Anda di halaman 1dari 2

12/13/2018 Inggris Jadi Negara Produsen Ganja Legal Terbesar Dunia - Kompas.

com :: Reader View

internasional.kompas.com

Inggris Jadi Negara Produsen Ganja


Legal Terbesar Dunia - Kompas.com
Kompas Cyber Media
3-3 minutes

LONDON, KOMPAS.com - Inggris menjadi negara produsen dan


eksportir ganja legal untuk penggunaan medis dan sains.

Laporan terbaru PBB, seperti dilansir dari Sky News, Selasa


(6/2/2018), Inggris memproduksi 95 ton ganja pada 2016, meningkat
lebih dari dua kali dibandingkan tahun sebelumnya.

Badan Pengendalian Narkotika Internasional dari PBB menyebutkan,


sebanyak 44,9 persen ganja legal dari total ganja yang diproduksi
dunia berasal dari Inggris.

Sementara itu, Kanada menyusul di posisi kedua dengan produksi


ganja mencapai 80,7 ton yang kebanyakan digunakan untuk konsumsi
domestik.

Baca juga :  Jerman Larang Warga Pengguna Ganja Obat Miliki


Senjata

Kemudian, Portugal, Israel, Belanda, dan Chile juga masuk dalam


kelompok negara produsen ganja terbesar. Secara total, sebanyak
209,9 ton ganja legal telah diproduksi di seluruh dunia.
chrome-extension://ecabifbgmdmgdllomnfinbmaellmclnh/data/reader/index.html?id=645666474 1/2
12/13/2018 Inggris Jadi Negara Produsen Ganja Legal Terbesar Dunia - Kompas.com :: Reader View

Beberapa kelompok di Inggris mengkritik kebijakan obat pemerintah


Inggris. Mereka konsisten menolak perizinan ganja medis karena
dianggap tidak memiliki manfaat terapeutik.

Terapeutik merupakan hasil penanganan medis yang sesuai dengan


apa yang diinginkan.

Steve Rolles, analis kebijakan dari Transform berpendapat, masih


banyak pasien yang ditolak untuk mendapatkan akses obat ganja.

Dengan begitu, mereka terpaksa membeli ganja dari pasar ilegal.

"Negara dengan akses yang tepat terhadap kepemilikan ganja medis


tidak memiliki masalah ini karena produk ganja memiliki standar dan
berada di tangan dokter serta apoteker," katanya.

Baca juga : Survei di AS, Seperempat Pasien Kanker Gunakan Ganja


Medis

Seperti kasus yang menimpa Alfie Dingley, bocah berusia enam tahun
yang menderita epilepsi langka. Orangtuanya meyakini penyakit Alfie
dapat diobati dengan minyak ganja.

Namun, dia justru mendapatkan akses pengobatan ganja di Belanda


karena tidak diperbolehkan menggunakan obat tersebut.

chrome-extension://ecabifbgmdmgdllomnfinbmaellmclnh/data/reader/index.html?id=645666474 2/2