenapa yang paling baik untuk analisis zat ini?
Pilihan Jawaban:
a. Urine
b. Darah
c. Isi lambung
d. Cairan Ludah
e. Serum darah
73. Seorang analis melakukan analisa secara kuantitatif etanol dalam darah seorang pasen laki laki usia 18 tahun yang didiagnosa
dokter mengalami keracunan etanol. Analisis dilakukan secara spektrofotometri .
Pertanyaan soal:
Jika analisis tersebut tertunda karena sesuatu hal, Jenis pengawet apakah yang harus ditambahkan ?
Pilihan Jawaban :
a. Alkohol absolute (96 %)
b. Na azida 1%
c. NaCl Jenuh
d. Eter
e. NaF
74. Seorang Wanita usia 30 tahun,yang diduga mengkonsumsi MDMA atau 3,4-Methylenedioxymethamphetamine telah
menabrak pejalan kaki. Analisa dilakukan dengan sampel urine dan diidentifikasi secara kromatografi lapis tipis. Pada saat
evaporasi, basa volatile sering menguap dan hilang.
Pertanyaan soal :
Zat apa yang ditambahkan untuk menghindari hal tersebut?
a. Larutan H2SO4 metanolat
b. Larutan HNO3 metanolat
c. Larutan Asam metanolat
d. Larutan HCl metanolat
e. Larutan NaOH
75. Seorang laki laki usia 35 tahun, pekerjaan penambang emas illegal. Mengeluh susah tidur, nafsu makan kurang, mudah
marah, dan diare. Atas rujukan dokter, memeriksakan diri ke laboratorium. Dugaan sementara dokter, pasen tersebut
mengalami keracunan uap merkuri.
Pertanyaan soal:
Apakah Target organ zat tersebut ?
Pilihan Jawaban:
a. Ginjal dan otak
b. Darah dan ginjal
c. Tulang dan darah
d. Otak dan tulang
e. Darah dan otak

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 10


76. Seorang laki laki usia 18 tahun dirujuk oleh dokter untuk skrining tes dari dugaan penggunaan NAPZA. Dicurigai NAPZA
yang digunakan jenis Amphetamine dan penggunaan sekitar 2 hari dari tes yang akan dilakukan. Skrining tes merupakan
pemeriksaan non pro justisia.
Pertanyaan soal:
Jenis spesimen apakah yang seharusnya digunakan dalam pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban:
a. Cairan Lambung
b. Darah total
c. Serum darah
d. Plasma darah
e. Urine
77. Seorang perempuan usia 38 tahun, pekerjaan pegawai SPBU dan lama kerja 15 tahun. di rujuk dokter ke laboratorium untuk
memeriksakan darahnya. Hasil laboratorium menunjukkan kadar Hb 7 gr/dl, trombosit < 150 mm3 darah, granulocytopenia
dan anemia aplastik. Diagnosa dokter pasen keracunan benzene secara kronis.
Pertanyaan soal:
Jenis penyakit apakah yang disebabkan oleh zat tersebut secara kronis ?
Pilihan Jawaban:
a. Depresi susunan syaraf pusat
b. Kanker nasofarinx
c. Kanker darah
d. Kanker usus
e. Kanker kulit
78. Seorang laki laki usia 28 tahun, bekerja di laboratorium dan mengalami keracunan methanol. Toksisitas methanol berasal dari
hasil metabolismenya dengan dehidrogenase alcohol, yaitu formaldehida.
Pertanyaan soal:
Organ terpenting manakah yang menjadi tempat proses tersebut ?
Pilihan Jawaban:
a. Paru paru
b. Lambung
c. Ginjal
d. usus
e. Hati
79. Urine seorang perempuan usia 21 tahun harus di kirim oleh analis ke laboratorium. Pasen diduga pengguna NAPZA,
Pengiriman urine memakan waktu 24 jam. Dalam jangka waktu pengiriman tersebut cenderung terbentuk fenol fenol dan
amina yang akan mengganggu proses pemeriksaan.
Pertanyaan soal:
Jenis bahan pengawet apakah yang harus ditambahkan untuk sampel tersebut?
Pilihan Jawaban:
a. Alkohol absolute (96 %)
b. Na azida 1%
c. NaCl Jenuh
d. Eter
e. NaF
80. Pada uji penapisan dari sampel cairan biologis dalam pemeriksaan toksikologi, sampel diekstraksi terlebih dahulu agar semua
analit terekstraksi. Tetapi ada beberapa sampel yang tidak perlu diekstraksi tergantung dari teknik yang digunakan.
Pertanyaan soal:
Teknik apakah yang digunakan tanpa harus sampel diekstraksi ?
Pilihan Jawaban:
a. Kromatografi Lapis tipis
b. Kromatografi kertas
c. Kromatografi gas
d. Spektrofotometri
e. Imunoassay

KIMIA KLINIK NO. 81 s/d NO. 109

81. Diabetes Mellitus Gestasional adalah gangguan toleransi glukosa yang diketahui pertama kali saat hamil. Pemeriksaan yang
terbaik dengan beban glukosa 50 gram glukosa dan kadar glukosa darah diukur 1 jam kemudian.
Pertanyaan soal:
Pemeriksaan apa yang harus dilakukan bila kadar glukosa darah setelah 1 jam pembebanan melebihi 140 mg/dL
Pilihan Jawaban :
a. Dilanjutkan dengan pemeriksaan glukosa puasa dan 2 jam setelah makan
b. Dilanjutkan dengan pemeriksaan glukosa urin puasa dan 2 jam setelah makan
c. Dilanjutkan dengan pemeriksaan toleransi glukosa oral
d. Dilanjutkan dengan pemeriksaan toleransi glukosa
e. Dilanjutkan dengan pemeriksaan HbA1C
82. Seorang analis berhasil mengambil darah sebanyak 3,0 mL, dalam syringe. Pada persiapan spesimen darah arteri harus
dihindarkan kontak dengan udara. Untuk menghindari terjadinya bekuan digunakan antikoagulan heparin.
Berapa banyak heparin yang dibutuhkan?
a. 0,05 mg
b. 0,15 mg
c. 0,3 mg
d. 1,0 mg
e. 3,0 mg
83. Seorang analis melakukan pemeriksaan gas darah dari seorang penderita leukemia. Pengambilan darah arteri dilakukan
diruang inap oleh tenaga kesehatan lain. Spesimen diantar ke laboratorium oleh petugas dengan identitas lengkap. Setelah
dilakukan dan pemeriksaan darah didapatkan pCO2 yang sangat rendah. Dokter meminta pengambilan dan pemeriksaan
ulang. Hasil pemeriksaan pCO2 tinggi.
Apakah penyebab kesalahan tersebut?
a. Pengambilan dilakukan tenaga lain
b. Kontaminasi pada saat pemeriksaan
c. Pengambilan darah tidak anaerob
d. Volume darah tidak adequat
e. Darah lisis

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 11


84. Seorang perempuan usia 44 Th berdasarkan diagnose dokter mengidap diabetes tipe 1 dirujuk untuk melakukan pemeriksaan
glukosa darah, kolesterol total dan trigliserida. Setelah pengambilan darah dan pembuatan serum nampak lipemik.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa puasa 320 mg/dL, kolesterol 53 mg/dL dan trigliserida 150 mg/dL.
Pertanyaan soal:
Bagaimana komposisi lipoprotein yang paling mungkin ada?
Pilihan Jawaban :
a. Kilomikron dan LDL
b. Kilomikron dan VLDL
c. Kilomikron dan HDL
d. VLDL dan LDL
e. VLDL dan HDL
85. Pada metabolisme karbohidrat menjadi glukosa yang akan digunakan oleh seluruh sel diatur oleh mekanisme hormonal.
Penggunaan glukosa yang menyebabkan penurunan kadar dalam darah dipengaruhi oleh insulin, sementara pembentukan
glukosa dari cadangan yang menyebabkan peningkatan kadar dalam darah dipengaruhi oleh glucagon, adrenalin, growth
hormone dan kortisol melalui proses glukogenesis, glycolisis, glukoneogenesis, lypolisis, ketogenosis.
Pertanyaan soal
Proses manakan dalam pengaturan kadar glukosa dalam tubuh yang dilakukan pada jaringan adiposa?
Pilihan Jawaban :
a. Glycolisis
b. Glukogenesis
c. Glukoneogenesi
d. Lipolisis
e. Ketogenesis
86. Seorang laki-laki berusia 45 th didiagnosa oleh dokter menderita TB paru. Pasen tersebut diminta memeriksakan glukosa
darah dan glukosa urin puasa. Hasil yang diperoleh adalah glukosa darah 110 mg/dL metode GOD-PAP, kadar ureum 28
mg/dl metode enpoint dan (+2) pada glukosa urin dengan carik celup.
Pertanyaan soal:
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, Tindakan apakah yang seharusnya diambil oleh analis sebelum mengeluarkan hasil
pemeriksaan?
Pilihan Jawaban :
a. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan glukosa darah dengan metode ISE
b. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap kadar glukosa darah, kadar ureum dan glukosa urin
c. Mengambil sampel ulang
d. Melakukan pemeriksaan kadar kreatinin darah
e. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan glukosa urin dengan metode reduksi/manual/benedict
87. Seorang pasien laki-laki 30 tahun diminta memeriksakan urin oleh dokter dan diberikan informasi tentang benar tentang
persiapan,pengambilan, penampungan dan pengantaran sampel karena pasien dianjurkan mengambil sampel urin dirumah.
Keesokan harinya, karena rumah pasien jauh dari laboratorium, sehingga pasien terlambat selama 1,5 jam saat mengantarkan
sampel urin ke laboratorium.
Pertanyaan soal:
Saat dilakukan pemeriksaan urin secara makroskopis, apakah yang terjadi pada parameter bau urin ?
Pilihan Jawaban :
a. Urin berbau ureum
b. Urin berbau amoniak
c. Urin berbau tengik
d. Urin tidak berbau
e. Urin berbau langu

88. Pasien menerima instruksi untuk mengumpulkan sampel urin di rumah pukul 06.00. kemudian pasien
menempuh perjalanan hampir 4 jam sampai tiba di laboratorium . Dalam wadah urin tersebut tidak
terdapat pengawet urin sehingga Salah satu akibat dari penyimpanan tersebut adalah terganggunya
analisa secara makroskopis khususnya pengamatan warna urin.
Pertanyaan soal:
Apa akibat yang paling mungkin terjadi terhadap warna urin ?
Pilihan Jawaban :
a. Warna urin semakin kuning
b. Warna urin menjadi gelap
c. Warna urin menjadi berubah warna
d. Warna urin menjadi hijau
e. Warna urin hilang / tidak berwarna
89. Seorang pasien terdiagnosa hepatitis B akut. Kemudian dokter memberikan rujukan ke laboratorium untuk dilakukan
pemeriksaan kimia darah yaitu pemeriksaan enzim untuk fungsi hati. Di laboratorium tersebut, seorang analis kesehatan
melakukan pemeriksaan enzim tersebut secara manual.
Pertanyaan soal:
Apabila pengukuran kadar enzim tersebut berdasarkan pengukuran absorban, cara mengukur absorban yang paling tepat yaitu
bersadarkan...
Pilihan Jawaban :
a. Peningkatan absorban
b. Penurunan absorban
c. Rata-rata absorban
d. Pengurangan absorban
e. Penjumlahan absorban
90. Penentuankadar kreatinin serum dipakai sebagai parameter untuk menentukan fungsi ginjal, namun ini bukan petanda yang
sensitive untuk mengetahui fungsi ginjal atau untuk mendeteksi gagal ginjal tahap awal. Metabolit yang digunakan untuk
klirens harus praktis, mudah diperoleh dan merupakan tolok ukur yang paling tepat untuk LFG.
Pertanyaan soal:
Metabolit apakah yang paling tepat untuk digunakan untuk klirens dengan syarat seperti tercantum di atas?
a. Inulin
b. Phenolsulfonphthalein
c. Radioisotop
d. Ureum
e. Kreatinin

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 12


91. Seorang analis yang bekerja di suatu laboratorium klinik swata madya pada bagian verifikasi hasil melakukan perivikasi hasil
pemeriksaan, ternyata ada hasil pemeriksaan SGOT dan SGPT seorang pasien nilainya tinggi (jauh di atas nilai normal) dan
setelah dikonfirmasi dengan rujukan dari dokter yang mengirin pasien tersebut terlihat adanya kejanggalan pada hasil
pemeriksaan tersebut dan melaporkannya kepada penyelia pada lab tersebut.
Pertanyaan soal:
Apa yang harus dilakukan oleh analis pada kondisi yang demikian :
Pilihan Jawaban :
a. Tetap mengeluarkan hasil pemeriksaan tersebut
b. Dilakukan pemeriksaan ulang dengan menggunakan spesimen yang sama
c. Mengulang pemeriksaan dengan spesimen yang baru diambil lagi dari pasien
d. Tidak melakukan pengulangan pemeriksaan
e. Mengirim spesimen yang sama ke laboratorium lain untuk diperiksa kembali
92. Seorang wanita penberita Diabetes Mellitus datang ke laboratorium dengan membawa formulir permintaan pemeriksaan dari
dokter untuk pemeriksaanHbA1c untuk memantau hasil pengobatan yang telah dilakukan selama ini. Analis dilaboratorium
melakukan pengambilan spesimen darah dari pasien tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.
Pertanyaan soal:
Bahan pemeriksaanapakah yang sebaiknya dipakai pada pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban :
a. serum
b. plasma heparin
c. plasma EDTA
d. whole blood
e. darah arteri
93. Seorang pasien penderita ISK atas rujukan dokter diminta memeriksakan sedimentasi urin. Berdasarkan hasil pemeriksaan
rutin didapatkan data urin berwarna kuning jerami, agak keruh, pH 6,3, BJ 1.021. Sampel urin ditampung dalam tabung
sentrifuse disentrifugasi dengan kecepatan 1500 rpm selama 5 menit. Filtrat dibuang dan sedimentasi dibuat preparat.
Pertanyaan soal:
Jenis Kristal apakah yang paling banyak ditemukan dalam sampel urin tersebut?
a. Kalsium oksalat
b. Triple pospat
c. Asam urat
d. Kalsium karbonat
e. Kalsium fosfat
94. Seorang analis atas permintaan dokter sedang melakukan pemeriksaan urin rutin terhadap berat jenis dengan menggunakan
urinometer. Sebelumnya didapatkan data pemeriksaan urin tidak berwarna, agak keruh, reaksi Benedict +3 dan reaksi Bang
+2, suhu tera 26OC dan suhu urin 29 OC dan berat jenis pada urinometer 1.012.
Pertanyaan soal:
Berapa berat jenis sebenarnya dari urin sampel tersebut ?
a. 1.011
b. 1.012
c. 1.013
d. 1.014
e. 1.015
95. Seorang pasien laki-laki 30 tahun diminta memeriksakan cairan sperma oleh dokter dan diberikan informasi tentang benar
tentang persiapan,pengambilan, penampungan dan pengantaran sampel. Pada waktu yang ditentukan sampel diterima jam
08.00 WIB dalam wadah lebar dan tertutup.
Pertanyaan soal:
Proses pemeriksaan manakah yang paling tepat untuk dapat memberikan hasil yang akurat ?
Pilihan Jawaban :
a. Pemeriksaan harus segera dimulai pada jam 08.00 WIB
b. Pemeriksaan dapat segera dimulai setelah jam 08.20 WIB
c. Pemeriksaan dapat segera dimulai setelah jam 09.20 WIB
d. Pemeriksaan harus dapat diselesaikan dalam waktu 20 menit
e. Pemeriksaan harus dapat diselesaikan dalam waktu 60 menit
96. Seorang analis melakukan pemeriksaan protein dalam urin pasen atas permintaan dokter yang didiagnosa menderita Multiple
myeloma. Sebagai tes penyaring digunakan metode carik celup dengan hasil pemeriksaan proteinuri negatif, sehingga
metode harus dikonversi dengan metode Bang.
Pertanyaan soal:
Pada kasus tersebut alasan apakah yang paling tepat dilakukan konversi metode ?
Pilihan Jawaban :
a. Metode carik celup hanya sensitive terhadap albumin
b. Metode carik celup hanya sensitive terhadap globulin
c. Metode carik celup hanya sensitive terhadap hemoglobin
d. Metode carik celup hanya sensitive terhadap mukoprotein
e. Metode carik celup hanya sensitive terhadap bence jones protein
97. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan cairan pleura atas permintaan dokter pada seorang pasien yang diduga
tuberculosis. Didapatkan cairan menyerupai serum darah sejumlah 1 liter dengan sedikit jumlah fibrin dan sel
Pertanyaan soal:
Termasuk jenis apakah cairan tersebut di atas ?
Pilihan Jawaban :
a. Transudat
b. Eksudat bening
c. Eksudat fibrosa
d. Eksudat purulen
e. Eksudat hemoragik

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 13


98. Seorang pasen laki-laki berusia 28 tahun menunjukkan permintaan dokter untuk dilakukan pemeriksaan sperma terhadapnya.
Setelah diberikan informasi yang benar tentang persiapan dan pengumpulan sampel. 4 hari kemudian pasen datang pada jam
07.30 WIB dengan membawa sampel sperma. Data wawancara didapatkan bahwa sampel di ambil jam 06.15 WIB.
Pertanyaan soal:
Sikap apa yang harus dilakukan oleh analis ?
a. Memeriksa sampel secara lengkap dengan seksama dan mengeluarkan hasilnya
b. Memeriksa sebagian pemeriksaan dengan seksama dan mengeluarkan hasilnya
c. Meminta pasen untuk mengambil sampel keesokan harinya agar dapat segera mengeluarkan hasil
d. Meminta pasen untuk mengambil sampel 4 hari yang akan datang agar dapat segera mengeluarkan hasil
e. Meminta pasen datang kapan saja setelah siap kembali agar hasil yang dikeluarkan benar
99. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan urin berdasarkan permintaan dokter penyakit dalam. Sampel urin yang baru
dikeluarkan diterima oleh analis pada jam 08.10 WIB. Alat penunjuk suhu ruang menunjukkan angka 39OC. Pengerjaan
sampel dimulai jam 09.00 WIB. Hasil pemeriksaan makroskopis menunjukkan warna kuning tua, agak keruh, pH 7,8 dan BJ
1.0001
Pertanyaan soal:
Parameter apakah yang paling terpengaruh secara berarti oleh keadaan di atas?
Pilihan Jawaban :
a. Bilirubin
b. Glukosa
c. Benda-benda keton
d. Sel-sel
e. Bakteri
100. Seorang pasien wanita berusia 35 tahun telah satu bulan yang lalu melahirkan seorang bayi kembar secara alamiah.
Telah satu minggu ini ia mengeluh demam dan setiap buang air kecil merasakan panas di daerah organ kelamin. Diagnosa ibu
tersebut mengalami ISK, dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan urinnya ke laboratorium.
Pertanyaan soal:
Spesimen urin seperti apa yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan ini ?
Pilihan Jawaban :
a. Urin pagi
b. Urin 24 jam
c. Urin sewaktu
d. Urin postprandial
e. Urin porsi tengah
101. Seorang analis sedang dinas pagi di sebuah laboratorium, menerima pasien seorang ibu hamil berumur 24 tahun
dengan riwayat mempunyai penyakit lever, dokter meminta pemeriksaan fungsi lever.
Pertanyaan soal:
Parameter apakah yang biasa digunakan untuk mendiagnosa penyakit diatas ?
a. Trigliserida
b. Cholesterol
c. SGOT/SGPT
d. Uric acid
e. Ureum
102. Saat urin disimpan lama, tanpa menggunakan pengawet, salah satu akibat dari penyimpanan tersebut
adalah terganggunya analisa secara makroskopis khususnya pengamatan warna urin.
Pertanyaan soal:
Akibat yang paling mungkin terjadi terhadap warna urin adalah...
a. Warna urin semakin kuning
b. Warna urin menjadi gelap
c. Warna urin menjadi berubah warna
d. Warna urin menjadi hijau
e. Warna urin hilang / tidak berwarna
103. Seorang teknisi laboratorium medik menerima spesimen urin 24 jam untuk pemeriksaan kreatinin klirens . Segera
teknisi laboratorium medik tersebut menentukan kadar kreatinin urin. Setelah diperoleh masimg-masing kadarnya ,
kreatinin klirens tidak bisa dihitung.
Data apakah yang tidak diperoleh pada kasus tersebut?
a. Volume urin
b. Kultur bakteri
c. Kadar ureum urin
d. Koreksi glukosa urin
e. Penambahan pengawet
104. Seorang teknisi laboratorium medik sedang melakukan pemeriksaan profil lipid dari seorang pasien penderita jantung
koroner yang tidak puasa. Spesimen serum didapatkan sangat keruh terutama bagian atas. Teknisi laboratorium medik
tersebut melakukan pemeriksaan kolesterol total,trigliserida dan HDL . Pemeriksaan LDL diputuskan dilakukan secara
langsung.Apa alasan pemilihan metode tersebut?
a. Kadar trigliserida sangat tinggi
b. Keterbatasan rumus Friedewald
c. Alat otomatisasi yang terkalibrasi
d. Metode langsung lebih valid
e. Pasien tak puasa
105. Seorang teknisi laboratorium medik sedang melakukan pemeriksaan kolesteol total dari seorang pasien penderita
hepatitis akut. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode enzimatik. Setelah melakukan pipetasi dan waktu inkubasi
terlihat warna merah jingga sangat pekat pada senyawa komplek yang terbentuk.
Apakah yang harus dilakukan oleh teknisi laboratorium medik tersebut?
a. Mengencerkan spesimen 10 kali
b. Menambahkan larutan pereduksi
c. Menghitung faktor standar kolesterol
d. Mengoreksi terhadap kadar bilirubin
e. Menghitung panjang gelombang maksimum

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 14


106. Seorang pasien penderita diabetes meliitus meminta pemeriksaan glukosa puasa sesuai dengan permintaa dokternya.
Pasien tersebut meminta kepada teknisi laboratorium medik untuk mengambil darah kapilernya dan menolak
pengambilan darah dari vena yang biasa dilakukannya. Setalah spesimenn didapat dan dilakukan pemeriksaan
terhadapnya. Pada lembar hasil dicatat bahwa darah diambil dari kapiler.
Apa alasan pencatatan tersebut?
a. Kadar glukosa kapiler lebih tinggi dari vena
b. Pasien dalam keadaan lama puasa
c. Pasien meminta dengan baik-baik
d. Standar prosedural laboratorium
e. Dokter pengirim menyetujui
107. Seorang teknisi laboratorium medik melakukan pemeriksaan cairan serebrospinal, didapatkan cairan yang berkabut dan
banyak mengandung lekosit. Teknisi laboratorium medik tersebut melakukan pengenceran dengan memipet 50 mL
bahan pemeriksaan dan ditambahkan sampai 500 mL. Hasil hitung didapatkan lekosit 200 sel per mL
Berapa perkalian yang harus dilakukan untuk hasil yang benar?
a. 100
b. 10
c. 11
d. 1/10
e. 1/11
108. Dari suatu bahan pemeriksaan urin seorang pasien didapatkan pospat amorf penuh pada perbesaran 400x menutupi
seluruh lapang pandang sehingga menyulitkan teknisi laboratorium medik melakukan pemeriksaan selanjutnya.
Apakah yang harus dilakukan oleh analis tersebut?
a. Menggunakan mikroskop perbesaran 100x
b. Meminta bahan pemeriksaan yang baru
c. Dilarutkan menggunakan asam asetat
d. Mengencerkan dengan saline
e. Melakukan kultur bakteri
109. Seorang teknisi laboratorium medik sedang mempersiapkan pemeriksaan glukosa toleransi terhadap pasien laki-laki 25
tahun. Saat diminumkan standar glukosa 75 g karbohidrat pasien tersebut mual dan muntah .
Tindakan teknisi laboratorium medik apakah yang tepat untuk pasien tersebut ?
a. Membaringkan dan menenangkan sebelum pemeriksaan dilanjutkan
b. Segera mengambil darah dan melanjutkan pemeriksaan
c. Sebaiknya membatalkan pemeriksaan dan mengulang
d. Memulai kembali tes dengan beban 50 g karbohidrat
e. Memberikan segelas jus jeruk dan melanjutkan tes
110. Seorang teknisi laboratorium medik sedang melakukan pemeriksaan urin rutin. Spesimen yang didapat disimpan di atas
meja dalam ruang pemeriksaan pada suhu kamar dan paparan sinar langsung.
Parameter apakah yang dipengaruhi?
a. pH
b. protein
c. keton
d. glukosa
e. bilirubin
111. Seorang pasien mangambil spesimen urin secara midstream dan dikirimkan ke laboratorium untuk pemeriksaan rtin dan
bakteriologis. Setelah pemeriksaan urin rutin selesai dilakukan, 3 jam kemudian spesimen dikirim ke laboratorium
mikrobiologi untuk pemeriksaan kultur.apakah yang harus dilakukan teknisi laboratorium medik terhadap spesimen
tersebut?
a. Tidak dilakukan kultur bila negatif bakteri
b. Ditolak karena spesimen terlalu lama
c. Kultur dilakukan bila nitrat positif
d. Disentrifuse , supernatan dikultur
e. Ditambahkan zat pengawet

HEMATOLOGI NO. 110 s/d NO.137

112.
Dari gambar bilik hitung Improved Neubeur di atas, tunjukkan lokasi yang di gunakan untuk menghitung lekosit dan
eritrosit!
a. A, B, C, D, E, F, G, H dan I
b. A, C, E, Gdan I
c. A, C, G dan I
d. B, D, E, F dan H
e. B, D, F dan H

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 15


113. Seorang perempuan berusia 69 tahun malnutrisi dan menderita perdarahan saluran pencernaan. Berdasarkan diagnosa dokter
pasen menderita anemia defisiensi besi ringan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Hb 10 g/dL., MCV 69 fl, MCHC
28% .
Bagaimana gambaran hasil pemeriksaan darah terhadap hemoglobin (Hb), MCV,MCHC dan gambaran sel darah
merah?Pilihan Jawaban :
a. Sel darah merah hipokromik normositik dengan poikilositosis
b. Sel darah merah hipokromik makrositik dengan poikilositosis
c. Sel darah merah hipokromik mikrositik dengan poikilositosis
d. Sel darah merah normokromik mikrositik dengan poikilositosis
e. Sel darah merah normokromik makrositik dengan poikilositosis
114. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan hematologi rutin pada pasien dengan nilai kadar Hemoglobin7,0gr/dL, jumlah
eritrosit : 2,5 juta sel/mm3 dan hematocrit 36 %.
Berapakah nilai MCHC?
a. 0,019 %
b. 0,19 %
c. 1,90 %
d. 19,0 %
e. 19,10%
115. Berapa jumlah tabung reaksi yang dibutuhkan untuk 5 donor 1 pasien pada saat dilakukan crossmatch pada Mayor,
minor,antar pool dan autopool...........
a. 8 tabung
b. 9 tabung
c. 10 tabung
d. 11 tabung
e. 12 tabung

116.
Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan hematologi dengan hasil berupa gambar diatas. Pada tabung berapa muali
terjadi resistensi minimal?
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
117. Seorang analis melakukan pemeriksaan leukosit, apabila dengan pengenceran 20 kali, kemudian di peroleh sel leukosit yang
sebenarnya sebanyak 10240 sel/mm3 hitung jumlah sel leukosit yang ditemukan pada 32 kotak II?
a. 10120
b. 10140
c. 10200
d. 10220
e. 10240
118. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan retikulosit, diperoleh data sebagai berikut jumlah eritrosit 5.092.000 sel/mm3,
dimana diketahui dalam 10 lapang pandang dijumpai 2000 eritrosit, dan jumlah Retikulosit 96 sel, maka jumlah retikulosit
mutlak adalah....
a. 233.426/µL
b. 244.426/ µL
c. 255.426/ µL
d. d. 266.426/ µL
e. e. 277.426/ µL
119. jika ditemukan sel trombosit sebanyak 36 sel yang diperoleh dari 4 kotak II, hitung jumlah sel trombosit jika pengenceran
yang dilakukan 200 kali!
a. 350.000 sel/mm3
b. 450.000 sel/mm3
c. 550.000 sel/mm3
d. 400.000 sel/mm3
e.500.000 sel/mm3
120. seorang analis melakukan pemeriksaan INR, dengan data diperoleh hasil pemeriksaan PT 26 detik pada sebuah laboratorium
yang memiliki rata-rata hasil PT normal 13 detik dan menggunakan reagen dengan nilai ISI 2.
Berpa nilai INR pasien tersebut?
a. 2
b. 4
c. 8
d. 16
e. 32
121. Thalasemia adalah penyakit herediter karena kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga produksi
hemoglobin berkurang. Thalassemia terjadi karena kelainan atau perubahan pada gen globin α atau β yang mengatur produksi
rantai globin α atau β. Berkurang atau tidak terbentuk sama sekali rantai globin disebut sebagai Thalassemia. Keadaan ini
menyebabkan produksi hemoglobin terganggu dan umur eritrosit memendek. Bagaimana bentuk kelainan sel darah merah
yang dihasilkan oleh keadaan di atas ?
Pilihan Jawaban:
a. Poikilositosis
b. Sel tear drop
c. Sel sabit
d. Sel pensil
e. Sel target

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 16


122. Pada pasien penderita anemia hemolitik apabila pemeriksaan hitung jumlah leukosit dengan menggunakan larutan turk,
dilakukan dengan konsentrasi atau pengenceran sampel diperkecil namun tetap sebanding dengan prinsip reaksi secara utuh,
akan dapat mengganggu proses pengamatan hitung jumlah leukosit.
Alasan yang paling tepat penyebab terganggunya pengamatan hitung jumlah leukosit tersebut adalah...
a. Karena adanya sel normoblast
b. Karena pengurangan pengenceran tidak bisa mewakili jumlah sel yang sebenarnya
c. Karena semakin berkurang sel leukosit yang diamati
d. Karena sel leukosit hampir tidak ditemukan
e. Karena sel eritrosit dan sel trombosit tidak lisis
123. Pasien adalah seorang atlet angkat besi. Melakukan cek up ke laboratorium rutin setiap minggu. Suatu hari, setelah
pengambilan darah vena, terjadi hematoma pada bekas luka saat pengambilan darah.
Pertanyaan soal:
Alasan yang paling tepat yang menjelaskan penyebab terjadinya hematoma pada kasus tersebut adalah....
a. Pemasangan torniqute lebih dari 1 menit
b. Darah mengalir ke dalam spuit tidak lancar (tetes demi tetes)
c. Penusukan jarum dilakukan saat kulit masih basah setelah dibersihkan oleh alkohol
d. Pembuluh darah pasien kaku
e. Jarum terlalu lama berada di pembuluh darah
124. Seorang pasen yang akan di transfusi darah sesuai dengan perintah dokter yang disertai dengan rujukan untuk memeriksakan
parameter pre transfusi darah. Pada tahap akhir setelah golongan darah pasen dengan darah donor sesuai, selanjutnya
dilakukan pemeriksaan Crossmatch dengan variasi mayor dan minor
Pertanyaan soal:
Bagaimanakah variasi crosmatch mayor dan minor pada pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban :
a. Mayor adalah serum pasen direaksikan dengan sel darah merah donor, sedangkan minor adalah serum donor
direaksikan dengan sel darah merah pasen.
b. Mayor adalah serum pasen direaksikan dengan serum donor, sedangkan minor adalah sel darah donor direaksikan
dengan sel darah merah pasen.
c. Mayor adalah serum donor direaksikan dengan sel darah merah pasen, sedangkan minor adalah serum pasen
direaksikan dengan sel darah merah donor.
d. Mayor adalah serum pasen direaksikan dengan sel darah merah pasen, sedangkan minor adalah serum donor
direaksikan dengan sel darah merah donor.
e. Mayor adalah serum pasen direaksikan dengan serum pasen, sedangkan minor adalah serum donor direaksikan
dengan sel darah merah donor.
125. Sebuah laboratorium di suatu rumah bersalin setiap hari banyak melakukan pemeriksaan Hb ibu hamil yang menjadi pasien
rumah bersalin tersebut, pada saat alat fotometer yang biasa digunakan rusak maka analis pada laboratorium tersebut mengganti
metoda pemeriksaan dari metoda foto elektrik yang menggunakan reagensia drabkin menjadi metoda sahli yang tentunya
masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan.
Pertanyaan soal:
Apa keunggulan pemeriksaan hemoglobin cara fotoelektrik menggunakan reagen Drabkin dibandingkan dengan cara Sahli?
Pilihan Jawaban :
a. dapat menggunakan darah kapiler
b. pemeriksaan dilakukan secara visual
c. sebagai standar digunakan hematin asam
d. dapat mendeteksi hampir seluruh jenis Hb
e. reagen yang digunakan bersifat stabil dalam penyimpanan
126. Seorang analis melakukan pemeriksaan darah rutin sesuai formulir permintaan pemeriksaan laboratorium dari dokter. Untuk
melakukan pemeriksaan analis tersebut membuat sediaan hapus darah tepi untuk menghitung jenis leukosit sebagai salah satu
item dari pemeriksaan darah rutin. Setelah dibuat hapusan, dikeringkan, difiksasi dan diwarnai kemudian dilakukan
pemeriksaan mikroskopis untuk menghitung jenis leukosit.
Pertanyaan soal:
Larutan apa yang dipakai untuk fiksasi sediaan tersebut ?
Pilihan Jawaban :
a. Ethanol 96 %
b. Ethanol 70 %
c. Methanol
d. Lugol
e. Aseton
127. Analis melakukan pengambilan darah venapasien untuk pemeriksaan laboratorium. Pada proses pengambilan darah harus
diperhatikan posisi pasien, bendungan, letak vena, penampung dan label.
Pertanyaan soal:
Berapa lama pemasangan tourniquet yang benar pada saat pengambilan darah ?
Pilihan Jawaban :
a. Tidak lebih dari satu menit
b. Dua menit
c. Tiga menit
d. Empat menit
e. Lima menit
128. Seorang analis melakukan pemeriksaan sampel darah K3EDTA pasien untuk pemeriksaan darah lengkapatas permintaan
dokter. Sampel tersebut tertunda pemeriksaanya hingga 4 jam pada suhu kamar karena alatnya sedang diperbaiki.
Pertanyaan soal:
Bagaimanakah hasil pemeriksaan darah lengkap tersebut ?
Pilihan Jawaban :
a. Nilai hematokrit meningkat
b. Nilai hematokrit lebih rendah
c. Nilai KHER meningkat
d. Nilai VER lebih rendah
e. Nilai trombosit meningkat

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 17


129. International Council for Standardization in Haematology (ICSH) menganjurkan pemeriksaan kadar hemoglobin cara
sianmethemoglobin. Formula larutan sianida tersebut meliputi K3Fe(CN)6, KCN, KH2PO4 dan non ionic detergent.
Pertanyaan soal:
Apakah fungsi penambahan KH2PO4 pada larutan tersebut ?
Pilihan Jawaban :
a. Mempercepat lisis eritrosit
b. Mengurangi kekeruhan HiCN
c. Mengatur pH larutan
d. Mengubah methemogobin
e. Mengubah hemoglobin sianida
130. Pemeriksaan sediaan hapus darah tepi antara lain menilai berbagai unsure sel darah tepi seperti eritrosit, leukosit, trombosit dan
mencari adanya parasit. Proses fiksasi yang tidak baik menyebabkan perubahan morfologi dan warna sediaan.
Pertanyaan soal:
Factor apa yang menyebabkan proses fiksasi menjadi tidak baik?
Pilihan Jawaban :
a. Sediaan hapus darah yang tidak merata
b. Larutan methanol tidak absolute akibat botol penampung tidak tertutup rapat
c. Sediaan hapus terlampau tebal
d. Larutan dapar yang terlalu asam
e. Zat warna tidak disaring sebelum dipakai atau pewarnaan terlalu lama
131. Seorang pasien diketahui jumlah eosinofilnya dalam darahnya adalah 350 sel/mm3, pengenceran yang dilakukan adalah 10 kali
dan koreksi volume bilik hitung adalah 10/9 mm3. Berapakah jumlah keseluruhan sel yang ditemukan?
a.30 sel
b.31 sel
c. 32 sel
d. 34 sel
e. 35 sel
132. Apabila dalam 20 lapang pandang mikroskop dengan objektif 100 kali di temukan 245 trombosit, berapa estimasi jumlah
trombosit per mm3?
a. 122.500 / mm3
b. 245.000/ mm3
c. 367.500 / mm3
d. 490.000/ mm3
e.612.500 / mm3
133. Seorang analis melakukan pemeriksaan darah rutin sesuai formulir permintaan pemeriksaan laboratorium dari dokter. Salah
satu item dari pemeriksaan darah lengkap ini adalah hitung jumlah sel eritrosi. Untuk keperluan pemeriksaan tersebut analis
mempersiapkan alat dan bahan serta melakukan pengambilan spesimen darah pasien.Setelah semua lengkap baru dilakukan
pemeriksaan darah lengkap sesuai permintaan dokter.
Pertanyaan soal:
Apa nama alat yang digunakan untuk meghitung jumlah sel tersebut ?
Pilihan Jawaban :
a. Hemometer
b. Hemositometer
c. Cell counter
d. Kamar hitung
e. Fotometer
134. Seorang analis kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap whole blood K2EDTA dimana darah tersebut ditambahkan zat
pewarna kusus, kemudian diinkubasi pada waterbath dengan suhu 37°C selama 30 menit. Kemudian diamati di bawah
mikroskop dengan perbesaran objektif 100 kali.

Tampak hasil mikroskopis seperti gambar. Sel yang di tunjukan oleh tanda panah adalah sel...
a. Sel eritrosit
b. Sel leukosit
c. Sel retikulosit
d. Sel eosinofil
e. Sel giant trombosit
135. Seorang pasien diduga infeksi, karena hasil pemeriksaan hitung jumlah leukosit lebih dari normal. Pada sediaan apus darah
diperoleh peningkatan pada sel tertentu seperti pada gambar yang ditunjukan:

Apakah perkiraan infeksi yang terkait dengan peningkatan sel tersebut?


a. Bakteri
b. Jamur
c. Virus
d. Parasit
e. Tungau

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 18


136. Jika pembuatan pewarna giemsa dari stock dengan perbandingan 1:9, berapa mL seorang analis harus mengambil giemsa stock
apabila ingin memperoleh larutan pewarna giemsa siap pakai sebanyak 25 mL
a. 1 mL
b. 9 mL
c. 10 mL
d. 2,5 mL
e. 22,5 mL
137. Pemeriksaan hitung jumlah leukosit secara manual menggunakan pipet thoma. Tahapannya adalah darah dipipet sampai tanda
0,5, kemudian ditambahkan larutan turk sampai angka 11, lalu campurkan sampai homogen, kemudian buang 3 tetes pertama.
Alasan yang paling benar dari langkah pembuangan 3 tetes larutan tersebut adalah......
a. Agar darah tidak beku
b. Karena darah dibagian ujung sudah lisi
c. Karena larutan di ujung pipet thoma tidak homogen
d. Agar pengencera dan perbandingan darah pas
e. Karena tidak ada darah pada ujung pipet thoma sampai angka 1
138. Seorang analis akan mengambil sampel darah. Dari formulir permintaan laboratorium diperoleh informasi bahwa parameter
yang akan diperiksa adalah PT, APTT serta agregasi trombosit. Untukupa?
parameter tersebut diperlukan sampel berupa?
a. Whole blood
b. Plasma citrat 1:4
c. Plasma EDTA
d. Plasma citrat 1:9
e. Serum
139. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan Rumple Leed. Dimana pasien di bebat dan di beri tekanan pertengahan sitole
dan diastole. Lalu didiamkan selama 10 menit dan di lihat terbentuknya ptechie yang ada pada lingkaran yang sudah di tandai.
Ternyata selain di lingkaran, ptechie banyak timbul di sekitar area torniquet. Pelaporan hasil yang benar adalah...
a. Ptechie yang dihitung hanya ptechie yang timbul di dalam lingkaran
b. Ptechie yang dihitung hanya ptechie yang timbul di luar lingkaran
c. Ptechie yang dihitung hanya ptechie yang timbul di dalam dan diluar lingkaran
d. Ptechie yang dihitung hanya ptechie yang timbul di dalam lingakaran di kurangi ptechie yang ada di sekitar torniquet
e. Ptechie yang dihitung hanya ptechie yang timbul di luar lingkaran dikurangi ptechie yang timbul di area torniquet.

IMUNOSEROLOGI NO.138 s/d NO.159

140. Demam dengue dapat merupakan infeksi primer (demam dengue) serta infeksi kedua kali yang disebut infeksi sekunder dan
dapat menimbulkan penyakit dengue haemorragic fever (DHF) yang dapat menyebabkan kematian. Untuk mengurangi angka
kematian dapat dilakukan deteksi dini terhadap adanya antigen dan antibody yang dihasilkan oleh virus dengue.
Pertanyaan soal:
Pemeriksaan serologi apakah yang dapat dapat digunakan untuk tujuan deteksi dini tersebut?
Pilihan Jawaban :
a. antigen NS-1
b. IgA-anti dengue
c. antibodi dengue IgA
d. antibodi dengue IgG
e. antibodi dengue IgM
141. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan terhadap serum pasen atas permintaan dokter. Berdasarkan diagnose kerja
dokter pasen mengalami deman dan nyeri pada sendi dari 2 hari yang lalu. Pasen berharap agar dokter segera memberikan
obat yang tepat untuk penyakitnya.
Pertanyaan soal:
Pemeriksaan imunoserologi apakah yang paling tepat untuk diagnose kerja dokter dan tujuan di atas ?
Pilihan Jawaban
a. Rematoid faktor
b. C-reactive protein (CRP)
c. ASTO
d. ANA
e. Alfa Fetoprotein
142. Dokter memberikan rujukan ke laboratorium kepada pasien untuk dilakukan tes widal. Didapatkan hasil anti-salmonella typhi
O dan anti-salmonella paratyphi C positif aglutinasi. anti-salmonella typhi O positif aglutinasi setelah pengenceran sebanyak 1
kali dan anti-salmonella parathypi C positif aglutinasi setelah pengenceran 5 kali.
Pertanyaan soal:
Jika dokter ingin menambah suatu pemeriksaan pelengkap dengan menggunakan rapid tes untuk salmonella, kemungkinan
besar hasil yang didapat adalah...
a. IgM positif , IgG negatif
b. IgM negatif, IgG negatif
c. IgM negatif, IgG positif
d. IgM positif , IgG positif
e. IgM,IgG invalid
143. Seorang analis melakukan pemeriksaan HbSAg pada pasien. Dari riwayat pasien diperoleh informasi bahwa pasien tersebut
baru di berikan vaksinasi hepatitis B . setelah melakukan pemeriksaan dengan metode ICT ternyata hasil pemeriksaan pasien
tersebut HbSAg nya (+).
Dari kondisi diatas apa yang sekiranya dilakukan oleh seorang analis
a. Meminta sampel ulang pada pasien
b. Mengulang pemeriksaan dengan metode yang sama
c. Langsung mengeluarkan hasil tersebut pada pasien
d. Memeriksa sampel dengan metode yang lebih sensitif
e. Mengulang dengan kaset rapid yang berbeda
144. Seorang analis melakukan pemeriksaan imunologik pada kliendimana formulir permintaan adalah pemeriksaan CD4, klien
merupakan tersangka penderita HIV. Bagaimana interaksi antara sel tersebut dengan virus HIV ?
a. Sel CD4+ merupakan reseptor untuk gp 41
b. Sel CD4+ merupakan reseptor untuk gp 120
c. Sel CD4+ merupakan reseptor untuk P 24
d. Sel CD4+ merupakan molekul asesoris
e. Sel CD4+ merupakan sel penolong

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 19


145. Seorang pasien setelah makan udang timbul gejala kemerahan dan gatal pada kulitnya. Pasien tersebut diduga terkena
alergi.Mediator apa yang dapat menyebabkan timbulnya gejala diatas ?
a. Histamin
b. Adenosin
c. Platelet Activating Factor
d. Leukotriene
e. Fosfolipase A2
146. Seorang analis telah melakukan pemeriksaan ASTO dari spesimen pasien, ternyata hasil pemeriksaan secara visual terbentuk
aglutinasi akan tetapi samar. Kontrol positif dan negatif di kerjakan dan prosedur dilakukan sebagaimana mestinya.
Sikap analis terhadap hasil pemeriksaan demikian adalah:
a. Melakukan pemeriksaan ulang (duplo)
b. Langsung mengeluarkan hasil tersebut
c. Memeriksa ulang dengan metode yang lebih sensitif
d. Memeriksa aglutinasi sampel pada mikroskop
e. Mengulang pemeriksaan dengan jumlah sample yang lebih banyak
147. Dokter memberikan rujukan ke laboratorium kepada pasien untuk dilakukan tes widal. Didapatkan hasil anti-salmonella typhi
AO dan anti-salmonella paratyphi AH positif aglutinasi. anti-salmonella typhi AO positif aglutinasi setelah pengenceran
sebanyak 1 kali dan anti-salmonella parathypi AH positif aglutinasi setelah pengenceran 5 kali.
Pertanyaan soal:
Jika dokter ingin menambah suatu pemeriksaan pelengkap dengan menggunakan rapid tes untuk salmonella (IgM dan IgG
salmonella), apakah kemungkinan hasil yang akan didapat ?
a. IgM positif , IgG negatif
b. IgM negatif, IgG negatif
c. IgM negatif, IgG positif
d. IgM positif , IgG positif
e. IgM,IgG invalid
148. Terdapat berbagai macam pemeriksaan petanda tumor di laboratorium. Salah satu tes petanda tumor dalam pemantauan
kehamilan adalah melihat adanya onkofetal protein yang terbentuk pada masa perkembangan embrio. Tes ini bersifat spesifik
terhadap adanya onkofetal protein.
Pertanyaan soal:
Apa metode pemeriksaan dari tes petanda tumor yang paling tepat untuk pemantauan kehamilan tersebut ?
Pilihan Jawaban:
a. Aglutinasi
b. Imunokromatografi
c. ELISA
d. ISE
e. Reaksi colorimetri enzimatik
149. Demam dengue dapat merupakan infeksi primer (demam dengue) serta infeksi kedua kali yang disebut infeksi sekunder dan
dapat menimbulkan penyakit dengue haemorragic fever (DHF) yang dapat menyebabkan kematian. Untuk mengurangi angka
kematian dapat dilakukan deteksi dini terhadap adanya antigen dan antibody yang dihasilkan oleh virus dengue.
Pertanyaan soal:
Pemeriksaan serologi apakah yang dapat dapat digunakan untuk tujuan deteksi dini tersebut?
Pilihan Jawaban :
a. antigen NS-1
b. IgA-anti dengue
c. antibodi dengue IgA
d. antibodi dengue IgG
e. antibodi dengue IgM
150. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan terhadap serum pasien atas permintaan dokter. Berdasarkan diagnose kerja
dokter pasen mengalami deman dan nyeri pada sendi dari 2 hari yang lalu. Pasen berharap agar dokter segera memberikan
obat yang tepat untuk penyakitnya.
Pertanyaan soal:
Pemeriksaan imunoserologi apakah yang paling tepat untuk diagnose kerja dokter dan tujuan di atas ?
Pilihan Jawaban
a. Rematoid faktor
b. C-reactive protein (CRP)
c. ASTO
d. ANA
e. Alfa Fetoprotein
151. Seorang analis akan melakukan pemeriksaan HIV dengan metode ICT, dengan kaset seperti gambar di bawah ini

Dari gambar diatas pada bagian mana analis harus meneteskan sampel?
a. a
b. b
c. c
d. d
e. e
152. Seorang analis melakukan pemeriksaan spesimen dengan parameter HIV, ternyata hasil pemeriksaan pasien tersebut positif
dengan menggudakan metode ICT. Tahapan yang benar yang harus dilakukan seorang analis untuk hal tersebut adalah
a. Melakukan pemeriksaan ulang dengan metode yang sama (duplo)
b. Langsung mengeluarkan hasil tersebut
c. Mengkonsultasikan hasil tersebut kepada dokter penanggung jawab
d. Melaporkan pada dokter pengirim
e. Mengulang pemeriksaan dengan metode yang lebih sensitive

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 20


153. Seorang analis akan melakukan pemeriksaan TPHA dari spesimen pasien, dimana prosedur pemipetan tertera pada kolom
berikut :
Sampel yang Negatif kontrol Positif kontrol Sampel yang Negatif kontrol Positif kontrol
diencerkan diencerkan
25 µL 25 µL 25 µL 25 µL 25 µL 25 µL
75 µL 75 µL 75 µL 75 µL 75 µL 75 µL
Test cell Test cell Test cell Control cell Control cell Control cell
Seandainya pasien hasil TPHA nya (+), maka hasil yang akan diperoleh adalah:
a. Kontrol positif (aglutinasi), kontrol negatif (aglutinasiI) , Test (aglutinasi)
b. Kontrol positif (aglutinasi), kontrol negatif (aglutinasiI) , Test (tidak aglutinasi)
c. Kontrol positif (aglutinasi), kontrol negatif (tidak aglutinasiI) , Test (tidak aglutinasi)
d. Kontrol positif (aglutinasi), kontrol negatif (tidak aglutinasiI) , Test (aglutinasi)
e. Kontrol positif (tidak aglutinasi), kontrol negatif (tidak aglutinasiI) , Test (aglutinasi)
154. Berikut adalah langkah kerja pemeriksaan widal , Teteskan serum masing-masing 80 µL pada slide sebanyak 4 buah,
Tambahkan masing-masing antigen sebanyak 1 tetes.Kemudian, campur dan goyang-goyang dalam waktu 2 menit Periksa ada
tidaknya aglutinasi. Seandainya hasil pemeriksaan pada 1/320 menunjukan adanya aglutinasi , maka yang harus di lakukan
seorang analis adalah:
a. Melaporkan bahwa hasil positif dengan titer 1/320
b. Mengulang pemeriksaan, dengan metode yang sama (duplo)
c. Melaporkan hasil dengan titer ≥ 1/320
d. Mengulang dengan mengencerkan sampel terlebih dahulu
e. Melaporkan hasil dengan titer ≤ 1/320
155. Seorang analis akan melakuka pemeriksaan imunologi dengan skema prinsip seperti di bawah ini

Prinsip pemeriksaan diatas adalah


a. Reaksi antigen antibodi
b. Reaksi antigen antibodi secara kompetitif
c. Reaksi antigen antibodi dengan label kromofor
d. Reaksi antigen antibodi dengan label enzim
e. Reaksi antigen antibodi dengan label enzim berkompetisi
156. Tumor adalah pertumbuhan sel yang terus menerus yang dapat disebabkan oleh radiasi, zat kimia atau virus.Respon imun
spesifik secara humoral pada pertumbuhan sel tersebut adalah terbentuknya antibodi spesifik melalui mekanisme apa ?
a. Antibody Dependent Cell Citotoxicity
b. Anti Receptor Antibody
c. Anafilaktik
d. Delayed Hipersensitivity
e. Complex Imun Mediated
157. Transplantasi merupakan harapan baru bagi penderita penyakit kronis yang tidak bisa diobati. Respon terhadap graft adalah
reaksi penolakan.Apa yang menyebabkan reaksi tersebut diatas ?
a. Ketidak sesuaian jaringan
b. Ketidak sesuaian golongan darah sistem ABO
c. Ketidak sesuaian golongan darah sistem Rhesus
d. Ketidak sesuaian golongan darah sistem Lewis
e. Ketidak sesuaian golongan darah sistem Kell
158. Imunisasi dilakukan bertujuan untuk mencegah timbulnya wabah penyakit pada suatu daerah. Untuk memperoleh antibodi
yang proteksi diperlukan penyuntikan ulang dengan antigen yang sama.Apa yang menyebabkan peningkatan antibodi tersebut?
a. Terbentuk sel efektor
b. Terbentuk sel memori
c. Terjadi proliferasi limfosit B
d. Terjadi differensiasi limfosit B
e. Terjadi proliferasi limfosit T
159. Seorang penderita dengan gejala berat badan turun, demam, limfa denopati, tumor (Sarkoma Kaposi) dan ternyata setelah
diperiksa antibodi terhadap HIV metoda imunokromatografi hasilnya positif. Bagaimana hasil yang positif pada metoda diatas?
a. Terbentuk 2 garis berwarna baik pada kontrol maupun pada tes.
b. Terbentuk 1 garis berwarna pada kontrol.
c. Terbentuk 1 garis berwarna pada kontrol.
d. Terbentuk dot berwarna pada kontrol.
e. Terbentuk dot berwarna pada tes.
160. Inti dari respon imun adalah aktivasi klon limfosit. Berdasarkan hipotesis seleksi klon maka setiap klon akan
berdiferensiasi.Diferensiasi dari klon limfosit akan menjadi apa ?
a. Sel plasma
b. Sel memori
c. Sel plasma dan sel memori
d. Sel limfosit
e. Sel makrofag

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 21


PARASITOLOGI NO.161 s/d NO. 180

161. Seorang analis sedang melakukan pembuatan preparat darah merah di laboratorium parasitologi. Analis
tersebut meneteskan 1 tetes darah diteteskan ke objek gelas, dengan ujung objek gelas lain yang bersih, diarahkan
30° dan darah dihapus menyebar pada objek gelas.
Pertanyaan soal:
Pemeriksaan parameter apakah yang paling tepat menggunakan preparat yang dibuat oleh analis tersebut ?
Pilihan Jawaban :
a. Filaria
b. Malaria
c. Tripanosoma
d. Leismania
e. Toxoplasma
162. Suatu desa terserang penyakit amebiasis. Kemudian pihak dinas kesehatan melakukan investigasi terhadap desa tersebut
dengan cara mengambil sampel tinja setiap penduduk yang tinggal di desa tersebut. Ditemukan suatu parasit dengan spesies
Entamoeba histolytic.
Pertanyaan soal:
Bentuk stadium E. histolytica yang sangat mungkin ditemukan di tinja penduduk tersebut adalah...
Pilihan Jawaban :
a. Bentuk histolitika
b. Bentuk minuta
c. Bentuk kista muda
d. Bentuk kista matang
e. Bentuk tropozoit
163. Suatu hari, pasien laki-laki berumur 29 tahun memeriksaan feses di laboratorium. Dokter menduga pasien menderita kolitis
akut. Setelah diperiksa secara mikroskopis, didapatkan tersangka parasit seperti
gambar disamping. Ciri-cirinya Memiliki 2 (dua ) inti yaitu makronukleus (seperti
ginjal) dan mikronukleus (bulat), juga terdapat vakuloa, cilia dipermukaan tubuh.

Pertanyaan soal:
Apakah bentuk stadium parasit yang ditemukan pada pemeriksaan mikroskopis
tersebut ?

Pilihan Jawaban :
a. Kista muda
b. Kista matang
c. Tropozoit muda
d. Tropozoit matang
e. Skizon
164. Seorang analis kesehatan sedang melakukan pengambilan darah malam kemudian dibuat preparat darah merah
di laboratorium parasitologi. Analis tersebut meneteskan 1 tetes darah diteteskan ke objek gelas, dengan
ujung objek gelas lain yang bersih, diarahkan 30° dan darah dihapus menyebar pada objek gelas.
Pertanyaan soal:
Apa tersangka spesies yang dicari oleh analis kesehatan tersebut ?
Pilihan Jawaban :
a. Plasmodium sp.
b. Wucheriria bancrofti
c. Trichomonas vaginalis
d. Leismania sp
e. Toxoplasma gondii
165. Seorang anak dengan kondisi kurus akan tetapi perut buncit, di periksa fesesnya ke laboratorium. Di peroleh hasil feses eritrosit
DBN, serat makanan DBN, leukosit DBN, epitel DBN, konsistensi cair dan di temukan telur dengan ciri-ciri: Ukuran: 60x45
mikron, warna kuning kecoklatan, dinding tebal, 3 lapisan, Isi telur berupa sel tunggal yang belum membelah

Pertanyaan, kemungkinan pasien terinfeksi :


a. Ascaris lumbricoides
b. Trichuris trichiura
c. Ancylostoma duodenale
d. Necator Americanus
e. Enterobius vermicularis
166. Seorang analis memeriksa pasien yang di duga terinfeksi cacing, biasanya cacing ini hospesnya antara lain Culex
quingguefasciatus, Aedes sp., Anopheles sp. Menyebabkan penyakit kaki gajah. Infeksi disebabkan cacing dewasa atau
microfilaria menimbulkan limfadenopati dan limfangitis retrogard.
Pertanyaan , pada stadium apa dapat di jumpai pada kelenjar limfe manusia?
a. L1 dan L2
b. L2 dan L3
c. L4 dan L5
d. L1 dan L3
e. L2 dan L5

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 22


167. Seorang analis memeriksa pasien anak kecil dengan keluhan sakit perut, dan feses berlendir serta berwarna hijau. Secara
makroskopik diperoleh data, tinja cair, berbau, lendir positif serta ada darah melekat pada bagian luar tinja. Klinisi menduga
pasien terkena amebiasis.
Kemungkinan hasil pemeriksaan mikroskopik adalah:
a. Tampak E. Histolitica, leukosit jarang, eritrosit berkelompok tidak bercampur dengan tinja, terdapat kristal
charcot leyden, tidak tampak sel makrofag
b. Tidak tampak E. Histolitica, leukosit jarang, eritrosit berkelompok tidak bercampur dengan tinja, terdapat
kristal charcot leyden, tidak tampak sel makrofag
c. Tampak E. Histolitica, leukosit banyak, eritrosit berkelompok tidak bercampur dengan tinja, terdapat kristal
charcot leyden, tidak tampak sel makrofag
d. Tidak Tampak E. Histolitica, leukosit banyak, eritrosit berkelompok tidak bercampur dengan tinja, terdapat
kristal charcot leyden, tidak tampak sel makrofag
e. Tampak E. Histolitica, leukosit jarang, eritrosit bercampur dengan tinja, terdapat kristal charcot leyden, tidak
tampak sel makrofag
168. Seorang analis memeriksa tetes tebal dari pasien, dengan hasil mikroskopis seperti pada gambar. Data lainnya adalah tidak
terjadi infeksi multipel, serta jumlah parasit yang ditemukan tidak terlalu banyak. Pertanyaan, pasien di duga terinfeksi malaria
.....

a. Plasmodium vivax karena ditemukan makrogametosit pada


tetes tebal
b. Plasmodium falciparum karena ditemukan makrogametosit
pada tetes tebal
c. Plasmodium vivak karena ditemukan mikrogametosit pada
tetes tebal
d. Plasmodium falciparum karena ditemukan mikrogametosit
pada tetes tebal
e. Plasmodium falciparum karena besar parasit dibanding inti
limfosit lebih kecil

169. Pada pasien dengan spesimen feses diperoleh hasil mikroskopis ditemukan adanya kista berbentuk lonjong, dinding kista
tampak jelas, sering tampak gelanggang disekitarnya, dengan inti 2-4, tampak pula aksostilus, dan sisa sisa organel.

Dari hasil pemeriksaan mikrodiatas maka kemungkinan protozoa yang menyebabkan infeksi adalah ?
a. E. Histolityca
b. Entamoeba coli
c. Giardia labmlia
d. Iodamoeba butschii
e. Balantidium coli
170. Spesimen yang berasal dari daging sapi di duga mengandung parasit . setelah di amati ternyata ditemukan parasit dengan ciri-
ciri ukuran proglotid gravidanya 16-20 mm, dengan lebar 5-7 mm, bentuknya empat persegi panjang, dan tidak ada lubang
uterus.
Dari data diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa spesimen tersebut mengandung parasit?
a. T. Saginata
b. T. Solium
c. H. Nana
d. H. Diminuta
e. F. Hepatica
171. Seorang analis memeriksa pertumbuhan jamur yang di peroleh dari spesimen kerokan kulit, setelah di inkubasi 7 hari pada suhu
28°C diperoleh hasil secara makroskopis dimana diperoleh koloni jamur dengan permukaan halus, elevasi cembung, bertepung
warna cream, pinggiran rata, penampakan mikroskopis seperti gambar di bawah ini:

Dari data diatas besar kemungkinan species jamur adalah ...


a. T. Rubrum
b. T. Mentagrophytes
c. M. Canis
d. M. Gypseum
e. E. Floccosum
2.

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 23


172. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan dari spesimen pasien yang di duga terkena jamur. Setelah diinokulasi pada
medium TCA, selama 48 jam pada suhu 37°C, tampak pertumbuhan koloni jamur dengan hasil pengamatan secara
makroskopis seperti tampak pada gambar

Dari data di atas, maka tersangka jamur adalah..........


a. C. albicans
b. C. tropicallis
c. C. auris
d. C. glabrata
e. C. parapshilosis
173. Seorang analis memeriksa kerokan kulit untuk pasien tersangka infeksi jamur. Dari hasil pemeriksaan mikroskopis diperoleh
jamur dengan bentuk bulat, kemudian spesimen tersebut di tanam, setelah inkubasi selama 2 minggu diperoleh hasil
mikroskopis berupa sel jamur dengan makrokonidia lancip berisi 2-6 sel.
Dari kasus diatas, kemungkinan infeksi di sebabkan jamur ?
a. M. Canis
b. M. Gypseum
c. T. Rubrum
d. T. Mentagrophytes
e. E. Floccosum
174. Seorang analis sedang mengidentifikasi nyamuk yang di duga sebagai vektor penyakit. Dari pengamatan diperoleh hasil ujung
palpus dari nyamuk ini sama atau lebih pendek, dengan proboscis dan antena dengan rambut yang bervariasi. Dari data
tersebut, dapat di perkirakan bahwa nyamuk tersebut adalah :
a. Anopheles sp.
b. Culex sp.
c. Aedes sp.
d. Ochlerotatus sp.
e. Wyeomyia sp.
175. Seorang analis melakukan pemeriksaan angka kapang pada makanan dimana pada pengenceran 10 1 diperoleh 115 koloni pada
pengenceran 10 2 terdapat 75 koloni pada pengenceran 10 3 terdapat 32 koloni pada pengenceran 10 4 terdapat 15 koloni dan
pada pengenceran 10 5 terdapat 2 koloni. Dengan kontrol diperoleh 18 koloni.
Perhitungan yang benar dari angka kapang tersebut adalah
a. Hanya pada pengenceran 101, 102 dan 103 yang di hitung
b. Hanya pada pengenceran 101, 102 dan 103 yang di hitung dikurangi koloni pada kontrol
c. Hanya pada pengenceran 101, 102 dan 103 yang di hitung di tambah koloni pada kontrol
d. Angka kapang tidak bisa di hitung karena di masing masing pengenceran tumbuh jamur
e. Angka kapang tidak bisa di hitung karena terlalu banyak koloni pada kontrol
176. Seorang analis melakukan identifikasi penyebab penyakit dari spesimen usap vagina, setelah dilakukan pemeriksaan
mikroskopis di peroleh sel berbnetuk bulat. Kemudian di tanam di sda, dan di peroleh hasil koloni dengan besar 3-4 mm
berwana putih susu. Untuk memastikan bahwa species tersebut c. albicans, dilakukan uji germ tube dengan langkah:
a. Menanam koloni pada medium sda broth pada suhu 28°C selama 60-90 menit lalu amati di mikroskop
b. Menanam koloni pada medium sda broth pada suhu 37°C selama 60-90 menit lalu amati di mikroskop
c. Menanam koloni pada whoole blood pada suhu 37°C selama 60-90 menit lalu amati di mikroskop
d. Menanam koloni pada serum pada suhu 37°C selama 60-90 menit lalu amati di mikroskop
e. Menanam koloni pada serum pada suhu 28°C selama 60-90 menit lalu amati di mikroskop
177. Seorang analis melakukan pemeriksaan dari spesimen apus mata dimana diperoleh adanya kista parasit dengan ciri-ciri bentuk
persegi a granular, bulat atau lonjong, berukuran kira-kira 20 mikron, berdinding rangkap, dengan dinding luar berkerut-kerut.
Informasi lain adalah pasien seorang karyawan dimana setiap hari mobilitas tinggi menggunkan motor.
Kemungkinan parasit dari pasien tersebut adalah.......
a. Acanthamoeba sp.
b. N. Gonorhoe
c. soft tick
d. tungau
e. naegleria sp.
178. Seorang pasien dengan riwayat malaria diperiksa ke laboratorium. Dalam apusan darah analis menemukan bentuk eritrosit
normal, ukuran eritrosit normal, tidak tampak titik merah, densitas parasit per lapang pandang jarang, di temukan bentuk
schizont dengan ciri pigmennya tampak, merozoit 8-10, setiap bintik merah dikelilingi sitoplasma pucat.
Dugaan yang mungkin dari pemeriksaan tersebut adalah...
a. Palsmodium vivax
b. Plasmodium palcifarum
c. Plasmodium malariae
d. Plasmodium ovale
e. Malaria tropicana

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 24


179. Seorang analis memeriksa spesimen dari pasien dengan informasi riwayat pasien mengalami keluhan gatal di area genital, dari
pemeriksaan mikroskopis diperoleh hasil:

Dari gambaran dan data diatas dapat disimpulkan bahwa parasit adalah.
a. G. Lamblia
b. T. Vaginalis
c. Antamoeba sp.
d. T. Gondii
e. Plasmodium
180. Seorang pasien dengan keluhan susah hamil, dengan usia pernikahan sudah 15 tahun lebih. Pemeriksaan kesuburan dinyatakan
normal dan tidak ada masalah. Dokter memberikan formulir pemeriksaan dengan parameter TORCH. Serta pemeriksaan darah.
Dari hasil pemeriksaan mikroskopis di peroleh gambaran hasil

Dari data diatas, bisa diperoleh kesimpulan bahwa pasien terinfeksi


a. T. Gondii
b. Virus herpes
c. Rubella
d. HSV II
e. Cytomegalo virus

Try Out Uji kompetensi Analis Kesehatan Bandung 25

Anda mungkin juga menyukai